"Sakura.. aku harus pergi sekarang. Maaf, aku tak bisa mengantarmu pulang.."Sasuke melangkah pergi.
"Sasuke, tunggu.."Sakura mencegahnya. Langkah Sasuke terhenti. "Apa ada yang ingin kau jelaskan padaku?"
"Ini bukan waktu yang tepat, Sakura. Aku harus pergi.." Dan setelah itu tak ada yang menghalangi langkah Sasuke untuk menuju motornya yang sedang diparkirkan. Ia pun langsung tancap gas dan menuju dimana seorang gadis yang selalu dicintainya berada.
.
..
-HOLD YOU TIGHT Chapter 4-
Disclaimer : Masashi Kishimoto ojii-san pemilik semua karakter dalam cerita ini~
..
.
Lampu kamar mandi yang terang, menampakan wajah Hinata yang memucat dan juga.. badannya yang basah kuyup. Gaun selutut berwarna biru muda yang dipakai Hinata sekarang, begitu tampak melekat di tubuh nya, seperti kulit kedua. Walaupun kamar mandi yang dimana bersembunyi seorang gadis berambut indigo berada jauh dari ruang utama keramaian, tapi tetap saja ia dapat mendengar musik disko dari tempat itu.
Hinata memutar kran wastafel, mengeluarkan air dari dalamnya agar bisa menyegarkan wajah juga pikirannya. Ia mengingat-ngingat hal yang membuat ia berada di tempat seperti itu sekarang.
.
Flashback
.
"Hallo.."Hinata menjawab telepon yang membuat Sasuke meninggalkan rumahnya.
"Hime.. hay! Aku pikir kau mengganti nomor handphone mu saat ke Konoha. Syukurlah.. ternyata tidak,"
"Em.. Ada apa Gaara-kun.." entah kenapa, pertama kalinya Hinata ingin telepon dari Gaara ini segera berakhir.
"Em, Hime.."
"G-gaara-kun! Hentikan mengejekku dengan nama itu,"ucap Hinata yang sedikit kesal.
Gaara hanya tertawa mendengarnya. "Haha.. baik-baik maafkan aku.."ia pun berhenti tertawa. "Hinata.. Aku meneleponmu untuk mengajakmu ke sebuah pesta malam ini. Aku belum kenal siapa-siapa di kota ini. Kau mau menemaniku?"
"Em..?"Hinata memikirkan apa yang akan dikatakan ayah dan kakaknya bila ia pulang larut malam.
"Tidak akan lama, hanya satu jam. Aku janji. Karena aku juga kurang suka dengan pesta. Tapi karena ini pesta teman lamaku, aku jadi tidak enak jika tidak datang. Bagaimana?"
"Cuma satu jam kan?". 'kenapa sulit sekali berkata tidak,'ucap Hinata dalam hati.
"Tanpa lebih satu detik pun!"jawab Gaara. "Kalau begitu aku jemput jam delapan.."
...
"Sedang memikirkan apa?"tanya Gaara pada Hinata yang sedari tadi melihat keluar jendela yang ada di sampingnya. Kini ia dan si gadis Hyuuga sedang dalam sebuah mobil yang melaju ke sebuah pesta yang dituju.
"Hm? ah.. maaf Gaara-kun, aku hanya melihat-lihat suasana malam Konoha. Sudah banyak yang berubah ternyata,"ucap Hinata sekenanya. Ia kembali memandang keluar jendela. Sebenarnya pikiran Hinata masih pada saat ia dan Sasuke berada di kamarnya. Memikirkan apa maksud dari ciuman itu dan pertanyaan yang dilontarkan pemuda bermata onyx tersebut.
"Hinata.. kau tau maksudku datang ke kota ini, kan?"
Pertanyaan Gaara tersebut berhasil membuat Hinata mengalihkan perhatiannya hanya pada sang pengemudi kendaraan bermerek itu.
"Gaara-kun.."
"Apa kau tak melihat pengorbananku yang sampai menyusulmu kesini?". Sesekali Gaara menatap Hinata dengan serius, karena ia harus menatap jalan di depannya juga. Pandangan Gaara yang seperti itu membuat Hinata kini menatap tangannya yang berada di pangkuannya.
"Memang sih, dua tahun yang aku habiskan untuk membuatmu menyukaiku, tak sebanding dengan kebersamaanmu bersama Uchiha Sasuke itu. Berapa tahun?" Gaara mengingat-ingat. "Oh, ya 10 tahun. Minus tiga tahun saat kau di Suna tentunya.."
"A-aku menyukai Gaara-kun.."
"Bukan menyukai sebagai teman yang ku maksud! Aku sudah lelah menjadi menjadi teman curhatmu tentang si Uchiha itu selama ini!" tiba-tiba nada suara Gaara berubah tinggi. "Sudah lima minggu sejak saat aku menyatakan perasaanku padamu. Kau meminta waktu untuk menjawabnya kan? Aku sudah memberikannya selama lima minggu ini. Memangnya sampai kapan aku harus menunggu. Dan dengan seenaknya kau malah kabur ke kota ini!" Gaara merasa tiba-tiba kesal. Yang membuat keheningan tercipta di dalam mobil itu.
Hinata memejamkan matanya dan masih menunduk. Tak berani menatap pemuda berambut merah disebelahnya.
Akhirnya dehaman Gaara mengakhiri ketidak nyamanan itu. "Erm.. maaf Hinata. Aku tak bermaksud membentakmu. Aku hanya ingin kau tau betapa aku sangat menyukaimu.."
Hinata menghembuskan nafasnya dengan berat
"Kenapa kau terus mengejarku, Gaara?"Hinata memulai. "Padahal kau tau seperti apa perasaanku pada Sasuke.."
"Entahlah.. kau yang membuatku seperti ini Hinata.."
Dan keheninganpun tercipta kembali hingga mereka sampai di tempat tujuan. Di sebuah rumah yang dapat dikatakan mewah.
…
"Sabaku Gaara.. Selamat datang di pestaku!" seorang pemuda berambut silver kebiruan memberikan pelukan bersahabat pada Gaara.
"Suigetsu.. lama tak jumpa,"ucap Gaara.
"Hm.. sudah berapa tahun ya? 2 tahun? 3 tahun? Ah, tampaknya itu tidak penting. Yang penting kau disini sekarang. Oh iya. Aku dengar kau baru saja pindah ke Konoha High. Aku tidak menyangka kau memilih sekolah rendahan seperti itu.."
"Kabar tentangku begitu cepat terdengar, ternyata! Suigetsu. Jangan mentang-mentang kau di Drop Out dari Konoha High, kau jadi menjelek-jelekannya.."
"Hm? Ternyata hal-hal tentang ku juga tersebar luas ya?"Suigetsu tertawa. Tapi pandangan pemuda bernama Suigetsu itu kini berpindah pada gadis yang berada di sebelah Gaara. "Dan siapa nona manis di sebelahmu ini?"
"Ehmm.. Oh, iya maaf. Ini Hinata. Hyuuga Hinata," Gaara memperkenalkan. "Dan Hinata, ini Suigetsu. Teman ku di SMP."jelasnya.
"Aku Hyuuga Hinata.. pesta yang meriah Suigetsu-san.." Hinata mengulurkan tangannya. Dan Suigetsu langsung menyambutnya.
"Terima kasih, Hinata-chan.. Tidak apa-apa kan aku memanggilmu begitu?"
Sebenarnya Hinata risih mendengarnya. Jadi ia hanya dapat menjawabnya dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.
"Ini pesta untuk merayakan apa, Suigetsu-san?"
"Tak pernah ada alasan jika aku membuat pesta. Aku hanya merasa ingin mengadakan pesta saja.."Suigetsu kembali tertawa renyah.
"Kau memang tak berubah.."ucap Gaara.
"Ya, itulah aku.. ayo sekarang kalian masuk dan nikmati pesta ini. Dan pakailah pakaian renang kalian, kolam renangku bebas kalian pakai.." dengan itu Suigetsu pun kembali mengontrol keadaan pestanya. Ternyata banyak pegunjung pesta yang berlalu-lalang di ruang tamu itu hanya mengenakan pakaian renang (dan minin) mereka.
"Em.. maaf Hinata, aku tidak memberitahumu kalau ini swimming pool party.."
Wajah Hinata memerah. "T-tak usah dipikirkan. A-aku sedang tidak ingin berenang.."
"Hinata, tentang yang dimobil tadi.."
"Bolehkan kita tidak membahasnya sekarang..?"pinta Hinata. Gaara pun mengangguk.
…
Hinata dan Gaara hanya berjalan berdampingan disekitar kolam renang tanpa percakapan diantara keduanya. Kecanggungan yang terjadi di mobil masih terasa sampai sekarang. Hinata sesekali meneguk orange juice dari gelas yang ada ditangannya.
'BYUR!'
Tiba-tiba Hinata merasakan cipratan air mengenai wajahnya.
"Suigetsu! Sialan kau!"umpat Gaara.
"Kan aku sudah bilang untuk mengenakan pakaian renang, jadi inilah hukumannya.. hahaha" si penyelenggara Pesta tertawa. Karena ia telah berhasil menceburkan teman lamanya itu ke dalam kolam renang.
Tapi kini pandangan Suigetsu beralih pada gadis yang memakai gaun biru muda yang ada di dekatnya. Gadis itu balas menatapnya dengan penuh kecurigaan.
"E-eh.. Suigetsu-san.."
"Hinata-chan.. kau mau lompat sendiri atau aku yang harus melemparmu?" ucap Suigetsu dengan pandangan jahil.
"A-ah.. t-tidak. Tidak! Aku sedang tak ingin berenang Suigetsu-san.. kumohon mengertilah.."mohon Hinata menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada yang boleh menolak permintaanku di pestaku sendiri.."
"Suigetsu.. Jangan dipaksa jika dia memang tidak mau.."ucap Gaara yang masih berada di kolam renang. Kolam itu tidak terlalu dalam. Jadi Gaara dapat berdiri dengan gampangnya.
"Teman-teman!"Suigetsu berteriak. Dan anehnya suaranya dapat mengalahkan musik disko yang sedang diputar. Yang membuat semua mata yang sedang ditempat itu memandang ke arahnya. "Ada yang tidak mau masuk ke dalam kolam renang. Bagaimana ini?"
Puluhan pasang mata itupun langsung memandang gadis berambut indigo disebelahnya. "Lompat! Lompat! Lompat!"teriak mereka semua.
"Suigetsu.. sudahlah.."Gaara akhirnya naik ke pinggir kolam renang, dimana Hinata berdiri penuh keengganan. Percakapan mereka tersamarkan oleh teriakan-teriakan yang sedang didengungkan.
"Sabaku, kau mau membantu ku atau aku akan melakukannya dengan caraku?"
Gaara akhirnya menghembuskan napas pasrah.
"Ayolah Hinata, ini tidak buruk koq.."
"Gaara-kun.. aku benar-benar tidak mau.."
"Hinata.. sekali ini saja ya?"
Dan akhirnya dengan Bridal style Gaara menggendong Hinata lalu menerjunkan mereka berdua ke dalam kolam renang. Rontaan dan penolakan Hinata begitu tak digubris oleh Gaara.
Sorakkan gembira pun terdengar. Hinata yang masih berada di dalam air, segera melepaskan diri dari Gaara dan cepat-cepat muncul-berdiri-kepermukaan. Disusul dengan Gaara yang muncul disebelahnya.
Tiba-tiba sorakan itu berubah menjadi tawa yang menggema. Beberapa orang menunjuk-nunjuk ke arah Hinata. Hinata hanya menatap mereka bingung. Lalu ia melihat penampilannya sekarang. Gaunnya kini sudah bagai kulit kedua untuknya. Tubuhnya terasa benar-benar ter-ekspos. Cepat-cepat ia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Hinata, ini menyenangkan bukan?"tanya Gaara. Tapi yang diajak bicara hanya menundukan kepalanya. "Hey. Hinata, kau kenapa?" Gaara lalu melihat bulir-bulir air jatuh dari mata gadis itu. Dan juga mendengar gadis itu terisak. "Kenapa menangis, Hina?" Gaara bermaksud menyentuh pundak Hinata untuk menenangkannya.
Tapi Hinata menghindar dari sentuhan itu. Lalu naik ke pinggir kolam, dan berlari dari hal yang mempermalukannya itu.
.end flashback.
"Dan disinilah aku sekarang.."ucap Hinata melihat-lihat kamar mandi yang bersih itu. Ia mengusap sisa air mata nya. "Untung saja tadi aku meninggalkan tasku di meja minuman, jadi ia tidak ikut jadi korban.."Hinata memperhatikan Handphone slide nya yang berwarna putih itu. Kalau terjadi sesuatu dengan handphone nya itu, ayahnya pasti akan marah besar karena tidak bisa menghubunginya.
"Maaf Sasuke.. aku meneleponmu. Aku tak tau harus menghubungi siapa lagi.."
.
..
HOLD YOU TIGHT
..
.
"Sahabat lamaku.. Uchiha Sasuke. Selamat datang.."sapa Suigetsu. "Em.. jika ku ingat-ingat, aku tidak memberimu undangan dalam pestaku ini.. tapi, siapa sih yang tak mau menerima seorang Uchiha datang ke pestanya. Ayo silahkan.. silahkan..".
"Aku datang ke rumahmu bukan untuk menikmati pesta konyolmu ini, Suigetsu,"ucap Sasuke. "Mana Sabaku?"
"Sabaku? Gaara? Entahlah, mungkin dia disekitar sini atau.. di kolam renang..? taman? Entahlah aku tak yakin. Atau mungkin juga sedang menikmati pesta bersama gadis-gadisnya.."
'Gadis-gadisnya? Apa maksudnya itu?' pikir Sasuke sambil menatap sinis Suigetsu. Ingin sekali Sasuke mencari pemuda berambut merah itu dan memukulnya sampai ia tak bisa sadarkan diri. Tapi, ada yang lebih penting dari sekedar memberi pelajaran pada Sabaku Gaara.
Hinata. Dia harus segera menemukan Hinata.
"Dimana kamar mandi?"tanya Sasuke.
"Eh, kenapa tiba-tiba?"Suigetsu memandang bingung Sasuke. "Tak usah menjawabnya, aku mengerti.."pemuda berambut silver lepek itu malah tertawa. "Kau kebelet kan? Itu, jalan saja terus sampai tangga untuk ke lantai dua, nah dibawah tangga itulah kamar mandi.."
Tanpa kata apapun, Sasuke langsung melesat ke tempat yang di jelaskan Suigetsu.
"Hey! Tak ada terima kasih? Ya sudahlah! Selamat berpesta.."
Saat kelas satu di Konoha High, Sasuke dulu berteman baik dengan si rambut silver lepek. Tapi sejak Suigetsu ketahuan menjadi profokasi pengeroyokan salah satu senior KHS yang telah merebut kekasihnya, akhirnya kepala sekolah pun mengeluarkan Suigetsu dari KHS. Sasuke dan Suigetsu pun tak pernah saling memberi kabar sejak kejadian itu.
.
..
HOLD YOU TIGHT
..
.
Deburan angin kencang nan dingin pada malam itu membuat Hinata lebih mendekatkan dirinya dengan punggung pengemudi motor yang sedang membawanya. Walaupun jaket pemilik pengemudi itu kini telah dipakai Hinata, tetap saja ia memerlukan lebih banyak sumber kehangatan untuk tubuhnya yang masih basah kuyup.
Tanpa menunggu lama, Sasuke menghentikan motornya di tempat dimana ia dan Sakura bersama, sebelum ia pergi untuk menyusul Hinata.
"Terima kasih karena telah menolongku dan juga membawa ku kesini, karena aku tidak mau ayah melihat penampilan kacauku ini.."ucap Hinata. Mereka berjalan ke bangku taman dan duduk di atasnya.
Sasuke membisu. Ia hanya memandang Hinata dengan tajam.
"A-ada apa?"
"Sebenarnya, apa hubunganmu dengan Sabaku Gaara?"tanya Sasuke langsung. "Kalian pernah bertemu di Suna sebelumnya kan?"
Hinata hanya dapat menundukan kepalanya. "Kenapa Hinata? Ada yang kau sembunyikan?"
Hinata menarik napasnya sebelum menjawab, "Dia adalah cucu Kepala Sekolah dari Sekolah Khusus Wanita ku di Suna.."Hinata memulai.
"Dia sesekali datang ke sekolahku hanya untuk mengecek kesehatan Neneknya, Chiyo-sensei, yang umurnya sudah tak bisa dikatakan muda lagi. Dan pertemuan kami pun dimulai saat aku terkunci, entah dikunci, di dalam kamar mandi. Dia menolongku. Kami pun jadi teman. Gaara akhirnya sering datang ke sekolah untuk memeberikan nasehat padaku dalam menghadapi teman-teman sekolahku. Semakin lama, aku jadi mempercayainya dan aku pun jadi sering menceritakan kehidupanku padanya. Hingga saat dimana ia menyatakan isi hatinya padaku. Aku benar-benar tekejut. Aku minta waktu untuk dapat menjawabnya. Tapi sebelum aku dapat menjawabnya, ayah mengirimku kembali kesini. Dan tak ku kira, Gaara menyusulku.."jelas Hinata. Menatap dalam mata onyx yang sedang memandangnya.
"Apa jawabanmu untuknya, Hinata? Dia menyusulmu untuk jawaban itu kan? Apa jawabanmu?"
"Kau ingin aku menjawab yang seperti apa padanya?"
Sasuke hanya terdiam. Menunggu Hinata untuk meneruskan pembicaraanya. Tapi, tampaknya Hinata ingin pembicaraan itu berakhir sampai disitu.
"Tampaknya gaunku sudah mulai kering, ayo.. kita harus pulang," Hinata bangun dari bangku taman, siap melangkah motor yang diparkirkan. tapi Sasuke langsung menarik tangannya untuk mencegahnya.
"Hinta.. kenapa kau selalu membuatku bingung! Sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Jangan berbelit-belit!" Sasuke menaikan sedikit nada bicaranya. Ia pun berdiri agar dapat menjajarkan pandangannya dengan gadis Hyuuga itu. Ya, walaupun sebenarnya Sasuke lebih tinggi beberapa inch dari Hinata.
"Saat kau berada di kamarku tadi sore.. Setelah kau menciumku, kau bertanya apakah itu ciuman pertamaku, dan aku menggeleng.."
"Gaara yang telah menciummu bukan?"
Hinata menundukkan kepalanya. Ia merasa bersalah. "Gaara memang pernah menciumku,"Hinata menjawab. "Tapi, itu bukan ciuman pertamaku juga.."
"Ciuman pertamaku, telah kau rebut di hari pertama kita bertemu.."jelas Hinata. Ia kembali mendongakkan kepalanya agar dapat membaca ekspresi wajah Sasuke. Sasuke yang menatap balik padanya, terlihat sedang berpikir.
"Mau aku ingatkan kembali?" dan dengan sedikit menjinjitkan kakinya sambil menarik kerah baju Sasuke, Hinata langsung mencium Uchiha bungsu itu.
Sasuke terkejut dengan tindakan berani Hinata. Tapi ahirnya ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Hinata, mendekapnya dengan erat dan membalas ciuman gadis impiannya itu.
Mereka berdua begitu terhanyut dengan suasana yang mereka buat. Sampai-sampai tak ada yang merasakan getaran Handphone Android yang sudah di setting dengan profil Silent itu. Benda mahal itu tergeletak terabaikan di bangku taman.
.Sakura calling.
.
..
=TBC=
.
..
Haduh...! Otak Vio kacau! Maaf bila mengecewakan..
Di tunggu selalu Review nya!
.
..
Special thanks to:
mery chan
akemi matsu
n
buyonghwa
Hana 'Reira' Misaki
Vipris
Hizuka Miyuki
Hyou Hyouichiffer
aichan
uchihyuu nagisa
Daiyaki Aoi
Lollytha-chan
lonelyclover
ulva-chan
Ri-Chan
Firah-chan
Ai HinataLawliet
Harukaze Chiharu
Mei Anna AiHina
keiKo-buu89
Kumiko
Shyoul lavaen
==========and===========
ALL SILENT READERS
