"Jangan pernah berani menghubungiku, jika kau tak bisa memperbaiki hubunganmu dengan kekasihmu..". Dan Hinata langsung pergi tanpa menoleh pada sang Uchiha sekalipun.
Bukannya tak mau menoleh, Hinata sebenarnya tak berani memperlihatkan air matanya yang jatuh pada Sasuke.
"Absen nya ke hadiranmu dalam tiga tahun hidupku lah, yang membuatku berubah seperti ini.." dan tanpa ada yang tau ataupun melihat, seorang Uchiha Sasuke menangis dalam diam.
"Kenapa hidupku jadi seperti ini.."
.
..
…
-HOLD YOU TIGHT Chapter 6-
Disclaimer : Masashi Kishimoto ojii-san pemilik semua karakter dalam cerita ini~
.
..
…
Jam pelajaran terakhir tinggal beberapa menit lagi usai. Tapi sosok pemuda bermata onyx, belum juga tertangkap oleh mata hijau Sakura di dalam kelas. Sakura mulai khawatir. Motor mahal Sasuke masih terparkir dengan rapih di parkiran sekolah. Jadi, pasti Sasuke masih berkeliaran di Konoha High.
Dan akhirnya bel pulang pun berbunyi.
"Baiklah hari ini cukup sekian, selamat siang.."
"Selamat Siang Iruka-sensei.."
Setelah guru Matematika itu keluar, murid yang lainpun langsung bergegas meninggalkan kelas. Sakura memasukkan barang-barang nya dengan cepat, sambil memperhatikan pemuda berambut merah yang akan keluar dari kelas.
"Gaara-san! Tunggu sebentar!"
Pemuda itu menoleh pada gadis berambut pink yang memanggilnya.
"Ya? Haruno Sakura?"
"Emm.. Ya. Sakura saja. Sebenarnya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Tentang.. Hyuuga Hinata," Sakura menarik nafas sejenak. "Dari yang kulihat saat kejadian tadi pagi, tampaknya kau cukup mengenal gadis itu.."
Gaara memandangnya bingung. "Hm? Oh aku ingat. Kau kekasih Uchiha Sasuke, kan? Kau ingin menanyakan tentang Hinata padaku? Tentang siapa dia atau.. tentang hubungannya dengan kekasihmu?"
Sakura menatap Gaara dengan yakin. "Ke-keduanya.."
"Sakura.. Mungkin yang bisa aku katakan padamu hanyalah, aku dan Hinata berhubungan yang sangat akrab saat kami di Suna. Dalam tiga tahun kebelakang, dia bersekolah di sana. Sampai beberapa hari yang lalu ia dipindahkan ke sini.. Dan aku pun mengejarnya,"
"Kalian sepasang.."
"Kekasih? Tidak. Tidak sejauh itu. Walaupun itulah yang aku inginkan.. tapi aku sadar sekarang. Sejak dulu dan mungkin sampai saat ini, Hinata hanya mencintai satu pria.."
Sakura memandang Gaara. Menunggu pemuda itu melanjutkan kalimatnya. Tapi, kalimat Gaara terus menggantung. Sehingga Sakura membuat kesimpulan sendiri. "Pria itu, Sasuke, kan?"
"Dan.. Sasuke juga terus mencintai Hinata selama ini.." sambung Sakura. Suaranya bergetar. Tak mau mengakui apa yang hati nya yakini.
Gaara hanya tersenyum ramah pada Sakura. "Tampaknya, kau harus menanyakannya sendiri pada Sasuke.." dan Gaara pun meninggalkan kelas yang hanya tinggal si gadis Haruno itu.
.
..
…
Pemuda itu masih berdiri di sudut atap. Punggungnya bersender dengan malas, sedangkan kepalanya menunduk dengan lunglai. Mata nya terus terpaku pada lantai dibawah kakinya, tetapi pikirannya tak terfokus pada apapun. Masa kecilnya, kehidupan tiga tahunnya tanpa Hinata dan saat-saat ia bersama Sakura, terus melintasi memorinya.
Ia tak pernah menyangka, sesuatu yang ia lakukan akan berdampak seperti ini. Menyakiti hati Hinata, Sakura dan juga dirinya sendiri.
Kenapa ia harus menerima pernyataan cinta dari Sakura? Padahal hatinya terus menunggu gadis dengan bermata bulan. Itu kembali padanya Kenapa ia tak berani mengatakan kejujuran pada Sakura? Karena ia tak ingin merusak bersahabatan mereka? Tapi, kalau sudah seperti ini, apa nya yang tidak merusak?
Sasuke terus meruntuki kebodohan dirinya. Dia benar-benar marah pada dirinya sendiri. Mengapa begitu bodoh? Mengapa ia tak bisa bersikap tegas?
Mengapa ia jatuh cinta pada seorang Hyuuga Hinata?
.
..
…
"Sasuke.."Sakura terus memanggil pemuda Uchiha itu. Sakura tau, Sasuke ada di atap. Ia hanya memastikan saja, bahwa Sasuke benar-benar ada di tempat ia menginginkan keheningan.
Dan benar saja, si rambut raven itu sedang berdiri tak bersemangat di sudut.
"Sasuke.."Sakura memanggilnya sekali lagi. Ia hanya ingin pemudanya itu mengetahui keberadaannya. Sakura pun berdiri di sampingnya sambil memandang langit biru, sementara Sasuke tak mengalihkan pandangannya dari lantai sedikitpun .
Mereka terdiam seperti itu dalam beberapa menit, sampai akhirnya Sasuke memberanikan diri untuk membuka mulutnya.
"Sepuluh tahun yang lalu, aku pindanh ke kota ini. Seorang anak berumur delapan tahun yang memiliki pikiran tak ingin mempunyai teman. Daripada ditolak, lebih baik tak memulai pertemanan sama sekali.."Sasuke mendecih.
"Tapi, setelah melihat seorang gadis kecil yag terus berjuang agar diterima teman-temannya, pandanganku pun berubah. Aku ingin mempunyai teman seperti dirinya. Teman yang sampai saat ini aku terus mencintainya.."Sasuke mengakhiri ceritanya.
Tak ada tanggapan dari gadis yang ada di sebelahnya. Ingin sekali ia bisa mengetahui apa yang dipikirkan Sakura hanya dengan menatap wajahnya. Tapi, mengangkat kepalanya sendiri saja, rasanya begitu berat.
Lambat laun, terdengar suara isakan dari Sakura.
"Kenapa kau begitu jahat padaku..? Tak pernah menceritakan apapun tentang gadis itu.. Jika saat itu kau langsung menolakku.. aku pasti tidak sesakit ini rasanya.." Sakura mulai menangis, merasakan dadanya yang terasa perih.
Sasuke langsung memeluknya. Tapi Sakura memberontak, terus memukul-mukul dada Sasuke. Sasuke pun tak kalah keras kepalanya. Ia terus memaksa Sakura berada pada dekapannya. Hingga akhirnya Sakura menyerah dan membenamkan kepalanya pada dada Sasuke.
"Maafkan aku Sakura.. Maafkan aku.."
Sakura menangis sejadi-jadinya. Sasuke terus mendekapnya sampai tangisan Sakura tak terdengar lagi.
.
..
...
"Hinata!"panggil pemuda berambut merah itu. Sang gadis bermata bulan pun menoleh.
"Gaara-kun.."
"Emm.. Hina, aku ingin berterima kasih padamu soal kejadian tadi pagi.. dan minta maaf sekali lagi, untuk yang tadi malam,"
Hinata tersenyum ramah pada pemuda yang berada di depannya. "Tak perlu ada ucapan terima kasih untuk kejadian tadi pagi. Dan untuk yang tadi malam, kita sudah menyelesaikannya kan? Jadi tak perlu minta maaf lagi.."
Hinata melangkah pergi, "H-hina! Tunggu sebentar.."
Langkah Hinata kembali terhenti. "Kita bisa kembali seperti dulu, kan? Kembali sebagai sahabat?"
"Tentu saja..!" Hinata mengangguk senang. Lalu langsung memeluk Gaara.
'Kalau saja kisahku dan Sasuke semudah ini..'
.
..
…
"Sasuke! Kau sudah beberapa minggu ini tidak latihan basket! Ada apa denganmu? Pelatih selalu menenyakanmu.."ucap pemuda berambut blonde. Uzumaki Naruto.
"Tidak ada apa-apa dobe!" jawab Sasuke dingin.
"Kalau tidak apa-apa kenapa tidak latihan? Gai-sensei bilang, jika lusa kau tidak ikut latihan, sehebat apapun kau sebagai Captain Basket Konoha High, dia terpaksa akan mengeluarkanmu. Jangan hanya karena kau dan Sakura putus, kau jadi menelantarkan kegiatan-kegiatanmu.."
"Naruto! Jangan sok tau kau, putusnya hubungan kami tak mempengaruhi apapun.. karena kami tetap sahabat! Iya kan, Sasuke?" Sakura tersenyum pada pemuda bermata onyx itu.
"Yaaah, terserah kalian mau berkata apa. Yang jelas Sasuke, aku harus mengingatkanmu akan pertandingan pada akhir bulan ini. Oh ! Dan juga, Gaara sekarang masuk dalam tim kita!"
pandangan Sasuke yang sejak tadi tertuju pada luar jendela, kini memandang tajam Naruto.
"Maksudmu?"tanya Sasuke.
"Aku lupa memberi tau mu, dua minggu yang lalu Gaara mendaftar menjadi anggota tim basket. Permainanya pun tidak jelek. Ya, walaupun tak sebagus permainanku, hahaha!"Naruto tertawa, membanggakan diri sendiri. "Makannya, lusa nanti kau harus latihan, agar tau seperti apa permainannya. Oh ya, hati-hati. Tampaknya Gai-sensei mulai memandangnya sebagai pengganti dirimu.."
'Brak!' Sasuke menggebrak mejanya. membuat sebagian anak yang beristirahat di kelas, memandang kearah mereka.
"Memangnya semudah itu aku digantikan? Jangan asal bicara!" Sasuke melangkah meninggalkan kelas.
Langkah pemuda Uchiha itu tak memiliki arah tujuan. Hati dan pikirannya begitu berantakan dalam beberapa minggu ini. Walaupun dengan Sakura telah kembali seperti awal (dimana mereka bersahabat akrab), tetapi yang ia pikirkan adalah bagaimana ia memperbaiki hubungannya yang kacau ini dengan Hinata. Jelas ia tidak bisa menjalani hubungan persahabatannya kembali dengan gadis itu. Bukan tidak bisa, tapi Sasuke tidak mau. Ia ingin lebih hanya sekedar bersahabat dengan Hinata. Perasaan ini membuatnya benar-benar hampir gila.
Tiba-tiba langkah Sasuke terhenti. Ia memandang sesuatu yang membuat hatinya sakit.
Gaara dan Hinata saling berjalan berdampingan-walaupun disebelah Hinata, gadis bercepol dua juga ikut berbincang dengan mereka, tapi Sasuke tak memperdulikan itu-
Lalu dilihatnya si pemuda berambut merah itu berpamitan pada Hinata-dan temannya- yang memasuki perpustakaan. Pemuda Sabaku itu lalu entah pergi kemana. Untuk apa Sasuke peduli. Yang harus ia pikirkan sekarang adalah, bagaimana ia dapat berdampingan dengan Hinata-lebih dekat daripada si Sabaku itu-.
"Tampaknya aku harus memakai caraku sendiri.."ucap Sasuke.
.
..
...
Mata bulan Hinata terus menelusuri jejeran buku yang tersimpan dalam rak. Jari tangan nya yang ikut menunjuk pada judul buku-buku, sedikit berdebu karena rak buku perpustakaan yang jarang dibersihkan. Disebelah nya, gadis berambut coklat yang dicepol dua terus mengoceh akan waktu makan siang yang mereka habiskan diperpustakaan.
"Ayolah Hinata, masih ada 15 menit lagi sebelum makan siang berakhir. Masih sempat untuk makan roti.."
"Aku kan sudah bilang, aku tidak lapar, Tenten.. kau saja yang ke kantin, aku tidak apa-apa di sini sendirian. Setelah aku selesai, aku akan langsung ke kelas,"
"Tapi Hinata.. kau kan bilang belum sarapan. Masa makan siang juga tidak mau.."
"Kalau tidak lapar, mau bagaimana lagi. Sudah, sana.. aku tidak mau saat pelajaran Kurenai-sensei nanti, kau terus mengeluh cacing-cacing perutmu belum diberi makan.."
"Hm. Hm. Baiklah, aku menyerah. Kalau begitu, aku ke kantin sekarang. Sampai nanti di kelas.."
Setelah Tenten meninggalkannya, Hinata melanjutkan kegiatannya mencari buku. Entah buku seperti apa yang ia cari, ia hanya ingin membaca sesuatu untuk menenangkan pikirannya yang selama beberapa miggu ini benar-benar menghilangkan nafsu makannya.
Sedang serius-seriusnya memilih buku, tiba-tiba ada yang mendorong tubuhnya yang membuat punggungnya dan belakang kepalanya merapat pada dinding dekat rak buku. Kedua tangannya pun kini ada yang menggenggam dan di tempelkan bersebelahan dengan kepalanya. Tangan orang yan menggenggam kedua tangannya, mencegah Hinata untuk melepaskan diri. Mata Hinata terbelalak, melihat orang yang mengapitnya dengan tembok.
"S-sasuke! Apa yang kau-"
Tiba-tiba bibir Hinata terkatup. Bibir Sasuke bergerak liar pada bibir Hinata.
Hinata mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Sasuke. Lalu mendorong Sasuke menjauh darinya sekuat tenaga.
"Ah-ap-pa yang kau lakukan Sasuke!"
Sasuke tak menjawab. Ia hanya memamerkan seringainya, wajahnya tertunduk, tertutupi oleh poni rambut nya.
"Apa kau sudah gila!" Hinata mendesiskan teriakannya.
"Ya! Aku sudah Gila! Gila akan cinta yang aku pendam selama sepuluh tahun ini padamu.." Sasuke tidak berteriak, tapi nada suaranya menunjukkan bahwa ia sungguh-sungguh dalam ucapannya.
Hinata terdiam. Dia benar-benar terkejut dengan kalimat yang keluar dari mulut Sasuke.
"Aku sudah lelah dengan semua ini.. " Sasuke berjalan dengan tenang mendekati Hinata. Hinata tidak sadar akan langkah-langkah yang di tempuh Sasuke. Yang ia sadari sekarang hanyalah bahwa wajah Sasuke kini hanya berjarak beberapa senti dengan wajahnyanya.
"Kau tidak tau bagaimana hatiku sekarangkan? Kau bilang aku berubah, Hinata? Sekarang lihatlah perubahanku selama tiga tahun ini, aku akan menunjukkan padamu seperti apa aku sekarang. Seorang Uchiha Sasuke yang akan membuat Hyuuga Hinata mengakui perasaannya.."
Lalu Sasuke mengecup singkat bibir Hinata dan melangkah pergi dari perpustakaan.
Pandangan Hinata kini terus pada punggung pemuda yang baru saja menciumnya, kedua tangannya bergerak ke bagian luar organ tubuh yang sejak tadi berdegup tak terkontrol. Dadanya sesak, nafasnya menggebu.
"Bagaimana ini..?"
.
..
…
Akhirnya, bisa update chapter 6.
Terima kasih bagi semua yang udah nge-follow apalagi nge-Fav FF ini. Beribu-ribu trimakasih..
Review nya ditunggu selalu ya!
.
.
BIG THANKS to:
Hyou Hyouichiffer
kk
mery chan
keiKo-buu89
akemi matsu
Yutaka katsushika
Lollytha-chan
hyuchiha 'rie' kurochiki
Hizuka Miyuki
Lizy94
ulva-chan
lavender hime chan
Chikuma kgklogin
Ai HinataLawliet
Hana 'Reira' Misaki
Hazuki Furumiya
Ai Mishima
kumiko lavender haruna
Shyoul lavaen
=====and=====
all silent readers
