Haduh gw nga up datenya lama ya? Ya gak papalah yak? Yang ngereviewnya juga cuman 2 ini (si Hima kagak gw itung, dia mah sebenernya cuman teriak dari kamarnya aja bisa kok) tapi tetep aja gw ngucapin thx yang besar banget buat yang udah mau review fic gw dan si Hima ini, gw tahu masih banyak kekurangan dalam fic ini maka buat kedepanya gw mohon banget buat review fic kami ini, semua saran, kritik dan flame kami terima kok asal kalo flame kami gak nerima ngeflame yang namanya pair ini, ya walaupun gw gak terlalu dan begitu suka ama pair GaaHina tapi setidaknya gw ngehargain para GaaHina FC. Soalnya gw tahu banget gimana rasanya kalo pair fav kita dihina, nah udah dulu ya? Mending langsung ke story ajalah dari pada gw banyak cingcong gini.

Chara dalam cerita ini bukan punya gw, semua chara disini punya Masashi Kishimoto, gw cuman minjem doang, ya kecuali beberapa OC lah itu punya gw ama Hima dan yang terakhir meskipun gw males ngakuin ide brilian ini punya si Hima.

Pairnya udah gw putusin buat GaaHina, slight SasuFemNaru, …Xkyuu (masih rahasia), SasoDei, IzunaAiri (Airi Oc)

WARNING!OOC, abal, gaje dan lain sebagainya!

GAK SUKA KAGAK USAH BACA!

::x::x:::x::x::x:::x:::X::x:::x::x::x:::x:::x:::X:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::X::X:::X:::x:::x:::X:::x::X:::x:::x:::X:::
My Teacher Is Black Angel Chap 2 Jade and Violet| My Teacher Is Black Angel Chap 2 Jade and Violet
::zz::z::z::z::z::z:::z:::z:::z:::z::Z:::z:::z:::Z:::z:::z:::z:::z::z;::z:::z::Z:::z:::Z:::Z:::Z:::z:::z:::Z:::z::z:::z:::z:::z:::z:::z:::
Kyuubi menarik pelatuknya dan sebuah peluru melesat kearah Hinata yang hanya berjarak beberapa centi darinya (bayangin gerakan slowmation peluru), semua yang ada di sana memekik keras –kecuali Gaara, Sasuke, Shikamaru, Kiba dan Sai-.

PRANG! (suara benda kaca pecah)

Sebuah gelas yang berada di meja guru pecah bersamaan dengan ambruknya tubuh Kyuubi .
Loh kok Kyuubi?

Gw gak salah nulis kok, ya emang yang ambruk tuh tubuh Kyuubi, kalo gak percaya gw Flashback deh.

Flashback
Kyuubi menarik pelatuknya dan sebuah peluru melesat kearah Hinata, namun entah bagaimana Hinata berhasil menghindar dan telah berada di belakang Kyuubi dan memukul tengkuk cowok beriris merah itu hingga Kyuubi ambruk tak sadarkan diri bersamaan dengan pelurunya yang nyasar ke gelas yang berada di meja guru
End Flashback
Semua yang ada di kelas itu membelalak tak percaya bahwa 'Pangeran Iblis' mereka kalah oleh seorang malaikat.

Naruto yang sempat kaget langsung berlari ketempat Kyuubi di ikuti oleh member 7 Ghost lainya.

"Kyuu-nii!"

Naruto mengguncang-guncangkan tubuh kakak kembarnya.

"Ia hanya pingsan, tak apa, ia tak akan mati tapi sebaiknya kalian bawa pulang dia dan maaf untuk pingsanya Kyuu-kun"
Hinata tersenyum lembut dan tulus, ya senyum malaikat yang dapat membuat semua orang meleleh.
Hinata berbalik menyentuh knop pintu, namun sebelum itu ia menyempatkan diri melihat kebelakang tanpa sengaja matanya beradu dengan mata jade milik Gaara salah satu anggota 7 Ghost, sebuah flashback terekam dingatan kedunya.

flashback

Di sebuah taman bermain pada senja hari terlihat dua bocah berusia kira-kira lima tahun yang sedang berpelukan, salah satu dari mereka menangis.

"Kenapa panda-kun mau pergi? Kenapa nggak disini aja? Nanti Hime main sama siapa?" salah satu bocah berjenis perempuan itu menangis sesenggukan.

"Sebenernya aku juga tak ingin meninggalkan Hime namun bagaimana lagi, kedua orangtuaku harus pergi, dan aku tak mungkihn disini sendirian," bocah laki-laki berambut merah mengeratkan pelukanyapada tubuh yang lebih mungil darinya.

"Panda-kun bisa tinggal dengan Hime, lagi pula haha dan cici mungkin tak akan keberatan jika panda-kun menginap," gadis berambut indigo itu menengadahkan wajahnya untuk melihat si bocah laki-laki.

"Ini tak sesederhana itu, mana mungkin aku akan terustinggal bersama dengan orangtuamu selain itu orangtuaku pasti tidak akan melepaskanku" Bocah berambut merah itu mengecuplembut dahi gadis indigo itu.

"ta-tapi bagaimana dengan kita, bagaimana kalo kita tidak bertemu lagi? Aku tak mau berpisah denganmu panda-kun" gadis indigo itu menangis lagi.

"Kita pasti bertemu lagi, tunggulah aku." Bocah berambut merah itu semakin mengeratkan pelukanya.

Flashback end
::
::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x::::x::::x:::x::::x::x:::x:::x:::x:::x:::x::::x::X:::X:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x::
Di sebuah ruangan serba putih terlihat dua orang wanita yang sedang menikmati afternoon tea.

"Bagaimana pelajaran pertamamu menghadapi mereka? Ada kendala?"
Perempuan berambut pirang memulai pembicaraan.

"Hmmm tidak juga, mereka dapat di tangani hanya saja Kyuu-kun memiliki sifat yang sama seperti ibunya jadi agak susah sih, tadi saja aku hampir mati jika tak segera menghindar," Gadis berambut indigo menyeruput tehnya

"Hm, ya begitulah Kyuubi lebih menjurus ke sifat dan juga fisik seperti Kushina sedangkan Naruto dia lebih ke Minato,"Tsunade ikut meminum tehnya

"Siapakah yang memiliki gen itu?, Kyuu atau Naru-chan?" Hinata bertanya.

"hmmmm sepertinya Kyuubi, jika naruto aku tak merasakanya." Perempuan pirang itu menaruh cangkir tehnya.

Hinata berdiri dan berjalan menuju jendela yang cukup besar, ia menengadah melihat indahnya langit senja.

"Bagaimana denganmu Hinata? Kapan kau akan melakukan itu? Apa kau berniat menjadi manusia?"

"Hmmmm entah kapan, aku berniat menjadi manusia utuh, namun bagaimana ya? Jaman sekarang susah untuk mencari laki-laki yang mencintai kita tulus kaa-san" Hinata melirik kearah Tsunade,Tsunade menghela nafas berat.

"ya memang namun kau harus melakukan itu jika kau ingin menjadi manusia utuh,"

"Hmmm ya, kaa-san aku pergi"Hinata terjun dari jendela tersebut.

Tsunade terlonjak dan berlari menghampiri jendela, ia menatap kebawah.

"Kenapa kaa-san?" terdengar sebuah suara dari atas Tsunade.

Tsunade menaarik nafas lega.

"Aku lupa kau masih menjadi 'dirimu'"

Hinata tersenyum lalu terbang pergi dengan sebuah tatapan hangat dari Tsunade.
::x::x::x:::x:::X::X:::x::x:::x:::x::x::x::X:::x::X:::x:::x::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::X:::x:::x:::X:::x:::x:::x:::x:::x:::x:::x

Kyuubi membuka matanya perlahan, hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamarnya, memandang kesekeliling dan mendapati teman-teman dan adiknya sedang memandangnya dengan tatapan bersyukur.

"Kyuu-nii!" Naruto memeluk tubuh kakaknya dengan erat.

Kyuubi mengelus punggung adiknya.

"Aku kira Kyuu-nii akan mati hiks hiks hiks" Naruto menangis sesenggukan.

"bodoh, mana mungkin aku akan mati semudah itu, sudah jangan menangis" dengan lembut Kyuubi mengecup rambut adiknya.

"ehem…ehem…" suara deheman Sasuke membuat Kyuubi melirik kearahnya.

"Ingat Kyuubi, dia adalah miliku" tegas Sasuke.

"Teme! Kau ini," Naruto mernggut dan melepaskan pelukan Kyuubi.

"Dia belum jadi milikmu, brengsek sebelum kalian menikah!"Ucap Kyuubi tajam.

"Hei dari pada kalian berdua bertengkar mending kita pikirkan cara balas dendam pada wanita itu." Suara cempreng (ditabok) Kiba mengintrupsi.

"ya benar kita harus membalas wanita sialan itu!" Kyuubi menyetujui usul dari Kiba.

"Aku tak percaya seorang Kyuubi bisa kalah oleh seorang gadis kecil seperti itu" suara datar namun penuh dengan ejekan keluar dari mulut Gaara yang sedari tadi diam.

Kyuubi melirik tajam Gaara, jika saja tatapan bisa membunuh gw yakin Gaara udah mati dari tadi.

"Sudahlah kalian jangan seperti itu, mari kita pikirkan bagaiimana untuk membalas Hinata-sensei." Sai tersenyum-faxe-

"Ada yang punya rencana?" Kyuubi bertanya

"hmmm aku punya" Shikamaru yang tadi sedang tidur berjalan kearah Kyuubi lalu membisikan sesuatu, Kyuubi tersenyum Iblis.

TBC

Gomene klo chap ini pendek banget , gw males bikin yang panjang2 di tambah si hima yang lagi sakit haduh gw jadi gak punya orang buat ngedit

Oke mohon Reviewnya