I'm With You

Kim Jongwoon & Kim Ryeowook

GENDERSWITCH

DISCLAIMER: Semua karakter punya Tuhan. Yesung oppa punya author(?)

*digebukin clouds* alur cerita punya author.

SUMMARY: Yesung & Wookie mengidap leukimia. Umur mereka tinggal

2 bulan lagi. Apa yang akan terjadi dalam waktu 2 bulan?

Rated T

Happy Reading^^

Normal POV

"Oppa… bangun.."

"Ah Wookie.. biarkan aku tidur lagi.."

"Tapi oppa! Kau kan berjanji akan mengajak ke suatu tempat." Yesungpun bangun mendengar perkataan Wookie tadi. "Ne..ne.. tapi aku harus menelpon noona dulu. Aku ingin meminjam mobilnya." Katanya. "Tapi oppa mandi dulu.. kau ini sudah bau huahahaha"

Pletak!

Dengan sukses Yesung menjitak kepala Wookie. "Aww!" ringis gadis itu. "Ya Kim Ryeowook! Aku itu biar ga mandi udah wangi tau!" kata Yesung sambil menjulurkan lidahnya.

Pletak!

Wookie membalas perbuatan Yesung tadi. "Ya oppa! Pergilah mandi dan temui noona-mu itu. Udah sana ke kamarmu. Aku ingin siap-siap." serunya sambil mendorong oppa –kesayangannya- keluar kamar.

Yesung POV

"Ya oppa! Pergilah mandi dan temui noona-mu itu. Udah sana ke kamarmu. Aku ingin siap-siap." dia mendorongku keluar kamarnya. Sesemangat itukah dia? Ah yang penting aku ingin membahagiakannya sebelum nyawanya tidak ada.

"Hai Yesungie..."

"Ah noona! Pas sekali kita bertemu!"

"Sepertinya kau senang sekali. Waeyo?"

"Aku ingin meminjam mobilmu. Bolehkah?" aku nyengir. Jaejoong noonapun tersenyum jahil. "Hayoo mau kemana?" katanya. "Eh.. aku... aku..." aku gugup. "Ah sudahlah Yesungie.. aku tahu kau punya hubungan dengan Kim Ryeowook. Haha sudahlah aku ingin ke ruangan Yunho dulu ya. Ini kunci mobilnya. Dan hati-hati dijalan!" ujarnya lalu pergi dari hadapanku. Alisku terangkat sedikit. Darimana dia tahu?

000000000000000

Sesampai dikamarku, aku langsung mandi dan berpakaian. Ah sudah rapih tapi... perutku lapar. Mana suster Key atau suster Tiffany? Biasanya jam segini mereka sudah mengantar makan pagiku.

Tok tok tok

"Masuk... ah suster Yuri! Kemana saja kalian? Aku lapar tahu!"

"Haha mianhae, Yesungie. Aku telat karena agak sibuk. Ada pasien baru disebelah kamar ini."

"Jinjja? Siapa namanya? Ohiya kalau kau sibuk, kemana suster Key atau Tiffany?"

"Hem namanya kalo tidak salah Shim Changmin. Kau bisa berteman dengannya. Ah mereka berdua sedang mengurus Sulli dan Victoria. Mereka merengek ingin ditemani Key dan Tiffany."

"Arraseo.. baiklah gomawo buat sarapannya noona." Suster cantik itu hanya tersenyum dan menutup pintu kamarku lalu pergi.

Ryeowook POV

Yesung oppa lama sekali. Sudah jam setengah 11. Katanya dia menyusulku jam 10. Huuh gimana sih dasar pelupa! Aku telpon saja sebaiknya.

Tuut tuut

" Yoboseyo..."

"YA YESUNG OPPA LAMA SEKALI! AKU SUDAH SIAP NIH!"

"Haha mianhae, Wookie-ah. Sebentar lagi aku akan kesana."

"Baiklah." cetlek. Aku matikan telponnya. Lebih baik aku membaca buku pemberian Sungmin eonnie saja.

000000000000000

Tok tok tok

"Masuk.."

"Hehe mianhae, Wookie-ah. Aku tadi sarapan dulu." katanya sambil cengengesan. "HEI! Kau tidak memakan sarapanmu?" lanjutnya. "Tidak oppa. Aku tidak nafsu makan." balasku. "Ya kau ini. Makan dulu atau kita tidak jadi pergi." ancam Yesung oppa. Aku cemberut dan mengambil makanan dengan malas. "Apa mau aku suapin?" belum sempat aku menjawab, Yesung oppa sudah mengambil makananku dan menyuapiku. "Nih aaaaaaaa.."

"Ya oppa! Aku bukan anak TK tahu!"

"Sudah makan saja!"

Aku menurut saja padanya. Tapi, ada yang aku suka dari semua ini. Matanya ketika dia melihatku. Caranya membuatku tersenyum. Candaannya yang sering membuatku tertawa. Aku suka semua itu.

"Nah ini suapan terakhir Wookie. Aaaaa.."

"Aaaaaaaa..."

"Aaam! Haha kau tertipu!" dia memakan makananku lalu tertawa. Aku menggembungkan pipiku, kebiasaanku kalau sudah kesal.

OHOK OHOOK

"Yaampun oppa kau tersedak! Huahahahahahahaha"

Pletak!

"Ya kau! Ambilkan aku minum cepatlah!" katanya sambil memegangi tenggorokannya. "Nih!" dia langsung mengambil gelas itu dan meminumnya secara tidak pelan-pelan. "Awas oppa, nanti tersedak lagi."

"Ah kau mengkhawatirkan aku ya?"

"Hah? Ani!"

"Ohiya Kyu pernah bilang kalau kau menyukaiku ya?" dia tersenyum evil.

Degh.

"Eh.. a.. ani oppa!"

"Kau itu jangan berbohong padaku! Aku tahu kau tidak berbohong."

"Buktinya kalau aku sedang tidak berbohong?"

"Mukamu semerah tomat, Wookie-ah." aigoo ternyata mukaku sudah memerah. Ah daripada aku terus digoda sengan namja ini, lebih baik aku menyeretnya pergi dari sini. "Kajja oppa! Aku sudah tidak sabar!"

"Nah kau harus pakai ini, Wookie." kata Yesung sambil menyodorkan sebuah penutup mata. "Eh buat apa?" ujar Wookie polos. "Kan rahasiaaaa." Yesung hanya tersenyum evil dan Wookie menggembungkan pipinya. "Baiklah. Ayo kita berangkat oppa."

000000000000000

Normal POV

"Nah sudah sampai!"

"Kalau sudah sampai, bisakah kau membuka penutup mata ini, oppa?"

"Ohiya aku lupa!" Yesung membuka penutup mata Wookie dan betapa terkejutnya Wookie. Ini adalah tempat favoritnya, taman bermain. "Nah, kau mau bermain apa, Wookie?" Wookie menarik tangan Yesung dengan semangat. "Aku mau naik ayunan, oppa. Aku merindukan sekali permainan ini." katanya. "Memang kenapa?"

"Dulu, saat aku masih sehat, aku sering sekali ke taman bermain seperti ini bersama Hyukkie, Bummie, dan Sungmin eonnie. Kami selalu tertawa riang saat kami bermain. Sampai aku tahu kalau aku mengidap leukimia dan aku harus tinggal dirumah sakit itu, aku tidak bisa lagi bersenang senang seperti dulu." ujarnya pilu. "Nah sekarang kau senang kan aku ajak kesini?" kata Yesung sambil tersenyum. "Tentu saja! Gomawo oppa." kata gadis cantik itu. 'gomawo dan saranghae, oppa.' Lanjutnya dalam hati.

Yesung POV

Mendengarnya bercerita seperti itu, aku jadi sakit sendiri. Entahlah, mungkin aku sudah bisa mencintai Wookie sekarang. Ya, takkan kubiarkan dia menderita sedikitpun sampai waktunya datang.

"Oppa, kenapa kau melamun?" Wookie menggerakkan tangannya di depan mataku dan membuyarkan lamunanku. "Ah, gwaenchana. Kau mau main apa, Wookie?"

"Aku ingin naik ayunan itu, oppa. Kajja!" dia menarik tanganku. Degh. Jantungku lebih cepat berdetak. Aku suka dia tersenyum, apalagi tertawa. Rasanya aku melupakan umurku yang tinggal 2 bulan itu. "Oppa, dorongin..." katanya sambil memasang tampang aegyonya. Ggrrr lucu sekali gadis ini.
"Baiklah..." aku mendorong ayunan itu dan Wookiepun tertawa. "Huiiiihhh~ aku senang sekali oppa! Ohiya sini kau duduk bersamaku." katanya sambil menepuk nepuk bangku ayunan itu.

It's over and done,

But the heartache lives on inside (yeah yeah)

And who is the one you´re clinging to,

Instead of me tonight.

And where are you now,

Now that I need you,

Tears on my pillow,

Whereever you go go,

I'll cry me a river

That´s leads to your ocean

You´ll never see me fall apart

Ponsel Wookie berbunyi.

"Yoboseyo… ya eonnie aku sedang ditaman bermain. Bersama Yesung oppa. Apa? Ada pemeriksaan lagi? Oh ayolaah aku ingin bermain disini. Bisakah ditunda? Ne..ne.. aku pulang."

"Oppa, kata Sungmin eonnie, aku ada pemeriksaan, ayo kita pulang.." katanya tidak bersemangat. "Yah.. padahal aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu.." kataku berbisik. "Apa oppa? Aku tidak dengar.."

"Eh bukan apa-apa. Kajja kita pulang."

huaaahhh chapter 2 selesai. hehe maaf ya kalo lama^^ nih balesan buat reviewnya:

: hehe gomawo buat reviewnya :D gomawo juga udah suka jalan ceritanyaaaa. ini udah di update semoga suka yaa^^

Eternal Clouds: hehe iya mereka berdua kan abadi(?) apaitu maksudnya-_- hehe gomawo buat reviewnya! ini udah di update lagi hehe semoga suka^^

Shin Hyu Ra: iya aku ga jago kalo buat yg lambat-lambat hehe mianhae._. sip ini udah dilanjutin semoga suka yaaa^^