"AAAAH!" teriak Sakura. "Maaf, bukan maksudku memukul Kakashi-kun!" ujar Sakura cemas sambil mengguncang-guncangkan tubuh Kakashi. Namun, Kakashi tidak menunjukkan respon apapun.
====Say You Love Me Chapter 2====
By : Devi Arisawa
Source : Say You Love Me © Jinna Mai
Disclaimer : Kalo fict nya saya, kalo Naruto nya mbah Masashi Kishimoto *ditimpuk mbah Kishimoto*
Pairs : KakaSaku, SasuSaku (yang diutamain KakaSaku. Dan untuk chap ini juga KakaSaku dulu. SasuSaku nanti.)
Genre : Romance, Hurt/Comfort (belum ada), Humor (humornya dikit aja, tapi bukan di chap ini juga)
Warning : typo(s), abal, garing, OOC, cerita ndak menarik, rangkaian kata ndak sesuai, dll.
Happy reading, readers! :D
Sakura's POV : On
Aku kira, aku meninju salah satu gerombol preman itu.. Tapi, ternyata, yang aku kenai malah…
Kakashi-kun.
"AAAAHH!" aku kaget luar biasa. "Maaf, bukan maksudku memukul Kakashi-kun!" ujarku cemas sambil mengguncang-guncangkan tubuh Kakashi-kun. Tapi, Kakashi-kun tidak menunjukkan respon apapun.
"Ya ampun, pingsan total…" ucapku lemas.
"Ha ha ha! Bagus! Dia dihajar cewek!" tawa para gerombol preman itu.
Salah satu dari mereka mengeluarkan kamera, lalu menyuruhku pasang pose yang bagus.
"Kakak rambut pink! Cheeese!" suruhnya.
Aku yang selalu siap bergaya, langsung menunjukkan poseku yang seolah-olah sedang menghajar Kakashi-kun yang sedang pingsan itu.
JEPRET!
Gerombolan itu langsung pergi meninggalkan aku dan Kakashi-kun.
"Ayo, ayo!" ujar mereka pergi. "Apanya yang kuat, bikin geli saja!"
Sementara itu, aku menggoda Kakashi-kun yang pingsan itu. "Kakashi-kun, kalau tidak bangun, nanti kucium, lho!" godaku.
Sakura's POV : Off
====Say You Love Me====
Karena Kakashi tidak bangun-bangun, Sakura pun meninggalkan Kakashi yang terkapar. Sampai hari sore pun, Kakashi tidak bangun juga. Namun, beberapa saat kemudian, mata Kakashi terbuka.
"Kenapa aku ditimbun bunga.. Ah, aku tak peduli.." batin Kakashi sambil menggosok matanya.
"Oh iya, seingatku, tadi ada murid SMP tetangga yang cari gara-gara.." gumam Kakashi mengingat-ingat apa yang ia alami tadi siang. "Terus, tiba-tiba muncul cewek yang…." gumam Kakashi terus mengingat-ingat. "Huh.. Menyebalkan.." gumam Kakashi lagi. (readers : gumam meluluu~ | author : biarin :p)
"Tapi, biarpun aku kesal dengan cewek itu, aku tidak bisa membalasnya. Biarkan saja.." ujar Kakashi. "Heh?" tangannya tiba-tiba menyentuh sebuah kertas. Dibacanya kertas itu, dan ternyata itu adalah bulletin preman yang terbaru.
'Bulletin preman! Kakashi-chan penakluk preman, dihajar cewek!' begitulah tulisannya. Kertas itu beserta foto Sakura yang sedang bergaya sambil memegang kerah Kakashi. Melihat itu, Kakashi terdiam.
Sementara itu, Sakura…
"Apa Kakashi-kun baik-baik saja, kutinggalkan di sana…" gumam Sakura cemas.
"Sakura! Sakura!" panggil Sasuke
"Jangan sebut namaku sembarangan!" kata Sakura sambil menjitak Sasuke.
"Maaf. Anoo.. Gawat nih, lihat deh.." kata Sasuke sambil menunjukkan bulletin preman yang terbaru.
Melihat itu, Sakura berpikir, "Kalau begitu, mereka punya negatifnya! Harus kudapatkan! Atau akan kurebut file aslinya dari kamera mereka! Ini kan zamannya kamera digital!" pikir Sakura.
"Foto ini.." gumam Sakura.
"Ulah murid-murid tetangga! Kalau Kakashi melihatnya, Saku-san.. Eh, Haruno-san bisa celaka dong!" ujar Sasuke.
"Aku tidak cemas kok." tanggap Sakura.
"Eh? Kenapa?" tanya Sasuke kaget.
"Gimana kalau kamu digebuk cewek?" tanya Sakura kembali.
"Eh… Kesal banget sih. Tapi aku nggak pernah mukul cewek." jawab Sasuke. "Biarkan saja."
"Iya, kan?" kata Sakura sambil menyeringai. "Kalau begitu, Kakashi-kun juga cowok yang berhati lapang, kan? Dia tidak akan peduli aku telah menghajarnya!" ujar Sakura dengan seringaiannya.
"Be… begitu, ya?" gumam Sasuke.
====Say You Love Me====
Keesokan harinya…
Kakashi datang ke sekolah dengan tatapan dingin dan tajam. Melihat itu, Sasuke dan Sakura merasa ngeri.
"Kayaknya dia marah, deh…" gumam Sasuke bergidik. "Serem amat.."
"Sudah kubilang, tidak apa-apa, kok!" kata Sakura keluar dari persembunyiaannya.
"Sa.. Saku-san!" teriak Sasuke memanggil Sakura.
Mendengar namanya tidak disebutkan dengan benar, Sakura memberi death glare pada Sasuke.
"Ma.. Maksudku.. Haruno-san.." ujar Sasuke takut.
Sakura berjalan kembali. "Tidak apa-apa! Kakashi-kun bukan cowok sepicik itu!" batin Sakura meyakinkan dirinya.
Oke, kita kembali kepada Kakashi…
"Hem." gumam Kakashi, tidak jelas apa maksudnya. Lalu, ia menyusun genteng berjumlah 20. Di genteng paling atas ditaruh foto Sakura dari bulletin preman.
"Genteng?" pikir orang-orang sekitar bingung.
"Kakashi-kun!" panggil Sakura.
"Jurus maut!" teriak Kakashi sambil memukul genteng-genteng tadi dengan sekali pukul.
BUUUGH!
"Di-dia marah banget! Hii!" batin Sakura takut.
"Heh? Siapa yang manggil aku?" ujar Kakashi sehabis memukul genteng.
Tiba-tiba, Sasuke muncul untuk mengambil Sakura yang sedang patah hati itu.
"Ah!" Kakashi yang melihat mereka itu pun segera mengejar mereka.
====Say You Love Me====
"Cih, dia kabur…" gumam Kakashi kelelahan.
"Kakashi-chan kalah sama cewek, ya? Pasti kesal kan? Malu banget tuh!" beberapa orang di dekat Kakashi sedang membicarakan Kakashi.
Mendengar itu, Kakashi menyusun genteng. Lagi-lagi berjumlah 20. (readers : dapet dari mana? | author : auk ah)
"Hiaaah!"
PRAAK!
Kakashi memukul genteng itu dengan tangan kirinya.
"Tangan kiri, tersisa dua genteng…" orang-orang itu bergidik.
"Tenang saja, aku takkan memakai tangan kanan pada cewek, kok…" ujar Kakashi feminis.
(NB : Tangan kiri Kakashi = 18 genteng. Tangan kanan Kakashi = 20 genteng.)
Kakashi kembali mencari Sasuke dan Sakura.
Sementara itu, Sasuke dan Sakura sedang bersembunyi di sebuah ruangan. Mereka bersembunyi di bawah jendela.
"Ternyata dia sepicik itu.." bisik Sasuke.
"Hei, jangan jelek-jelekakan Kakashi-kun, ya?" ancam Sakura.
"Maaf, Kakashi-kun!" Sakura mendengar suara di luar.
"Aku suka padamu! Jadian ya denganku!" tawar gadis di luar sana, berbincang pada Kakashi.
"APA?" batin Sakura terkejut. "Dia menembak di depan mataku!" teriak Sakura. Untung mulut Sakura cepat-cepat Sasuke tutup. "Haruno-san, tenang dulu!" ujar Sasuke menenangkan Sakura.
"Padahal aku mau nembak Kakashi-kun! Kok malah keduluan cewek lain, sih!" batin Sakura kesal.
Sementara itu, Kakashi…
"Maaf, aku tidak tertarik jadian dengan siapa pun." ujar Kakashi menjawab tawaran gadis itu.
"Oh.." Sakura kagum dengan jawaban Kakashi. (readers : lebay, ah | author : bodo amat :p)
SRIIING! Tidak sengaja, mata Kakashi melihat Sakura yang sejak dari tadi memerhatikannya.
"Oy, Rambut Pink!" teriak Kakashi memanggil Sakura.
"Huaaaaa!" Sakura panik, lalu berlari.
"Saku-san, rambutmu terlalu menyolok, tuh! Harusnya kamu cari warna rambut yang lebih biasa!" ujar Sasuke panik.
"Pink kan warna kesukaanku! Lagipula, warna itu selalu membangkitkan semangatku!" ujar Sakura menanggapi kata Sasuke, tentu saja dengan kepanikan yang menyelimuti dirinya.
"Kita sembunyi dulu!" kata Sasuke sambil menarik Sakura ke Ruang Klub Drama.
BLAAAM!
Sementara itu, Kakashi masuk ke Ruang Drama dengan jalan anteng dan tatapan dingin, membunuh, dan tajam jadi satu. (kayak apa tuh?)
Sasuke kaget saat melihat Kakashi nyelonong masuk Ruang Klub Drama.
"Ada apa? Dilarang masuk selain anggota klub!" kata Sasuke pada Kakashi. Namun, Kakashi tidak menghiraukan peringatan tersebut.
"Cewek rambut pink… Jangan cemas, aku tidak bermaksud melukaimu, kok." kata Kakashi anteng, di depan ruang ganti. Yap, Sakura memang bersembunyi di dalam ruang ganti. "Itu sebabnya, ambil lagi kedudukanmu sebagai yang terkuat!" ujar Kakashi.
Sakura yang panik, bingung mau melakukan apa. Tiba-tiba, muncul sebuah ide untuk mengelabui Kakashi.
"Ja.. Jangan dibuka!" teriak Sasuke.
Kakashi tetap membuka tirai ruang ganti itu. Namun, yang dilihatnya adalah…
"A, apa?" ujar Kakashi kaget.
Apa yang dilihat Kakashi di ruang ganti itu?
TBC
Ini dia chap ke 2! Author capek ngetik, nih.. gimana ndak capek, author ngetik sampe 5 halaman! (di Microsoft Word) kelanjutannya kapan-kapan aja ya! Buat yang uda baca, seperti biasa nih… author minta ripiu nya, ya! Kritik, saran, bisa diterima. Tapi kritiknya jangan yang pedes. Ja matta~
====Devi Arisawa====
