"A, apa?" ujar Kakashi kaget. Mata onyx Kakashi yang berlainan warna itu melebar, tanda kalau dia sedang terkejut dengan apa yang ia lihat.

Apa yang dilihat Kakashi di ruang ganti itu?

====Say You Love Me Chapter 3====

By : Devi Arisawa

Source : Say You Love Me © Jinna Mai

Disclaimer : Kalo fict nya saya, kalo Naruto nya mbah Masashi Kishimoto *ditimpuk mbah Kishimoto*

Pairs : KakaSaku, SasuSaku (yang diutamain KakaSaku. Dan untuk chap ini juga KakaSaku dulu.)

Genre : Romance, Hurt/Comfort (belum ada) (ralat : ndak ada Humor di fic ini)

Warning : typo(s), abal, garing, OOC, cerita ndak menarik, rangkaian kata ndak sesuai, dll.

Happy reading, readers! :D

Kakashi's POV : ON

Aku melihat sesosok gadis. Gadis itu… sedang mengganti bajunya! Dia hanya menampilkan bagian punggungnya. Bagian belakang bajunya terbuka, sehingga aku dapat melihat bagian belakang bra nya.

Gadis itu menoleh ke belakang. Rambutnya berwarna pirang dikepang dua. Matanya berwarna emerald. Tapi, rasanya gadis rambut pink itu matanya juga emerald. Ah, tak apalah. Aku berpikir, cantik juga gadis ini. Dia menatapku dengan tatapan luluh.

"KYAAAA!" gadis itu berteriak tiba-tiba, mengagetkanku.

"M-maaf!" ucapku kaget.

"Makanya, sudah kubilang jangan dibuka!" Sasuke menarikku untuk membuat jarak antara aku dan gadis itu.

"M-maaf, tadi, aku sedang mencari gadis yang memiliki rambut berwarna pink." terangku.

"Oh, mungkin gadis itu kabur lewat jendela." terang gadis itu.

"Emm.. kalau begitu.. gomenasai." aku membungkukkan badanku.

Kakashi's POV : OFF

Kakashi tidak tahu bahwa gadis yang sedang ia lihat itu adalah Sakura yang sedang memakai wig Cinderalla. Setelah Kakashi meminta maaf..

"Sebagai tanda maafku, maukah kamu menonton film bersamaku di Mall?" kata Kakashi.

"Me.. Menonton film?" batin Sakura gembira.

"A, aku mau!" ucap Sakura dengan senang.

"Bagus. Aku akan menunggumu di Mall jam 10 pagi besok. Bagaimana?" tawar Kakashi.

"Oke!" Sakura menanggapi tawaran itu.

Kakashi lalu menggerakkan kakinya pergi dari Ruang Klub Drama itu.

====Say You Love Me====

Sesaat selepas Kakashi pergi…

"Akhirnya yang aku impi-impikan terwujud juga!" ujar Sakura dengan nada bahagia selama-lamanya. (?)

"Haruno-san!" kata Sasuke.

"Hm? Apa?"

"Dia kan cuma merayumu saja! Buat apa dipedulikan! Kamu bilang, rambut pink itu lambang semangatmu, kan!"

Sakura cuek dengan pernyataan Sasuke yang benar itu. Lalu, mulut Sakura berkata..

"Sasuke! Kalau dipikir-pikir, aku ini apes, ya. Mau nembak, malah diganggu preman-preman sebelah. Cowok yang kusukai malah salah paham dan mengincarku.." Sakura mengingat ke-apes-annya tadi siang. "Tapi akhirnya kudapatkan! Keberuntunganku akhirnya datang juga!" ujar Sakura berlompat-lompatan sambil memegangi karcis bioskop yang diberi Kakashi.

"Ah, wignya lepas.." ujar Sasuke sambil menunjuk wig Sakura.

"Oh, iya, ya! Kamu juga harus tutup mulut tentang jati diriku!" perintah Sakura terhadap Sasuke.

"DREAM COME TRUE!"

WUUSSHH….

Sakura melesat, hendak pergi meninggalkan Ruang Klub Drama.

"….Saku-san…." gumam Sasuke lirih.

"Bisa bahagia karena pakai wig… Itu namanya palsu, tau!" teriak Sasuke pada Sakura, sebelum Sakura benar-benar pergi dari Ruang Klub Drama.

"Aku tak perlu nasihatmu!" Sakura menendang dada Sasuke.

====Say You Love Me====

Malam pun tiba…

Gadis pinky itu sudah tiba di rumahnya dari tadi. Sekarang, dia sedang merapikan wig hasil nyuri dari Ruang Klub Drama.

"Si Sasuke ngomong yang bukan-bukan…" gerutu Sakura sambil merapikan wignya. "Memang sih, kayaknya aku menipu Kakashi-kun.." Sakura tetap gerutu. "Tapi, ini kan bohong demi cinta!" bela Sakura. (readers : bela apaan? | author : bela negara! Bawel lu ah!)

====Say You Love Me====

Keesokan harinya..

Sabtu, Jam 10 pagi, di Konoha Mall.

"Kakashi-kun, lama nunggu?" sapa Sakura pada Kakashi yang sudah dari tadi menunggu Sakura.

"Hm? Ndak juga sih." ujar Kakashi

"Ti-tidak!" ujar Sasuke yang menguntit mereka berdua sedari tadi.

"Em.. kamu.." ujar Kakashi terputus. Lalu ia melanjutkannya dengan wajah yang tersipu-sipu, "Manis, ya.."

"Kyaaa! Kakashi-kun tersipu-sipu… Manisnyaa!" batin Sakura.

"Kita jalan-jalan dulu sambil nunggu filmnya mulai, yuk!" Sakura lalu mengajak Kakashi jalan-jalan keliling mall sambil menunggu filmnya dimulai.

Sambil jalan-jalan, Sakura berpikir, "Cinta memang luar biasa. Berduaan saja sedah membuat bahagia. Rasanya, aku terlahir kembali menjadi manusia berbeda." Sakura terus melamun. "Kalau dipandang cowok-cowok seperti ini, biasanya… pasti reaksinya beda." Sakura lalu mengingat Memorialnya saat ia jadi preman.

"Apa lihat-lihat, hah!"

"M-maaf.."

"Haha, pasti kudamprat habis-habisan." komentar Sakura tentang flashback yang ia pikirkan sekarang.

"Eh, kita cari camilan di sana, yuk?" kalimat Kakashi membuyarkan lamunan Sakura.

"Oh. Oke!"

Sementara itu, Sasuke…

"Ah, Saku-san bersinar dengan penuh kebahagiaan…" ujar Sasuke lirih, tetap menempel dengan tempat persembunyiannya. "Itu sebabnya, aku siapkan strategi mengungkap jati diri Saku-san dengan mengait wignya!" gumam Sasuke mantap sambil menunjukkan alat pancingnya. "Strategi dimulai!"

Sasuke berdiri di lantai 2 (Mallnya 2 lantai) tidak jauh dari tempat Kakashi dan Sakura yang berada di lantai 1. Kakashi dan Sakura sedang memesan cake.

"Mau yang mana?" tawar Kakashi.

"Choco banana pakai krim!" ujar Sakura mantap.

"Inilah saatnya!" ujar Sasuke sedikit teriak, sambil menarik alat pancingnya.

NGEK

"Ah, dapat nih!" Sasuke langsung menarik apa yang ia dapat, tanpa melihatnya terlebih dahulu apa yang ia dapat.

Ternyata, yang didapat Sasuke…

Kardigan Sakura!

Sakura dan Sasuke yang menyadari itu langsung bergumam bersamaan..

"Hah?"

"Emm.. Kakashi-kun, aku mau cuci tangan." pinta Sakura.

"Iya." respon Kakashi.

Sakura langsung melesat pergi ke lantai 2, tempat keberadaanya Sasuke.

Sesampainya disana, ia langsung menendang dada Sasuke.

"Akh!" gumam Sasuke.

"Sasuke, kalau kamu berbuat macam-macam, kita putus hubungan." ujar Sakura dengan memberi death glare pada Sasuke.

Glek! Sasuke menelan ludahnya.

"Ah, jangan sampai Kakashi-kun didekati cewek lain selagi aku ndak ada…" gumam Sakura melihat ke lantai 1.

Mata emerald Sakura melebar. Dia terbelalak dengan apa yang ia lihat.

JREEENG!

Ia melihat Kakashi dikepung 4 preman!

"Ka.. Kakashi-kun.." ujar Sakura dari atas. Sayang, tidak didengar oleh Kakashi.

Sementara itu, di lantai 1….

"Hei, Kakashi-kun. Apa kabar?" sapa salah satu dari 4 preman itu. "Aku kaget waktu dengar kamu tumbang karena dihajar cewek. Tamat sudah riwayat kehebatanmu, cowok menyedihkan." preman itu posisinya dibelakang Kakashi, dan ia menyapanya di dekat telinga Kakashi. Kakashi terdiam.

"Foto ini kamu simpan buat kenang-kenangan, kan?" ujar salah satu preman yang posisinya di depan, sambil menunjukkan foto Sakura dari bulletin preman.

"Minggir, bawel." Kakashi merespon ucapan preman itu.

"Ka-Kakashi-kun!" panggil Sakura. Kakashi melirik ke belakang. Ia melihat dengan mata onyx nya, Sakura sedang berlari memanggil Kakashi.

"Lho? Kau sedang berkencan dengan cewek, ya? Padahal, selama ini kau bilang tidak tertarik sama cewek." ujar preman belakang yang mengomentari Sakura. "Kamu baru sadar setelah dikalahkan cewek? Ha ha ha…" ejek preman itu. Kakashi tetap diam. Ia tidak menanggapi ejekan preman itu.

Preman itu pun menghampiri Sakura.

"Non, Kakashi-kun kan cowok payah. Biar aku yang menemanimu deh." bujuk preman itu pada Sakura.

Sakura terdiam.

"Sini, ikut kami!" preman itu menarik pergelangan tangan Sakura.

"Ah!" desah Sakura.

Bagaimana nasib Sakura selanjutnya?

TBC

Chap 3 apdet! Author apdetnya malem-malem -,- Ndak usah banyak cingcong deh. Mind to Review?