O.o.O

Naruto © Masashi Kishimoto

The Story of LaVioStar © Hana 'Reira' Misaki

Genre: Romance

Pair: SasuHina and other pairing

Rated: T

Warning: Crack pair, Typo(diusahakan seminim mungkin), OOC(mungkin), Dan keanehan lainnya.

If you don't like this fic, you can click back on your browser web! Thanks

O.o.O

Hinata Pov's

Waktu menunjukan pukul 15.00 dan kami sedang bersiap-siap untuk mengisi acara di pembukaan kantor cabang U.S Corp.

Aku akan jelaskan sedikit tentang pakaian yang akan kami pakai. Hari ini kami memakai dress selutut dan syal, serta sepatu high heels. Aku mendapat dress warna hitam dan syal berwarna violet. Isaribi dan Ranmaru dapat dress warna putih dan syal warna lavender. Konan-nee dan Shion mendapat dress warna lavender dan syal warna Hitam. Disetiap penampilan kita, pasti ada satu personil yang tampilannya sedikit berbeda dengan yang lainnya dan hari ini adalah giliranku.

Aku sudah selesai dengan penampilanku, rambut indigoku aku biarkan tergerai indah dengan tambahan jepitan berbentuk pita berwarna senada dengan syal-ku. Semua persiapan aku rasa sudah selesai, aku lihat teman-temanku juga sudah selesai.

"Hei, Hina-nee sudah siap?"Tanya Ranmaru padaku. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Yang lain juga sudah kan Ran-chan?"Kini giiran aku yang bertanya kepada Ranmaru. Ia menangguk mantap.

"Baiklah, ayo kita tampilkan yang terbaik di acara ini!"Ucapku semangat. Aku lihat Ranmaru tersenyum mendengarnya.

"Ayo, Hinata , Ranmaru."Tiba-tiba Konan-nee memanggil kita untuk berkumpul. Aku dan Ranmaru bergegas mendekat.

"Kita akan membawakan dua lagu, yaitu My True love dan Ashiteru."Ucap Konan-nee kepada kami semua. Aku mengernyitkan keningku.

"Bukannya biasanya kita membawakan lagu Be First?"Tanyaku. Konan-nee tersenyum kearahku.

"Memangnya kenapa Hinata? Kita ini akan membawakan lagu ciptaanmu lho! Masa kau tidak senang?"Suara Konan-nee terdengar ingin menggodaku.

"Iya, lagipula lagu Hina-nee itu juga banyak direquest oleh LVF lho!"kini giliran Ranmaru yang bicara. Kata-katanya membuatku merona.

"Iya, Hinata. Lagu itu juga direquest langsung oleh pemimpin perusahaan ini."Ucap Konan-nee. Aku tambah merona mendengar itu.

"Sudahlah, ayo kita segera keluar. Kita sudah dipanggil tuh!"Ucap Isaribi. Kami pun berjalan keluar dan mulai memasuki stage yang disediakan.

.

.

.

Setelah selesai membawakan dua lagu, kami berniat langsung kembali kebase camp karena memang sudah tidak ada lagi yang harus dilakukan disini. Tapi niat kita terhenti ketika manager kita –Kakashi mengajak kita untuk makan malam dahalu bersama pemimpin perusahaan ini.

Dan disinilah kita sekarang, disebuah restaurant mewah yang disewa khusus untuk makan malam. Aku sendiri dibuat terkagum-kagum dengan suasana restaurant yang terlampau mewah.

"Terima kasih sudah datang diacara makan malam ini."Ucap seseorang yang menyambut kami, rambut kuning cerah dengan mata biru sapphire.

"Iya, Terima kasih juga sudah mengundang kami untuk makan malam."Ucap Kakashi.

"Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki, Asisten pemilik U.S. Corp."Laki-laki itu memperkenalkan diri. 'jadi namanya Naruto.'batinku.

"Salam kenal Naruto-san, namaku Kakashi Hatake, manager LaVioStar."Ucap Kakashi seraya membungkukan tubuhnya. Aku lihat Naruto tersenyum.

"Baiklah, silahkan duduk."Naruto mempersilahkan kami untuk duduk. Kami pun duduk dikursi masing-masing. Hening sesaat menghampiri kami, tapi itu tidak berlangsung lama karena Naruto kembali membuka suaranya.

"Jadi diantara kalian siapa yang bernama Hinata?" Pertanyaan Naruto itu sukses membuatku kaget, 'kenapa ia menanyakan aku?'batinku.

"A-aku."Jawabku dengan gugup. Aku lihat Naruto memperhatikanku dengan intens, dan hal ini sukses membuat pipiku merona.

"Hm… Kau manis, ternyata seleranya boleh juga."Ucap Naruto, aku menaikan sebelah alisku. Naruto hanya tertawa melihat aku kebingungan.

"Haha… nanti kau juga tahu Hinata-chan." Jawaban Naruto justru membuat aku tambah penasaran, apa sebenarnya maksudnya.

Beberapa menit berselang, sang pemilik perusahaan belum juga datang. Aku mulai merasa bosan, aku pun mengeluarkan ponselku dibawah meja agar tidak ketahuan. Kebiasaanku saat memegang ponsel adalah membuka jejaring social Twitter.

HinataLVS_Hime

Halo LVF, kami sedang makan malam lho dengan pemimpin perusahaan U.. tapi menunggui terlalu lama, membuat aku bosan.. haha

Karena terlalu asik dengan ponselku, aku tidak sadar kalau si pemilik perusahaan sudah datang, untung saja Konan-nee memberi tahuku dengan isyarat menyenggol tanganku.

"Maaf, karena saya terlambat."Ucap si pemilik perusahaan. Aku melihat dari ujung kepala sampai setengah badan –karena setengah badannya lagi tertutup meja- ternyata dia memang masih sangat muda.

"Perkenalkan nama saya Uchiha Sasuke, pemimpin perusahaan ini." Mataku membulat seketika saat mendengar namanya. 'Sasuke?' batinku. Sepertinya aku pernah mendengar nama ini. Tiba-tiba ingatanku menerawang saat aku bertemu dengan gadis yang bernama Haruno Sakura.

'Kalau kau mati saat itu mungkin hati Sasuke-kun akan berpindah padaku.' Kata-kata gadis itu terngiang di telingaku. Apakah ini semua kebetulan? Apakah yang dia maksud dengan Sasuke-kun itu adalah orang yang sama dengan orang yang didepanku ini?. Tiba-tiba kepalaku terasa sakit, aku memang tidak boleh kebanyakan berpikir. Aku memegangi kepalaku yang terasa berputar-putar.

"Hinata, kau kenapa?"Tanya Konan-nee dengan nada suara yang terdengar khawatir. Aku tidak menjawab pertanyaan Konan-nee, rasa sakit dikepalaku akan bertambah kalau aku bicara.

Tiba-tiba aku merasa tubuhku melayang, bukan karena aku terbang tapi karena ada seseorang yang mengangkat tubuhku. Aku memaksakan diri untuk melihat siapa gerangan yang melakukan itu, mataku membelalak saat tahu yang menggendongku saat ini. Uchiha Sasuke. Sang pemilik perusahaan.

Sasuke membawa tubuhku memasuki sebuah ruangan yang cukup besar. Ternyata disebuah restaurant mewah seperti ini juga ada ruangan seperti kamar ya. Sasuke membaringkan tubuhku diatas ranjang yang cukup besar. Aku masih memegangi kepalaku yang semakin berdenyut. Kulihat Sasuke pergi entahlah dia mau kemana, aku tidak mau memikirkannya karena hal itu akan membuat kepalaku tambah sakit. Aku terus memegangi kepalaku. Kenapa rasa sakit ini tidak hilang juga. Aku memejamkan mata untuk mengurangi rasa sakitnya.

"Minum ini." Suara itu sukses membuat aku membuka mataku kembali. Aku melihat Sasuke duduk ditepi ranjang dengan segelas air dan obat ditangannya. Aku merubah posisiku dari berbaring menjadi duduk. Sasuke pun memberikan obat dan segelas air tersebut dan dengan segera aku meminum obat itu. setelah meminum obat itu, aku merasa sakit dikepalaku sudah berkurang.

"Arigatou."Ucapku.

"Hn, Kenapa kau bisa kesakitan seperti tadi?" Tanya Sasuke, entah kenapa aku merasa ada sedikit kekhawatiran diwajah Sasuke, atau itu hanya perasaanku saja.

"Aku juga tidak tahu, aku selalu seperti ini setiap kali memikirkan sesuatu yang terlalu berat."Jawabku, aku lihat dia mengerutkan alisnya, mungkin dia bingung dengan apa yang aku katakan.

"Hn, Memang kau memikirkan apa?"Tanya Sasuke, kini giliran aku yang bingung harus menjawab apa. Apa aku harus bilang kalau tadi aku memikirkan dia?

"Tidak ada." Oke ini sedikit tidak nyambung dengan pertanyaannya, tapi aku sudah tidak tahu harus menjawab apa lagi. Dia menghela nafas. Keheningan tiba-tiba menyapa kami. Suasana menjadi canggung seketika.

"Sudahlah, kau istirahat saja."Ucap Sasuke, ia berniat meninggalkan aku. Entah keberanian darimana, aku langsung menarik lengannya dan membuat ia tidak jadi pergi.

"Tolong jangan tinggalkan aku."Ucapku bisa melihat ia tersenyum lembut kearaahku, dan hal itu sukses membuat pipiku merona. Entah kenapa aku merasa nyaman berada disamping orang ini, padahal aku baru pertama kali bertemu dengannya.

Aku kembali berbaring, Sasuke juga masih ada disampingku. Dia mengelus pelan rambutku, tapi anehnya aku tidak menolak perlakuan Sasuke itu, aku justru menikmatinya.

"Aku dengar kau yang menciptakan lagu My True Love ya?"Tanya Sasuke tiba-tiba. Aku hanya mengangguk sebagai jawabannya.

"Siapa inspirasimu menciptakan lagu itu?" Aku memutar bola mataku tanda kalau aku berpikir.

"Entahlah, semua mengalir begitu saja."Jawabku.

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu."Ujar Sasuke. Aku hanya menatap bola mata hitamnya. Beberapa saat kami hanya saling menatap.

"Apa kau akan memaafkan seseorang dari masa lalumu yang pernah menyakitimu?" Pertanyaan Sasuke terdengar janggal, tapi aku mengabaikannya.

"Tentu, setiap orang berhak untuk mendapatkan maaf seberapa besar pun kesalahannya."Jawabku mantap.

"Begitukah?"Tanya Sasuke memastikan, aku hanya menangguk.

"Manusia itu tidak pernah lepas dari kesalahan."Lanjutku.

"Tapi bagaimana kalau orang itu melakukan kesalahan sampai membuatmu terluka parah?"Tanya Sasuke lagi, aku tersenyum.

"Aku akan menanggap… kesalahan itu tidak pernah ada…" aku menghentikan sejenak perkataanku.

"Dan melupakan semuanya."Lanjutku. aku lihat Sasuke tersenyum lembut.

"Kau itu manusia atau malaikat sih ?" pertanyaan Sasuke itu membuatku tertawa pelan.

"Mungkin setengahnya."Jawabku. seketika hening kembali, kami bergulat dengan pemikiran kita masing-masing. Sebenarnya aku sangat ingin bertanya soal gadis Haruno itu, tetapi aku ragu. Tapi rasa penasaran mengalahkan rasa raguku. Dengan keberanian yang hanya setengah aku bertanya kepadanya.

"Umm… apa kau mengenal Haruno Sakura?"Tanyaku ragu-ragu. Aku bisa melihat perubahan air muka diwajahnya.

"Tidak." Nada suaranya terdengar dingin. Tapi aku masih belum percaya dengan jawabannya.

"Benarkah?"Tanyaku meyakinkan. Dia menghela nafas panjang. Aku hanya menunggu dia menjawab pertanyaanku.

"Kenapa kau menanyakan itu?" Bukannya jawaban yang aku terima, justru malah pertanyaan.

"Aku hanya ingin tahu."Jawabku.

"Ya, aku memang mengenalnya."Jawabnya singkat. Dia sepertinya tidak ingin membicarakan masalah gadis itu. tetapi benar dugaanku kalau Sasuke yang dibicarakan gadis itu adalah orang yang sama dengan Sasuke yang ada didepanku ini.

"Dia itu siapa kamu?"Tanyaku. dia menatap lekat mataku. Aku menjadi salah tingkah karena ditatap secara intens seperti itu.

"Entahlah."Jawabannya membuat aku tambah penasaran. Aku tetap diam menunggu ia meneruskan kalimatnya. Aku rasa dia mengerti dengan diamku ini.

"Mungkin dia benalu dihidupku."Lanjutnya. 'Benalu?' pikirku. Apa dia begitu bencinya kepada gadis yang bernama Sakura itu.

"Darimana kau tahu tentang Sakura?"Pertanyaan Sasuke membuat ku gagap seketika.

"A-ano, a-aku…" Jujur aku sangat bingung bagaimana menjawab pertanyaan Sasuke.

"A-aku pe-pernah bertemu dengannya."Jawabku akhirnya. Aku harap Sasuke tidak menanyakan lebih dari ini.

"Apa? Kau bertemu dengannya? Dimana?"Tanya Sasuke bertubi-tubi.

"A-aku ber-bertemu dengannya di Ta-taman."Jawabku.

"Dia bicara apa saja padamu?" Aku dapat melihat wajah Sasuke yang terlihat sangat khawatir. Apa yang perlu dia khawatirkan?

"Ti-tidak ada, sudahlah aku istirahat dulu ya."Ucapku, aku membalik badanku menjadi membelakanginya. Aku tidak mau melanjutkan percakapan ini lagi.

"Baiklah."Itu perkataan terakhir yang aku dengar dari Sasuke.

.

.

.

Cahaya matahari menembus jendela kamarku. Tunggu dulu, kamarku? Bukankah semalam aku ada di sebuah ruangan seperti kamar di restaurant mewah? Siapa yang membawaku kemari?.

"Kau sudah bangun Hinata?"tanya seseorang yang berdiri didepan pintu kamarku, dan sudah dapat aku pastikan itu pasti Neji-niisan

"Hmm…"Ucapku mengangguk.

"Semalam kau diantar oleh Konan, aku dengar dari dia kau pingsan ya?"Tanya Neji-nii.

"Dia bicara apa saja padamu?" Tanyaku tanpa menghiraukan pertanyaan Neji-nii.

"Huh… kau ini, dia hanya bicara itu saja karena hari sudah malam jadi dia tidak bisa lama-lama."jelas Neji-nii. Aku hanya ber-Oh ria.

"Jadi kenapa kau semalam pingsan?"Tanya Neji-nii.
"Entahlah."Jawabku singkat. Aku sungguh tidak ingin membahas soal ini sekarang.

"Baiklah, terserah kau saja."Ucap Neji-nii, ia pun pergi keluar dari kamarku.

Aku beranjak dari tempat tidurku dan pergi menuju kamar mandi. Jujur bayangan Sasuke masih menghantuiku, dan aku tidak bisa melupakan kejadian semalam. Apa aku bisa bertemu dengannya lagi?.

.

.

.

Selesai mandi aku langsung menuju meja makan. Aku lihat Neji-nii dan Hanabi-chan sudah ada disana.

"Ohayou."Ucapku.

"Ohayou Hinata-nee."jawab Hanabi

"Ohayou Hinata."Jawab Neji.

Selesai makan aku pergi keruang keluarga untuk nonton tv.

"Nee-chan, hari ini kau tidak ada manggung?"Tanya Hanabi.

"Ada tapi nanti sore, sekarang aku ingin istirahat dulu."jawabku. Hanabi hanya ber'oh' ria.

.

.

.

Waktu menunjukan pukul 16.00. aku harus bersiap-siap untuk manggung bersama LVS lagi. Dengan cekatan aku bersiap-siap dan segera menuju base camp LVS. Karena jarak yang tidak terlalu jauh dari rumahku ke base camp jadi tidak memerlukan waktu banyak.

"Itu Hinata."ucap Konan-nee saat aku sampai di base camp LVS. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

"Bagaimana keadaanmu Hinata?"Tanya Konan-nee.

"Aku sudah tidak apa Konan-nee."Jawabku sambil tersenyum lembut.

"Syukurlah, hari ini kita akan tampil di Palace Star Awards."Ucap Konan-nee.

"Hinata-nee kita juga masuk nominasi lho, sebagai Girlband terfavorite, semoga saja kita menang ya!"sambu Ranmaru. Aku hanya bisa tersenyum melihat semangat dari teman-temanku.

"Baiklah, ayo kita ganti pakaian kita dan pergi menuju tempat acara."Ucap Isaribi.

Tema pakaian kita kali ini adalah baju baby doll, pita di kepala dan sepatun high heels. Kali ini yang berbeda adalah Ranmaru. Aku dan Shion memakai baju berwarna ungu lavender dengan pita berwarna biru muda. Konan-nee dan Isaribi memakai baju merah muda dengan pita hijau. Sedangkan Ranmaru memakai baju biru muda dengan pita merah muda.

"Baiklah, semua sudah siap?"Tanya Konan-nee. Aku dan yang lainnya mengangguk. Kami pun berkumpul dan menyatukan tangan kami untuk mengumandangkan yel-yel kami.

"Go..go…go… LVS success!"Teriak kami bersamaan. Kata-kata itu adalah penambah semangat kami untuk menampilkan yang terbaik bagi LVF.

Mobil melaju menuju tempat acara. Acara dimulai satu jam lagi dan perjalanan kesana memerlukan waktu setengah jam.

Selagi didalam mobil aku memainkan Handphone ku. Seperti biasa aku mengecheck Twitter ku. Daritadi aku belum melihat-lihat twitterku.

HinataLVS_Hime

Sebentar lagi kita akan tampil di acara Palaca Star Awards, doakan kami supaya kita menang ya LVF. #semangatLVS.

Tidak terasa kami sudah sampai ditempat acara. Wow! Banyak sekali LVF didepan pintu masuk. Kami masuk kedalam gedung acara dengan dikawal superketat oleh bodyguard. Sebenarnya aku tidak suka dikawal seperti ini, tapi daripada aku babak belur, hahaha.

Setelah berhasil masuk dengan selamat kedalam gedung acara, kami menunggu diruang tunggu. Aku lihat teman-temanku sedang asik dengan ponselnya, tapi aku sedang tidak tertarik untuk bermain ponsel entah kenapa. Aku hanya duduk tanpa melakukan apapun. Sebenarnya aku tidak sepenuhnya tidak melakukan apapun, aku sedang memikirkan Sasuke. Entah kenapa aku masih saja memikirkan dia. Tapi lamunanku terganggu ketika seseorang duduk disampingku.

"Hei."Sapanya. aku menatapnya sebentar dan tersenyum.

"Hei."Jawabku.

"Kau Hinata dari LaVioStar itu kan?"tanyanya. Aku hanya mengangguk.

"Kenalkan aku Sasori, dari Wolf Prince."ucapnya sambil mengulurkan tangan.

"Aku tahu, kau kan sangat terkenal."Jawabku tetap dengan senyumanku.

Akan kujelaskan sedikit tentang Wolf Prince. Wolf Prince adalah sebuah boyband di jepang yang terkenal sekali, sejajar dengan kami bahkan lebih. Anggotanya adalah Akasuna Sasori, yang aku tahu dia itu orang yang ramah dan baik hati. Yang kedua adalah Sabaku Gaara, aku tidak begitu tahu dia karena dia sangat pendiam dan dingin, menurutku dia adalah orang yang sulit didekati. Yang ketiga adalah, Shikamaru Nara, aku sering melihat dia tertidur pulas dibackstage dan aku simpulkan dia adalah orang yang pemalas. Selanjutnya adalah Sai, aku lihat dia orang yang murah senyum dan aku dengar dia adalah seorang Playboy, berhati-hatilah padanya. Yang terakhir adalah Naruto Uzumaki, dia orang yang periang dan hyperaktiv tapi dia adalah pribadi yang menyenangkan.

Itu penjelasan singkat aku tentang Wolf Prince. Aku memang belum pernah berbicara dan mengenal secara langsung para personilnya, tapi LVS sering mengisi acara bersama mereka.

"Wah! Sudah sebegitu terkenalkah aku?"ucap Sasori dengan penuh kepercayaan diri. Aku hanya terkikik geli mendengar penuturannya.

"Hahaha… kau bercanda? Jelas LVS yang lebih terkenal."ucapku tak mau kalah.

"Ohya? Haha… tentu saja Wolf Prince yang lebih terkenal, dengan ketampanan kami tentunya."Sasori semakin percaya diri. Aku hanya tertawa menanggapinya. Aku jarang tertawa bersama laki-laki, tetapi orang ini bisa membuatku tertawa dengan kepercayaan dirinya.

"Ya, terserah kau sajalah."Ujarku mengalah. Aku takut tidak bisa menahan tawaku lagi kalau diteruskan.

"Hahaha… aku menang."Ucapnya bangga.

"Menang apa?"Tanyaku tidak mengerti.

"Aku menang argument dengan mu"Jawabnya sambil menjulurkan lidahnya padaku. Aku geleng-geleng kepala melihatnya. Bukan hanya wajahnya saja yang baby face tapi tingkahnya juga. Percakapan kami terhenti ketika Konan-nee datang.

" Hinata kau jangan pacaran terus, sebentar lagi kita tampil lho!."Ucap Konan-nee dengan sedikit menggodaku.

"Apaan sih Konan-nee."Ujarku sedikit salah tingkah. Bisa aku akui kalau Sasori memang tampan dan tingkahnya membuat aku nyaman. Apa mungkin aku… ah tidak mungkin.

"Sudahlah ayo Konan-nee, sampai jumpa Sasori-kun."Ucapku seraya melambaikan tangan kearah Sasori.

"Kau bahkan memanggilnya dengan suffix '-kun'? jangan-jangan kau…"Konan-nee menggantung kalimatnya.

"Jangan-jangan apa? Jangan ngaco deh." Ujarku dengan wajah merah merona.

"Tuh kan wajahmu merah, ayo ada apa antara kau dan Sasori?"Tanya Konan-nee masih dengan nada menggoda.

"Tidak ada apa-apa Konan-nee, sudahlah berhenti menggodaku!"Ucapku. aku lihat Konan-nee tertawa.

"Baiklah, sudah cukup aku menggoda Hinata-chan nanti bisa mati karena malu lagi."Ucapnya dengan uluran lidah.

"Penampilan selanjutnya adalah LaVioStar, mana suaranya LVF?"Teriak pembawa acara. Kami langsung memasuki panggung acara. Teriakan dari para LVF memberi kami semangat lebih. Kami akan menyanyikan lagu andalan kami Be first.

Selesai membawakan lagu itu kami kembali ke backstage. Kali ini adalah bagian pembacaan nominasi Girlband terfavorite dan kami berharap bisa memenangkannya.

"Baiklah sekarang adalah pembacaan nominasi Girlband terfavorite pilihan pemirsa di Palace Star Awards"

"Dan Nominasinya adalah…"

''

''

''Love'

' Love'

''

"Dan pemenangnya adalah…. LaVioStar!"Ucap pembaca nominasi.

Mendengar nama kami disebut, sontak kami langsung berteriak senang. Kami berlima pun naik keatas panggung untuk menerima penghargaan. Yang menjadi juru bicara adalah Konan-nee.

"Terima kasih pertama kami ucapkan kepada Tuhan, lalu kepada orang tua kami tidak lupa juga kepada teman-teman yang sudah mendukung kami. Dan yang paling istimewa adalah LaVioFans sekalian, We love you guys! Thanks for your support!" setelah mengucapkan itu kami pun turun dari panggung.

"Wow! Good ladies!"Ucap Sasori ketika kami sampai dibawah.

"Thanks, nanti pasti Wolf Prince juga akan dapat."jawabku seraya tersenyum.

"Doakan saja."Ucap Sasori.

.

.

.

Usai acara kami bermaksud langsung kembali ke base camp. Kami menuju mobil khusu LVS.

"Hinata!" suara seseorang mengehentikan langkahku.

"Sasori? Ada apa?"tanyaku heran. Dia berhenti didepanku dengan nafas terengah-engah.

"Besok ada acara?"Tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku.

"Sepertinya tidak ada, memangnya kenapa?"Tanyaku lagi.

"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan."Jawabnya dengan senyuman.

"Kemana?"Tanyaku lagi. Dia memutar bola matanya seperti sedang berpikir.

"Kita lihat saja besok. Kau mau kan?"Tanyanya kepadaku. Kini giliran aku yang memutar bola mataku.

"Hmm… baiklah."Jawabku. ia tersenyum cerah.

"Oke, besok ku jemput dirumahmu ya." Ucapnya dan langsung berlalu pergi tanpa mengindahkan jawabanku. Aku hanya geleng-geleng kepala melihatnya, benar-benar seperti anak kecil.

Aku kembali berjalan ke mobil LVS, tapi lagi-lagi langkahku terhenti ketika suara ponsel berdering. Ada sms masuk.

Private Number

Hinata... jangan pergi dengannya ku mohon. Aku tidak ingin kau berurusan dengan dia. Kau tidak tahu siapa dia sebenarnya. Aku mohon Hinata, batalkan sebelum terlambat!

Aku mengerutkan keningku saat membaca sms itu. Siapa orang ini? Siapa yang dimaksud dengan 'dia'? apakah 'dia' itu Sasori? Kenapa orang ini melarangku pergi dengannya?

-TBC-

Huwaa! Akhirnya kelar juga chapter 4… Gomen ya kalo updatenya kelamaan. Abis Hana bingung dan ragu-ragu untuk meneruskan fic ini. Jelek ya? Pasti deh. Hana udah mencoba yang terbaik… tapi beginilah jadinya. Semoga reader tidak kecewa ya? Arigatou yang sudah baca dan Review. Sekarang Hana mau balesin Review yang ga login.

Rajakelelawar: Arigatou pujiannya, hehe maaf ya updatenya kelamaan, terima kasih karena sudah membaca fic ini.

Finestabc: hehe iya, maaf ya updatenya kelamaan *bungkuk. Arigatou reviewnya.

Shyoul lavaen: Neji? kita lihat aja nanti ya hehe *dihajar. Fugaku dll masih ada kok, kan nama perusahaan U.S. Corp. itu perusahaan sasuke sendiri. Ini udah update, gomen lama^,^

Kiki: iya udah update, arigatou.

Yang login dibalas via PM. Arigatou udah baca dan kalo berkenan tolong berikan

R

E

V

I

E

W

^,^