Hari ini Akademi Yoba di buat heboh saat tadi pagi Naruto dkk memasuki sekolah dengan tas besar yang ada dipunggung mereka. Tidak hanya itu, pada saat jam istirahat, di dinding sekolah digital yang biasanya terpasang para poster grup-grup DJ yang ingin konser, ternyata di sana menunjukkan sesuatu yang tidak di duga sehingga para murid banyak yang berkumpul untuk melihatnya.

Poster digital yang menampilkan foto grup Naruto membuat 2 baris di bagian tengah poster. Baris pertama bagian atas ada Shikamaru dengan pianonya dan Kiba menegang stik drumnya sambil bergaya. Di baris kedua ada Menma dan Sasuke di kiri dan kanan dengan Bass dan Gitar mereka lalu terakhir di tengah-tengah ada Naruto berpose menyanyi dengan mic yang di pegang satu tangan sambil menggendong gitarnya, tentu saja mereka semua memakai seragam Akademi Yoba. Di atas foto tersebut, di tulis logo Argonavis berwarna biru. Terakhir di bawah fotonya, ada tulisan pukul 15:00 di ruangan aula konser no 3.

Meski terlihat sederhana dan tidak ada hiasan apapun, poster tersebut yang muncul di seluruh akademi sudah cukup jadi topik pembicaraan semua murid.

"Tiba-tiba membuat konser band, Naruto-kun selalu membuat kejutan." ujar Esora menatap poster itu dengan kagum. Mereka- para Peaky P-key berada di belakang murid-murid tersebut.

"Tapi bukannya ini terlalu mendadak?"

"Tidak." Shinobu menengok dan menyela pertanyaan dari Jennifer membuat ia di tatap oleh kedua gadis tersebut. "Hikawa tidak seceroboh itu. Setahuku, membuat band itu jauh lebih sulit karena harus berbagi nada dengan orang lain, berbeda dengan DJ yang cukup seorang saja yang memainkannya. Selain itu, progress membentuk Band tidak bisa terburu-buru begitu saja." Ia memicingkan matanya terhadap poster tersebut. "Dengan kata lain, Hikawa telah merencanakannya sejak jauh-jauh hari sebelumnya."

Dalam pikiran Shinobu, ia tidak mengerti alasan kenapa Naruto membuat band. Bukankah dengan kemampuannya dalam DJ, rivalnya itu bisa membuat grupnya lebih mudah? Otaknya terus berputar-putar, memikirkan dan mencari kemungkinannya.

Ujaran dari Shinobu membuat Jennifer dan Esora terdiam. Tidak bisa di pungkiri kalau Shinobu ahli dalam apapun yang berhubungan dengan musik. Jennifer kemudian menengok ke arah Kyoko yang daritadi tidak bersuara.

"Kyoko?"

Gadis yang di panggil tidak menyahutinya. Kyoko terus-menerus menatap poster tersebut, atau lebih tepatnya ke arah Naruto. Di saat ia melirik gitar Naruto, sekelebatan ingatan muncul di pikirannya sehingga mata Kyoko melebar. Apa mungkin ini ada hubungannya dengan konser 2 minggu yang lalu?

'Hikawa-kun. Apa kau ingin mengikuti Nee-san mu, Hina-senpai?'

.

Beralih ke sisi lain akademi, atau lebih tepatnya di bagian depan aula konser 3, terdapat tulisan "Dilarang Masuk" terpasang di pintu tersebut sehingga para murid yang kebetulan lewat mengurungkan niatnya untuk mengintip apa yang Naruto dkk lakukan.

Tap

Tap

"Yah~ ternyata kita tidak bisa masuk."

Rinku mendesah kecewa kalau ia tidak bisa memasuki aula konser untuk sekarang. Padahal ia sangat penasaran dengan permainan Naruto dengan benda yang di sebut gitar itu.

"Tuhkan. Apa yang ku bilang, Rinku? Mereka sekarang pasti saat ini sedang sibuk."

Muni menghela nafas atas bebalnya Rinku. Padahal ia sudah bilang sebelumnya, tapi dia tidak percaya sama sekali.

Maho mengangguk setuju. Pandangannya ia alihkan ke arah Rei yang sedang mencoba menghubungi seseorang, tapi tak lama Rei menutup telponnya dan menatap teman-temannya dengan gelengan.

"Shikamaru-san tidak mengangkatnya. Nampaknya apa yang di bilang Muni-san benar."

Maho dan Muni sudah menduganya. Mereka tidak bisa di ganggu untuk sekarang, yah... tapi Rinku dengan cepat memegang gagang pintu dan ingin membukanya dengan paksa. Tentu saja mereka bertiga terkejut dan langsung menghentikan pergerakan vokalis Happy Around itu.

"Lepaskan! Aku ingin melihat Naruto-chan!"

"Rinku! Kau tidak boleh memaksakan niatmu!"

"Benar, Rinku. Naruto akan marah kalau kau begini."

"Saat ini kamu harus bersabar dulu, Rinku-san."

Sebelum Rinku membuat keadaannya jadi kacau, tiga gadis itu menyeretnya pergi dari sana tak memperdulikan gadis blonde bercampur coklat itu protes membuat murid-murid lain yang melihat mereka jadi Sweatdrop.

"Naruto-chan!!" teriak Rinku memanggilnya berharap pemuda itu mendengarkannya.

.

Hatchii!

"Kau sakit?"

"Tidak. Rasanya seperti ada yang memanggilku di luar."

"Hanya perasaanmu saja."

"Mungkin kau benar, Sasuke."

.


Summary: Band sudah terbentuk dan perjalanan akan dimulai dari sini. Kegilaan akan menghiasi jalan mereka termasuk Naruto yang di dekati banyak gadis termasuk kakak-kakak kembarnya sendiri.

.

Rate: M

.

Disclaimer

-Naruto by Masashi Kishimoto-

-Bang Dream by Nakamura Kou / Takaaki Kidani-

-D4DJ by Nakamura Kou / Takaaki Kidani-

Genre: Family, School, Harem, Ecchi, Music, Romance (?), Friendship, Humor walau garing.

.

Pair

Naruto x (Single? or Harem?)

Sasuke x (?)

Menma x (?)

Kiba x (?)

Shikamaru x Rei (D4DJ)

.

Warning: Incest, Pemula, Typo, etc...


Waktu pun berlalu dengan cepat, sehingga tanpa sadar sudah pukul 14:55 sore. Artinya, 5 menit lagi, konser yang di adakan oleh grup Naruto sebentar lagi akan di mulai. Para penonton yang di dominasi perempuan sudah memenuhi aula konser. Mereka sangat ingin melihat penampilan dari grup Argonavis yang terlihat di posternya akan memainkan alat musik band, sesuatu yang tidak biasa dari sekolah ini yang kebanyakan bermain DJ.

Member Peaky P-key dan Happy Around berada di tengah-tengah penonton.

"Woah... Jadi tidak sabar melihat Naruto-chan. Iya kan? Kyoko-chan?" Ia mengucapkannya dengan antusias menatap panggung yang masih gelap.

"A-ah. Tentu." Kyoko menjawabnya dengan agak terbata. Ia menggelengkan kepalanya agar bisa menghilangkan perasaan tak enak di hatinya.

'Aku tidak boleh terus memikirkannya.'

.

"Kyaa..."

Murid-murid terutama perempuan berteriak begitu lampu panggung sudah menyala. Disana, lima pemuda yang di tunggu sudah berada di posisi masing-masing dengan alat musik mereka.

"Konbawa..." Naruto yang berada di paling tengah panggung menyapa dengan mic yang terpasang di depannya. Ia bisa melihat para penonton memakai gelang bercahaya di kedua tangan mereka. Benda itu sudah lumrah di sekolah ini sebab pastinya ada yang mengadakan konser, entah itu grup manapun.

"Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih karena kalian menghadiri konser kami untuk pertama kalinya. Mungkin tidak sebagus di luar sana, tapi kami akan memberikan penampilan yang terbaik."

Naruto sebagai leader dengan kebijaksanaannya membuat kata-kata pembuka sebagai salam. Tapi itu di sela oleh seseorang...

"Tolong kata-kata pembukaannya jangan panjang-panjang."

""Hahaha..."""

Perempatan tercipta di dahi Naruto. Ia bisa melihat Kiba menghindari tatapannya sembari bersiul-siul dengan kedua tangannya yang memegang stik drum di belakang kepalanya.

Ia kesal karena penonton jadi tertawa karenanya. Pada akhirnya ia menghela nafas sejenak. Kiba benar, tidak baik membuat penonton menunggu hanya demi kata pembuka yang tidak perlu.

"Pertama-tama ku perkenalkan anggota band ini...

... Lead Guitar, Uchiha Sasuke!"

Setelah Naruto mengucapkannya, Sasuke memainkan beberapa nada dari gitarnya.

"Bass, Namikaze Menma!"

Tidak mau kalah, Menma juga memetik senar bassnya dengan bagus.

"Drum, Inuzuka Kiba!"

Dengan semangat Kiba memukul-mukul drum dan simbal sehingga penonton kagum. "Yoroshiku." ujarnya dengan seringai andalannya.

"Keyboard, Nara Shikamaru."

Alunan lembut terdengar saat Shikamaru menekan benerapa tits Keyboardnya.

"Dan Guitar sekaligus Vokalis, Hikawa Naruto!" ucap Menma yang mengambil alih perkenalan terakhir. Mereka bisa melihat Naruto melakukan hal yang sama dengan Sasuke sebelum membungkuk sebentar.

"Baiklah, inilah lagu pertama dari kami..." Ada jeda sesaat dari Naruto, lalu melanjutkannya. "... Scarlet Sky"

(drive,google,com/file/d/1mN7FOSEH54E-3Yij-gcedDu23CRA7ED/view?usp=drivesdk)

Lagu telah berakhir. Naruto sedikit menarik nafas sebentar. Ia bisa melihat para penonton sunyi tanpa suara, sehingga perasaannya khawatir. Tapi apa yang terjadi selanjutnya membuat ia tersentak.

"WOAH!"

Penonton berteriak-teriak senang setelah Naruto menyanyikan lagu tersebut. Bagi mereka, ini adalah pertama kali melihat sang Prince bernyanyi di hadapan di depan mata mereka sendiri.

"Sugoi Sugoi Sugoi." Rinku mengulang-ulang perkatannya sembari melompat-lompat kecil bak anak kecil.

"Lumayan juga mereka." ujar Muni dengan gaya Tsundere nya. Ia akui kalau mereka cukup bagus.

"Shikamaru-san, kerja bagus." Rei tersenyum bangga melihat kekasihnya sudah berada di atas panggung.

Sedangkan Maho menatap Naruto dengan penuh tekad. "Ternyata kau memang pantas untuk aku lampaui, Naruto."

Beralih ke Peaky P-key di sebelah Happy Around yang kagum dengan penampilan Argonavis.

"Walau ini penampilan pertama, kurasa ini sudah hebat."

"Ya. Apalagi Naruto-kun, dia seperti sudah berpengalaman dengan gitarnya."

Jennifer dan Esora memberikan komentar penuh pujian terhadap Naruto dkk.

"Shinobu, bagaimana menurutmu?" tanya Esora kepada Shinobu di sampingnya yang sedang menyilangkan tangannya.

"Meski ada sedikit kasar, tapi ini lebih baik dari penampilan pertama kita dulu." ucap Shinobu tanpa melihat kedua sahabatnya dan keduanya setuju dengan pendapat gadis surai pink itu. Namun yang mereka tidak tahu, Shinobu membatin di dalam hatinya saat memicingkan matanya ke arah Rivalnya dalam membuat lagu DJ.

'Apa yang kau lakukan sekarang? Mengapa?'

Sementara Kyoko hanya diam memandang orang yang merebut hatinya dengan ekspresi tak terbaca. Rasa tak enak di hatinya semakin pekat membuat ia sangat gelisah. Ia meremas seragamnya di depan dadanya untuk mencoba menghilangkan perasaan itu.

'Hikawa-kun.'

.

Tou-san...

Kaa-san...

Nee-chan...

Apakah ini yang di rasakan kalian?

Membuat orang bahagia dengan Musik...

Senyuman mereka...

Raut bahagia mereka...

Rasanya menakjubkan...

Selain itu...

Perasaanku berdebar-debar...

Seolah aku menemukan apa yang kucari selama ini...

Inikah... Arti dari musik itu?

Aku selalu ingin melakukannya lagi dan lagi...

Naruto bermonolog diri sendiri dengan wajah senang memandang penonton yang berteriak-teriak menyebut nama bandnya. Ia menengok kearah teman-temannya yang juga melihatnya dengan ekspresi tak jauh beda dengannya.

Ia membuat kode anggukan yang di pahami oleh anggotanya. Lalu Naruto memandang kedepan lagi.

"Selanjutnya, inilah lagu kedua kami..."

Riuh penonton mulai mereda ketika Naruto menarik nafas dan menutup matanya sampai suasananya hening.

Begitu iris lime pemuda itu terbuka, tak ada lagi wajah senang sebelumnya. Pancaran matanya yang begitu serius membuat beberapa orang terutama Peaky P-key dan Happy Around tersentak.

"..." ucap Naruto menyebutkan judul lagunya.

.

Di hari itu, beberapa gadis menyadari kalau mereka melihat sisi Naruto yang sebenarnya saat bermain gitar daripada bermain DJ.

.

Omake

"Hika-chan akhirnya serius juga ya..."

"Mah... Kalau tidak begitu, Kouhai tidak bisa mengalahkan kita bukan?"

"Kau benar, Chi-chan."

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu!"

.

"Lagu Naruto-kun bikin aku deg-degan."

"Serius? Boleh aku pegang Oppaimu?"

"Mana ada!"

"Sudahlah, kalian jangan terlalu berisik!"

Gyut

"Kyaa!"

"Funabori-san, mau memegang punya Takao-san?"

"Lepaskan tanganmu, Roka!"

Funabori hanya bisa tersenyum pasrah terhadap kelakuan teman-teman seangkatannya.


Untuk sekarang, gw gak bisa berkata banyak. Gw mencoba untuk menulis kembali.

See You Next Time