Disclaimer : Masashi Kishimoto
Title : The Strange Family
Genre : Humor, Family, Romance(maksa)
Warning : Gaje, abal, don't like don't read
Ehm.. hallo.. saatnya jawab review dulu.
Wiwi sukabacafict: makasih ^^
Honami Michiyo: okeoke, ini ga di delete kok . Iya, Neji, Sai, Sakura sama Hinata jadi sodara. Ehm, Naruto ga tahan sama pesona Hinata kali. Hhee. Ntar di certain kok kenapa Naruto bisa ngelakuin 'itu' sama Hinata. Hihi ^^
-vent: makasih sarannya. Iya, Sasuke belum muncul di chapter 1, di chapter ini baru muncul. ^^
ichasana-hyuuga: jangan panggil senpai dong, panggil bella-chan aja ya. Aku belum mahir soalnya,hehe. Pasti ga di bikin jelek lah. Dia kan Angel .^^
UchihArlinz Ayank-chan: okeoke, ini udah update kok, di usahakan cepat, maaf kalau lama, karena banyak tugas-tugas menanti.^^
Kara kuru koro kora-kora: panggil bella-chan aja, Ga papa kok, makasih senpai atas pemberitahuannya. Ilmu ku jadi bertambah .^^
Yue Heartphilia: ini udah update kok. Makasih ya . ^^
d3rin: ini udah update. .^^
Thia Nokoru: this is it .^^
sakulov: iya di chapter 1 belum muncul. Di chapter ini muncul kok .^^
lucem ferre 123: makasih pemberitahuannya. Itu sangat berguna bagi saya. . Ceritanya tentang 4 bersaudara itu semua, tapi lebih banyaknya ke Sakura (ga tau juga sih, soalnya bisa berubah-ubah ni ide nya).^^
kitsune murasaki have a poker face: mirip kamu ya? Hhe. Sasuke di chapter ini muncul kok.^^
Devil's of Kunoichi: ini udah ada, di baca ya .^^
Beesmiley: iya cek sayoong. Chapter 1 hhmm,seperti prolog ceritanya. Kok intro cek? Intro kan buat lagu. Ckckck. :D.^^
Andromeda no Rei ga-log-in : oke! XD. ^^
floulite : this is it . ^^
Hime Aletta: oke. Sengaja di bikin beda Hime-chan. Namanya juga strange family(keluarga aneh). Ntar di jelasin kok kenapa namanya di beda-bedain sama ortu mereka dan kenapa Neji dan Hinata marganya sama. Iya, tidak bisa dipungkiri memang banyak typo. Rating T semi M, bisa di bilang begitu. Hmm, tapi masih aman kok. So, baca ya .^^
Yusei'Uzumaki'Fudo: iya, makasih pemberitahuannya senpai. ^^
blue sakuchan: this is .^^
haruno gemini-chan: makasih. Jadi selingkuhan kamu?. Neji bakal nyanyi "Aku tak mau, jikalau aku di madu" *neji dangduter*. Untuk marga, ntar di jelasin kok kenapa nama mereka beda-beda, ada yang sama, dan ada yang tidak pake marga. ^^
The Strange Family
Chapter 2
Sakura menenteng blazer hitam kepunyaannya sambil bersiul di sepanjang jalan. Ia memutuskan untuk berjalan keluar rumah setelah Neji memberitahu-nya bahwa ibu dan ayah mereka akan pulang besok. Bukannya tidak senang kedua orang tuanya pulang, tapi dia pasti akan di ceramahi habis-habisan untuk kesekian kalinya. Yang pertama, mengubah dekorasi kamarnya menjadi nuansa gothic. Yang kedua, tidak merubah cara berpakaian dan bertingkah laku tidak selayaknnya perempuan. Yang ketiga, bekerja di sebuah bengkel menjadi seorang montir.
Sakura menendang sebuah kaleng cola.
DUG
Kaleng yang di tendang Sakura tepat mengenai kepala seorang pria berambut model pantat ayam yang sedang berjalan dengan keren-nya. Sakura meneguk ludahnya. Ia berbalik arah sambil berjalan cepat. Sementara pria tersebut menggerutu sambil menunjuk-nunjuk gadis pink yang bersalah namun kabur dengan wajah tanpa dosa.
Sasuke's POV
Aih sial sekali. Aku tadi baru keluar dari mobil BMW kesayanganku. Berjalan dengan gagahnya, sambil memaerkan senyuman menawanku, di ikuti dengan teriakan para fans ku. Tapi, sebuah kaleng cola berwarna merah ini membuat semuanya terbalik. Semua orang di sekitarku tertawa. Ck! Saat aku lihat ke belakang untuk melihat siapa yang melemparku, ternyata dia seorang gadis. Gadis itu berbalik badan. Awas saja dia kalau aku bertemu dengannya lagi. Ku hafalkan cirri-cirinya, rambutnya berwarna pink—tunggu, pink? Aneh!, memakai celana jeans selutut, sepatu boots hitam, tank top putih dan menenteng blazer di tangan kanannya. Hei, aku hafal sekali? Tentu saja seorang Uchiha selalu cepat menghafal.
Nama : Sasuke Uchiha
Pekerjaan : Designer termuda di Jepang dan memiliki perusahaan majalah terkenal 'Cool'
Status : Jomblo
Target : Menemukan pasangan yang menarik
Anak bungsu dari 2 bersaudara
Julukan : Perfect Man
Perekenalkan, namaku Sasuke Uchiha. Aku adalah designer termuda, tertampan, dan terkaya di Jepang. Aku mempunyai banyak perusahaan, salah satunya perusahaan majalh ku ini 'Cool'. Majalah yang memuat tentang pakaian, celana, sepatu, apapun yang sedang menjadi mode. Dan bisa menjadi pusat mode. Orang-orang menjuluki ku sebagai 'Perfect Man'. Sempurna? Ya. Aku tampan, banyak wanita yang ingin bersamaku. Bahkan ada yang mau menbayarku dengan uang triliunan untuk menyentuh wajahku. Aku pintar—tidak aku itu jenius!, ntahlah, mungkin saat Tuhan membagi-bagikan otak, ia tidak menimbangnya lagi. Aku kaya, dompetku selalu tebal, kartu kredit pun tersedia. Aku berbakti pada orang tua, aku sangat menyayangi orang tuaku, apa yang mereka inginkan akan aku turuti. Aku pun taat pada Tuhan, aku rajin ke gereja setiap minggu. Ah ya, aku punya seorang kakak, dia sangat gila(?). kenapa aku menyebutnya gila? Karena bagi ku dia memang gila, setiap ada aku dia akan bertingkah berlebihan atau bahasa gaulnya lebai. Dia bekerja menjalankan perusahaan bengkel milik ayah. Ayahkku memiliki banyak perusahaan, jadi ia menyerahkan beberapa perusahaannya pada aku dan kakak-ku. Tujuanku saat ini adalah mencari pasangan yag menarik. Banyak gadis cantik mendekatiku, tapi aku tak tertarik pada mereka. Kenapa? Aku homo—bukan! mereka itu seperti merendahkan martabat seorang wanita. Ya, baiklah, 15 menit lagi akan ada meeting, ada pemilihan beberapa pegawai yang akan di jadikan designer di tempat perusahaan majalah milikku. Sudah ku bilang aku ini kaya. Apa aku terlalu pamer? Tidak—aku hanya memberi tahu kalian saja kok. *Sasuke kedipin mata*
End Of Sasuke's POV
.
.
.
Sakura menghentikan langkahnya dan berbalik badan lagi.
'Untuk apa aku lari?. Sejak kapan aku menjadi seorang pecundang seperti ini?' batinnya
Ia kembali melewati jalan ke tempat ia menendang kaleng 15 menit yang lalu.
"Aduh.. aku terlambat! Hah, aku lupa membawa blazer ku." Ucap seorang gadis berambut merah sambil berjalan. Ia melihat seorang gadis buble gum sedang menatap gedung yang akan di masuki-nya. Gadis tersebut sedang menenteng blazer di tangan kanan. Gadis berambut merah itu pun segera berlari dan menyambar blazer gadis tersebut.
"Aku pinjam sebentar!" teriak gadis tersebut.
Gadis buble gum tersebut spontan mengejar gadis berambut merah tersebut.
"Hei, jambret! Kembali kau!" teriak Sakura sambil berlari mengikuti gadis tadi.
Gadis berambut merah tersebut memasuki lift. Namun Sakura terlambat 3 detik untuk memasuki lift yang sama. Sakura melihat ke samping lift yang menunjukkan lift tersbebut akan berhenti di lantai 5. Sakura segera menuju pintu darurat dan berlari menaiki tangga menuju lantai 5. Tak sia-sia dia selalu melatih tubuhnya setiap hari dengan jogging 5 kali keliling komplek.
'Sialan. Dimana gadis itu?' batinnya
Sakura menemui resepsionis yang ada di lantai tersebut.
"Maaf, apa kau melihat seorang wanita berambut merah lewat sini?" tanya Sakura
"Maksud anda Karin-san? Dia sedang mengikuti rapat." Ucap si resepsionis tersebut.
"Aku mau menemuinya sekarang." kata Sakura dengan nafas masih terengah-engah.
"Tidak bisa. Anda harus menunggu sampai rapat itu selesai."
Sakura memutar bola matanya. Ia berjalan ke ruangan bertuliskan 'Meeting Room'.
Cklek.
Semua mata menuju ke arah Sakura. Sakura hanya menatap meraka dengan malas dan mencari gadis berambut merah.
"Maaf mengganggu. Aku hanya ingin menemui dia." Ucap Sakura sambil menunjuk Karin.
"Tapi kami sedang rapat. Silakan menunggu di luar." Kata seorang pria berjenggot putih.
Sakura memutar bola matanya, ia berjalan menuju tempat Karin. Ternyata Karin sedang mempresentasikan pakaian yang sedang di buatnya.
"Lepaskan blazer ku." Kata Sakura sambil menaruh tangan kanannya di atas meja.
"Kau ini siapa? Ini blazer ku." Kata Karin.
Sakura menyunggingkan bibirnya.
"Namamu Karin bukan? namaku Sakura Haruno." Ucap Sakura
"Aku tidak mau berkenalan dengan orang tak sopan seperti mu. Mengakui barang milik orang lain. Hah, tak tau malu sekali." Kata Karin
Sakura mendecak.
"Baiklah. Kalian semua bisa membaca bukan?" tanya Sakura pada orang-orang yang ada di ruangan tersebut.
"Ya, tentu saja." Jawab orang-orang tersebut.
"Baca nama yang tertera di blazer tersebut." Ucap Sakura sambil menunjuk blazer miliknya.
Karin menunduk untuk melihat, name tag tersebut jelas-jelas bertuliskan 'Sakura Haruno'.
"Lepaskan!." Kata Sakura
Karin melepaskan blazer milik Sakura.
"Tak bisakah kau pinjamkan aku? Aku hanya memakai tank top." Kata Karin
"Bukan urusanku." Ucap Sakura sambil merampas blazer miliknya dari genggaman Karin.
"Maaf mengganggu." Kata Sakura sambil berjalan. Namun ia menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Pakaian yang kau buat cocok untuk nenek ku. Kau membuat banyak renda di kerah dan di bawahnya. Aku akan memesannya jika itu jadi di jual." Kata Sakura. Karin yang mendengar itu wajahnya memerah, di ikuti oleh komentar-komentar yang keluar dari mulut para pengikut rapat.
"Ah ya, aku lupa satu hal. Kau itu tidak tau malu sekali, mengaku-ngakui barang milik orang lain. Dasar tidak sopan. Aku tidak mau kenal denganmu." Kata Sakura sambil menyunggingkan senyumannya lagi.
Sakura tak menyadari bahwa seseorang menatapnya dengan tajam, Sasuke Uchiha. Ia terlihat menyeringai melihat gadis pink tadi.
"Rapat di tunda 10 menit." Ucap Sasuke.
Ia keluar dari ruangan tersebut dan mencari gadis pink tadi. Namun ia tak menemukannya.
'Semoga bisa bertemu lagi.' batin Sasuke.
.
.
.
"Hinata kau masak apa hari ini?" tanya Neji
"Aku masak ayam goreng, ayam panggang, ayam kecap, ayam tiram, dan sate ayam." Jawab Hinata sambil meletakkan piring-piring di meja makan.
Neji menghela nafasnya.
"Dasar penggila ayam." Kata Neji
Hinata tersenyum mendengar ucapan kakak-nya.
"Neji-nii, tolong panggilkan Sakura-nee dan Sai-nii." Kata Hinata
"Baiklah." Neji keluar dari ruang makan tersebut dan menaiki tangga ke lantai dua.
'Oh Tuhan, bagaimana memberitahu mereka soal kehamilan ku ini?' batin Hinata sambil memegangi perutnya.
.
"Ada apa Hinata? Kau terlihat bingung." Tanya Sakura
Hinata menggeleng.
"Kau tau, di antara kita ber empat. Hanya kau yang tak bisa berbohong." Kata Sai sambil mengoceh dengan nasi yang masih ada di mulutnya, sehingga nasi-nasi tersebut muncrat-muncrat.
BLETAK
"Kunyah dulu baru ngomong." Ucap Neji sambil membersihkan wajah tampannya dari nasi muncratan Sai. Sedangkan Sai hanya menegakkan jari telunjuk dan jari tengahnya, menandakan 'peace'.
Hinata meletakkan sumpitnya. Ia menundukkan kepalanya.
"Kakak, aku hamil." Ucap Hinata pelan.
"Wah, aku jadi tidak sabar punya keponakan." Ucap Sakura
"Aku ingin cepat-cepat menggendongnya." Kata Sai
"Aku mau.. hei tunggu!." Teriak Neji
Sakura dan Sai menatap kea rah Neji.
Loading 10%
45%
85%
90%
99,5%\
100% Loading Success!
"Wuaaah! Apa? Kau hamil?" teriak Neji, Sai, dan Sakura yang spontan sambil berdiri dan menatap Hinata yang sedang menunduk dengan isakan tangis-nya.
"Siapa yang menghamilimu?" tanya Neji
"Seseorang yang sangat aku cintai." Jawab Hinata
"Siapa Hinata?" tanya Sai yang lebih lembut.
"Naruto-kun." Ucap Hinata
"Sai, Sakura, siapkan peralatan kita." Kata Neji
Sai dan Sakura mengangguk.
"Tolong jangan apa-apakan dia kak. Dan tolong rahasiakan ini dari ibu dan ayah." Kata Hinata
"Kami hanya ingin bermain-main kok. Dan masalah ini, memang harus di rahasiakan." Kata Neji
Sakura dan Sai telah selesai dengan peralatan mereka.
Neji, Sai, dan Sakura memakai pakaian hitam-hitam, di lengkapi dengan tas kecil di pinggang mereka.
1 2 3, ketiganya memakai kacamata hitam bersamaan.
"Ayo kita pergi." Kata Neji sambil menunjuk tangannya ke atas.
Mereka bertiga pun berjalan bersama.
"Stop!"
"Alamat rumahnya dimana?" tanya Sakura
"Komplek Kukhu no. 4D." Kata Hinata
"Ayo, kita lanjutkan petualangan kita." Kata Sai
BLEPAK
"Petualangan muke lu!. Komplek Kukhu Cuma 2 blok dari sini." Kata Neji sambil menjitak kepala adiknya yang langsung benjol.
"Ngomong-ngomong bagaimana cirri-cirinya?" tanya Sakura
"Dia itu tampan, kekar, punya otot yang kuat, suaraya sexy.." kata Hinata dengan mata yang berbinar-binar.
"Aduh Hinata, cirri-ciri yang lebih spesifik."
"Rambutnya seperti duren. Punya kumis seperti kucing. Selalu memakai jaket berwarna orange." Kata Hinata.
.
.
.
"Ini rumahnya." Kata Sakura sambil melihat nomor yang tertera di dinding rumah tersebut.
"Apa dia yang bernama Naruto?" tanya Sai sambil menunjuk seorang pria yang baru keluar dari mobil sport berwarna orange.
"Mungkin saja." Kata Neji
"Sai move!." Kata Neji
Sai mendekati Naruto dan membekap mulutnya. Naruto mencoba memberontak tapi kalah dengan kekuatan Sai. Sai membawanya ke tempat persembunyian mereka. Gang buntu.
"Hei, kau Naruto?" tanya Neji
"Ya. Kalian siapa?" tanya Naruto
"Kami adalah Power Ranger, pembela kebenaran, menumpas kejahatan." Kata Sai sambil meletakkan tangannya di depan dadanya.
BLETAK
Neji menjitak (lagi) kepala Sai.
"Ulang-ulang." kata Sakura
"Kami adalah kakak-kakak keren Hinata." Teriak mereka bertiga.
BYUUR
Ada seseorang membuang air adari atas.
"Ini sudah malam, jangan berisik. Anakku mau tidur!." Kata seorang ibu-ibu.
"Ya maaf!." Teriak Neji.
Neji, Sai, dan Sakura melihat kea rah Naruto yang sedang tertawa cekikikan seperti kuntilanak ketemu mangsa.
"Berhenti tertawa!." Kata Sai
"Kau menghamili adik kami!." Kata Sakura
"Apa? Benarkah Hinata hamil? Kalau begitu kami harus menikah. Aku akan siapkan pesta pernikahannya, aku akan mengatur segalanya." Kata Naruto
"Baiklah. Aku setuju dengan pernikahan kalian. Tapi, tidak usah ada pesta-pesta. Kalian menikah secara sembunyi. Dan pernikahan ini, orang tua kita tidak boleh tau" Kata Neji
"B..baiklah." kata Naruto
"Dan sebelum kau resmi menjadi adik ipar kami. Kau harus menndapatkan hadiah spesial." Kata Neji sambil menyeringai seram.
"Hah? Hadiah? Aku tidak beli hadiah Neji-nii." Ucap Sai
BLETAK
Sai mendapatkan jitakan (lagi) oleh Neji tepat di kepalanya.
"Sakura, sarung tinju." Kata Neji
Sakura memberikan sarung tinju berwarna merah pada Neji.
Sakura menyiapkan kuda-kuda. Sedangkan Sai menghindar. Ia memang tidak tau cara berkelahi.
BUAAG
DUAAG
Naruto pulang dengan mimisan, dan ketiga bersaudara pulang dengan kemenangan.
"Apapun yang terjadi, aku akan menikahi Hinata." Teriak Naruto
Neji, Sai, dan Sakura mengangkat jempolnya ke udara.
TBC
Gimana? Kurang memuaskan kah?
Apa pun itulah : REVIEW PLEASE
