Chapter 3

Fanfic : Sasuke Vs Sakura

Author : Naumi Megumi

Pairing : SasuSaku

Rate : T

Genre : Romance/Friendship/Humor

Disclaimmer : Naruto milik Mashashi Kishimoto

Sasuke Vs Sakura hanya milikku, selamanya

Warning : OOc banget, Gaje, Alur kecepatan, Typo, abal, Update tak tentu, dan hanya terima FLAME YANG MEMBANGUN!

Summary : Sasuke adalah cowok idola di Konoha Hight School, tampan, cuek, dan juga seenaknya saja. Banyak yang mengaguminya, tapi satu pun tidak ada yang menarik dimata Sasuke hingga ada seorang cewek yang selalu jadi saingannya. Dan karena persaingan itulah timbullah benih-benih cinta.

Pengen tau ceritannya? Ayo baca!

Don't like don't read

Jangan lupa RnR-nya

Happy Reading

Sasuke Vs Sakura

Chapter 3

Keadaan pun kembali normal dengan kepergian si alis tebal (baca: Lee) yang sangat mengganggu ketentraman Naruto dan Sakura.

Dan tiba-tiba

Terdengar suara teriakan dan gemuruh-gemuruh….

Duar! Duar! *lebay*

Terdengar suara teriakan para penghuni KHS terutama para cewek dan sepertinya meneriakkan nama seseorang.

"Aaaaaaaa….Sasuke-Kun…!" cewek-cewek meneriaki nama Sasuke yang baru masuk kelas. Dan tentu Sasuke tidak menggubris teriakan itu. Dia berjalan ke arah Sakura yang sedang ngobrol dengan Naruto.

"He, Apa maksud perbuatan Loe tadi?" tanya Sasuke pada Sakura dengan suaranya masih saja datar.

"Tadi itu pelajaran buat orang yang nggak punya perasaan kayak elu." Jawab Sakura dengan santainya.

"Apa? Loe nggak tau gue ini siapa?" tanya Sasuke mulai naik darah.

"Ya tau lah. Loe itu Sasuke'kan? Dan loe bukan presiden." Jawab Sakura masih santai menanggapi Sasuke yang mulai emosi.

"Dasar kau! Jidat lebar!" ejek Sasuke.

Sakura lalu meraba jidatnya, 'Sial! beneran jidat gue lebar! Dasar Sasuke sialan!' ucap Sakura dalam hati.

"He, jangan ngomong seenak udel loe ya. Dasar pantat ayam!" ucap Sakura balik mengejek. Sakura sudah mulai terpancing juga emosinya.

"Eh loe, jangan ngomong sembarangan ya, Jidat! Rambut gue ini sekarang lagi ngetrend-ngetrendnya. Dasar jidat lebar nggak tau fashion….!" Sanggah Sasuke yang tidak terima rambutnya yang super keren di bilang kayak pantat ayam.

"Apa? Ngetrend? Dari mana? Dari Hongkong?" ejek Sakura

"Bukan dari Hongkong, tapi asli dari Jepang." Bela Sasuke.

"Halah, model rambut kayak gitu aja dibanggain, dasar pantat ayam!" ejek Sakura lagi.

"Apa? Beraninya loe nyela rambut gue. Dasar jidat lebar!" balas Sasuke.

"Pantat ayam!"

"Jidat lebar!"

"Ayam!"

"Jidat!"

"Ayam!"

"Jidat!"

Dan akhirnya mereka berdua malah beradu mulut. Tidak ada yang mau mengalah..ckck….

"He, Jidat Ayam! berhentilah bertengkar!" Seru Naruto mencoba melerai Sakura dan Sasuke tapi begitu mendengar perkataan Naruto barusan yang malah terkesan menyela Sakura dan Sasuke, dua pasang mata mereka langsung me-Deathglare Naruto dengan serempak. Naruto pun menelan ludahnya sendiri.

"Hehe..silahkan dilanjut acara bertengkarnya Tuan dan Nona," ucap Naruto yang nyengir ketakutan.

Dua pasang mata itu pun memalingkan pandangan mereka kembali fokus pada lawannya yang berada didepan masing-masing.

Naruto pun dapat bernafas lega karena bisa lepas dari orang yang sedang dimabuk benci.

Kriing…..!

Bel masuk sekolah pun berbunyi. Itu artinya pertarungan antara Sakura dengan Sasuke ditunda untuk sementara waktu.

'Pertarungan kita belum selesai. Kita lanjutkan lain kali, AYAM!' Batin Sakura sambil menatap mata Sasuke tajam.

'Ok. Siapa takut!' Batin Sasuke sambil menatap mata Sakura dengan tajam pula.

Lho? Kok malah kayak ada kontak batin gini ya ?_?

Semua murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Termasuk Sakura dan Sasuke.

_Skip Time_

Sakura sepulang sekolah.

Sakura's POV

"Aku pulang!" seruku begitu di depan rumah dan hendak membuka pintu.

Cekrek!

Cekrek! Cekrek!

Cekrek! Cekrek! Cekrek!

Suara kenop pintu yang diputar tapi tak kunjung terbuka (?)

Lho kenapa ini? Kenapa pintunya nggak bisa dibuka?

Brak! Brak!

"Ibu! Sakura pulang, Bu!" Panggil eh ralat! teriakku keras (?) tentu saja teriak itu keras.

1 detik

2 detik

3 detik

Tidak ada jawaban

"Aha!" Seruku sambil menyunggingkan senyum. Mungkin ibu sedang belanja, dan mungkin kuncinya ditaruh dibawah keset (?)

Aku pun membuka bawah keset. Aku melihat sesuatu, tapi itu bukan kunci, melainkan sebuah amplop putih (?).

Normal POV

Ternyata amplop putih tersebut adalah surat dari orang tua Sakura. Dan surat itu menerangkan bahwa orang tua Sakura sedang tugas di luar kota dan Sakura diperintahkan untuk ngekost di dekat sekolah. Yang alamatnya sudah ditulis dalam surat tersebut. Semuannya sudah diurus kedua orang tua Sakura. Dan Sakura tinggal terima beresnya doank.

Sakura's POV

"Hem..benar disini alamatnya." Gumamku begitu mencocokkan alamat yang ditulis disurat dengan alamat kost didepan.

Hey, kos-kostan apa ini? Di depan pintu tertulis menerima kost putra dan putri. Sungguh mengerikan.

Tok tok tok

Aku pun mengetuk pintu kost tersebut.

Cekrek!

Pintu terbuka. Aku pun terkejut dengan seseorang yang berdiri dihadapanku.

"Oh Ibu, kenapa engkau tempatkan anakmu ini di tempat seperti ini?" jeritku dalam hati. Ingat hanya dalam HATI.

"Moshi-moshi, apa kau yang bernama Haruno Sakura?" tanya orang itu dengan logat yang centil.

Berdirilah seorang ehm..cowok yang berpenampilan cantik dan lentik.

"I..iya. Ehm…apa mas pemiliki kost-an ini?" jawabku sekaligus bertannya pada orang yang sekarang didepanku.

"Mas…Mas. Emang nggak liat apa eqe' cantik kayak gini?" semprot orang itu.

'What? Dia bilang dirinya cantik? Iiih…nggak banget. Makhluk jadi-jadian kayak gini. Pantesan aja kost-anya campuran, pemiliknya aja juga campuran kayak gini. Hiii…' batinku.

"Ma..maaf, m..mbak." ucapku yang agak berat memanggilnya 'mbak' dan tersenyum garing. "Apa 'mbak' pemilik kost ini?" aku mengulang pertanyaanku tadi.

"Iya. Perkenalkan nama eqe' Tobi." Jawab 'Mbak' pemilik kost yang namanya Tobi.

"Owh." Jawabku ber-Owh ria.

"Silahkan masuk Haruno. Aqe' akan tunjukin kamar kamu." Ajak Tobi.

Tobi pun mengajakku ke dalam menuju kamar yang akan aku tempati. Kami naik ke lantai dua. Kemudian Tobi berhenti di depan pintu salah satu kamar.

"Ini dia kamarmu Haruno dan ini kuncinya. Oh ya, kamarnya agak kotor sedikit. Jadi, silahkan bersihkan sendiri ya." Ucap Tobi sambil menyerahkan sebuah kunci padaku.

"Oh ya. Baik. Makasih Mbak." Ucapku sambil menerima kunci kamarku.

"Doite. Dan kalau butuh bantuan, cari saja eqe'. Eqe' tinggal dulu ya." Ucap Tobi kemudian pergi meninggalkanku.

"Iya." Jawabku singkat mengiringi langkah Tobi yang semakin menjauh.

Aku pun segera membuka pintu kamarku dengan kunci yang diberikan Tobi padaku tadi.

Normal POV

Begitu Sakura membuka kamarnya, ternyata semua baju dan barang-barangnya sudah dipindahkan di kamar tersebut.

'Benar sudah diurus semuannya.' Batin Sakura. Ia pun segera bebenah.

Sementara itu, ditempat lain.

.

.

.

.

.

.

Di dalam kamar yang serba biru dihuni oleh seorang cowok yang berambut raven yang sedang bersantai tiduran di atas ranjangnya yang serba biru juga dan pastinya ranjangnya terasa empuk dan nyaman.

Ia memejamkan matanya. Dan tiba-tiba…..

DUK! DUK! DUK!

Mata cowok berambut raven itu membuka matanya secara tiba-tiba. Terdengar suara gaduh yang mengusik ketenangan cowok itu. Suara itu bersumber dari kamar sebelah. Tapi cowok itu tidak mau ambil pusing dengan suara gaduh itu. Ia kembali memejamkan matannya.

DUAK! DUAK! DUAK!

Untuk yang kedua kalinya mata cowok itu terbuka secara tiba-tiba.

"Berisik sekali sih!" gumam cowok itu.

Suara itu semakin keras saja. Namun cowok itu tetap tidak mau ambil pusing. Ia kembali memjamkan matannya.

DUAK! DUAK! DUAK!

Untuk yang ketiga kalinya mata cowok itu terbuka secara tiba-tiba Suara itu pun semakin lama semakin keras. Sehingga membuat telingga cowok penghuni kamar serba biru itu sakit. Dan itu berhasil membuat cowok itu jengkel.

"Menyebalkan!" umpat cowok itu. Ia pun bangun dari rebahannya dan berjalan keluar menuju kamar sebelah.

.

.

.

.

.

.

Cowok berambut raven berjalan menghampiri kamar yang berada disebelahnya.

Tok tok tok!

Cowok itu mengetuk pintu kamar tersebut, tapi tidak ada jawaban dari dalam.

DUAK! DUAK! DUAK!

Masih terdengar duara gaduh itu dari dalam kamar.

Tok! Tok! tok!

Cowok berambut raven itu mencoba mengetuk pintu lagi. Tapi kali ini sedikit lebih keras.

Krek (?)

Pintu kamar di depan cowok raven itu pun terbuka dan muncullah sesosok cewek yang kucel, dengan rambut pink yang berantakan.

"KAU!"

Seru kedua manusia itu bersamaan

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Jadi, siapakah mereka itu?

Tunggu chap selanjutnya ya…

Oh ya jangan lupa review-nya.

Maaf jika banyak yang salah dan nggak nyambung. Juga banyak typo-nya.

Dan masih banyak kesalahan-kesalahan yang lainnya…dan maaf juga kalau alurnya kecepetan.

Mohon saran dan kritiknya..(o.0)d

Balasan Review!

Kanami Gakura : makasih ripiunya kak. Lain kali ripiu lagi ya..ciap kak, aku tunggu saran-sarannya lagi.^-^d

Dijah-hime : ok kak, makasih kak

Fujiwara Ami : Saku itu siswa Konoha Hight School sama seperti Sasuke. Cuman Saku tidak begitu suka dengan Sasuke yang sombong gitu *dipites Sasu* dan nggak ada masa lalu yang buruk diantara mereka karena mereka temenan baru pas sekolah di Konoha Hight School.

Dan soal Lee cuman penggemar Sakura doank. Jujur aku juga bingung pas dialog Lee sama Sakura. Hehe…

Jadi maaf kan saya yang kurang pendiskripsiannya.

Dan alurnya memang kecepetan…hehe…capek nulis soal'e*ditinju Ami*.

Ya yang bener sih abis tanda baca terus huruf kapital. Cuman kadang-kadang kalau nggak otomatis jadi males. Tapi besok-besok saya akan mencoba yang benar. Ok. Makasih atas saran-sarannya yang membangun. Dan soal request-nya *tulisannya dah bener lum?* saya akan coba kabulin dengan keybord ajaib. Hehe…

Xiao aya : ni udah tak kasih. Makasih banget masukannya. Itu sangat membantu.

Ayhank_chan UchihArlinz : Cip, pasti aku panjangin ampe bosen yang baca. Hehe..makasih ripiunya.

ErzaSuke : makasih ripiunya kak. Iya ni kalau aku jadiin satu ndak pada mabok yang baca, hehe. Ok aku panjangin lah tiap chap-nya.

CherrySakuSasu : thank'z ya Cherry udah add ceritaku jadi Story favorit-mu. Semoga suka sama ceritannya. Ikut ripiu juga ya.

Joe Shimamura 009 : hehe..makasih riview-nya. Kak Joe, gue suka gaya loe…hehe.

Ok saya nakan pertahankan. Makasih dukungannya.

Ni udah aku update. Di tunggu riviewnya lagi ya.

Wah, keinget masa lalu? Berarti masa lalu kak Joe seru donk! Jadi pengen denger ceritannya.

Terima kasih juga buat para ripiu-ripiu yang lain..maaf jika ada yang tidak saya tampilkan disini.