Chapter 4
Fanfic : Sasuke Vs Sakura
Author : Naumi Megumi
Pairing : SasuSaku
Rate : T
Genre : Romance/Friendship/Humor
Disclaimmer : Naruto milik Mashashi Kishimoto
Sasuke Vs Sakura hanya milikku, selamanya
Warning : OOc banget, Gaje, Alur kecepatan, Typo, abal, Update tak tentu, dan hanya terima FLAME YANG MEMBANGUN!
Summary : Sasuke adalah cowok idola di Konoha Hight School, tampan, cuek, dan juga seenaknya saja. Banyak yang mengaguminya, tapi satu pun tidak ada yang menarik dimata Sasuke hingga ada seorang cewek yang selalu jadi saingannya. Dan karena persaingan itulah timbullah benih-benih cinta.
Pengen tau ceritannya? Ayo baca!
Don't like don't read
Jangan lupa RnR-nya
Happy Reading
Sasuke Vs Sakura
Chapter 4
Tok! Tok! tok!
Cowok berambut raven itu mencoba mengetuk pintu lagi. Tapi kali ini sedikit lebih keras.
Krek (?)
Pintu kamar di depan cowok raven itu pun terbuka dan muncullah sesosok cewek yang kucel, dengan rambut pink yang berantakan.
"KAU!"
Seru kedua manusia itu bersamaan
"Hey, ayam! Ngapain lu ke sini?" seru cewek yang berambut pink yang berantakan.
Ayam? Tentu saja itu Sasuke. Dan si rambut pink itu, tentu saja Sakura. Siapa lagi yang mempuyai rambut yang mencolok selain Sakura.
"Emang kenapa? Suka-suka gue donk. Gue udah lama di sini. Nah elu, ngapain ada di sini? Ngefans ya ma gue? Ampe dibela-belain ikut ngekost di sini." Ucap Sasuke dengan PD-nya dan dengan seringai yang mampu membuat cewek-cewek terpana kecuali Sakura tentunya.
'Oh my Dady, kenapa kau carikan kost yang sama dengan Sasuke si Pantat Ayam ini?' jerit Sakura dalam hati.
"Apa? Lu tinggal di sini? Dan..si..siapa yang ngefans ma loe dan ngikutin ngekost di sini? Gue itu nggak ngikutin elu. PD amat sih loe! Gue di sini disuruh sama orang tua gue tau!" Sanggah Sakura.
"Udah lah jangan mungkir gitu. Gue tau elu diem-diem suka kan ma gue? Loe nggak bisa menolak pesona gue." Ucap Sasuke menyeringai dengan PD dan narsis abis.
"Apa loe bilang? Huek. Cuih!" ucap Sakura sambil menunduk kesamping seperti meludah.
"Kenapa lu? Kena diare?" tanya Sasuke membuat lelucon yang sangat sangat tidak lucu. Dan sangat tidak masuk akal.
"Ih lu itu bego apa baka sih?" ucap Sakura merendahkan Sasuke.
"Lu itu yang bego. Baka ma Bego itu sama. Dasar jidad!" cela Sasuke.
Dan kelihatannya Sakura sangat marah.
"Hah, dasar pantat ayam MENYEBALKAN!" seru Sakura sambil membanting pintu kamarnya dengan keras.
BRAAK!
"Aow..!" pekik Sasuke saat pintu kamar Sakura 'mencium' paksa hidung Sasuke hingga hidungnya berdarah.
"SIALAN KAU! DASAR CEWEK JIDAD!" maki Sasuke dan tak ada respon apa-apa dari dalam, dan itu menambah kekesalan Sasuke.
"Tunggu saja pembalasanku untukmu, jidad," ucap Sasuke dengan pelan sambil menyeringai. Lalu ia pun pergi ke kamar sebelah. Kamar Sasuke sendiri. Tunggu! Apa maksud dari seringaian itu? apa balasan Sasuke akan lebih parah?
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu, di dalam kamar Sakura. Sakura melanjutkan bebenahnya. Ia kembali memukul paku yang ditancapkan ditembok yang kebetulan satu tembok dengan kamar sebelah yaitu kamar Sasuke. Pantas saja tadi terdengar suara berisik. Jadi, suara itu karena Sakura sedang memasang paku di tembok kamarnya. Untuk memasang fotonya.
DUAK! DUAK! DUAK!
Terciptalah alunan lagu yang sangat memekakkan telinga efek dari ulah Sakura yang memukul paku ke tembok kamarnya.
DUAR! DUAR! DUAR!
Itu suara gedoran pintu dari luar kamar Sakura. Sepertinya tetangga kamar Sakura mulai terusik dengan 'kegiatan' yang dilakukan Sakura.
"Hey Jidad! Pelankan suara berisik itu!" teriak seseorang. Suara cowok. Dan memanggil sakura dengan sebutan Jidad. Siapa lagi kalau bukan Sasuke.
"Hah, mengganggu saja ayam itu." Gumam Sakura cuek. Padahal justru yang mengganggu itu adalah Sakura sendiri. Tapi Sakura tidak menyadarinya, bukan tidak menyadari tapi tidak mau menyadari.
DUAR! DUAR! DUAR!
"JIDAT LEBAR!" teriak Sasuke sambil menggelar pintu kamar Sakura.
Sakura mulai bosan mendengar suara Sasuke. Ia pun terjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya.
Cekrek!
DUG! DUG! DUG!
"Lho? Kok suaranya beda?" batin Sasuke saat matanya melihat kesamping tetapi aktivitas tangannya masih mengetuk pintu.
"Ayam sialan!" ucap Sakuran yang menahan amarahnya.
Glek!
Sasuke menelan ludahnya sendiri. Sasuke merasakan firasat buruk. Ia menoleh ke depan, tepatnya ke arah tangnnya yang sedang mengetuk 'pintu' tadi.
JDUAR!
Firasat Sasuke benar, sekarang tangannya menempel atau lebih tepatnya mengetuk jidat lebar milik gadis berambut pink yang sekarang berada di hadapan Sasuke. Sasuke pun segera menarik tanganya dari jidat lebar Sakura.
"AYAM SIALAN! MAU CARI MATI YA LOE!" teriak Sakura mulai menggerakkan kakinya untuk menangklap Sasuke dan akan mencincangnya karena sudah menyentuh atau lebih tepatnya mengetuk benda berharganya (Jidat Sakura).
Sasuke yang melihat kemarahan Sakura langsung mengambil langkah seribu untuk menghindar sakura menuju kamarnya.
Begitu masuk kamar, Sasuke buru-buru mengunci pintu kamarnya.
"HE, AYAM SIALAN! SINI LOE! JANGAN CUMA NGUMPET AJA! BERANI-BERANINYA LOE KETUK-KETUK JIDAT GUE! LOE KIRA JIDAT GUE PINTU APA? MAU CARI MATI LOE YA?" teriak Sakura di depan pintu kamar Sasuke. Sakura menakutkan sekali kalau sedang marah.
"Gue nggak sengaja! Lagian elo punya jidat lebar amat, gue jadi nggak bisa bedain antara pintu ma jidat loe!" seru Sasuke di dalam kamarnya.
"AYAM SIALAN!" teriak Sakura kencang
Kata-kata Sasuke bukannya memperbaiki keadaan tapi malah memperburuk keadaan.
"Tunggu pembalasan dari gue, Ayam!" seru Sakura lalu pergi meninggalkan Sasuke yang masih bersembunyi di dalam kamarnya.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di kamar Sasuke
"Hihihi….wuahahaha…"
Terdengar suara seseorang yang tertawa lebar. Kalian tau siapa itu?
Yups. Dia adalah Sasuke. Kenapa Sasuke tertawa sendiri? Padahal tidak ada siapa-siapa di dalam kamarnya selain dirinya sendiri. Apa yang menyebabkan Sasuke jadi seperti ini?
"Rasain tu jidat lebar! Wuahaha…ternyata jidat-nya benar-benar lebar kayak pintu. Wuahaha…" ucap Sasuke sambil ketawa-ketawa sendiri sampai-sampai perutnya terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.
"Tapi itu belum selesai. Masih banyak pembalasan yang akan gue berikan pada loe. Kita liat saja nanti. Siapa yang akan memenangkan pertarungan ini, Jidat." Gumam Sasuke lagi dengan seringai di wajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
Sore hari, di kamar Sakura.
"Hah, hariku sangat menyebalkan! Kenapa aku harus tinggal satu kost dengan si ayam itu sich?" keluh Sakura sambil berbaring di ranjangnya yang empuk. Setelah beres-beres kamarnya yang awalnya tidak terlihat seperti kamar karena banyak sekali debu-debu dan sarang laba-laba seperti rumah hantu yang ada di tv-tv.
Ya..katanya sudah diurus semuannya,tapi soal kebersihan kamarnya tidak masuk hitungan beres.
"Hoam ! ngantuk. Tidur sebentar ah," ucap Sakura lalu memejamkan matanya dan mulai tenggelam ke alam mimpinya.
Tok tok tok
Terdengar pintu kamar Sakura diketuk oleh seseorang dari luar.
"…." Tidak ada jawaban dari dalam.
Cekrek !
Terdengar suara engsel pintu yang bergesekan karena pintu dibuka seseorang.
Dan seseorang masuk dengan mudahnya karena pintu kamar Sakura tidak dikunci.
"Hn…ceroboh sekali," gumam orang itu. Ia berjalan mendekati Sakura yang masih tertidur.
"Hn, ternyata gadis cerewet ini cantik juga kalau sedang tidur." Guman orang itu lagi sambil tersenyum. Ia lalu menyentuh pipi Sakura yang putih bersih dan mulus itu. Dan sentuhan itu sukses membuat Sakura terganggu dari tidurnya nyenyaknya.
"Ehm…." Sakura membuka matanya perlahan dan mengerjab-ngerjabkan matanya, dan penglihatan Sakura mulai kembali terang, terlihat jelas mata onyx, wajah tampan, rambiut raven, tapi sangat menyebalkan menurut Sakura, dan berada tepat di depan wajahnya yang hanya berjarak ehm….*Author ngukur pake mistar 15 cm* 10 cm.
1 detik
2 detik
3 detik
1 abad *lebay*
"Aaarrgh !" teriak Sakura dan Sasu Apa ? Sasuke ? ya itu Sasuke. Dan kenapa Sasuke ikut berteriak ?
.
.
.
TBC
.
.
.
Jangan lupa kasih review-nya ya…^-^. Maaf banyak typo n miss typonya.
Jika ada salah-salah kata saya mohon maaf. Akhir kata . wassalam.
.
.
Balasan riview :
Chiwe-SasuSakuNaru : udah ni, mksih ripiunya ^_^
Xiao aya : hehe…iya. Aku org jawa….keliatan banget ya…hahaha. Updatenya aku usahain dah biar agak
Kanami Gakura : iya kak…makasih banget conctir-nya….anyak membantu…
Fujiwara Ami : Makasih ami_chan….ok
