Chapter 5

Fanfic : Sasuke Vs Sakura

Author : Naumi Megumi

Pairing : SasuSaku

Rate : T

Genre : Romance/Friendship/Humor

Disclaimmer : Naruto milik Mashashi Kishimoto

Sasuke Vs Sakura hanya milikku, selamanya

Warning : OOc banget, Gaje, Alur kecepatan, Typo, abal, Update tak tentu, dan hanya terima FLAME YANG MEMBANGUN!

Summary : Sasuke adalah cowok idola di Konoha Hight School, tampan, cuek, dan juga seenaknya saja. Banyak yang mengaguminya, tapi satu pun tidak ada yang menarik dimata Sasuke hingga ada seorang cewek yang selalu jadi saingannya. Dan karena persaingan itulah timbullah benih-benih cinta.

Pengen tau ceritannya? Ayo baca!

Hey hey hey! Aku balik lagi. Setelah sekian lama aku hiatus, hehe..maaf ya #nunduk2. Maaf banget. Dan sekarang aku udah update chapter 5. Maaf ya kalo pendek dan kurang memuaskan.

Don't like don't read

Jangan lupa RnR-nya

Happy Reading

Sasuke Vs Sakura

Chapter 5

"Hn, ternyata gadis cerewet ini cantik juga kalau sedang tidur," guman orang itu lagi sambil tersenyum. Ia lalu menyentuh pipi Sakura yang putih bersih dan mulus itu. Dan sentuhan itu sukses membuat Sakura terganggu dari tidurnya nyenyaknya.

"Ehm…." Sakura membuka matanya perlahan dan mengerjab-ngerjabkan matanya, dan penglihatan Sakura mulai kembali terang, terlihat jelas mata onyx, wajah tampan, rambiut raven, tapi sangat menyebalkan menurut Sakura, dan berada tepat di depan wajahnya yang hanya berjarak ehm….*Author ngukur pake mistar 15 cm* 10 cm.

1 detik

2 detik

3 detik

1 abad *lebay*

"Aaarrgh!" teriak Sakura dan Sasu Apa? Sasuke? ya itu Sasuke. Dan kenapa Sasuke ikut berteriak?

Sakura langsung bangun dari posisinya yang sangat nengancam nyawanya. *lebay*

"Hey Ayam! Kenapa lu ada disini? jawab!" seru Sakura yang masih berusaha menguasai dirinya dan mencoba mengatur nafasnya yang tidak karuan. Jantung Sakura rasanya mau copot. Detak jantungnya tidak beraturan, nafasnya juga terlihat ngos-ngosan.

"Hn," jawab Sasuke singkat, padat dan tidak jelas.

Dan dengan santainya Sasuke pergi keluar kamar Sakura begitu saja seperti tidak terjadi apa-apa dan meninggalkan Sakura yang masih terlihat cengo.

"SASUKE AYAM SIALAN!" teriak Sakura dengan sangat keras sambil melempar bantal ke arah Sasuke.

PLUK!

Tapi sayang, bantal itu tidak mengenai sasaran tapi mengenai pintu yang ditutup Sasuke.

"Dua satu," gumam Sasuke sambil menyeringai saat di luar kamar Sakura.

"Sebenarnya mau si Ayam itu apa sih?" ucap Sakura jengkel.

Tralala Trilili…

Ponsel Sakura pun berdering. Sakura segera mengambil ponselnya di atas meja belajar. Ia melihat sejenak layar ponselnya.

"Hn? Siapa ini?" gumam Sakura saat melihat jejeran nomor yang tak dikenalnya. Ia pun segera menekan tombol hijau pada ponsel tersebut.

"Hallo?" sapa Sakura ramah pada si penelfon.

"Sakura, apa kau baik-baik saja, Nak?" tanya suara perempuan di seberang telfon yang sangat Sakura kenal.

"Ibu?" seru Sakura dengan keras.

"Hey hey hey, jangan keras-keras seperti itu! telinga Ibu sakit, Sakura," protes Ibu Sakura yang bernama Tsunade.

"Hiks Ibu! Betapa kalian teganya meninggalkanku sendiri di sini! Sungguh orang tua durhaka pada anaknya (?)!" teriak Sakura lagi tanpa memperdulikan protesan dari Ibunya. Sedangkan Ibu Sakura yang mendengar suara Sakura yang cempreng tersebut hanya mengaduh kesakitan.

"Aduh, Sakura. Maaf'kan Ibu. Lagipula, kami'kan pindah ke sini karena ada bisnis. Ayahmu sedang menjalin kerjasama dengan pengusaha besar," ucap Tsunade.

"Hah, Ibu. Lalu, kapan kalian pulang?" tanya Sakura dengan nada sedih.

"Paling 1 atau 2 bulan lagi," jawab Tsunade.

"Kenapa lama sekali? Dan kenapa kalian menempatkanku di kost-kostan campuran seperti ini?" tanya Sakura penuh memelas.

"Sudahlah, Sakura. Tidak apa-apa. Madam Tobi itu sahabat Ibu dan Ayah. Jadi, ia pasti bisa menjagamu. Kalau kau sendirian di rumah, siapa yang akan menjagamu? Ibu dan Ayah khawatir padamu," jawab Tsunade.

"Kalau khawatir, kenapa tidak bawa Sakura ikiut kalian sih?" tanya Sakura sambil berjalan ke arah balkon kamarnya.

"Kau'kan harus sekolah, jangan sampai pelajaranmu terganggu," jawab Tsunade.

"Ya sudahlah. Ibu dan Ayah baik-baik di sana," pesan Sakura.

"Iya, kau juga," jawab Tsunade.

Sakura lalu memutuskan sambungan terlfonnya. Ia melihat pemandangan yang ada di bawah dari balkonnya. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah mulusnya dengan lembut. Perlahan ia memejamkan matanya untuk menikmati belaian angin. Tanpa Sakura sadari, ada seseorang yang sedang mengawasinya dari balkon miliknya yang terletak di sebelah kamarnya.

"Sakura…" gumam orang itu.

Di pagi hari yang riuh ini, para pengantri kamar mandi cowok sudah berjejer di depan kamar mandi, tapi tidak dengan Sakura. Karena kamar mandi cewek tidak ada yang memakai. Padahal kamar mandi cewek ada di sebelah kamar mandi biasanya para cowok juga ikut memakai kamar mandi cewek karena sekarang sudah ada penghuni kost cewek dan juga karena Tobi si pemilik kost juga sudah memperingkatkan para cowok untuk tidak memakai kamar mandi cewek tanpa seijin Tobi dan Sakura tentunya. Dan jika ada yang melanggar Tobi akan memberi 'Sanki' bagi mereka yang melanggar.

Hanya Sakura satu-satunya penghuni cewek di kost ini. Itu berarti Sakura tidak perlu repot-repot untuk mengantri seperti para cowok yang mengantri seperti antrian sembako.

Sakura menyeringai mengejek saat melewati Sasuke yang berada di antrian paling belakang.

"Week!" Sakura menjulurkan lidahnya pada Sasuke.

Sasuke merasa jengkel karena dirinya sudah dihina oleh cewek berjidat lebar.

'Sial, jidat berani ngejek gue,' umpat Sasuke dalam hati.

Sakura dengan santai menuju kamar mandi cewek.

Sasuke menyeringai, sekarang apa yang dipikirkan Sasuke?

Di sekolah

Di depan kelas guru Khakashi sedang menerangkan mata pelajaran Biologi yang membahas tentang 'Kenapa Semut berukuran Kecil?'

Hem…menarik

"Jadi, siapa yang tau kenapa semut berukuran kecil ?" tanya guru Khakashi yang berdiri di depan kelas.

"Karena kalau besar namanya gajah bukan semut, guru Khakashi !" seru Naruto sambil mengangkat tanganya dengan semangat.

"Hahahahahahahahahahaha…..!" gelagak tawa siswa sekelaspun meladak.

"Hem,, kau melucu ya Naruto ?" tanya guru Khakashi sambil men-deathglare Naruto, Naruto menelan ludahnya.

"Bodoh." Gumam Sakura tanpa menoleh ke Naruto yang berada belakangnya. Ya karena Sakura duduk di depan Naruto.

Biar aku jelaskan denah bangku di kelas ini.

Di depan ada Hinata dan Tenten. Terus di bangku belakangnya ada Nejhi dan Kiba, dibelakangnya lagi ada Sasori dan Kankuro, di belakangnya lagi ada Sasuke sendirian karena dia lebih suka sendiri, disampingnya ada Shikamaru dan Chouji , didepannya ada Lee dan Naruto dan di depannya ada Sakura dan Ino.

Akhirnya malah Naruto duduk dengan Lee bukan Sakura seperti yang didamba-dambakannya. Hahaha…

Kita kembali ke cerita awal.

Sakura sudah mendapat teman-teman yang baik.

" Jadi, siapa yang tau kenapa semut berukuran kecil? Selain jawaban yang dijawab Naruto?" tanya guru Khakashi lagi.

"Aku tau, guru," jawab sebuah suara yang bersumber dari arah pintu kelas.

Deng deng deng deng !

Siapa kah orang yang menjawab pertanyaan guru Khakashi yang sangat sulit(dimengerti) itu?

Semua perhatianpun tertuju ke arah sumber suara yaitu arah pintu masuk kelas. Begitu mengetahui orang tersebut para cewek yang terpesonapun menyerit-njerit karena ternyata orang itu adalah seorang cowok ganteng yang sangat keren, dan para cewek tentunya menyukainya dan mengidolakannya.

Hem..kayaknya posisi Sasuke sebagai cowok terkeren dan tertampan disekolahan ini akan tergeser oleh orang baru ini. Bagaimanakah sikap Sasuke? apakah dia akan bunuh diri? atau pindah sekolah? *dicekek Sasuke*

.

.

.

.

Tunggu Chapter selanjutnya ya

TBC

Jangan lupa kasih review-nya ya…^-^. Maaf banyak typo n miss typonya.

Jika ada salah-salah kata saya mohon maaf. Akhir kata . wassalam. Hehe

.

.

Balasan riview :

xiao aya: hehe..iya. sama2 orang jawa. Makasih dah review, n jangan lupa review lagi ya . Maaf udpate lama ya, hehe

Michimaki Airi: salam kenal juga. Maaf ru udpate sekarang, hehe… Makasih dah review, n jangan lupa review lagi ya .

Liu'z Ly'y Chen'z: ok. Iya. Hehe…iya, aku juga ngrasa kebanyakan titik titik. Hehe.. Makasih dah review, n jangan lupa review lagi ya . Maaf udpate lama ya, hehe