The Colour of Happiness
Written by :
Marchellyne Ivashkov
Rate :
PG-15
Genre :
Life ; Romance
Casts :
Kim Jaejoong ; Jung Yunho ; Kim Yoohee ; Park Yoochun ; Kim Junsu ; Shim Changmin
Disclaimer :
all the casts belong to theirselves , author only have the story
.
Typo(s) may applied (=_=)v
.
"titipkan pada noona saja hyung, eotte?" tawar Junsu, senyum khasnya seakan menunjukkan bahwa ide cemerlangnya pasti bisa membantu permasalahan kali ini. Namun, tidak sesuai dengan harapannya. Jaejoong menolak dengan isyarat menggelengkan kepalanya.
"shireo, su. Ini sudah kesekian kalinya aku berpergian dan sudah 4 kali juga aku menitipkan Yoohee pada noona. Aku tidak mau merepotkannya" tolak Jaejoong dengan alasannya. "lagipula, Yoohee sepertinya tidak menyukai noona. Seperti terlihat tersiksa tinggal bersamanya"
"yah, Yoohee memang pemilih.." ucap Yoochun, nada bicaranya yang terkesan tidak heran. Junsu mengangguk menyetujui.
"sama seperti Yunho hyung yang juga pemilih. Rewel" lanjut Junsu melengkapi ucapan Yoochun. "AH! Titipkan saja ke Yunho hyung? eotte?"
"aku tidak mau mengantarkan anakku ke gerbang kematian sebelum waktunya tiba, su" respon Jaejoong cepat, nada bicara yang terdengar dingin diikuti dengan lirikan mata yang tajam. Junsu terdiam.
"tapi hyung, setidaknya kamu bisa merasa sedikit lebih lega karna Yoohee tinggal bersama pasanganmu. Itu lebih menjamin kan? Apalagi mengingat jadwal mereka yang tidak sepadat punya kita" timpal Yoochun.
Jaejoong terdiam. Setidaknya, yang ada dipikirannya saat ini adalah, Yoochun benar. Memang tidak ada pilihan lain baginya selain menitipkan Yoohee yang selalu tinggal bersamanya dari bayi kepada Yunho. Namun, keberadaan beberapa factor yang sangat membahayakan, membuat seorang Jaejoong kembali berpikir dua kali untuk menitipkan putri mereka satu-satunya kepada pasangannya. Di satu sisi, keinginannya untuk selalu mendekatkan Yoohee pada Yunho akan dengan mudah terwujud jika ia menitipkan Yoohee pada Yunho selama ia berada di Turki. Tetapi, disisi lain.. bayangan akan resiko jika Sooman dan beberapa pengintainya mengetahui keberadaan Yoohee, itu akan jelas sangat mengancam keselamatan anak kesayangannya, juga pasangannya. Setidaknya, hal yang pernah ia alami sebelumnya.. tidak akan boleh terulang pada Junsu, Yoochun, Changmin, bahkan Yunho dan Yoohee.
"Hyung, eotte? Kamu tidak akan mungkin menitipkannya pada kami kan? Aku harus latihan drama musical, sedangkan Yoochun harus syuting drama baru" tanya Junsu, menyadari ekspresi wajah Jaejoong yang datar, juga tatapannya yang kosong menatap Yoohee yang kini mendorong kepala Yoochun keatas dengan kedua tangan mungilnya.
Jaejoong mengambil nafas panjang, menghembuskannya. Ia menegakkan posisi duduknya.
"bagaimana kalau aku menitipkan Yoohee pada Yoohwan? Hmm? Bukannya Yoohwan juga sangat menyukai Yoohee kan?"
Yoochun dan Junsu sontak menatap ke arah Jaejoong dengan kedua mata terbuka lebar, menggeleng bersamaan.
"ANDWAEE~!"
"andwaeyo, Joongie hyung. kamu akan menyesal jika menitipkan Yoohee pada adikku"
Jaejoong menatap heran keduanya, mengangkat kedua bahunya.
"hngg? Mwosun iriya, Junsu-ah, Yoochun-ah? Kenapa dengan Yoohwan?" tanya Jaejoong bingung.
"geunyang ijeo, hyung. Pokoknya jangan pernah menitipkan Yoohee pada Yoohwan tanpa pengawasanku. Berbahaya, atau kamu akan menyesal seumur hidup hyung" tolak Yoochun, juga memberikan saran yang menambah rasa penasaran Jaejoong menambah.
"maja! Lebih baik dititipkan pada Yunho hyung saja. Akan lebih aman bersama appanya, bukan?" timpal Junsu, menyuap sepotong apel ke dalam mulutnya.
Jaejoong terdiam. Ia melemparkan tatapannya pada Yoohee yang secara kebetulan menoleh kearahnya, membalas tatapannya. Benar apa yang dikatakan Junsu, separah apapun kondisinya, memang lebih baik menitipkan Yoohee pada orang yang juga merupakan orang tua dari anaknya itu. Namun, bayangan prediksi tentang apa yang akan terjadi kedepan jika Sooman mengetahui keberadaan Yoohee, itulah yang membuatnya ragu dan kembali takut untuk menitipkannya pada Yunho.
Tangan mungil Yoohee menggapai pundak Jaejoong yang sedang melamun. Kedua lengan mungilnya mengambang di udara, mengarah pada Jaejoong, seakan minta digendong olehnya. Jaejoong pun menyambut Yoohee dengan membawa Yoohee duduk diaatas pangkuannya.
"Yoohee-ah, appa mau pergi nanti malam. Tinggal sama Yunho appa selama 3 hari, eotte? Hmm?" tanya Jaejoong, merapikan rambut Yoohee yang terlihat sedikit berantakan. Yoohee menatap kedua mata Jaejoong sejenak, lalu mengalihkan tatapannya ke jari-jari mungilnya.
"baby giraffe-ah~, tinggal bersama Yunho appa juga seru lho. Ada banyak boneka jerapah disana" timpal Junsu yang juga ikut membujuk Yoohee.
Yoohee mengangkat kepalanya, menunjukkan ekspresi datar yang sebenarnya menyembunyikan jawaban aslinya. Kedua matanya yang besar dan jernih. Ya.. itulah tempat dimana Jaejoong melihat jawaban asli Yoohee atas pertanyaannya baru saja. Ia menghela nafas pelan, menekukkan wajahnya sesaat.
"appa hanya pergi 3 hari, Yoohee-ah. Sama Yunho appa ya? Hanya sebentar, kicauan burung sebanyak 3 kali, lalu appa akan datang menjemput Yoohee, eotte? Hmm?" bujuk Jaejoong, terpaksa. Tidak ada pilihan lain selain membiarkan Yoohee tinggal bersama Yunho juga Changmin yang selalu berada dalam pengawasan ketat seorang Lee Sooman.
Jaejoong duduk di kursi taman, lengkap dengan pakaian menyamarnya. Setelah menghabiskan waktu 1 jam untuk membujuk anaknya agar mau tinggal bersama Yunho, akhirnya perjuangannya membuahkan hasil, meskipun belum maksimal. Yoohee masih terus menangis di saat-saat terakhir sebelum Jaejoong membawanya ke taman, tempat mereka dan Yunho juga Changmin bertemu.
Jaejoong mengarahkan kedua bola matanya yang tertutup kacamata hitam pada sosok Yoohee yang tertidur dalam pelukannya. Kedua mata Yoohee yang terlihat sedikit membengkak, membuat hati Jaejoong sedikit teriris. Sebagai sosok yang melahirkan Yoohee, tidak mudah baginya untuk melakukan sesuatu hal yang Yoohee sendiri pun tidak menyukainya. Namun , ia tidak memiliki pilihan lain.
"Hyung.." panggil sosok seorang namja bertubuh tinggi, berjalan kearahnya sambil merapatkan mantelnya.
Jaejoong menoleh. Seulas senyum manisnya tergambar jelas di wajahnya.
"Changmin-ah" panggil Jaejoong, tidak sedikit pun merubah posisi duduknya. Changmin duduk di samping kanan Jaejoong, memandangi sosok gadis kecil yang terlelap di pelukan Jaejoong. Ia memiringkan kepalanya heran.
"hng? kenapa dengan matanya hyung?" tanya Changmin, mengulurkan jari-jarinya untuk menyentuh pipi chubby Yoohee yang terasa dingin karna udara Seoul yang cukup dingin menusuk hingga ke tulang.
Jaejoong tertawa kecil.
"hal biasa. Yoohee masih belum mau ditinggal pergi olehku. Yunho mana?"
"ah, sedang menerima telepon. Aigoo~ pantas saja ia mencengkram kuat kerah mantelmu, hyung" jawab Changmin, menunjuk tangan mungil Yoohee yang mencengkram kuat mantel hitam Jaejoong. "ada hal apa yang harus aku ketahui tentang anakmu ini hyung?"
"tidak ada yang special. Cukup jaga pola makannya, jangan berikan dia makanan seafood seperti udang dan scallop, juga jangan berikan dia keju"
"hah? Keju? Waeyo? Bukannya keju sangat enak?"
Tatapan death glare dari Jaejoong sukses membuat Changmin terdiam, menelan ludahnya.
"Yoohee alregi terhadap yang tadi kusebutkan. Jangan lupa memberikan dia susu sebelum tidur, pastikan kamu membacakan dia dongeng atau nyanyikan lagu sampai dia benar-benar tertidur" lanjut Jaejoong. Changmin menghela nafas panjang.
"banyak sekali hal yang harus aku perhatikan" protes Changmin. "apa Yoohee sudah mulai rewel sekarang?"
Jaejoong menggeleng. Tersenyum bangga pada Changmin.
"aniya, Yoohee sangat penurut. Asal kamu bisa berbicara baik padanya, dia akan menuruti ucapanmu"
Suara deham yang cukup nyaring, menyadarkan Jaejoong juga Changmin akan kehadiran sosok Yunho yang terus melangkahkan kakinya semakin dekat dengan mereka. Jaejoong tersenyum, membuka kacamatanya untuk melihat lebih jelas wajah Yunho yang terlihat tampan hari ini, menurutnya.
"Boo.." panggil Yunho, mengecup singkat bibir Jaejoong, merangkul sesaat pundak pasangannya.
Changmin membuang pandangannya. Ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia merasa jijik dengan apa yang baru saja terjadi di depan matanya.
"sudah lama tidak melihatnya bukan, Changmin-ah? Sepertinya otakmu harus di refresh tentang hal tadi" goda Jaejoong, terkekeh pelan. Changmin hanya mendesis kesal merespon ucapan hyungnya. Jaejoong mengalihkan tatapannya pada Yunho yang terus menatap ke arah Yoohee dalam pelukannya.
"kenapa dengan…"
"dia menangis tidak mau kutinggal pergi, Yun. Kamu harus bisa membujuknya ketika Yoohee terbangun nanti" potong Jaejoong, seakan sudah bisa membaca arah pertanyaan Yunho.
Yunho mengangguk, mengusap pelan kepala Yoohee yang tertutup topi rajutan berwarna putih. Kedua bola mata Jaejoong terus bergerak, memerhatikan dengan seksama garis wajah Yunho juga kedua bola matanya yang memancarkan sesuatu kebahagiaan yang sudah lama tidak pernah dilihat olehnya. Lega, itulah yang dirasakan oleh Jaejoong saat ini. Setidaknya ia bisa melihat dengan jelas kedua mata Yunho yang seakan berkata padanya bahwa ia akan menjaga anak mereka dengan baik selama ia berada di Turki nanti.
"sudahlah, kalian mau saling bertatap seperti ini sampai kapan, huh?" potong Changmin, memegang tangan kanan Yoohee yang tertutup sarung tangan bercorak jerapah. "hng? sepertinya aku harus memanggilnya nona jerapah mulai sekarang"
"waeyo?" tanya Jaejoong dan Yunho bersamaan.
"semuanya serba jerapah" jawab Changmin dingin. Tangannya mulai bergerak perlahan, melepaskan cengkraman tangan Yoohee di mantel Jaejoong.
Jaejoong dan Yunho hanya tertawa tanpa suara merespon ucapan Changmin. Jaejoong membantu Changmin untuk memindahkan Yoohee ke pelukannya. Bukan hal yang sulit bagi Jaejoong yang sudah jauh lebih berpengalaman dalam hal itu. Namun, karna Yoohee yang sangat sensitive, membuatnya harus ekstra pelan-pelan agar anaknya itu tidak terbangun dan kembali menangis.
Changmin pun berjalan meninggalkan Yunho juga Jaejoong dengan membawa Yoohee juga tasnya ke mobil. Jaejoong menatap punggung Changmin yang terlihat semakin menjauh dan perlahan menghilang dari jarak pandangannya.
"aku tidak mau Sooman tau tentang keberadaan Yoohee, Yun.." pinta Jaejoong, menundukkan wajahnya. Ekspresi kegelisahannya kembali terlihat jelas di wajahnya. Yunho menarik tubuh Jaejoong mendekat padanya, mendekapnya erat.
"aku akan menjaga Yoohee dengan baik, Boo. Kamu tidak perlu khawatir" ucap Yunho setengah berbisik. Jaejoong mengangguk. Jauh dalam hatinya ia berharap bahwa Yunho bisa dengan baik menjaga anak mereka. "pesawatmu jam berapa, Boo?"
"jam 7.15. masih ada 1 jam lagi. Waeyo, Yun?"
Yunho menggeleng. Ia merenggangkan pelukannya, kembali mencium bibir merah Jaejoong, dalam.
.
Bunyi jepretan kamera dari kejauhan, berhasil meliput beberapa momen yang terjadi antara Jaejoong juga Yunho. Seulas smirk yang menyembunyikan berbagai maksud, tergambar jelas dari wajah sosok yang mengambil momen-momen itu.
Keduamatanya yang terus menatap kearah Jaejoong juga Yunho tanpa berkedip, membuatnya berinisiatif untuk menelfon seseorang. Ia merogoh saku mantel tebalnya, mengambil ponsel, lalu menekan tombol speed dial yang sudah ia settings dengan baik.
"aku berhasil mendapatkannya, sajangnim.." ucap sosok itu singkat, mematikan sambungan telfonnya. Ia membuang putung rokoknya, mengambil tas punggungnya, dan berjalan meninggalkan tempatnya tadi mengambil foto.
"Jung Yunho. Kim Jaejoong. Hadapi akhir dari hubungan kalian.."
.
-to be continue
.
Review respond..
Shippo Baby YunJae
iiah , gapapa kog (: iiah . Yoohee itu anaknya YunJae yang lahir dari Jaejoongie . hehehe (: bingung iiah ? miann~ . ne.. gumawo udah baca (:
Ponyo
Ponyoo unni~ *hug* jjang jjang ! aku bawain lagi nih lanjutannya . muahahaha . lama banget yak aku baru update ._.v mianhae~ OAQ se..semenyentuh itunyakah aku (?) uwaa~ aku tersanjung /eh /kasih tissue XD
Waduh.. ini bingung kenapa gitu unn ? aku jadi bingung juga (?) . iiah , kan ceritana dipersingkat gitu . Yunho appa udah pulang lagi ke dorm sebelum kepergok si Sooman -_- sipp~ aku banyakin lagi unn . tunggu ajah tanggal mainna XD baca terus yak unn XOXO
Enno KimLee
Jawabannya ada di chapter-chapter kedepan yak (: hehehe . iiah tuh si Yoohee gimana sih ngga mau ngomong -_- aku pun bingung (?) /eh . iiah (: gumawo udah bacaa~
Reizakov males login
Salam kenal juga , aku juga author baru disini /jderr ._.v . muahahaha~ aku juga ngebayanginnya agak gimana gitu -_- cuma kayana ngga afdol (?) ajah kalo ngga bikin jaejoongie begitu /plak . aku bukan yak anaknya Yunjae itu ? XD
eL-ch4n
changmin's waifuuu~ (?) /plak , aku datang bawa balesan nih eon XD iih~ eon ini jangan bongkar aib kalo eon udah baca sebelumnya , aku kan jadi malu (?) XD
OAO i..itu kesimpulan macam apaa ? asdsdfgdfhdsjkfh ngga gitu juga eon . nama Yoohee itu terbentuk karna sesuatu hal . terbentuk dari berbagai macam campuran ramuan special OAQ
.
Mind to Review ? (:
