Semua karakter milik masashi kishimoto

Tapi cerita ini milik saya

.

.

.

.

Saat masa depan tidak pernah bisa ku lihat, saat keinginan tidak pernah bisa ku capai, saat harapan selalu di hancurkan oleh kenyataan, saat itulah kebencian ku terhadap dunia ini semakin bertambah.

.

.

.

.

.

"Naruto!" nafas berat yang tidak teratur, badan lemas dan tidak bisa di gerakan, dan suara seorang gadis yang meneriakkan namanya, itu adalah hal pertama yang dia rasakan saat terbangun secara tiba-tiba.

Naruto mencoba mengatur nafasnya, Mata biru kelamnya terus menatap langit-langit ruangan, pandangannya kosong, hatinya kosong, perasaannya kian memudar, dan kesadarannya kembali menghilang, Naruto tahu dirinya berada di rumah sakit, dia tahu ada Sakura yang menangis sedang memeluknya, dan dia tahu ada dokter dan suster yang masuk ke ruangannya sebelum semuanya menjadi gelap lagi.

Saat aku membayangkan sesuatu yang indah, saat aku memimpikan sesuatu yang menyenangkan, aku pikir itu semua adalah sebuah pertanda akan masa depan yang indah dan menyenangkan, namun siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Naruto kembali membuka matanya, dia mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha mengumpulkan kesadarannya dan merasakan setiap bagian tubuhnya.

Dan saat aku berharap, kenyataan selalu menghancurkan harapan ku, menjatuhkan ku sampai aku tidak mampu berharap lagi.

Hari sudah malam, tubuhnya terasa jauh lebih baik dari pada saat dia pertama kali sadar, dia mengarahkan pandangannya ke samping kirinya, pada seorang gadis yang tertidur dengan kasurnya sebagai tumpuannya.

Dan saat itulah keputusasaan menghampiri kami, saat situasi semakin memburuk, bantuan datang, dia datang bersama timnya. Dan hari itulah aku terakhir kali mendengar suaranya, terakhir kali melihat wajahnya, yang pertama dan terakhir kalinya aku memeluknya.

Tangannya bergerak pelan, dia membelai rambut gadis itu, menatapnya dengan lembut, dia bisa melihat jelas wajah lelah Sakura, dia bisa melihat jelas bekas air mata sakura, sudah berapa lama dia ada disini, sudah berapa kali dia menangis selama ini.

"N-Naruto"? Sakura mulai bangun, dan yang pertama kali dia lihat adalah Naruto yang sedang tersenyum padanya. Perasaan bahagia seketika muncul di hatinya, Naruto sudah tidak sadarkan diri selama seminggu, dan pagi tadi, setelah seminggu berlalu dia kembali melihat mata biru itu, namun tidak sampai satu menit, mata itu kehilangan cahayanya lagi.

Dan malam ini dia dapat melihatnya lagi, Naruto yang sedang tersenyum indah padanya, rasa bahagia itu terus menyelimuti dirinya, sampai air matanya mulai mengalir dia kembali menangis, dan Naruto yang berusaha menenangkannya, anak itu menangkup kedua pipinya, mengusap air mata Sakura dengan pelan, dia menikmatinya, rasa nyaman saat wajahnya di belai dengan lembut, perasaan bahagia yang semakin besar muncul di hatinya mampu sedikit demi sedikit mengikis rasa sedih yang baru saja dia alami.

Kami sama-sama kehilangan orang yang sangat berharga

.

.

"terima kasih... telah memberikan ku kesempatan untuk melanjutkan hidup" Naruto bersimpuh, memanjatkan doa, mempersembahkan doa terbaiknya, untuk seseorang yang selalu menemani nya, untuk seseorang yang selalu ada untuk nya, untuk seseorang yang telah memberinya kesempatan untuk hidup.

"Sakura ayo pergi"

Mereka pergi dari area pemakaman, meninggalkan beberapa tangkai bunga higanbana di sana, berjalan dalam diam, melewati keramaian desa konoha yang entah kenapa terasa sepi bagi mereka.

Naruto sesekali melirik Sakura, gadis itu terus diam sedari tadi, dia merasa tidak nyaman, cukup mengkhawatirkan melihat Sakura yang selalu banyak bicara diam seperti ini, dia memang tidak tahu apa yang terjadi dengan Sakura setelah kejadian itu, namun saat dia pertama kali sadar, dan yang dia lihat pertama kali adalah Sakura, itu sudah cukup menandakan kalau Sakura benar-benar dalam ke adaan baik.

Namun yang Naruto lihat hannyalah ke adaan fisiknya saja, dia tidak tahu sama sekali keadaan psikologis Sakura, dia tidak bisa menebak apa yang Sakura pikirkan sekarang, dia tahu apa yang ada di dalam hati Sakura sekarang, Naruto tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menghibur Sakura sekarang.

kehilangan Ino memang sangat menyakitkan, dan tentu saja itu sangat berpengaruh bagi Sakura, Ino adalah teman pertama, bahkan mungkin Sakura sudah menganggap Ino adalah Satu-Satu nya keluarga yang di milikinya.

Bagaimana dengan dirinya? Tentu saja Naruto juga merasakan kehilangan yang luar biasa, namun dia sudah meyakinkan dirinya, bahwa menjadi ninja itu harus selalu siap untuk kehilangan orang-orang berharga bagi dirinya.

Memikirkan itu mengingatkan nya pada Sasuke, bagaimana keadaan anak itu? Dia belum mendengar apa pun soal keadaan Sasuke.

"bagaimana ke adaan..." Naruto tidak melanjutkan perkataannya saat menyadari Sakura tidak ada di samping nya, dia membalikkan badan, gadis itu berdiri beberapa langkah dari nya.

"Naruto!"

Dan suara tegas Sakura langsung masuk ke telinga nya, gadis itu berjalan menghampiri nya, menggenggam tangan nya, menarik nya, berjalan pelan dan semakin cepat, sampai langkah kedua anak yang menganjak remaja itu menjadi sebuah langkah lari.

Langit sore yang berawan, tatanan bangunan yang rapi, taman-taman yang terlihat sangat indah, dan seorang gadis yang berlari sambil menarik seorang anak laki-laki yang hanya diam mengikuti nya.

Langkah mereka berhenti, saat sampai di sebuah rumah, Sakura langsung membuka pintu, menarik Naruto masuk ke dalam dan langsung mengunci pintunya, dia menuntun anak itu menuju kamarnya.

Mendorong Naruto ke ranjang nya hingga anak itu jatuh telentang, Sakura naik di atas nya dan mengurung nya, gadis itu menangkup wajah Naruto, mendekatkan wajah nya, sampai mereka bisa merasakan nafas panas yang saling berembus

"Ne.. aku ingin melupakan nya"

Cahaya matahari yang mulai menghilang, dua bibir yang saling menyatu, yang berawal dari sebuah ciuman biasa, berubah menjadi sebuah lumatan penuh nafsu.

Suara desahan dan dua bibir yang saling melumat memenuhi ruangan itu, Naruto awalnya cukup kaget dengan apa yang di lakukan Sakura, dia tidak menyangka Sakura bisa seliar ini. Dari mana dia tahu hal seperti ini, mereka terlalu kecil untuk melakukan ini, mereka tidak sepantas nya berbuat hal seperti ini, tetapi jika ini bisa membantu sakura melupakan kesedihan nya, ia akan membiarkan nya, membiarkan Sakura melakukan apapun pada nya, membiarkan Sakura mencari kenikmatan pada pada diri nya.

Sampai dia melupakan kesedihan yang dia rasakan, walaupun hanya sementara.