~ What ? ~

Disclaimer : Vocaloid © Cripton Future Media and Yamaha

Chapter 2 : KEPO LU

" DASAR, KAMSEUPAY!"

.

.

.

.

Perpustakaan di dorm tempat Ring tinggal, kondisinya sangat mengenaskan. Pasalnya, Ring mengobrak-abrik semua buku berbahasa, mulai dari bahasa Indonesia, sampai bahasa ALIEN-pun dia lihat saudara-saudara!

'Kepo tuh bahasa apaan ya…?' Pikir Ring.

Ring kembali mencari buku-buku berbahasa asing yang dapat ia gaet (?) untuk mencari definisi kata 'Kepo'. Oh, kali ini buku bahasa Prancis, Inggris, dan Jepang (?).

Ring kembali duduk di karpet dan memfokuskan dirinya untuk membaca buku berbahasa.

...

...

...

...

...

"Yoo...! Ring tumben di perpustakaan!" Gadis berambut pink model twin-tail tiba-tiba datang dan mengagetkan Ring yang berusaha untuk corettidurcoret—Mengerti buku berbahasa itu.

Ring lalu menghela napas, kemudian berbalik melihat 'sosok' yang menghancurkan konsentrasi yang sedari tadi telah ia bangun.

"...Iya, aku di perpustakaan, emang kenapa? Masalah?" Ring menatap gadis itu dengan tatapan supermegagigasinis seperti Mayu di chapter 1. Gadis itu lalu mengitari Ring dengan tatapan heran.

"...Ring, kalo sakit, aku punya obat 'kok"

"...Kawaiine-san, kalo mau ngajakin berantem, jangan sekarang"

Hening. Ring kembali memfokuskan diri membaca buku bahasa itu. Sementara orang yang tadi disebut dengan 'Kawaiine-san' hanya duduk termenung-menung di samping Ring.

Kawaiine mengambil salah satu buku berbahasa yang Ring baca, "Oh... Ring mau belajar bahasa Inggris ya...?" Gumam gadis itu, dan kemudian disambit—Eh, disambut dengan pernyataan tidak benar oleh Ring.

"... Aku mau tau sesuatu doang kok..."

"Apa, Ring? Mungkin aku tau!" Gadis itu kembali bersemangat. Ring lalu menatap gadis itu.

"...Kepo tuh apa sih?" Tanya Ring dengan polosnya, sementara Kawaiine-san mencoba untuk menahan tawanya yang sebentar lagi meled—!

" AHAHA! IKH! SUMPEH LO GAK TAU KEPO? DASAR, KAMSEUPAY !" Pekik Kawaiine-san dengan histeris. Ring kembali diam.

'...Jangan-jangan otaknya Kawaiine-san juga rusak...'

Kamseupay...?

APAAN TUH KAMSEUPAY?

"ARGH! EMANG ITU BAHASA APAAN SIH!" Ring frustasi, ia mengacak-acak rambutnya sambil menatap gadis itu—Kagami Kawaiine.

Kagami yang baru saja menghentikan aksi guling-guling gajelas-nya langsung menepuk-nepuk pundak Ring, "Lo...Kok bisa gak tau bahasa anak gahoelz (?) Indonesia 'sih?". Ring lalu menepis tangan Kagami.

"...Kalo tahu, bagi-bagi bisa kali...!" Lanjut Ring sensi.

"..." Tidak ada jawaban. "...Tanya aja ibu ter-gaul di dorm ini. Kamar nomer 32. Sorry, gue mau casting.".

'Bilang aja sendirinya gak tau' Batin Ring merendahkan. Lalu Ring melengos pergi dari perpustakaan itu, meninggalkan Kagami sendirian.

"...Yah, gue diting—!" . "Hei kamu!" Wanita berambut honey-blonde menghampiri Kagami."BERANTAKIN BUKU ITU GAMPANG, BERESINNYA YANG SUSAH! CEPET BERESIN!" Omel wanita itu pada Kagami.

Dan kemudian, Kagami bersumpah akan membunuh Ring.

.

.

.

.

Ring mencari-cari kamar bernomor 32. Masalahnya dari tadi dia belum menemukan kamar bernomor 32.

...

...

...

...

Oh, Ini 'kan lantai 2, kamar nomer 32 tuh di lantai 3, emang Ring DUDUL

#Untuk ke-2 kalinya, author dibunuh Ring's FC.

Ring akhirnya sadar akan ke-gajeannya dalam mencari kamar nomor 32. Akhirnya ia naik ke lantai 3 setelah lama keliling-keliling di lantai 2.

Lantai 3, tidak ada yang aneh di sana. Paling hanya ada dua orang gadis yang baru saja keluar dari toilet berbarengan. Kedua gadis itu yang sadar kalau mereka diperhatikan Ring, langsung menghampiri Ring dengan heran.

"Halo, Ring! Apa kabar?" Sapa salah satu gadis berambut pink yang saya yakini bernama Momo Momone.

Gadis yang bernama Momo itu menunggu jawaban Ring dalam diam, sementara temannya menyikut Momo dengan pelan.

"...Psst... Mom, temen lu napa...?" Tanyanya setengah berbisik pada Momo.

"...Dia kok aneh sih? Eh, Btw (?) manggilnya gak enak banget. Lu kira gue ibu elo"

"IIIH! ELO KAMSEUPAY BANGET SIH! ITU 'TUH PANGGILAN SAYANG!"

...

...

...

Ring kembali cengok.

'...Apaan lagi dah..? Jangan-jangan otaknya Yowa-san juga udah...?'

Eh? Apa? Kamseuay—Kamseupay?

APAAN TUH KAMSEUPAY?

Momo dan Yowa Shion memperhatikan Ring yang sedari tadi cengok. "Wooooooy….. Ring, back to earth please..." Momo mengguncang tubuh Ring, membuat Ring kembali ke bumi (?).

"—Eh, iya..."

"Ring, kenapa sih? Eh, yaudah deh, gue ada janji sama Macne Nana, jadi... BYE~!" Momo lalu menyeret Yowa pergi dari situ, meninggalkan Ring.

Ring lalu kembali melanjutkan misi utamannya; Mencari kamar dengan nomor 32.

...Piiip...!...Piip...!

Tiba-tiba handphone milik Ring berbunyi. Dengan cepat ia mengambil handphonenya dari kantongnya dan mengangkatnya.

"Ha—Halo...?"

"Hyooo...! Ring~! Apa kabar?" Sapa orang di seberang telepon itu. Dengan segera Ring menutup telepon itu. Tertulis jelas nama si penelpon pada layar handphone itu. 'Yukari Yuzuki'.

Akhirnya, setelah perjalanan panjang penuh cucuran keringat dan air mata (apaan sih?), Ring sampai ke kamar yang tampak sangat anker. Dimana pintunya penuh dengan paku-paku yang ditata membentuk angka '3' dan '2'. Pintunya penuh dengan bekas cat sana-sini membentuk kata 'Miku'.

Dengan agak—SANGAT ragu, Ring mengetuk pintu kramat itu.

Satu ketukan, belum ada suara.

Dua ketukan, juga belum ada yang menyahut.

Tiga ketuka—!

"YEEEEAAAAAH! ROCK-STAAAAAAR MAMEN!"

Tepat seperti kata Kagami. Kini Ring yakin penghuni kamar nomor 32 ini bukan hanya gaul, ia PASTI memiliki kerja sampingan. Jadi penyanyi rock-star dengan modus pembunuhan.

Ring secara perlahan memegang kenop pintu kamar itu. Pintunya dibuka secara perlahan, dan membuat Ring terkejut.

Seorang gadis dengan warna rambut abu-abu metalik sedang memainkan gitarnya bak pemain gitar profesional. Rambut peraknya berkibar-kibar, author bingung gimana caranya bisa berkibar kayak gitu.

...

...

...

Ternyata ada kipas angin di depannya.

"Eng...Anu..." Ring menghampiri gadis itu. Gadis itu lalu menghentikan kegiantannya dan menatap Ring tajam.

"...EEEEEH? Rambutmu bagus banget...!" Puji gadis itu, membuat Ring salah tingkah. "Ayo deh, sini duduk!" Gadis itu kemudian menunjuk sebuah kursi yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berada.

...

...

...

Kurisnya terlihat dipaku ke lantai... Astaga, di kursinya ada bekas coret-coret semacam 'HAGANE ROCK!' dan bercak-bercak merah. Entah merah apa, kayaknya baru diwarnai dan belum kering.

Melihat kursi itu, Ring jadi illfeel. "Eeh, ma—Makasih, tapi saya berdiri aja deh, gak usah repot-repot... Ehehe..." Ucap Ring. "...Sa—Saya Cuma mau nanya, tadi baru dikasih tau temen sih..."

"Temen...? Siapa?" Tanya gadis berambut perak itu. Ring terlihat semakin gugup.

"...Na—Namanya Kagami Kawaiin—!"

"OOOH! KAMU TEMENNYA KAGAMI? RING SUZUNE 'KAN?" Gadis itu lalu melontarkan senyum hangat kepada Ring, membuat Ring sedikit merasa lega. Tadinya dia pikir bakal dicincang sama gadis metal ini.

Ring mengangguk, sementara gadis itu senyam-senyum gaje memperhatikan Ring. "Gue udah sering banget denger tentang elo dari Kagami! Ternyata elo toh yang namanya Ring...! Temen Kagami, temen gue juga! Kenalin, nama gue Miku Hagane" Gadis itu menyambut Ring dengan antusias, tapi masih menggunakan bahasa gahoelz (?).

"Jadi, elo mau nanya apa?" Tanya gadis itu. "Gue jawab,"

"...Ngg... Ke—Kepo tuh bahasa apa 'sih?"

.

.

.

.

Hening.

"...Pfft...! Elo...? Gak tau Kepo?" Tanya Miku dengan agak ragu, takut membuat teman Kagami itu marah.

Ring mengangguk. "...Te—Terus Kamse—Kamsep—Kanseua...?"

"Kamseupay... Maksud elo...?" Tanya Miku membenarkan.

Ring mengangguk.

Miku menggeleng. "Astaga... Elo kok bisa 'sih jadi orang yang ketinggalan jaman banget...?"

"Kepo 'tuh bahasa inggris—"

"Tapi di kamus bahasa inggris gak ada" Potong Ring dengan cepat.

"Makanya dengerin dulu..! Kepo tuh... Knowing Every Particular Object, ya kayak pengen tau hal-hal men-detail gitu." Terang Miku, sementara Ring hanya mengangguk-angguk penuh antusias.

"Terus, kamseupay tuh…. Ehem," Miku menarik napas, "KAMpungan Sekali EUuy PAYah, gitu"

Dan, Ring hanya bisa cengok mendengar penjelasan Miku.

~Au deh, Tamat aja~

A/N: Yay update~! Sebenarnya ini Cuma fic one-shot yang entah kenapa jadi dua chapter. Jadilah chapter 2, dimana tidak ada humor... Karena memang tujuannya hanya untuk mengenalkan para UTAUloid, dan Fanloid. Tapi kalau masih ada humornya, ya itu kan hanya selingan~!

Bagi yang gak tau:

Kagami Kawaiine: Bisa search di yutub kok~! Desu-desu-desu nyaan~!

Momo Momone: Cari di gugel~!

Yowa Shion: UTAUloid Wiki

Yukari Yuzuki: Vocaloid3 yang ada hiasan kelincinya itu loh~!

Miku Hagane: Miku versi metal.

Sekian, kalau ada yang nggak dimengerti, hubungi saya melalui PM #ngarep