Diantara milyaran orang yang bisa menumpang di rumahku, kenapa harus dia? Dia itu nakal, jahil, dan… seorang Malfoy

Menginap?

Harry Potter © J.K. Rowling

Di Rumahku © aniranzracz

Enjoy it!

"… kalau tidak merepotkan, kami ingin Draco menumpang disini. Well, tidak sepenuhnya menginap, tapi, kalau butuh makan, dia bisa kesini. Atau dia ketakutan, dia juga bisa kesini, dsb. Saya dan Narcissa harus pergi ke luar kota, ada urusan kerja. Dan, jangan khawatir. Biaya Draco akan kami bayar sendiri, William." jelas Mr. Malfoy, mengabaikan jantungku yang sejenak berhenti berdetak.

Malfoy gila itu 'menumpang' di rumahku? Yeah, aku tahu kalau kedua orangtuanya pergi dan rumahku yang ada di sebelah rumahnya, tapi? Astaga, menumpang? Setelah apa yang diperbuatnya padaku selama di Hogwarts? Astaga, astaga, astaga. Lagipula, apa iya laki-laki berusia 17 tahun tidak berani sendirian di rumah?

Dia membuatku tidak tidur sepanjang malam! Dia menyembunyikan PRku! Dia memasang alarm di kamarku tepat jam satu malam! Dan yang paling parah adalah… memasukkan amortentia di jus labuku! Memalukan! Kurang apa kejahilannya?

"Wah. Lucius, Narcissa, bukannya kami tidak mau, tetapi, sepertinya saya dan Monica juga akan berlibur ke Prancis bersama, tanpa Hermione sebenarnya. Kami pergi besok dan mungkin baru pulang satu minggu lagi." ujar Dad –William Granger–

"Kalau anda tidak keberatan, Draco kan bisa bermain bersama Hermione di siang hari dan tidur di rumahnya sendiri setiap malam. Atau, Draco juga bisa menginap disini, itu tentunya kalau kalian mengizinkan. Lagipula, aku yakin Hermione dan Draco bisa menjaga diri." kata Mrs. Malfoy.

Mukaku memerah seketika. Aku masih tidak percaya ini. Malfoy-keparat-menginap-di-rumahku-yang-tentram-dan-damai. Ya Tuhan.

"Yeah, kami berdua tidak keberatan, Draco menginap saja disini setiap hari. Bagaimana denganmu Hermione?" tanya Mum –Monica Granger–, aku tersadar dari lamunanku.

"Err, iya, aku tentu tidak keberatan." ujarku terpaksa. Aku tidak enak menolak permintaan pasangan Malfoy ini.

"Well, bagus. Draco menginap disini saja sampai kalian pulang." putus Mum lagi. Mum! Mum gila ya? Dulu saja Mum memaki-maki Draco Malfoy! Dan sekarang Mum membolehkannya 'menumpang'? Dua puluh empat jam? Satu minggu?

"Ayo, kita minum teh dulu!" ajak Dad, kemudian menyuguhkan lima gelas teh earl grey dan beberapa jenis kue, biskuit dan roti.

Aku tidak mempedulikan cemilan-cemilan enak itu dan hanya mengambil satu cangkir teh, di dalam pikiranku berkecamuk apa yang akan dilakukan orang itu di rumahku, apalagi kalau Mum dan Dad sedang berlibur.

Semoga saja dia tidak meledakkan rumahku –mengingat kita sudah berumur 17 tahun sekarang, bisa memakai tongkat sihir diluar Hogwarts– atau yang lebih parah lagi merusak puluhan PR yang sudah kubuat susah payah.

-xoxox-

(Setelah Mr dan Mrs. Malfoy pulang)…

"Mum! Mum mau kemana?" tanyaku heran. Tidak biasanya Mum pergi sore-sore.

"Supermarket, mau ikut?." ujar Mum, aku mengenyrit heran.

"Untuk apa?" tanyaku lagi, aku berniat ikut.

"Besok kan Mum dan Dad pergi, kau tidak mau ikut waktu itu kau bilang. Karena besok Mum dan Dan pergi, Mum akan membelikanmu dan Draco banyak cemilan." jawab Mum santai.

Ku batalkan saja niatku untuk ikut berbelanja! Aku tidak akan mengikuti seluruh aktivitas yang bersangkutan dengan Draco Malfoy sebisa-bisanya!

"Mum, bisakah aku ikut berlibur?" pintaku lagi, aku betul-betul tidak tahan jika harus hidup dengan Malfoy di rumah nyamanku.

"Tidak, Honey. Kau sudah memilih tinggal dan kita sudah membicarakan soal Draco yang menginap dengan Mr dan Mrs. Malfoy tadi." ujar Mum sambil mengecup keningku. "Mum pergi dulu."

Ku lihat pemandangan Mum yang membuka pintu rumah dan menghilang setelah ia menutup pintunya.

Setelah itu, pikiranku kembali diisi oleh Malfoy paling nakal dan yang paling gila yang akan menginap di rumah amanku ini.

-xoxox-

Dad dijemput oleh temannya tadi, mau main tenis. Sekarang aku sendirian di rumah, berharap semoga Malfoy tidak jadi menginap.

'Ting-Tong' bel rumahku berbunyi. Aku bergegas membukakan pintu, berharap semoga Mum atau Dad yang datang sehingga aku tidak sendirian lagi di rumah.

Ketika membuka pintu, bukanlah Mum dengan belanjaannya ataupun Dad dengan raket tenisnya yang menyambutku, tapi…

Seorang laki-laki jangkung, berambut pirang dan bermata abu-abu dingin. Draco Malfoy.

Aku hanya melongo melihat penampilannya kali ini. Ia memakai baju yang sederhana, tapi menawan. Hanya kaos hitam dengan celana jeans biru, dipadukan dengan sepatu kets putih.

"Kau mau apa dan mau sampai kapan menatapku seperti itu?" tanyanya dingin, berhasil membuatku berhenti menatapnya dan kembali memasang tampang dingin.

"Well, tidak apa-apa." kataku, lalu membanting pintu tepat di depan wajahnya. Aku masih belum percaya. Ya Tuhan, tolonglah, semoga ada seorang malaikat yang Engkau kirimkan kepadaku dan mengatakan bahwa semua ini hanya mimpi buruk! Yeah, mimpi buruk.

'Tok-tok' pupuslah permohonanku ketika bunyi pintu diketuk itu terdengar. Dengan terpaksa, aku membuka pintu itu.

"Hai, Granger." sapa Malfoy (dalam hati aku berpikir pastilah dia terpaksa mengucapkan sapaan ini), lalu masuk seenaknya seolah ini adalah rumahnya.

"Hei! Kau tidak sopan, Malfoy!" komentarku.

"Jadi? Yang mana kamarku?" tanya Malfoy dengan senyum menyebalkan, tidak membalas perkataanku sebelumnya.

Aku pun melangkahkan kakiku menuju salah satu kamar tamu di rumahku, kamar tamu di rumahku ada dua –dan sialnya– masing-masing ada di sebelah kamarku dan di lantai dua.

Begitu kutunjukkan, Malfoy bukannya berterima-kasih, malah masuk ke kamar tamu itu dan membanting pintu kamar tamu itu tepat di depan wajahku, persis dengan kejadian tadi.

"MALFOY!" seruku. Aku betul-betul jengkel pada Malfoy sekarang! Apa sih maunya? Membalas dendam? Tak tahukah dia aku masih shock tadi? Demi Merlin, bagaimana bisa Mr. Malfoy dan Istrinya yang terhormat punya anak seperti dia?

"Satu sama, Granger! Hahahaha…" suaranya terdengar dari balik pintu, aku hanya menendang pintu itu sekeras mungkin –tidak peduli jika rusak– dan turun ke bawah. 'Hermione, kau tidak perlu menghabiskan waktu dan tenagamu dengan orang gila itu.'

Batinku.

Aku pun berjalan dan menemukan… Mum!

"Hai, Mum! Sudah pulang ternyata!" ujarku, aku lega sekali karena Mum pulang dan berarti Malfoy tidak bisa menggangguku berlebihan.

"Yeah. Draco sudah datang?" tanya Mum lagi. Oh, bagus. Sekarang, Mum tidak menanyakan satupun hal tentang diriku, tapi tentang Malfoy sialan itu!

"Yup, dia ada di kamar tamu sekarang." jawabku singkat.

"Coba panggilkan!" pinta Mum kepadaku. Aku mendelik dan untunglah, sebelum aku ke kamar tamu yang ditempatinya, dia sudah muncul.

"Selamat sore, Mrs. Granger, Hermione." sapa Malfoy. Aku hanya menganga, dasar licik! Beda di depan, beda di belakang! Dan dia juga memanggilku Hermione! Semua boleh mengucapkan nama depanku kecuali Malfoy!

"Sore, Draco. Apa kabar, Son?" tanya… Dad! Dad sudah pulang! Tapi, wait! Dia memanggil Malfoy 'Son'? Dan tidak menyapaku? Cukuplah sudah! Aku beralih jadi anak tiri dalam waktu beberapa menit!

"Kabar saya baik, Mr. Granger." balas Malfoy sambil menyalami Dad dan tersenyum. Aku betul-betul kesal sekarang.

"Well, kalau begitu, aku dan Monica akan mengepak barang kami dulu. Draco, anggap saja rumah ini rumah sendiri." ujar Dad lagi sambil merangkul Mum.

Setelah Dad dan Mum pergi…

"Oh, jadi inilah yang biasanya dilakukan oleh Mr. Malfoy yang terhormat dan bermuka dua!" ujarku ketus sambil meminum soda.

"Yeah, masa tujuh tahun bersama (aku melotot), kau tidak terbiasa?" tanya Draco santai dan kemudian duduk di sebelahku, di sofa merah kesayanganku. Otomatis aku mendorongnya dan kemudian pindah posisi ke bagian sofa yang paling ujung.

"Ish! Kau jangan duduk disini!" teriakku.

"Ayahmu bilang aku bisa menganggap ini rumahku sendiri, dan terserah aku mau melakukan apa di rumahku sendiri." ujar Malfoy sambil mengambil dua buah kue, membuatku ingin mencekiknya.

"Argh." Seruku keras, menumpahkan soda yang kupegang ke lantai marmer putih.

Malfoy hanya mengangkat salah satu alisnya sambil tetap mengemil kue, kali ini ia mengambil biskuit cokelat.

"Kenapa kau betul-betul menyebalkan, Malfoy?" tanyaku berang.

"Kau bergurau." komentarnya singkat. "Percayalah, sebenarnya aku ini menyenangkan dan manis."

Aku memutuskan kembali ke kamarku dengan tangan terkepal, dan tanpa sengaja…

Aku terpeleset soda yang kutumpahkan sendiri.

Aku sudah menutup mataku dan berharap semoga gaun rumah yang kupakai tidak tersingkap bagian bawahnya saat aku jatuh nanti.

Satu detik… aku belum jatuh…

Lima detik… aku juga belum jatuh…

Apakah aku pingsan? Oh astaga, aku tidak akan membuka mata. Biarkan saja aku di rumah sakit selama liburan daripada menghabiskan waktu bersama orang gila pirang itu!

"Kau mau terus seperti ini, Granger?" suara dingin itu memaksa mataku membuka mata.

Ya Tuhan! Aku berharap akan jatuh dan pingsan, ternyata malah aku ditahan oleh Malfoy! Dengan pelukan! Akhirnya sudah dua kali harapanku pupus.

Aku mendongak melihat mata abu-abunya, mata dan raut mukanya dingin. Dan tiba-tiba, ia menyeringai.

"Terserah kau, kau mau berdiri atau mau tetap ku peluk." Ujar Malfoy dengan nada senang dan penuh kemenangan.

Aku pun tersadar dan segera melepaskan diri, lalu berlari ke kamarku. Sebelumnya aku berteriak "Brengsek kau Malfoy!" dan disambut dengan "Kau berhutang padaku, Hermione Granger sayang! Hahaha…"

Hei? Enak saja dia panggil aku 'sayang'! Ish! Memangnya aku apa coba? Belum dua jam 'menumpang', Malfoy sudah cari masalah! MALFOY!

-xoxox-

END OF THIS CHAPTER

Ide gaje ya? Review dong, supaya aku tahu dimana kegajeannya, semua bisa review kok.

Ficku yang belum ku-update + kuselesain di laptop itu banyak banget -_- plot bunny ginian 'ngehantuin' aku sampai ke alam mimpi!

Bayangin aja! Aku mimpi aku dan kakak-kakak kelasku kecelakaan, baru aku mimpi kalau aku menginap di rumah lamaku, dan akhirnya aku mimpi nulisin itu semua dalam fic! Fic dalam mimpi! Astaga -_- mana Voldie masuk-masuk ke fic itu lagi!

*malah curhat*

a/n:

Kalau kalian nemuin Draco yang make sihir dan Hermione jarang di chapter berikutnya, berarti Hermione gak mau ngkhianatin ortunya untuk make sihir di dalam rumah.

Maaf kalau ada typo, gaje, absurd, dsb. Apalagi kalau update selanjutnya sangatsangat lama.