UPDATE CHAPTER 2~

Terimakasih buat Near1001, sadsa, Venetta Scarlet de Milo, shizuo miyuki,dan Niha-chan The Nekoni

Yang udah meluangkan sedikit waktunya untuk ngreview chapter yg lalu dan udah ngasih masukan ,saran dan kritikan. Semua itu sungguh sangat membantuku.

Dan maaf jika masih ada kekurangan dalam fict ini.

Dan terimakasih banyak~

RnR, please!(*but don't like, don't read, okey?)

Happy reading~


Anak Kecil atau Keras Kepala?

Fairy Tail

(*milik Mashima Hiro, sudah pasti bukan saya! saya hanya meminjam beberapa karakter dari Fairy Tail)

GajeelXLevy

Rate K

WARNING: miss Typo(s), kurang greget,dan segala kekurangan lainnya yang tak bisa disebutkan 1 per 1, karna saking banyaknya.


Chapter 2…..

"Kasihan? Kau…..KAU SELALU SAJA MENGANGGAPKU ANAK KECIL DAN ANAK KECIL! KAU BENAR-BENAR MEMBUATKU KESAL! DAN AKU TAK BUTUH DIKASIHANI OLEHMU!" bentakku lebih keras dari yang tadi, seperti ada bom yang meledak di dadaku, aku benar-benar sakit hati dan kesal padanya

"Levy…..!" Lily mencoba mendekatiku, namun yang ku inginkan saat ini hanyalah waktu untuk sendiri

"SEKARANG, PULANGLAH!" teriakku sambil menundukkan kepala

"…." Gajeel hanya diam tak menanggapi perkataanku, begitu juga dengan Lily

"Ayo ,Lily! Kita pulang!" ucap Gajeel membalikkan badan dan berjalan ke arah pintu

"Tapi….." Lily hendak protes ,namun Gajeel langsung menyelanya

"CEPAT!" tegas Gajeel, Lily pun akhirnya menurut dan mengikuti gajeel. Saat sampai di pintu dapur, Gajeel berhenti, Lily hanya menatap heran pada Gajeel

"Setidaknya, kau obati lukamu itu! Dan…selamat malam!" ujar Gajeel dan langsung berlalu berjalan meninggalkanku, Lily pun mengikuti Gajeel dengan tatapan bingung

Aku hanya diam tak menanggapi perkataan Gajeel. setelah terdengar bunyi pintu tertutup, aku pun langsung berusaha berdiri dan berjalan menuju ranjangku dan mengobati lukaku. Tak berapa lama ,aku pun selesai mengobati lukaku. Aku pun memutuskan untuk tidur, mencoba untuk melupakan segala beban pada hari ini.


Di tempat lain…..

Normal POV

Gajeel dan Lily terus berjalan menjauh dari sebuah rumah dimana mereka keluar tadi. Suasana hening menemani mereka sepanjang jalan. Lily yang dari tadi masih heran dan bingung dengan sikap Gajeel pun, akhirnya berusaha untuk menanyakannya pada Gajeel

"Oi!" panggil Lily, namun Gajeel entah tak mendengar atau apa, ia sama sekali tak menanggapi panggilan Lily

"Gajeel!" ulang Lily kembali, tapi sama seperti tadi, Gajeel seperti tak menghiraukannya. Lily pun merasa jadi merasa kesal

"WOI ,GAJEEL!" teriak Lily sekeras mungkin, Gajeel terlihat terkejut mendengar teriakan Lily yang begitu keras, ia pun berbalik dan menoleh ke arah Lily

DuaakK!

Dan langsung mendapatkan hadiah sebuah pukulan dari Lily tepat di kepalanya

"Apa yang kau lakukan? Dan kenapa kau berteriak tengah malam begini? Sekarang hujan sudah reda, orang lain bisa saja mendengarmu berteriak seperti orang gila!" ujar Gajeel dengan wajah bosan

"Itu salahmu, aku sudah memanggilmu tapi kau tak mendengar!" balas Lily tak mau kalah

"Eh? Benarkah? Aku tak tau kau memanggilku?" ujar Gajeel santai dan kembali melanjutkan perjalanannya

"Hei kenapa kau meninggalkan Levy begitu saja?" tanya Lily sambil mengejar Gajeel dan berjalan di sampingnya

"Hmmm bukannya dia sendiri yang meminta kita untuk pulang?" jawab Gajeel santai sambil menoleh pada Lily

"Memang, tapi tak seharusnya kau pergi begitu saja dan membiarkannya sendiri dalam keadaan terluka" ujar Lily

"Lalu apa yang bisa ku lakukan? Yang ku lakukan selalu saja membuatnya marah, sungguh menyebalkan!" Gajeel terlihat sedikit kesal

"Apa maksudmu? Memang kau yang membuatnya marah! Kau bahkan tak meminta maaf sedikit pun saat akan pergi tadi!" tegas Lily

"Minta maaf? Memangnya harus?" tanya Gajeel heran

"Tentu saja! kau sudah membentaknya, padahal ia sudah terluka begitu, dan kau memarahinya sampai membuatnya menangis!" jelas Lily

"…" Gajeel masih terlihat bingung

"Ya ampun! Kau sungguh orang terlemot yang pernah ada!" tukas Lily kesal pada Gajeel dan berjalan mendahului Gajeel

"Hei…..Lalu apa yang bisa ku lakukan?" tanya Gajeel pada Lily

"Besok pagi kita ke rumah Levy lagi, dan kau harus minta maaf padanya!" ujar Lily namun ia tak menoleh pada Gajeel

"Heh? Tapi….." belum selesai Gajeel berbicara ,Lily langsung menoleh ke arah Gajeel

"Jika kau menolak, aku akan menghajarmu sampai babak belur!" tegas Lily disertai deathglare yang jarang ia keluarkan, jika di lihat sekarang ia seperti kucing hitam dengan mata yang bersinar merah

"Hmmm baiklah!" Gajeel pun akhirnya mengiyakan perkataaan Lily, karna jarang sekali dia melihat Lily menatapnya seperti itu. Dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dalam suasana hening

AYE!


Pagi hari…

Sinar mentari pagi mulai menyinari kota Magnolia. Pagi yang cerah sangat cocok untuk memulai hari yang menyenangkan

Pancaran sinar mentari yang hangat mulai masuk melalui celah jendela dan membuat seorang gadis mungil yang tengah tertidur menjadi terbangun karna cahaya mulai mengenai matanya


Levy POV

"Ukhh…" aku sedikit menggeliat dan mulai bagun dari tidurku, aku pun duduk dan meregangkan badanku yang sedikit kaku. Setelah sadar sepenuhnya, aku pun mulai beranjak dari tempat tidur berfikir untuk pergi ke kamar mandi dan melupakan sesuatu.

BRUKK!

"Aduh….." aku kembali terjatuh menyentuh lantai, aku lupa kalau kaki ku sedang sakit, dan mungkin karna beberapa kali di paksakan berjalan dan menopang badanku, kaki ku jadi semakin sakit. Sepertinya untuk beberapa hari ini aku tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.

"Ada apa?" aku pun menoleh ke arah suara yang berasal dari arah pintu dan sedikit terkejut

"Ga…Gajeel-kun? " aku sedikit gugup mengetahui pagi-pagi begini dia sudah ada di rumahku. Sungguh hal yang tak terduga

"Kau terjatuh lagi?" tanya Gajeel sambil mendekat ke arahku, aku pun sedikit kesal karna nada bicaranya terdengar seperti mengejekku

"Jika kau datang hanya ingin mengataiku anak kecil yang ceroboh, sebaiknya kau pulang saja!" aku pun memalingkan wajahku dengan kesal

"Kenapa sifatmu itu? Dan sampai kapan kau akan duduk di lantai seperti ini? Ayo berdiri!" Gajeel pun mengulurkan kedua tangannya padaku, aku terkejut dan ragu karna sifatnya yang tiba-tiba berubah. Tapi aku pun membalas uluran tangan Gajeel dan ia membantuku untuk berdiri serta memapahku untuk kembali duduk di tepi ranjangku

"Kenapa kau ada di rumahku pagi-pagi begini?" tanyaku heran

"Ummm, hanya….itu aku…." Gajeel terlihat tak tau harus berkata apa

"Apa?" aku pun menjadi penasaran

"Haaah! begini, aku sadar ucapanku kemarin sudah terlalu keterlaluan dan membuatmu marah dan kesal. Dan bahkan sampai membuatmu menangis! Jadi… jadi ak….aku minta maaf!" ujarnya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Sepertinya ia malu untuk meminta maaf. Lucu sekali! Aku pun tertawa melihat tingkahnya

"Kau mentertawakanku?"ujar Gajeel kesal

"Hah? Tidak kok! Aku hanya teringat sesuatu!" ucapku berusaha menahan tawa

"Kau….. kau pasti mentertawakan aku? Benarkan?" kata Gajeel terlihat kesal

"Haha maaf deh! Maaf," jawabku masih tertawa

"Jadi apa kau memaafkanku?" tanya Gajeel sambil menatapku

"Hmmm mau bagaimana lagi, kau sudah minta maaf! Jadi ku maafkan!" aku pun tersenyum menandakan kalau aku sudah memaafkannya

"Hmm begitukan lebih baik!" ujar Lily yang entah sejak kapan sudah berada di dekat kami

"Eh, Lily? Kau juga ada di sini?"tanyaku heran karna dari tadi tak terlihat

"Hmm ya begitulah! Kalian saja yang tak menganggapku ada," ujar Lily santai

"Hah sudahlah, itu saja kau permasalahkan!" Gajeel terlihat kesal pada Lily

"Ya sudah, oh ya Levy apa yang ingin kau lakukan hari ini? Apa kau ingin pergi ke guild?" tanya Lily entah untuk apa. Aneh

"Hmmm pengennya sich begitu, tapi kau tau kan kaki ku sedang sakit, mana bisa aku pergi ke guild!" ujarku sambil tersenyum

"Tenang saja ,Gajeel akan membantumu jika kau kesusahan sampai kaki mu sembuh!" Lily pun tersenyum penuh arti padaku, membuatku bingung

"Itu tidak perlu ,aku hanya akan merepotkan kalian!" tolak ku

"Heh? Aku lagi?" seru Gajeel bertambah kesal

"Kau…. Kau akan melakukannyakan?" Lily pun mengeluarkan aura kelam dari tubuhnya dan menatap Gajeel dengan mata merah seakan mau membunuh Gajeel

"Ughk ,baiklah!" ucap Gajeel pasrah

"Haha ka….kalian benar-benar akrab ya? Haha," ujarku melihat tingkah Gajeel dan Lily, dan hanya bisa tertawa kikuk

"Nah Levy, apakah kakimu sampai sekarang masih sakit?" tanya Lily yang sudah kembali normal

"Hmm sepertinya begitu, mungkin karna aku terlalu memaksakannya. Kaki ku jadi agak bengkak!" jelasku

"Kalau begitu, Gajeel akan menuntunmu berjalan, sekarang kau mau apa? Apa kau mau mandi dulu sebelum kita pergi ke guild?" ujar Lily, Lily memang serba tau apa yang ingin dilakukan Levy, ckckck

"Umh sepertinya iya, tapi aku tak bisa jalan," balasku singkat

"Kalau begitu kau, Gajeel bantu Levy ke kamar mandi!" perintah Lily seenaknya menunjuk

"Eh?" aku dan Gajeel pun terkejut, mana mungkin ia bisa mengucapkan hal itu dengan enteng

"Apa maksudmu? Hah!" ujar Gajeel kesal

"Maksudku, bantu ia untuk ke kamar mandi! Lalu setelah itu kau keluar, dan setelah selesai kau bantu dia lagi untuk keluar! Jangan mikir yang aneh-aneh! Dan lakukan sekarang juga!" tak lupa deathglarenya pun menghiasi ucapannya

"Baiklah, ayo berdiri!" Gajeel pun kembali mengiyakan perkataan Lily dan membantuku untuk ke kamar mandi

"Maaf sudah merepotkanmu!" aku jadi merasa tak enak hati karna Gajeel jadi harus membantuku

"Sudahlah, aku tak repot sama sekali. Kalau begitu aku keluar dulu, kalau sudah selesai panggil saja!" Gajeel pun pergi dan menghilang di balik pintu

Skip time…..

Setelah bersusah payah mengganti baju di dalam kamar mandi. Aku pun selesai berbenah diri. Saat akan memaggil Gajeel, aku menjadi tak enak hati merepotkannya. Jadinya ku coba untuk berdiri dan berjalan dengan satu kaki ke arah pintu, lagi pula jaraknya dekat walau harus merasakan sakit di kaku ku. Saat aku membuka pintu terlihat Gajeel yang berdiri bersandar pada dinding di samping pintu

"Ah? Kau sudah selesai, kenapa tak memanggilku?" tanyanya santai

"Hmmm hanya tak ingin terlalu merepotkanmu" balasku tak lupa dengan senyuman. Gajeel hanya mengangguk dan memapahku menuju ruang tengah. Aku jadi heran kenapa sifat Gajeel bisa berubah selembut ini, biasanya dia suka marah-marah. Tanpa sadar aku malah memandanginya

"Apa?" tanya Gajeel yang menyadari dia ku pandangi

"Ah? Haha Bukan apa-apa" jawabku dengan tawa kikuk

"Sudah selesai? Apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya Lily enteng setelah melihatku dan Gajeel

"Umhh tentu, ayo!" ajakku, kami pun mulai meninggalkan rumah tak lupa setelah mengunci pintu. Belum jauh dari rumahku, Gajeel terlihat kesal

"Hah? Aku capek jika harus terus memapahmu begini, dengan tinggi badan yang jau berbeda, ini jadi sulit," tukas Gajeel bosan, aku jadi merasa bersalah karna sudah merepotkannya

"Maafkan aku, sebaiknya aku di rumah saja. Jadi tak terlalu merepotkan kalian begini," ucapku dengan perasaan besalah

"Bukan begitu, oh ya akan lebih mudah kalau aku menggendongmu. Ya sudah , naiklah!" Gajeel pun menyuruhku naik ke punggungnya. Awalnya aku masih ragu seperti kemarin, namun karna tak bisa menolak aku pun naik ke punggungnya dan ia mulai menggendongku.

"Pegangan yang erat, jangan sampai jatuh," ujar Gajeel, aku pun dengan ragu-ragu mengaitkan tanganku ke lehernya dan menyenderkan daguku ke bahunya. Wajah kami pun jadi hanya berjarak beberapa centi, namun aku tak bisa melihat wajahnya. Ia pun mulai berjalan menuju arah guild. Lily yang dari tadi diam, terlihat tersenyum tanpa bisa ku duga apa yang dipikirkannya.


Di guild Fairy Tail….

Normal POV

Hiruk pikuk masih saja terdengar dari dalam guild, padahal hari baru menunjukkan pukul 8 pagi. Tapi guild ini sudah mulai ramai. Pintu guild yang terbuka membuat suara membahana dari dalam terdengar sampai keluar. Banyak diantara para mage yang mulai mengambil quest dan bersiap untuk bekerja. Di tengah keributan mereka, masuklah 2 sosok manusia dan seekor kucing yang entah bagaimana menjadi sihir untuk menghentikan keributan tadi. Ekpresi mereka pun berubah ,yang awalnya tertawa riang menjadi melongo dengan mata melotot

"Wa…wa….UWAHHHHHH!" teriak mereka secara bersamaan, ruangan terasa menggelegar akibat suara mereka. Mereka seperti tak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang, sosok Levy dan Gajeel serta Lily yang mulai memasuki guild, sukses membuat mereka bertiga menjadi pusat perhatian seluruh manusia yang ada di dalam guild. Kenapa tidak? Tak pernah di sangka mereka bisa melihat kejadian langka ini, Gajeel yang terkesan dingin, sekarang tengah menggendong salah seorang mage tercerdas di Fairy Tail yang lumayan bisa dikategorikan manis, Levy Mcgarden. Surprises bangetkan?

"Wahwahwah ternyata ada pasangan baru di guild kita!" ujar Mirajane , wanita cantik dengan rambut putihnya yang tergerai indah memecah keterkejutan para mage Fairy Tail. Ekspresinya sangat berbeda dengan para mage lain yang terkejut, sedangkan dia tersenyum senang. Tak tau apa yang membuatnya senang

"HEH?"

TBC~


Akhirnya selesai juga chapter 2. Fyuh~

Tapi aku ndq tau apa cerita ini memuaskan atau ndq?

Jadi mohon review dari para readers sekalian

Karna saran,kritikan dan masukan sangat aku terima dengan senang hati

Dan sekian terimakasih banyak karna sudah menyisihkan sedikit wkatu untuk membaca fict ini

Makasih!