Make You Alive
.
Disclaimer : Tadotoshi Fujimaki
Genre(s) : Romance, Tragedy, Hurt/Comfort
Pair : AoKaga
Warning : OOC, AU, Typo(s)
.
KirigayaKyuu©
.
.
Chapter: Mari berbelanja
.
Namanya Aomine Daiki. Lelaki berpostur tinggi dan berotot seperti Kagami. Memiliki rambut berwarna biru tua. Warna kulitnya agak eksotis gelap. Seorang lelaki yang baru di kenal Kagami sejak tadi malam. Seorang lelaki yang di kenal Kagami karena nyaris di tabraknya. Seorang lelaki yang memiliki masalah hidup sepertinya. Dan hari ini Kagami bolos kerja, untuk menemani Aomine.
"Bagaimana kalau kita membeli beberapa pasang baju untuk mu?" Ajak Kagami. Mereka berdua langsung meluncur menuju Mall menggunakan Mobil Porche berwarna merah milik Kagami-yang dia dapatkan melalui perjudian.
.
"Aomine, di mana kau tinggal?" Kagami mencoba memecah keheningan di dalam mobil.
"A..aku lupa" Jawabnya. Beruntung, Kagami bukan orang yang curigaan.
"Apa kau terkena amnesia? Apa kau ingin aku mencarikan keluarga mu? Atau kau mau sekarang kita menuju rumah sakit?" tapi Kagami orangnya khawatiran. Kagamipun bertanya dengan berlebihan.
Aomine hanya menggeleng.
"Kalaupun aku ingat di mana aku tinggal, aku tidak mau kembali lagi"Aomine sambil menatap kosong ke arah dashboard.
Kagami merasakan déjà vu yang sangat amat besar. Dirinya yang dulu seperti muncul di hadapannya. Mungkin agak sedikit dalam versi berbeda.
"Kalau begitu, kau tinggal saja dengan ku!" ajak Kagami
"A..apa kah boleh? Aku tidak ingin merepotkan mu lagi. Karena tindakan ku semalam aku nyaris mengirim mu ke penjar-"
"Boleh! Tapi kita akan berbagi tugas!" ucap Kagami memotong kalimat Aomine.
Aomine merasa bersyukur menemukan orang yang berbaik hati menerimanya, setelah sekian lama. Dan Aomine tersenyum ke arah Kagami. Tapi Kagami tahu, itu bukan lah senyuman 'asli' Aomine.
.
.
Ahirnya mereka sampai ke "Kiseki Mall" lumayan jauh juga dari apartemen Kagami. Kagami segera memparkirkan mobil mewahnya itu di parkiran outdoor. Kiseki Mall ini adalah mall yang sangat besar. Bahkan Aomine yang melihatnya cukup kaget, dia tidak menyadari ada mall sebesar ini di daerahnya.
"Apa mall ini baru di bangun?" tanya Aomine
"Eng? Sa… aku bukan orang yang suka berbelanja sih" jawab Kagami, yang membuat Aomine merasakan déjà vu. Dan Flashback. 'Lelaki ini hampir mirip dengan orang itu' pikirnya. Tapi langsung di enyahkan oleh dirinya sendiri.
Merekapun berjalan masuk ke dalam mall itu. Mungkin karena masih siang, belum banyak orang yang berbelanja di sini. Mereka melihat banyak toko-toko branded. Pakaian-pakaian mahal. Well, rata-rata sih di mulai dari 5000 yen. Tapi tetap saja mahal!
.
Aomine POV
Banyak sekali toko-toko branded di sini. Semua brand itu pernah ku pakai pula, wah! kali ini banyak pakaian baru masuk. Jika aku membawa kartu kredit atau uangku sih pasti langsung ku borong, habisnya warna-warna pakaian itu adalah biru tua. Haah, itu kebiasaan masa lalu. Aku ingin membuang semua kebiasaan itu. Geez, sulit sekali rasanya. Aku juga tidak mau merepotkan Kagami-san lagi! Aku juga… masih dalam masa…
"Hey, kenapa malah melamun?" merasa di panggil aku pun langsung menengok ke arah suara
"E..eh?"
"ttaku, bagaimana kalau kita membeli sepatu dulu untuk mu?" dia mengajakku membeli sepatu. Aku pun mengangguk. Sungguh baik orang ini. Apa perlu aku menceritakan masalah ku padanya? Tapi itu pasti akan mengganggunya. Halah! Pikirkan itu nanti saja deh. Aku juga masih belum yakin 100% pada orang lain. Walau orang ini sungguh baik hati.
End of Aomine POV
.
Sekarang mereka berdua memasuki toko olahraga bernama 'Nike'. Melihat-lihat banyak benda-benda berbau olahraga. Mulai dari perlengkapan futsal sampai basket yang ber-kualitas tinggi ada di sini. Kagami sedang meneliti bagian sepatu. Sedangkan Aomine tengah melihati tumpukan bola basket. Bola basket yang mengingatkannya tentang kenangan manis yang pahit. Kenangannya bersama orang yang paling di cintainya. Kagami melihat Aomine men-dribble bola basket. Gerakannya bagaikan pemain profesional. Kecil tapi pasti, Kagami dapat melihat setitik cahaya saat Aomine men-dribble bola. Namun, cahaya tersebut hilang. Di gantikan sorot mata yang menyedihkan. Sorot mata yang menampakkan kehampaan.
"Aomine, apa kau mau bola basket itu? Kebetulan aku juga suka bermain basket, kita bisa bermain bersama nanti" tanya Kagami. Aomine hanya mengangguk dan sorot matanya tidak berubah.
"Kalau begitu, kita samaan beli Air Jordan aja ya?" ucap Kagami.
Aomine yang mendengarnya langsung terkejut. Air Jordan itu merek sepatu basket yang cukup mahal. Jika Aomine adalah Aomine ysng di masa lalu, membeli dua pasang Air Jordan adalah hal biasa. Murah singkatnya. Tapi, sekarang Aomine akan di belikan! Di belikan!
"Kagami-san-"
"Kagami saja"
"Eng, Ka-kagami, aku sangat berterima kasih atas jasamu, tapi aku tidak ingin merepotkan mu. Mengetahui niatmu saja aku sudah sangat bersyukur" Aomine tidak mau merepotkan lelaki ini terus-terusan. Dia harus segera mengembalikan kebaikannya secepat mungkin.
"Merepotkan? Tidak sih, aku membelikanmu sepatu karena aku juga ingin one-on-one dengan mu. Jadi tidak usah sungkan!" ucap Kagami
"Terima kasih, Kagami" Aomine mengatakan terima kasih dengan senyuman. Masih dengan senyuman kosong. Bukan berarti dia tidak menyukai apa yang di lakukan Kagami untuknya, bukan. Hanya saja, Aomine belum bisa tersenyum bahagia seperti dulu lagi.
Kagami mengambil sepatu Air Jordan bertipe Retro berwarna merah-hitam, dan menuju kasir untuk meminta nomor sepatu yang pas untuknya. Sedangkan Aomine masih melihat-lihat koleksi sepatu di toko ini. Aomine mencari sepatu yang harganya paling murah, sekarang dia tidak ingin menomor satukan kualitas, dia tidak mau merepotkan Kagami.
"HEY! Aku tahu kau pasti mencari harga yang paling murah kan!" Kagami memukul kepala Aomine yang memelototi price tag sepatu.
"Aku kan sudah bilang, tidak usah sungkan! Jika kau ingin balas budi, balas lah kalau aku sudah memberikan semuanya! Jangan setengah-setengah!" Kagami mengomeli Aomine. Dan tanpa di sadari Aomine, cairan hangat meleleh sedikit demi sedikit di hatinya.
"Go..gomen"
"Hm, pilihlah"
Aomine mencari sepatu lagi. Kali ini, dia mencari yang pas di matanya. Dari sekian sepatu yang di lihatnya, Aomine merasa kalau semua sepatu di sini sudah di belinya. Tapi, ternyata sepatu-sepatu ini adalah keluaran baru! Holy shit! Berapa lama Aomine meratapi nasibnya sampai lupa tanggal rilisnya Air Jordan?
"Deg!"
Aomine melihatnya, sepatu itu. Sepatu yang seharusnya sudah tidak ada di pasaran lagi. Sepatu yang memberikan banyak kenangan manis dan pahit! Sepatu Air Jordan tipe Classic 87 berwarna biru-hitam. Aomine pun mengambil sepatu itu.
"Maaf, tapi sepatu itu tinggal sepasang. Ukuran 10." Ucap salah satu salesman.
Aomine yang mendengarnya tidak terkejut. Memang itulah yang dia cari, sepatu ini seakan special hanya untuknya. Memang, Aomine berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan masa lalu. Tapi, dia ingin membuat kenangan manis dengan sepatu specialnya lagi.
"Tak apa, ukuranku 10" Aomine dan Kagami menuju kasir.
.
"Haah.. bagaimana kalau kita beli t-shirt? Kau suka merek apa?" Kagami bertanya soal merek pada Aomine. Banyak, itu yang ingin Aomine ucapkan. Tapi hanya satu yang terlintas di benaknya. Coconut Island. Toko branded yang tidak terlalu mahal dan kreatif.
"Coconut.. Island"
"Yosh! Mari kita ke sana!" Kagami mengepalkan tinjunya ke udara dengan bersemangat.
.
Sesampainya di Coconut Island. Kagami maupun Aomine terkagum-kagum dengan tulisan di masing-masing Tee-shirt. Ternyata Kagami dan Aomine sama-sama menyukai Brand Coconut Island. Kagami memborong kaus-kaus yang di sukainya (baca : yang diambil Kagami berukuran XL).
"Hey Aomine. Ambil saja sesuka mu! Tapi jangan kembaran ya! Nanti baju kita ketuker lagi" Kagami mencoba bercanda, Aominepun mengangguk dan mengambil 5 piece tee-shirt (baca : ukurannya Aomine juga XL, itu alasan kalo Kagami ga mau kembaran sama Aomine. Entar ketuker takutnya)
"Terima kasih, datang kembali!" ucap salesgirl Coconut Island.
"Terima kasih, Kagami"
"Eits, belum waktunya untuk berterima kasih. Kita harus membeli celana, boxer, pakaian dala-" sebelum Kagami menyelesaikan kalimatnya, Aomine sudah buru-buru menutup mulutnya.
"Ka..kagami, haruskah kau menyebutkan itu semua dengan lantang?" semburat merah muncul di kedua sisi Aomine.
"Ehehehe, Suman"
Mereka pun menuju SOGO untuk membeli celana, dan saudara-saudara celana tersebut.
"Okay, aku tahu kau pasti butuh, celana dan teman-temannya, tas, dan deodorant. Terus kau butuh apa lagi?"
"Dia" ucap Aomine dalam hati memikirkan sesosok orang yang amat di cintainya. Sosok yang sudah tiada lagi. Sosok yang…
"Eh? Itu saja sudah cukup kok, Kagami"
"Hm, yasudah. Pilih lah. Aku juga butuh celana untuk bekerja"
Dan Aomine hunting celana dkk, kaus kaki, sandal, dan beberapa pasang shirt lagi.
Aomine berhasil mengambil semua kebutuhannya. Sedangkan Kagami belum menemukan celana yang pas. Ahkirnya mereka bertemu di Kasir.
"Wait, di mana kau mendapatkan celana itu?" Kagami menunjuk celana jeans yang ada di tumpukan tas belanja Aomine
"Eh? Ini? Di sana" Aomine menunjuk ke arah di mana dia mendapatkan celananya. Dan, WHUZZZ. Kagami dengan cepat (sangat) menuju arah itu dan mengambil dua pasang, sama seperti Aomine. 'Semoga saja tidak ketuker' pikir Aomine.
"Terima kasih! Datang kembali!" ucap para salesgirl di SOGO
"Mari kita makan! Aku lapar!" Kagami memukul-mukul perut sixpack nya.
"Haa? Kau masih lapar? Terus tadi siang kita makan di rumah itu belum kenyang?!"
"Tehehehe" Kagami memukul kepalanya pelan dengan gaya 'moe'
"ttaku"
Kagami tersenyum. Dia merasa, Aomine mulai 'hidup' kembali. walau sedikit.
.
"ke T-SPACE aja" usul Kagami
Mereka menuju T-SPACE yang berada di lantai 4. Gedung ini terdiri dari lantai Basement 3, Basement 2, Basement 1, LG, UG, G, lantai 1, lantai 2, lantai 3, lantai 4, lantai 5, dan lantai 6. Dan jarak dari ujung ke ujung…sangat jauh. Aomine merasakan latihan pertama klub basketnya di SMA saat berjalan dari ujung ke ujung.
"HUAA! Maji burger buka di sini?!" Kagami teriak histeris. Melihat restoran fast food-nya buka di samping T-SPACE. Untung tidak banyak orang di sekitar mereka.
"Kagami…"
"Tehehehe, suman suman" Kagami mengulangi gaya 'moe'nya lagi. Yang di sambut gelengan kepala Aomine.
"Ya sudah, kita makan di sana saja?"
"YO!" Kagami berjalan di depan.
.
"Irrashaimase!" ucap para sales.
"Yo! Eh? Teppei-senpai?"
"Oh! Kagami? Waa.. hisashiburi da na! Apa kabar? Dan wow.. siapa dia? Pengganti 'dia' kah?" tanya Kiyoshi Teppei tanpa rasa malu. Teppei-senpai adalah center dan point guard tim basket SMA Kagami dulu. Yang memiliki julukan 'Uncrowned King' dan 'Tenshi' atau 'Si Hati Besi'
"Senpai…aku baik-baik saja. Terima kasih. Dia temanku. Bukan pengganti 'dia'" jawab Kagami datar. Aomine yang berada di belakang Kagami tidak tahu menahu apa yang mereka bicarakan.
"Gomen… oh mau pesan apa?"
"Hm, 30 cheese burger, 1 botol cola yang satu liter. Aomine mau apa?"
Aomine terkejut-kejut mendengar pesanan Kagami. 'Gak salah tuh? Padahal tadi siang di rumah kan Kagami sudah makan 5 piring kare!?' pikir Aomine
"E..etto.. 1 burger deluxes, dan sprite saja"
"Ada lagi?"
"Oh! French fries yang large 1 ya!" tambah Kagami. Tambah pula keterkejutan Aomine
"Sip! Tunggu dulu ya!" Teppei-senpai mengambil pesanan Kagami dan Aomine.
Dua menit menunggu semua pesanan mereka datang.
"Ini dia! Hati-hati Kagami saat membawanya ya!" ceramah Teppei-senpai
"Hai..hai"
Kagami dan Aomine memilih duduk dekat kaca yang memunculkan pemandangan daerah sekitar.
"Doomo"
"HYAAAA?!" teriak Kagami dan Aomine bersamaan saat duduk.
"K-kuroko? Se-sejak kapan ka-kau ada di-di sana?" Kagami masih merinding melihat penampakan tepat di samping Aomine. Mereka tidak menyadarinya! Hii… sasuga pemain yang memiliki missdirection saat bermain basket.
"Aku sudah di sini dari tadi. Doomo Kagami-kun dan anda?" Kuroko melirik ke arah Aomine
"A-aomine Da-daiki" Aomine tak kalah terkejut
"Doomo, Aomine-kun. Jadi ini yang 'lebih penting untuk di urus' dari pada rapat hm? Kagami-kun?" Kuroko menggunakan wajah pokerface saat mengatakannya. Yang membuat Aomine dan Kagami merinding karena tidak tahu apa yang di dalam pikirannya.
"Tehehe, iya" Kagami (lagi-lagi) membuat gaya 'moe' yang membuat Kuroko merasa mual setelah menegak Vanilla Milkshake-nya
"Ya kalau begitu, Aomine-kun, jika dia melakukan hal-hal buruk padamu, silahkan hubungi aku" Kuroko memberi kartu namanya pada Aomine
"A-arigatou Kuroko-san" Kuroko tersenyum
"Sa, ini saatnya aku untuk kembali ke kantor. Ja ne! Kagami-kun. Kalau mau izin lagi, dengan senang hati kau bisa bilang pada ku." Kuroko meninggalkan restoran fast food. Meninggalkan Kagami dengan tatapan ngeri. Kagami tahu, maksud Kuroko adalah untuk tidak izin kerja lagi. Karena, semua pekerjaan Kagami pasti akan turun ke Kuroko.
"Ehehe, jangan di pikirkan Aomine, aku dan dia bukanlah orang jahat. Mari makan?" Kagami mulai membuka bungkus burger. Begitu pula Aomine
"Um, ayo. Itadakimasu"
"Itadakimasu"
Mereka pun mulai makan dengan lahap (Baca : yang lahap Kagami sendiri)
Sepuluh menit kemudian, makanan Kagami habis tidak bersisa. Yang tersisa hanya keterkejutan Aomine (lagi) dan perut buncit Kagami. Mereka berdua segera meneguk minuman masing-masing, mencoba menghilangkan rasa serat di tenggorokan. Setelah minuman habis, mereka berdua menuju keluar. Tak lupa, Kagami mengucapkan salam pada pemilik Maji Burger yang sempat bertugas tadi-Kiyoshi Teppei.
"A..ano" Aomine masih gugup jika harus berbicara dengan orang.
"Yaa?"
"Kagami, laki-laki ta-tadi siapa?"
"Hah? Kuroko atau Teppei-senpai?"
"Yang tiba-tiba ada di sampingku"
"OH! Kuroko? Dia asisten ku! Mantan teman se-tim basket ku dulu waktu di SMA! Sama dengan Teppei-senpai juga!"
Aomine hanya ber-Oh ria. Tapi, masih ada satu lagi yang menjanggal di otak Aomine.
"Kagami, yang di maksud Kuroko-san dengan 'dia' itu siap-"
"HUAAA! AKU LUPA! BARANG-BARANG KU KETINGGALAN DI MAJIBU!" teriak Kagami sekaligus memotong kalimat Aomine. Dia hanya menggeleng-geleng dengan sikap Kagami yang teledor ini.
.
Di perjalanan menuju rumah
"Tadi kau mau nanya apa Aomine?" Kagami ingat, saat mereka berjalan keluar dari Majibu, Aomine seperti mengatakan sesuatu
"Eh? Tidak jadi."
"Hm? Yakin? Beneran? Penting kah yang ingin kau tanyakan? Atau kau sudah lupa?"
"Iya, Kagami. Beneran. Ngomong-ngomong… hontouni arigatou, ne. Kagami" ucap Aomine berterima kasih sambil tersenyum. Dan untuk pertama kalinya, Kagami melihat senyum 'asli' Aomine.
"Hu'um! Douitashimashite!" Kagami juga ikut tersenyum
.
.
Mereka akhirnya, mulai saling percaya.
Mereka akhirnya, mulai melupakan masa lalu walau hanya sebentar.
Mereka akhirnya, mulai 'hidup' dari keterpurukan.
.
.
.
A/n:
HAI HAI HAI HAI HAI! aku kembali lagi!
yap segini dulu. jadi kalo ga ngerti mohon maklum ya :3
balasan review:
ffureiya-san: Terima Kasih sebelumnya! untuk sekedar review, tenang saja, tenang. aku ga berani buat KagaMine tar di dunk sama Aomine :v ceritanya disini muka Aomine masih alim dan lagi galau #ceilah lama-lama juga sangar lagi kok :3 ini lagi berusaha update kilat :3 nyari ide dulu soalnya ehehe#gayaMoeKagami #diDunkKagami
Lily Kotegawa-san: Terima kasih! Terima Kasih atas waktunya untuk sekedar review! ehehe iya, aku suka nulis 'akhirnya' jadi 'ahkirnya' entah kenapa :v. Lily-san suka ngeliat Aomine menderita ya? ehehe #gayaMoeKagamiLagi #diPanthomShootKuroko
terima kasih pula untuk Cloud the First Tsurugi-san! yang mem-fav cerita ini!
.
oh iya! sebelumnya aku butuh saran nih! kira-kira apa ya pekerjaan Kagami? silahkan review bagi yang punya ide..
terima kasih untuk semuanya! yang sekedar membaca, yang menyempatkan waktu untuk review, yang nge-fav cerita ini, yang mem-folloe cerita ini. dan yang menyuport aku! ehehe. oh iya mau tau ga siapa 'dia' nya Kagami dan Aomine? (ENGGAAKK!) tenang aja nanti akan terungkap dengan sejalannya waktu #ceilehBahasaAkuuu
Sonja,
Kirigaya Kyuu
