Chapter : 6

enjoy!


"Lu-...", Sehun menghembuskan nafasnya kasar. "Ah, sebaiknya aku mengambilkanmu makanan" ucap Sehun mengalihkan pembicaraan sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu kamar.

"Tapi Sehun, aku tidak lapar"

"Baiklah. Aku akan ke kamar mandi sebentar kalau begitu"

Belum sempat Luhan menjawab pernyataan Sehun, Sehun telah terlebih dahulu menutup pintu kamar.

Seperti yang dapat kau tebak, ia tak pergi menuju kamar mandi seperti yang ia katakan pada Luhan. Ia masih disini. Berdiri dibalik pintu sambil mencari kata yang tepat untuk memulai apa yang akan ia katakan saat ia kembali ke kamar Luhan nanti. Ia takut jika setelah ia menjelaskan semuanya pada Luhan, Luhan akan membeci dirinya.

Pikiran Sehun bergejolak. Saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Luhan mengingat Luhan masih dalam pemulihan atas amnesia yang di idapnya. Tapi di sisi lain, semua ini akan menjadi rumit dan mungkin akan membahayakan Luhan jika Sehun tak menjelaskan semuanya saat ini juga.

Tidak, Sehun. Sekarang bukanlah saat yang tepat untuk menjelaskan pada Luhan tentang apa yang pernah terjadi. Biarkan Luhan perlahan mengingatnya.


Kamar pintu ruang inap Luhan terbuka dan menampakkan sepasang suami istri paruh baya dan seorang gadis manis berdiri di belakang pintu sambil menampakkan raut kegelisahan. Tidak hanya mereka, tetapi Kyungsoo dan Kai juga datang untuk menjenguk Luhan saat ini.

"Aigoo~ Apa yang terjadi pada gadis eomma?" ujar eomma Luhan membuka pembicaraan sambil menautkan alisnya gelisah dan berlari menuju ranjang Luhan sesaat setelah ia datang.

Luhan tersenyum manis. Sangat manis hingga membuat oranglain berfikir bahwa Luhan tak apa – apa.

"Eomma, Aku baik – baik saja"

"BAIK – BAIK SAJA APA MAKSUDMU? Jika kau baik – baik saja mengapa kau terbaring disini?"

Seluruh penjenguk Luhan bahkan Luhan sendiri tertawa setelah melihat kegelisahan eomma-nya yang terlalu berlebihan.

"Luhan, dimana Sehun?" tanya Kyungsoo

"Ah, iya dimana ia sekarang?" timpal Kai

"Haish, anak itu. Istrinya terbaring disini, ia malah menghilang" ucap eomma Luhan.

Luhan terkekeh pelan.

"Ia berkata bahwa ia akan ke kamar mandi sebentar"

Kai, Kyungsoo dan eomma Luhan pun mengangguk – anggukkan kecil kepala mereka sebagai respon atas penuturan Luhan.

"Ah iya! Eomma pukul berapa sampai disini?" tanya Luhan

"uhm... Entahlah. Sekitar beberapa jam yang lalu"

"Bagaimana dengan kalian?" tanya Luhan beralih pada Kai dan Kyungsoo yang tengah berdiri di sisi kiri ranjang Luhan.

Belum sempat Kai dan Kyungsoo menjawab, pintu ruang inap Luhan terbuka. Menampakkan seorang pria tampan bertubuh jakung. Itu adalah Sehun.

Sehun membungkukkan badannya sesaat setelah ia menyadari bahwa eomma Luhan berdiri tepat di samping ranjang Luhan.

"Ah, eomma. Kapan datang?" tanya Sehun basa – basi

"Beberapa saat yang lalu" jawab eomma Luhan disertai dengan senyuman manisnya yang ia turunkan pada Luhan.

"Dan kalian?", ucap Sehun sambil beralih menatap pasangan Kaisoo yang tengah duduk di sofa.

"Ah, Sehun kau belum mengenal mereka kan? Gadis itu bernama Kyungsoo dan pria di sampingnya adalah Kai. Mereka adalah sepasang kekasih dan juga sahabatku", jawab Luhan dari ranjangnya.

Kyungsoo dan Kai pun berdiri dan membungkukkan badan mereka hampir bersamaan.

"Jadi, kapan aku bisa kembali ke villa-mu? Aku mulai bosan disini", tanya Luhan sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

Sehun tersenyum, "Malam ini kau sudah boleh pulang. Tenanglah "


Eomma Luhan, Kyungsoo dan juga Kai memutuskan untuk kembali ke Korea setelah mampir sebentar ke villa yang dihuni Sehun dan Luhan.

Saat ini Sehun dan Luhan tampak sedang duduk di sofa sambil menonton TV. Mereka tampak mesra dengan posisi Luhan memeluk lengan Sehun sambil menyandarkan kepalanya di lengan atas Sehun. Sedangkan Sehun, ia tampak protective dengan mengelus – elus tangan Luhan yang memeluk lengannya.

"Sehun?"

"hmm?"

"Kau belum menjawab pertanyaanku waktu itu"

Raut wajah Sehun yang sebelumnya tampak santai berubah menjadi serius. Ia tak menyangka bahwa Luhan masih menyimpan pertanyaan itu di benaknya.

"Pertanyaan? Kapan kau pernah memberiku pertanyaan?"

Seketika Luhan bangkit dari dekapan Sehun, "Sehun, jangan berpura – pura. Aku tau kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku"

Sehun tak berani untuk menatap kedua manik mata Luhan. Sepasang manik mata yang mampu membuatnya lepas kendali ingin melontarkan dan menceritakan semuanya. Luhan tak betah melihat tingkah aneh Sehun saat ini. Ia tau pasti dan yakin bahwa Sehun tengah menyimpan sesuatu tanpa sepengetahuannya.

Kedua tangan Luhan memegang kedua sisi kepala Sehun dan mengarahkannya menatap wajah manis miliknya. "Sehun, kumohon. Ceritakan semuanya. Aku merasa seperti orang terbodoh di dunia ini tanpa tahu sesuatu yang kau sembunyikan. Kumohon ceritakan semuanya"

Meskipun kepala Sehun mengahadap tepat ke arah Luhan, namun tatapan matanya tetap menuju ke arah bawah. Ia masih tak mampu menceritakan semuanya. Ia takut jika Luhan akan meninggalkannya setelah mengetahui semua kebenarannya.

Luhan melepaskan sentuhan tangannya dari muka Sehun, "Sehun, kumohon tatap mataku dan ceritakan semuanya. Aku.. Aku merasa seper-"

"Luhan," potong Sehun"jika kau ingin mengetahui semuanya, kita harus pulang lebih awal ke Korea" Sehun berkata seraya menatap kedua manik mata Luhan dengan dingin.

"Baiklah. Ayo berkemas"


Pening itu datang lagi dan kali ini lebih parah dari sebelumnya. Luhan berusaha mati – matian bangkit dari ranjang untuk menyiapkan sarapan, namun saat ia berusaha bangun, Sehun terlebih dahulu menggenggam tangannya dan mencegahnya untuk bangkit dari ranjang. Luhan tak menyangka bahwa Sehun akan bangun terlebih dahulu darinya.

Suasana keceriaan tak tampak lagi seperti sebelumnya. Gelak tawa dan keceriaan berubah menjadi sebuah keheningan. Hanya ada percakapan kecil antara mereka yang membuat suasana tak terlalu tegang.

Pasangan ini telah sampai di Korea dua hari yang lalu. Sehari setelah Sehun memutuskan untuk menjelaskan semuanya pada Luhan. Sehari setelah Luhan mempertanyakan kembali kebenaran yang ada pada Sehun.

Pukul 8 pagi adalah saat yang tepat menurut Sehun untuk memulai semuanya.

"Kurasa kita harus memulainya sekarang"

Tanpa menjawab dengan sepatah kata pun, Luhan bergegas berganti pakaiannya. Sehun berencana untuk menceritakan semua dari awal. Awal cerita yang cukup dramatis jika di ingat – ingat. Dan disinilah mereka berdua. Taman bunga yang indah dengan bangku – bangku kecil berjajar rapi di sekelilingnya. Sehun tersenyum kecil saat rekaman memori masa kecilnya tiba tiba mulai berputar bak film di otaknya.

"Apa kau ingat tempat ini?" Sehun memulai penjelasannya dengan sebuah pertanyaan singkat yang bahkan ia tahu jawabannya.

Luhan menggelengkan kepalanya sebagai respon. Tentu saja ia tak ingat apapun.

Sehun menghirup dalam udara sejuk di sekitar taman sambil memejamkan matanya, "Disini, di tempat ini adalah awal dari semua yang ingin kau ketahui"