- SAD-

Main pair Hunhan...

Hanya kumpulan drable hunhan yang banyak rasa...

Dua insan manusia sedang duduk di sebuah restoran yang sangat romantis. Mereka di liputi ketegangan satu sama lain. Hingga sang laki - laki pun membuka suaranya.

"Han.. Ini undangan pernikahanku dengan Zizi."

"Han.. Maaf kan aku"

Tetes air mata Luhan semakin deras saat mellihat kartu undangan itu dan Sehun. Rona pilunya tercetak jelas di matanya.. Ini kah seorang lelaki yang dia puja 5 tahun belakangan ini dengan segenap jiwa dan raganya ,, sekarang berada di depan matanya dengan sekuat tenaga menghancurkan semua yang Luhan rasa.

"Mianhe han.. Aku pulang"

"Sreet' bunyi bangku bergeser menandakan Sehun akan segera pergi.

"Hunie.. Jebal" Luhan menarik tangan Sehun. Supaya lelaki itu tidak meninggalkannya.

"Mianhe han" dengan raut datarnya ia bisa menghempaskan tangan Luhan hinga wanita munggil itu terjatuh.

"Hiks... Napeun namja!" Luhan berteriak hingga semua pelanggan terkejut dan melihat arah mreka berdua. Luhan berlari tak tentu arah sampai dia tiba di apartemenya yang Sehun pernah tinggali bersama.

Luhan masuk dengan tergesa - gesa sambil melihat sekeliling ruangan kamarnya , wanginya Sehun masih tercium jelas disana... Beberapa setelan pakaian Sehun pun masih bergantung disana. Semuanya masih ada di tepat di letaknya masing - masing.

Luhan mengambil satu persatu barang kepunyaan Sehun semua barangnya ia tumpuk di atas kasur mereka. Rasa pening di kepalanya sudah tidak ia rasakan lagi. Ia hanya menangis dan menangis pilu. Di peluknya semua barang- barang yang ada. Luhan mengantuk... Ia tertidur dengan memeluk boneka larva kuning kesayangan Sehun yang sebesar tubuhnya.. Dengan sisa sisa air matanya dia masih bisa berdoa " jaga Sehun untukku Tuhan, aku pulang"

- hari pernikahan Sehun dan Tao-

Sehun tersenyum sumringah melihat mempelainya menuju dirinya.. Dengan genggaman mantap Sehun dan Tao mengucapkan janji sehidup semati. Pesta pernikahan Sehun sangat mewah , ayah Sehun memberikan hadiah pesta mewah untuk anaknya karena mempersatukan dua perusahaan terbesar di China dan Korea..

Ketika itu sahabat Luhan bernama Baekhyun menemui Sehun di acara resepsinya.

"PLAK" Baekhyun menampar pipi Sehun

Sehun terkejut dan Tao langsung mendorong Baekhyun ke belakang. Sehun menjauhkan Tao dari Baekhyun. Ia takut Tao juga di perlakukan sama

"Itu tak seberapa Sehun dengan apa yang Luhan sudah lakukan untukmu" Baekhyun sudah emosi dan menangis ketika bicara dengan Sehun.

"Ia tidak pernah menangis ketika ia melihat mu berciuman dengan Tao, dia bilang " ia hanya teman Sehun"

"Ia tidak pernah mengeluh ketika ia hanya bisa makan sekali sehari hanya untuk menghidupimu Tuan Muda Oh yang kabur dari rumah , ia hanya bilang " Sehun harus hidup sehat"

"Ia tidak pernah tersiksa ketika kau dorong dari lantai dua apartemen mu hingga ia keguguran anak mu, ia bilang " kau masih belum siap menjadi ayah" "

"Tapi Sehun... Aku tidak pernah melihat senyuman terindah dan sangat tenang ketika kau meninggalkannya dan membuat dia pergi ke surga. Kenapa kau lakukan kepada Luhan ku , kenapa kau sejahat itu Sehun" dengan pelukan lembut suaminya , Baekhyun segera akan di bawa keluar

"Hiks , ini surat dari Luhan, untuk mu pecundang" Baekhyun langsung pergi keluar

Sehun lemas ,,, tubuhnya merosot kebawah , dalam isak tangisnya ia membuka surat yang Luhan beri untuknya.

"Semoga pernikahanmu meriah dan lancar, Hun.

Selamat menempuh hidup baru , Nae sarang. Lu Han"

+End-