Way Back Into Love
Author: Zizi
Main Cast :
-Jung Yunho-
-Kim Jaejoong-
Support Cast :
-Kim Junsu-
-Park Yoochun-
-Shim Changmin-
-Some GG's Member-
Etc,,
Genre : Hurt/ Cormfort , Friendship, School Life
Length : Chaptered
Summary : Jung Yunho adalah figure ketua OSIS yang ramah, sangat di andalkan dan berpengaruh, namun sikap nya berubah setelah bertemu dengan siswa baru, Kim Jaejoong. Siswa ini membuat nya terusik. Luka 3 tahun silam sulit dilupakan nya. Perasaan di campakan tanpa alas an yang jelas, membuat Yunho sulit untuk melupakan peristiwa itu. Kim Jaejoong sengaja pindah untuk meminta maaf kepada Yunhoo, bahwa ia menyesali perbuatan nya itu di masa lalu. Namun niat itu terganjal, karena Yunho menutup kesempatan itu. Kedua nya kemidian di pertemukan lagi dalam kepengurusan OSIS. Saat itu Jaejoong terpilih untuk menggantikan sekertaris umun Kim Taeyeon yang mengundurkan diri. Dari, sinilah sikap dingin Yunho semakin menjadi-jadi.
Disclaimer : FF ini milik author seorang, author hanya meminjam nama, inspired dari Novel berjudul sama jadi kalo ada kesamaan mohon dimaklumin
A/N : Yaoi/ Boys-Love, kata2 yang kaku, Gaje, Typo harap dimaklumi , remake.
.
.
.
Kiss me beneath the milky twilight
Lead me out on the moonlit floor
Lift your open hand
Strike up the band and make the fireflies dance
Silver moon's sparkling
So kiss me So kiss me
.
.
"Rupanya kalian ada disini . Aku mencari kalian,, apa sih yang kalian lakukan ?" Tanya Changmin. Dia baru saja menemukan Junho dan Junsu tengah duduk berdua dengan gitar di tangan Junho, mereka kini berada di bngku taman komplek.
"Baru mengakhiri sebuah lagi." ujar Junsu santai.
"Ada apa mencariku?" Tanya Junho.
"Kenapa menyanyikan lagu seperti itu?" Tanya Changmin, terdengar galak.
"Memangnya apa yang salah?" Tanya Junsu tidak terima ditanya segalak itu.
"Lagu Kiss Me itu seharusnya tidak kau nyanyikan di tempat umum yang banyak orang ini, dengan dia lagi!" ujar Changmin masih tidak menurunkan nadanya. Ia bahkan menunjuk Junho dengan telunjuk , seolah pria itu bukan sahabat nya.
"Kau lupa apa status kita." Ujar Junho, mengingatkan Changmin akan hubungn nya dengan JUnsu.
"Tapi orangkan tidak tahu, mereka bisa salah sangka!"
"Itukan pandangan mereka. Apa salahnya salah sangka." Ujar Junsu, ia terlihat kesal.
"Tapi tetap…"
"Aku kan hanya bernyanyi" potong Junsu, ia berdiri tiba-tiba.
"Nyayikan lagu lain!"
"Jangan bersikap seolah kau siapaku…"
"Bisakah kita hentikan pertengkaran kecil ini ?!" Tanya Krystal berjalan di belakang Changmin. Tangan nya terlipat di dada dan pandangan kesalnya mengarah pada Changmin dan Junsu.
"Setiap hari hanya bertengkar, tidak bisa lebih dewasakah kalian!" ujar Krystal masih dengan posisinya. Sedangkan Junho, yang tidak punya niat untuk meluruskan sangketa kecil ini hanya duduk santai dengan gitar di pangkuannya.
"Kau tidak usah menasehati kami!" kesal Junsu.
"Junsu oppa, usiamu lebih tua tiga tahun dariku, harusnya emosi mu bisa kau tahan. Jangan mempersulit ucapan orang. Dan kau, oppa, berhentilah bersikap protektif padanya atau padaku. Itu bisa membuat orang salah sangka. Mereka bisa saja menyangka kau pacarnya Junsu oppa dan baru melihat nya selingkuh dari Junho oppa!" ujar Krystal . Kali ini nadanya galak dan tegas. Junho yang merasa namanya ikut terpanggil akhirnya ikut berdiri, bergabung bersama mereka.
"Shim Changmin, jangan lupakan satu fakta. Aku dan mereka punya darah yang sama. Lagipula lagu itu tidak menandakan hal yadong. Jadi jangan kau anggap serius." Ujar Junho sambil menepuk bahu Changmin.
"Aku tidak berpikir seperti itu." Bela Changmin.
"Jangan bersikap seolah kau menyukinya kalau begitu"
"Kau menyukaiku? Makanya kau marah saat aku menyanyi lagu Kiss Me dangan Junho hyung, kau cemburu!" ujar Junsu, entah ucapannya mengandung pertanyan, pernyataan atau sekedar bercanda.
"Tentu saja bukan. Aku takut kalian lupa kalau kalian itu saudara" ujar Changmin santau . Namun ucapannya itu berhasil membuat Krystal terdiam, tangan nya terlepas begitu saja saja dari posisinya tadi. Mereka menyadari perubahan ekspresi Krystal.
"Aku lapar, ayo kita pulang" ujar Junho memecahkah ketegangan.
Tanpa di perintah dua kali, Krystal sudah berjalan mendahului mereka. Junsu berusaha menyeimbangkan langkahnya dengn Krystal. Di belakang mereka, Junho dan Changmin berjalan bersama.
"Maaf, aku lupa kau dan krystal…" ujar Changmin menyesal.
"Jangan kau lakukan lagi, sebenarnya dia sensitive!"nasihat Junho. Pandangan nya tidak lepas dari punggung Krystal.
.
.
.
"Kenapa kau datang sesiang ini?" tanay Jaejoong. Dilihatnya Junsu yang baru sampai dikelas.
"Aku datang jam tujuh, masih belum terlambat" ujar Junsu.
"Jam tujuh lebih dua puluh dua menit" ralat Jaejoong.
"Masih ada delapan menit untuk memulai pelajaran " ujar Junsu.
"Yang kemarin-kemarin kau tidak setelat ini. Harusnya kan siswa datang jam tujuh. Itu tertulis dalam aturan sekolah. Aturan nya terpampang jelas di mading," ujar Jaejoong. Beginilah sosok Jaejoong, sosok yang tegas dan patuh.
"Keluar juga sifat mu yang lain" ujar Junsu, ia malah tersenyum menanggapi ucapan Jaejoong.
"Apa maksudmu?"
"Tidak apakan aku telat. Akan sangat aneh bila semua siswa itu patuh dan disiplin. Ada beberapa siswa yang lebih santai, dan aku memilih masuk kedalam nya. Lagipula aku dapat toleransi dari ahjusshi itu"
"Kau itu siswa yang santai , saking santainya sampai membuat ahjusshi itu bosan melihat mu terlambat."
"Sudahlah, yang penting tidak ada guru yang komen kalau aku datang 5 menit sebelum pelajaran di mulai." Ujar Junsu nyengir.
Pergantian pelajaran
"Ujian minggu lalu, tidak terlalu buruk hanya saja di lur dugaan. Olah vocal kalian masih kurang, meski sudah dua minggu kalin diliburkan dalam pelajaran ini untuk berlatih. Tapi ada dua orang yang cukup memuaskan. Kevin, suaramu terdengar halus dan cara penyampaian nya baik, bahasa inggris mu juga lumayan. Dan Junsu, meski suaramu punya khas tersendiri, kau salah nada sebanyak 4 kali, perbaiki itu" ujar Baek Jinyoung, salah satu guru vocal terbaik yang dimiliki sekolah ini.
Sica menggangguk mengerti, merka membahas tentang suara, macam-macam suara yang masuk dalam kategori tertentu serta cra menjaga suara. Diakhir pelajaran
"Anak-anak mungkin pembahasan dalam pelajaran kita akan tertunda sampai satu bulan kedepan. Kita akan mengadakan ujian kedua, waktu sebulan senggang untuk latihan kalian. Ujian kali ini akan di konteskan, dua diantara kalian akan dipilih dan kemudian di ikut sertakan dalam kegiatan sekolah dan mendapat nilai tinggi. Untuk itu gunakan waktu kalian sebaik mungkin!" ujar guru Baek.
"Maaf guru Baek, kalau boleh tau kegiatan sekolah apa yang akan di ikuti pemenang ?" tamya Taeyeon.
"Dua bulan lagi teptnya tanggal satu Oktober adalah ulang tahun kepala sekolah. Kita akan merayakan nya di sekolah, selain itu akan ada acara persahabatan dengan sekolah lain. Yang menang di kontes ini akan mengikuti keduanya." Ujar guru Baek.
Siswa-siswa tampak bergairah, mereka seolah bersemangat untuk mengikuti kontes.
"Apa perwakilan dari kelas satu dan dua juga ada?" Tanya Kevin.
"Tentu ada, mereka hanya akan dipilih satu orang."
"Krystal pasti akan suka dengan kontes ini," ujar Junsu setelah pelajaran di kelas mereka kosong.
"Siapa Krystal?" Tanya Jaejoong
"Dia adikku." Ujar Junsu santai, Jaejoong memandangnya tidak percaya.
"Kau punya adik?"
"Aku punya, memang nya kenapa?"
"Aku tidak menyangka kau punya adik" ujar Jaejoong tersenyum aneh. Junsu memandangnya galak.
"Itu karena aku tidak terlihat seperti kakak, atau…" Junsu berpikir sejenak, dan tiba-tiba tersenyum sendiri.
"Karena aku terlihat muda ya, jadi tidak terlihat punya adikkan," tebak Junsu jelas membuat Jaejoong terkekeh, bukan hanya Jaejoong tapi juga Yoochun yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka.
"Hei kenapa kau tertawa!?" sergah Junsu pada Yoochun. Yoochun menatap Junsu dengan geli, Jaejoong memandang Yoochun, mungkin ia baru sadar kalau ada orang lain yang juga ikut tertawa bersamanya.
"Kau ini selain Pangeran Tidur, Pangeran Pede, juga Pangeran Galak ya!"
"Adikmu sekolah disini juga?" Tanya Jaejoong, saat Junsu hendak membalas ucapan Yoochun.
"Dia kelas satu, satu musik 10-1V (Art Of Voice)" ujar Junsu kini mengacuhkan keberadaan Yoochun yang sepertinya masih ingin bergabung. "Dia suka kalau ada kontes, katanya menantang dan juga pengalaman yang baik."
"Kalau begitu dia pasti akan ikut kontes ini." Ujar Jaejoong . Junsu mengangguk.
"Apa kau juga akan ikut Junsu?" Tanya Yoochun. Junsu berpaling kea rah nya.
"Tentu saja."
"Akan ada tiga kelas yang ikut." Ujar Yoochun.
"Memangnya apa urusan dengan itu. Mencoba dahulu baru tahu hasilnya," ujar Junsu
"Apa banyak yang akan ikut kontes ini?" Tanya Jaejoong.
"Sangat banyak, kemungkinan tidak ada yang tidak ikut." Ujar Yoochun.
"Apa kontes ini segitu pentingnya?"
"Tentu saja penting. Kita masuk sekolah ini tidak mudah, kemampuan dan keahlian kita di uji sedemikian ketat. Kontes ini merupakan salah satu cara untuk bisa di training di entertainment tertentu. Bukan karena ingin mendapat nilai tinggi dari guru Baek atau bahkan sekedar pujian dari kepala sekolah. Meski keduanya membantu juga sih, tapi yang pasti akan ada beberapa perwakilan dari entertainment dan melihat seberapa bagus pemenang itu, apa dia bisa jadi artis atau penyanyi mereka yang akan menilai." Ujar Taeyeon mengejutkan dari belakang.
Taeyeon pun ikut nimbrung dalam obrolan tersebut sepertinya siswa yang ada dikelas ikut terlibat pembicaraan sekarang. Mungkin mereka merasa penasaran ada orang yang tidak tahu sepenting apa kontes yang akan dilakukan sebulan lagi.
"Begitu rupanya," ujar Jaejoong merasa tidak enak, dia di serang oleh beberapa mata yang memandangnya tidak percaya. "Aku tidak tahu, aku juga tidak berpikir sampai kesna," lanjutnya seolah ingin mereka yakin bahwa dia tidak melakukan kesalahan.
"Kami mengerti, kau kan siswa baru disekolah ini" ujar Kevin. Lagi-lagi dia tersenyum.
Jaejoong memandang Junsu penuh harap, Junsu malah nyengir.
"Hei semuanya ada berita baru!" suru Hara setibanya dikelas. Ia terlihat sangat bersemangat namun juga tegang. Semua mata yang semula melihat kearah Jaejoong kini terahlikan padanya.
"Jangan berteriak! Mengganggu konsentrasi kelas lain ." nasihat Taeyeon
"Kalian tau Go Ahra?" ujar Hara mengacuhkan Taeyeon.
"Dia keluar dari sekolah. Aku baru saja melihatnya oergi dengan ayahnya, ayahnya perdna menteri ituloh. Katanya Ahra keluar karena kasus yang menimpa ayahnya sekaramg. Kasus korupsi, mungkin karena itu juga mereka bangkrut," heboh Hara.
Ini gossip atau pengumuman kah?
"Itu tidak benar. Ahra keluar bukan karena alasan itu. Kasus itu juga belum tentu benar, masih dalam persidangan." Ujar Yoochun tenang. Jaejoong tidak tahu seperti apa ekspresinya, karena Yoochun kini memunggunginya.
"Kalau bukan itu apalagi. Keduanya berkaitan. Dia keluar secara tiba-tiba, pasti ada hubungan nya dengan kasus itu." Ujar Gayoung . Hara terlihat senang atas pembelaan itu.
"Siapa yang lebih tahu antara aku dan kalian. Aku adalah pengurus OSIS , dan hubunganku dengan Yunho cukup dekat. Aku pasti diberitahukan segala sesuatunya." Ujar Yoochun.
"Tapi inikan tiba-tiba terjadi, Yunho mana sempat memberitahukan mu." Ujar Taeyeon
"Kau meragukan ku?" ujar Yoochun atau lebih tepatnya menantang.
"Tidak." Taeyeon cepat-cepat berbicara.
"Keluarnya Ahra sudah dua minggu lalu dibahas, sebelum kasus ayahnya ada," ujar Yoochun terdengar meyakinkan.
"Baiklah kami memilih percaya padamu ."ujar Junsu , terdengar tidak benar benar . Selain karena duduknya yang santai nadanya pun biasa.
Spontan Yoochun membalikan badan nya ke arahnya dan melotot. Junsu terlihat ogah.
"Ada yang percaya padamu, kau malah marah. Menyebalkan!" ujar Junsu
"Sepertinya ada berita lain yang ingin di sampaikan?" ujar Jaejoong lebih untuk melerai adu mulut antara Junsu dan Yoochun. Hara yang merasa senang ada yang tahu bahwa masih ada berita lain segera bicara.
"Aku mendengar guru Han dan Yunho akan memberi kesempatan pada orang yang ingin menjabat sebagai sekertaris sebagai pengganti Ahra. Katanya seleksi nya akan diumumkan minggu depan." Ujar Hara
"Kesempatan menjadi pengurus OSIS ? Jadi sekertaris" ujar Jinyoung lebih pada dirinya sendiri
"Tapi aku tidak yakin sepenuhnya, kalau ini permanen atau semntara." Ujar Hara
"Kalau yang ini aku belum tahu." Ujar Yoochun sama halnya sperti Jiyoung, bicara seolah hanya ada dia disana.
"Aku baru mendengarnya barusan." Ujar Hara benar benar senang. Kali ini beritanya tak terbantahkan.
"Kau berminat tidak Su?" bisik Jaejoong pda Junsu, tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya.
"Sayang nya tidak," geleng Junsu. Entah mengapa mendengar itu membuat Jaejoong tersenyum.
"Jangan berpikir aku suka menulis dan rapat yang membosankan." Ujar Junsu balik berbisik pada Jaejoong. Jaejoong mengangguk sedikit.
Berita tentang keluarnya Go Ahra, siswi kelas 12-2AV(Audio Visual) yang menjabat sebagai sekertaris umum dalam kepengurusan OSIS, telah menyebar seperti virus. Topik kedua dari kontes persahabatan ini mampu membuat siswa bersemangat dan menantika syarat untuk menjadi sekertaris baru dalam seleksi.
Hingga akhirnya, Han Minkyung, sebagai Pembina OSIS terpaksa memajukan persyararatan. Dia dan pengurus OSIS lainnya tengah menempilkan pengumuman yang langsung diserbu siswa.
Persyaratan sekertaris sementara angkatan 2015-2016
kemampuan dalam bidang menulis proposal dsb.
sertifikat tertentu dalam keahlian pribadi.
menjadi pengurus OSIS sebelumnya
Jadwal pendaftaran: Satu minggu dari sekarang.
Perhatian: Pengurus OSIS dari kelas sepuluh dilarang mendftarkan diri.
"Ini tidak benarkan? Mana bisa peraturan nya begini. Aku tidak punya sertifikat apapun, waktu itu aku tidak masuk tiga besar." Sesal seorang siswi berkepang dua.
Jaejoong melirik Junsu seolah bertanya, siapa siswi itu.
"Molla," ujar Junsu seperti biasa, cuek "Yuk , makan!" ajaknya. Jaejoong tidak membantah atau bertanya apa apa lagi. Ia mengikuti langkah Junsu menuju atap sekolah.
"Untuk apa kita kesini ?" Tanya Jaejoong.
"Makan, aku sidah bawa bekal."
Baik Junsu maupun Jaejoong tidak melanjutkan mengobrol. Dua orang siswa tengah berbicara , sepertinya sangat penting. Sampai mereka tidak menyadari kedatangan orang baru.
"Kau pikir, sekolah hanya memiliki satu siswa yang berbakat? Aku tidak ingin berbicara denganmu sampai kau mengerti." Ujar pria yang berdiri di depan Yoochun. Dingin, Tegas, dan Penuh penekanan.
Dia melangkahkan kakinya, hendak pergi. Dilihatnya kedua namja yang tak lain Jaejoong dan Junsu . Pandangan matanya tidak berubah, semakin tajam dan penuh kebencian malah. Pandangan itu seolah hanya tertuju kearah Jaejoong.
Jaejoong membeku berani membalas pandangan itu, ia menundukan kepalanya. Perlahan jantungnya berdetak luar biasa keras saat pria itu melewatinya begitu saja dengan tangan disakunya.
Hmmm…. Kira kira siapa ya namja itu? Hayo ada yang bisa nebak gak? , RCL yaaa don't be ghost ! jangan lupa review, semoga suka ^^ maapkan kalo banyak typo TTATT
T.B.C
