Part 3
Aku kontrak kerja selama 1 bulan, kalau kerjaku bagus..mungkin akan diperpanjang...lalu kalau aku terus bekerja di sini, siapa yang akan menjamin itu si Kai nggak akan mengganggu lagi.
Aaah... aku dilema... mencari pekerjaan di korea kan susah.. sekarang giliran sudah dapat... malah kayak begini keadaannya...
Sebenarnya aku sedikit... sedikit kangen juga sama si yadong itu, sudah hampir seminggu aku nggak pernah ketemu dia lagi... ternyata si brengsek itu ngangenin juga...
" Hei, Kyungsoo... memangnya Kai kemana?... kok aku nggak pernah liat...?", aku duduk di sebelah Kyungsoo sambil tetap merapikan barang barang yang ada di kursi... astaga... ini boxer siapaaaaaaaa?!...
Aku mengangkat boxer yang nyempil di kursi ke arah Kyungsoo...
" Kyungsoo,... ini... punya siapa?", aku menjepitnya dengan jari telunjuk dan jempolku, jijik...
"Aaaah... punyaku...aku cari kemana mana... tolong cuci ya?", jawabnya dengan santai...
WHATTTTT!... astogeehhhhh... ini boxer nyempil udah berapa lama?... Aku sih tau lewat teman yang Exo L kalo kyungsoo suka tidur ga pake celana luar... cm boxer sama kaos saja...
" Kyungsoo yaaa!... nih... kamu taro sendiri ke mesin cuci!", teriakku...
Dan Kyungsoo menoleh dengan tatapan matanya yang tajam dan terkesan sadis sambil bilang... "Kan yang tukang cucinya kamu... !",
Bhakk... iya juga sih... dengan berat hati aku bawa lah itu boxer ke mesin cuci sambil agak ngedumel.
" Kai lagi liburan,... kenapa memangnya... kangen?", ejek Kyungsoo...
"Aaah... apaa?... nggak lah.. cuma agak sepi aja... habis.. Baekhyun dan Chen yang super rame kan lagi pada pergi juga!",
" Kan ada aku...memangnya aku nggak rame?", tanya Kyungsoo dengan muka datar...
Ya ampun Kyungsoo... kamu pendiam, manis, imut, unyu, menggemaskan gitu... dimana letak rame nya...
" Kamu asik kok,... cuma nggak usil kayak yang lain...!", jawabku ringan.. jujur.. aku lebih nyaman ngobrol dengan Kyungsoo... dia care banget orangnya..
Aku balik duduk disebelahnya lagi,
" Aku numpang duduk ya,... udah nggak ada kerjaan lagi.. tinggal nunggu cucian selesai..", dan Kyungsoo menggangguk saja sambil memindahkan channel TV.
Acara TV nya lucu juga, memang kreatif ya, producer reality show korea, batinku...
Tapi suasana berubah saat reality show tadi memperlihatkan pepero kiss antara para artis pendukung...
Gulp... ku telan ludahku, aku tahu pasti wajahku sudah merah padam menahan malu nonton acara model begitu berdua Kyungsoo, tapi begitu ku lirik Kyungsoo sepertinya dia nggak ada masalah sama sekali... tetap datar ...
Dan yang membuatku kaget ketika tiba tiba Kyungsoo menggigit pepero dan menengok ke arahku... wajahku pasti kelihatan bingung sekarang...
Kyungsoo bergeser mendekatiku pelan, aku agak bergeser sedikit menghindarinya tapi ternyata sofa nya sudah mentok..
" Cobain yuk... aku penasaran seperti apa rasanya pepero kiss an.. siapa tahu nanti aku disuruh begitu...!", ucapnya santai..
Yang membuatku agak lucu adalah saat dia bicara, itu pepero nya jadi bergerak gerak antara mau jatuh atau nggak dari bibirnya...
" Ah, ngaco ah... !', jawabku
" Ayo... sekaliiiii aja... plisss!", kali ini wajah Kyungsoo berubah jadi baby soo yang imu dan menggemaskan... ingin ku cubit rasanya ..
" Huft... okay... sekali aja kan?", tegasku...
Toh aku pikir pepero kiss kan ga bakal nyentuh bibir,harus tersisa berapa senti gitu kan peraturannya... baiklah... I'll try...
Kudekatkan wajahku ke arah Kyungsoo, sambil kadang aku agak merem sedikit karena rasa grogi...
Sekarang ujung pepero nya sudah berada di masing masing mulut kami... lalu Kyungsoo mulai memakan peprero nya... akupun juga begitu...
aku agak tergelitik saaat melihat ekspresi Kyungsoo, wajahnya berubah menjadi serius tapi tetap terkesan gentleman, aku suka...
Saat pepero tinggal tersisa sekitar 2cm, aku menggigit patah pepero itu, tapi Kyungsoo terkesan tidak mau berhenti... dia terus mendekatkan bibirnya ke arah bibirku, dan KABOOM... bibir kami menempel...
Kyungsoo terdiam... begitu juga aku... rasanya ini aneh... karena tidak seperti Kai yang langsung melumat bibirku, Kyungsoo hanya menempelkannya saja...
terus... bagaimana aku harus menanggapinya... aku harus mundur atau aku yang mulai...tapi itu beresiko besar buatku... bisa bisa aku di pecat gara gara mencium Kyungsoo... batinku...
Tapi bibir hangat Kyungsoo sudah membuatku gila, bibir tebalnya sangat menggoda, aaarrggh... otak ku rupanya sudah ketularan si yadong Kai itu ternyata...
Pelan pelan aku menciumnya... sangat perlahan karena ku kira Kyungsoo akan menolaknya.. tapi ternyata tidak... dia sedikit membuka bibirnya, dan langsung saja kuambil bibir bawahnya dan sedikit kuhisap, Kyungsoo mengerang pelan.
Lama kelamaan, Kyungsoo mulai tidak sabar... kali ini dia yang melumat bibir bawahku, sambil sesekali tangannya menahan leherku agar ciumannya semakin dalam... aku... menikmatinya... karena ini bukan paksaan... ini salahku... aku yang mulai...
Tidak terasa ternyata tubuhku sudah telentang di sofa, dan Kyungsoo sudah berada di atasku... tangannya membelai rambutku sambil terus menciumku,... ini sudah terlalu jauh... bahkan Kai yang yadong itu saja belum sampai tahap ini, pikirku...
Nafasku sudah sesak... ku lepas paksa ciuman itu.. dan nafas Kyungsoo pun terlihat terengah engah... kali ini dia menyibakkan rambutku dan mulai memberiku butterfly kiss di sepanjang leherku... Ya Tuhan... aku rasa aku nggak sanggup bertahan lagi...
Tanganku mulai berjalan di sekujur punggungnya... Kyungsoo sangat lembut... bagaimana cara dia memperlakukan aku tidak kasar dan menyakitkan seperti Kai...
Tapi ini tidak boleh terjadi... taruhannya adalah EXO, mungkin disaat seperti ini hanya aku yang berpikiran jernih, karena kulihat Kyungsoo sangat menyukainya...
" Kyungsoo... kita...nggak boleh... begini...!", ucapku pelan
Kyungsoo tidak menjawab... dia menghentikan serangan nya ke leher dan bibirku...lalu menatapku...
" Kenapa?", tanyanya... jujur saja saat dia mengangkat kepalanya, berat nya jadi tertumpu di bagian perut bawah kami... dan itu menggangguku...
" Kyungsoo... adikmu berdiri...!", ucapku pelan... karena aku merasa ada sesuatu yang menusukku di bawah sana...
" Ah... maafkan aku..!", Kyungsoo langsung berdiri tapi terlihat kikuk karena adiknya mungkin terasa kaku sekali...
Lalu Kyungsoo pergi dengan sedikit berlari ke arah kamar mandi... entah mau apa dia...
Setelah selesai pekerjaanku... aku pamit pada Kyungsoo...
"Kyungsoo... aku pulang dulu ya... hal yang tadi... kita lupakan saja!", ucapku...
" Baiklah... kamu jangan marah ya?!",... ucap Kyungsoo sambil memegang tanganku...
" Nggak... aku nggak marah...", lalu aku pun pulang.
