"Candy Jelly Love"
Inspired from Lovelyz-'Candy Jelly Love' song.
iKON's Double B (Slight JunDong) FANFICS
Main Cast: -Kim Hanbin (B.I)
-Kim Jiwon (Bobby)
Other Cast: -Kim Donghyuk
-Goo Junhoe
and other.
WARNING! This is YAOI Fanfics (boyxboy). Touch the 'X' button if you hate this.
Get ready? Showtime! Happy reading, guys!
Chap 2.
"Hanbinnie! Lihat! Ada banyak cekali keong!"
Dua orang anak kecil tengah bermain di tepi pantai, mereka kelihatan asyik sekali dengan kesibukan mereka itu.
"Wah, iya Dongie! Tapi.. kenapa kocong cemua?" Hanbin mempoutkan bibirnya lucu.
Semua orang yang melihat dua anak ini -Donghyuk dan Hanbin- pasti merasa gemas.
"Iya kocong cemua.. Tapi kenapa meleka meninggalkan lumah meleka?"
Oceh-ocehan kecil seperti itu yang keluar dari mulut anak berumur 5 tahun seperti mereka. Mereka nampak begitu gembira, berkejaran kesana kemari.
Tanpa mereka sadari, ada seorang anak kecil yang memperhatikan mereka. Anak kecil itu kira-kira berumur sama seperti mereka. Mata anak itu berbinar-binar, pandangannya mengarah pada satu anak disana. Kim Hanbin.
'Manis cekali.' pikirnya.
Ingin ia mendekat kesana, ia pun dengan perlahan berjalan ke arah mereka. Matanya masih terus memperhatikan Hanbin.
"Boleh aku belgabung dengan kalian?" tanyanya malu-malu.
Dua bocah yang diajak berbicara itu menengok kearah bocah yang mendekat ke mereka itu. Dua bocah itupun saling bertatapan. Dan satu kata meluncur dari mulut mungil mereka.
"Tentu!"
"Aku Jiwon. Kalian ciapa?" Anak kecil itu -yang ternyata bernama Jiwon- mengulurkan tangannya.
"Aku Dongie!" Donghyuk menjabat tangan Jiwon.
"Aku...Aku Binnie." kali ini Hanbin yang menerima jabatan tangan Jiwon.
Lama sekali mereka berjabat tangan. Donghyuk sudah asik sendiri dengan keong-keong ditangannya.
"Kamu manis cekali, Binnie. Nanti kalau kita becal, aku mau menikahimu."
Jiwon memberi kecupan ringan di bibir Hanbin.
Hanbin terbangun dari tidurnya. Ck, mimpi itu lagi. Ia mengusap wajahnya yang masih mengantuk. Lalu melirik ke arah jam, sudah menunjukkan pukul 5 pagi, ia akan bergegas ke sekolah.
Kini Hanbin sudah siap dengan seragam lengkap pula blazer berwarna hitam dan kuning sedikit mendominasi. Iapun turun dari kamarnya dan melihat sang ibu menyiapkan sarapan.
"Hanbin-ah" panggil sang ibu.
"Ne?" Hanbin yang sudah sampai di ruang makan pun duduk dengan rapi, dan dengan perlahan memakan roti yang sudah dihidangkan nyonya Kim itu.
"Bagaimana sekolahmu?"
"Baik-baik saja, eomma."
Ibunya hanya tersenyum. Ia tahu anaknya itu tak suka banyak bicara. Walau dulu sang anak tidak seperti itu, namun setelah suaminya -ayah Hanbin- terkait kasus korupsi dan pada saat itu Hanbin baru masuk sekolah menengah, Hanbin langsung berubah. Ia benci ayahnya, benci hidupnya, bahkan benci teman-temannya. Teman Hanbin hanya Donghyuk..
Hanbin sudah menyelesaikan sarapannya. Ia segera menyecek handphonenya. Karena biasanya ia berangkat sekolah bersama Donghyuk -yang mengiriminya pesan terlebih dahulu jika memang Donghyuk akan berangkat bersamanya-
Hanbin mendapati satu pesan dari Donghyuk.
From: Donghyuk
To: Me
• Hanbin-ah, sepertinya hari ini aku tidak bisa berangkat denganmu. Aku akan berangkat dengan Junhoe. Hati-hatilah di jalan Hanbin-ah! Atau.. ajak saja Bobby! :D •
Hanbin menggeram kesal. Lagi-lagi Junhoe, Junhoe dan Junhoe. Ia sebagai sahabat Donghyuk, merasa disisihkan karena Donghyuk lebih memilih namjanya yang bodoh itu.
Hanbin mengumpat kesal selama dijalan. Seketika ia ingat pesan Donghyuk, ajak Bobby? Hell. Tak akan pernah.
Kriek.
Hanbin terkejut. Ia menengok kebelakang, dimana adalah arah suara dari bunyi tadi. Hanbin terlihat bingung, juga...takut. Ia segera menepis pikiran-pikiran negatifnya. Ia berjalan dengan cepat.
Kriek kriek.
Kali ini bunyinya lebih keras. Hanbin segera mempercepat langkahnya, hingga ia berlari.
Grep!
Sebuah tangan meraih tangannya.
"Aaaaak!"
Ia tersentak dan berteriak. Saking takutnya, Hanbin sampai menutup matanya rapat-rapat. Wajar, jalanan masih sepi jam segini. Siapa tahu saja yang menariknya adalah...
"Hey, hey? Tenanglah!" seru seseorang itu.
Seseorang? Yap, yang menarik Hanbin bukanlah 'sesosok' namun 'seseorang'.
Hanbin membuka matanya perlahan, ia begitu terkejut karena menyadari yang menariknya adalah berwujud manusia. Ia menatap wajah itu sebentar, menetralkan keterkejutannya. Hingga wajahnya kini menampakkan wajah geram.
Seseorang itu menunjukkan wajah bodohnya dengan tersenyum lebar kearah Hanbin.
"Kau?!" tunjuk Hanbin tepat didepan wajah Bobby. Posisi mereka sekarang berhadapan.
Hanbin yang menyadari tangannya masih digenggam erat pun menepis tangan Bobby dengan kasar.
"Hehe, aku Bobby." Bobby mengusap-usap kedua tangannya, lalu mengulurkannya kearah Hanbin. Berniat berkenalan, mengingat mereka belum berkenalan-dengan-benar.
Hanbin memutar bola matanya malas, iapun melanjutkan jalannya tanpa menghiraukan Bobby. Bagaimana bisa ia berteriak seperti orang bodoh tadi? Tsk.
"Hey tunggu." seru Bobby sambil menyusul Hanbin. "Kau butuh teman kan?" Bobby berusaha menjajarkan langkah Hanbin.
"Tidak usah, terimakasih." ujar Hanbin ketus. Ia mempercepat kembali langkahnya.
"H-hey!" Bobby terus berusaha mengimbangi Hanbin. "Kau biasa berangkat jam segini?"
Pertanyaan Bobby tidak ditanggapi Hanbin. Hanbin terus saja berjalan, tak lupa memasang tampang geramnya. Mereka sebentar lagi sampai di sekolah. Setelah sampai, Hanbinpun masih tetap memasang tampang malasnya. Ia duduk di kursinya lalu membaca buku yang adalah catatannya ketika pembelajaran Choi Seongsaenim kemarin. Bobby yang juga sampai di kelas, mendudukan dirinya. Memperhatikan Hanbin dari belakang, lalu tersenyum.
Kelas masih sepi, seperti biasa. Karena jam baru menunjukkan pukul 6 lewat 20 menit. Tak berselang lama, Donghyuk datang dengan diantar oleh Junhoe. Hanbin tak menyadari itu, ia masih asyik dengan buku catatan ditangannya.
"Oi!"
Donghyuk menepuk pundak Hanbin. Hanbin mendongak dengan malas, karena ia hafal siapa yang menepuk pundaknya. Donghyuk hanya menyengir, memperlihatkan gigi rapi putihnya. Donghyuk segera duduk di samping Hanbin. Dengan jahil, Donghyuk melirik kearah Bobby yang sibuk dengan handphonenya.
"Wah, ckckck. Apa perjalanan kalian berdua ke sekolah sangat menyenangkan?" celetuk Donghyuk yang membuat Hanbin mendongakkan kepalanya dan menghadap ke Donghyuk.
"Kau yang menyuruh namja asing itu berangkat bersamaku? Seenaknya sekali!" sentak Hanbin.
Donghyuk mengerjap-ngerjapkan matanya. Lalu tersenyum bodoh.
"Peace." Donghyuk menunjukkan 'V' sigh meggunakan tangannya.
"Ck! Bodoh!"
Dan Bobby hanya tersenyum melihat tingkah HanDong itu. Terlebih, untuk Hanbin...
08.45 AM.
Kelas 2A sedang melangsungkan pelajaran Biologi, sang guru -Son Seongsaenim- tengah menerangkan di depan kelas.
"Yak, apa ada pertanyaan?" ucapnya ketika ia selesai menerangkan setengah materi dari Bab III.
Semua terdiam, seperti biasa.
"Baiklah, jika tidak ada pertanyaan." Beliau melirik arloji yang menggantung indah ditangan guru cantik itu. "Waktu sudah hampir selesai, jadi tanpa buang waktu, saya akan memberikan tugas kepada kalian."
Murid nampak mendesah kecewa. Namun, Son Seongsaenim hanya berdeham.
"Tugas kalian adalah..." guru cantik dengan rambut bergelombang itu memberi jedaan pada perkataannya. "Mengsurvey ke beberapa peternakan di Gwangju. Kabarnya, disana banyak hewan ternak mati. Jadi, tugas kalian menyelidiki virus apa yang menyebabkan beberapa hewan ternak mati. Apa kalian paham?"
"Ye, seongsaenim." murid-murid menjawab dengan patuh. Walau ada yang mendesah malas.
"Dan, oh satu lagi. Tugas ini berkelompok. Cukup 2 orang dalam 1 kelompok. Ibu akan membacakan kelompok-kelompoknya."
Son Seongsaenim mengambil buku absen yang tergeletak manis di meja gurunya. Matanya dengan teliti melihat-lihat nama yang akan ia gabungkan(?) dalam satu kelompok.
"Lee Byunghyun dengan Lee Chunji."
Murid-murid mulai menulis nama kelompok mereka sendiri.
"Lee Halla dengan Jeon Jungkook."
"Jung Eunji dengan Kim Seolhyun."
"Kim Donghyuk-"
"Namaku!" Donghyuk berbisik kecil pada Hanbin.
"-dengan Kim Taehyung."
"Aish, dengan si alien." Donghyuk mengerucutkan bibirnya, sedangkan anak bernama Kim Taehyung tersenyum bodoh kearah Donghyuk.
"...Kim Hanbin-"
setelah lama menunggu.
Hanbin terlihat tenang, menurutnya ia dipasangkan dengan siapa saja tak masalah. Karena ini tugas yang gampang. Yap, siapa saja, namun bagai disambar petir disiang bolong-
"-dengan Kim Bobby."
...
"Mwo!?"
Oops.
-Candy Jelly Love-
Hanbin terus saja menekuk wajahnya, hingga ia menaiki tangga menuju kamar miliknya. Tubuh lesu itu ia seret tanpa mendengar sapaan eommanya. Ia memilih untuk bungkam dan melemparkan tubuh lelahnya keatas kasur idamannya.
"Hah~"
Helaan nafas panjang mengiringi kesialannya hari ini. Sebelumnya, ia tak pernah selelah ini ketika pulang dari sekolah. Namun tadi, what the hell? Ia satu kelompok dengan namja aneh bergigi kelinci itu. To be honest, ia tak suka dengan namja itu.
Tatapannya, senyum bodohnya, tingkah sok peduli- w-what? Tidak. Namja itu tak terlalu menunjukkan kepedulian. Tapi bagi Hanbin- ah sudahlah.
"Bahkan melihat gigi tak normalnya saja aku malas." gumamnya dengan terus mengacak surai kehitamannya-frustasi.
Ia terus bergumam aneh, dan meledek namja itu.
Ting.
Handphonenya berbunyi dengan manis disaku celananya. Ia segera merogoh kantong celananya dengan malas. O-oh, sebuah pesan masuk. Dari Donghyuk.
From: Donghyuk
To: Me
• Hanbin-ah! Kau sedang apa? •
Ck, tidak penting sekali menanyakan pertanyaan seperti itu dalam sms. Namun dengan kekuatan yang ada, ia membalas pesan Donghyuk.
From: Me
To: Donghyuk
• Aku sedang tidur •
Ting.
From: Donghyuk
To: Me
• Dasar bodoh! Mana mungkin kau tidur bisa membalas pesanku. Oh ya, boleh aku bertanya? •
Hanbin menatap layar datar itu dengan tatapan datar.
From: Me
To: Donghyuk
• Kau yang bodoh! Tanya saja, cepatlah. Aku benar-benar lelah. •
Ting.
From: Donghyuk
To: Me
• Ish, kenapa kau bertingkah tak suka ketika berkelompok dengan Bobby? Dia kan ramah, baik pula. Harusnya kau senang. Jangan seperti tadi, Hanbin-ah. Kasihan dia •
'Kenapa anak ini peduli sekali sih dengan kelinci bodoh itu?' gumam Hanbin sambil memutar bolamatanya, menatap layar datar miliknya.
Tangannya menekan tombol 'back'. Rasanya ia malas berdebat lebih panjang, ia lebih ingin menyapa alam mimpinya. Dan dengan begitu, iapun terlelap dengan handphone ditangannya.
TBC.
Note:
Haaaiiii XD
Akhirnyaaaaa update juga yaaa X'''D Maapkeun aku updatenya kelamaan huhuhu ,
Soalnya Connect internetnya susah atuh :"(( Ini udah selesai lama tapi yaaa baru bisa update sekarang hehehe mian XD
Oh Iya, ada yang mau req ff double b ga? Maksudnya ngusulin ceritanya kaya gimana :3 soalnya aku lagi blank hehehe~ udah dulu yaaa kayanya kepanjangan ntar readerdeul gumoh XD /ga. Oke sekian, paaiii~
SALAM KETJUP. GUMMY.
