Hold me
Cast :
Super Junior Member
(Lee HyukJae)
(Lee DongHae)
and some cast from another group
Pair :
Actually HaeHyuk (YAOI)
Rate :
T
Genre :
Romance
.:. Hold Me .:.
.
.
"Hae Oppa ayolah.. sekali ini saja",
"Mianhaeyo, Aku tidak bisa sayang.. ehm… besok mungkin",
"Mungkin ?, Kapan Oppa menjadi orang yang pasti ?, yang kekasih Oppa itu Aku atau Dia ?",
"Tentusaja Kau sayang.. ayolah Fanny.. jangan marah nee ?",
"Bagaimana Aku tidak marah Oppa, setiap saat Kita ingin berkencan, ada saja alasan kalau Oppa akan memastikan Dia pulang dan selamatlah, menemaninya membeli es krim lah, berbelanja dan sebagai kekasih apa Oppa pernah mengantar jemputku ?, mengajak ku keluar ? ",
"Maaf, tapi kali ini benar-benar penting, Aku harus mengantar Hyukkie untuk terapi",
"Dan besok alasan apa lagi ?",
"Fany.. Aku serius..",
"Demi Tuhan.. Dia itu namja !",
Namja dan Yeoja yang sekarang ini tengah bertengkar itu adalah Donghae dan kekasihnya, Tiffany. Dan objek yang memicu pertengkaran tersebut adalah Lee Eunhyuk, sahabat manis Donghae. Pertengkaran seperti ini bukan hanya terjadi di Tiffany saja, ketika Donghae menjalin hubungan dengan mantan-mantannya, keluhan akan perlakuan Donghae pada Eunhyuk selalu familiar terdengar. Selalu ada saja alasan Donghae tentang Eunhyuk, mengantar Eunhyuk belanjalah, ke Salon, Eunhyuk ingin ditemani ke Dokter kulit dan semua alasan bualan ?,
Tentusaja iya, hei.. walaupun Eunhyuk manja ia tetaplah namja. Dan apa itu tentang alasan Donghae, Belanja ?, ke Salon ?, Dokter kulit ?, tidakkah itu untuk ukuran yeoja. Kalaupun Eunhyuk pernah atau bahkan sering, kenapa ia harus meminta Donghae, Eunhyuk akan lebih senang jika ia pergi dengan Heechul, Umma Donghae.
Semua alasan yang Donghae berikan menunjukkan dua opsi, satu benar-benar ia tujukan untuk Eunhyuk, seperti saat ini yang akan mengantarnya terapi dan ke-dua Donghae hanya menggunakan nama Eunhyuk sebagai alasan. Yahh.. alasan supaya ia bisa pergi dengan selingkuhan-selingkuhannya.
.
"Tiffany please !, Sayang ayolah… Aku akan dibunuh Umma nanti",
"Oppa Kita sudah empat kali gagal berkencan.. dan alasannya terus saja karena namja itu",
Tiffany mencoba melembutkan suaranya dan menuntut keinginannya pada Donghae. Apa Donghae memang serius ingin mengantar Eunhyuk terapi ?.
Iya, serius Donghae akan mengantar Eunhyuk. Tapi sejak 15 menit setelah bel terakhir berdering, juga sudah 15 menit Donghae dan Tiffany di ruang kelas ini, untuk memperdebatkan Lee Eunhyuk, selama itu pula mata Donghae menatap Tiffany dengan tidak fokusnya. Donghae terus mencuri-curi pandang keluar kelas. Disana berdiri seorang yeoja yang sedikit marah mungkin, rambutnya pirang, dan yang jelas tidak kalah cantik dengan Tiffany. Yeoja ini juga sedang memandang Donghae, matanya memicing tajam, tangannya ia sidekapkan di depan dada.
"Oppa !, Kau mendengarkanku atau tidak ?", Sentak Tiffany membuat Donghae fokus lagi pada yeoja yang tepat ada di hadapannya.
"eeee.. Aku sudah benar-benar terlambat Fany, mian nee.. besok.. ehm.. Aku janji besok", Donghae menyampirkan tas nya dibahu dan mengambil jaket Hitam sporty nya.
"Sampai berjumpa besok sayang… (Chup).. Anyeong", Donghae segera berlari keluar setelah mencium kening putih Tiffany singkat.
"YA ! OPPAAAAAAA..", Tiffany bukan berteriak karena tidak terima akan kecupan Donghae, malahan ia ingin lebih. Tapi ia menyayangkan sikap Donghae yang seenaknya.
.
.
"Jess, mianhe.. Kau tahu sendiri kan Tiffany sedikit.. yahhh.. ehm.. manja",
"Hmm.. dan Kau yang memanjakannya", balas yeoja bernama lengkap Jung Jessica dengan ketusnya.
"Kalau Aku memanjakannya, harusnya Aku tak ada disinikan sayang..",
"Cihh.. Kenapa bukan Aku yang diposisi Tiffany ?, Kenapa selalu dia yang Kau akui ?",
"erhmmm-
'karena dia sedikit lebih cantik darimu dan juga- populer', Jawab Donghae dalam hati.
- Astaga, setengah empat, Eunhyukkie… ehmm.. Jess, mianhe.. Aku rasa Aku harus pergi sekarang",
Tanpa mendengar jawaban dari Jessica, buru-buru Donghae meninggalkannya.
"Ah sial !, dan sekarang namja manja itu lagi".
.
.
.:. Hold Me .:.
.
.
"Ahhh.. Eunhyukkie mianh-..
-Ommo, dimana anak itu ?",
Donghae panik seketika, wajahnya pucat pasi, tangan yang tadinya mendorong gagang pintu itu terjatuh lunglai saat namja yang ia suruh untuk menunggunya di kelas tidak tersisa sedikitpun jejaknya.
"Astaga, jangan-jangan…",
Buru-buru Donghae berlari mengikuti satu-satunya jalan yang jika tidak salah di sisi kirinya terlihat tulisan 'Toilet'.
.
BRAAK
.
BRAAK
.
BRAAK
.
Donghae melewatkan dua pintu yang terbuka, siapapun juga tahu pastinya, jika pintu itu terbuka, pasti tidak ada pemakainya. Kaki dan tangannya bergerak cepat, dobrakan terlayang sangat sempurna pada 3 buah kayu persegi panjang lain. Dan yang justru terdengar adalah makian dan tatapan marah untuk si brengsek Donghae yang berani-beraninya mengusik kegiatan orang di Toilet.
Dengan senang hati tentunya Donghae keluar dari tempat yang ia gunakan untuk menemukan sahabat tercintanya.
"Mati Aku !, Hyukkie kau dimana sayang..", Donghae kembali menelusuri koridor sekolah yang sangat sepi sembari tangannya merogoh Ponsel hitam nya. Semuanya ia lakukan dengan tingkat kefokusan yang tidak selaras. Mata dan tangannya tertuju pada Ponselnya, berharap dengan cepat dapat menemukan kontak yang sedang dicari sedangkan kakinya terus melaju dengan kencang lurus mengikuti jalanan koridor.
"huhh.. yeoboseyo ?", Suara di seberang menyambut dengan sedikit ketus, khas Eunhyuk.
"YA ! EODIGA ?, AKU KAN MENYURUHMU MENUNGGUKU !",
"habisnya kau lam…
.
CKIIIIIIIITTTTTTTTTT….
.
"ARRRRRRGGGHHHHHHH.. !",
.
BRAAKKK
.
Donghae tidak tahu pasti kejadian apa yang sahabat manisnya tengah alami. Telinganya menangkap jeritan yang khusus Tuhan ciptakan untuk Eunhyuk. Yang ia tebak, sesuatu itu tidaklah baik.
.
"HYUKKIE-AHH.. HYUKKIE-AHH… WAE ?, APA YANG TERJADI ? YEOBOSEYO ?, HALLO.. HALLO.. HYUKKIE JAWAB AKU !",
Hancur sudah, suara di seberang telah melebur hangus dan hilang. Tak menunggu lama juga panggilan dari Ponsel tersebut terputus.
.
.
.:. Hold Me .:.
.
.
"Hae.. hiksss.. D—Ddonghae..",
"Gwanchanayo ?", seseorang yang barusaja turun dari mobil sport hitamnya berjalan menghampiri namja yang sempat ia umpati tadi. Bagaimana tidak, jelas-jelas mobil namja ini sedang melaju dengan kencangnya dan tiba-tiba saja ada seseorang yang dengan santainya sembari menempatkan Ponsel di telinga melistas begitu saja.
"Hiksss.. hiikss..", bukan jawaban yang menyahut 'baik-baik saja' atau 'sama sekali tidak baik', yang tertangkap pada pendengaran namja tampan dengan kacamata hitam yang menggantung di hidung justru sebuah tangisan.
Namja manis yang kita tahu adalah Eunhyuk ini tengah meringkuk di atas panasnya aspal, wajahnya menunduk takut, tangannya mengerat pada seseuatu yang tergantung indah di lehernya. Semakin lama semakin erat dan hal ini membuat tangan juga lehernya memerah karena perak tali berbandul unik tersebut menggesek kulit putihnya dengan keterlaluan.
"eee.. chogi.. Apa Kau bisa berjalan ?", Namja tampan ini khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada objek yang hampir ditabraknya tadi. Semakin panik lagi ketika bunyi klakson kendaraan di belakang mereka tengah berbunyi dengan tidak sopannya.
"ehmm.. Mari Aku bantu !", Tidak tahan lagi ketika si namja tampan ini harus menunggu si manis bersuara, karena ia yakin sampai nanti malam jika tetap dibiarkan namja yang ada di bawahnya kini tak juga bersuara.
Eunhyuk menatap takut mata orang yang kini akan menyentuhnya, bukan menyentuh, lebih tepatnya membantunya berdiri.
Seakan mengerti dengan tatapan ketakutan si manis,
"Aku bukan orang jahat, eee kendaraan di belakang sedang mengantri.. jadi kita harus minggir terlebih dahulu.. Tenang saja, Aku akan menuuntunmu keeee.. ehmm.. mobilku dulu.
.
"Jadi siapa namamu ?",
"ee..",
"Aku Choi Siwon, Kau murid sekolah depan itu kan ?",
Namja tampan bernama Siwon ini tahu karena seragam yang dipakai Eunhyuk adalah identitas dari sekolah yang tadi ia sambangi.
Eunhyuk hanya mengangguk sebagai jawaban.
Mereka saat ini berada di dalam mobil si tampan yang mana mobil ini masih berada di jalanan seberang sekolah Eunhyuk.
"Kalau tadi Kau menonton pertandingan di sekolahmu, Aku salah satu lawannya",
"Lee Eunhyuk", Eunhyuk bertutur lirih dan tidak jelas.
"Maaf ?",
"Namaku Lee Eunhyuk",
"Ahh.. nama yang indah".
Suatu kebanggaan untuk Eunhyuk, ini kali pertama ia mengontrol dirinya tanpa Donghae. Benar-benar suatu keberhasilan yang langka. Apakah itu karena Choi Siwon. Mungkin iya, karena Siwon namja yang ramah dan baik hati, Siwon bukan tipe yang mengumpati orang ceroboh tepat di depannya, justru dengan segala kebaikannya Siwon memusnahkan emosi terkutuknya dan memilih merendahkan diri. Atau mungkin juga bukan karena Choi Siwon, melainkan kemauan Eunhyuk sendiri untuk mampu sembuh dari kejadian yang selalu dicemaskannya.
.
.
~Lee's House~
.
.
"Jadi ini rumahmu ?", tanya Siwon sesaat setelah mereka sampai di depan gerbang besi ber cat hitam kokoh nan tinggi itu.
"ndee, ini rumah ku",
"Perkenankan Aku untuk masuk Eunhyuk-ah, supaya orang tuamu tidak menganggapku kurang ajar dan tidak bertanggung jawab",
"ahh.. tidak perlu, Aku akan menjelaskannya dengan sangat baik kok Siwonni hyung",
"Tidak..tidak, Aku yang akan menjelaskannya Eunhyuk-ah, mungkin saja mereka tidak percaya dengan penjelasanmu kan ?",
"Ya ! Hyung",
Sangat akrab untuk ukuran orang yang baru bertemu tidak lebih dari satu jam. Eunhyuk bukan orang yang supel, tapi Siwonlah yang seperti demikian. Pesona Siwon terlalu kuat untuk diabaikan oleh Eunhyuk dan secara tak langsung Eunhyuk tertarik kedalamnya.
Eunhyuk memasuki rumahnya dengan dipegangi Siwon, padahal sedikitpun ia tidak terluka. Ini antara kesempatan yang diambil Siwon dan bantuan yang diberikan Siwon. Siapa juga yang tidak mau memegangi namja semanis Hyukkie. Tapi nampaknya itu murni bantuan, mengingat sifat Siwon yang Eunhyuk tahu adalah baik hati, mungkin.
.
"DARI MANA SAJA KAU ?".
.
DEG..
.
Jantung Eunhyuk berpacu lebih dari biasanya, ia tersentak mendengar bentakan pertanyaan namja tampan lain di dalam rumah tersebut.
"eee.. Ak—Aku…"
"KAU TAHU AKU MENCARIMU, AKU BILANG TUNGGU DI KELAS MU, APA KAU TIDAK DENGAR ?", Namja tampan ini berapi-api, khawatir dan emosinya beradu menjadi satu.
"Hikss.. mian.. hikss.. mian Hae-ah",
Tepat !, namja yang tengah berapi-api itu adalah Lee Donghae, sahabatnya sendiri.
"Kau tahu bagaimana khawatirnya Aku, Aku masuk ke kelasmu dan kau tidak ada di sana, Aku mencari ke Toilet, seluruh koridor sekolah, seluruh sudut sekolah, sama sekali Aku tak menemukan jejakmu, kemudian saat Aku menghubungimu Kau berteriak dan memutuskan panggilan sehingga membuatku panik SEPERTI ORANG GILA dan sekarang apa yang Aku lihat, Kau datang dengan wajah berseri dan sedikitpun tak ku lihat luka di tubuhmu..", perkataan Donghae rapat dan padat.
"Tunggu…", Donghae mengalihkan pandangan ke belakang Eunhyuk, disana berdiri namja yang tak kalah tampan darinya dan lebih tinggi darinya.
"KAU !.. CHOI SIWON BRENGSEK.. KAU APAKAN EUNHYUKKU !",
.
BRUG..
.
Tidak hanya perkataan kasar Donghae, ia juga melayangkan pukulan kasar ke wajah tampan Siwon.
"Donghae Jangan !.. Hyu..Hyung itu yang menolong Hyukkie",
Tepat setelah Siwon tersungkur, Eunhyuk memberanikan diri berbicara pada Donghae.
"MWO ?",
"Tadi Hyukkie hampir tertabr—",
"Jadi Kau ingin menabrak Eunhyukku ?, Brengsek Kau CHOI !",
Lagi, Donghae akan menghadiahkan Siwon dengan pukulan mentahnya. Kedua kalinya Donghae memberikan embel –ku dibelakang nama Eunhyuk.
"Hikss.. Jangan.. hiksss.. Jangan Hae-ah.. hikss..",
Tangan Donghae melayang di udara, tangisan Eunhyuk melunturkan emosinya, sesaat, hanya sesaat sebelum ia berteriak.
"MASUK KE KAMAR MU !",
"SHIRREO !",
"MASUK !",
"TIDAK !",
"HYUK !", Donghae meneriakkan nama Eunhyuk secara kasar. Ini kelemahan Eunhyuk, jika namanya sudah dipanggil oleh Donghae dengan kasar dan tak enak didengar, hanya satu yang perlu ia lakukan, tidak ada hal lain selain menuruti Donghae.
"Donghae Jahat !",
.
TAPTAPTAPTAPTAP…
.
Eunhyuk berlari menelusuri tangga yang menghubungkan dengan lantai atas, tangannya sesekali mengusap kasar air mata yang melelah di pipinya. Satu lagi rahasia Eunhyuk, ia terlalu lemah akan Donghae. Donghae seperti kepercayaannya, apapun yang Donghae mau, Eunhyuk selalu menurut, tapi jangan salah dengan mengatakan Donghae egois, karena apa saja yang menjadi kemauan Eunhyuk juga Donghae turuti. Setiap kali Donghae meneriakkan nama Eunhyuk, itu artinya keputusannya tidak bisa digugat siapapun. Sehingga, kapan saja hal itu terjadi, pilihan Eunhyuk terjatuh selalu untuk Donghae.
.
"Jangan berani menginjakkan kakimu disini lagi, BRENGSEK !",
"Kenapa ?",
"Menurutmu Kenapa ?",
"Bukankah pertandingan kita cukup di lapangan saja Donghae-sshi ?",
"Jangan mendekati Eunhyuk !", perintah Donghae tegas.
"Kenapa ?, Kau tidak mungkin orang tuanya kan ?",
"Apa kau gila ?",
"Kau juga bukan pengasuhnya kan ?",
"cihh, Kau ingin bertengkar denganku disini ?", balas Donghae.
"Apa mungkin Kau kekasihnya ?",
Donghae terdiam memendam amarahnya, ia melihat seringaian yang di bentuk oleh Siwon. Pertanyaan yang sangat malas dijawab Donghae. Bukan kali pertama Donghae ditanya begitu, bahkan kekasihnya pun menanyakan hal yang sama. Jengkelnya lagi mereka sudah tahu jawabannya jika 'bukan'.
"Apa hak mu mengaturnya ?, Apa posisimu sehingga berani memerintahnya ?, Porsi Apa sehingga Kau berani membentaknya ?",
"Lalu Apa hak mu menginterogasiku ?",
"Kalau begitu, tidak masalah bukan jika Aku menginginkan anak manis itu ?",
Donghae terdiam mendengar penuturan Siwon, Apa maksud kedatangan namja berkacamata hitam itu untuk menyulut emosinya saja.
"Sampai jumpa di sekolah, teman baru ! ",
.
'Apa maksudnya ?, Sampai jumpa di sekolah ?, Teman baru ?",
.:. Hold Me .:.
.
.
"Hyukkie ayolah.. buka pintunya sayang, maafkan aku, oke ?",
"Shirreo..shirreo..shirreo, Aku membencimu ! ", Eunhyuk menolak dengan nada kekanakan.
"Kau tidak kasihan padaku ?, Umma akan membunuhku.. Ayolah Hyukkie..",
"Hyukkie bilang tidak mau ya tidak mau",
"Hyuuuk !", sebenarnya Donghae ingin membentak Eunhyuk seperti tadi saat dengan Siwon, tapi takut kalau Eunhyuk akan marah, membuat Donghae dengan sengaja melembutkan panggilannya.
"Wae ?, Kau mau membentakku seperti tadi kan ?, Aku akan adukan kepada Ahjuma",
"Andwae !, Ayolah.. keluarlah please !, makanlah sedikit saja",
"Setengah sendok ?", Eunhyuk bertanya untuk menyulut emosi Donghae sepertinya. Sedari tadi Donghae meminta Eunhyuk untuk menyantap makanannya, karena Eunhyuk hanya memakan hidangan paginya dan itupun sangat sedikit, ditambah lagi hari sudah mulai menggelap.
"Oh my.. Jangan bercanda Oke.. Akan kuturuti apa maumu asal Kau mau keluar dan makan",
.
.
CKLEK
.
.
"Yakso ?", Eunhyuk membuka sedikit pintu kamarnya dan mengeluarkan sedikit kepalanya.
Dengan begitu terpaksa Donghae mengangguk.
"Besok tidak usah terapi ya, tapi jangan bilang Ahjushi dan Ahjuma",
"Tidak dengan yang satu itu",
"Tadi tidak ada peraturannya dan Kau sudah janji, tapi kalau Kau tetap tidak mau melakukannya… baiklah… Aku tutup pint—",
"Arraso..arraso, hanya untuk besok",
"Aaaaaa… Saranghaeyo Hae-fishy", Eunhyuk memekik girang, guratan di sekitar bibirnya tercetak indah dan begitu tulus. Sepertinya kata terapi merupakan kata keramat untuk Eunhyuk dan butuh dengan segera dieliminasi dari pendengaran Eunhyuk.
.
.
.:. Hold Me .:.
SKIP TIME
~Polarise Senior High School~ (11.00 am)
.
.
.
Drrrrrrt…drrrrrrrt
.
.
From : Hae Fishy
Hyuk, Maukah Kau membantuku ?
.
.
To : Hae Fishy
Asal Donghae ingat janji yang kemarin
.
.
From : Hae Fishy
Iyaa baby, tapi ini yang pertama dan terakhir
.
.
"Cihh.. sejak Kapan Aku menjadi anaknya, baby..baby",
Eunhyuk menggumamkan komentar ketidaksukaannya. Hari ini kelas Eunhyuk kosong akan pelajaran, pembimbingnya tidak bisa datang karena suatu urusan. Kegaduhan tercipta di Kelas mewah tersebut. Eunhyuk malas sekali kalau tidak ada Seongsanim yang mengajar. Aneh memang, tidak seperti murid lainnya yang akan dengan senang hati ketika mendengar berita pengajarnya ada keperluan, saudara pengajarnya ada yang gugur atau bahkan sakit. Tapi karena Eunhyuk kita sangat irit berbicara dengan teman-temannya, ia malah bosan dengan suasana seperti ini.
.
"Eunhyuk-ah, ayo bergabung dengan kami !",
Suara yeoja memecah keterdiaman Eunhyuk, awalnya ia celingukan mencari dari mana arah suara tersebut. Dan See.. Eunhyuk menemukan yeoja bernama Krystal lah yang mengajaknya tadi.
"Hei Ayo !, Kami punya cerita seru lo..", ulang Krystal kepada Eunhyuk.
"ehmm..", Eunhyuk tidak tahu apakah ia harus bergabung atau tidak.
'Donghae, ini bagaimana ?', gumam Eunhyuk dalam hati. Eunhyuk bukannya takut pada temannya sendiri. Tidak ada catatan criminal nya kan, untuk apa juga Eunhyuk takut, ia hanya tidak tahu dan sedikit malu apakah harus menerima ajakan temannya itu.
"Ayo sini.. palli !", tangan Krystal menarik lembut legan Eunhyuk untuk bergabung dengannya dan teman-temannya.
Pada akhirnya Eunhyuk juga mau menerima ajakan Krystal. Eunhyuk yang tidak tahu atau memang ia sedari tadi tidak melihat, ada seseorang yang diluar jendela terus memperhatikannya. Bukan orang jahat sepertinya, karena ia tersenyum melihat tingkah Eunhyuk. Orang ini memperhatikan Eunhyuk dengan seksama, kelegaan mendera wajah tampan namja yang sedang memperhatikan Eunhyuk ini.
'Syukurlah, setidaknya Kau berubah walaupun sedikit, gomawo.. Krystal-ah'.
.
"Ya ! Kai, ceritamu membosankan tahu, tidak ada lucu-lucunya", seru Krystal.
"Iya, kupikir Kau menceritakan sesuatu yang membuat perut kami kocak", sahut sekali oleh Amber.
"Kalian pikir aku pendongeng handal, siapa yang tadi memaksaku cerita, kan kalian sendiri",
"Aigoo, masih bisa protes Kau ini", balas namja cantik bernama Taemin.
"Kau juga, Kau kan temanku.. Kenapa membelanya",
"ceritamu memang tidak lucu, babo !",
"Ya Taemin-ah !", Kai menunjukkan wjah kesalnya yang lucu.
"hi..hi..hi",
.
.
SEETTT..
.
.
Semua menatap keasal suara yang baru saja mereka dengar dan disitu mereka bisa melihat, namja manis tengah menarik bibir mungilnya dan memperlihatkan gusi-gusi indahnya.
"Omo !, Eunhyukkie hyung, Kau manis sekali kalau tersenyum",
"Hah.. ?", mendengar penuturan Kai barusan membuat Eunhyuk berhenti tersenyum, Eunhyuk merasa bersalah, ia takut disangka menertawakan Kai.
"mi—mianhae",
"Hei, Kenapa minta maaf, Kai bilang senyummu manis",
"Huh..?", Eunhyuk bingung dengan penjelasan Krystal.
"Seharusnya Kau mengatakan gomawo, bukan mianhae".
"A—ah, gomawo Ka-I", Eunhyuk menurut saja.
"Changkaman, Aku membawa Apel loo, tapi Cuma 2", seru Taemin.
"Gwanchana, sini keluarkan sini !",
"Chaaa.. Krystal kau makan dengan Amber, Kai, Aku dan Eunhyukkie hyung akan makan yang ini", Jelas Taemin sembari memberikan salah satu bawaannya pada Krystal.
"Kai, aaaaa…",
.
CRREEEEZZZ..
.
"Hmmm.. mashitta, manis sekali", Kai berkomentar seru sembari mengunyah Apel yang disuapkan Taemin.
"Hyukkie hyung, aaaaaa…",
"Ee..", Eunhyuk bingung, apakah ia harus membuka mulutnya, selama ini ia hanya berbagi makanan dengan orang terdekatnya dan mungkin di posisinya sekarang ia sedikit jijik, terlihat dari matanya. Tangan Taemin masih setia menggantung di udara menanti Eunhyuk menerima suapan Apelnya. Teman-teman yang ada disana menangkap mata Eunhyuk yang sedikit jijik saat memandangi Apel itu. Disisi lain, Eunhyuk juga bingung jika ia tidak menerima Apel tersebut akan menyakiti hati si pemberi juga teman-temannya.
'Jebal..', mohon Eunhyuk dalam hati.
.
.
"Anyeong yeorobuuuun !, Wahh.. Taemin Kau punya Apel segar—
.
.
CRREEEZZZ..
.
.
- Waww… Jinjja ini manis sekali, Kau dapat dari mana eoh ?... Hyukkie, makan ini juga.. Aaaaa—"
.
Donghae, yang barusan bertingkah memang benar Donghae. Krystal, Amber, Taemin dan Kai terkaget melihat sahabat temannya yang merangkap sebagai salah satu namja populer dengan banyak pemuja di sekolah datang dan merebut apel di tangan Taemin. Eunhyuk tahu jika Donghae akan datang untuk menolongnya. Donghae seperti Dewanya Eunhyuk, ada disaat dibutuhkan maupun tidak oleh Eunhyuk,
"Buka bibirmu baby, ini manis kok.. aaaa..", Eunhyuk masih tidak yakin apakah harus menggigit benda berwarna merah yang tepat di depan bibirnya atau tidak. Tangan Donghae lebih mendekatkan lagi benda tersebut pada Eunhyuk, mata Donghae seakan mengatakan 'gwanchana..', kepalanya pun ia anggukan supaya Eunhyuk lebih percaya.
.
Creezz..
.
Pada akhirnya Donghae berhasil membuat Eunhyuk terlihat menghargai temannya, walaupun dengan gigitan kecil.
"Taemin ini.,. gomawo nee.. ehmm.. Aku ingin membawa Eunhyukkie dulu, Anyeong..",
Donghae menuntun Eunhyuk untuk keluar dari kelas tersebut setelah berpamitan.
.
"Hyukkie, kalau ada orang yang memberi itu harus diterima untuk menghargai",
"Tapi kan kemarin Kau bilang jangan menerima sembarangan",
"Kan Taemin itu temanmu, jadi tidak apa-apa",
"Kau tidak bilang kemarin !",
'Apakah harus semuanya kujelaskan ?', dalam hati Donghae, tetapi yang diucapkan adalah..
"Mianhae, Donghae kemarin lupa",
"Jadi bukan salah ku, tapi salah Donghae",
"Iya salahku",
"Tapi itu sedikit menjijikkan hae, aku hanya berbagi makanan dengan mu, ahjuma dan ahjushi.. tidakkah aneh memakan dari bekas gigitan orang lain",
"Mereka temanmu Hyukkie, jadi tidak masalah, Oke ?",
"O—oh", Eunhyuk mengangguk singkat.
.
.
.:. Hold Me .:.
~Polarise SHS (03.00 pm)~
.
.
"Hyukkie !",
"Tumben tidak telat lagi menjemputku",
"Mian, kan Aku sudah meminta maaf, jadi jangan dibahas lagi",
"Oke", jawab Eunhyuk santai.
"Disini view yang tepat sepertinya",
"Apa ?", tanya Eunhyuk heran dengan maksud Donghae.
"Percobaanku..",
"Apa sih ?",
"Hyukkie tahu tidak ?", Donghae sekarang posisinya memutar sehingga ia tepat menghadap Eunhyuk.
"Tahu Apa ?",
"Sebagian besar mantanku memutuskanku dengan alasan karena Hyukkie",
"Karena ku ?", Eunhyuk bertanya dengan antusias dan ingin tertawa. Bagaimana bisa, ia seorang Lee Eunhyuk dan yang ada dihadapannya ini adalah sahabatnya sendiri, Lee Donghae. Kalau toh ia dan Donghae mesra dan sangat dekat, itu karena hal yang wajar, karena keduanya telah tumbuh dan besar bersama, menurut Eunhyuk.
"Hm..hm.. dan lagi, satu minggu yang lalu Aku diputuskan gara-gara ketahuan memelukmu di parkiran",
.
TAP..
.
Donghae yang posisinya membelakangi pintu tidak mengetahui jika sekarang ada yang datang, dan berdiri di depan pintu kelas Eunhyuk. Walaupun Donghae tidak namun Eunhyuk melihat, karena posisi Eunhyuk yang menghadap tepat ke pintu.
"Jadi kalau Donghae memeluk Hyukkie lagi, Donghae akan diputuskan ?", tanya Eunhyuk jail setelah sebelumnya mengetahui siapa yang datang.
"Mungkin iya..",
Eunhyuk mendekat kearah Donghae.
"Maukah Donghae memeluk Hyukkie ?", tangan Eunhyuk sekarang sudah berada di bahu Donghae.
"Tentu saja mau, menciummu saja Aku sering", sedikit ambigu jika terdengar di telinga orang lain, ciuman yang dimaksudkan Donghae adalah sebatas pipi maupun kening.
.
.
GREB
.
.
Tangan Eunhyuk memeluk leher Donghae, tentusaja tangan Donghae sekarang berada di pinggang Eunhyuk, mesra sekali untuk ukuran seorang sahabat.
.
.
BRAK
.
.
Bantingan pintu membuat Donghae memutarkan tubuh tanpa melepas pelukan Eunhyuk.
"Astaga salah !",
"Apa Hae ?", Mereka masih dalam keadaan berpelukan bahkan setelah Donghae tau siapa yang berdiri disana.
"Itu bukan Jessica tapi Tiffany.. Astaga Hyuuuk.. Dia yang paling cantik.. omo..omo Dia berlari… Eotokhae ?",
Memang Donghae yang terlalu nyaman memeluk Eunhyuk atau apa, sampai saat ini tangannya masih melingkari pinggang Eunhyuk nyaman terlebih setelah kepergian yeoja tadi.
.
SEEETT..
.
Eunhyuk mendorong Donghae dan melepaskan pelukannya, matanya berkaca-kaca, ia merasa bersalah.
"Mi—mianhe.. mianhae Donghae, Donghae kejar saja yeoja itu dulu, Hyukkie tunggu disini"
.
.
.
TBC
.
.
.
Halllooooo.. Chap 2 Update.
Mian kalau lama, buat yang minta cepet.. maaf yaaa… Tugas kuliah mulai buuuanyaaak nih.. Tapi author sempetin buat ngetik.
Maaf ya kalau masih ada kesalahan penulisan, Author teh Cuma manusia biasa. Hi..hi, tapi Saya berusaha buat gak salah-salah.
Maaf juga kalau Chap ini gak sesuai hati readers.
Terimakasih buanyak buat yang sudah review, ternyata respon buat Fict ini lumayan juga.
Thanks for, lee ikan, roostafaelf, LH, chochorhyukie , Reezuu608, nanaxzz, haehyuk, kim hyun soo, fitri, FN, DE, Ren, Guest, Cho w lee 794, eunhae jr, elhee elfilauchiha, ukeHyuk line, isroie 106, Hein Zhouhee1015, Nakamichan, 69912052 , Jiae haehyuk, megajewels 2312, reiasia 95, Haehyuk Baby's, Miss Chocoffee, Dae Eun Hee, rani gaem 1, Hari54, Dekdes, HHSHelviJjang, sitisisun, eunhyukkie44, nurul p putri.
Terimakasih banyak semuanya, Jangan lupa review lagi ya.
