Hold me

Cast :

Super Junior Member

(Lee HyukJae)

(Lee DongHae)

and some cast from another group

Pair :

Actually HaeHyuk (YAOI)

Rate :

T

Genre :

Romance

.

.


.:. Hold Me .:.


"Itu bukan Jessica tapi Tiffany.. Astaga Hyuuuk.. Dia yang paling cantik.. omo..omo Dia berlari… Eotokhae ?",

.

"Mi—mianhe.. mianhae Donghae, Donghae kejar saja yeoja itu dulu, Hyukkie tunggu disini".

..

..

..

"Donghae jangan cepat-cepat jalannya, Hyukkie lelah lo..",

"Iya sayang, Aku sedang mencari Luna, seingatku kemarin kami janjian di tempat ini".

Eunhyuk menghentikan langkahnya dan memandang Donghae yang berada di depannya dengan tidak suka. Tempat ini begitu ramai akan lalu lalang orang-orang yang heboh dengan tas-tas hasil belanjaan, sibuk dengan makanan yang akan mereka pesan dan yang jelas Eunhyuk sangat tidak menyukai tempat ini. Ia saat ini tengah berada di Pusat Perbelanjaan Seoul. Eunhyuk merasa lelah sendiri, sedari tadi Donghae hanya mengajaknya berputar-putar dan apa itu lagi 'Luna' atau siapapun namanya yang membuat Donghae sibuk sendiri, sehingga Eunhyuk merasa terabaikan.

Donghae masih sibuk menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri untuk mencari yeoja bernama Luna yang termasuk salah satu kekasihnya. Lebih tepatnya menjadi mantan kekasih namja tampan yang memakai seragam serupa dengan Eunhyuk sebentar lagi. Eunhyuk tingkat kesabarannya sudah habis mengambil ancang-ancang dengan meletakkan tangan mungilnya di leher.

.

.

SRAAK

.

.

PYEEK..

.

.

"Aigo !",

Donghae terkaget karena ada sesuatu yang mengenai belakangnya. Ia kemudian berbalik dan melihat sesuatu yang terjatuh di dekat kakinya.

"Hyuuk !, Kenapa dibuang kalungnya ? ", Donghae mengambil benda bewarna perak tersebut.

"Ayo pakai lagi sayang !",

"SHIREO !, Hyukkie marah sama Donghae.. Donghae terus saja sana mencari yeoja itu",

"Aishh.. mian..mian.. pakai dulu kalungnya ya sayang ? ", Donghae mendekati Eunhyuk yang sekarang ini menunjukkan ekspresi kurang bersahabatnya, bibir kecil yang mengerucut juga tangan yang disedekapkan di depan dada.

"Tidak mau !, Aku tidak mau memakai kalung jelek itu !",

"Jelek ?.. huh.. ayolah jangan manja begitu",

"Manja ?, Hyukkie tidak !",

"Nee..ne, Kau tidak manja, sekarang pakai dulu Oke ?..",

Tempat Eunhyuk juga Donghae saat ini tidaklah tepat untuk memperdebatkan masalah kalung. Mereka saat ini berdiri di depan pintu Resto bergaya Eropa dan tidak heran jika saat ini mereka menjadi pusat perhatian. Menariknya para elit yang akan memeasuki resto tersebut berdiri dengan santai di belakang Donghae juga Hyukkie, mungkin perdebatan yang para elit lihat saat ini begitu mahal untuk dilewatkan.

"Buang saja kalungnya !, Hyukkie tidak butuh, Donghae dari tadi hanya sibuk mencari yeoja jelek itu, tadi saja saat Hyukkie ingin beli milk shake sampai dilarang, ingin membeli ice cream juga tidak boleh, Hyukkie kan haus.. Dasar Donghae babo !",

Eunhyuk mengomel dengan imut, orang-orang dibelakangnya sampai memandang sengit Donghae sesaat setelah mendengar cerita Eunhyuk, seperti mengerti saja apa dan siapa objek yang disebutkan Eunhyuk.

Merasa diperhatikan, Donghae mengalihkan pandangannya ke belakang Eunhyuk. Dengan gerakan cepat ia meraup wajahnya dengan tangan kanannya sedang tangan sebelah kirinya masih membawa benda berwarna perak yang seharusnya masih ada di leher Eunhyuk.

"Astagaaa..", Donghae menarik tangan Eunhyuk dan segera keluar dari Resto tersebut.

"Awwhh.. Appo, Jangan menarik-narik tangan Hyukkie !",

"Shhuutt !, Hyukkie tidak malu apa marah-marah dan dilihat orang-orang itu ?", Donghae menunjuk pada gerombolan orang-orang berjas dengan menenteng tas kerja yang elegan dimana orang-orang ini masih memandangi Donghae juga Eunhyuk, padahal dirasa tempat mereka saat ini sudah menjauh beberapa meter dari Resto tadi.

"Hyukkie nggak marah, Donghae yang salah kok",

"Haaaahh.. Iya, Donghae yang salah.. sekarang pakai dulu ini", Donghae memilih mengalah dari pada harus melihat namja yang lebih pendek darinya ini meneteskan air mata lagi seperti tadi sepulang sekolah.

.

.

FB

.

.

At Eunhyuk's class

.

.

"Mi—mianhe.. mianhae Donghae, Donghae kejar saja yeoja itu dulu, Hyukkie tunggu disini",

"Benarkah ?, Apa tidak apa-apa Aku tinggal ?",

"Hmm.. gwanchana", Eunhyuk yang merasa bersalah karena membuat salah satu yeoja Donghae marah, dengan perasaan terpaksanya mengangguk merelakan.

"Baiklah, Sayang tunggu disini ya, Donghae tidak akan lama kok", Tanpa mendengar jawaban Eunhyuk, Donghae langsung meninggalkan kelas mewah tersebut.

"Jahat !,..hikss.. jadi Donghae lebih memilih mengejar yeoja itu..",

.

.

TAP

.

.

Seperti rem mendadak saat mengetahui di depannya ada kendaraan lain, Donghae menghentikan larinya tepat sebelum ia keluar dari pintu kelas Eunhyuk. Alasannya tentu karena namja tampan ini mendengar suara menyedihkan Eunhyuk tentangnya. Donghae kemudian membalikkan badannya menatap namja berambut kemerahan yang baru saja mengatainya jahat.

"Hyukkie kenapa menangis ?",

"Babo !, Donghae BABOOOOO", Mulut kecil Eunhyuk melebar kala lengkingan akan kata babo untuk Donghae keluar.

"Kok ?", Donghae bertanya karena benar-benar tidak tahu.

"Sana.. Pergi sana !, hiks.. tinggalin Hyukkie sana .. Jahat !, Babo ! Jeleeeek !, Donghae kan tahu Aku tidak suka ditinggal",

"Tapi kan tadi Hyukkie sendiri yang memintaku",

"Kapan ?,.. Ya sudah pergi sana", Kembali Eunhyuk mengusir Donghae dengan nada yang tidak bersahabatnya itu.

"Oke.. Tunggu Nee..",

Baru saja Donghae akan membalikkan badannya..

"Dasar Donghae tidak peka !, AKU MEMBENCIMU !, Akan kuadukan pada Ahjuma kalau Kau meninggalkanku, ini kan sudah sore, sebentar lagi gelap.. kalau terjadi apa-apa denganku bagaimana.. Aku kan takut gelap, BABO !",

"ARRRGGGHHH…", Donghae berteriak sebal mendengar celotehan Eunhyuk yang diakhiri dengan makian kasar.

"Siapa yang tadi menyuruhku pergi.. Siapa hah ?.. Siapa.. ?, Dan lagi.. Demi Tuhan Hyuk, ini masih jam 4, kalau Aku pergi 5 menit, hari tidak akan menjadi gelap",

"Jadi Donghae tetap ingin pergi ?... Ya sudah, Aku akan memberitahu ahjuma sekarang", Tanpa mendengar jawaban dari Donghae, Eunhyuk merogoh saku celananya dan memainkan jarinya di handphone miliknya itu.

"Haaaahhh.. Oke..oke, Aku tidak akan mengejarnya.. jadi jangan beritahu umma, sekarang Hyukkie minta apa ?",

"Huooo.. Donghae tidak akan pergi ?", Eunhyuk bertanya dengan antusias.

"Iya, Aku tidak akan pergi, sekarang Aku harus apa lagi ?", Tanya Donghae dengan nada pasrah seakan tahu Eunhyuk akan benar-benar memintanya melakukan sesuatu.

"Kalau begitu kita saja yang pergi", Imbuhan senyum manis terpancar kala kalimat ini terucap oleh Eunhyuk, tanpa bisa menolak tentu Donghae akan tersenyum balik kearah namja manis ini.

.

.

FB END.


.:. Hold Me .:.


.

.

"Bukankah itu kedai ice cream yang kau minta tadi Hyuk ?",

"Omo..", Bukannya menjawab Iya atau bukan namja manis ini malah melontarkan ekspresi kekagetannya.

"Apa ?",

"Jadi tadi Kau memperhatikan Apa yang kuminta ?",

"Tentu saja iya, kan Donghae perhatian sama Hyukkie", Ucap Donghae dengan percaya diri.

"Hahh.. Pembohong !, kalau dari tadi memperhatikan apa yang kuminta harusnya Kau berhenti dan membelikanku ice cream bukan malah mengejar yeoja yang tidak jelas itu",

"Mian..mian, kalau begitu kita pergi ke kedai yang Kau minta tadi… Oh iya…", Donghae menggantungkan kalimatnya.

"Apa lagi ? Jangan bilang Kau tidak membawa uang, tapi masa iya, setiap hari kan Donghae keluar mengajak yeoja-yeoja itu jalan-jalan, hanya untuk membelikanku ice cream saja masa tidak mampu"

"Aigoo.. Kau seperti kekasihku yang sedang cemburu saja Hyuk",

"YA !", Pernyataan Donghae membuat Eunhyuk reflex untuk membuka lebar bibir kecilnya.

"Aigoo.. Jangan berteriak terus baby ", Larang Donghae dengan nada yang halus.

"Aku bukan bayimu, Ahjushi.. hi..hi..hi", Eunhyuk mengakhiri balasan ejekannya dengan tawa imutnya.

Setelah seharian berkeliling dan memuaskan Eunhyuk dengan bertas-tas belanjaan, saat ini Donghae juga Eunhyuk berada di depan deretan baju-baju berkerah yang berjejer rapi. Mata Eunhyuk terus berputar-putar mencari apa saja yang menurutnya bagus. Donghae hanya menuruti kemana perginya Eunhyuk tanpa berniat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Eunhyuk. Eunhyuk terus saja berjalan menelusuri berbagai macam model baju, hingga ia dan Donghae saat ini berada di antara baju yeoja dan namja.

"Astaga Hyukkie !, itu orangnya", Donghae berujar sembari menunjuk ke arah seorang yeoja yang sangat jauh dari tipe Donghae menurutnya.

"Omo.. yakin itu Hae ?, Kenapa Kau bisa memacari orang yang seperti itu sih ?, sulit dipercaya kulitnya saja bahkan lebih putih kulitku.. dan itu lihat !, dia memakai hot pants dengan kaki yang begitu, masih bersih dan mulus kaki ku".

Eunhyuk koment panjang lebar tanpa sadar dan tidak memperhatikan arah pandang sahabat tampannya iru. Karena Donghae saat ini tengah menatapnya intens dari kulit lengan Eunhyuk yang terekspos juga kaki kurus Eunhyuk yang barusan dibanggakan oleh sang pemilik. Memang diakui Donghae jika kulit Eunhyuk bahkan lebih putih dari yeoja yang bernama Luna tadi, atau bahkan kekasih juga mantannya yang lain.

"Iya ya, kenapa Aku baru menyadarinya sih.. Kenapa tidak Kau saja yang menjadi kekasihku ?", Donghae berujar lirih dengan mata yang masih menatap Eunhyuk intens.

"Apa ?", Tanya Eunhyuk kurang dengar dengan penuturan Donghae.

"A—ah.. Tidak.. kok, Eee.. Dia memang kekasihku.. ehmm.. mantan lebih tepatnya, sebentar lagi".

"Oh.. Lalu sekarang bagaimana ?, Jadi meminta Aku untuk menolongmu Jelek ?",

"Tentu saja jadi.. dan Hyukkie, jangan memanggilku jelek terus.. semua orang tahu kalau sahabatmu ini tampan baby", Kembali Donghae membanggakan diri yang ditanggapi Eunhyuk dengan Bahasa tubuh yang bosan.

"Berhenti membanggakan diri Ahjushi, Mau kubantu apa tidak..",

"Nde.. nde.. yang ikhlas ya sayang", Tanpa mendengar protes dari Eunhyuk, Donghae menggenggam tangan Eunhyuk dan membawanya mendekat di tempat yang tidak jauh dari Luna, berharap yeoja yang akan menjadi mantan Donghae itu melihat tindakannya .

.

.

"Sayang, baju ini terlihat cocok untukmu", Tangan Donghae menyambar asal deretan T-shirt dan menempelkannya pada tubuh mungil Eunhyuk. Nada Donghae sengaja diperkeras supaya yeoja yang tidak jauh darinya itu mendengar ucapannya.

"Jeongmalyo ?, tidakkah ini sedikit feminim ?", Tanggapan Eunhyuk terdengar serius untuk ukuran percakapan yang pada dasarnya adalah unsur kebercandaan.

"Anni ! Imut dan terlihat manis jika Kau pakai",

Donghae membiarkan T-shirt kuning tersebut di tangan Eunhyuk dengan sibuk dibolak-balikkan seakan saat ini mereka benar-benar melakukan shopping dan bukan sekedar acting. Tangan Donghae mengelus surai kemerahan Eunhyuk kemudian turun ke pipi yang sedikit tirus. Walaupun tangannya saat ini sedang bersama Eunhyuk, nampaknya matanya tidak senada dengan tangan yang ditujukan untuk Eunhyuk, mata Donghae terus saja mengawasi yeoja yang tidak jauh darinya yang saat ini sedang memandang Donghae dengan tatapan tidak percaya, marah dan ingin mengatai dengan kalimat yang dipastikan tidak bagus untuk didengar.

"Hae, Aku rasa ini baju yeoja, lihat pinggangnya kecil sekali", Orang biasanya jika tidak memperhatikan lawan bicaranya, jika ditanya jawabannya memang tidak melenceng, hanya saja sedikit tak terkendali.

"Benarkah ?, Bukankah pakaianmu memang yang seperti ini… yang setiap hari Kau pakai kan ?",

"YA !", Refleks Donghae menoleh ke arah Eunhyuk, ia baru menyadari ucapannya tadi.

Tangan Eunhyuk terangkat, namun dengan cepat Donghae menangkapnya.

"Wooooaaa… tanganmu benar-benar halus sayang dan.. lotion apa yang kau gunakan ?, kulitmu sangat menawan", Takut rencananya gagal, Donghae buru-buru mencegah Eunhyuk. Mata yeoja yang menjadi objek Donghae dan Eunhyuk seperti akan keluar, wajahnya semakin memerah karena marah, tangannya meremat tas belanjaan dengan kasar. Donghae rasanya ingin tertawa dengan kencang melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.

"Donghae lepaskan tangan mu dari pipiku", Eunhyuk berbisik pelan ke telinga Donghae dengan sedikit berjinjit, karena tingginya yang lebih pendek dari Donghae. Posisi mereka saling berhadapan, hanya Donghae yang bisa melihat Luna sedangkan Eunhyuk membelakangi Luna.

"Mwo ?, tentu saja Oppa yang akan membayar, Pilihlah sesukamu sayang..",

Donghae gila, ia lupa jika yang ada dihadapannya dengan tubuh yang lebih pendek dan lebih kecil darinya ini adalah seorang namja. Siapapun disana tahu, walaupun awalnya agak terkecoh, Hei.. Eunhyuk memakai celana. Perintah Eunhyuk untuk menjauhkan tangan dari pipi mininya tak ditanggapi Donghae, justru kembali Donghae mengelus bagian tubuh Eunhyuk yang sangat menggemaskan tersebut.

"Kau gila Hae.. Kau gila !", Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya, walaupun suaranya lirih tetapi Donghae sebenarnya mendengarkan.

"Nde.. nado saranghaeyo chagi..",

.

Chup~

.

Ekspresi Eunhyuk biasa saja setelah Donghae mengecup keningnya, biasa saja karena Donghae memang sering melakukannya. Mata Eunhyuk menatap ke depan, tubuhnya masih berhadapan dengan Donghae sehingga Eunhyuk tidak bisa melihat kepergian yeoja yang sebelumnya menjadi kekasih Donghae itu. Eunhyuk terkaget dengan yang ia lihat di depannya atau lebih tepatnya tak di belakang Donghae. Berdiri seorang yeoja dengan dress anggunnya, wajahnya cantik dan auranya begitu kuat tak jauh darinya. Yeoja berumur tiga puluhan itu juga memandang ke arah Eunhyuk dengan pandangan tak kalah kaget.

"Mati Kita Hae", Eunhyuk bergumam lirih, tidak tahu jika saat ini Donghae tidak memperhatikannya dan malah tertawa dengan sedikit keras.

.

GREB

.

"Mission complete sayang", Ucap Donghae sembari memberi pelukan hangat pada sahabatnya. Untuk ukuran orang yang belum tahu seperti apa hubungan Donghae dan Eunhyuk akan mengira mereka adalah sepasang kekasih.

"Ah-ju—mma",

.

SEEETT

.

Donghae membalikkan badannya begitu memahami kemana arah pandang Eunhyuk dan panggilan Eunhyuk barusan.

"Um—ma !", Donghae serius ketakutan sekarang, bukan karena ketahuan memanfaatkan Eunhyuk untuk membuat salah satu yeojanya pergi. Bukan juga ketahuan karena mencium dan memeluk Eunhyuk.

.

.

TAP

.

TAP

.

TAP

.

PLAAAK

.

.

"PULANG SEKARANG !".

Finalnya yeoja yang begitu dicintai dan ditakuti oleh Donghae dan Eunhyuk melayangkan tangan lentiknya ke wajah tampan Donghae, diakhiri dengan perintah kasarnya.


.:. Hold Me .:.


~At Lee's mansion~

.

.

"Begitukah Kalian berani membohongi kami selama ini ?", tanya kepala keluarga Lee pada Eunhyuk juga Donghae.

Begitu mereka pulang, Umma Donghae, Lee Heechul segera membawa dua namja yang dikasihinya ini ke ruang keluarga. Tanpa disangka oleh mereka bertiga Lee Hangkyung selaku kepala keluarga sudah duduk dengan angkuhnya di salah satu kursi di ruangan itu. Tidak mungkin untuk Heechul tidak memberitahu pada suaminya tentang kejadian yang sebenarnya terjadi, kepalang tertangkap basah dengan ekspresi kekesalan yang ia perlihatkan sedari memasuki ruangan itu.

"Mi—mianhe ahjusshi..", Suara Eunhyuk bergetar, wajahnya ia tundukkan tidak berani menatap orang yang saat ini masih duduk dengan penuh wibawa.

"Jadi selama ini.. Kau tidak pernah mengantar Hyukkie untuk terapi ?.. begitu Hae ?", Donghae tidak menjawab, bibirnya terlalu perih untuk digerakkan. Donghae sama menunduknya dengan Eunhyuk, yang membuatnya berbeda hanyalah Eunhyuk yang berdiri dan Donghae seperti bersujud pada Hangkyung, walaupun kepalanya tidak sepenuhnya menempel di lantai.

.

PLAKK

.

Kembali gesekan cepat dan keras antara tangan Appa dengan pipi sang anak terdengar menggema untuk yang kesekian kalinya.

"JAWAB AKU LEE DONGHAE !",

"hikss.. ahjushi.. hiks.. cuk—cukkuph.. hiksss.. Donghae tidak bersalah.. Hyuk—hyukkie yang mengajaknya kesana.. hikss",

Mendengar penjelasan disertai dengan tangisan Eunhyuk, semua orang di ruangan itu melihat ke arahnya.

"Sejak Kapan Kau membohongi Kami, Hae ?", Bukannya bertanya pada Eunhyuk, Hanggeng justru menyerbu Donghae lagi dan lagi. Donghae semakin menunduk, darah dari sudut bibirnya perlahan menetes ke lantai walaupun sedikit.

"Jawab pertanyaan Appa mu nak !", Heechul yang lama-lama tidak tega, memerintah Donghae dengan nada yang lembut. Dan barulah Donghae mau mengangkat kepalanya, wajahnya berantakan, lebam di pipinya mungkin tidak akan hilang dalam waktu yang singkat.

"Baru kali ini Appa", Donghae menjawab dengan sedikit merintih karena perih.

"BARU KALI INI ?, Kau pikir satu hari tidak penting untuk Hyukkie ?.. Apa Kau pikir satu hari saja jika tidak melakukan terapi AKAN BAIK-BAIK SAJA UNTUK HYUKKIE ?",

"Mian Appa",

"MIAN ?, APA KATA ITU BERFUNGSI SEKARANG ?", Kembali Hangkyung geram dan menyerbu Donghae.

"hikss.. ahjushi.. cuk—cukup hikss.. Jangan marahi Donghae lagi.. hikss..", Tangis Eunhyuk kembali memecah kala Hangkyung membentak anak tampannya.

"Jangan membohongi Appa, Ummamu bilang Kau tadi disana ada urusan dengan yeoja, Bukankah Kau yang menyebabkan Hyukkie tidak terapi ?.. JAWAB APPA DENGAN BENAR !",

"Nde.. AKU ADA URUSAN DENGAN YEOJA DISANA, AKU JUGA YANG MEMINTA HYUKKIE UNTUK TIDAK TERAPI.. APA APPA PUAS ?",

Tangan Hangkyung terangkat lagi,

.

.

SREETT

.

.

"Ahjushi hiks.. puk—pukul Hyukkie saja hikss..", Eunhyuk yang mengetahui Hangkyung akan melayangkan pukulan untuk Donghae segera duduk di samping Donghae.

"Hyukkie yang salah Ahjushi hiks.., Hyukkie yang meminta Donghae untuk tidak mengantar ke tempat terapi.. hikss.. jadi pukul Hyukkie saja", dengan wajah yang penuh dengan lelehan air mata dan sesenggukan, Eunhyuk memberanikan diri memohon pada orang yang duduk dengan tempat tinggi di hadapannya, berharap akan dikabulkan segala ucapannya. Dan demi apapun jika yang meminta dipukul adalah Eunhyuk, siapa juga yang akan tega.

"Masuk ke kamarmu, sayang", Heechul berjalan mendekati Eunhyuk dan mengajak anak manis ini untuk berdiri.

"Shirreo !", Hangkyung juga Donghae menatap Eunhyuk dengan tidak percaya, Eunhyuk yang dikenal pendiam dan tidak suka membantah, bagaimana bisa bersikap demikian.

"Hyukkiiiee.. kajja !, nanti Hyukkie lelah lo kalau duduk begitu", Tanpa menghiraukan penolakan Eunhyuk, Heechul kembali meminta namja manis ini dengan nada yang segar.

"Shirreo Ahjuma !,..hiks.. Hyukkie tidak mau Ahjushi memukul Donghae lagi, hiks.. Hyukkie bilang ini salah Hyukkie, Hyukkie yang meminta untuk tidak terapi, ..hiks.. tapi semua orang tidak percaya Hyukkie", Eunhyuk menjelaskan dengan nada sedih yang tak terdengar dibuat-buat.

"Iyaa iya.. Ahjushi tidak akan memukul Donghae lagi kok", Heechul menjawab lagi sembari membantu Eunhyuk berdiri.

"Yakso !", kelingking Eunhyuk dihadapkan di depan wajah Hangkyung, Heechul juga Hangkyung tersenyum akan tingkah Eunhyuk sedangkan Donghae sudah tidak sanggup lagi untuk menarik bibirnya karena sangat perih, padahal saat ini ia ingin sekali mengejek Eunhyuk.

"Ndee.. Ahjushi berjanji", kelingking Hangkyung memaut kelingking kecil Eunhyuk.

"Sekarang kalian bersihkan diri dan Kami tunggu di meja makan, Jangan ulangi lagi perbuatan kalian ini !", Hangkyung kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruangn tersebut.

.

"Arrghhh.. akhirnya terbebas dari kandang singa.. auhhh..", Donghae berdiri dan meregangkan tulangnya, ia mengaduh kesakitan setelah menyelesaikan peryantaannya.

"Appaso Hae-ah ?", Eunhyuk bertanya dengan nada iba kepada Donghae.

"Ndee.. tentu saja, Wae ?.. Mau mecobanya ?", Donghae bertanya jahil pada Eunhyuk dan nampaknya ditanggapi serius oleh Eunhyuk.

"Hiks.. Mianhe",

.

.

GREEB

.

.

"Jelek Sekali kalau menangis", Donghae kembali memeluk Eunhyuk dengan sayang.

"Mianhe.. Hae-ah",

"Iyaa..iyaa..",

Heechul tersenyum melihat tingkah dua namja berkepribadian berbeda itu.

"Hyukkie bantu Aku mengobati ini nee.. Takutnya fansku akan kabur melihat wajah idolanya seperti babi",

"Hi..hi..hi, kan wajahmu memang mirip",

"YA !.. Umma.. anakmu yang tampan ini dikatai mirip babi", Donghae menoleh kepada sang Umma.

"Yee.. tidak malu, sudah besar masih suka mengadu",

"YAA!, tidak malu apa mengatakannya ?, kan itu kepribadianmu.. yang suka mengadu itu Kamu bukan Aku !",

"Anni !, Kapan Hyukkie melakukannya sih ?", Benar-benar tidak sadar diri saat Eunhyuk menanyakan hal ini.

"Ndee mungkin Aku yang suka mengadu, merengek, manja, meminta segala hal harus dituruti, sekemauannya sendi-…

"HYUKKIE TIDAK SEPERTI ITU", Belum sempat Donghae menyelesaikan kalimatnya Eunhyuk segera membantah pernyataan Donghae yang sepertinya menyindirnya.

"Aku kan tidak bilang itu Kamu Hyukkie, kan Aku bilang itu Aku… atau Jangan-jangan Hyukkie memang seperti itu..", kembali Donghae menggoda Eunhyuk.

"Jahaaat… Hyukkie benci Donghae",

"Ya..Ya.. sudah-sudah, Hae.. Umma akan memukulmu kalau Kau membuat uri Hyukkie menangis lagi", Heechul yang masih di ruangan itu tidak tahan dan merasa risih dengan pertengkaran dua remaja yang dikasihinya itu. Heechul tahu jika akhirnya akan ditutup dengan tangisan dari si manja, karena itu sebelum benar-benar terjadi ia segera mencegahnya.

.

.


.:. Hold Me .:.


~At Polarise SHS~

.

.

"Sunbae, wajahmu kenapa ?", Kai teman sekelas Eunhyuk bertanya penasaran pada Donghae saat berpapasan dengan Donghae di pintu kelasnya sesaat setelah memastikan Eunhyuk duduk dengan tenang di bangkunya.

"Ahh.. gwanchana.. biasa namja", dengan percaya diri dan simple Donghae menjawab.

Bukannya Eunhyuk bertingkah tidak sopan atau apa selama ini pada Donghae. Eunhyuk memang satu tahun lebih muda dari Donghae, walaupun demikian tak membuat Eunhyuk patuh dengan perintah Donghae untuk memanggilnya dengan kata depan Hyung ataupun Sunbae. Kebiasaan sedikit membuat Eunhyuk terlihat kurang sopan memang jika dilihat dari sisi orang lain. Namun, Donghae tak pernah mengambil masalah akan hal itu, dengan kata Hyung ataupun tidak, Donghae tetaplah menjadi Lee Donghae.

Donghae melanjutkan langkahnya ke kelas, walaupun pipinya memar, Donghae tetap terlihat tampan dan mendapatkan perhatian dari yeoja maupun namja manis di setiap langkahnya.

"Hei !, wajahmu Kenapa Hae ?", Sungmin yang sedang menghapus papan tulis tertarik untuk menanyakan apa yang terjadi pada Donghae.

"Dipukul Appa, Hyung", Donghae menjawab dengan bisikan pada Sungmin.

"Apa yang Kau lakukan memangnya ?",

"Bolos mengantar princess terapi", Donghae menjawab dengan nada tenang sekarang, walaupun demikian teman-temannya masih tidak dapat mendengar percakapannya dengan Sungmin.

"Kau gila Hae !", Respon Sungmin yang awalnya iba melihat wajah Donghae, kini malah mengatai dengan kata tidak sopan.

"Semua orang di rumahku mengatakan itu juga, Hyung", Sesaat setelah menanggapi perkataan Sungmin, Donghae berjalan ke mejanya dengan mengerling pada fans di kelasnya.

"Anyeooong yeorebuuun… Hei.. Seohyun, rambutmu manis sekali jika digerai begitu.. Eh ada Sully, Kau tambah putih saja sayang… Hei.. anyeong Yoona-ah.. Kau tambah tinggi ya.. sejak putus denganku", Jiwa Donghae kembali lagi.

"Gila !, masih sempat melakukan hal itu", Sungmin bergumam lirih dan meneruskan menghapus papan.

.

.


.:. Hold Me .:.


~At Toilet Polarise SHS~

.

.

Namja manis bersurai kemerahan terlihat tengah berdiri di depan wastafel dengan pandangan yang fokus pada tangan mungilnya. Gemericik air terdengar karena si manis ini tengah mencuci tangannya.

"Kau kan yang bernama Lee Eunhyuk ?",

Suara yeoja asing memasuki pendengaran Eunhyuk. Eunhyuk dengan cuek masih melanjutkan mencuci tangannya, walaupun sebenarnya saat ini ia tengah meredam ketakutannya.

"Hei ! JAWAB AKU !",

.

.

SEET

.

.

Dengan kasar yeoja yang menanyai Eunhyuk membalikkan tubuh ringkih Eunhyuk dengan paksa. Eunhyuk menunduk takut, rasanya saat ini air matanya ingin keluar. Ia tidak pernah melalui kejadian seperti ini sebelumnya.

"Angkat wajahmu, BODOH !", yeoja yang mempunyai tinggi sama dengan Eunhyuk ini geram sendiri, Eunhyuk masih mempertahankan wajah menunduknya.

.

.

GREEEK

.

.

"Cihh.. banci !, ternyata begini wajahmu ?, Dasar namja centil", Wajah Eunhyuk diangkat dengan paksa oleh yeoja di depannya ini. Tidak salah, yeoja ini adalah yang dilihat Eunhyuk kemarin sore, Tiffany jika tidak salah namanya. Yeoja yang langsung pergi setelah melihat Eunhyuk dan Donghae berpelukan.

"Teman-teman, Aku rasa Aku bisa menghadapi namja banci ini sendiri !, mian karena Aku telah membuang-buang waktu kalian", Yeoja yang berparas angkuh juga cantik ini ternyata tidak sendiri, beberapa yeoja juga ikut keluar dari bilik Toilet.

"Tapi tenang saja, kalian akan tetap berguna..",

Eunhyuk ketakutan mendengarkan suara Tiffany yang menyeramkan, ditambah disana Tiffany membawa gerombolannya.

"Hikss.. Sun—sunbae Ak—aku salah apa ?", Eunhyuk yang tergolong namja lemah dan paranoid tentu tidak menyukai suasana saat ini.

"Benar-benar banci !, Salahmu banyak !, gara-gara Kau, Aku tidak pernah bisa berkencan dengan Donghae, gara-gara Kau juga, Donghae jadi tidak memperhatikanku sebagai kekasihnya.. dan kemarin.. Kau sengaja memeluknya kan ? ", Tiffany menatap tajam mata Eunhyuk yang semakin lama semakin merembeskan isinya.

"Tidak Sunbae..hikss.. Hyukkie tidak seperti itu.. hikss.. Sunbae saja yang mau dipermainkan Donghae..hikss..", Eunhyuk menjawab dengan pernyataan yang semakin mebuat Tiffany geram, walaupun pernyataan Eunhyuk memang benar adanya, tapi untuk ukuran kekasih yang sedang cemburu seperti Tiffany, pernyataan itu justru semakin mempersulit Eunhyuk.

"Teman-teman, bagaimana kalau Kita lepaskan kemeja dan celananya, kalian bisa merobeknya dan langsung membuang ke tempat sampah itu… dia kan namja centil.. jadi Aku rasa ia akan tambah senang.. ha..ha..ha", Ajakan Tiffany pada teman-temannya langsung dijawab dengan gerakan maju teman-temannya.

"Andwae.. hikss.. Jangan..hikss", Eunhyuk meronta begitu tangan dan kakinya dipegangi oleh teman-teman Tiffany.

"ANDWAE… HIKSS.. ANDWAEEE.. HIKSS", Rontaan Eunhyuk semakin keras, tangannya ingin meraih kalungnya, ia ingin menekan sesuatu yang ada disana, tapi tidak bisa, tangannya dicengkeram dengan kuat oleh teman-teman Tiffany.

"DONGHAE.. HIKSS.. DONGHAEEEE… TOLONG..HIKSS.. TOLONG HYUKKIEEE",

"Berteriaklah sepuasmu banci !, tidak akan ada orang yang akan datang karena telah membaca keterangan 'Toilet Rusak' ", teman-teman Tiffany tertawa dengan kencang mendengar pernyataan Tiffany barusan.

Kepala Eunhyuk sangat pening yang dilihatnya sekarang semuanya berputar, ini menakutkan untuknya, tenaganya terkuras untuk menangis dan meneriakkan nama Donghae. Eunhyuk benar-benar lelah dan lemas, walaupun demikian isakan lirih juga rontaan kecil masih sempat ia keluhkan.

"Donghaeee.. hiksss.. Tolooong.. hikss.. Donghaeeee…..

.

.

.

TBC

.

.

.

Chap 3 sudah update,

Maaf reader-deul, saya sepertinya telat untuk update, tapi saya akan berusaha seminggu sekali akan update. *kalau bisa

Terimakasih banyak buat yang udah review di chap 2,

Jiae-Haehyuk, Dekdes, Kei Tsukiyomi, lee ikan, rani gaem 1, isroie106, Hein-Zhouhee1015 , abilhikmah , nurul p putri , danactebh , reiasia95, HHSHelviJjang, , HAEHYUK IS REAL , Haru54 , Anik0405, chowlee794 , kim hyun soo, Syuku, fine, DochiDochi, haehyuk, Ren, azihaehyuk, haehyykssi, nyukkunyuk, Merani haehyuk, eunhaejr, LH, Aika Moriuchi, justwhy, Lstories

Di chapter ini masih belum jelasin Eunhyuk akan terapi apa, mungkin di chapter depan. Dan buat yang bertanya-tanya tentang kalung, sedikit bocoran sudah terungkap di bagian akhir chapter ini. Chap ini Siwonnya nggak muncul, tapi tenang.. seiring berjalannya waktu Siwon bakal mainin perannya sendiri kok. Tentang perasaannya HaeHyuk, masih terlalu dini dibahas untuk chap-chap depan lah ya.. So, tunggu aja nee.

Semuanya.. Thanks berat,

Jangan lupa review lagi ya, review teman-teman pengaruh sekali buat update cepat lambatnya next chap. Saya akan lebih semangat buat ngetik kalau teman-teman pada ngreview. Apalagi kalau reviewnya membangun.

Thank you :*