Hold me

Cast :

Super Junior Member

(Lee HyukJae)

(Lee DongHae)

and some cast from another group

Pair :

Actually HaeHyuk (YAOI)

Rate :

T

Genre :

Romance

.


.:. Hold Me .:.


.

"ANDWAE… HIKSS.. ANDWAEEE.. HIKSS",

"DONGHAE.. HIKSS.. DONGHAEEEE… TOLONG..HIKSS.. TOLONG HYUKKIEEE",

"Berteriaklah sepuasmu banci !, tidak akan ada orang yang akan datang karena telah membaca keterangan Toilet Rusak ",

Kepala Eunhyuk sangat pening yang dilihatnya sekarang semuanya berputar, ini menakutkan untuknya, tenaganya terkuras untuk menangis dan meneriakkan nama Donghae. Eunhyuk benar-benar lelah dan lemas, walaupun demikian isakan lirih juga rontaan kecil masih sempat ia keluhkan.

.

.

.

"Kok tidak ada.. Kemana dia..", Donghae memutar kepalanya mencari dengan teliti seseorang dari kelas 3-2. Seperti biasa Donghae tetaplah Donghae yang selalu menjadi centre of point, mereka yeoja-yeoja ataupun namja-namja manis yang ada di kelas yang saat ini Donghae kunjungi menatap kagum pada sosok yang mereka anggap sebagai pangeran. Persamaannya seperti suasana ketika warga Negara Korea begitu antusias saling mengekspresikan diri ketika dikunjungi oleh VIP nya.

"Hei.. Sandara cantik.. Kau melihat Tiffany ?",

"Tidak Oppa, sejak pelajaran pertama ia dan teman-temannya sudah meninggalkan kelas",

Donghae bertanya pada salah satu yeoja yang ia kenal. Lihat ekspresi yeoja ini, matanya berbinar senang, tangannya menggenggam erat dan sedikit bias merah terlihat di pipinya.

"Aigoo manis sekali..",

"Apa ?", bahkan hanya mengucapkan sekata saja membuat telinga Donghae seperti dibelai.

"Kau manis Sandara… Hei.. Apa Kau sudah makan ?, Bagaimana jika kita makan ke kantin sekarang ?",

"Eee.. Bukankah Oppa sedang mencari Tiffany",

"Astaga.. iya ya, Tiffany menyuruhku datang kemari, tapi saat ini dia malah tidak ada disini..",

"Oppa pacaran dengan Tiffany ya ?",

"Aaa.. ehmm.. tidak, Aku hanya.. teman.. yah Kau tahu lah ia tidak begitu bagus dengan Kimia, jadi dia memintaku mengajarinya",

"Oh..",

Sandara menunduk malu-malu, tidak tahu ingin mengucapkan apa di depan Donghae. Lebih tepatnya ia tengah menjaga imej nya, sebenarnya Sandara tidak jauh dengan Tiffany atau Jessica. Dan Donghae sangat tahu karakter yeoja-yeoja seperti ini, cantik, mudah didekati, mudah dimainkan dan terakhir gampang sekali untuk ditinggalkan.

"Sandara, Ummamu pasti sangat cantik ya..",

"Hah Umma ?, Kok Oppa bertanya tentang Umma..",

"Habisnya Kau cantik sekali sih..", Donghae membawa tangan kirinya naik mengelus pipi lembut Sandara.

"Lihat, kulitmu halus sekali loo..", tangan Donghae setia dengan pekerjaannya, kesempatan emas karena Tiffany tidak ada di sana menurutnya.

"Oppa.. malu dilihat teman-teman..",

"Waeyo ?, kenapa harus malu, Kau memang cantik kok.. tanganku sampai tidak mau beralih dari sini..",

.

.

Dzzzt.. Dzzzzt

.

.

"Arrrrgghhhh….", Donghae menjauhkan tangannya cepat dari pipi Sandara. Orang-orang yang ada di kelas 3-2 tersebut menatap kaget dan terlihat khawatir dengan teriakan Donghae. Mereka berasumsi seperti ada duri di pipi Sandara.

"Oppa Kenapa ?",

"Ahh.. gwanchana.. aish anak itu berani memainkanku yaa.. awas saja.. auuuhhh",

"Oppa.. apa ada sesuatu di wajahku ?, Kenapa Oppa menjauhkan tangan Oppa ?",

"Oh.. tidak begitu sayang, hanya.. ehmm.. tanganku tadi tiba-tiba kram.. ha..ha..ha",

"Yakin Oppa tidak apa-apa ?",

"Iya cantik, Aku tidak apa-apa kok.. eee.. mungkin Aku cari Tiffany dulu saja yaa... Anyeooong..",

Donghae segera berlari dari ruang kelas yeoja chingunya. Donghae berbohong, jelas terlihat sekali, memang benar tidak ada sesuatu yang aneh atau yang tajam sehingga ia menjauhkan tangannya dari paras cantik Sandara. Jam tangan hitam mahalnya lah yang membuat ia merasa seperti disetrum.

"Tidak lucu sekali mengerjaiku saat seperti ini, imej ku bisa luruh, dasar Hyukkie.. Apa tidak cukup mengerjaiku kemarin itu..".

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

FB

.

.

"Hae, Kenapa Kau selalu tidur di kamar ku sih ?",

"Mwo ?, Kau kan yang memintaku tadi..",

"Jadi sebenarnya Donghae tidak ingin ?",

"Ehm.. bagaimana yaa.. sepertinya tidak", mendengar jawaban Donghae yang sedemikian rupa jahatnya, membuat Eunhyuk beranjak berdiri dari ranjang besarnya. Ia menatap tidak suka pada Donghae yang saat ini tengah menyandarkan tubuhnya pada sandaran bed.

"Loo.. Kenapa kok bangun, ini sudah malam, cepat tidur sebelum Umma akan memarahi Kita",

"Keluar !",

"Apa ? Hyukkie mau keluar ?, Keluar kemana lagi sih ?, Ini sudah sangat malam loo.. wajah tampanku masih perih, nanti kalau terkena angin malam akan sangat ngilu sekali",

"KELUAR DARI KAMARKU !",

"Ahhh.. telingakuuu...", Donghae Menutup telinganya, reflek yang selalu ia gunakan ketika lengkingan Eunhyuk keluar dan tidak terkendali.

"Jahat.. Kalau tidak mau menemaniku tidur ya sudah, pergi sana.. keluar saja sana lagi.. Donghae tidak tahu terimakasih, padahalkan Aku sudah membantumu tadi", Eunhyuk marah dan matanya memanas, air yang menumpuk di pelupuk matanya itu terlihat indah dan menggemaskan untuk Donghae.

"Ha..ha..ha.. Aku kan hanya bercanda, lihat.. wajahmu jelek lagi sayang kalau begini.. usia mu berapa sih ?.. Aku saja tidak pernah menangis sejak usiaku 7 tahun",

.

BUG

.

BUG

.

"JAHAT !, JELEK ! DONGHAE JELEEEK, KELUAR DARI SINIII", tidak hanya perintah kasar dalam maksud mengusir, tapi pukulan dari alas kepala berwarna kuning milik Eunhyuk juga melayang pada badan Donghae.

"Ouuhhh.. Jangan berteriak aduuuhh.. kumohon..",

"Kalau Kau tidak keluar, Aku yang akan keluar… Aku akan tidur dengan Ahjuma..",

"Kau tidak malu eoh tidur dengan Umma ?",

"Tidak, Ahjuma akan memelukku dia tidak akan jahat sepertimu, suka mengataiku, menakut-nakutiku..",

"Oh ya ?, Kalau Aku mau keluar sekarang Apa Hyukkie akan tetap tidur di kamar ini ?",

"Ndee.. Cepat keluar sana !, Aku membencimu !",

"Oke.. Aku pergi", Donghae sebenarnya ingin tertawa, mata Eunhyuk jelas sekali tidak menginginkan Donghae pergi dari kamar imutnya. Donghae kemudian beranjak dan berjalan ke arah pintu. Tangannya membuka handle pintu…

"Hyukkie, Kau ingat film yang kita tonton seminggu yang lalu ?"

"AHJUMAAAAAAA….",

Eunhyuk berteriak histeris begitu Donghae menanyakan hal yang paling tidak ingin Eunhyuk ingat. Film horror pertama yang membuat Eunhyuk berpikir untuk menjadikan film horror tersebut sebagai film horror terakhir yang ia pernah lihat juga.

"Ha..ha..ha.. lihat ! lihat ! Hyukkie mau menangis ya ?.. Ha..ha.. lucu sekali wajahnya",

.

"DONGHAE.. HYUKKIE.. CEPAT TIDUR SAYANG !",

.

Lengkingan kuat yang bahkan lebih keras dari Eunhyuk yang asalnya dari lantai dasar memenuhi kamar imut Eunhyuk.

"NDEE.. UMMAA.. KAMI TIDUR",

Donghae kembali mendekati Eunhyuk yang sekarang wajah namja manis ini tengah basah oleh air mata. Donghae tahu Eunhyuk adalah seorang paranoid yang akut. Mengetahui hal itu justru dimanfaatkan Donghae untuk menghibur dirinya sendiri. Ia sering membuat Eunhyuk ketakutan, mengerjainya habis-habisan, karena lucu menurutnya, melihat wajah Eunhyuk yang seperti sekarang ini menjadi hiburannya.

"Ha..ha..ha, kajjaa..kajjaa sekarang kita tidur nee..",

"Donghae jahat, Hyukkie benci Donghae..",

"Aigoo.. mian..mian.. Sudah lupakan Oke, sekarang kita tidur, Baby mau dimarahi Umma apa ?",

"Annio Ahjushi.. Jangan memanggilku Baby, Haeee..",

"Jangan memanggilku Ahjushi juga.. Arra ?", Eunhyuk tidak menjawab, karena obrolan Donghae dianggap tidak penting. Dan entah kenapa sekarang Eunhyuk tengah terkikik jahil tanpa diketahui Donghae.

'Lihat balasanku ikan jelek',

"Donghae tidak pernah melepas jam tangan itu ?", Eunhyuk menunjuk pada jam tangan hitam yang terlihat mahal pada tangan Donghae.

"Tentu saja tidak, nanti kalau kulepas, kalau terjadi apa-apa denganmu bagaimana, kalau Hyukkie tiba-tiba kambuh bagaimana ?",

"Ohh.. Memangnya kode apa yang dikeluarkan jam itu ?",

"Kau tahu sayang.. rasanya seperti tersetrum dan itu sangat sakit sekali..",

"Jinjayo ?", Tanpa diketahui Donghae, tangan mungil Eunhyuk merambat ke kalung beebandul unik itu dan…

.

.

Dzzzzzt…Dzzzzzt

.

.

"Auuuuuhhh.. HYUKKIE.."

.

Dzzzzztttt…Dzzzzzt

.

Eunhyuk dengan penuh kesengajaan terus saja menekan sesuatu yang ada di kalungnya.

"Ha..Ha..Ha.. Rasakan ikan jelek",

"Awww… aww.. Hyukkie STOP, JANGAN JAHIL… AUUUUU…",

"Kau jahat, mengerjaiku, sekarang rasakan pembalasanku.. weeeekkk",

.

.

FB END

.


.:. Hold Me .:.


.

.

"Astagaa.. sekolah ini ternyata sangat luas, Bahkan untuk mencari toilet saja Aku kesusahan"

.

TAP

.

TAP

.

"Hah ?.. Toilet rusak ?, yang benar saja, Aku sudah berjalan berputar-putar hanya untuk mencari tulisan toilet dan sekarang yang kutemukan adalah toilet rusak, sekolah elit macam apa ini..", keluh seorang namja tampan berperawakan tinggi begitu mendapati tempat yang ia cari membuatnya kecewa. Dari cara ia berkeluh kesah sepertinya namja satu ini tergolong bukan siswa yang sudah lama bersekolah di Polarise SHS. Melihat tulisan Toilet rusak tentu saja ia tahu jika toilet itu tidak bisa digunakan, dari pada terlihat bodoh karena berlama-lama di tempat tidak berguna itu, namja ini mulai beranjak pergi.

.

"ANDWAE… HIKSS.. ANDWAEEE.. HIKSS",

.

"Ada yang berteriak ?", namja tinggi ini menolehkan kepalanya ke segala arah yang membuatnya yakin bahwa suara teriakan itu memang ada.

"DONGHAE.. HIKSS.. DONGHAEEEE… TOLONG..HIKSS.. TOLONG HYUKKIEEE",

.

"Donghae ?.. Apa telingaku tidak salah… jangan-jangan..", Si tampan yang satu ini buru-buru membalikkan badannya dan mengarahkan mata tajamnya untuk melihat kembali tulisan toilet rusak yang tak jauh darinya.

.

.

~At Toilet Polarise SHS~

.

.

"Guys..lakukan dengan cepat sebelum ada seseorang yang mendengar teriakan bodohnya", perintah jahat seorang yeoja cantik kepada teman-temannya.

"Hikss.. hentikan.. hikss.. sunbaee.. andwaee.. hikss", rontaan Eunhyuk melemah walaupun perlawanannya masih sempat ia lakukan. Pening membuatnya hampir kehilangan kesadaran, kalung yang ia pertahankan di genggaman sudah jatuh di lantai tak bernyawa dari beberapa menit yang lalu. Orang yang diharapkan entah kenapa tidak kunjung datang, kepercayaannya tidak mau muncul bahkan ketika Eunhyuk dalam keadaan paling buruk, layaknya sekarang.

"YA !, BERANI MELAWAN ?.. LEPASKAN TANGANMU, BODOH",

Tangan Eunhyuk menghalangi beberapa tangan yang mungkin sebentar lagi akan mengoyak kemejanya. Energi yang terkuras masih sempat membuat Eunhyuk mempertahankan harga dirinya. Ia tidak ingin dikenal lemah lagi dan lagi, Eunhyuk bukan pengganggu dan ia ingin menunjukkannya.

"Tidak Sunbae.. hikss.. Aku mohon.. hikss..",

"BRENGSEK !", emosis dan rasa cemburu telah memenuhi pikiran dan tindakan yeoja bernama Tiffany ini, terbukti bahwa koyakan akan terjadi dan…

.

SRAAAAK

.

Tidak peduli dengan beberapa kemungkinan kancing baju yang terlepas, toh kemeja itu sudah mampu terbuka sekarang. Eunhyuk menyerah, tenaganya sudah tidak memungkinkan untuk melawan ketika tidak hanya kancing kemejanya saja yang terbuka, karena kemeja itu juga sudah terlepas dari tubuh mungilnya.

.

BRAAAK

.

Pintu terbuka,

"Omo.. Astagaaa…", Namja ini bediri mematung di depan pintu, Ia tidak menyangka dengan pemandangan yang sedang ia lihat sekarang.

"Tiff, ada orang..", seru salah satu teman Tiffany yang dapat di dengar oleh namja yang membuka pintu barusan.

"Waw.. ada penindasan rupanya, Aku pikir di tempat yang se elit ini tidak akan pernah terjadi hal-hal memalukan seperti ini",

"Sial !",

"Woo.. yeoja bisa mengumpat juga rupanya, bar-bar sekali sekolah ini",

"Diam Kau !, Ayo pergi !", yeoja berparas cantik ini mengajak teman-temannya untuk meninggalkan toilet pria. Tindakan tidak terhormat dari seseorang yang keluarganya selalu mendapatkan hormat.

"Tiff ya tadi kalau tidak salah ?.. ngomong-ngomong.. apa kelanjutan dari nama Tiff itu tadi..", Namja tinggi yang membuat Tiffany dan teman-temannya memandang asing ini ternyata pintar berkelit juga.

"Aku masih ingat wajah dan inisialmu tadi nona, jadi siap-siap saja.. tunggu waktu untuk memasuki ruang BK", Tanpa memperdulikan perkataan atau malah dianggap ceramahan tidak penting dari namja yang agaknya membuat Tiffany merasa tertarik dengan ketampanannya itu, segera Tiffany keluar dari tempat tersebut.

"Donghae.. hikss.. haee-ahh.. appo hikss..",

"EUNHYUKKIE ?", Sudah dipastikan namja yang menolong Eunhyuk saat ini bukanlah Donghae, tampan memang sangat jelas, tapi maaf Donghae nampaknya tidak setinggi namja bernama Choi Siwon ini.

"Astaga.. Kau benar-benar Eunhyuk..", buru-buru dengan panik yang sepertinya melebihi batas, Siwon segera mendekati Eunhyuk yang meringkuk dengan kemeja kusut yang tidak terpakai dan tergeletak di samping namja manis bersurai kemerahan itu.

"Ya Tuhaaan, Eunhyukkie.. Jawab Aku !...", Siwon sedikit menggoncang tubuh Eunhyuk.

"Appo.. hikss.. appo Hae-ah.. hikss".

Tanpa menunggu beberapa detik lebih lama lagi, Siwon segera memakaikan kemeja Eunhyuk walaupun kancingnya sudah tidak dapat dikaitkan lagi, kemudian Siwon mengangkat tubuh namja manis ini.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

.

Setidak khawatir apapun Donghae pada Eunhyuk atau tanggapan Donghae bahwa sahabat manisnya itu tengah mengerjainya, tak membuat Donghae diam di tempatnya. Buktinya sekarang, Donghae berjalan menuju ke kelas Eunhyuk. Namun sayang sekali memang, godaan dan cobaan datang terlebih dulu. Tiffany berjalan dari arah yang berlawanan dengannya.

"Sayang, dari mana saja ?.. Aku mencari ke kelas mu barusan",

"Eee.. Ak..Aku.. bogoshipo Oppa..", Donghae melihat sesuatu yang aneh di wajah Tiffany, entah ketakutan sedikit khawatir atau entahlah.. yang jelas saat ini ia tengah menikmati pelukan dadakan sesaat setelah pertanyaannya di jawab dengan balasan yang menurut siapa saja konyol, tidak nyambung.

"Nado Bogoshipoo.. Sudah makan ?", Mencoba bersikap sok imut, Tiffany menggeleng sebagai jawaban.

.

Chup~

.

Kecupan dihadiahkan Donghae untuk kening yeojanya.

"Uuu.. gyeowonya kekasih Oppa..", Cih.. Donghae sedang menggombal, bukannya tadi ia ingin menemui Eunhyuk, benar-benar playboy sejati.

"Ayo kita ke kantin..", Donghae menarik tangan Tiffany dengan lembut. Sama saja rasanya, Donghae memperlakukan yeoja-yeoja nya dengan lembut, pada awalnya.

"DONGHAE !", Donghae menoleh dan mendapati Sungmin tengah terengah dengan pandangan yang sedikit emosi mungkin.

"Hyung.. kenapa Kau lari-lar—",

.

PLAAAK

.

Satu kesan yang membuat wajah Donghae tampak buruk. Siswa-siswi yang ada di sekitar mereka menatap dengan tidak percaya. Pangeran sekolah baru saja ditampar oleh temannya sendiri.

"HYUNG ! Wae ?", Sedikit tak terima terdengar dari pertanyaan Donghae.

"Kau bodoh Hae !, Kau Dari mana saja HAH ?, EUNHYUK PINGSAN, BRENGSEK !",

"APAA ?",

"Apa yang sebenarnya Kau lakukan, Hah ?, KAU BERNIAT MENJAGANYA ATAU TIDAK ?",

"HYUNG !.. GEUMANHE !", Bukan karena Donghae malu oleh olokan Sungmin di depan teman-temannya, hanya saja rasanya memang tidak pantas jika bertengkar di lingkungan sekolah.

"BAIK.. URUS TERUS SEMUA YEOJAMU !", Sungmin melirik di samping kiri Donghae, lebih tepatnya ke arah Tiffany sebelum berlalu pergi.

"HYUNG !", Donghae kesal menatap kepergian Sungmin, otaknya belum sepenuhnya menyambung dengan kemungkinan minimal apa yang terjadi pada sahabatnya. Dan dengan seenak hati pula Sungmin meninggalkan Donghae dengan rasa panas di pipi, umpatan brengsek dan penjelasan yang sangat tidak jelas.

"Apa Kau hanya akan berdiri di situ, Bodoh ?",

Sungmin berbalik, tapi nadanya masih sama sinis nya,

"Ja—jadi.. Hyukkie benar-benar pingsan ?",

"HAH.. So funny you are.. Jadi, Kau menganggapku main-main… Geurre.. Jangan mengikutiku dan tetaplah disini dengan yeoja mu dan tidak ada yang menjamin nyawamu ketika Kau pulang nanti",

"Hyung, bicaralah yang jelas !", Wajah Donghae terlihat frustasi, Sungmin terkesan berbelit-belit dan memojokkannya.

Bukannya malah menjawab, tapi Sungmin malah pergi.

"AISSHH..", Donghae entah dorongan dari mana, pada akhirnya juga mengikuti langkah kaki Sungmin.

"OPPA !",

Suara nyaring Tiffany terabaikan oleh Donghae.

"Namja itu lagi dan lagi…", Tiffany mendesis bak ular berbisa dengan tangan yang terkepal.

.

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

~At Seoul International Hospital~

.

.

'Ya Tuhan.. ternyata anak itu tidak bermain-main tadi, betapa bodohnya aku..',

Donghae menunduk diam, ia merasa bersalah pada seorang namja manis yang terbaring lemah dengan alat-alat yang bertengger manis pada bagian Occipital kepala namja manis tersebut. Sudah lebih dari satu jam Donghae memandangi dari bagian trasparan yang menghubungkan ke dalam ruangan Eunhyuk, selama itu pula, Eunhyuk masih belum tersadar.

"Apa yang terjadi ?",

.

DEG

.

'Jawaban apa yang harus aku beri..', Donghae sangat hafal suara siapa ini dan mungkin juga pukulan yang lebih menyakitkan dari kemarin akan segera ia dapatkan.

"Donghae, Jawab Umma !",

Mata Donghae menatap sosok wanita cantik yang berperan sebagai ummanya itu dengan kosong. Donghae bukan takut, ia hanya bingung.

"Ahjuma tidak usah khawatir, Eunhyukkie sudah ada di ruang pemulihan, tadi sewaktu di sekolah ia sempat pingsan… Jadi, Kami yang membawanya kemari", Suara Sungmin memecah keheningan Donghae. Ya, Sungmin sedari tadi memang ada disana, Ia hanya diam dan tidak tahu kalimat apa yang ingin ia ungkapkan kepada Donghae lagi. Marah pun juga percuma, semuanya sudah terjadi dan Sungmin sangat tahu, perihal Eunhyuk yang tidak sadar juga bukan kemauan Donghae.

'Kami ?.. bahkan Aku tidak tahu insan mana yang membawa Hyukkie kemari..', Donghae sempat bergumam dalam hati.

"Benarkah ?, Apa keadaannya buruk sungmin ?",

"Eee.. sedikitnya iya, tapi Ahjuma tidak usah panik, Psikiater Eunhyuk mengatakan ia akan baik setelah 7 jam",

"Astagaa.. selama itukah ?.. Memangnya apa yang membuat Hyukkie tidak sadar ?",

Sungmin dan Donghae diam, mereka memikirkan jawaban yang tepat. Sungmin melirik Donghae yang sepertinya tengah memikirkan kata maaf kepada Ummanya. Sungmin yang memang memikirkan kemungkinan terburuk apa setelah kalimat Donghae keluar, buru-buru menjawab.

"Maaf Ahjuma, kami kurang tahu.. sewaktu Eunhyuk pingsan di toilet, kami sedang mengikuti kelas.. tiba-tiba saja saudara jauhku menghubungi kalau ia tengah mengantar Eunhyuk kemari",

"Saudara jauhmu ?", Heechul bertanya bukannya tidak percaya dengan penjelasan Sungmin, malah mimik wajahnya terlihat sangat percaya dengan kebohongan Sungmin.

"Ndee.. Choi Siwon.. dia yang mengan—".

"Mworago ?", Ekspresi Donghae langsung berubah ketika mendengar nama rival yang baru saja disebutkan oleh Sungmin.

"Choi Siwon yang mengantar Eunhyuk kemari",

"Aish.. Brengsek !",

"Donghae !, bisa-bisanya Kau mengumpat di Rumah Sakit… Seharusnya Kau berterimakasih pada anak yang menolong Hyukkie", Heechul sedikit membentak anak lelakinya.

.

"Kalau begitu, tidak masalah bukan jika Aku menginginkan anak manis itu ?",

.

Sungmin tahu Siwon adalah satu dari beberapa daftar orang yang Donghae benci. Mereka adalah rival sejati dalam hal basket dan mungkin itu terjadi sebelum hari dimana Siwon mengantar Eunhyuk ke rumah. Dan sekarang, Sungmin seperti mencium bau bahwa Donghae akan menjadikan Siwon lawan dalam segala hal.

"Sungmin Hyung !",

Bukan hanya Sungmin yang menoleh, Donghae juga Ummanya menatap namja tampan dengan tangan yang membawa kantung yang sepertinya isinya adalah minuman dingin tersebut.

"Siwon..", Sungmin balik menyapa saudara jauhnya itu.

"Ohh.. jadi ini yang namanya Siwon.. nak Kau terlihat baik dan tampan..", Sepertinya sifat Donghae menurun banyak dari Ummanya.

"Ahh.. Ndee kamsahamnida Ahjuma", Siwon membungkuk sopan, Ia memprediksikan bahwa yeoja di depannya ini adalah Umma dari Eunhyuk.

"Sebelumnya terimakasih nee.. telah mengantarkan Eunhyuk kemari..",

"Ahh.. bukan hal besar kok Ahjuma, Saya merasa Eunhyuk memang membutuhkan bantuan",

Melihat dari seragam yang dipakai Siwon, memang ucapannya tempo hari pada Donghae menjadi kenyataan.

"Cihh.. jangan harap kau bisa mendekatinya", Donghae berani memberikan pandangan menusuk pada orang yang menyelamatkan sahabatnya bahkan di depan Ummanya.

"Donghae apa yang—",

"Aku pulang berganti baju dulu Umma".

Donghae berlalu meninggalkan mereka bertiga yang menatap Donghae tidak percaya.

"Ya Tuhaan anak itu, Siwon-sshi.. maafkan kelancangan anakku nee..",

"Ah.. tidak masalah Ahjuma, Aku tahu dia namja yang baik kok di sekolah kami".

Donghae tetap melangkahkan kakinya dan sedikitpun tidak berbalik, walaupun ia mendengar suara hina rivalnya yang mengangkat namanya di depan sang Umma.

"Yeoboseyo.. Jadi Sayang.. tunggu Aku disitu nee..", Entah sengaja atau tidak Donghae bersuara keras sambil mengarahkan smartphone hitam ke telinganya, tanda ia sedang menghubungi seseorang. Tapi perlu diketahui, layar benda itu tidak sedang menampilkan bahwa Donghae sedang mendial nomor seseorang.

"Ya Tuhaaan.. anak itu bisanya hanya main-main saja", Heechul menggelengkan kepala begitu melihat tingkah sang anak barusan. Sepertinya pernyataan Siwon bahwa Donghae adalah anak yang baik telah luruh.

.

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

~At Lee's Mansion~

.

.

"Donghae ?",

Namja tampan ini berhenti ketika namanya dipanggil oleh orang yang sangat ia hormati begitu memasuki rumah besarnya.

"Ah.. Appa sudah kembali..", Jujur sebenarnya orang yang berdiri tidak jauh dari Donghae melihat tatapan kesal dan nada yang dibuat-buat sopan.

"Nde.. Appa kaget begitu diberi tahu Ummamu kalau Hyukkie pingsan dan harus dibawa ke Rumah Sakit",

"Oh..", Donghae hanya memberikan tanggapan sedikit.

"Kenapa Kau ada di sini ?",

"Appa aneh.. Jadi Appa lebih suka anak Appa keluar dan bermain yeoja ?", Donghae menanggapi dengan sedikit candaan walaupun sebenarnya ia tahu ke arah mana pembicaraan Appanya.

"Tidak, maksud ku.. Kenapa Kau tidak di Rumah Sakit ?",

"Wae ?.. Kenapa harus ?.. di sana ada Umma kan..", Entah apa yang membuat Donghae kesal jika harus mengingat kejadian satu jam yang lalu.

"Lalu Kau ?",

"Aku lelah Appa.. Aku ingin istirahat", tanpa mengucapkan permisi Donghae meninggalkan kepala keluarga yang juga Appanya tersebut.

"Ada apa dengannya..".

.

.

DUG..

.

DUG..

.

DUG..

.

"Aish.. Ya Tuhaaan.. Kenapa sebenarnya otakku ini.. Arrghhh..", Donghae berteriak dengan nada frustasi dan membiarkan bola yang ia mainkan di lapangan basket mini di belakang rumahnya itu menggelinding menjauhinya.

"Kesana.. atau tidak, kalau kesana.. jangan-jangan Choi gila itu masih disana.. mungkin memang lebih baik aku tidak kesana",

Donghae membaringkan tubuh berkeringatnya di lantai dingin lapangan, kedua tangannya ia gunakan sebagai alas kepala.

"Tunggu.. tapi Aku penasaran dengan keadaan Hyukkie.. Ahh.. Aku jadi benar-benar merasa bersalah.. Apa aku kesana saja ya..", Donghae mendudukkan tubuh manly nya kemudian.

"Tidak..tidak, aku tadi sudah berakting akan pergi dengan yeoja.. bisa-bisa si brengsek itu berpikir aku menjilat ludah sendiri… Aku tidak boleh pergi kesana.. ya, tidak boleh".

Donghae mencoba bangkit dan berjalan mendekati bola yang menggelinding cukup jauh darinya. Ketika tangannya meraih bola tersebut, matanya tak sengaja menatap jam tangan hitam yang terlihat mahal di pergelangan tangannya. Kemudian namja ini membiarkan bolanya menggelinding ulang dan mengelus jam mewahnya.

"Kata Psikiater tadi 7 jam dan sekarang sudah lebih.. Apa Kau sudah bangun sayang ?...", Donghae terlihat seperti orang gila, berbicara entah pada siapa, berperang dengan kata iya dan tidak yang memenuhi pikirannya.

"Aisshh, Aku harus bagaimana.. Kalau ia terbangun dan mencariku bagaimana ?, Kalau ia ingin tidur lagi dan ingin dipeluk oleh ku bagaimana ?... Arrghh.. Aku harus apa ?", Donghae meraup wajahnya. Bukannya ia terlalu percaya diri atau narsis, tapi hal itu memang yang selalu Eunhyuk lakukan dan butuhkan. Tanpa seorang Donghae, Eunhyuk bukanlah apa-apa dan itu fakta.

.

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

TAPTAPTAPTAPTAP..

.

TAP

.

TAP

.

.

Langkah kaki seseorang yang awalnya cepat dan terkesan terburu-buru, kini terasa berat dan melemah, bukan karena daya tahan tubuhnya melemah atau ia sakit. Pemilik kaki ini adalah Donghae Lee, ia berdiri tidak jauh dari pintu yang jika siapa saja ingin memasukinya hanya harus memutar handlenya. Dimana lagi dia sekarang jika bukan di depan pintu ruang perawatan Eunhyuk.

"Jangan-jangan Choi gila itu masih di sini",

Anak tampan ini masih bingung ternyata.

'Tapi kalau dia masih di sini, masa iya aku harus pulang… tidak mungkin, itu hanya akan menguras uang ku untuk membeli bahan bakar',

Pemikiran yang tepat, Donghae memutuskan untuk mendekat lagi ke pintu.

'Tunggu.. atau nanti ketika Aku masuk, Hyukkie malah berteriak histeris gara-gara Aku tidak ada untuknya tadi… Ahhh… jangan bilang dia akan semakin kambuh… tidak-tidak, dia malah melempariku dengan barang-barang yang ada di dalam..',

Donghae masih berdiri di depan pintu dengan segala pemikirannya baik itu positif atau negatif.

'Haisshh… membingungkan, Kenapa juga Aku memikirkannya, ini suasana yang lebih mencekam dari pada menunggu balasan cintanya Tiffany atau siapapun…'.

"Oke Donghae, ini hanya Hyukkie.. Aku akan tenang dan segera masuk", Dan sekarang Donghae bergumam untuk dirinya sendiri.

.

.

CKLEKK..

.

.

"Donghaeee..",

Begitu kepala Donghae menyembul, sapaan yang terdengar seperti rengekan keluar dari bibir sexy Eunhyuk. Dan ini menjelaskan dugaan Donghae yang salah mengenai perlakuan Eunhyuk padanya.

"Kenapa lama sekali…", Eunhyuk bergumam lagi begitu Donghae mndekat ke arahnya.

"Mian.. ehm.. Umma dan Appa kemana ?",

"Kenapa malah menanyakan Ahjushi dan Ahjuma ?, Kenapa tidak menanyakan keadaanku ?",

"Aaa. Itu.. bagaimana keadaanmu say.. ya.. ehm.. sayang ?",

"Kenapa gugup begitu sih.. seperti melakukan kesalahan saja…",

Donghae hanya duduk di kursi sebelah kiri bed Eunhyuk dan tidak menanggapi pernyataan Eunhyuk. Mungkin diam sebagai tanggapan iya atas pernyataan Eunhyuk barusan.

"Eits.. jangan bilang Donghae begitu karena Hyukkie bilang Donghae lama… ehm.. Hyukkie cuma merasa kesepian.. habis Hyukkie ditinggal sendirian oleh Ahjushi dan Ahjuma, Hyukkie tidak marah sama Hae kok..", kemudian Eunhyuk tersenyum begitu manisnya kepada Donghae.

"Ahh.. Jadi begitu… ehmm.. mian sayang", Donghae menggaruk tengkuknya seperti salah tingkah.

"Donghae bogoshipo.. peluuuk…", Eunhyuk merentangkan tangannya.

"Heh.. manja..", walaupun tanggapan Donghae demikian, kelanjutannya adalah…

"Sini !..", memeluk Eunhyuk juga.

"Umma dan Appa memangnya kemana ?",

"Mengantar keluar Siwon Hyung… Eh.. Hae, dia baik loo..",

.

SREET

.

Donghae melepas pelukannya pada tubuh ringkih Eunhyuk.

"Waeyo ?, Kenapa dilepas… dingiiin..", dengan manjanya Eunhyuk merentangkan tangannya kembali pada Donghae. Entah kenapa dipeluk Donghae rasanya menenangkan sekali untuk Eunhyuk.

"Ck.. Apa bagusnya sih Choi Siwon ?",

"Donghae peluk !", kembali Eunhyuk meminta hal tersebut pada Donghae yang memang tidak ditanggapi oleh si tampan.

"Aigoo.. usia mu berapa sih ?..", dan kembali Donghae beranjak untuk duduk di bed Eunhyuk dan memeluk namja manis tersebut.

"Dia baik Hae, lihat di meja itu… Dia membawakan semua yang aku suka",

"Aku juga bisa melakukannya",

"Oh ya ?", Eunhyuk bertanya dengan sedikit mendekatkan wajahnya pada Donghae.

.

DEG

.

'Astaga.. Aku baru menyadarinya..'

.

Entah gumaman hati siapa barusan dan maksud apa yang ada di dalamnya.

"Mana buktinya ?, Donghae tidak membawa apa-apa..",

"Ahh.. yang jelas jangan dekat-dekat dia.. jangan terpengaruh oleh acting baiknya atau apalah tentang dia",

"Waeyo ?, dia kan tampan, benar-benar idaman Hyukkie tahu.. dan kelihatan sekali kalau dia supel, pintar dan—",

"Stop Hyuk !, berhenti memujinya atau Aku keluar",

"Keluar saja !", enteng sekali Eunhyuk menjawab.

"Baik aku lepaskan dan Aku kel—",

"Aku akan bilang pada Ahjuma kalau Donghae tidak mau menemaniku",

"Ck.. iya-iya manja… ehm.. bogoshipo baby… ~chup", Donghae mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Eunhyuk.

.

CKLEK

.

"Omo !",

"Waeyo Tiffany-sshi ?.. ayo silahkan masuk",

Sahutan kaget terdengar jelas di telinga dua orang yang tengah berpelukan yang jika orang tidak tahu bisa menganggap dua orang tersebut adalah sepasang kekasih. Satu diantaranya, yang bersurai kemerahan merasa kaget begitu nama yang sangat ia tidak ingin dengar terlontar dari orang yang selama ini ia panggil Ahjuma.

Eunhyuk melepaskan pelukan Donghae, tapi tangannya mencengkeram erat jemari Donghae.

"Oh.. Tiffany.. Kenapa disini ?", Donghae yang melihat kekasihnya memasuki ruang rawat Eunhyuk terlihat kaget juga.

"Aku ingin menjenguk Eunhyuk… ehm.. Apa tidak boleh ?",

"Ha..ha.. tentu saja boleh, ee.. ayo silahkan duduk disini..",

Donghae akan turun dari bed, tapi tangannya masih ditahan oleh tangan pucat Eunhyuk.

"Kajima..", Eunhyuk berujar lirih dan menggelengkan kepalanya pada Donghae.

"Kajima Hae… Kajima",

"Eee.. Hyukkie tidak boleh begitu, Dia kan datang kesini berniat baik.. Aku hanya mempersilahkannya kok..",

"Andwae.. Kajima..",

"Tidak apa-apa Oke.. sebentar nee..", dengan lembut Donghae melepaskan cengkeraman Eunhyuk pada tangannya dan berjalan mendekati Tiffany.

Donghae mengajak Tiffany mendekat dan duduk di sebelah Eunhyuk.

Suara Eunhyuk lebih terdengar seperti teriakan, begitu yeoja iblis bernama Tiffany ini datang, ia teringat lagi dengan insiden tadi siang. Ini memperburuk keadaannya, seharusnya ia tidak diperbolehkan mengingat hal berat yang mengakibatkan ia kambuh.

"PERGI !..PERGIIII!.. hiksss…",

Kaki Eunhyuk menendang-nendang selimut begitu Tiffany mendekatinya.

"Hyukkie tidak boleh begitu !", Donghae masih berujar halus.

"SHIRREO !.. hikss.. JANGAN MENDEKAT !.. hikss.. GOOOO… hikss.. GO AWAY !",

"HYUKKIE !", Donghae kesal dengan sahabatnya ini, ia tidak menghargai tamu yang datang. Tapi, semua yang ada di ruang tersebut tentu melihat bagaimana Eunhyuk ketakutan, berteriak seperti kehilangan kesadaran, menutup mata dengan erat, satu tangannya mencengkeram kalung di leher putihnya dan sisanya menekan kepala seperti menahan kesakitan.

"Oppa.. Aku takut.. Kenapa Eunhyuk begini ?",

Percaya atau tidak, ketika yeoja ini merengek manja pada Donghae, siapapun ingin mencekiknya.

"Hikss.. AHJUMAA.. hikss..",

Heechul mematung di depan pintu, sejak Eunhyuk berteriak histeris, ia diam dan mencerna jika ada hal aneh antara gadis yang mengaku sebagai kekasih Donghae itu.

"PERGI !.. PERGIIIII !",

Tiffany justru semakin mendekat ke Eunhyuk, senyum jahat senantiasa menghiasi wajahnya.

.

SRAAK

.

"HYUKKIIIEE !",

"Auuuhh.. Appooo.. Uhhh.. hikss.. hikss"

.

Tes.

.

Tes.

.

Darah segar keluar dari bekas cabutan selang infus yang dipakai Eunhyuk….

.

.


TBC

.

.

Masih ada yang ingat Fict. Ini ?

Saya Harap masih. Tidak tahu harus ngomong apa, yang jelas saya minta maaf, saya tidak bermaksud bohong tapi selama saya tidak update, itu karena saya harus mengikuti diklat, seminar dan juga UTS. Jadi itu alasan saya.

Tapi komitmen saya bakalan terus lanjut kok.. update next chap. Dan juga buat FF baru.

Thanks to mizukhy yank eny, Agriester manik, mankhey , myeolchan, haeveunka , Guest, Reezuu608 , nanaxzzz, ren, chowlee794, dinar, Wonhaesung Love, Lstories, haehyuk, Kei tsukiyomi , haehyukkies, lee minji elf , Polarise437, sitisisun, HAEHYUK IS REAL , Lee Haerieun , nurulpputri, DochiDochi , eunhaejr, jewel0404 , danactebh, reiasia95 , Anik0405 , peachpetals, wildapolaris, ranigaem1, isroie106, HHSHelviJjang , lee ikan .

Ini sudah lanjut, pokoknya saya terimakasih banget buat yang sudah review.. Jangan lupa review lagi yaaa.. review kalian itu penyemangat banget buat kelanjutan FF ini. Walaupun saya khawatir kalau chap ini buruk. Teman-teman Cuma perlu review aja kok, bukan tugas berat kan ?.. Biar saya tahu kritik dan saran yang membangun ;-)

One more, sorry and thank you guys :*