Hold me
Cast :
Super Junior Member
(Lee HyukJae)
(Lee DongHae)
and some cast from another group
Pair :
Actually HaeHyuk (YAOI)
Rate :
T
Genre :
Romance
.
.
.:. Hold Me .:.
.
.
SRAAK
.
"HYUKKIIIEE !",
"Auuuhh.. Appooo.. Uhhh.. hikss.. hikss"
.
Tes.
.
Tes.
.
"SAYANG !.. Oh Tuhaaan", Heechul berlari begitu namja manis yang sudah ia anggap sebagai anaknya jelas-jelas mencabut selang infus yang ada di tangan kiri. Tetesan darah dan rintihan akan rasa yang perih membuat sosok Umma ini berlari dan menghampiri Eunhyuk.
"Appo.. hikss… Ahjumma appo.. hikss..",
"Shhhhttt.. gwanchana.. gwanchana.. ada Umma di sini…",
"Donghae !, Apa Kau hanya akan berdiri di situ, tidakkah Kau melihat tangan adikmu ?, Cepat panggilkan Dokter !",
"Umma, bisakah Umma tidak memanjakannya ?",
"MWO ?",
Mendengar respon Donghae untuk Ummnya, Tiffany yang berdiri di samping namja tampan itu tersenyum mengiyakan. Memang benar jika Heechul terlalu memanjakan Eunhyuk, tapi tidakkah Donghae berkaca pula, kalau ia juga sama.
"Lihat tingkahnya sekarang, sedikit-sedikit ia mencari perhatian, selalu menangis dan berbuat semaunya, meminta semua hal yang ia inginkan terpenuhi, kalau ia begini terus, bagaimana ia bisa mandiri, tidakkah Umma berpikir kekasihnya nanti akan kesus—",
"KELUAR !",
"Apa ?",
"KELUAR KALIAN BERDUAAA",
Sungguh, apa yang barusaja Donghae utarakan dengan sangat jelas mampu Eunhyuk dengar, namja manis ini ketakutan, yang ia lihat seperti bukan sahabatnya, seperti bukan pelindungnya dan bukan juga kepercayaannya. Hanya demi membela kekasihnya yang bahkan ia tidak tahu bahwa kekasihnya telah melakukan suatu dosa, lecehan dan juga beban mental pada Eunhyuk, Donghae mampu mengutarakan kebenaran yang tidak pantas Eunhyuk dengar.
"Hikss.. Ahjumma.. appo.. hikss.. Hyukkie ingin pulang saja.. hikss..",
Darah yang menetes dari tangan pucat Eunhyuk bercecer merembas pada selimut warna biru muda. Tangannya tidak lagi mencengkeram kalungnya, tapi berpindah menepuki dadanya dan satu lagi tetap mencengkeram kepalanya. Biasanya ia hanya akan sakit pada bagian kepala, tapi sekarang seperti ada sesuatu yang menyumbat dada kirinya seakan berhasil membunyikan nyuut akan nyerinya.
"Sayang jangan begitu, ada Ahjumma disini, Ahjumma keluar panggilkan Dokter dulu Nee.. Hyukkie tidak apakan disini.. lihat darah Hyukkie banyak yang keluar, nanti kalau tidak diobati Hyukkie bisa kehilangan banyak darah.. Ahjumma panggilkan Dokter dulu nee..",
Eunhyuk jelas menggelengkan kepalanya, ia tidak mau sendirian ditinggal bersama Donghae dan Tiffany di ruang rawatnya.
"Andwae.. Ahjumma hikss.. jangan pergi.. hikss",
"Sssshhhttt.. Uljima ndee.. sebentar kok, Hyukkie tidak ingin lukanya infeksi kan",
Tetap gelengan yang Heechul dapatkan, Heechul menyadari jika mata namja manis ini tidak mau menatap Donghae maupun sebelahnya.
"Biar Aku yang memanggil Dokter Umma..", Donghae menujukan langkahnya untuk keluar dari ruang rawat tersebut, seperti telah melupakan kekasihnya ataupun yang baru saja ia tuturkan.
"Oppa..",
"Ahh.. iya, Tiff, ehmm.. mian nee.. mungkin Kau kemari pada saat yang tidak tepat, mungkin saat Hyukkie sudah membaik Kau bisa menjenguknya lagi dan maaf sekarang Aku harus memanggil Dokter, jadi.. Aku tidak bisa mengantarmu",
Jelas pembaca tahu, sebenarnya Donghae tengah mengusir kekasihnya sendiri, walaupun caranya terlalu bertele-tele, atau mungkin berkesan halus.
Seberapapun Donghae melenceng jauh, tempat kembalinya juga pada Eunhyuk, terbukti dari kemauannya memanggil Dokter dan dengan sangat terpaksa harus meminta kekasihnya pulang. Akan selalu begini sampai waktu yang tidak dapat ditentukan, Donghae ada untuk Eunhyuk dan mungkin adanya Eunhyuk untuk menjadikan Donghae berguna.
.
.
.:. Hold Me .:.
.
.
~At Polarise SHS~
.
.
PRIIIIIIIIITTTT..
.
Peluit panjang menjadi tanda akan berhentinya permainan yang isinya adalah namja yang tinggi dan berperawakan dewa. Terik siang menjadikan tubuh mereka basah akan cairan hasil metabolisme yang licin dan sedikit berkilat. Namun, disitulah daya Tarik ketampanan namja-namja ini.
"Ya ! Lee Donghae.. Kau ini kenapa eoh ?.. Kau ada masalah ?, tidak fokus saat bermain dan sungguh tadi itu apa ?.. Apa kau tadi tidak sadar bahwa yang Kau dribble angin, bukan bola..",
"Benarkah ?", hanya itu jawaban dari namja yang pandangannya memang kosong sedari tadi, tidak bukan hanya tadi, tapi semenjak ia meninggalkan Rumah Sakit tepat Eunhyuk dirawat. Sedikit bersalah atas penuturan kasar dan konyolnya mungkin.
"Dan.. hahh.. Kau membuat tim kita kalah jauh dari tim nya si Choi itu",
"Iya, bahkan permainan Siwon lebih baik dari permainanmu hari ini", sahut namja lain yang bahkan belum selesai karena…
.
KRRREEEKK
.
"SUDAH ?", Donghae meremas kaleng minuman yang sebelumnya sudah ia habiskan, emosinya kembali memuncak terlebih dengan penuturan teman setimnya barusan.
"Kalian pikir Kalian Siapa ?, Seperti apapun permainanku Kalian tidak berhak menghakimiku, Kalian pikir.. permainan Kalian lebih bagus dari ku ?... Tidak ingat Siapa Kapten disini ?, Tidak ingat juga Siapa yang telah membuat tim basket Kita selalu mendapatkan nama ?, KALIAN TIDAK INGAT ?",
Hening.. Mereka tidak menyangka Donghae yang dikenal ramah dan tidak pernah marah akan menjadi seperti sekarang. Apakah ini yang pengeran sekolah yang dibangga-banggakan, Apakah sikap ini yang patut mereka jadikan panutan. Belum sempat anggota timnya menanggapi atau karena takut mungkin, Donghae melangkahkan kakinya dari tempat berganti tersebut.
.
.
"Lee Donghae !",
Donghae menoleh tanpa sahutan,
"Waw.. sepertinya tidak dalam kondisi yang bagus..", komentar dari orang yang memanggil nama Donghae ini keluar begitu saja sesaat melihat kilat marah dan dendam dari mata Donghae. Terlebih, karena ini adalah rival abadinya, Choi Siwon.
"Mau Apa Kau ?, menertawaiku ?, mengomentari permainanku yang buruk ?, atau ingin pamer karena telah menang sekali dariku ?",
"Heiii.. santai, Apa itu yang sedang Kau pikirkan ?, Aku bahkan tak pernah berargumen seperti itu.. dan perlu Kau koreksi, Kita hanya pernah bertanding 2 kali dengan hari ini, Aku hanya kalah darimu sekali Bung..dan Kau… akan kalah dariku mulai saat ini",
Namja tinggi ini tersenyum setelah menyelesaikan kalimat panjangnya. Menarik menurutnya membuat rival yang setara dengannya ini bertambah marah
"Heh.. tidak usah bertele-tele, Kau ingin Aku mengucapkan selamat ?.. Dalam mimpimu Choi !",
"Ha..ha..ha, benar.. dalam mimpiku, tapi simpan kata selamatmu untukku nanti.. setelah Aku mendapatkan adikmu..",
"MWO ?.. adik ?, nugu ?",
"Jangan pura-pura bodoh, Aku ingin menjalin hubungan baik dengan calon iparku.. jadi, mari berteman Donghae-sshi",
"Ipar ?.. heh.. ha..ha..ha, Hal konyol apa lagi hari ini..", Kalau Donghae tidak ingat jika dirinya masih ada di lingkungan sekolah, mungkin ia akan langsung memukul mulut sial Choi Siwon itu, ia tahu benar siapa yang dimaksud adik dan apalagi kata ipar tersebut.
"Sebenarnya Aku hanya ingin menanyakan bagaimana kabar Hyukkie, Apakah ia sudah memba—",
"Hyukkie ?.. Kau memanggilnya Hyukkie ?... Ya !, tidakkah Kau sadar kalau Kau ini bukan siapa-siapanya.. Kau mau menemuinya ?.. Hah.. Kuberitahu ya, dia saat ini tidak mau bertemu siapapun !, dia juga akan berteriak histeris bahkan melemparimu dengan barang-barang disekitarnya.. denganku saja seperti itu, apalagi denganmu",
Donghae bertutur menggambarkan tidak rela jika namja yang lebih tinggi darinya ini mendatangi sahabat manisnya.
"Oh ya ?, sayang sekali dengan kakaknya sendiri seperti itu, padahal Ummamu yang mengirimiku pesan untuk menjenguk Hyukkie, Ummamu sendiri yang bilang Hyukkie menginginkanku datang dan menemaninya",
"UMMA ?.. UMMA KU ?",
"Ndee.. Kalau Kau tidak percaya cek saja pesannya..",
Siwon berujar santai sembari memberikan Smartphonenya. Donghae geram, tangannya menggenggam sempurna, Ia tahu Siwon tidak mungkin senekat ini jika berbohong, ia juga tahu jika orang yang tidak ingin Eunhyuk temui hanyalah dirinya. Tapi, kenapa harus Ummanya mengirim pesan untuk menemani adik atau apalah yang tadi Siwon sebut mengenai status Eunhyuk untuk Donghae.
.
.
.:. Hold Me .:.
~At Hospital~
.
.
"Haaahh.. Aku bosan.. padahal kan Aku sudah tidak merasa sakit lagi, tapi Ahjumma tega sekali membiarkan ku di tempat ini.. dan lagi.. Aku tidak suka ditinggal sendiri...",
Dengan pose yang menggemaskan Eunhyuk menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri dalam keadaan duduk di atas bed. Ia bingung objek apa yang mungkin bisa ia mainkan, tapi tentu saja tidak ada, ini Rumah Sakit bukan arena bermain. Kalaupun ada, Eunhyuk masih sadar diri walaupun sekali waktu sikap dewasanya sangat merosot dibanding tingkah kekanakannya.
"Ahhh Jinja, Donghae mana sih.. Kenapa tid—
—Anni.. Aku masih tidak terima dengannya.. tap—tapi… Ahh bagaimana ini, disini sepi sekali, hari sudah mau gelap tapi Ahjumma tidak kunjung datang",
Eunhyuk benci suasana seperti ini, masih ingat seorang Eunhyuk yang paranoid akut kan. Ia resah dalam setiap posisinya, terbukti dari kerentanan yang ia tampilkan.
"Tidak bisakah Aku keluar saja, disini menakutkan..", Eunhyuk mengeluh kembali sambil menolehkan kepala ke sudut ruangan yang terdapat toilet dengan pintu terbuka dan lampu yang tidak dinyalakan. Eunhyuk yang notabenenya si penakut mencuri-curi pandang ke area tersebut. Sebenarnya tidak ada yang aneh, toh hari juga masih sore, hanya saja namja manis ini saja yang takutnya melebihi kata keterlaluan.
"Itu baru lampu toiletnya yang mati.. Apa lagi kalau selur—
.
ZZZTTTT
.
"AAAAAAA…. DONGHAEEEEEEE !",
Iya kan, bohong jika nama itu tak akan tersebut dalam situasi yang paling ia benci seperti sekarang. Reflek kedua tangan pucatnya menutupi raup manisnya, harusnya ia tak membayangkan bahwa lampu akan mati, jika hal ini benar-benar terjadi.
"Hikss.. Donghae.. hikss.. Otokhae… Hyukkie harus apa ?",
Bodoh memang, percuma jika ia menangis ketakutan seperti sekarang ini, tidak akan membuat orang yang ia butuhkan datang. Harusnya, kedua tangan pucatnya mencoba meraba sekeliling untuk mencari smartphone atau apapun yang bisa memberikan penerangan, namun tangan itu sibuk menutupi mata kecilnya, padahal tanpa bantuan tangan, mata tersebut masih mampu menutup dengan sendiri.
"Ahh.. otokhae.. hikss.. Donghae.. jebbal..jebbal..jebbal..hikss..",
"Hikss.. Kalung ku dimana.. hikss.. Donghae.. hikss..",
Mencoba menurunkan tangannya ke leher dan tidak ada, yang ia cari tidak ada disana. Kalung itu sudah tidak ada pada lehernya, mungkin ia lupa jika tadi pagi ia melemparnya ke tempat sampah.
"Donghaeeee.. hikss.. Aku takut.. hikkss..",
.
CKLEKK
.
"Omo.. Kenapa gelap ?",
"Hikss.. jebbal.. hikss.. Donghaee.. hikss.. Otokhae, kalung kuu.. hikksss",
Isak ketakutan terdengar manis oleh namja tampan dengan perawakan dewa yang barusaja terkaget dengan gelapnya ruangan ini.
"Hyukkie ?.. Dimana sayang ?",
"Donghae ?.. hikss.. Itu benar Donghae.. hikss..",
Donghae mendekat ke arah suara yang meresponnya barusan,
"Hikss.. Aku takut Hae-ah.. hikss..",
"Aigoo, lampunya mati dari tadi ya ?.. mian nee.. ck.. Umma kemana sih ?",
"Hikss.. jeongmal.. Aku takut.. hikss..",
"Uljima !.. Jangan menangis.. Donghae sudah disini kok, buka tanganmu sayang..",
Donghae sudah merengkuh Eunhyuk dalam pelukannya sesaat setelah ia menemukan dimana sahabat manisnya ini.
"Shireo.. Hyukkie takut gelap..",
"Tidak apa-apa, jangan buka matamu.. kita akan keluar sekarang",
"BABO !, AKU TIDAK BISA MELIHAT, BAGAIMANA BISA BERJALAN KELUAR ?",
"Astagaaa.. Apa benar Kau sedang sakit ?, suaramu tidak menunjukkan sedang sakit atau bahkan takut",
"Hikss.. Jahat lagi kan.. Donghae tidak ikhlas lagi.. hikss.. Hyukkie tahu kok Hyukkie manja, merepotkan Donghae... hikss.. tapi Hyukkie sedang ketakutan.. hikss.. setid—",
.
~Chu…
.
Di pipi seperti biasanya kan ?,
Yap, Donghae tidak bodoh, ia hapal di luar kepala bagian tubuh yeoja yang pernah ia kecup dan itu tidak akan berbeda jauh dengan bagian tubuh namja. Tapi kenapa mereka berdua sama-sama diam, jika mendapat ciuman mendadak di pipi dari Donghae, reflek omelan Eunhyuk akan langsung terdengar dengan nyaring. Jika ini pipi harusnya permukaannya jauh lebih lebar, namun tempat pendaratan bilah bibir Donghae tidak menunjukkan itu pipi mini Eunhyuk. Bagian ini sama mempunyai belahan, seperti miliknya. Hahh.. berpikir saja bahwa obyek kecupannya adalah mata Eunhyuk, tapi apa iya jika yang dicium mata menjadikan orang yang dicium tidak bisa berbicara, seperti keadaan Eunhyuk sekarang.
'Ya Tuhaaaaan, ini apaaaaaa ?',
Donghae berteriak dalam hati, tapi lihat.. apa ia buru-buru melepaskan ciuman tersebut setelah tahu jika yang dicium adalah bibir Eunhyuk. Hal yang tidak pernah diharapkan sebelumnya, namun sensasi rasanya adalah yang selalu diharapkan dari sebelumnya.
"Aaa.. Jangan merendah begitu, maksudku.. tetap tutup matamu, Hyukkie akan ku gendong kok, tapi tangan Hyukkie tolong menarik tiang infus nee..",
Mencoba mencairkan suasana dan tidak mau terpengaruh untuk melanjutkan…. Lupakan yang itu tadi. Tangan Donghae menyusup pada sela lutut Eunhyuk dan ada di belakang tubuh Eunhyuk, angkat dan tangan Eunhyuk berpegang pada bahu kokoh Donghae sembari menarik dengan pelan tiang infusnya.
.
.
.
"Tidak ingin mengucapkan sesuatu ?", Tanya Donghae pada Eunhyuk yang sedari di dudukan olehnya hanya menunduk. Lebih konyol lagi jika Donghae sekarang bertanya kenapa Eunhyuk hanya menunduk. Tapi jika memang Donghae bertanya demikian, otaknya jelas lebih dangkal dari sungai yang kering pada musim kemarau. Jawabannya, karena Eunhyuk tahu dan merasakan bagian mana pada tubuhnya yang tadi Donghae cium.
"Ucapan apa ?",
"Aigoo.. ketusnya.. Ucapkan gomawo Hyungie..",
"Shireo !",
"Wae ?, Kalau tidak ada Aku, pasti Hyukkie masih di ruangan tadi dan menangis konyol",
"Jadi Hyukkie konyol menurut Donghae ?", Eunhyuk berani menatap mata Donghae seperti tatapan sakit.
"Eee.. bukan begitu.. maksud—"
"Gomawo, cukup tahu Hyukkie menurut Donghae cengeng, manja, menyusahkan, suka meminta dan lagi konyol",
"Ahh.. maksudku bukan begitu.. kemarin itu.. hanya.. sedikit kesal saja, masa Hyukkie dengan orang yang berniat menjenguk—"
"Jangan menyebutkan namanya.. Jebbal", Donghae melihat tatapan memohon Eunhyuk yang secara mau tidak mau harus ia penuhi.
"Iyaa, tidak akan ku sebut.. Kita lupakan yang kemarin, Donghae tidak akan mengingatkan Hyukkie pada kejadian kemarin dan maaf atas ucapan ku kemarin",
"Yakso !", Eunhyuk membawa kelingkingnya di depan wajah Donghae.
"Yakso..", balas Donghae sambil menautkan kelingkingnya pada milik Eunhyuk yang terlihat kurus.
"Gomawo Op.. ahh.. anni, Gomawo Hyungie..",
"Wae ?, kau mau memanggilku Oppa eoh ?",
"Anni.. Aku hanya bercanda",
"Tidak masalah kok memanggilku Oppa",
"Babo !, Hyukkie namja Haeeee..",
"Iya, namja manis.. Ha..ha..ha", Mungkin Donghae berujar dengan kesadaran yang tidak penuh satu, hanya tiga perempat sepertinya.
"Haee.. kalungku hilang..", Eunhyuk mengadu seperti anak kecil kehilangan penghapusnya.
.
PYIING
.
Tangan Donghae menjadi gantungan sebuah perak berbandul unik dengan tombol yang tidak terlihat di tempatnya.
"Hilang atau Kau buang ?",
"Hah.. Donghae menemukannya ?, gomawooo..",
Ya, Donghae yang memungutnya di tempat sampah selepas Eunhyuk membuang benda mahal yang di desain khusus tersebut.
"Poppooo !..", Donghae memerintah Eunhyuk sembari mengarahkan telunjuknya ke pipinya.
.
~Chup
.
"Gomawo Donghae..", Baru ini yang benar.. di pipi.. ingat tempatnya.
.
.
.:. Hold Me .:.
.
.
Next Day ~Polarise SHS~
.
.
"Donghae tunggu Aku..", Eunhyuk menghentikan langkahnya dan terlihat menundukkan pandangannya.
"Kenapa berhenti sayang ?, Masih kuat berjalan kan ?, Atau mau kugendong saja.. sebentar lagi masuk loo..",
"YA !, Aku tidak sakit, babo !",
"Lalu kenapa berhenti ?, Ayo.. nanti terlambat dimarahi seongsanim",
"Bilang saja Kau ingin cepat-cepat menemui semua yeojamu..",
"Hyuuuk.. jangan memulai",
"Hae, ini bagaimana cara menalikannya sih ?",
"Huh ?", Donghae mengikuti arah pandang Eunhyuk yang terjatuh pada sepatu biru dengan salah satu tali yang mengelewer.
"Tidak bisa menalikan ?",
"Heem.. Otte ?",
"Lalu bagaimana caramu bersepatu selama ini eoh ?",
"Aku tidak pernah memakai sepatu tali.. Kalau toh ada hanya sepatu olahraga yang dibelikan Ahjuma dan bibi Jang yang biasa menalikan",
"Manja, lalu kenapa membeli yang seperti ini kalau tidak bisa memakainya", Donghae sudah berjongkok dan memegang tali sepatu tersebut, akan memberikan gerakan simpul sebelum..
"Siwon Hyung yang memberinya kemarin lusa..",
"Mworago ?", Seakan tali sepatu tersebut adalah virus sehingga Donghae membiarkannya tergerai di tanah kembali, matanya membelalak dan mendongak manatap wajah Eunhyuk yang menunduk setelah mendengar dari siapa sepatu tersebut.
"Donghae palli.. 5 menit lagi kelas ku masuk, seosanim ku galak, Aku takut kalau terlambat.. palli..palli",
"Choi.. Si..Won ?",
"Ndee, Hyung tampan yang tinggi itu..", Eunhyuk menjawab dengan antusias, masih ingat jika tipe ideal Eunhyuk adalah Siwon bukan.
"Aku tidak mau menalikannya !", Donghae kembali berdiri.
"Apa ?",
"Talikan sendiri.. Hyukkie, Kenapa Kau menerima pemberian orang itu sih..",
"Kata Donghae Kita harus menerima pemberian orang supaya terlihat menghargai dan lihat !.. sepatunya bagus dan bermerek kok",
'Ahhh… Astaga.. lebih gampang berbicara dengan batu dari pada denganmu nak', kalimat yang Donghae tidak bisa jamin keluar dari mulutnya.
"Tapi kan si brengsek itu orang asing",
"Hyukkie kenal Hyung itu kok, Donghae juga kenal kan.. buktinya tahu kalau namanya Choi Siwon",
"Ahh.. bagaimana menjelaskannya.. pokoknya Aku tidak mau menalikan itu.. Apalagi itu pemberian Siwon".
"Hiks.. Jadi begitu ?.. Donghae tidak kasihan padaku ?.. Apa Aku harus melepasnya dan berjalan tanpa sepatu.. Jahat !",
"Wae ?.. Mau menangis ?.. Tidak malu eoh dilihat teman-teman..",
"Talikan Haeee..", Eunhyuk merengek kekanakan.
"Tidak Mau !",
"Jebbal..", wajahnya seperti anak kecil yang akan menangis.
'Kemajuan dengan mengatakan Tolong..', batin Donghae.
"Tidak.. Tidak.. Tidak", sebenarnya Donghae mau-mau saja menalikan sepatu tersebut, hanya saja ia tengah menikmati tontonan gratis mengerjai Eunhyuknya.
"Jebbal Hae.. hiks.. Kalau Aku tidak memakai sepatu.. Apa kata teman-teman .. hikss.. Jebbal !", Dalam hati Donghae ia tertawa dengan keras, Eunhyuk tetap saja mudah ia tipu, jujur.. Donghae lebih suka melihat Eunhyuk yang merengek dan manja begini, dari pada diam dan meringkuk ketakutan.
"Iyaa.. Iyaa kupakaikan, Kenapa tidak sekalian menangis yang keras ?", Kembali Donghae berjongkok dan menalikan sepatu pemberian rivalnya itu.
"Gomawo Hae.. huks..", Tangan Eunhyuk mengusap pelan matanya yang sempat mengeluarkan air mata.
"Aigoo.. manisnya.. sini Aku bersihkan baby", Donghae membersihkan air mata dan ingus Eunhyuk. Dari posisi ini seakan mereka belajar untuk menjadi kekasih yang romantis, sangat serasi antara si tampan dan yang manis.
.
.
.
"Ini hasil city scan putra anda, Heechul-shi",
"Bagaimana maksudnya ini Dok ?",
"Hematomnya sudah menghilang , hanya saja.. ketika ada stimulus atau rangsangan berat akan membuatnya down kembali.. Ini berkaitan dengan traumanya, menurut catatan perawat di ruangan Eunhyuk, Eunhyuk tidak bisa mendengar suara yang terlalu keras.. juga segala sesuatu yang ia takuti, sebaiknya dijauhkan terlebih dahulu",
"Apa ada suatu hal yang saat ini benar-benar ditakuti Hyukkie, Dok... tidak biasanya ia kambuh saat jam sekolah.. ia hanya akan kambuh saat kelelahan dan berpikir keras, mungkinkah ada sesuatu besar yang ia takuti sekarang ?",
"Sepertinya anda sangat paham dengan apa yang saya jelaskan.. dari tatapannya saat kambuh yang terakhir, Eunhyuk seperti merasa terintimidasi Nyonya, mungkin dengan berjalannya terapi, Kami bisa mengetahui penyebabnya dan membuatnya nyaman".
"Iya Dok, sebelumnya terimaksih karena telah berusaha selama sepuluh tahun terakhir ini",
"Iya Nyonya, Kami senang membantu anda.. Eunhyuk mirip dengan anda, sama-sama cantik",
"Ha..ha..ha, Dokter bisa saja, tidak ada Ibu yang tidak mirip dengan anaknya, walaupun itu hanya sifat Dok..",
Sedikit aneh dengan percakapan ini bukan, namun waktu akan menjawabnya. Eunhyuk rapuh dan membutuhkan orang-orang seperti Keluarga Lee.
.
.:. Hold Me .:.
.
.
"Oppa.. Apa Kau berselingkuh di belakangku ?",
"Hah ?.. Apa maksudmu sayang ?", Donghae membelai rambut hitam yeoja cantik namun terlihat angkuh yang beberapa waktu lalu membuat Eunhyuk kambuh seketika.
"Kata anak-anak, Kau menemui Sandara kemarin.. saat Aku tidak masuk",
"Ckk.. Kenapa Aku harus menemuinya sih, kan Aku sudah mendapatkan yang secantik ini.. mana mungkin Aku berpaling",
Bualan manis Donghae sukses membuat wajah Tiffany memerah. Tipe seperti Donghae tidak akan bisa hanya mempunyai satu yang ada di mata. Semakin banyak yeoja yang dimiliki justru terlihat semakin berkelas. Dan Donghae tidak usah ditanya, ia mempunyai stok banyak dan bisa ia pilih sesuka hatinya.
"Jeongmal Oppa tidak berbohong kan ?",
"Mana mungkin Aku berbohong Tiffany sayang, daripada Aku harus menemuinya lebih baik Aku menjengukmu kan.. Bagaimana sekarang sudah membaik bukan keadaanmu ?",
"Ndee.. tapi Oppa tidak menjengukku selama aku sakit, Oppa kemana saja ?",
"Aaa.. tahu kan Hyuk—",
"Namja manja itu lagi ?, Dia meminta apa lagi kali ini ?, Diantar kemana lagi ?.. Aku masih sakit hati saat ia memintaku pergi.. padahal niatku baik ingin menjenguknya",
Akting yang masih bagus, mungkin belum saatnya Apa yang Tiffany lakukan terbongkar dengan mudah. Selama Eunhyuk tetap tutup mulut dan juga seorang lagi, Tiffany akan selamat. Ia tidak hanya akan putus dengan Donghae jika harus ketahuan, hidupnya pasti tidak akan nyaman, karena Eunhyuk adalah urusan Donghae dan Donghae tidak mengenal kekasih jika sudah menyangkut Eunhyuk.
"Ehm.. yah.. Kau tahu keadaannya memang tidak terlalu baik waktu itu, nanti sore jika Kau ada waktu datanglah ke tempat latihan ku, Aku akan mengajak Hyukkie.. dan memintanya mengucapkan maaf padamu",
Donghae sebenarnya tidak begitu yakin dengan ajakannya. Menurut Donghae Eunhyuk belum tentu mau menungguinya bertanding basket, tapi sedikitpun Donghae tidak berpikir Eunhyuk akan mau bertemu dengan salah satu yeojanya ini.
.:. Hold Me .:.
"Hyukkie kalau ingin pulang dulu Aku telphonekan supir..",
"Ehm.. Hyukkie nunggu Donghae saja",
"Yakin ?.. Jangan merengek minta pulang sebelum pertandingan selesai nee.. Aku nanti bisa dibunuh pelatih",
"Ndee..",
"Masuk dan duduklah di tribun.. cari tempat senyaman mungkin dan jangan jauh-jauh dariku",
"Iyaa..iyaa, Donghae bawel",
"Apa Kau sedang membicarakan tentang dirimu sendiri, sayang ?",
"Ish.. Donghae !.. Sudah pergi sana !",
"Semangati Aku ya sayang..",
"Ehmm.. bagaimana ya, lihat-lihat lawanmu..", Sedikit menggoda Donghae, karena Eunhyuk tahu jika lawan Donghae adalah Siwon.
"Wae ?.. Wae ?, Kau mau mendukung Choi Siwon itu ?",
"Ha..ha.. Iyaa...iyaa Aku mendukung Donghae kok, asal—",
"Stop..stop, uang ku menipis..",
"Dasar Jelek !",
Mereka berdua memasuki Ruang latihan indoor, bedanya Eunhyuk mencari tempat duduk di sebelah kanan dan Donghae memasuki ruang ganti.
Suasana sore membuat basket kali ini tidak begitu ramai ditambah ini hanya sekedar latihan. Tapi masih ada beberapa yeoja-penggemar Donghae juga penggemar Siwon yang baru-baru ini menarik perhatian yeoja ataupun namja manis milik Polarise SHS.
"SIWON HYUNG", Reflek Eunhyuk berteriak begitu melihat orang yang ia kenali memasuki lapangan. Eunhyuk buru-buru menutup mulutnya, merasa diperhatikan karena teriakan yang yah seperti biasa ala Eunhyuk dan Ahjumanya di rumah. Siwon membalas dengan lambaian tangan dan senyuman. Yeoja-yeoja yang notabenenya adalah penggemar Siwon menatap Eunhyuk iri, catatanya mereka tidak membenci namja manis ini.
"Hyukkie, Kau mengenal Siwon Sunbae ?",
"Huh ?.. Krystal.. Eee.. nee, Aku mengenalnya", Eunhyuk menoleh ke belakang begitu mendengar ada seseorang yang mengajaknya bicara.
"Waahh.. Hyukkie mengenal orang-orang popular di sekolah kita ya, beruntungnya Hyukkie..",
"Aaa.. ehmm.. tidak kok.. Krystal Kenapa disini ?", Eunhyuk memberanikan diri menawarkan komunikasi pada yeoja, temannya sekelas ini.
"Aku dokumentasi kegiatan untuk hot news..",
"Ohh..",
"Omo..Omo..Omo, Hyuk lihat Donghae Sunbae.. Astaga, Dasar playboy keren..", Perintah Krystal pada Eunhyuk yang juga tengah merekahkan bibirnya menatap begitu kagum pada Donghae yang berhasil memasukkan bola ke ring.
"Untung dia sangat ahli dalam hal ini, kalau tidak, ia hanya bisa memainkan yeoja saja.. kemarin saja, temanku yang namanya Luna baru ia pacari seminggu, tapi sudah ia putuskan, kasihan sekali Luna terkena tipu playboy seperti Donghae Sunbae",
"Aaaa… Mereka sudah putus ternyata",
"Wae ?, mengenal Luna juga ?", Eunhyuk menggelengkan kepalanya.
'Aku jadi merasa bersalah, tapi Luna itu sendiri sih yang mau dimainkan Donghae, sudah tahu jika ikan itu hanya suka bermain-main'.
.
.
"Eunhyuk-sshi..",
.
DEG
.
'Suara ini… Ti..',
"Eunhyuk-shi, Aku memanggilmu.. tidak bisakah kepalamu berputar kesini ?",
'Jebbal.. tidak lagi Tuhan',
"Kau menghindariku ?, Kau takut denganku eoh ?", Eunhyuk yang tidak kunjung berbalik membuat Tiffany sedikit memajukan tubuhnya dan membisikkan sesuatu pada Eunhyuk.
Tubuh Eunhyuk kaku, tangannya dingin seketika, kepalanya mulai berdenyut dengan frekuensi tetonis. Ia takut, sangat takut.
"Wae ?, benar-benar takut denganku eoh ?", kembali bisikan itu terdengar menyeramkan untuknya. Ketakutannya semakin bertambah ketika tidak ada orang di sekitarnya, Krystal sedang menggambil gambar di sudut yang lain, jauh dari Eunhyuk.
Di lapangan, Siwon dan Donghae terus bersaing memasukkan bola ke ring, tatapan mereka benar menunjukkan pasangan rival. Sesekali umpatan bodoh dan brengsek terdengar bergantian. Siwon yang sedang mendribble bola menatap ke arah bangku penonton.
'Bukankah itu yeoja yang kemarin di Toilet, Kenapa mendekati Hyukkie',
.
SEET
.
"Bolanya perlu Kau masukkan, bodoh… bukan hanya Kau pantulkan", Donghae berdecih mengejek setelah berhasil merebut dan memasukkan bola.
"Kau mengenal wanita itu ?", Tunjuk Siwon pada bangku penonton, bukannya malah fokus bermain atau menanggapi ejekan Donghae, Siwon dengan serius bertanya tentang yeoja.
"Wae ?.. Kau tertarik untuk merebut kekasih ku juga ?",
"Mwo ?", Siwon kaget mendengar jawaban Donghae, mungkin saja ia salah mendengar.
"Ndee.. Wae ?, Kaget karena incaranmu adalah kekasihku, tunggu saja.. tidak lama lagi dia akan menjadi bekasku kok, ambil saja !",
"Michoso Lee Donghae !",
"AKU ?", Donghae tidak terima dengan pernyataan Siwon, permainan sekarang bukan menjadi topik yang harus mereka fokuskan disaat teman-teman setimnya sedang mati-matian bertanding.
"KAU YANG GILA",
"Ndee.. mungkin Aku yang gila mendengar yeoja itu adalah kekasihmu",
"Baru kemarin kau mengatakan ingin Hyukkie ku dan sekarang ingin kekasihku, Namja macam apa Choi Siwon ini.. Ambil saja yeoja itu dan jangan menyentuh Hyukkie ku",
"Haaa.. Triangle Love ternyata..", Siwon bergumam sedikit keras, ia tahu sesuatu sepertinya.
"Maksudmu ?", Donghae tidak mengerti dengan pernyataan Siwon. Namun mata Siwon melirik bangku penonton dan sangat jelas ia melihat, Tubuh Eunhyuk bergetar dan kaku di tempat, Siwon tahu namja manis itu ketakutan.
Tanpa membuang banyak waktu lagi, tidak pula mendengarkan makian pelatih, Siwon meninggalkan lapangan dan berjalan ke bangku penonton. Semuanya bingung, tak terkecuali Donghae. Sepertinya tingkat kepekaan Donghae lebih buruk dari Choi Siwon.
"Ayo Keluar !", ajak Siwon sembari membawa tangan Eunhyuk ke genggamannya, tepat di depan Tiffany.
"JANGAN MENYENTUHNYA AKU BILANG CHOIII !",
Donghae melihat semua pergerakan Siwon, jelas dan sangat sampai akhirnya Siwon membawa sahabatnya keluar dari ruang latihan.
.
BRAAAK
.
Kaki Donghae mungkin akan sakit karena tendangan pada papan pembatas lapangan dan bangku penonton yang barusaja ia layangkan. Donghae murka, ia tidak rela, hanya dia yang pernah dan akan menggenggam tangan Eunhyuk, tapi ia bodoh akan situasi ini.
.
.
.:. Hold Me .:.
.
.
"Kau belum memberitahu keluargamu bagaimana Kau pingsan ?", Siwon bertanya pada Eunhyuk dengan kedua tangan yang ia sandarkan pada bahu ringkih Eunhyuk.
Yang ditanya hanya menggeleng sambil memegang dadanya, ia lelah, dadanya sesak sekali.
"Waeyo ?, Dia menjahatimu, tapi kenapa diam saja ?", Siwon merendahkan tanyanya, ia khawatir dengan Eunhyuk.
"Ak—aku.. takut hyung.. di—dia kekasih.. Donghae",
"Benar-benar anak itu.. bagaimana bisa mendapatkan kekasih iblis",
"Aku takut hyung.. hikss..", cicit Eunhyuk.
"Gwanchana.. menangislah.. tidak apa-apa", Siwon membawa Eunhyuk ke pelukannya, menenangkan namja manis ini. Pas sekali di rengkuhannya, sampai bermenit-menit ke depan mereka masih dalam posisi yang sama sebelum..
.
CKREK
.
"Omoo.. Si—Siwon Sunbaee ?", Siwon menoleh, mendengar panggilan namanya, ini membuat Eunhyuk melepaskan pelukan Siwon.
"EUNHYUKKIEE ?",
Kaget, yeoja yang membawa kamera ini terkaget begitu melihat temannya lah yang sedang di pelukan Siwon. Tidak masalah dengan siapa yang dipeluk Siwon, tapi bermasalah dengan keadaan namja yang dipeluk Siwon tersebut, mata yang bengkak dan lelehan air mata yang belum sempat diusap.
"Hyukkie kenapa menangis ?.. Ka—kalian.. pa—caran ?",
"Ahmm… yah biasa lah kami sedang ada sedikit salah paham, Aku sedang mencoba menenangkan Hyukkie.. dan Ya, kami pacaran",
Reflek, Eunhyuk menatap Siwon kaget sedangkan Siwon tersenyum menanggapi keterkagetan imut milik Eunhyuk.
"MWO ? PACARAN ?",
Di belakang Krystal muncul Donghae yang mendengar tentang penuturan Siwon.
"Do—donghae..
.
.
~TBC~
.
.
Hallo Gaeeeesssss…
Chap 5 datang nih, lumayan cepat kan ?
Buat yang minta, udah deh.. Eunhyuk sama Siwon aja, saya kasih nihh.. tapi ingat lo ya, pairing nya tetap HaeHyuk.
Tidak terasa sudah sampai chap 5, saya bahkan belum kepikiran tentang endingnya. Ha..ha..ha.
Saya nggak bakalan hiatus kok, orang jadi author aja ngerasanya baru kemarin, masa iya mau langsung Hiatus. Nggak Asyik kan.
Saya tetap akan publish cepat, kalau reader mau mengapresiasi cerita saya. Tahukan kalau udah baca harus apa ?,
Oh iyaa.. adakah disini reader yang KRISTAO ship ?.. PM saya ya dear.
Terimakasih banyak yang sudah review buat chap kemarin, review nya cepet, bagus, banyak dan terkendali, So updatenya cepat.
Thanks to : airahara, jewELF, cho w lee 794, eunhaejr, Polarise437, Guest, Haehyuk, Syuku, mizukhy yank eny, ren, Agrister jewel, 1504, lee minji elf , Wonhaesung Love, Guest , Lstories, Anik0405, peachpetals, haeveunka , danactebh, nyukkunyuk, siti sisun, jewel0404, HAEHYUK IS REAL , Carita Reffatiana, wildapolaris , Nakamichan , reiasia95, isroie106, dekdes , nurul. , Min Hwa, lee ikan.
Jangan lupa review lagi loo ya.
Love you all :*
