Hold me

Cast :

Super Junior Member

(Lee HyukJae)

(Lee DongHae)

and some cast from another group

Pair :

Actually HaeHyuk (YAOI)

Rate :

T

Genre :

Romance

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

"Kenapa dengan kalian berdua ?",

Si manis mengangkat kepala tanpa sepatah kata, begitu interupsi dari seseorang yang biasa ia panggil ahjuma terdengar. Sedangkan sebelah kiri si manis meneruskan alur sendok menuju bibirnya untuk segera dikunyah tanpa mengambil perhatian pada suara tersebut.

"Hei.. Jawab Umma !, ada apa dengan kalian, tidak biasanya diam seperti ini",

"Aku takut dilempar mangkuk sup ikan itu oleh Appa jika berbicara di tempat makan", Jawaban pintar keluar dari namja tampan dengan wajah datar dan serius untuk segera menghabiskan makanannya.

"Kalian bertengkar ?",

Seakan percuma pertanyaan kedua ini, karena tidak seorang pun dari tiga orang lain yang tersisa di tempat makan ini mengeluarkan suara.

"Hyukkie.. Jawab Umma, sayang",

"Chagi~, sudahlah.. biarkan mereka menyelesaikan makannya, tidak baik juga berbicara saat makan".

Faktanya sampai makan malam selesai tak ada satu orang pun yang menjelaskan suasana sepi tadi. Donghae langsung melenggang ke kamarnya yang ada di lantai dua sedangkan Eunhyuk masih setia duduk di tempat ia menyelesaikan makan malamnya.

"Ahjuma, biar Aku bantu..",

"Tidak sayang, nanti Kau lelah",

Mendengar jawaban ini merupakan kebosanan Eunhyuk yang utama. Selalu begini, 'nanti kau terluka', 'itu berbahaya untukmu', 'nanti Kau kambuh', kadang Eunhyuk bosan dengan jawaban itu. Namun, ini juga keuntungan untuk Eunhyuk, tidak perlu melakukan apapun tapi bisa mendapatkan apapun.

"Istirahat ke kamarmu saja nee.. biar bibi Jang yang membereskan ini",

"Nee Ahjuma..".

.

.

TOK

.

TOK

.

.

"Masuk !",

Eunhyuk sedikit gugup ketika dua ketukan di pintu sahabat tampannya langsung mampu membuat orang di dalamnya mempersilahkan untuk masuk. Sebenarnya Eunhyuk tahu jika Donghae marah padanya, kejadian di sekolah tadi sore membuat Donghae enggan berbicara pada Eunhyuk. Begitu mendengar status baru nan konyol dari Siwon atas Eunhyuk, membuat Donghae murka seketika dan dengan kasarnya tangannya menyeret pergelangan tangan pucat Eunhyuk dan sedikit kencang meneriakkan perintah "PULANG SEKARANG !". Setelah itu Donghae hanya diam, walaupun tangannya masih setia menaut milik Eunhyuk.

.

CKLEK

.

"Donghae marah ?", Eunhyuk masih berdiri di depan pintu kamar Donghae, walaupun pintunya sudah berhasil ia buka, namun ia masih enggan masuk, takut Donghae memarahinya lagi mungkin.

"Kau pilih masuk dan menutup pintu atau tutup pintu lalu keluar ?", Nada jahat terdengar dari namja yang duduk membelakangi pintu ruangannya.

"Aku masuk saja..", Eunhyuk kemudian menutup pintu dengan tangan kirinya, karena bagian kanan tengah memegang buku paket tebal.

"Ehm.. Donghae bantu Aku mengerjakan tugas nee..",

Donghae berbalik dan menatap Eunhyuk dengan sedikit heran.

"Kerjakan saja dulu, Aku ada janji dengan Tiffany.. nanti Aku periksa, sebentar lagi Aku berangkat",

"Oh.. geure.. Hati-hati", Eunhyuk berbalik dan segera keluar dari kamar manly Donghae. Melihat kepergian Eunhyuk sebenarnya tidak membuat Donghae enak hati, pasti Eunhyuk merasa buruk ketika keinginannya ditunda.

.

.

"Selamat pagi ahjuma.. ahjushi",

"Iya sayang pagi.. cepat duduk dan segera makan",

"Donghae belum turun ?",

"Dia berangkat dahulu, ada kelas jam 6 katanya, buku tugasmu akan ditaruh langsung di mejamu pesannya",

"Kenapa ?", Eunhyuk bertanya singkat dan sungguh satu kata itu sangat membigungkan untuk dijawab.

"Kenapa apanya ?, ayo cepat dimakan, nanti biar Ahjushi yang mengantarmu", Begitu suara namja paruh baya ini tedengar, Eunhyuk mengangguk dan segera menghabiskan makanannya.

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

~At Polarise SHS~

.

"Hyukkie anyeoooong..", Eunhyuk membungkukkan tubuhnya begitu ia mendengar salam dari Krystal, Taemin dan juga Kai secara bersamaan.

"Ndee Anyeong Krys, Taeminnie, Kai-ah",

"Berangkat sendirian hyung ?", Kai bertanya penasaran, karena memang tidak biasa melihat namja manis ini tanpa seseorang yang senantiasa mengawal dan memastikan bahwa si manis ini duduk dengan aman dan nyaman di bangkunya.

"Ah ndee, Donghae ada kelas jam 6",

"Hool.. Jam 6 matanya, tidak ada kelas jam 6 di sekolah Kita Hyukkie, Siapa yang mengatakan demikian eoh ?",

"Ehm.. jinjayo ?, Kata Ahjuma, Donghae berpamitan seperti itu..",

"Astagaa, dia bahkan membohongi Ummanya sendiri", Krystal seakan tahu sebenarnya kebohongan apa yang dilakukan Donghae. Eunhyuk sedikit memperlihatkan ekspresi kekecewaanya, Krystal, Kai maupun Taemin dapat melihatnya.

'Jadi Donghae menghindariku, tapi kenapa..'.

"Mungkin, Ahjuma atau Ahjushi mu akan segera datang kemari Hyuk", tiga orang yang mendengar pernyataan ini seakan tertarik magnet untuk menoleh meminta penjelasan.

"Waeyo ?", Eunhyuk bertanya lirih, namun sarat akan penasaran. Krystal menangkap kesedihan di mata Eunhyuk, ia jadi tak enak hati meneruskan ceritanya.

"Sudahlah, lupakan.. nanti kalian juga tahu sendiri.. Hyukkie, segera duduk di bangkumu, seongsanim mungkin sudah berjalan kemari",

"Ah.. yee..".

Eunhyuk sebenarnya ingin berlari ke kelas Donghae dan memastikan sendiri apa yang terjadi dengan sahabatnya itu, tapi rasanya tak mungkin karena pengajar sudah berdiri di ambang pintu kelas. Di sisi lain, tangan pucat Eunhyuk meremas ponsel canggihnya, sungguh ia ingin mendial nomor Donghae dan mendengarkan suara namja itu.

'Kalau dia mereject ku… itu lebih menyedihkan, lebih baik tak usah saja',

Eunhyuk menghela nafas dan mulai mengikuti penjelasan yeoja anggun di depan kelas yang berperan sebagai seongsanimnya, yaahh walaupun dengan terpaksa.

.

.

CKLEK

.

.

"Donghae ?",

"Nde, Umma",

"Kenapa kembali lagi ke rumah ?, Kau membolos ?",

"Annio, Aku tidak enak badan.. jadi Aku pamit pulang",

Mengatakan sakit, tidak sepenuhnya kebohongan Donghae, walaupun tujuan ia berada di rumah sekarang bukan harus dipanggilkan dokter dan menerima obat. Donghae memang sakit, tapi sejak semalam setelah menemui kekasihnya, Tiffany. Tidak seorang pun di rumah tahu kalau Donghae sakit, karena ia tidak mengeluh maupun pingsan.

"Astaga.. Iya, kau panas nak.. segera masuk ke kamar mu, Umma akan membawakan obat dan makanan, Kau tadi belum sarapan kan ?",

Donghae hanya mengangguk lemas, untung ia memang sakit sekarang, tangan Ummanya sendiri yang membuktikan. Kalau tidak, rasanya ia harus jujur kalau 5 hari ke depan ia tidak diperkenankan memasuki sekolah.

Tanpa menunggu lama pun, Donghae segera menuju ke ruangannya. Dan tidak lama kemudian dua orang yeoja, satu berpenampilan seperti hendak pergi dengan tas biru muda yang terlihat mewah dan satu yeoja lagi dengan celemek dan juga nampan yang ada di tangannya.

"Donghae, biar bibi Jang yang mengurusmu nee, Umma ada janji dengan teman Umma, mungkin akan pulang sore nanti..",

"Nde Umma, Aku bisa meminum obat ku sendiri",

"Iya sayang, Umma pergi dulu nee..", Heechul mendekat ke arah Donghae dan mengecup pucuk kepala anaknya ini.

Ada satu yang mereka lupakan, Donghae sakit dan harus beristirahat di rumah, Ny. Lee pergi dengan Pak Kim selaku supirnya dan terakhir Mr. Lee yang bekerja hingga malam hari. Mungkin akan terjadi kehebohan di rumah ini nantinya.

.

.

Kembali ke sekolah, dimana sekarang Eunhyuk tengah menelusuri lapangan indoor untuk mencoba menemukan sahabatnya. Ada beberapa anak yang berlatih di sana, namun rupa yang Eunhyuk cari, sama sekali bukan salah satu diantara mereka. Sebelumnya Eunhyuk juga telah memberanikan diri ke kelas Donghae, hasilnya pun nihil, hanya ada beberapa yeoja yang memakan bekalnya dan sisanya ke kantin mungkin.

'Tidak mungkin Donghae ke kantin tanpa aku', begitulah pikir Eunhyuk ketika ia tidak mencari sahabat tampannya itu ke tempat ramai, seperti kantin.

"Kemana ikan itu pergi, apa dia benar-benar menghindariku.. tapi kenapa, kan Aku tidak bersalah..", Eunhyuk menyuarakan dengan lirih tentang keluhannya. Ia saat ini masih berdiri di tribun urutan ke 3 dengan sedikit memutar kepalanya bergantian ke arah yang berlawanan.

"Hyukkie !",

"Hyung..",

Eunhyuk mendekati suara yang memanggilnya barusan,

"Bagaimana keadaanmu ?, sudah baikan ?",

"Ndee.. Hyung, bogoshipo..", Suara manja khas Eunhyuk keluar begitu saja, hanya dengan beberapa orang saja ia begini.

"Aigo manjanyaa.. Kenapa Kau kemari eoh ?",

"Sungmin hyung, Apa.. hyung melihat Donghae ?",

"Ahh.. iya, anak itu kemana.. justru Aku akan bertanya padamu, sejak pelajaran pertama ia tidak di kelas",

"Jinja ?, Apa dia membolos ?, Dia membohongi orang-orang di rumah dengan mengatakan masuk jam 6.. dia tidak mengajakku bicara sejak kemarin, Aku minta tolong untuk membantu mengerjakan tugas, ia bilang akan pergi dengan kekasihnya, sepertinya ia sedang menghindariku.. tapi salah ku apa ?..",

"Aigo.. berhentilah cerewet Hyuk, Aku tidak bisa berpikir dimana ia sekarang",

Dua namja imut dan manis itu masih setia dengan pembicaraan mereka seputar Donghae, mencoba mengeluarkan gagasan kemungkinan maksimal dimana Donghae berada saat ini.

"Chagi~ah..",

Sungmin mengenal suara ini dengan baik, bagaimana tidak jika pemilik suara itu adalah..

"Kyu..", kekasihnya sendiri.

"Omo.. wajahmu kenapa membiru, Kau habis bertengkar ?",

"Hahh, ada orang brengsek yang membuat keributan dan memukulku di ruang redaksi tadi pagi", Jawab namja yang dipanggil Kyu oleh Sungmin.

"Nugu ?", Sungmin bertanya penasaran, bagaimana tidak bekas memar di wajah kekasihnya ini sepertinya menandakan rasa nyeri yang tak beraturan.

"Donghae Hyung brengsek",

"Do—Donghae ?", Eunhyuk reflek menaggapi dan meyakinkan dirinya sendiri atas nama yang baru orang asing ini sebut, Eunhyuk tidak mengenal namja ini, tapi menurut pendapat Eunhyuk pribadi, namja ini sangat dekat dengan Sungmin.

"Eh.. nugu ?, Kenapa mengenal Donghae ?.. Kekasih barunya ?", berujar enteng tanpa berpikir barang sedikit, itulah kekasih Sungmin.

"Anni, ehm.. Kyuhyun, kenalkan ini Hyukkie, sahab—

"HYUKKIE ?", Eunhyuk dan Sungmin melebarkan mata sedikit berlebihan akan rasa kaget begitu namja bernama Kyuhyun ini meneriakkan nama Eunhyuk yang demi apapun sangat memekikkan telinga.

"Kyu !, Kenapa Kau berteriak, aish..",

"Kau benar yang bernama Hyukkie ?", Kyuhyun bertanya dengan sedikit menuntut, Eunhyuk mengangguk sebagai jawaban.

"Ck.. Aku rasa Kau benar-benar kekasihnya, Kau tahu, gara-gara siapa wajahku membiru begini ?",

Tentu saja Eunhyuk menggeleng, dia tidak tahu siapa orangnya dan untuk apa juga ia tahu orangnya.

"Gara-gara Kau !, pagi-pagi Donghae hyung datang dan dengan tiba-tiba memukulku…

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

~FLASHBACK~

.

.

BRAAK

.

"CHOO !",

"Aish, Hae hyung, tidakkah Kau bisa sopan sedikit, ini masih pagi dan kenapa Kau berteriak eoh ?",

"Jangan pura-pura bodoh, Brengsek",

"Mwo ?, Kau bicara Apa hyung ?",

"Berikan kameramu !", datar namun sadis, begitulah nada yang Donghae lontarkan.

"Untuk apa ?", Tentusaja namja bernama Kyuhyun ini bertanya, karena merasa kamera miliknya tidak ada urusan sama sekali dengan Donghae.

"Tidak usah pura-pura bodoh, CEPAT KATAKAN DIMANA BENDA BRENGSEK ITU !",

Tidak hanya berteriak, karena tangan Donghae saat ini sudah mencengkeram erat kerah seragam milik Kyuhyun.

"Hyung !, Aissh.. Lepas !, Kau ini sebenarnya Kenapa dan Kenapa dengan kameraku ?",

"Masih pura-pura bodoh atas tindakanmu, BERIKAN KAMERA BODOHMU ITU DAN HAPUS FOTO HYUKKIE KU !",

"MWOYA ?, FOTO APA ?, FOTO SIAPA ?",

"Kau mengirim anggota tim mu untuk memfoto Hyukkie dan sekarang Aku memintamu untuk menghapus foto tersebut, APA KURANG JELAS HAH ?", Donghae semakin mengeratkan tangannya mengangkat sedikit ke atas kerah Kyuhyun.

"Aku tidak mengerti, kemarin Aku hanya menyuruh anggotaku untuk mendokumentasikan tim basket.. Dan siapa lagi itu Hyukkie ?.. Kekasih barumu kah ?",

.

BUG

.

"Awwwhh…", Kyuhyun merintih kesakitan, saat pukulan mentah ia terima di pipinya, walaupun nada pertanyaan Kyuhyun bersahabat, namun dianggap seperti candaan dan ejekan oleh Donghae.

.

BRAAAK

.

BRUUUKK… BRAAAK

.

"YA !... YA !.. HYUUNG !, JANGAN MEMBANT—"

.

BRAAAAAK

.

Hancur sudah, benda yang ditemukan Donghae di dekat komputer ruang redaksi tersebut. Kerja keras anggota sebagai hasil dokumentasi sudah hancur berkeping-keping. Donghae terlalu murka untuk melihat benda yang membuatnya jengkel bernama kamera tersebut.

"LEE DONGHAE !, KE RUANG KONSELING SEKARANG !".

.

.

~FLASHBACK END~

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

"Astagaa.. dia pasti kena scorsing", Sungmin memberi kesimpulan atas penjelasan Kyuhyun tentang Donghae.

"Aish, sebenarnya Aku tidak mempermasalahkan pukulannya atau mengadukan ke seongsanim, tapi seongsanim melihat sendiri betapa brutal Hae hyung mengobrak-abrik ruangan redaksi kami", Kyuhyun merasa tak enak dengan Donghae, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini.

"Mi—mi..mianhe, Kyuhyun-sshi", Eunhyuk menunduk seakan tidak percaya diri bisa mengucapkan kata maaf ini. Sungmin yang tahu seperti apa Eunhyuk hanya melongo tidak percaya.

"Aku tidak salah dengarkan ?", pertanyaan bodoh Sungmin sebagai respon permintaan maaf Eunhyuk.

"Ahh.. gwanchana, mungkin Donghae hyung memang sangat kesal tadi pagi..".

.

.

~Lee's House, 07.00 p.m~

.

.

"Hae, sudah redakah demammu ?, Apa Kau lapar sayang ?", Heechul bertanya sedikit khawatir pada anaknya yang berdiri di anak tangga ke 4 dekat dengan meja makan.

"Sedikit reda Umma, Aku ingin minum saja, Aku masih kenyang",

"Apa Kau sakit nak ?", giliran suara khawatir dari namja berstatus Appa yang saat ini duduk dengan nyaman di kursinya.

"Aku sedikit tidak enak badan Appa..", Donghae mendekati meja makan, tapi sepertinya mata dan pendengarannya menangkap sesuatu yang kurang.

"Hyukkie Kenapa belum turun Umma ?",

.

PRAAANG

.

Gelas yang digenggam Heechul meluncur begitu saja ketika mendengar pertanyaan Donghae.

"CHAGI/UMMAA..", Donghae dan Hanggeng reflek berteriak ketika benda dari kaca bening itu menyentuh lantai berwarna coklat dan pecah menjadi bagian-bagian yang membahayakan untuk diinjak.

"ASTAGA !.. UMMA LUPA",

"MWO ?", Bukan hanya Donghae yang menyuarakan kekagetan, tapi Mr. Lee juga.

"Astaga.. eotokhae.. Umma lupa tidak menjemputnya tadi.. pasti Hyukkie sekarang ketakutan atau dia mungkin ia tersesat, yeobo.. eo—eotokhae ?", Air mata Heechul ikut mengalir bersama kekhawatirannya. Sosok Umma ini pasti merasa sangat bersalah.

"Aku akan mencarinya, Umma tenang saja",

"Tapi Kau sakit nak, biar—",

"Gwanchana, Aku akan lebih sakit ketika tidak menemukannya", Donghae tidak sempat melihat bagaimana ekspresi orang tuanya, ia langsung berlari ke rak helm dan menyambar kunci motornya.

.

Donghae menuju ke sekolahannya, tidak peduli jika ia telah diskros toh ini sudah malam hari.

"EUNHYUKKIE !... EUNHYUKKIE !.. AISSH..",

.

BRAAK.. BRAAK..BRAAK

.

Donghae menendang jajaran pintu kelas dengan kasar, ia mencari pintu yang belum dikunci. Donghae tahu Eunhyuk tidak bodoh, Eunhyuk juga tidak mungkin berada di ruangan yang pintunya telah di kunci.

"ARRGHHH.. EOTOKHAEE.. bagaimana kalau dia pingsan ?", Ya, itu adalah kemungkinan buruk yang benar-benar tidak diharapkan, Donghae merogoh kantung celana jeansnya,

"SHIT, Aku melupakan ponselku.. Bodohnyaaaa.. bagaimana caraku menemukanmu, sayang…",

Donghae berjalan melewati lapangan out door, beberapa anggota tim nya masih ada yang berlatih di sana, mungkin ini bisa menjadi kesempatannya untuk bertanya.

"Jogi.. ahh…Kai !",

"Hae Hyung !.. Kenapa Kau tak hadir latih—",

"Kau tahu dimana Hyukkie ?", Donghae memotong dengan pertanyaan cepatnya,

"Eee.. Hyukkie hyung, ehm.. tidakkah ia sudah meninggalkan kelas sejak bel terakhir..",

"Jinja ?, Tidakkah dia masih di sekolah ?",

"Ehm.. Aku tidak yakin, dia hari ini murung sekali, bahkan bekal makan siangnya diberikan padaku, Apa dia belum sampai di rumah ?",

"Arrrhh.. Aku bisa gila, dia tidak mungkin pulang karena tidak hafal jalan…",

Donghae menjambak rambutnya, peluh dingin menetes banyak, mengalir melewati pelipisnya, ia menggunakan waktu beberapa detik untuk menghela nafas dan sedikit berpikir.

"Jangan-jangan…

.

.

Tanpa menggu waktu lagi, Donghae mengikuti kata hatinya, ia meninggalkan area sekolah dan menuju ke tempat yang saat ini minim penerangan dan tidak ada satupun makhluk bernyawa. Ia merasa bodoh, berada di sini pun juga percuma, hasilnya tetap nihil.

"Ahh.. sudah ku duga, ia tidak di sini.. bodoh..bodoh.. Donghae bodoh, Kenapa Aku datang ke tempat peristirahatan juga, Hyukkie tidak mungkin datang ke sini, dia seorang paranoid dan ini malam hari",

Kembali Donghae merutuki kebodohannya, sampai di tempat ini pun juga percuma. Donghae menghela nafas melihat dua gundukan tanah di depannya. Benar ia sekarang berada di tempat pemakaman, ini kesekian kalinya ia merasa mengecewakan seseorang yang dianggap objek di depannya ini.

"Ahjushi.. Ahjumma, mianhe.. Aku tidak bisa menjaga Hyukkie dengan baik… Harus mencari kemana lagi…

Donghae lemas memikirkan akan kemana lagi ia harus mencari sahabatnya itu. Tidak ada tempat yang berani Eunhyuk datangi sendiri dan apakah Donghae harus kembali dengan tangan kosong ke rumah. Waktu sudah menunjukkan 09.30 malam dan Donghae merasa sudah sangat lemas sekali. Efek sakitnya semakin menjadi karena rasa paniknya, tidak terkira lagi peluh yang ia keluarkan, ia terlalu sibuk dan mengambil perhatian banyak hanya untuk menemukan Eunhyuk dan mengabaikan dirinya sendiri.

.

.


.:. Hold Me .:.


.

.

CKLEK

.

"Umma.. Appa, mianhe.. Aku tid—

"Donghae !, Kau sudah sampai nak, kenapa tidak membawa ponselmu eoh ?, Umma mencoba menghubungimu beberapa kali untuk memberitahu bahwa Hyukkie sudah pulang..",

"Mwo ?.. Dia ?, Dimana sekarang ?",

"Dia ada di kamarnya, hahh.. untung dia tidak apa-apa.. syukurlah ada nak Siw—

"Aku ke atas Umma", Donghae belum sempat mendengarkan kata terakhir dari kalimat Ummanya. Donghae ingin memastikan sendiri bahwa tidak terjadi apa-apa dengan Eunhyuk, ia sangat ingin memeluk namja manis itu dan mengucapkan kata maaf sebanyak yang ia mampu. Hari ini cukup menyebalkan untuk Donghae, ia harus berangkat pagi dan membuat kesalahan hanya untuk menyelamatkan sahabat manisnya itu, sejenak tinggal di sekolah 45 menit dan akhirnya ultimatum skors dijatuhkan padanya. Dan yang Donghae ketahui, selama seharian ini ia belum bertemu dengan sahabatnya itu.

'Ada apa denganku ?, Kenapa rasanya berlebihan begini..', Ia bergumam dalam hati sembari menelusuri tangga ke lantai berikutnya.

.

.

"Wonnie hyung, Ya !.. Wae ire.. ini geli.. ha..ha..ha.. Hyung, geumanhe.. ha..ha..ha", Entah awal permainan mereka bagaimana yang jelas sekarang mereka tampak dalam mood yang baik. Salah satu menghindar karena gelitikan dari yang lebih tinggi. Berlari, mengejar dan akhirnya berakhir di depan meja belajar Eunhyuk. Siwon memenjarakan tubuh mungil Eunhyuk dan terus mengerjai dengan gelitikannya.

"Hyuuung~, geumanhe.. Aku geli sungguh.. hi..hi..hi",

"Shireo !, Kau juga mengerjaiku tadi, sekarang rasakan ini..",

"Ha..ha..ha, eotokhae..", Siwon menghentikan kejahilannya begitu dirasa namja yang kini terduduk di meja belajar itu seakan ingin menangis.

"Apa Kau akan menangis, Hyukkie ?",

"Annio !",

"Oh.. geure..geure, Aku lanjutkan kalau begitu",

"YA !.. Hyung !,", Siwon masih dalam posisi berdiri, Eunhyuk meletakkan tangannya di dada Siwon, mencegah namja tampan di depannya untuk semakin mendekat. Tapi jelas saja kita tahu siapa yang lebih mendominasi, dari sudut manapun Siwon lebih unggul dari Eunhyuk, kecuali sifat uke.

"Hyung, jangan mendekat !",

"Waeyo chagi~ ?", Eunhyuk melebarkan matanya imut, ia kaget dengan panggilan Siwon sesaat.

"Cha—chagi ?",

"Heem..", Siwon menarik tangan Eunhyuk menuju lehernya, walaupun Eunhyuk terduduk di atas meja tak membuat Siwon kalah tinggi, buktinya sekarang Siwon menunduk dan mendekatkan wajahnya ke Eunhyuk.

"Ada yang salah ? Kau kan memang kekasihku", Demi apa pernyataan Siwon membuat Eunhyuk melayang, wajah Eunhyuk memerah secara tidak sengaja, bisa dibayangkan jika namja yang merupakan tipenya dan dikaguminya mengganggap ia kekasih. Apa lagi jarak antara wajahnya dan wajah Siwon yang sangat dekat.

.

BRAAAK

.

Entah sudah pintu keberapa yang Donghae tendang hari ini, Donghae melihat semuanya, bagaimana Siwon yang menurutnya merayu Eunhyuk atau Eunhyuk yang diam saja dengan perlakuan Siwon. Dari sudut pandang Donghae, posisi Siwon dan Eunhyuk bisa mengakibatkan kesalah pahaman. Keintiman yang mereka berdua ciptakan memusnahkan harapan Donghae untuk segera melanjutkan keinginan bertemu, memeluk dan meminta maaf pada Eunhyuk.

"KELUAR KAU CHOI !",

.

SEEET

.

Tangan Donghae menarik lengan namja yang begitu pintu ditendangnya langsung menoleh, Siwon tidak melawan ketika ia juga ditarik keluar oleh Donghae.

"Hei..hei.. Apa yang Kau lakukan Donghae-shi ?, pemilik kamarnya mengizinkanku",

"Tapi Aku tidak !",

"Nno' nuguya ?", Siwon memancing Donghae, lagi.

"AKU ORANG YANG KALIAN BUAT GILA SEHARIAN !", Donghae berteriak di depan wajah Siwon.

"Do—donghae.. wae geure ?", Eunhyuk ketakutan melihat perlakuan Donghae pada Siwon.

"Harusnya AKU yang bertanya padamu, APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN SI BRENGSEK INI ?",

"LEE DONGHAE !", Siwon merasa tidak terima akan Eunhyuk yang dibentak oleh Donghae hingga meneteskan air mata.

"WAE ?, berani berteriak di rumah ku ?, Kau pikir Siapa dirimu ?, Sunbae ?, Chingu ?, namjachingunya ?",

"Ndee.. Aku memang namjachingunya", Siwon menjawab santai sedangkan Eunhyuk yang dibelakangi Donghae tengah menggeleng kecil, semakin Siwon menanggapi, amarah Donghae akan semakin naik pula.

"Oh.. Jinjayo ?, ha..ha..ha, benar-benar drama yang konyol, kemarin menanyakan kekasihku dan sekarang memacari sahabatku",

"Apa salahnya..hikss.. ?, Apa salah.. hikss.. ji—jika Aku berpacaran dengan Siwon hyung ?", Donghae tidak menoleh sama sekali pada namja yang bersuara barusan. Ia terlalu fokus menatap penuh kebencian pada Siwon.

"Salah jika Kau masih mempunyai otak dan harga diri",

"SEKKIAAAA !", Siwon berteriak kesal pada Donghae, bagaimana mungkin jawaban dari Donghae tadi ditujukan untuk namja serapuh Eunhyuk. Kasar sekali dan tidak pantas jika menghubungkan dengan harga diri. Dan sama sekali Eunhyuk bukan rendahan yang harus menerima tuduhan gila nan jahat dari Donghae.

.

BRAAAK

.

CKLEK

.

Donghae menutup pintu tepat di depan wajah Siwon, kemudian ia menguncinya dan berjalan mendekati Eunhyuk.

"Kau masih punya harga diri kan ?", kembali pertanyaan tidak pantas ini terdengar.

"Hikss.. Apa maksudmu Hae ?",

"Ku pikir Kau polos Hyuk, Apa selama ini itu hanya acting ?.. Hanya karena Siwon tipe mu, Kau diam saja ketika diciumnya ?", Donghae terlalu menuntut Eunhyuk, padahal faktanya sangat berkebalikan dengan apa yang ditanyakan.

"Kau menikmati ciumannya ?, sehingga diam saja.. Apa kalian benar-benar berpacaran ?",

"Stop.. hikss.. Jang—jangan bertanya.. hikss..",

"Wae ?, Jadi benar.. selama ini Kau hanya berpura-pura bersikap seperti bayi, merengek, menangis, manja padahal…

"Donghae hentikan.. hikss.. berhenti..hikss", kaki Eunhyuk terasa lemas, ia berpegangan pada sudut meja belajarnya

"Kenapa ?, Kenapa Aku harus berhenti ?", Donghae semakin maju mendekat pada Eunhyuk, Eunhyuk menutup bibirnya dan mencegah isakan yang semakin menjadi. Air matanya dibiarkan lolos, bukan untuk mencari perhatian, karena tidak sempat saja untuk mengusapnya.

"JAWAB HYUK !, Kau diam saja saat Siwon menciummu dan sekarang memintaku berhenti bahkan ketika Aku tidak menc—",

"Kami tidak melakukannya hikss.. sungguh Hae.. hikss..",

"Jangan berpikir Aku percaya sayang..", Donghae tepat berdiri di depan Eunhyuk, tangannya meraih dagu Eunhyuk.

"Aku jelas melihat bahwa yang dilakukan Siwon adalah yang seperti—

.

Sluuurrp

.

"Hmmcckk.. mmbbhh..",

Donghae menghisab bibir mungil Eunhyuk dengan kasar, membuktikan argumennya dengan tindakan gila yang bisa diyakini sulit untuk dilepaskan. Dan terbukti, jika tempo hari adalah kecupan tidak sengaja, ini lebih darinya. Pelakunya pun tak menyadari dengan reflek apa yang telah menggugahnya, awalnya hanya emosi yang menguasai dan setelah mempertemukan bibirnya dengan milik Eunhyuk yang terlihat mungil juga kemerahan, sungguh sulit untuk mengakhirinya.

"Ehm..mmbbherhen..tthiihh.. mbbkk..",

Donghae tidak menghiraukan pukulan tak seberapa yang mengenai dadanya, ia hanya memejamkan mata menikmati jebakan takdir yang membuatnya berpikir untuk semakin terus menikmati dan merasakan.

"Hikss.. mbbbkkk..haeehhmm.. stttto—stoopp.. emmh..",

Eunhyuk lemas karena tidak berhasil menghentikan Donghae, apa Donghae tidak merasakan asin air mata dalam ciumannya. Apa ia tidak mendengar suara pilu Eunhyuk yang memerintah untuk berhenti dari tindakan konyolnya. Hingga suara gaduh terdengar dari luar pintu kamar Eunhyuk.

.

"Yeobo.. ini dikunci dari dalam, Apa perkataan nak Siwon tadi benar.. Jangan-jangan Donghae memarahi Hyukkie dengan keras..", Ny. Lee, terus mencoba memutar kenop pintu kamar Eunhyuk, ia khawatir begitu melihat Siwon turun dan memberitahu sebaiknya Ny. Lee segera memeriksa Eunhyuk. Walaupun kesal, Siwon berpamitan untuk pulang dengan sangat gentle.

"Donghaeee.. Hyukkiiiie, Buka pintunya sayang.. Kenapa dikunci begini ?",

"DONGHAE BUKA PINTUNYA ATAU APPA AKAN MENDOBRAKNYA ?", Suara Mr. Lee kemudian meninterupsi.

"HAEE !, Jangan marahi Hyukkie.. Ini salah Umma, tolong buka pintunya..", Suara Heechul berbanding terbalik dengan teriakan Hanggeng, suaminya.

.

.

PCCHH

.

.

Donghae melepaskan tautan bibirnya, selain alasan suara dari luar yang terus menginterupsinya, ia sebenarnya juga butuh bernafas, bukan karena ancaman Appanya yang menurutnya sangat biasa. Tangan Eunhyuk menahan dada Donghae untuk menjauh, Eunhyuk takut dengan tatapam Donghae, selain itu jarak yang sangat dekat dengan Donghae membuat wajah Eunhyuk memanas dan dadanya berdegup dengan kencang.

"Lebih nikmat Aku atau Choi Brengsek itu ?", kembali Donghae mendekatkan wajahnya ke Eunhyuk.

"Donghae Stop.. hosshh.. diluar ada Ahjushi dan Ahjumma..",

"Apa masalahnya ?", Kini bibir Donghae tepat di samping telinga Eunhyuk.

"Donghae jebbal.. buka pintunya mereka akan curiga dengan kita",

"Memangnya Apa yang kita lakukan, Hah ?", Pertanyaan memancing yang Eunhyuk tidak bisa jawab.

"It—itu..",

"Itu apa , hem ?", Eunhyuk menunduk malu, bayangan berciuman dengan sahabatnya tidak pernah terlintas di kepalanya. Mendadak, terkejut, tidak terbayangkan, sedikit diharapkan, terdiam dan finalnya ia terhanyut oleh perlakuan Donghae. Jujur, Donghae yang seperti ini terlihat sangat menakutkan dan dewasa di sisi lainnya.

"Diammu Aku anggap Aku yang lebih hebat dari Choi Siwon itu",

"Geure..", Walaupun lirih tapi cukup tegas.

"Mwoya ?",

"Kau lebih hebat, karena Kau satu-satunya orang yang menciumku, Aku bilang Aku tidak berciuman dengan Siwon hyung",

"Kenapa hanya untuk mengaku sulit sekali, hah ?, Jangan menggunakan topengmu lagi, Aku menasehatimu sebagai sahabat.. kalau Kau punya harga diri seharusnya Kau memukulnya",

"Kenapa..hikss.. harus Aku yang memukulnya..hikss.. ?", isakan Eunhyuk kembali terdengar.

"Kau memang siapanya hah ?, Kau bukan kekasihnya dan Aku tahu itu.. Kalaupun ia kekasihmu, demi Tuhan Aku tidak menyetujuinya..",

"Kenapa ?.. hikss.. Kenapa harus dengan..hikss.. persetujuanmu ?, KAU SIAPA LEE DONGHAE.. hikss..?",

"Berani memanggilku demikian ?, ahh.. terserah, Aku sudah memperingatimu, Siwon bukan namja yang baik !, Ingat itu !",

"Apa salahnya..hikss.. Apa salahnya jika Aku menyukainya ?.. hikss.. Apa salahnya..hikss.. jika kami berhubungan ?, dan Apa salahnya jika kami berciuman ?.. Kau bisa dengan yang lain, Kenapa Aku tidak ?",

"Kau sedang mengaku sekarang, Kenapa tidak sedari tadi ?.. air matamu menjijikkan..",

"Kenapa Kau.. hikss.. tidak mempercayaiku ?, Demi Tuhan..hikss.. Aku tidak berciuman dengan Siwon Hyung.. hikss.. Kau salah paham, Hae",

"AKU MELIHATNYA DAN BERHENTILAH MENYANGKAL".

"Harusnya.. hikss.. Kau mendukungku sebagai sahabat, Ndee.. hikss.. Aku memang menyukai Siwon hyung, Sebagai sahabat harusnya Kau senang dan sebagai SAHABAT SEHARUSNYA KAU PERCAYA LEE DONGH—"

.

.

PLAAAAK

.

BRUUUK

.

Pertanyaan siapa dengan awalan me- dan di- sebelum kata kerja menjadi pertanyaan besar. Dan sebagai informasi tambahan, salah satunya terjatuh di lantai.

.

.

~TBC~

.

.


Adakah yang menunggu FF GJ ini ?

Aduuh, telat lagi deh updatenya, but this chap is up.

Maaf ya reader-dull, mendekati UAS begini waktu saya untuk bernafas saja sulit. *lebay

Tapi saya tetap update kan walaupun lama, jadi sabar saja. Sebentar lagi kan liburan, jadi saya bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk menulis ff.

Terimakasih buat yang masih ingat, readers, reviewers, yang udah nge-fav/follow, chapter 6 udah ada nih.

Jangan lupa review lagi ya.. Silahkan mengapresiasi cerita saya dengan hal yang membangun.

Thanks to : Agriester jewel, jewELF, Agriester manik jewel, Polarise437, ren, Wonhaesung Love, fine, nuna, peachpetals , siti sisun, Anik0405 , she3nn0 , Lstories, naehyuk6, HHSHelviJjang, nurul p putri, HAEHYUK IS REAL, Carita Reffatiana, danactebh, jewel0404, reiasia95, Nakamichan, wildapolaris , dekdes.

Review lagi ya gaeeess..

Oh iya lupa, Sorry typo *peace

Thanks !