Hold me
Cast :
Super Junior Member
(Lee HyukJae)
(Lee DongHae)
and some cast from another group
Pair :
Actually HaeHyuk (YAOI)
Rate :
T
Genre :
Romance
.
.:. Hold Me .:.
.
"Yeobo bagaimana ini ?.. Aku takut Donghae memarahi Hyukkie..",
Sembari terus berusaha membuka pintu yang nampaknya jika bukan didobrak atau menggunakan kunci yang lain tidak akan terbuka. Putaran kenop ke kanan dan kiri tak akan menyelesaikan masalah juga, harusnya memang bukan ini yang dilakukan,
"Tenanglah Heechullie, Aku sudah menyuruh Pak Kim untuk mengambil kunci cadangan.. berhentilah panik, Donghae tidak bodoh, jadi Aku yakin Hyukkie baik-baik saja",
Hampir lima menit mereka berdiri menunggu kunci dengan keterdiaman, selepas benda mengkilap tersebut datang, buru-buru menggunakan tangan cekatannya untuk membuka pintu tersebut.
.
CKLEK
.
"AKU MELIHATNYA DAN BERHENTILAH MENYANGKAL".
.
DEG
.
Namja tampan mereka tengah memunggungi kedua suami istri ini, mungkin obyek yang tak jauh dari mereka sedang dalam keadaan jauh dari kata baik. Langkah kaki keduanya semakin mendekat dan lelehan air mata Hyukkie membuat mereka berhenti dan tercengang. Keadaan macam apa ini, pasti itu yang ada di dalam benak mereka.
"Harusnya.. hikss.. Kau mendukungku sebagai sahabat, Ndee.. hikss.. Aku memang menyukai Siwon hyung, sebagai sahabat harusnya Kau senang dan sebagai SAHABAT SEHARUSNYA KAU PERCAYA LEE DONGH—",
.
PLAAK
.
BRUUG
.
Tidak ada yang mendorong si manis untuk jatuh, tapi ada tamparan keras yang melayang di pipi Donghae, dari Appanya. Tuan dan Nyonya rumah ini tahu, jika Donghae tengah memarahi Eunhyuk, terbukti dari keadaan Eunhyuk dan kalimat terakhir Eunhyuk yang tidak mereka mengerti namun sedikit tahu akan suasana apa di dalamnya.
"Hyukkie.. astaga sayang...", Heechul mendekati Eunhyuk yang terduduk di lantai, wanita ini memeluk dengan penuh perhatian. Eunhyuk dalam keadaan yang tak bisa dijelaskan, ia menerima pelukan ahjumanya, menumpahkan air matanya sedikit lebih banyak dari sebelumnya.
"Keadaan apa ini ?", Suara Mr. Lee menginterupsi keterdiaman Donghae, tidak apa-apa rasanya yang kini memerah di pipinya, namun keterkejutannya yang diteruskan dengan diam berkaitan dengan seberapa lama kah orang tuanya ada di kamar ini.
"Apa yang telah Kau lakukan Lee Donghae ?",
'Apa Appa melihatku menci—',
"Kenapa Kau diam ?, Menurutmu Apa yang Kau lakukan pada Eunhyuk itu benar ?",
'Sial, Appa tahu',
"Mian.. Appa, Aku tahu Aku.. sal—salah",
"Kenapa Kau membentaknya hah ?, ini bukan salah Hyukkie, tapi karena kami saja yang lalai..",
'Syukurlah..',
Kata syukur dalam hati Donghae membuktikan ia tengah menjadi pengecut kali ini, salah besar ketika ia mengucapkannya, ia tidak memikirkan bagaimana perasaan takut Eunhyuk.
"Sayang, Kenapa bibirmu berdarah ?",
Heechul bertanya pada Eunhyuk, tapi Donghae yang mempunyai reflek untuk mengusap bibir, terlihat warna merah walaupun sedikit pada jempolnya. Mr. Lee menangkap reflek tersebut, ia hanya diam dengan pandangan yang sulit diartikan kemudian berlalu.
"Hyukkie.. jawab Umma sayang !, Kenapa berdarah eoh ?",
Eunhyuk mendongak menatap Donghae sekilas, pandangannya memelas menyiratkan pertanyaan kepada Donghae.
'Aku harus mengatakan Apa Hae..',
Sekalipun Donghae tahu arti pandangan tersebut, nampaknya ia tidak tahu jawabannya yang mana, ini bukan multiple choice yang hanya harus menyilang, jujur berarti mati atau berbohong tidak menyelesaikan masalah.
"Ak—aku.. ehm.. bibir ku.. hikss.. terantuk meja, Ahjuma",
"Shhtt. Uljima, pasti perih ya sayang.. Ehm.. Umma ambilkan obat dulu nee.. Donghae angkat Hyukkie ke bed", Eunhyuk menggeleng, ia takut jika ditinggal sendirian dengan Donghae, ia takut jika harus berada di dekat Donghae. Bentakan dan kata kasar Donghae lah yang membuatnya demikian. Memang Donghae terbiasa menciumnya, entah kening maupun pipi yang menunjukkan kasih sayang nya pada sang sahabat. Tapi yang terakhir, Donghae terlihat di luar kendali walaupun saat itu ia sadar akan kesalahan yang ia lakukan.
"Donghae, cepat angkat, adikmu akan kedinginan nanti",
"Nde Umma".
Selepas Heechul meninggalkan ruang tersebut, Donghae merendahkan tubuhnya, mensejajarkan dengan Eunhyuk yang ada di atas dinginnya lantai. Eunhyuk mundur dengan sisa tenaga lemahnya. Ia takut, wajahnya menunduk, menyiratkan untuk memotong kontak mata dengan Donghae.
"Aku hanya akan mengangkatmu..", Eunhyuk berusaha menjauh saat tangan Donghae terselip pada kedua lututnya.
"Ingin kupanggilkan Appa untuk mengangkatmu ya ?",
"Aku bisa sendiri..", Eunhyuk menjawab dengan wajah yang masih menunduk, ia menumpukan tangannya dan bersiap untuk berdiri.
"Keras kepala, ya sudah berdirilah.. Aku ingin melihat saja", Donghae berdiri sehingga membuat Eunhyuk mendongak. Betapa menggemaskannya wajah Eunhyuk untuk Donghae, pipi yang memerah, sudut bibir dengan sisa darah dan mata dengan lelehan isinya.
"Jahat.. hiks..!",
Satu kata yang membuat Donghae tercengang, Eunhyuk yang manja dan suka merengek mungkin akan kembali.
"Ya sudah.. hikss.. silahkan melihat.. jangan membantuku !",
"Hyukkie.. tapi kan..",
"AKU BISA !",
Bentakan terakhir dari Eunhyuk untuk Donghae jelas membuktikan bahwa Eunhyuk memang keras kepala, kakinya melemas dan mungkin belum sepenuhnya kembali. Eunhyuk memang seperti ini, ketika ia lelah, ketakutan dan merasa tertekan pasti ada gangguan di salah satu organ maupun ekstremitasnya.
.
BRUG
.
Terjatuh bukan, yah karena ia sangat keras kepala dan sok kuat. Donghae memalingkan wajahnya dengan menahan tawa. Beberapa menit yang lalu mereka masih dalam keadaan dimana Donghae meledak-ledak, namun sekarang ia mencair dengan tingkah menggemaskan Eunhyuk. Tidak ada yang tidak luluh dengan Eunhyuk jika sudah seperti ini.
Eunhyuk menatap Donghae memelas, gengsi untuk mengatakan tolong karena ia sendiri yang menolak untuk ditolong. Kini Donghae yang balas menatapnya, seperti tahu arti pandangan Eunhyuk. Donghae kembali merendahkan tubuhnya untuk menjajari Eunhyuk.
"Apa ?", dengan bodohnya Eunhyuk bertanya.
"Tidak apa, ingin memerhatikan ekspresi kekecewaanmu saja",
"Mwo ?",
"Waeyo ?, katanya kan tadi bisa.. Aku ingin lihat",
.
Tes
.
Satu kedipan di mata Eunhyuk mampu menumpahkan isinya barang sedikit.
"Aigoo.. gyeowo", tangan Donghae mengacak rambut Eunhyuk sayang, Eunhyuk melirik dengan tatapan tidak suka.
"Jahat.. Kau Jahat hikss..",
"Aku tahu, ratusan kali Kau mengatakannya sayang",
"Pergi !",
"Siapa yang akan membantumu ke bed, kalau Aku pergi ?",
"AHJUMAAAAAAA….",
"Ha..ha..ha..ha, Aduh Hyukkiiie perutku.. ha..ha..ha".
.
"DONGHAEEE, JANGAN MENGGANGGU ADIKMU !"
.
.
.
"Bagaimana tidurmu tanpa Aku sayang ?", Donghae bertanya jahil saat Eunhyuk terlihat menuruni tangga dengan seragam dan tas yang sudah rapi di pundaknya. Semalam Eunhyuk memang tidak tidur dengan Donghae, ia memilih tidur dengan Ahjumanya. Mendengar pertanyaan jahil Donghae, Eunhyuk hanya mencelos dengan tatapan mata yang lancip.
"Jangan jahil dan selesaikan makanmu Hae", suara Heechul menginterupsi.
"Seragammu mana, babo ?", pertanyaan Eunhyuk membuat Heechul menatap Donghae penuh pertanyaan sedangkan Hanggeng hanya meneruskan makannya dengan santai.
"Eee.. Aku masih kurang enak badan Umma.. Jadi Aku hanya akan mengantar Hyukkie saja..",
"Jinja ?, Kau sakit ?, biar Aku berangkat deng—",
"TIDAK, Kuantar saja",
—Sungmin Hyung", terus Eunhyuk dengan sedikit lirih karena suara Donghae yang begitu keras. Mungkin Donghae terlalu sensitive jika Eunhyuk sudah menyebutkan nama orang lain, apa lagi yang bermarga Choi.
"Ahh.. Sungmin hyung, tidak dengan ku saja",
"Ya sudah, Kenapa tidak sekalian Kau sekolah saja Hae, Umma periksa semalam demammu sudah turun",
"Ehm.. Ak—aku merasa tidak baik Umma",
"Jujurlah pada Ummamu, Hae ?",
"Hah ?", Eunhyuk dan bertanya-tanya dengan perintah .
"Geure, Aku memukul temanku dan sekarang Aku di scors.. Umma puas ?",
"Mem..memukul ?, Kau ?",
"Hmm.. Appa kemarin yang datang ke sekolah ku", Eunhyuk melongo mendengar penuturan Donghae walaupun sebenarnya ia sudah tahu akan hal ini.
"Ayo cepat makan, nanti Kau terlambat sayang..", Donghae mengoleskan selai stoberi dan memberikannya pada Eunhyuk.
.
.
.:. Hold Me .:.
~At Polarise SHS~
.
.
"Hyung, Kenapa Ahjushi itu terus menatap ku ?", Eunhyuk bertanya dengan sedikit malas pada Sungmin.
"Hyuk please !, panggil dengan sepantasnya",
"Dia menyebalkan, Kenapa juga dia masuk ketika sudah di scors, Aku tidak jadi kasihan malah bersyukur harusnya",
"Hyukkiie.. lanjutkan saja makan siangmu dan jangan mengomentari tentang Donghae".
Tidak jauh dari meja kantin Eunhyuk dan Sungmin duduk namja menggunakan Hoodie biru tuanya dan terus menatap tajam setiap pergerakan Eunhyuk. Donghae duduk dengan santai, walaupun semua mata kini tengah menatapnya, ia memakai kaca mata hitam yang menambah kadar tampannya. Mungkin kebanyakan siswa telah tahu bahwa Donghae di scors, melihat seragam yang harus dipakai Donghae pun juga tidak ada.
"Chagiya~",
"Huh ?, Siwon hyung ?", Eunhyuk menoleh begitu namanya dipanggil, Donghae pun sama, inilah alasannya kenapa dia memutuskan untuk mengikuti Eunhyuk ke sekolah.
"Hei, Apa Kau baik Hyukkie ?",
"Ah ndee, Aku baik-baik saja hyung",
"Jinja ? tidak demam kan, semalam kan Kau sempat kehujanan",
.
GREB
.
"Aigooo.. Hyukkiee, Aku mengantuk, sayang".
Semua yang ada di kantin menangkap tingkah gila Donghae, tangan Siwon masih melayang di udara, niatnya mungkin akan mengecek kening Eunhyuk apakah hangat atau tidak, tapi kegiatannya berhenti ketika seseorang yang ada di belakang Eunhyuk tiba-tiba memeluk erat pinggang Eunhyuk dan memasukkan wajahnya pada tengkuk Eunhyuk.
"Hae.. Ka—Kau..",
"Wae, Kau biasanya kalau mengantuk juga begini.. dan yang perlu digaris bawahi, tidak tahu tempat",
"Tap—tapi kan..",
"Waee~, Sayang ayo hari ini kita keluar.. ehm.. Aku akan bolos latihan dan Kita jalan-jalan", tindakan bodoh Donghae akan dimulai ketika Siwon sudah mendekati Eunhyuk. Itulah yang Donghae rencanakan sejak ia tidak bisa tidur semalam, karena tidak ada seseorang yang biasanya ia peluk.
"Iya, tapi lepaskan tanganmu dari pinggangku, semua orang menatap kita, bodoh", Eunhyuk berbisik pada telinga Donghae dari samping.
"Jinja ?, Okee, nanti kita pergi membelinya, itu hanya Gucci sayang, Aku bahkan bisa membeli tokonya..", Jawaban tidak nyambung ini terdengar keras dan bukannya tangan Donghae menjauh dari pinggang Eunhyuk, justru semakin mengerat.
Sungmin yang ada di sebelah mereka hanya menggelengkan kepala sedangkan Siwon segera mendudukkan tubuhnya di kursi seberang meja Eunhyuk. Ini pertama kalinya Siwon melihat tingkah menjijikkan Donghae pada Eunhyuk, setahunya Donghae hanya bisa membentak dan memarahi Eunhyuk seperti semalam.
"Sungmin hyung~, lihat Donghae.. dia tidak mau melepas",
"Biarkan saja toh juga tidak merugikan",
"Ndee, Sungmin hyung saja tahu, sayang",
.
"Donghae Oppa !", panggilan itu tidak hanya membuat Donghae saja yang menoleh, namun juga Eunhyuk, Sungmin dan Siwon.
"Wae ?", Donghae tahu ini Tiffany dan tangannya masih memeluk santai pinggang Eunhyuk.
"Kenap—kenapa Oppa disini ?",
"Wae ?, masalah untukmu ?",
"Anni.. maksudku..",
"Tiffany-sshi, Apa Kau tidak lelah berdiri ?",
"Hah ?", Tiffany sedikit tersentak mendengar pertanyaan tiba-tiba Siwon, ia masih mengingat siapa namja yang bertanya ini.
"Kemarilah !, duduk di sampingku..", Eunhyuk menatap Siwon tak percaya, walaupun ia mampu mengontrol ketakutannya karena melihat Tiffany, tapi ia tak habis fikir dengan Siwon yang meminta yeoja iblis itu untuk bergabung.
"Ah.. ye—ee..", Tiffany segera saja mendudukkan diri di samping Siwon dan sungguh Donghae tak peduli dengan keadaan maupun posisi dimana yeojanya berada. Donghae justru kembali menyandarkan kepalanya pada tengkuk Eunhyuk. Mata Donghae menatap leher Eunhyuk dari jarak yang sangat dekat dengan posisi ini.
"Sial !, putih sekali", lirih Donghae yang masih bisa di dengar Eunhyuk dan Sungmin.
"Apa Hae ?", Eunhyuk bertanya dan Sungmin menatap Donghae dengan mulut terbuka. Mata Donghae bertemu dengan mata Sungmin setelah mengalihkan pandangan dari leher Eunhyuk. Dan Sungmin bisa menangkap wajah cengengesan Donghae yang membuatnya semakin melotot.
"Ja—jangan bilang Kau..", Sungmin menghentikan kalimatnya begitu melihat isyarat telunjuk Donghae untuk diam. Sungmin menangkap sesuatu yang ganjil atas Donghae, tapi segera ia menggelengkan kepala, karena ia yakin walaupun sedikit mungkin tapi kedua orang yang di sampingnya ini sudah biasa melakukan hal-hal mes..
.
.
ssra.
"Kau masih mengingat ku kan Tiffany-sshi, di hari pertama Aku masuk sekolah ini sebagai siswa baru ?", Tiffany seakan salah tingkah ketika namja tampan di sampingnya menatap intens dan bertanya kepadanya. Karena begitu gugupnya, hanya anggukan kepala yang diterima Siwon.
"Kalau tidak salaaah… ehm.. Kita bertemu di toilet hoobae bukan ?",
"Aaa.. ee.. iya", Tiffany tergagap, ia takut jika Donghae…
"Waw.. bagus sekali Choi, hari pertama disini langsung menuju toilet yeoja.. Ahhh.. Aku lupa, playboy memang terbiasa melakukannya", Donghae memulai perbincangan sengit lagi, tangan Eunhyuk mencengkeram tangan Donghae yang kini sudah mengerat di perutnya, symbol untuk menghentikan perbincangan yang menyulut emosi. Kepala Donghae masih bersandar pada tengkuk Eunhyuk.
"Ha..ha..ha, Ndee.. sesama playboy tentu Kita pernah melakukannya… di toilet bukan ?", Siwon menyeringai dan puas akan jawabannya, sedangkan Donghae melirik dengan tatapan tajam.
Donghae membalas seringaian dan mulai menggerakkan bibirnya untuk membalas,
"Ndee benar, di toilet.. saat sepi, jam kosong atau—",
"Hoek.. ughh",
"Hyukkie/chagi/sayang.. wae ?", Tiga sahutan dari orang yang berbeda membuat Eunhyuk menundukkan kepalanya dan mencengkeram perutnya di atas jemari Donghae.
"Bisakah kalian tidak membicarakan toilet, Aku sedang makan", Jawaban anggukan dengan dasar setuju dari Siwon dan Donghae membuat Eunhyuk tenang melanjutkan makannya. Donghae merasa sedikit, errr.. melihat jakun Eunhyuk yang naik turun karena menelan makanan sehingga kini posisinya menyandarkan dagunya di pundak kiri Eunhyuk dan menatap Siwon tajam.
"Oh ya.. tapi sedikit kuingatkan bahwa yang di sampingmu masihlah berstatus kekasih orang, Choi..",
"Ya !, Wae geure.. tentu saja Aku tahu, dia kan kekasih kapten basket di sekolah ini.. Tapi seingatku.. uke masihlah namja dan menggunakan toilet pria, walaupun mereka cantik dan manis",
"Jangan berbelit-belit !",
"Aku tahu stylemu Tuan Lee.. Hyukkie masih menggunakan toilet pria kan sayang ?", Siwon bertanya dengan tangan yang membelai dagu Eunhyuk.
"Singkirkan tanganmu dan buang kata terakhirmu tadi",
"Arra..arra.. Keunde.. Kau tidak penasaran di toilet jenis apa kami bertemu ?", Mata Siwon bergantian menatap Donghae dan Tiffany.
"Uppss.. mian manis, Aku tidak sengaja mengatakannya", Siwon melihat Eunhyuk meletakkan sendoknya dan sedikit mendelik ke arahnya begitu ia menyebut tempat menjijikkan untuk dibahas itu tadi.
"Apa maksudmu ?", Donghae bertanya dengan nada tak bersahabat dan menatap Tiffany sedikit penasaran.
"Aku sepertinya sangat merindukanmu 'teman lama', oleh karena itu Aku berpikir akan lebih nyaman jika hanya berdua denganmu saja.. Aku akan memberitahunya",
"Katakan sekarang !", Siwon selalu berbelit-belit, maka tak salah jika Donghae selalu tersulut akan rasa penasarannya.
"Hyukkie, ayo hyung antar ke kelas, kupingku panas mendengar orang-orang tampan namun gila ini berbicara Bahasa alien", tanpa persetujuan Eunhyuk pun Sungmin langsung menuntun Eunhyuk keluar dari kantin. Kini tinggal mereka bertiga, Siwon, Donghae dan Tiffany.
"Cepat katakan !", Donghae tahu Siwon akan berbicara setelah Eunhyuk pergi.
"Nampaknya bukan Aku yang brengsek, walaupun kenyataannya Aku playboy.. karena yeoja yang Kau elu-elukan di samping ku ini.. berada di toilet pria, dan walaupun Aku playboy.. tapi Kau tahu kan tanggung jawabku.. jadi simpulkan sendiri", Siwon tersenyum di akhir kalimatnya.
Donghae mengusap wajahnya tak percaya, kekasihnya ternyata sangat.. sangat liar.
"Op—oppa, annia.. Ak—aku tidak begitu",
"Hah.. Aku pikir Kau dari keluarga terhormat dan akan bersikap terhormat pula., tapi.. Kau..",
"Eits.. jangan salah paham Donghae, Dia tidak menggodaku",
"Lalu ?", Donghae jelas belum tahu kemana arah pembicaraan Siwon.
"Ehm.. Aku pikir Hyukkie memang lebih sexy ketika kemejanya terlepas.. dia berbaring di lantai, uhh.. menggoda, Aku yakin Kau belum pernah melihatnya begitu kan ?",
"Choi !, Katakan dengan jelas, sungguh Aku akan menggeser rahangmu jika Kau terus menggulat", Donghae tidak tahan dan ingin segera tahu poinnya. Tiffany ketakutan dan menunduk, ia tidak membayangkan jika Donghae tahu yang ia lakukan pada Eunhyuk.
"Aku suka melihat adikmu half naked.. tapi Aku tidak suka dengan ekspresi takut dan aliran air matanya dalam keadaan menggoda seperti itu.. dan yang jelas, Aku melihat YEOJAMU INI !, ada di sana", Siwon berdiri dari tempatnya dan beranjak keluar.
Donghae menatap Tiffany yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu, namun tidak ada yang keluar.
"KAU !.. KAU APAKAN EUNHYUK HAH ?",
"Oppa.. hikss.. tid—tiddak begitu.. hikss.. Ak—aku..",
"Kau menterornya ?, Kau membuatnya takut ?.. JAWAB TIFF !",
"Hikss.. Anni.. hikss.. Ak—aku hanya..hikss.. tidak mau Oppa terus bersamanya dan ..hikss…",
"Okee.. itu maumu, Kau tahu dia siapa ku ?.. Dia lebih penting dari hidupku sendiri",
"Hikss.. Oppa Wae ?",
"Kau tak terima ?, Aku juga.. Aku tak terima Kau menyakiti Eunhyuk, dia prioritasku, dia alasanku dan karena Kau.. karena tindakanmu membuatku kecewa.. sebaiknya Kau tak usah mengejarku setelah ini, Kita putus !".
"OPPA.. OPPA.. DONGHAE OPPAAAA !",
Donghae tidak mungkin berbalik lagi untuk gadis ini, ia merasa bodoh, Eunhyuk tidak pernah berbohong padanya. Donghae melirik jam tangannya, ia mengingat hari dimana jam nya terus bergetar, ia juga ingat saat Eunhyuk begitu histeris ketika mantan kekasihnya itu datang. Donghae juga ingat ketika Siwon membawa pergi Eunhyuk dari lapangan basket ketika Tiffany datang.
'Kenapa Choi Siwon tahu dan Aku tidak, Apa Kau benar-benar menyukainya, Hyuk ?'.
.
.:. Hold Me .:.
.
"Astaga Hyuk, ini sudah sangat banyak",
"Tapi Aku mau lagi Hae... Aku mau masuk ke butik yang itu..", Eunhyuk menunjuk ke salah satu butik dengan jajaran kain mahal dan berkelas.
"Ini sudah malam sayang, lihat tentengan belanjaan ini.. Apa Kau akan memakai semuanya",
"Ndee !",
"Hyukkiiiie…", Donghae sudah sangat lelah menuruti Eunhyuk untuk berbelanja. Ini sudah hampir jam 9 malam dan ia harus menuruti kemauan Eunhyuk untuk berputar mencari tas, sepatu, baju, boneka, tas lagi, sepatu lagi dan begitu seterusnya.
"Aku masih mau itu Hae~, Jebbal..",
"Uangku menipis sayang", alasan konyol dari Donghae.
"Gotjimal !, Kau bahkan bilang untuk membelikanku Gucci—Annio, bahkan tokonya sekalian..",
"Iya sayang, tapi—",
"Aku membencimu !", Eunhyuk berbalik dan meninggalkan Donghae yang berdiri mematung dengan kedua tangan penuh tas belanjaan. Eunhyuk merengek begini karena tahu sebentar lagi Donghae akan mengucapkan…
"Baiklah.. jangan marah atau menangis Oke, pilihlah sesukamu",
.
~Chup
.
"Harusnya Kau mengatakannya dari tadi Hae",
Harusnya juga Donghae biasa saja, Eunhyuk bahkan sering sekali menciumnya. Donghae tidak mungkin mempertanyakan perihal perlakuan Tiffany pada Eunhyuk sekarang, ia hanya menuruti kemauan Eunhyuk dan sejenak melupakan masalah Tiffany.
.
.:. Hold Me .:.
.
Hari ini seperti hari-hari sebelumnya, ketika Eunhyuk diantar Donghae menuju kelasnya, memastikan jika yang manis duduk dengan nyaman. Akhir-akhir ini perhatian Donghae pada Eunhyuk semakin bertambah saja itensitasnya, walaupun aktivitas menggoda yeoja adalah part time nya. Sebenarnya bukan karena khawatir hal bahaya akan terjadi pada Eunhyuk, melainkan matanya sangat risih jika harus melihat Eunhyuk didekati Siwon maupun Eunhyuk yang sekarang mulai mendekati Siwon.
"Hae, sungguh mataku ingin melihat",
"Arra..",
"Lalu lepaskan !.. Tolong !",
"Shireo !.. Kau akan terus melihat ke namja brengsek itu..",
"Aku menikmati pertandingannya.. Haee..",
Donghae menjauhkan tangannya dari pandangan Eunhyuk, sungguh hari sial untuk Donghae. Ia tidak bisa menjadi salah satu diantara pemain yang saat ini berada di tengah lapangan.
"Andai kakiku tidak cedera..",
"Kau hanya akan merusak pertandingan karena ingin memukul Siwon Hyung",
"Tentu.. dia membuatmu beralih",
"Maksudmu ?",
"Tidak ada.. Hyuk, asal Kau tahu.. Aku bermain lebih baik dari dia",
"Hmm.. menurutkuu…",
"Stop !, Aku tahu jawabanmu pasti Kau akan memihaknya",
"Nah itu Kau tahu..", Eunhyuk buru-buru menceloskan wajahnya, saat ini mereka berdua tengah memperhatikan pertandingan basket yang yah Siwon terlihat sangat mengagumkan.
"YEEEEEYYY….",
Sorak membahana yang menyakitkan pendengaran begitu luar biasanya membuat Donghae jengah, karena Eunhyuk termasuk salah satunya. Bukannya ia tidak senang sekolahnya menang, walaupun itu tanpanya, hanya saja mengingat betapa gilanya Eunhyuk pada Siwon membuat ia berpikir,
'Cemburu… ahh.. tidak, aku sudah gila jika memang iya',
"SIWON HYUNG !", Eunhyuk melambaikan tangannya pada Siwon yang langsung dibalas dengan senyuman. Dan Siwon sepertinya mendekat ke bangku tempat Eunhyuk dan Donghae berada.
"Ahh.. Kenapa memanggilnya sih.. Si playboy itu mendekatkan jadinya",
"Apa Hae ?.. Playboy duduk di dekatku ?",
"Hyuuuuuk", Donghae kesal melihat Eunhyuk yang mulai mengejeknya. Eunhyuk tidak peduli dan mengambil sekaleng minuman yang ia letakkan di sebelahnya.
"Siwon Hyung.. ini…", benar dugaan Donghae, jika minuman cola yang sempat Eunhyuk beli tadi untuk namja rival Donghae itu.
"Dasar centil !", baru saja tangan Siwon ingin mengambil minuman tersebut, tapi dengan segera Donghae lah yang merebutnya.
"Ahhh.. leganya..",
"DONGHAEEE !",
.
.:. Hold Me .:.
.
Donghae membenci suasana di kamar ber cat kuning ini, bagaimana tidak jika salah satu yang bernyawa disini adalah rivalnya, Choi Siwon. Sebenarnya tidak masalah jika Siwon dalam posisi diam dan tidak berulah sehingga membuat beberapa kali Donghae membuat kepalan di udara. Entah bagaimana ceritanya sehingga mereka bertiga ada di ruangan Eunhyuk ini.
"Kalau soal yang ini Hyung ?", Siwon kembali mendekat ke belakang Eunhyuk dengan sedikit membungkukkan tubuh tegapnya, entah memang mengajari atau mencari kesempatan karena dua-duanya deskripsi yang tepat untuk posisi ini.
"Begini…", Tangan Siwon menyentuh tangan Eunhyuk yang di sela jarinya terdapat bolpoint, kemudian mengarahkan pada objek di depan mereka, sembari memberikan penjelasan yang sekiranya dimengerti namja manis di bawah kungkunganya.
"YA !.. YA !.. Choi posisimu", Donghae geram dan bergumam dengan tidak nyaman.
"Hyukkiiie, Aku pintar dipelajaran itu kok, Aku bisa mengajarimu lebih baik dari dia", Ke dua kalinya Donghae berkomentar namun tidak ditanggapi sama sekali oleh subyek yang dituju.
"Yeii.. Hyung selesai.. ini jawabannya kan.. ahh gomawo..", Eunhyuk malah tertawa sambil bertepuk tangan melihat ia berhasil mengerjakan tugasnya dengan bantuan Siwon.
"YA CHOI !, Kau sentuh tangannya, kupatahkan lenganmu !", Donghae menangkap keintiman lain pada dua orang yang membuatnya semakin geram. Dan sekali lagi, tidak ada tanggapan tentang ancaman Donghae.
.
CKLEK
.
"Chaa~, Umma bawakan kue untuk kalian !.. Nak Siwon, ini buatan Hyukkie loo.. silahkan dimakan",
"Hool.. Hyukkie ?, Membuat Kue ?... Ha..ha..ha, Aduh.. perutku.. ha..ha..ha, Ya !, Siwon-ah Kau percaya ucapan Ummaku.. ha..ha..ha ?", Dan Siwon hanya menggelengkan kepala seakan sepemikiran dengan Donghae. Bukankah ada yang aneh dengan panggilan Donghae, terlalu akrab untuk seorang musuh.
"Melihatnya masuk dapur saja tidak pernah, apalagi membuat sesuatu dari sana.. Choi Siwon saja tidak percaya Hyuk.. ha..ha..ha",
"Ahjuma~", rengekan seperti biasa, bagaimana pula perasaan kalian jika direndahkan di depan orang yang kalian suka, walaupun itu sebuah candaan.
"Aish… Geure..geure, tidak penting kue ini dibuat siapa, yahh.. dimakan saja nee, Umma tinggal dulu, Donghae jangan menggoda adikmu lagi.. nikmati kuenya ya nak Siwon", Istimewa sekali nampaknya Siwon di mata Heechul.
Setelah sosok ibu itu keluar dari ruangan Eunhyuk, suasana kembali hening. Eunhyuk duduk di kursi tempat ia biasa belajar, Donghae duduk bersandar di bed dan Siwon yang duduk dengan nyaman di Sofa berwarna merah yang kontras dengan cat dinding.
"YA HYUKKIE !, Cuci tangan dulu sebelum mengambil kuenya !",
"Arraso !",
"Ganti seragammu sekalian, besok masih harus dipakai lagi",
"Hmm..", Eunhyuk menurut mengambil kaos santainya dan bukannya ia bergegas ke kamar mandi, ia malah meletakkan kaos tersebut di pinggiran bed sehingga posisinya kini berdiri di antara Siwon dan Donghae. Tangannya tergerak melepas kancing seragamnya satu persatu dari atas.
"Ya !.. Ya !, MAU APA ?", Donghae kaget bukan main, sebenarnya maksud sahabat manisnya ini apa. Kenapa tiba-tiba berganti pakaian di sini, di depannya sendiri saja tidak pernah apalagi jika ditambah dengan adanya Siwon.
"Waeyo.. kata Sungmin Hyung tidak apa-apa berganti di depan namja, kan sama-sama namja",
"Kau pernah berganti di depan namja ?", giliran Siwon yang bertanya, ia juga kaget melihat tingkah Eunhyuk yang ehm.. seperti bukan Eunhyuk.
"Hmm.. pernah, kata Sungmin Hyung tidak apa-apa..",
"YA !, Kenapa menurut pada Sungmin Hyung sih ?",
"Hae sendiri kan yang bilang, saat Aku pergi berenang kemarin.. turuti semua kata Sungmin Hyung, dan Aku sudah menjadi anak baik kemarin",
"Tapi kan—", Siwon ingin menambah komentarnya, tapi suara Donghae menginterupsi.
"Ahh.. sudahlah, biarkan.. Dia pergi dengan Sungmin Hyung dan Jaejoong Hyung kok",
"Ahh.. jadi mereka.. untung saja", Siwon ikut menghela nafas lega.
Melihat tidak ada respon berlebihan lagi terkait tindakannya, membuat Eunhyuk kembali membuka kancing kemeja putihnya.
"Aish.. Hyuk !, Kenapa diteruskan ?", Donghae sekarang berdiri dari duduknya dan menyambar kaos yang tadinya diletakkan Eunhyuk dan segera menempelkannya di depan kulit putih bagian depan tubuh Eunhyuk yang memulai terekspos.
"Hah ?, Wae ?... kan Donghae dan Siwon Hyung juga namja..",
"Iya tapi Kami kan bisa tergod— ahh.. anni.. maksudku…", Donghae melirik Siwon seperti mencari bantuan untuk menjelaskan ke namja polos, manis dan menggemaskan ini.
"Ehm.. jadi intinya, Hyukkie harus berganti di kamar mandi saja nee.. mulai besok, siapapun itu, yahh.. Sungmin Hyung tidak apa-apa lah, tapi yang lainnya.. termasuk Donghae ataupun Aku.. Hyukkie harus mengganti di kamar mandi.. Arra ?",
"Ahh.. Arraso..", Eunhyuk menganggukkan kepalanya patuh dan segera bergegas ke kamar mandi di sudut ruangan. Penjelasan Siwon memang lebih dewasa dan mudah dimengerti oleh namja dengan tipe seperti Eunhyuk.
"Hampir saja, Kau bodoh Lee Donghae, Kau pikir apa yang ada dipikirannya ketika kau mengatakan tergoda ?".
Donghae membenarkan perkataan Siwon, ia juga bingung dengan mulut nistanya. Karena menjaga imej, Donghae hanya mengalihkan wajahnya.
"DONGHAE AMBILKAN HANDUK STROBERY KU", dari dalam kamar mandi suara Eunhyuk terdengar di telinga Donghae.
"SHIREO !, Ambil sendiri, Kenapa menyuruhku eoh..", awalnya Donghae cuek saja, ia bergumam bembari memainkan smartphonenya dengan nyaman tanpa berpikir terlebih dahulu.
"LEE DONGHAE DUMB !", Bentakan Siwon membuat Donghae mendongakkan kepalanya dan juga dibarengi dengan bunyi..
.
GREEEK
.
Pintu kamar mandi sedikit bergeser dan terlihat kepala Eunhyuk yang menyembul, kulit lehernya sedikit terekspos dan sepenglihatan Donghae maupun Siwon sudah dipastikan tidak ada kain yang membalut kulit pucat Eunhyuk.
"CHANGKAMAN !.. Tunggu.. jangan keluar, Aku ambilkan handukmu.. tunggu nee.. jangan keluar", Buru-buru Donghae meraih handuk yang diletakkan Eunhyuk di luar kamar mandi dan memberikannya pada Eunhyuk seraya menarik untuk menutup pintu kamar mandi tersebut.
"Aku bisa gila sungguh.. Ahh.. Umma, Kenapa Hyukkie begitu bodoh", Donghae meraup wajahnya dan segera bergegas ke bed tempat yang ia duduki sebelumnya.
"Kau perlu mengawasinya ekstra", Donghae menatap Siwon, kali ini berbeda dengan tatapan benci yang biasanya selalu ia perlihatkan.
"Aku selalu melakukannya, brengsek",
"Tunggu.. jangan bilang, Kau memang belum pernah melihat tubuh polos Eunhyuk..",
"MWO ?",
"Aku benar kan ?", seringai Siwon tercetak pada bibir tampannya.
"Memangnya Kau pernah ?",
"Ha..ha, Kau mengajakku bercanda eoh ?, Apa mungkin Aku akan angkat bicara jika tidak pernah ?",
"KAU !",
"Sayang sekali ya kalau belum pernah.. Kau tahu Hae.. sangat bersih, putih dan uhhh.. kedua soft pink di—",
.
Sruuuuk
.
Donghae meremat biscuit yang menjadi salah satu menu hidangan dari Ummanya dan memasukkan ke mulut Siwon.
"Uhhhuuuk~",
"Sekali berbicara kotor, kupastikan gigimu akan tanggal beberapa",
"Ya ! Ya !,Kibum benar.. Kau tak pernah berubah, masih pemarah seperti terakhir kali saat Kita masih berteman", gumam Siwon dengan pandangan menerawang kosong.
"Heh.. Ya, terakhir kali.. yang masih kuingat adalah berita mencengangkan itu.. Ahh.. Aku jadi mengingat Kibum, dimana namja cantik itu.. terakhir kali Dia menghubungiku dan mengatakan sedang bersama Minho yang baru-baru ini ku ketahui ternyata ia masihlah namja berumur tidak lebih dari dua tahun dan yang lebih membuat telinga ini hampir lepas mengetahui bahwa bayi itu adalah hasil namja brengsek, penipu, pengecut yang sekarang ada di depanku".
"Kenapa Kau begitu yakin bahwa Aku penipu dan pengecut walaupun ku akui Aku brengsek",
"Kau menyebutkan nama Kibum, dan kuyakini Kau mengingatnya dengan baik, Lalu Kenapa mendekati Eunhyuk ?, Kenapa Kau seolah-olah selalu merebut Apa yang Aku punya ?",
"Kau masih mencintainya ?",
"Choi Siwon jawab pertanyaanku !",
"Atau Kau mulai mencintai Eunhyuk ?",
"Kau memanfaatkannya dan membuangnya Choi… Harusnya ia bersamaku dan ia akan aman",
"Lalu Eunhyuk bagaimana ?", pertanyaan Siwon menghentikan percakapan bodoh antar keduanya.
"Eunhyuk dia denganku dan baik-baik saja, jangan dekati dia.. Kau hanya akan menariknya, merebutnya dariku, membuatnya jatuh padamu kemudian meninggalkan dengan bekas yang hidup sama seperti Kibum",
"Heh.. Kau siapa ?, bahkan Kibum bukan milikmu.. sekalipun sekarang adalah Eunhyuk, Kau bukan pemiliknya, Hae",
"Dan Kau selalu datang di saat-saat seperti ini.. saat Aku belum bisa menjadikan sesuatu itu milikku dan tiba-tiba Kau merebutnya",
"Ha..ha, Kau seperti anak kecil Hae, finalnya Aku tahu.. Kau terlalu salah paham denganku, Kita sudah saling mengenal lama kawan.. Aku tahu objek yang selama ini Kau ceritakan itu mana dan siapa.. harusnya sebagai teman, Kau tahu motifku tentang Eunhyuk.. Dan asal Kau tahu, Kibum dan Minho baik-baik saja denganku... Walaupun Aku brengsek, Aku bukan orang yang menelantarkan Istri dan anakku".
"MWO ?.. is—istri ?".
.
.
~TBC~
.
.
Guys, Tidak ada kata lain yang pantas saya berikan selain maaf. Lama ya ?, bangeeeet kan. Udah gitu chap kemarin juga dikit.
Ehm, tapi ada kabar bahagia.. SAYA SUDAH SELESAI UAS, UAP, atau apalah yang harus mengalihkan perhatian saya dari FF ini dan sekarang karena lagi LIBUR, Seminggu sekali Update.. Ingetin saya kalo nggak update, marahin saya juga nggak papa.
Tapi ini, chap 7 udah kelar, minggu depan chap 8, tagih ke saya kalo saya bohong.
Thanks to : mankhey, Rigletz, haeveunka, Lala, Agriester Manik Jewel, haehyuk86, Nakamichan, siti sisun, Namekeysha nada, ren, fitri , HHSHelviJjang, nemonkey, aiyu kie, naehyuk, Wonhaesung Love, nanaxzz, cho w lee 794, HAEHYUK IS REAL, Anik0405 , peachpetals, reiasia95, , isroie106, wildapolaris, danactebh, jewel0404, ChoYenie94 , she3nn0 , Min Hwa, Etoilepolarise, lee ikan, dekdes , ranigaem 1 , yesaya mei , nurul p putri .
Satu masalah selesai muncul lagi yang lain, alasan Donghae mukul Kyu, Siapa Kibum dll akan saya bahas di chap depan. Review lagi ya guys !.
Saya juga punya FF baru "Monster in Me", Read and Review ya guys. Saya juga mau ngingetin, dari semua FF saya yang ada YAOI SEMUA, jadi kalo ada readers yang nggak terima idolanya saya pairkan sesama jenis, mending jangan baca FF saya. Dari pada koment nya nggak enak dan memancing reviewers lain untuk bertengkar.
Thanks, :*
