Hold me
Cast :
Super Junior Member
(Lee HyukJae)
(Lee DongHae)
and some cast from another group
Pair :
Actually HaeHyuk (YAOI)
Rate :
T
Genre :
Romance
.
.:. Hold Me .:.
.
"Bagaimana sekolah kalian ?",
"Aku baik Ahjushi… belum sekalipun Aku masuk ruang BK", Jawab namja manis bersurai kemerahan dengan semangat, sedikit jahil ia melirik namja dengan kemeja tampan di sampingnya, seperti menyombongkan diri lebih tepatnya.
"Itu tandanya Kau tidak bisa bersosialisasi, memangnya ke BK hanya untuk siswa yang melanggar saj—",
"Aku rasa iya, siswa-siswa bandel yang sering bertengkar dan melanggar peraturan sepertimu",
"YA !.. Hyukkie, kalimatmu seperti Aku sudah sering saja masuk ruang nista itu..",
"Memang iya kan Hae.. Kau memukul kekasihnya Sungmin Hyung kemarin",
"Kau pikir untuk siapa Aku memukulnya hah ?", Donghae bertanya dengan sedikit emosi tanpa sadar pertanyaannya juga menimbulkan pertanyaan lain bagi beberapa orang yang tengah duduk menikmati makanan mewah di salah satu restaurant ini.
"Memang untuk Siapa ?", Giliran Ummanya yang bertanya.
"Untuk anak manja ini lah", Donghae melirikkan matanya pada namja manis dengan kemeja soft blue di sampingnya.
"AKU ? / HYUKKIE ?", Eunhyuk, Appa juga Umma Donghae bertanya dengan panggilan obyek yang berbeda, namun maksudnya sama.
"Hmm..",
"Bagaimana bisa ?", Ummanya penasaran lanjut.
"Aku ingin melindunginya..",
"Melindungiku ?, malahan Kau membahayakan nyawa orang lain, babo. Iya kan Ahjuma ?", Eunhyuk mencari pembela.
"Iya sayang, Aku tidak tahu Kenapa bisa anakku seperti setan begitu..", Eunhyuk menjulurkan lidahnya bangga akan jawaban pembelanya.
"Ya ! Kau !, Siapa yang akan menjamin Kau tak menangis ketika melihat fotomu dipelukan si brengsek Siwon tertempel di seluruh madding sekolah kalau Aku tak menghancurkan kamera sialan itu",
"Buktinya tidak kan ?.. Kau hanya salah paham saja waktu Siwon hyung memelukku, Kau berpikir Krystal sengaja memfotoku kan ?",
"Nde.. memang demikian",
"Lalu Kenapa yang Kau pukul Ketua tim redaksi ?, Kenapa bukan Krystal ?.. jangan-jangan karena Krystal juga mantanmu ?",
"Ya !.. Ya !.. Oke Aku tahu Aku salah.. tapi Kau tidak perlu juga sampai benar-benar berpelukan dengan Siwon seperti waktu itu", Tegas Donghae yang hanya mendapatkan gelengan kepala dari sang Appa.
"Hyukkie, menyukai Siwon ya ?", tanya Heechul dengan santai.
Eunhyuk tersenyum tanpa tahu harus menjawab apa, apa benar ia suka dengan Siwon. Wajahnya memanas sampai ke telinga. Donghae yang melihatnya entah kenapa merasa tidak suka, bukankah semburat merah dari Eunhyuk harusnya hanya untuk dirinya, gila saja, memang dasarnya apa.
"Lihat !… Lihat !, sebenarnya apa yang Umma ajarkan pada Hyukkie.. Kenapa ia menjadi centil begitu sih ?",
"YA !".
Akhir pekan yang indah untuk keluarga Lee ini, mereka menghabiskan sat night dengan makan malam keluarga yang diisi candaan dan aduan-aduan konyol dari anak-anak mereka. Eunhyuk lebih banyak tertawa akhir-akhir ini, ia tidak banyak berdebat dengan Donghae. Tapi ia sedikit memikirkan, dimanakah Tiffany sekarang. Bukan berarti ia rindu teroran dan caci pedas dari yeoja chingu Donghae, setidaknya ia belum tahu jika pasangan itu telah putus dua hari yang lalu.
"Donghae antarkan Aku ke toilet", Tanpa menjawab dan menunggu perintah lanjutan, Donghae menarik diri dari tempat duduknya dan berjalan beriringan dengan tangan yang melilit pinggang Eunhyuk.
"Kau tahu sesuatu kan yeobo ?",
"Sama dengan yang sedang Kau pikirkan Heenim", Jawab Hanggeng sekenanya.
"Kemarin saat Donghae mengunci Hyukkie.. itu.. ehm.. Aku rasa..",
"Donghae mengusap bibirnya saat Kau tanya Kenapa bibir Eunhyuk berdarah", dengan enteng Hanggeng menjelaskan apa yang ia lihat, melihat dari sudut pandangnya, kita jelas tahu apa yang diketahui Hanggeng.
"Lalu ?",
"London..",
"Kau yakin Hannie ?", Anggukan tanpa suara lah sebagai jawaban atas pertanyaan sang istri.
"Kau tahu bukan jika akan ada yang terluka?", lanjut sang istri.
"Sesuatu yang salah harus diluruskan dan Aku harap Kau tak menghalangiku untuk meluruskannya",
"Tapi..",
"Jangan membahas ini Heenim, anak-anak akan mendengar nanti".
.
.
Donghae menunggu Eunhyuk yang memasuki salah satu toilet di depan wastafel, kalau dipikir-pikir ia seperti pengasuh atau bahkan bodyguard Eunhyuk saja. Bunyi pintu terbuka membuat Donghae berbalik karena ia pikir itu Eunhyuk.
"Sudah ?",
"Hae..",
Suara ini bukan milik Eunhyuk dan yang jelas perawakan yang hampir sama dengan Eunhyuk itu bukanlah milik Eunhyuk. Manis memang, tapi berbeda dengan Eunhyuk.
.
Cklek
.
"Donghae Aku sudah..", Eunhyuk keluar dari pintu samping seorang namja yang tadi menyebut nama Donghae. Kalau muncul sapaan, tafsiran Kita tentu orang itu pasti saling mengenal. Eunhyuk melilitkan lengannya pada milik Donghae.
"Kau lupa padaku ?... Aku Kibum, Hae",
Eunhyuk menatap namja yang berdiri di depan Donghae dengan sedikit bingung. Donghae hanya diam, ia tidak tahu harus mengeluarkan kata apa.
'Kenapa Kau muncul lagi…',
Jelas akan salah jika kalimat itu yang keluar.
'Bagaimana kabarmu ?',
Bukan pertanyaan tepat di suasana canggung seperti saat ini.
Atau yang paling parah 'Tentu Aku mengingatmu, Kau kan kekasihku…', Bodoh bahkan obyek yang sempat Siwon dan ia singgung kemarin dengan jelas telah disebutkan statusnya oleh Siwon.
'Bodoh… Dia bukan kekasihku lagi',
"Donghae..", Eunhyuk menggoyangkan lengan Donghae dan barulah Donghae tersadar dari lamunannya. Eunhyuk menatap sekilas namja yang sepertinya mengenal Donghae dengan pandangan canggung karena asing. Eunhyuk mengambil tindakan cepatnya dengan menyadarkan Donghae, mengingat Donghae yang seperti menikmati lamunannya.
"Astaga.. Baby, Kenapa Kau membasahi kalungmu ?.. Apa sih yang Kau lakukan di toilet ?", Nada Donghae dibuat panik. Ia terlalu bingung untuk mengeluarkan kata apa untuk kekas—, ehm bukan lagi sepertinya sehingga sasarannya kini hanyalah Eunhyuk.
"Aku tidak sengaja membasahinya..",
"Aish.. Apa yang Kau lakukan sampai kemejamu basah begini ?", Eunhyuk menggelengkan kepalanya, ia sedikit malu di depan orang asing begini. Kibum, orang itu hanya terdiam masih menunggu reaksi Donghae. Eunhyuk yang tidak tahan dengan suasana ini mendekatkan bibirnya ke telinga Donghae.
"Hae, sepertinya hyung itu mengenalmu.. Kalian berteman kah ?", walaupun ini bisikan tapi masih terdengar sampai Kibum dan Kibum hanya tersenyum melihat tingkah namja manis yang melakukannya.
Donghae menggelengkan kepalanya, jelas ia berbohong. Eunhyuk berekspresi lucu dan melihat Kibum ulang dari kepala sampai kaki.
"Apa Kau kekasihnya Donghae ?", pertanyaan yang sering Eunhyuk dengar tentunya, tapi entah kenapa Eunhyuk tidak terima dengan kenyataan pada namja di depannya yang mengenal Donghae.
"Huum..", gila.. Eunhyuk benar-benar menganggukkan kepalanya, Donghae mengangkat alisnya kepada Eunhyuk dan Eunhyuk kembali mendekatkan bibirnya kepada Donghae untuk berbisik.
"Apa tidak apa-apa Hae Aku mengatakan demikian, sepertinya Kau tidak ingin berbicara dengannya… Atau jangan-jangan dia kekas—",
.
Chup
.
Kepala Donghae menoleh tepat sebelum Eunhyuk mengakhiri kalimatnya dan begitu Donghae menoleh bibirnya bertemu dengan bibir Eunhyuk yang mengerucut karena ingin mengucapkan kata lanjutan.
"Jangan cerewet sayang !.. Ayo Kita keluar !", Donghae menggandeng tangan Eunhyuk dimana saat Eunhyuk kosong dari kesadarannya, keadaan dimana jantungnya tidak mau tenang. Tindakan nekat Donghae hanya untuk terbebas dari Kibum yang saat ini tengah menampakkan muka datar dan senyum misterius.
Donghae dan Eunhyuk berbalik dan
"Umma…", Donghae menemukan bayangan Ummanya di depan pintu utama toilet.
'Shit !, Apa Umma melihat… tidak-tidak pasti tidak, Aku membelakanginya jadi tidak akan terlihat… tapi mungkin saja juga…',
"Kenapa kalian lama sekali, Appa dan Umma sudah terlalu lama menunggu", Ummanya juga merebut tautan lengan Eunhyuk darinya.
"Hyukkie Kenapa basah begini ?", Donghae percaya bahwa Ummanya memang melihat, Ummanya menghindari kontak mata dengannya.
"Umma Ak—aku tadi han—hanya…",
"Ayo cepat Kita kembali ke meja makan, Appa sudah menunggu", tanpa menunggu penjelasan Donghae, Ummanya berjalan dengan Eunhyuk yang masih sibuk untuk menenangkan jantungnya.
.
.:. Hold Me .:.
.
~Polarise SHS~
"Hyung, Kau yakin ingin ikut pelajaran olahraga ?",
"Iya Kai, Aku juga ingin bermain bola bersama kalian",
"Tapi kan…",
"Gwanchana, masa iya nilai olahraga ku kosong terus..",
"Bukan begitu, Donghae hyung nanti ak—",
"Jangan mengatakan padanya, Oke ?", Eunhyuk megerlingkan matanya diakhir, buru-buru ia menyusul Taemin yang berjalan ke ruang ganti. Walaupun hanya pada orang-orang ini saja Eunhyuk mulai akrab, tapi setidaknya ada peningkatan.
.
"Hyung, sebaiknya Kau jangan di sini…",
"Waeyo ?.. Aku kan juga ingin bermain basket..", Kai memutar matanya, bukan karena ia tidak mengizinkan Eunhyuk dengan alasan Eunhyuk tidak mempunyai kemampuan, ia hanya ingin menyelamatkan Eunhyuk dari tatapan bingung serta kaget dari teman-temannya, pasalnya ini pertama kali Eunhyuk terjun ke lapangan dan memegang bola berwarna oranye itu.
"Kau tidak lihat siapa saja yang ada di lapangan ini… lihat itu, Chansung, Taecyeon, Changmin.. mereka semua tinggi besar hyung, Kau tak takut apa terpental ?", Eunhyuk langsung menciut begitu melihat bagaimana bicep dan otot lain yang terbentuk dari namja yang disebutkan Kai barusan.
"Sudahlah, Hyung bermain dengan Taemin dan Krystal saja di sana.. Nee ?", Kai sampai harus berakting seperti seorang yang menasehati anaknya, sampai ia berpikir, 'apa ini yang selalu Donghae hyung lakukan, hahh… betapa melelahkannya'.
Eunhyuk menyetujui nasehat Kai, di bawah terik matahari siang yang panas Eunhyuk terlihat kelelahan, bahkan sangat. Ia telah melakukan pemanasan berlari beberapa menit dan melakukan passing kecil, namun karena Eunhyuk tidak terbiasa, wajar jika nafasnya saat ini sedikit memburu.
"Krys, Hyukkie Hyung, Ayo Kita istirahat !.. Aku lelah.. hossh..", Ajakan Taemin langsung disetujui begitu saja oleh kedua temannya. Taemin berjalan ke sisi lain dan mengambil kaleng minuman segar yang telah ia siapkan sebelumnya, kemudian berjalan lagi mendekati Eunhyuk dan Krystal yang mendudukkan diri di bawah pohon besar. Taemin berjalan dengan santai tanpa tahu jika dibawahnya ada bola yang menggelinding dan..
.
BRUG
.
"OMOOOO..", Taemin berteriak ketika keseimbangannya tericuhkan.
.
JDUG
.
"HYUKKIIE !", Giliran Krystal yang berteriak heboh, ia melihat kejadian tanpa jeda ketika Taemin terjatuh dan kepalanya menubruk wajah Eunhyuk, kelihatannya tidak begitu keras. Tapi bukan itu yang menjadi poin Krystal berteriak. Kejadiannya begitu cepat, ia melihat bagaimana tetesan pertama cairan pekat keluar dari hidung Eunhyuk menuju tanah tempat mereka berpijak.
.
"YA ! TAEMIN.. APA YANG KAU LAKUKAN ?",
.
"TAEMIN, KAU GILA, KAU MELUKAI EUNHYUK..",
.
"TAEMIN, MATAMU DIMANA HAH ?, LIHAT EUNHYUK BERDARAH KAN..",
.
Dan masih banyak pernyataan lainnya yang melukai hati Taemin, sungguh ia berani bersumpah itu tadi tidak keras, mereka seperti hanya bersentuhan biasa. Taemin ingin menangis, telinganya panas mendengar kemarahan teman-teman padanya, di sisi lain ia juga khawatir melihat Eunhyuk dengan tangan yang dipenuhi darah yang mengalir dari hidungnya.
Keadaan Eunhyuk sungguh sangat mengkhawatirkan, bahkan ia menangis saat ini, bukan karena rasa sakit tapi karena ia melihat telapak tangannya penuh cairan yang ia benci dan sungguh ia tidak tahu apa yang harus dilakukan selain menangis.
"Hikss.. Donghae.. hikss", Eunhyuk bergumam lirih sembari menangis dan menoleh kepada Krystal. Seakan tahu apa yang harus dialakukan Krystal segera berteriak,
"KAI CEPAT PANGGIL DONGHAE SUNBAE !".
.
.
"Aku malas melihat Park seongse, coba yang ada mengajar Kim seongse.. Ahh, telingaku kupastikan siap",
"Bukan telinga !, tapi matamu yang tidak bisa berhenti menatap bokong seksinya",
"Ha..ha, naluri namja hyung, masa iya seorang Donghae menyukai Park seongse… yang ada dia menjadi saingank—",
.
BRAK
.
"Mwoya ?",
"Siapa sih tidak sopan membuka pintu ?",
Donghae tidak jadi meneruskan perbincangannya dengan Sungmin, perhatiannya teralih pada seseorang yang dengan brutalnya membuka pintu dan lebih hebatnya dia masihlah junior semua siswa yang ada di kelas ini.
"DONGHAE HYUNG !... hoossshh".
Semua mata menatap ke arah Donghae, begitu pula Donghae menggerakkan telunjuknya kepada dirinya sendiri seakan bertanya 'Aku ?'. Walaupun Donghae mengenal hoobae yang meneriakkan namanya ini, tapi ia belum tahu maksud dari teriakan tersebut.
"Hossh.. Hyuk—Hyukkie hyung.. hoossh", Kai belum menyelesaikan penjelasannya, namun seperti mendapatkan mandat kilat Donghae beranjak dari kursinya dan berlari keluar.
.
.:. Hold Me .:.
.
"Apa yang sebenarnya Kau pikirkan, hah ?", Donghae tidak berteriak, belum lebih tepatnya. Matanya menatap penuh khawatir pada namja yang berbaring dengan beberapa tisu yang sukses berwarna merah yang tentu kita tahu alasannya kenapa. Lelehan air mata masih jelas membekas di pipi namja manis ini, ia takut melihat kilatan kemarahan di mata Donghae.
"Siapa yang mengizinkanmu mengikuti pelajaran gila itu ?", Kembali Donghae bertanya dengan marah walaupun tangannya dengan cekatan mengganti tisu pada hidung Eunhyuk. Eunhyuk menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri dengan mata menggemaskan sebagai jawaban.
"JANGAN BERGERAK-GERAK.. Darahnya tidak mau berhenti..", Bentakan kesekian kalinya yang Eunhyuk dengar dari Donghae. Kini ia semakin mndelik takut.
"Sebenarnya Apa sih maumu Hyuk, Kau kan sudah tahu kalau tidak boleh lelah, tapi malah mengikutinya ?, Siapa yang menyuruhmu ?, Siapa yang memperbolehkanmu ?", Eunhyuk menutup matanya dan reflex air mata yang terbendung keluar dengan miris dari kedua mata indahnya.
"Jawab Aku !.. Jangan diam saja !",
"Hikss.. Ak—aku.. hanya ingin saja...hiks..",
"APA SEMUA YANG KAU INGINKAN AKAN SELALU BERJALAN BAIK-BAIK SAJA ?",
"Hikss.. mian.. Hae..", Eunhyuk terisak pedih.
"Lihat semua orang jadi mengkhawatirkanmu, semuanya menyalahkan Taemin padahal ia tidak bersalah.. Ini semua karena Kau sendiri yang membandel..",
"Arra Hae.. hikss.. mian..hikss..",
"Berhentilah membuatku khawatir Hyuk, Kau sudah besar..",
"Mian.. Hyukkie.. hikss.. merepotkan",
"Memang dan selalu… Aku akan memberitahukan ini kepada Umma",
"Andwae.. hikss.. Jangan Hae.. hiks..", Eunhyuk menggelengkan kepalanya dan mencengkeram telapak tangan Donghae sembari diikuti isakan kecil.
Donghae membuang mukanya menghindari wajah memelas Eunhyuk, andai ia membawa smartphonenya pasti ia mengabadikan moment ini. Betapa ia ingin merengkuh Eunhyuk yang menggemaskan seperti ini dalam pelukan hangatnya, tapi ia tahan karena ia ingin Eunhyuk jera dan takut pada kata-katanya.
"Hiks.. Donghae marah ya ?", Donghae hanya diam memandang keluar jendela. Eunhyuk terisak dengan terus memegangi telapak tangan Donghae erat, seperti tidak mengizinkan Donghae untuk beranjak dari tempatnya.
"Donghae~.. hikss.. peluk..", Nada Eunhyuk dibuat manja, tangannya menggoyang-nggoyangkan telapak tangan Donghae supaya Donghae mau menatapnya.
"SHIREO !",
"Wae ?.. hikss.. Ak—aku sudah minta maaf… hikss..",
"Pokoknya Aku tidak mau memeluk anak yang sulit dibilangi sepertimu",
"Biar Aku yang memeluknya",
Donghae dan Eunhyuk mengalihkan pandangan mereka pada dua orang yang baru saja memasuki ruang rawat Eunhyuk. Salah satu yang tadi bersuara tersenyum lembut ke arah Eunhyuk, senyum yang memang biasa ia berikan untuk namja manis bersurai kemerahan ini. Siwon, tentu dia, siapa lagi namja tampan yang dekat dengan Eunhyuk selain Donghae dan Siwon.
"Hyukkie, Apa sakit ?.. Kenapa sampai menangis juga ?", Sungmin salah satu namja lain yang masuk dengan Siwon bertanya khawatir pada Eunhyuk.
"Hikss.. Donghae membentakku.. hikss..",
"Jinja ?.. Uljima.. Dia memang jahat", Sungmin menyentakkan tangan Donghae yang Eunhyuk tauti dan menggeser posisi Donghae sehingga kini Sungminlah yang ada di samping Eunhyuk. Tangannya tergerak menyeka air mata Eunhyuk dan sesekali mengusap lelehan yang nampaknya mulai surut dari hidung Eunhyuk.
"Hyung.. hikss.. Dia juga tidak mau memelukku.. hikss..", Donghae memutar bola matanya mendengar aduan Eunhyuk yang terdengar konyol pada Sungmin.
Siwon bergerak maju mendekat pada Eunhyuk dan sedikit merentangkan tangannya,
"Sini dengan Siwon Hyung saj—"
.
BRUG
.
"UHH..",
.
SREEK
.
"AWW..!",
.
~Sluuurp
.
"ASTAGAA.. DONGHAEEE !",
Kejadiannya begitu cepat, Sungmin melebarkan matanya diikuti tangan yang menutupi mulutnya yang terbuka. Kaget, pasti iya, Donghae menjegal kaki Siwon, Donghae juga mendorong Sungmin hingga ia jatuh ke lantai dan kepalanya terantuk tiang infus Eunhyuk. Tidak hanya disitu tingkah menantang Donghae, ia menjatuhkan wajahnya tepat dengan bibir yang disatukan dengan milik Eunhyuk, bahkan Donghae sempat menyesap bibir tersebut. Siwon terlihat tidak seberlebihan ekspresi Sungmin. Melihat Eunhyuk yang diam saja, bahkan ia menangkap mata Eunhyuk sempat tertutup sebelum Donghae menyudahi, membuat namja tampan ini berpikir 'ini bukan pertama kali untuk mereka..'.
"KAU GILA LEE DONGHAE", Sungmin berdiri dari lantai tempat ia mendaratkan bokong tanpa disengajanya.
"Aku rasa iya, Aku memang gila", Donghae berbalik dan menghindari mata Eunhyuk yang menatapnya dengan pandangan yang tetap menggemaskan, Donghae menjauhi bed Eunhyuk dan berjalan keluar ruangan.
"Donghae Kenapa Hyung ?", Eunhyuk menatap Sungmin dengan mata berbinar namun penuh kebingungan.
"Ka—Kau.. baik-baik saja ?",
"Huum.. Gwanchana..",
"Tapi—tapi Donghae menciummu Hyuk..",
"Dia sering melakukannya.. ehm.. ini yang mm.. ketiga kalinya kalau tidak salah..",
"MWO ?", Siwon dan Sungmin berteriak bersama, kini Siwon mulai tertarik dengan pembicaraan Sungmin dan Eunhyuk.
"Astagaa.. Playboy itu.. Hyukkie, jangan dekat-dekat Donghae mulai sekarang.. Arraso ?",
"Waeyo ?, Aku tidak mau…",
"YA !. Kau harus mau, dia itu mesu—ahh.. anni.. maksud ku… pokoknya jangan terlalu dekat dengan dia… jangan membantah !".
.
.:. Hold Me .:.
.
"Aku bertemu Donghae, kemarin…",
"Oh ya ? Menurutmu bagaimana Dia ?", sahut cepat namja tampan yang duduk di sebelah namja yang memulai pembicaraan.
"Dia masih sama sepertinya… Aku melihat Dia dengan namja manis, Aku rasa itu kekasihnya",
"Apa Kau cemburu ?",
"SIWON !",
"Wae ?.. Aku pikir Kau masih mencintainya",
"Siwon berhentilah curiga..",
"Apa kurangnya Aku bum ?, Aku mau menerima Minho walaupun Aku tahu Siapa dia dan dari mana asalnya Dia..",
"SIWON STOP !, Dia anakmu..",
"Oh ya.. Benarkah ?.. Ha..ha..ha, Terserah", tidak ada pembicaraan antara Siwon dengan orang yang telah ia sebut sebagai istrinya sebelumnya. Ia memilih meninggalkan sofa sebelum sebuah suara kecil menginterupsi.
"Appa~..", Siwon tetaplah namja loyal yang tidak mungkin bertingkah jahat.
"Ndee jagoan Appa, Ayo Kita tidur lagi..", Siwon mengangkat dan meninggalkan Kibum tanpa menangkap air mata yang menetes dari mata istrinya itu.
.
.:. Hold Me .:.
.
"Lhoo.. Hyukkie Kenapa tidak dimakan ?", Eunhyuk mengangkat kepalanya dengan gelengan, kemudian menunduk lagi. Donghae entah kenapa masih menjaga pembicaraan dengan Eunhyuk walaupun sedari tadi Eunhyuk tidak berhenti mengucapkan kata maaf dalam berbagai Bahasa. Heechul juga tidak sekali menanyai anak manisnya itu.
"Apa Hyukkie ada masalah di sekolah ?, Katakan saja, biar Ahjushi bantu selesaikan..", Eunhyuk mengangkat kepalanya lagi dan menatap tepat di mata Hanggeng.
"Donghae tidak mau memaafkanku Ahjushi… Dia juga tidak mau berbicara denganku..",
"Ck.. Aigoo.. Kau ini bisa-bisanya mendiamkan Hyukkie..", Heechul membuat gerakan akan memukulkan sendoknya pada Donghae.
"Tidak seperti itu Umma..",
"Lalu ?",
"Aku biasa saja..",
"Berarti Hae tidak marah padaku ?", Eunhyuk menghadap Donghae dengan mata berbinar.
"Hmm..",
"Jinja ?", Dan Donghae mengangguk seraya mengunyah makanan dalam mulutnya.
"Gomawo.. ~Chup",
.
TING/TING/TING
.
Bunyi sendok ketiga orang di sana, Heechul, Hanggeng dan juga Donghae terdengar bersamaan jatuh mengenai piring, dentingnya keras karena jatuh tanpa disengaja. Mata mereka sama-sama melebar, disusul dengan mulut di detik yang lebih akhir. Eunhyuk mengecup bibir Donghae, sebenarnya tidak apa-apa bagi Donghae, asal tidak di depan Appa dan Ummanya.
'Mati Aku sebentar lagi…',
Donghae yang tidak tahu berbuat apa hanya menggaruk kepalanya dan meminum air yang sudah disiapkan di gelas sebelumnya. Sedangkan Eunhyuk melahap makanannya dengan santai.
"Donghae ikut ke ruangan Appa setelah makan..",
"Ndee Appa..".
.
.
Setelah menyelesaikan makan malamnya Eunhyuk berbincang sedikit perihal sekolah kepada Heechul, ia merasa nyaman jika bercerita dengan yeoja satu ini, seperti dengan Ummanya sendiri menurutnya.
"Eh… ini Apa Ahjuma ?", Eunhyuk mengangkat kertas kecil yang sepertinya undangan dengan desain robot-robot khas apa yang disukai namja.
"Ehm.. Coba Kau buka, sayang",
"Eh.. ini undangan ulang tahun Ahjuma… tapi Kenapa seperti undangan anak kecil ya… ehh.. ini juga ada namaku dan nama Donghae, tapi… Siapa Choi Minho itu…", Eunhyuk membaca undangan mini tersebut, dari mulai siapa yang dituju dan siapa pengirimnya.
"Apa Dia temannya Donghae ?, Tapi kenapa mengundangku juga",
"Coba tanyakan pada Donghae sayang… Kapan acaranya ?",
"Besok..",
"Palli tanyakan pada Donghae !".
Eunhyuk berjalan menelusuri tangga menuju kamar Donghae di lantai atas yang bersebelahan dengan kamarnya. Tanpa mengetuk dan permisi, ia membuka dengan semangat handle pintu kamar tersebut.
.
CKLEK
.
"Donghaeeee !",
"YA !.. AISH.. Aku sedang ganti baju", Eunhyuk terdiam namun tidak mengalihkan matanya dari Donghae yang sedang melepas kaos hitamnya. Eunhyuk jelas melihat bagian tubuh atas Donghae, walaupun dengan cepat Donghae membelakanginya.
"Tubuh Donghae bagus..", Komen positif Eunhyuk membuat Donghae berbalik dan jelas Eunhyuk bisa melihat bagian depan tubuh Donghae, dengan sengaja juga Donghae memakai kaos gantinya di depan Eunhyuk, seperti menyombongkan diri.
"Memang.. tubuhku bahkan lebih bagus dari Siwon.. Wae ?, Suka dengan yang Kau lihat, princess ?",
"Ehm.. Tapi Donghae lebih pendek dari Siwon.. hi..hi..hi",
"YA !, Aish..cepat katakan ada apa ke kamarku, Aku mau belajar",
"Ishh.. Jahatnya.. Donghae ayo Kita membeli kado..",
"Untuk apa ?, Untuk siapa ?",
"Ehm.. Kita diundang di ulang tahun seseorang, Aku pikir dia temanmu, tapi anehnya Aku juga diundang",
"Siapa ?",
"Choi Minho..",
"MWO ?", Donghae tidak salah dengar karena suara Eunhyuk lumayan jelas di telinganya.
"Hmm.. Dia teman Donghae ?.. Apa dia juga mengenalku ?",
"Kita tidak usah datang !",
"Wae~ ?.. Kita kan sudah diundang..",
"Pokoknya tidak !",
"Tapi Hae.. Aku ingin datang, ini pertama kalinya Aku diundang di Ulang tahun seseorang",
"Kau akan menyesal setelah tahu siapa dia..",
"Pokoknya Kita harus datang, Aku mau tahu bagaimana rasanya pesta Hae.. Nee ?... Nee ?.. Hae~.. Nee ?", Eunhyuk merengek sembari menarik-narik akos Donghae seperti anak kecil.
"Ahh.. terserah-terserah".
.
.:. Hold Me .:.
.
Dalam waktu tidak lebih dari 24 jam, membuat Eunhyuk berpikir keras tentang hadiah apa yang diberikan kepada sosok Minho yang sama sekali belum ia tahu siapa dan juga usianya. Menurut Eunhyuk hadiah yang diberikan kepada Minho akan membuatnya malu, karena itu pilihan Donghae. Bukan..bukan masalah jika Donghae yang membeli, yang menjadi masalah karena anehnya pilihan tersebut sampai membuat Eunhyuk berteriak "INI HADIAH ANAK KECIL HAE, APA KAU BODOH" ketika di play store. Donghae juga tidak mau mengalah dengan memberikan ancaman membatalkan undangan jika Eunhyuk tidak menurut. Terpaksa Eunhyuk harus menurut bahkan saat sudah sampai di tempat pesta ini marahnya juga belum reda.
"Kau sengaja ya ?", Tanya Donghae dengan memegang kedua bahu Eunhyuk.
"APA ?", tanya keras Eunhyuk membuat beberapa orang yang datang dengan anak-anak mereka menatapnya aneh.
"Sayang jangan berteriak… Aigoo.. bibirmu imut sekali ya, Mau Hae cium ?",
"YA !", Eunhyuk mendahului jalan Donghae dan masuk ke tempat megah ini semakin dalam. Di depan pintu utama tempat tumpukan hadiah-hadiah, tiba-tiba ada yang menghadangnya. Bukan Siwon tentu saja, bahkan tingginya masih di atas lutut lebih sedikit dari milik Eunhyuk. Tampan, walaupun kisaran usianya masih 3 tahunan menurut Eunhyuk. Tangan anak kecil ini menengadah, Eunhyuk bingung, apa mungkin ini anak salah satu tamu undangan, atau jangan-jangan anak ini mau meminta permen.
"Huh… Hyukkie tidak membawa permen adik kecil..", tapi tangan anak ini masih menengadah.
"Eothokae ?..",
"Chaa~… Saenggil Chukhae Choi Minho…", Tiba-tiba Donghae datang dan menyamakan tinggi pada namja kecil di depan Eunhyuk ini, beberapa detik kemudian Donghae memberikan kado yang telah dibungkus rapi dengan kertas motif robot khas anak-anak.
"Ce—Choi.. Min—ho ?",
"Hm.. Iya, Dia CHOI MINHO", Donghae menekankan perkataannya dengan wajah penuh kemenangan. Eunhyuk hanya melongo dengan menggemaskan.
"Ahh.. ternyata kalian datang Donghae… Eunhyuk-ah..",
Tidak cukup untuk keterkagetan Eunhyuk mengetahui siapa Choi Minho sebenarnya, kini dua orang berjalan ke arahnya. Satu namja tampan yang sangat ia kenal, namun satu lagi yang membuatnya dengan cepat menautkan lengannya pada Donghae, seakan namja manis yang pernah ia temui di toilet dan bahkan menyapa kehadirannya barusan akan merebut Donghae.
"Good job, chagi~", Donghae menatap Eunhyuk sekilas, ia sedikit menyeringai melihat arah mata Siwon ke tautan tangannya dengan Eunhyuk.
"Ndee.. tentu saja kami datang, Selamat ulang tahun untuk anakmu, CHOI Kibum...", Donghae meninggikan marga yang sangat benci untuk ia sebutkan. Eunhyuk memutar bola matanya, seperti tengah berpikir.
"Haa.. Hyung ini adiknya Siwon Hyung ya… dan Minho itu keponakan Siwon Hyung ?", Tanya Eunhyuk penasaran dengan nada yang bersahabat.
"Ndee", Siwon menjawab cepat sebelum Kibum, ia juga sempat mengerlingkan matanya pada Eunhyuk.
"Ck..", Kibum memicingkan mata dan berdecak keras pada Siwon, bisa-bisanya suaminya ini di depannya.
"Annio..", Kibum menjeda ucapannya, entah kenapa tangan Donghae seperti bersiap melakukan sesuatu.
"Minho itu anakku… dan Siwon itu… suamiku",
.
HAP
.
Tepat saat Kibum menyebutkan status Siwon, tangan Donghae menutup bibir Eunhyuk yang melebar, seakan ia tahu sebelumnya seperti apa ekspresi kekagetan Eunhyuk.
"Terkejut ya ?", Donghae berbisik pada Eunhyuk secara mesra, sedikitnya ia ingin membalas mantan kekasih dan teman yang sudah menusuknya dari belakang itu melalui Eunhyuk. Tidak ada maksud memanfaatkan Eunhyuk menurut Donghae, karena baginya ia juga menikmati tindakannya pada Eunhyuk selama ini.
"Sayang.. Kau harus cepat lulus Nee.. supaya Kita bisa cepat-cepat menyusul mereka..", Donghae memindahkan tangannya dari bibir Eunhyuk yang sudah tertutup ke pinggang Eunhyuk, memperlihatkan jika mereka adalah pasangan.
"Melihat Minho Aku jadi ingin cepat-cepat mempunyai anak, tapi Aku masih cukup waras Kapan waktu yang tepat untuk membuat anak, benarkan Hyukkie chagi ?", Donghae sengaja menyindir pasangan di depannya ini, selain itu Siwon juga dikagetkan oleh Eunhyuk yang ikut mengiyakan ucapan Donghae tanpa tahu sebenarnya Eunhyuk belum sepenuhnya bangun dari keterkejutannya.
"Ha..ha.. memangnya kalian sepasang kekasih apa ?", Siwon menyeringai.
"Kau tidak tahu ya… Kita kan memang pasangan, iya kan Hyukkie ?", sekali lagi Eunhyuk mengangguk, kalau yang ini Donghae terlihat memanfaatkan Eunhyuk.
"Hentikan perdebatan kalian… Hyukkie, ayo masuk ke dalam denganku, biarkan Donghae dan Siwon berbincang..", Eunhyuk menurut ketika ia dituntun Kibum untuk mengikutinya dan Donghae membiarkan tangannya terlepas dari pinggang Eunhyuk dan membiarkan Eunhyuk berjalan dengan Kibum.
"Aku rasa sedikit alcohol akan menjernihkan pikiranmu dan mengampuni kebohonganmu…", Siwon berujar santai sembari mengambilkan Donghae cairan bening yang baru saja disebutkan.
"Aku tidak minum",
"Oh ya.. Kau ingin beralasan apa.. menyetir ?.. Kulihat tadi kalian datang dengan Taxi.. Atau Kau tidak bisa minum, pe..nge..cut ?",
.
SEET
.
GLUK..GLUK..GLUK
.
Cukup tiga teguk cairan bening dalam gelas sedang itu mampu Donghae habiskan.
"Kau puas ?.. Aku tidak minum karena datang dengan Hyukkie dan… bisa-bisanya acara anak-anak seperti ini Kau malah menyediakan alcohol..",
"Aku hanya menyediakan untukmu.. dan Aku rasa Kau juga terlanjur meminumnya..".
.
.
Eunhyuk menikmati waktunya dengan Kibum dan Minho, ternyata namja manis yang sempat membuatnya cemburu akan Donghae itu bukanlah siapa-siapa menurutnya. Di tempat lain Donghae terlarut dalam perbincangan penuh emosi dengan Siwon dan entah sudah berapa banyak gelas yang Donghae habiskan. Waktu semakin larut, membuat Eunhyuk mencari Donghae dibantu dengan Kibum.
"Donghae~ ayo pulang.. Aku mengantuk..", Eunhyuk bergumam manja dari arah belakang Donghae. Dengan sempoyongan Donghae berdiri dari duduknya dan berbalik menatap Eunhyuk dengan mata sayu khas orang mabuk.
"SIWON !.. Apa yang Kau lakukan pada Donghae..",
"Dia sendiri yang ingin mabuk..",
"KAU !", Kibum menghampiri Siwon, ia tidak suka dengan sikap Siwon yang seenaknya begini.
"Huh.. Donghae Kenapa ?", Eunhyuk juga mendekati Donghae, ia juga kaget dengan Donghae yang tiba-tiba memeluknya dan memasukkan kepalanya ke tengkuk Eunhyuk.
"Ehmm… biar Aku antarkan kalian pulang..", tanpa berbicara pada Kibum dan mencoba menjelaskan keadaan, Siwon mengambil alih Donghae dari Eunhyuk dan berjalan ke arah parkiran diikuti Eunhyuk.
.
.:. Hold Me .:.
.
"Tuan Hyukkie… Apa yang terjadi dengan Tuan Donghae ?", tanya bibi Jang khawatir melihat Donghae yang datang dibopongan seseorang dan bau alcohol.
"Molla.. Ahjushi dan Ahjuma mana bi ?", Eunhyuk menjawab dengan nada khawatir juga ia tidak tahu kenapa Donghae menjadi begini.
"Mereka keluar kota Tuan..",
"Syukurlah.. setidaknya Aku tidak harus menjelaskan kepada mereka", Siwon yang giliran lega. Mencoba bertanggung jawab, Siwon membopong Donghae sampai ke kamarnya, ia juga meminta maaf pada Eunhyuk telah membuat Donghae begini. Dengan sedikit terburu juga ia meninggalkan kediaman Lee tersebut dengan alasan ditunggu Kibum dan Minho. Siwon hanya menjelaskan dengan singkat supaya Bibi Jang tutup mulut perihal Donghae.
"Donghae kenapa ?", Eunhyuk memperhatikan wajah Donghae yang sepertinya tertidur dengan tidak tenang.
"Ki..bum—mmie..",
"Huh.. Aku Hyukkie Donghae.. bukan Kibum Hyung…", Eunhyuk yang duduk di bed bersama Donghae yang tertidur mengelus rambut hitam milik namja tampan itu.
"Hyukk—kkie..", Donghae membuka mata sayunya tepat saat Eunhyuk menyentuh pipinya. Ia mengenggam tangan pucat di pipinya, mata sayu Donghae menatap dalam manik Eunhyuk.
"Hyukkie.. yeoppo.. Ha..ha..ha..",
"Babo !, Kau ini seperti orang gila saj—"
.
GREP
.
Donghae terbangun dan menindih Eunhyuk dengan cepat,
"Wae—waee ?", Eunhyuk sedikit takut melihat seringai Donghae. Donghae juga menatapnya dengan intens.
"Donghae jangan begini, Kau menakutk—"
.
~Chup
.
Sluuurrrp
.
"—kannhh.. mmhhh.. Haeehh… lhepp—phassshh…",
Sayangnya di depan pintu kamar Donghae yang memang sedari terbuka terlihat seseorang yang menutup mulutnya dengan air mata yang tiba-tiba menetes.
.
.
"Apa yang Kau katakan pada Donghae ?",
"Aku mengatakan bahwa ialah yang sebenarnya Appanya Minho".
.
.
~TBC~
.
.
Agak terlambat sih, tapi kan baru update yang Monster in Me. Gak papa lah, lumayan cepet dari biasanya kan ?..
Hayoo.. HaeHyuk nya enaknya ngapain ya tuuh.. ?
Mau dilanjut cepet kan ?
Entar, tunggu review yang banyak dulu.
So ?.
Thanks to : babyhyukee, siti sisun, Wonhaesung Love, Agriester Jewel, jewEFL, lastsweetpoetry, ren, Polarise437, mankhey, Haehyuk, nanaxzz, Anik0405, haeveunka, HAEHYUK IS REAL, Hein-Zhouhee1015, amelyacloudsomnia, Nakamichan, HHSHelviJjang, ChoYenie94, she3nn0, Rigletz, jewel0404, dekdes, Min Hwa, reiasia95, isroie106, danactebh, lee ikan.
Mau Chapter 9 ?, Review dulu lah.
Thanks :*
