Hold me
Cast :
Super Junior Member
(Lee HyukJae)
(Lee DongHae)
and some cast from another group
Pair :
Actually HaeHyuk (YAOI)
Rate :
T
Genre :
Romance
.
.:. Hold Me .:.
.
"Jebbal Hyukkie… Tanganmu berdarah Nak, Kau kesakitan…", Eunhyuk tetap tidak mau mendengarkan, egoisnya terlalu tinggi untuk dijatuhkan.
"Umma arra !", Sentak Heechul melihat Eunhyuk yang begitu menyebalkan.
"An—anda tidak tahu—hiks…",
"Berhenti memanggilku seperti orang asing Kim Eunhyuk !", Eunhyuk menundukkan wajahnya, lututnya tertekuk untuk menyangga kepala.
"Aku akan menelfon Donghae dan memintanya menjemput kita di sini !",
.
.
"Sayang pelan-pelan saja makannya…", Eunhyuk memang terlihat tergesa-gesa memilih buah yang telah dikupas yeoja paruh baya yang kini tengah menyisir rambutnya dengan pelan. Bibirnya tidak berhenti untuk mengunyah apa-apa saja yang ia inginkan.
"Rambutmu sudah panjang ya sekarang…", Namja manis dengan tangan sebelah kanan memegang potongan apel ini hanya mengangguk mengiyakan.
"Selesai !, Hyukkie tambah manis dengan rambut diikat begini…", Eunhyuk mendongak menatap Heechul yang beberapa saat lalu memarahinya dan sekarang terlihat santai dengannya. Tangan Eunhyuk bergerak menuju belakang kepalanya, merasakan lembutnya bulu-bulu pita rambut yang ia kenakan.
"Ahjumma~",
"Iya sayang ?", Heechul membenarkan letak selang infus yang Eunhyuk pakai di tangan kirinya. Setelah kejadian menyedihkan Eunhyuk yang tetap keterlaluan dengan keras kepalanya dan membuat Heechul jengkel di tempat peristirahatan, akhirnya Heechul membawa Eunhyuk kembali ke Rumah Sakit.
"Ahjumma akan menepati janji kan ?", Tanya Eunhyuk memelas dengan pandangan anak anjing.
"Tentu saja, Kapan Umma pernah mengingkari janji eoh ?", Eunhyuk merentangkan tangannya begitu Heechul diyakini tidak akan berbohong. Heechul pun mendekat dan memeluk anak manis yang dengan lucu memintanya menyetujui sesuatu melalui tautan kelingking beberapa jam yang lalu.
.
.
CKLEK
.
.
"HYUK, KAU BENAR KABUR DARI RUMAH SAK—Oh my—God", Orang yang baru saja membuka pintu dengan kasar dan terlihat terburu dengan nafas yang tak teratur, termangu dengan tidak biasa melihat siapa orang yang tengah berpelukan di depan sana. Heechul dan Eunhyuk melepaskan pelukan mereka dan menatap namja yang juga manis ini dengan senyuman.
"Hyu—Ahju— I—ige mwoya ?", Sungmin, namja ini masih bertanya-tanya dengan pemandangan yang barusaja ia lihat.
"Anni…", Sungmin menggelengkan kepalanya, memutuskan untuk beralih dari kekagetannya dan berfokus pada tujuan ia buru-buru kemari.
"KAU APA-APAAN KABUR DARI RUMAH SAKIT ?", Sungmin tidak menghiraukan Heechul dan mendekati Eunhyuk dengan pertanyaan yang menuntut.
"KAU TAHU BETAPA KHAWATIRNYA AKU HYUK, sudah Hyung bilang beberapa kali sih… Kau sudah dewasa, Jangan selalu begini !",
"Mian…", Eunhyuk yang awalnya tersenyum kini mengkerut dengan kepala yang tertunduk.
"Adakah kata selain maaf yang bisa Kau ucapkan dan membuatmu jera ?",
"Sungmin~", Sungmin menoleh pada Heechul yang memanggilnya dengan lembut.
"Jangan terlalu berlebihan, Dia barusaja tenang", Tegur Heechul padanya.
"Tapi Ahju—Changkan…", Sungmin barusaja tersadar dari keganjilan yang ada di sini.
'Bagimana bisa Heenim Ahjuma ada di sini ?',
Sungmin kembali menatap Heechul yang masih tersenyum kepadanya.
'Tidak mungkin kalau…',
"Ahjuma arra…", Dua kata yang membuat Sungmin beralih menatap Eunhyuk dengan tajam.
"YA !",
"Mi~an Hyung…",
"Kau !", Telunjuk Sungmin tepat mengacung di depan hidung Eunhyuk, ia tidak habis pikir bagaimana manja yang ada di depannya dapat ketahuan dengan mudah seperti ini.
"Jangan menyalahkannya, Aku menemukan ia menangis dan penuh darah di tempat peristirahatan Appa dan Ummanya, sebenarnya Aku sudah tahu jika Dia adalah Hyukkie, bagaimana mugkin untuk anak yang tinggal lebih dari separuh hidupnya denganku Aku tidak mengenalinya", Sungmin lamat-lamat mendengarkan penjelasan yeoja elegant di depannya, kemudian menatap Eunhyuk yang masih sibuk dengan piringnya.
"Aigo~ Baboya ! Kau masih bisa makan dengan santai dan tidak merasa bersalah ?", Tanya Sungmin.
"Siapa dulu yang membuatku begini. Hyung yang meninggalkanku !",
"Astaga… Lalu Hyung harus menunggumu sampai Kau sadar dan tidak melakukan apa-apa ?, Kau mau besok kita tidak makan ?", Sungmin terlihat berlebihan.
"Tapikan—",
"Shuut !, Kalian ini, Hyukkie… Sekarang kan Sungmin sudah datang, jadi ada yang menemanimu, Ahjumma sepertinya harus kembali, ini sudah sore... sebentar lagi pasti Ahjushi dan Donghae pulang, kalau Ahjuma tidak kembali sekarang, takutnya mereka akan curiga…", Eunhyuk seketika langsung menghentikan kunyahannya, ia tidak berselera begitu mendengar penuturan Heechul.
Heechul berjelan mendekat ke arahnya.
"Jangan terlalu banyak bergerak, makan yang banyak dan cepat sembuh ya sayang…", Sebelum Heechul benar-benar keluar dari sana, ia sempat memberikan kecupan di kening Eunhyuk.
"Haruskah Aku mengupaskan buah lagi atau Kau ingin makanan lain ?", Suara Sungmin memecahkan lamunannya, sebagai jawaban Eunhyuk hanya menggeleng.
"Kenapa dengan ekspresimu itu eoh ?",
"Biasanya kalau Aku sakit dari pada Donghae, Ahjuma lebih sering menemaniku… tapi bahkan sekarang Dia pergi Hyung…",
"Hei~ kan ada Hyung…", Sungmin mendekat dan mengusap punggung Eunhyuk.
"Tapi Hyung bukan Ahjumma…",
"Apa perlu Kau memanggilku Ahjumma biar puas ?",
"Hyu~ng…", Eunhyuk merengek mendengarkan pertanyaan aneh Sungmin.
"Makanya jangan keras kepala dan cepat sembuh sehingga Kau bisa bertemu mereka…".
.
.:. Hold Me .:.
.
Wajah Donghae terlihat tidak baik walaupun dengan kadar ketampanan yang masih sama. Mejanya tidak sedang penuh dengan tumpukan dokumen, 5 hari ini juga tidak ada jadwal meeting yang melelahkan. Dan selama itu pula ia sudah mendapatkan aura menyedihkan seperti sekarang, ini masih pagi dan ia sudah merasa tidak betah di kantor. Sebenarnya simpel alasannya, entah itu celoteh atau tindakan lucu orang yang baru bekerja 2 hari dengannya lah yang sepertinya ia butuhkan. Setidaknya walaupun Hyukjae dalam bayangan Donghae dan Eunhyuk yang kita kenal tidak begitu membantu masalah perusahaan, sedikitnya ia bisa menjadi hiburan Donghae jika dalam keadaan seperti ini.
"Brengsek !, masih jam 8 dan pikiran ku hanya empuknya bed…", Laki-laki ini mengacak rambutnya lebih berantakan.
"Aish… benar-benar membos—",
.
.
TOK… TOK
.
.
Wajah Donghae mendongak mendengar derit pintunya yang kemudian terbuka.
"Sajangni~m",
.
DEG
.
Mata Donghae terbelalak, di depannya ada makhluk yang sejujurnya sangat ia tunggu dengan senyum manis dan wajah yang cerah. Tapi kepalanya buru-buru ia gelengkan.
"Ahh… tidak mungkin, halusinasiku terlalu tinggi…", Seakan masih tak percaya pada namja dengan kemeja soft pink se siku yang berdiri sedikit tak tenang di dekat pintu.
"Lee Sajangnim, Apa Anda masih marah dengan Saya ?, Apa Saya tidak boleh masuk karena itu ?, Apa jangan-jangan Anda telah memecat Saya ?", Donghae semakin menggeleng tak percaya dengan pertanyaan beruntun untuknya itu.
"Ka—Kau nyata ?", Donghae berjalan mendekati makhluk yang berucap menggemaskan ini.
"Huh ?", Eunhyuk memiringkan kepalanya, seakan bertanya apa maksud atasannya itu.
"Kau benar-benar Hyukjae ?", Tanya Donghae sembari menyentuh pipi Eunhyuk, bilang saja modus Tuan.
"Ndee… Aku Hyukjae, Siapa lagi memang ?",
"Ya Tuhaaan !, Kau kembali ?, Astaga, kupikir Kau marah padaku gara-gara waktu itu. Kau benar-benar tidak apa-apa kan ?", Hebatnya lagi Donghae melayangkan pelukan hangat untuk namja manisnya ini.
'Matamu Aku tidak kenapa-napa, Kau bahkan membuatku pingsan di jalan, Geez… Kalau bukan Sungmin Hyung yang menyuruhku datang, mana mungkin Aku mau',
"Ndee.. Saya tidak apa-apa Sajangnim", Eunhyuk tersenyum seperti biasa.
"Syukurlah…",
"Ehm itu… Mianhe, beberapa hari ini Say—",
"Aku tahu, Aku mendengarnya dari Sungmin Hyung, Bagaimana rasanya pulang ke Jepang ?",
"Ha..ha..ha, ehm… itu—hmm… menyenangkan", Kikuk Eunhyuk karena sebenarnya tidak tahu jika Sungmin telah menjelaskan sesuatu pada Donghae, karena setahunya justru Sungmin ingin menghabisi tampan yang ada di depannya ini.
"Berhubung Kau sudah di sini, Aku rasa siang nanti Kita perlu meluruskan meeting yang tempo hari sempat tertunda", Eunhyuk mengangguk menyetujui walaupun dalam hatinya sedikit malas.
"Ayo Aku antar ke mejamu !", Donghae benar-benar berlebihan, warasnya semakin hanyut, bahkan meja Eunhyuk tepat ada di sebelah mejanya. Tangannya pun tak bisa diam, dengan bangga ia menggandeng pergelangan kiri Eunhyuk yang menimbulkan sedikit kernyitan perih dari pemiliknya. Donghae menangkap ekspresi sedikit sakit milik Eunhyuk, kemudian menatap pergelangan tangan itu, ia menemukan kain pink senada dengan warna kemeja manis ini.
"Kenapa ?", Eunhyuk buru-buru menggeleng dengan bibir sedikit mengerucut imut pada Donghae.
"Ini ?", Donghae melepas genggamannya dan menunjuk kain yang dipakai Eunhyuk dengan hati-hati.
"Bracelet…", Balas Eunhyuk cepat dan mendapatkan anggukan dari Donghae. Jelas itu bekas jahitan kecil dari lukanya beberapa hari yang lalu.
"Ahh… Aku baru tahu kalau namja memakai barang seperti itu…", Donghae menjeda ucapannya dan mengangkat tangan kirinya juga, memperlihatkan pergelangan tangannya pada Eunhyuk.
.
HAP
.
Eunhyuk membuka bibirnya kemudian menangkap pergelangan tangan Donghae dengan cepat, seakan tidak percaya dengan benda hitam yang ada di sana.
"Kau masih memakai ini ?", Tanya Eunhyuk keluar dari jalurnya lagi, pasalnya ia baru memperhatikan dan ia menemukan benda yang sangat diharapkannya selama ini.
"Apa ?", Tanya Donghae sedikit bingung melihat wajah Eunhyuk yang terkejut demikian.
"Ini… Kau memakainya ?",
"Ndee… Tentu saja, benda ini… Aku berharap ini masih berfungsi, karena masih ada manis yang Aku tunggu kembalinya ", Senyum Donghae merekah sembari mendongakkan kepalanya seakan melihat sesuatu yang indah diawang-awang.
"Ngomong-ngomong Kenapa bertanya demikian ?", Eunhyuk melepas cengkeraman tiba-tibanya pada Donghae dan menggelengkan kepalanya setelah benar-benar tersadar akan sikapnya yang berlebihan barusan.
"Ee.. Aku hanya—itu ehm… tidak pernah melihat jam yang seperti ini Hi..hi…".
.
.:. Hold Me .:.
.
"Ndee Hyung ?",
"Tidak, sekali Aku bilang tidak ya tidak !",
"Tapikan Hyung sendiri yang memintaku bekerja hari ini…", Rengek namja dengan smarphone yang ditempelkan di telinganya.
"Kau mau kambuh seperti kemarin ?, Sudahlah dengarkan Hyung saja, Kalau Kau kambuh bagaimana ?",
"Kan ada Donghae, ada Hyung juga…",
"Anni—annii, pokoknya tidak usah !",
"Ini penting lo Hyung, katanya kan harus professional, tapi sekarang Hyung sendiri yang mengajariku berkebalikan", Tambah Eunhyuk sok serius dengan topik yang sedang ia bicarakan dengan Sungmin.
"Hyukkie~",
"Hyungiie~", Goda Eunhyuk yang membuat orang di seberang menghela nafas.
"Sampai jam berapa ?", Tanya Sungmin pasrah mendengar Eunhyuk yang sepertinya sulit untuk dilarang.
"Yeiiii !, Hyung mengizinkanku ?", Eunhyuk heboh dengan pertanyaan ambigu Sungmin.
"Hyung hanya bertanya jam, sayang… Bukan mengizinkan !",
"Aku tidak mau tahu… pokoknya Hyung harus mengizinkanku…", Putus Eunhyuk merasa dipermainkan.
"Geure..geure… memang selama ini laranganku Kau dengarkan… Kalau kemalaman menginap saja di tempat Donghae…",
"Bilang kalau Kau mau berduaan dengan Kyuhyun",
"Ahh.. Aku rasa Aku berubah pikiran, kalau begitu Kau tid—",
"Andwae !, Have a nice day with Kyuhyun, my lovely Hyung~", Nada Eunhyuk berubah manis sebelum mengakhiri panggilannya dengan Sungmin, takut-takut ia malah benar dilarang. Tangannya memasukkan benda canggih itu kembali ke tas, kemudian ia sibuk mencari sesuatu di sana.
"Lho… dimana ya ?, Ahh.. jangan-jangan Aku tidak membawanya…", Gusarnya mencari sesuatu yang ia maksud dengan tidak tenang.
"Oh.. Aku sepertinya benar-benar lupa memasukkannya", Hampir ia menumpahkan isi tasnya, tapi mengingat Eunhyuk tidak tergolong orang yang benar-benar bodoh karena tasnya juga tak seberapa besar, membuatnya mengurungkan niat dan meyakini bahwa barang yang dimaksud memang tidak ada.
"Matilah Aku…", Simpulnya sebelum meninggalkan bilik toilet yang tergolong mewah ini.
Wajah Eunhyuk terlihat lesu, ada kekhawatiran di balik senyumnya ketika bertemu beberapa pegawai yang dikenalnya. Tabung obat yang baru ia dapatkan begitu saja ia tinggalkan di meja makan tadi pagi. Kadang makhluk manis ini memang sadar akan kebodohannya akan tetapi keras kepalanya yang sering sekali memaksa dibenarkan membuatnya selalu berperan sebagai seorang yang menjengkelkan namun juga mudah dirindukan.
"Aww…",
"Shuut !", Eunhyuk merintih merasakan tarikan di pipi yang sedikit gembil miliknya, berani sekali pikirnya ada orang yang melakukan hal demikian selain Donghae dan…
"AHJUMMA…", Kagetnya keterlaluan mengetahui yang melakukan tindakan tadi adalah Umma Donghae.
"Shuuut !, Jangan keras-keras, Hyukkie… Kau mau didengar Donghae eoh ?", Eunhyuk menggelengkan kepalanya.
"Ahjumma Kenapa kemari ?, Ingin menemui Donghae atau Ahjushi ata—",
"Hyukkie, Umma ingin menemui Hyukkie…",
"Heuh ?, Kenapa Hyukkie ?", Tanya Eunhyuk bingung sembari diseret yeoja ini keluar dari gedung LJC. Jalan mereka lebih terlihat seperti mengendap-ngendap, Heechul memegang erat Eunhyuk seakan takut jika manis ini terlepas dari tangannya.
"Ahjumma, Hyukkie mau dibawa kemana ?", Tanya Eunhyuk setengah berbisik karena Heechul terlihat serius dan tidak ingin diketahui orang, terlebih status Ahjummanya itu adalah Nyonya pemilik bangunan megah ini.
"Ehm… Ayo temani Ahjumma belanja !", Jujur Heechul setelah sampai di depan mobil berwarna hijau tua miliknya. Dan tanpa persetujuan Eunhyuk pula, Heechul mendorong anak manisnya ini untuk duduk bahkan memasangkan seat belt dengan tenang.
"Tapi Ahjumma… Donghae menungguku di basement, Kami akan menemui klien sebentar lagi…",
.
BRAAK
.
Heechul menutup pintu dengan kasar, benar-benar ratu iblis yang sama sekali tidak menerima bantahan, pantas kepribadian Donghae tidak jauh berbeda, turunannya juga seperti ini. Ia pun memutar dan membuka pintu kemudi.
"Ahjumma Jebbal~",
"Hei ! Jadi Kau tidak mau ?, Kau memilih membicarakan kontrak yang Aku yakin tidak Kau sukai dari pada memanjakan tubuh di salon ?", Eunhyuk menggeleng tiba-tiba mendengar tawaran Heechul.
"Jadi Kau mau kan ?",
"Mau~", Binar Eunhyuk menggemaskan.
"So ?",
"Let's Gooo !", Eunhyuk tersenyum senang, ia mudah sekali terpengaruh dengan sesuatu yang menggiurkan seperti ini. Khawatirnya pada Donghae yang memang menunggunya di basement pun sirna, ia terlalu antusias dengan ajakan Heechul.
.
.:. Hold Me .:.
.
"Omo !, bag sayurnya tertinggal di mobil…",
"Biar Hyukkie saja yang ambil, Ahjumma…", Baru saja Eunhyuk akan bergegas, akan tetapi suara Heechul menginterupsi.
"Andwae… Andwae !, Itu berat Sayang… Biar Bibi Jang saja yang membawanya, Kau tetap duduk di situ", Selalu saja begini batin Eunhyuk, bukan salahnya kan jika ia tetap menjadi manja dan mengesalkan seperti ini jika pengajarnya orang hebat seperti Heechul. Itu hanya sayur, bahkan anak kecil pun bisa mengangkatnya dan apa-apaan dengan alasan berat itu tadi.
"Tap—",
"Habiskan biskuit itu dan susu yang Kau minta, Jangan membantah !", Eunhyuk menggeleng, Demi Tuhan ia bukan anak kecil lagi. -_-
"Ahjumma~ Aku bukan anak kecil lagi…",
"Kata Siapa ?, Umma mengenalimu dengan baik Sayang… hanya tubuhmu saja yang tumbuh", Eunhyuk menghela nafasnya, kenapa yeoja di depannya ini tertular keras kepalanya sih, atau memang yeoja ini yang menularkan kepadanya.
"Ehm… Boleh Umma tahu sesuatu, Sayang ?",
"Tentang apa Ahjumma ?",
"Ehm.. itu, Apa yang Donghae lakukan sebelum Kau pergi dari rumah ?", Heechul duduk di depannya dan menanyakan hal ini dengan nada tak main-main. Eunhyuk seketika langsung menghentikan kunyahannya dan meminum cairan pink di kotak medium yang ia minta tadi.
"Tidak ada…", Jawabnya lemah.
"Jangan berbohong !, malam itu… Ahjumma dan Ahjushi mengetahui sesuatu", Bola mata Eunhyuk berusaha tenang dan beralih ke pemandangan lain, selain mata Heechul yang sedang memerangkapnya. Eunhyuk berpikir untuk tidak berbicara, entah jujur ataupun tidak. Fokusnya setelah mendengar kalimat Heechul hanya satu, Donghae, apa namja itu baik-baik saja, mengingat kalimat tahu yang dikatakan Heechul, berarti telah terjadi sesuatu saat itu.
"Ahjus—anni… Donghae, Apa yang terjadi setelah Ahjushi tahu ?", Justru Eunhyuk menanyakan kabar Donghae waktu itu.
"Kenapa Kau malah mengkhawatirkan Donghae eoh ?",
"Dia tidak kenapa-napa kan Ahjumma ?", Tanya Eunhyuk lagi semakin khawatir dengan kejadian lama itu.
"Katakan jika Donghae tidak melakukan seperti yang Aku dengar, Sayang", Eunhyuk menggeleng, sepertinya memang tidak terjadi sesuatu yang serius dengan Donghae.
"Di—dia…", Eunhyuk menggelengkan kepalanya lagi dan menunduk setelahnya, ia tidak bisa jujur dengan hal yang diakuinya memalukan itu.
"Baik kalau Hyukkie tidak mau memberi tahu, tidak apa-apa… Apa Kau sungguh ingin tahu apa yang terjadi setelah itu ?", Eunhyuk mengangguk samar, walaupun ia merapalkan sesuatu yang baik di dalam hati.
"Awalnya kami marah, Kau tahu kan Ahjushimu orang seperti apa ?", Eunhyuk mengangguk tanpa suara.
"Supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak berlebihan, Kami memutuskan untuk menunangkan Donghae dengan orang yang tepat…", Heechul menjeda ucapannya sedikit lama dan kini jantung Eunhyuk serasa di pompa berlebih, pembuluh darahnya serasa disumbat sehingga sesaklah yang ia rasakan.
'Apa Kibum Hyung ?, Mereka bertunangan ? Saja ?',
"Akan tet—",
"Aku ucapkan selamat Ahjumma…", Eunhyuk tersenyum manis menghadap Heechul yang menatapnya penuh tanya akan kalimat yang barusaja ia ucapkan. Barusaja Heechul akan meneruskan ceritanya tapi potongan kalimat selamatlah yang ia dengar dari Eunhyuk.
"Apa maksudmu, Sayang ?", Tanya Heechul dengan kernyitan di dahinya.
"Selamat atas petunangannya, Aku rasa Aku tidak bisa mengucapkannya secara langsung", Imbuhnya masih dengan guratan senyum ikhlas, benar-benar ikhlas, namun masih bisa Heechul tangkap kesedihan lain di sana.
"Kau sal—",
.
.
"UMMAAA… AKU PULANG !"
.
.
"Dia sudah kembali Ahjumma…", Buru-buru Eunhyuk mengunyah sisa biskuit yang masih tertinggal berikut menghabiskan minuman favoritnya.
"Ahh… biar Dia langsung ke mari, Sayang… Pelan-pelan saja dengan makananmu…", Heechul mengusap remah-remas coklat yang ada di sekitar bibir Eunhyuk.
.
TAP
.
TAP
.
"Umma !… Ak—Lho… Hyuk—Jae ?", Kaget Donghae begitu melihat bayangan Eunhyuk yang bersembunyi di belakang Heechul.
"Mianhe Sajangnim…", Takut-takut Eunhyuk mengingat Donghae yang biasanya membentak.
"Ka—Kau di sini ?", Tanya Donghae masih loading dengan kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa membuat manis itu ada di rumahnya.
"Mian Sajangnim…", Ulang Eunhyuk tambah memelas.
"Oh Gosh… Jadi Umma yang menculik Hyukkie ke mari ?", Sepertinya Donghae telah mengingat ciri-ciri Yeoja anggun yang mengizinkan asistennya pada Joon tadi siang.
"Omo !, Kau memanggilnya Hyukkie… Aigo, manis sekali…", Gembil Eunhyuk mendadak memerah mendengar panggilan Donghae dan godaan Heechul.
"Umma !, Jawab pertanyaanku !, Kenapa bisa Umma membawanya saat Dia sedang denganku ?",
"Aish… Mian..Mian, no more next time, handsome… Lain kali Dia milikmu", Heechul tersenyum berbahaya dan membuat Donghae sedikit salah tingkah dengan kalimatnya.
"Ya !, Kenapa Kau masih bersembunyi di belakang Ummaku begitu sih ?, Apa Aku begitu menakutkan ?", Eunhyuk mengangguk samar di balik punggung Heechul yang sebenarnya masih bisa Donghae tangkap.
"Mendekat ke mari atau…"
'Atau Aku akan menciummu',
Buru-buru Eunhyuk keluar, ia terlalu ingat dengan candaan Donghae dulu yang sering mengucapkan kalimat ajaib dan anehnya selalu membuatnya takut serta panik.
"Atau Kau mau Aku menarikmu… Nah bagus, begini lebih baik…", Ucap Donghae dalam satu kalimat, karena Eunhyuk telah keluar dari balik Ummanya.
'Oh otakku yang salah, Aku pikir Dia akan mengucapkan kalimat bodoh itu', Eunhyuk menutup matanya sekilas, menepis percaya dirinya yang barusan membumbung.
"Umma menyiapkan makanan dulu Nee ?", Undur Heechul merasa suasana diantara dua sejoli itu mencair.
"Nee Umma", Jawab Donghae bersemangat, mungkin karena setelah Ummanya pergi hanya ia dan Hyukjae yang di meja ini.
"Apa yang Kau dapatkan tadi ?", Tanya Donghae basa-basi mengingat Eunhyuk yang tak mungkin mengawali.
"Ahh—itu…", Eunhyuk menunjuk beberapa paper bag yang entah isinya camilan, pakaian maupun bermacam kosmetik.
"Owwh… Selera belanjamu menakutkan juga ya…", Ngeri Donghae menatap jejeran yang ditunjuk Eunhyuk.
"Tidak ada masalah ketika itu semua gratis…", Jawab Eunhyuk bangga mengingat ia memang tidak mengeluarkan se-won pun.
"Gra—tis ?, Ehm… maksudmu, Ummaku yang membayar ?", Eunhyuk mengangguk antusias.
"UMMAAA !", Teriak Donghae pada yeoja yang ada di dapur.
"WAEE ?",
"APPA AKAN MARAH-MARAH LAGI KALAU TAHU UMMA SEPERTI INI", Nasehat Donghae memang ada benarnya.
"Itu dari kartumu kok… Bukan Appamu… Lihat saja tagihannya besok",
"A—apa ?", Donghae lemas seketika mendengarkan Heechul yang jelas-jelas menekankan kata 'mu' padanya.
"Gomawo Sajangnim…", Eunhyuk tersenyum anggun, sebenarnya jauh dalam hatinya bersorak jahil. Donghae, jangan ditanya lagi, dagunya serasa jatuh ke lantai, sialnya lagi Eunhyuk sempat mengucapkan terimakasih.
.
.:. Hold Me .:.
.
Tiga orang dalam meja ini begitu khidmat untuk menyelesaikan lahapannya pada menu yang ada di piring mereka. Heechul meminta Donghae untuk memimpin do'a mengingat suaminya tidak bisa mengikuti makan malam karena terlambat pulang. Obrolan santai dan penuh canda mereka keluarkan untuk menghangatkan sesi ini. Tidak ada alasan kolot untuk diam di meja makan, catat itu ketika ada kepala rumah tangga Lee saja. Eunhyuk begitu semangat untuk makan dan makan, entahlah nafsu makannya membaik akhir-akhir ini, beberapa kali ia menerima suapan dari Heechul dan beberapa kali pula tangan Donghae membersihkan sudut bibirnya dari makanan yang tertinggal di sana.
"Hyukjae manis ya Hae ?",
.
~Uhuuuk/~Uhuuuk
.
Donghae terbatuk dengan kopinya yang tumpah dan mengenai celananya diikuti dengan Eunhyuk yang tersedak dengan makanan yang hampir di telannya.
"Aigoo Sayang, maaf Nee… Kau pasti terkejut, ini… minum ini !", Heechul memberikan air untuk Eunhyuk dan tak menghiraukan Donghae sama sekali, persis seperti beberapa tahun yang lalu.
"Umma, Aish… kopiku tumpah dan yang Kau perhatikan anak orang…", Donghae mencelos dan mengambil tissue.
"Kau bisa melakukan sendiri, anakku yang tampan !", Heechul benar-benar tidak memperhatikan Donghae dan sibuk memijat tengkuk Eunhyuk.
"Apa-apaan dengan pertanyaan Umma tadi ?",
"Hanya bertanya, karena Umma pikir Hyukjae memang manis…", Lagi dan lagi pipi Eunhyuk memanas, Heechul terlihat seperti sengaja dengan godaannya sedari tadi.
"Iya, Dia memang manis… Tapi masih ada yang lebih manis…",
'Nae Hyukkie…',
'Siapa ?, Tiffany ?, Yoona ?, Luna ? atau Ki—',
"Tapi memang mereka sama-sama manis sih…", Putus Donghae tidak ingin Eunhyuk tersinggung.
'Jangan menyamakan Aku dengannya !', Marah Eunhyuk dalam hati.
"Apa Kau tidak pulang Hyuk ?", Tanya Donghae yang entah kenapa didengar Eunhyuk seperti usiran.
"Ahh… it—itu sebentar lagi…", Eunhyuk mengepalkan tangannya dengan erat, seperti ada nyeri yang menjalar dari dada ke ujung jari-jarinya, mendengar pertanyaan Donghae entah kenapa membuat cairan panas di pelupuk matanya mengumpul. Heechul yang masih ada di sana menatap Eunhyuk dengan khawatir, apa-apaan dengan pertanyaan anaknya barusan.
"Ehm… Umma rasa bagus jika Hyukjae menginap, ini juga sudah mal—",
"Annio Ahjumma, Hyukk—Ak—aku lebih baik pulang, Aku sudah sangat merep—",
.
.
"HALMONIIII !"
.
.
"Huh… Seperti suara Minho…", Gumam Heechul membuat Eunhyuk yang belum sempat menyelesaikan perkataannya semakin menciut. Eunhyuk menunduk, kakinya lemas lagi, walaupun kini ia tengah duduk, tapi tiba-tiba pegangannya mengerat pada pinggiran meja.
"Halmoni, Minno datang…", Eunhyuk mendongak, anak kecil digendongan Ahjushinya itu tersenyum dengan mengesankan. Tampan, anak itu sangat tampan dan Eunhyuk telah menyaksikan pahatan penuh pujian Tuhan yang ada pada anak itu dengan indranya sendiri. Tapi sayang, ia kini tengah berperang dengan organnya yang tiba-tiba melemah. Nafasnya terhambat oleh sesuatu yang ia rasa tiba-tiba menciut di dadanya. Benar-benar kode yang tidak baik, obatnya… Dia bahkan tidak membawanya. Pengaruh memorinya selalu aktif jika signalnya hanya kedatangan Minho.
'Minho anak Donghae…',
.
'Minho anak Donghae…',
.
'Minho anak Donghae…',
.
'Minho anak Donghae…',
.
"Astaga… cucu Halmoni… Kau tambah tampan sayang…", Heechul menggantikan bocah kecil itu dalam gendongannya. Donghae, namja ini sedari tadi diam, menatap Eunhyuk yang dirasanya tidak baik.
"Hei… Umma rasa, rumah akan ramai jika ada Hyukjae dan Minho malam ini, benarkan yeobo ?", Tuan Han yang kelihatan lelah hanya tersenyum sebagai jawaban.
Eunhyuk berdiri,
"Gwancahana ?", Donghae bertanya pada Eunhyuk yang seperti tidak normal ketika berdiri, terlebih tangannya terlihat bergetar saat berpegangan pada meja.
"Hyukjae, Kau tidak apa-apa ?", Pertanyaan ke dua Donghae mampu membuat Heechul dan Hanggeng beralih pada Eunhyuk.
"Ndeehh… Nhaan… Gwanchana…", Eunhyuk masih sempat tersenyum walaupun semua orang tahu jika untuk bersuara saja namja manis itu benar-benar kesulitan.
"Ak-akhuu rasa… harus kembali sekh—kharang…", Heechul tahu, sangat tahu jika Eunhyuk akan kambuh dan secara pasti namja manis itu tengah berusaha melawan kelemahannya. Ia menurunkan Minho dan menghampiri Eunhyuk.
"Monni~", Rengek Minho merasa diabaikan. Dan Tuan Han lah yang menggendong namja yang sedikit manja ini.
"Kau tidak apa-apa ?", Tanya Heechul sembari mengusap kening Eunhyuk yang berkeringat.
"Tidh—dhaak… Akh—akhhu haruss pulang sekarang—hiks…", Sakit, kepalanya seperti terbentur sesuatu yang keras, tangannya tidak bisa berbuat lebih, kalau ia menekan bagian ini tidak ada yang akan menumpu tubuhnya untuk berpegangan. Usapan Heechul sama sekali tak membantu.
"Hiks—Ak—Akhu—hikss..",
"Donghae, gendong Hyukjae ke atas…", Eunhyuk menggeleng merasa bisa, tangannya pun memohon melalui eratan pada jari-jari yeoja paruh baya ini.
"Anni—hiks… Ak—akhuu—",
"CEPAT DONGHAE !", Heechul membentak anaknya yang hanya melihat Eunhyuk kesakitan tanpa membantu sama sekali. Begitu pula dengan Eunhyuk, anak ini meronta dengan isakan yang sedikit keras, bahkan Minho yang tadi terus berceloteh menjadi diam.
"HYUKKIE PLEASE !", Suara Heechul benar-benar titisan iblis yang menakutkan, terbukti Eunhyuk berhenti meronta, bahkan hanya untuk menahan nafas pun ia lakukan supaya isakannya tidak terdengar.
"Please, turuti Aku sekali ini saja !", Donghae tidak terlalu memperhatikan kalimat-kalimat Heechul yang ia tahu hanya khawatir pada manis dengan keadaan mengkhawatirkan yang sama beberapa hari yang lalu.
"Bawa Dia di kamar Hyukkie…", Donghae pun melakukan perintah ini dengan cepat.
.
.
GREEB
.
.
"Appo Hiks—", Eunhyuk memasukkan kepalanya ke ceruk leher Donghae. Donghae berhenti sejenak, memastikan yang ia gendong barusaja merintih.
'Bogoshipo~ Hae…', Raungnya dalam hati, tangannya mengalung dengan cantik dan tanpa perlawanan lagi. Satu per satu tangga telah Donghae lewati dengan gampang, tubuh Eunhyuk bukan kategori beban sulit untuk ukuran bicepnya yang tak main-main.
Dengan perlahan tangan gentlenya menurunkan Eunhyuk ke bed, betapa menyedihkan pemandangan yang ia lihat kini, di hadapannya namja manis ini merintih sakit dengan lelehan air mata.
"Hikss—appo…", Eunhyuk sepertinya tidak sadar saking sakitnya yang ia rasakan, terbukti tangannya yang menahan lengan Donghae, ia memeluk lengan Donghae dengan gusar.
"Hikss.. Umma—appo—hiks…",
'Tuhan, Kenapa mereka mirip sekali ?', Tangan kiri Donghae mengusap tetes air mata Eunhyuk dengan sangat pelan.
"Hiks… Appo jeongmal—hiks…",
"Shuuut !, gwanchana~…", Tangan Donghae tergerak mengelus kening Eunhyuk.
'Apa Aku berdosa jika memperlakukan orang lain seperti ini Hyukkie ?, Bolehkah Aku begini ?', Gamang Donghae dengan perlakuannya pada Hyukjae.
"Appo Umma—hiks… Appo…", Tangan Eunhyuk memukuli kepalanya dengan keras sedangkan Donghae berusaha menahan tangan Eunhyuk yang hyper.
'Bolehkah Aku memperlakukan sama, Sayang ?',
"Gwanchana sayang, Tidak apa-apa… Jangan begini… Tidak akan terjadi hal buruk…", Akhirnya Donghae mengucapkan kalimat ini.
'Mian…',
.
Chup
.
Donghae mencium kening itu, lama sekali… sama seperti Eunhyuknya dulu.
"Gwanchana… ada Donghae di sini…",
'Izinkan Aku Hyukkie~', Mohon Donghae sebelum memberi kecupan-kecupan kecil di seluruh permukaan wajah Eunhyuk.
'Mian Hyukkie-ah…',
.
~Chu
.
Donghae benar-benar mencium bibir namja yang tiba-tiba bisa damai dengan mantranya. Pelan ia hanya mengecup pelan bibir ini, entah imajinasinya yang terlalu berlebihan, karena ia berpikir…
'Demi Tuhan, Kenapa rasanya sama…',
Lumatan yang Donghae berikan pun sangat lembut dan hati-hati, ia hanya ingin sedikit mengulang dan menyelami rasa yang sama dengan kesayangannya. Ia masih terus berlanjut karena berpikir namja yang berada di bawahnya ini bernafas denga teratur, benar, Eunhyuk telah tidur dengan perlakuan lembut Donghae.
.
.:. Hold Me .:.
.
Pagi datang dengan cepat, keadaan menegangkan semalam sedikit berbalik kali ini. Tidak ada lagi rintihan sakit atau bentakan Heechul pada Donghae. Eunhyuk pulas tertidur dengan memeluk Donghae erat, bahkan sempat tampan ini kesulitan melepaskan diri untuk terbangun.
"Kenapa anak nakal itu di sini lagi, Appa ?", Suara Donghae yang menuruni tangga membuat Appanya yang tengah membaca koran menatapnya.
"Seperti biasa, Siwon dan Kibum ada perjalanan ke luar…", Donghae berubah masam. Ini masih pagi dan ia harus mengurus anak orang.
"Aish… merepotkan sekali kalau Aku boleh jujur…", Donghae duduk di samping bocah tampan dengan selai coklat di sekitar pipinya itu.
"Appa~", Sapa anak itu mengetahui orang yang terbiasa ia panggil Appa ini duduk di sampingnya.
"Minho-ah, Bisakah Kau memanggilku Hyung saja, Aku masih terlalu muda untuk dipanggil Appa, atau kalau Kau tidak mau, panggil Aku Ahjushi saja",
"Shireo Appa !",
"Hissh… Kau !",
"Donghae sudah, jangan membuat anak orang menangis di pagi hari, antarkan ia ketika Kau berangkat nanti…",
Di sisi lain terlihat namja manis yang dengan hati-hati menuruni tangga, pakaiannya masih sama seperti kemarin, dengan imut ia menggosok sipitnya yang belum sepenuhnya terbuka, suara gaduh dari bawah membuat ia terbangun dan tanpa sadar melangkahkan kakinya ke sini.
"Hyukkie !, Sudah bangun, Sayang ?, Ahjumma baru akan membangunkanmu…", Suara Heechul membuat Eunhyuk yang hampir sampai di lantai dasar terhenti dan beberapa orang yang duduk di meja makan mengalihkan perhatian mereka padanya.
"Kau sudah merasa baikan Nak ?", Suara Hanggeng menyapa Eunhyuk yang dituntun hati-hati oleh Heechul. Eunhyuk yang sedang malas bersuara atau mungkin sedikit lupa dengan status Hanggeng sekarang hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Itu kursiku…", Suara Eunhyuk yang tiba-tiba membuat semua orang menatap di mana arah manis ini menunjuk.
"Ahh… it—ituu… Kau bisa duduk di kursi Ahjumma sayang…", Heechul yang mengerti jika Eunhyuk belum bangun sepenuhnya hanya mencairkan suasana, supaya orang-orang tidak curiga.
"Shireo !, Itu kursiku~", Rengek Eunhyuk menatap bocah kecil yang masih asyik dengan rotinya.
"Ehm… mungkin… Kau bisa duduk di sini, Hyukjae…", Donghae hanya membantu bersuara diantara kebingungannya.
"Anni !, Aku mau di situ !", Minho mendongak, bocah tampan ini menatap Eunhyuk dengan lucu, kemudian tersenyum hangat.
"Jelek !", Tuduh Eunhyuk tepat pada Minho. Aneh, ia tidak langsung bereaksi sama seperti kemarin-kemarin, baru semalam ia kambuh karena Minho, tapi kini justru ia menatap tajam Minho. Bukan ia tidak kenal atau tiba-tiba lupa akan siapa Minho, tapi entah hal apa yang membuatnya menjadi berani seperti ini.
"Hueeeee…. Appaaaaaa…..", Sejenak Donghae diam sebelum menggendong Minho.
"Manja !", Sebut Eunhyuk lagi yang sukses membuat semua orang tambah kelabakan.
"Ahjumma~ Aku mau di situ, itu kursiku !", Mata Eunhyuk terlihat berkaca-kaca saat menatapnya. Heechul bingung harus melakukan apa, terlebih ia tidak tahu kenapa Eunhyuk berubah manja seperti ini.
"Ahjumma~/Halmonii—hiks…",
"Oh Astagaa… Minho dengan Appa Nee… Biar Hyung ini duduk di situ…",
"SHIREO ! Hueeeee…. Daddiiiiiee… Hikss—Minno mau daddiiii—hiks.,..", Donghae memukul kepalanya. Eunhyuk menatap bocah dalam gendongan Donghae itu bingung, siapa lagi yang dipanggilnya Daddy.
"Matilah Aku…", Pasrah Donghae, tidak mungkin ia menyusulkan Minho pada Siwon sekarang bukan.
"Daddy nugu ?", Tanya Eunhyuk memberanikan diri.
.
.
~TBC~
.
.
Chap 13 Update,
Sebenarnya saya mau update monster in me dulu, tapi kan kemarin janjinya hold me, jadi ini dulu deh.
Thanks to : fitrong, Guest, Ren, elfishy09, Agriester Jewel, mizukhy yank eny, yhajewel, ahahyuk, Yenie Cho94, Polarise437, readeraja, susan susanty, Wonhaesung Love.
Yang nggak saya sebutin berarti sudah saya balas.
Ini sudah saya lanjutin cepet kok, tunggu juga buat update an monster in me minggu depan.
Jangan lupa review lagi di chap ini, dua minggu lagi update chap 14 kok, abis monster in me chap 6. As soon you review as possible to quickly update guys J
Thanks :*
