Naruto (c) Masashi Kishimoto

Pusing Pala Saku (c) Me

.

AU. OOC somplak.

.

.

Uchiha Sasuke mengernyit heran melihat kelakuan istrinya malam ini. Sakura yang berdiri di depan pintu rumah, menyambutnya saat pulang dari kantor dengan pakaian yang lumayan sopan dari pakaian-pakaian yang selama ini sering dia pakai di rumah. Dan senyuman lebar yang terlalu manis seperti kebanyakan makan gulali.

"Kamu nggak lagi kesambet kan?" tanya Sasuke bingung saat Sakura mengambil tas kerja yang dia bawa, kemudian menjabat dan mencium tangannya sopan.

"Ah. SasukeKU bisa aja," Perempuan beriris ijo daun itu tersipu genit sambil memukul pundak suaminya manja, "ayo masuk. Aku udah siapin air panas buat mandi, sama makan malam untuk kamu," Sakura kedap-kedip centil sembari berjalan mendahului Sasuke yang melongo.

Oke. Sakura fix kesambet, putus Sasuke dalam hati. Karena sangat tidak biasa Sakura melakukan ini semua—bersikap sopan dan manis, serta memakai daster tertutup. Biasanya kan tuh perempuan selalu make baju seksi kurang bahan sambil masang dua ekspresi, centil dan judes. Dia centil kalau lagi berduaan sama Sasuke di kamar, dan pengen ngerayu suaminya buat maen kuda-kudaan. Dan judes kalau lagi diluar kamar. Sakura berubah judes ke Sasuke setelah tahu bahwa suaminya punya kelainan orientasi seksual, penyuka sesame jenis.

"Sasuke. Lagi ngapain disitu? Ayuk."

Suara panggilan manja Sakura membuat Sasuke tersadar dari lamunan.

"Hn."

"Mau mandi dulu? Atau makan dulu?"

Sasuke mendesah, dia sudah terbiasa dengan Sakura yang judes dan centil, selama sebulan pernikahan mereka. Menghadapi Sakura yang centil dan kelewat manja … dia merasa aneh.

"Mandi saja," jawab Sasuke dengan kening berkerut. Sasuke pikir dengan mandi dia bisa mendinginkan kepala, dan bahkan terbangun dari mimpi buruk menikahi teman Ino yang ganjennya semena-mena ini. Terkutuklah Barbie pirang jadi-jadian dan segala rencana untuk membuatnya menjadi normal. Dalam pikiran, Sasuke mencatat seribu daftar cara untuk membuat sepupu pirangnya menderita dunia-akherat karena sudah menjerumuskannya pada pernikahan konyol seperti ini.

"Owh." Sakura mengangguk. Perempuan pink berdaster kuning itu masih memegang tas kerja suaminya, "Mau mandi sendiri, atau mandikan?"

Sasuke melotot mendengar pertanyaan Sakura. "Mandi sendiri!" dia menjawab ketus sembari buru-buru kabur ke kamar.

Sakura terkekeh melihat reaksi Sasuke.

.

.

Sasuke menyipitkan mata curiga, menatap Sakura yang masih setia memasang senyum manis di seberangnya. Meja makan yang terisi dengan piring, gelas, nasi, dan menu makan yang serba terong, menjadi penengah diantara pasangan suami-istri muda berkelakuan nyentrik itu.

Terong goreng, terong balado, terong lalap, terong bakar, terong bungkus daon pisang, sate terong, terong yang dicabein, terong-terongan …

Sasuke mengerutkan kening melihat beberapa terong ungu mentah yang masih kinclong dan belum diiris atau diapa-apain tersaji di meja makan. Ini buat apaan sih? Batinnya bingung. Dia kemudian mengerling ke arah sang istri yang masih memasang senyum manis—yang bagi Sasuke menyeramkan—di seberangnya.

"Lauknya mana?"

"Makan saja yang ada, Sayang," jawab Sakura kalem sambil menyendok nasi banyak-banyak ke atas piringnya, kemudian mengambil terong yang dicabein untuk menjadi lauknya, "lagian uang belanja yang kamu kasih tadi pagi cuma sepuluh rebu. Cuma cukup buat beli sayuran macam terong saja."

Sasuke cemberut. "Tapi nggak perlu terong semua yang jadi lauk makan malamnya." Ogah-ogahan Uchiha bungsu itu menyendok nasi dan mengambil terong bakar serta sambel terasi untuk menemaninya makan. Saat hendak menyuap nasi ke dalam mulut, Sasuke kemudian berhenti, bergantian dia menatap wajah Sakura dan juga makanan-makanan yang ada di atas meja di depannya. Sejak dia pulang kerja, Sakura bertingkah aneh. Itu mencurigakan. Pasti ada sesuatu.

"Kenapa nggak dimakan SasukeKU?"

"Kamu … kamu nggak masukin sesuatu kan ke makanan ini?"

Sebelah alis Sakura terangkat tinggi mendengar pertanyaan bernada menuduh yang keluar dari mulut Sasuke. Dia lalu terkekeh saat menyadari apa maksud suaminya.

"Pengennya aku masukin obat kuat biar kamu kepanasan sepanjang malam dan kita bisa maen dua belas ronde," Sasuke langsung mendorong piring nasinya jauh-jauh saat mendengar perkataan Sakura, "tapi aku maunya kita maen kuda-kudaannya secara sadar. Suka sama suka," setelah mengatakan itu Sakura kembali makan dengan tenang.

Sasuke terdiam. Dia memandang ragu dan lapar pada piring nasinya.

"Beneran kamu nggak masukin apa-apa kesini?"

Sakura mendengus. "Iya Sayang. Percaya deh sama aku," katanya sok sabar.

Beberapa menit berselang. Bosan hanya memandangi piring dengan perut yang keroncongan, akhirnya Sasuke terpaksa menarik kembali piring yang berisi nasi dan terong bakar ke depannya. Dia mulai makan.

Kedua pasutri muda itu makan dalam diam.

"Sasuke …," Sakura tampak ragu memulai pembicaraan.

"Hn?"

"Aku tahu, kamu nikahin aku gara-gara paksaan dari keluarga kamu. Buat nutupin malu keluarga Uchiha."

Kening Sasuke berkerut dalam mendengar perkataan Sakura. Dia mencoba menebak, kemana arah pembicaraan istri anehnya ini..

"Awalnya aku kaget dan terpukul waktu tahu kamu itu gay. Aku jadi pengen banget nyekek Ino sampe mati karena nggak ngasih tahu kebenaran soal penyimpangan kamu ke aku." Sasuke mengangguk sependapat mendengar perkataan Sakura soal Ino, dia juga menyimpan dendam kesumat pada sepupunya itu. "Aku sempat berpikir untuk minta cerai dari kamu," mata gelap Sasuke langsung berbinar senang ketika Sakura mengungkit topic cerai. "Tapi aku nggak relaaa~" bibir Sasuke kembali mencebik cemberut. "Masa baru nikah udah jadi janda dan tetap perawan? Emoh!"

Sasuke mendengus. "Terus kamu maunya apa?" tanyanya bingung. Sakura terlalu berbelit-belit kalau ngomong.

"Aku maunya kita temenan dulu. Saling mengenal satu sama lain."

Sasuke terdiam.

"Nggak ada ruginya kan kita temenan dulu? Aku bosan berantem terus."

Sasuke mendesah panjang. "Hn."

"Jadi sekarang kita temenan?"

"Iya."

Senyum Sakura melebar, mata hijaunya berkilat ganjil. "Terimakasih SasukeKU yang ganteng," ucapnya riang sembari melanjutkan acara makan yang tertunda.

Sasuke hanya mendengus sambil merotasikan kedua bola matanya sebagai jawaban.

Hening.

Beberapa menit kemudian, ketika nasi di piring mereka berdua hampir habis.

"Sasuke."

"Hn?"

"Kita teman kan sekarang?"

Ibunya Sakura makan apa sih waktu hamil Sakura, kok cerewetnya minta ampun. "Iya."

"Berhubung kita sudah berteman, boleh nggak aku nanya hal-hal yang sedikit pribadi ke kamu?"

Sasuke mendongak. Mata gelapnya bersirobok dengan mata hijau Sakura yang tampak memohon manis. "Apa?" dia bertanya datar seraya memasukan suapan nasi terakhirnya ke dalam mulut.

"Eummm. Cowok pertama … yang … maksudku …," Sakura tampak kesulitan menyusun kata-kata, "anu maksudku …" piring Sasuke sudah bersih, dia terlihat bersiap untuk minum, "Maksudku siapa yang sudah berani menyerobot jatah malam pertamaku sebagai istri? Siapa yang sudah merebut keperjakaanmu dariku Sasuke?"

Pilihan kata-kata istrinya sukses membuat Sasuke tersedak. Dia menolak untuk menjawab pertanyaan Sakura.

.

.

Menonton acara berita tivi di ruang tengah, sesekali Sasuke melirik Sakura yang tengah membereskan piring bekas makan malam mereka di meja makan. Kebetulan ruang makan dan ruang bersantai milik keluarga Uchiha bungsu itu disatukan. Si perempuan pink tampak cemberut karena sang suami menolak memberikan informasi untuknya.

Sasuke awalnya ingin mengabaikan Sakura, dan melanjutkan acara nonton tivinya. Tapi warna ungu yang ada di meja makan menarik perhatian.

"Sak. Terong utuh gitu buat apa ditaruh di meja makan," protes Sasuke, "nggak ada gunanya juga kan? Taruh aja di kulkas."

Sakura mengerling pada terong yang ada di meja, dia tampak bingung pada awalnya, kemudian menyeringai. "Ah. Siapa bilang ini nggak ada gunanya? Ini ada gunanya kok," ucap Sakura mengambil sebuah terong lalu duduk mengangkangkan kaki di pinggiran meja makan. Dia menarik dasternya ke atas. Dan apa yang Sakura lakukan berikutnya, sukses membuat Sasuke kabur ke kamar dengan sumpah-serapah keluar dari mulut sopannya. Dia membuat catatan mental tak akan mau makan terong lagi seumur hidup.

"Aaaaah. Sasukeeehh. Uuuuhhh~"

.

.

BERSAMBUNG

Note# Chapter 3 = 1173 words

Terimakasih banyak : cherryhime85, fukudafatima, Kawai UI, ammelhya97,dewazz, Neko08, Choco Sasu, toru perri, An Style, honami uchiha, suket alang alang, tafis, PinkLaLaBlue, Wona-chan, mxtca, SHL7810 ga login (cuke cuka cerry bukan saya :) ) Sakura istri bang toyib, chinatsu, Nikechaann, one, dan Haruno Laily.