CATUR

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T (mungkin berubah)

Chara: Itachi,Shisui,Kurama,Shukaku,DLL.

Warning : AU,abal,yaoi, shounen ai, boys love, many typos, gaje,dkk.

.

.

.

Terimakasih yang udah review follow en fav.

yassir2374

Mizuki Azure Midray

Raine Saori

yassir2374: saya pikir udah ada tbc-nya kecil diakhir senpai, mungkin saya lupa. Hubunganya sama catur sampai disini masih rahasia,mungkin chap depan,hehe.

Raine Saori: hehe, sepertinya Kyuu memang tidak bisa dipisahkan dari Itachi. –plak!,itusih akal-akalanya author saja- hanya saja mungkin disini Itachi hanya nganggep Kyuu temenya. Galau saya kalau diingetin soal widuri itu... hehe.

.

.

.

Happy reading Minna-san…..

.

.

.

CATUR

.

.

.

Cinta selalu membelenggu para pecintanya,menenggelamkanya dalam lautan derita.

Namun juga memberi kehidupan dengan riak-riak kebahagiaanya.

.

.

.

Kyuubi berjalan beriringan dengan Itachi,sesekali menendang kerikil dijalanan. Mereka pulang sekolah bersama.

"hei keriput,nanti malam ada acara?"

"tidak. Kau mau ketaman bersamaku?"

"hei!kau mencuri star bakaTachi,aku yang ingin mengajakmu!"Kyuubi meninju bahu Itachi pelan.

"aku tau maksudmu Kyuu,jadi kita pergi nanti malam?"Itachi tersenyum kalem.

"okey,jaa Itachi"Kyuubi berbelok dipertigaan yang menuju rumahnya.

Itachi mengangguk lalu berjalan lurus,rumahnya masih agak jauh.

.

.

.

"tadi malam Kyuu-nii menangisi Ita-nii lagi,Teme. Aku kasihan padanya"

"entahlah Dobe,hubungan mereka rumit sekali"Sasuke mengambil tomat ditasnya lalu ia makan.

"dari dulu cinta itu rumit,Uchiha"

"jadi karna itu sampai kau tulis dijidatmu Gaara?"tanya Narato.

"benar Naru,agar dia tidak lupa"Neji dan Naruto tertawa pelan.

Gaara sweatdrop,kok jadi dia yang kena sih.

"kudengar Itachi-senpai menyukai Shisui-san,benar begitu Sasuke?"

"hn"

"dan Shisui-san suka teman sekelas kita,begitu?"

"hn"

"teman kita?siapa Teme?"

"entah"Sasuke mengambil tomat keduanya dari dalam tas.

"oi?kau simpan tomat-tomat itu ditasmu?"tanya Neji heran.

"hn,kenapa?"

"tidak apa-apa,hanya aneh saja"

"kau yang menyimpan rambutku dikotak jauh lebih aneh,Neji"ucap Gaara kalem. Waktu itu Gaara meminta Neji merapikan rambutnya yang sudah terlalu panjang.

"ka...kau tau Ga...Gaara?"gagap Neji.

"tidak sengaja"

"aku tidak tau kau punya fetish seperti itu,Hyuuga!"Sasuke ingin tertawa,tapi sepertinya itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan para Uchiha.

"aku hanya suka rambut merah,itu saja"

"suka rambut merah,atau suka Gaara yang memerah,heh Hyuuga Neji?"Sasuke menyeringai. Agak ambigu kata-katanya.

Neji gelagapan,Gaara merona, dan Uzumaki kuning yang sudah terbahak-bahak melihat tingkah keduanya.

"urusai Naruto,semua orang melihat kearah kita!"Neji geram.

"uh...maaf"

"ngomong-ngomong Sasuke,apa kau juga punya kebiasaan mengganti wristbanmu setiap hari?"tanya Neji.

"sebenarnya tidak,hanya saja mereka hilang setiap hari"

Kedua alis Neji bertaut,seingatnya Uchiha satu ini bukan orang yang ceroboh. Bagaimana mungkin hilang setiap hari.

"bagaimana bisa?"

Sasuke mengangkat bahunya,dia benar-benar tidak tau bagaimana wristbannya hilang setiap hari. Untung Itachi selalu membelikanya sepulang sekolah.

"kalau kau kehabisan,kau bisa minta pada Naruto, dia punya banyak sekali dialmarinya"lagi-lagi Gaara menyahut kalem.

"Gaa...GARAAAA!kau...!"Naruto menuding tepat di hidung Gaara.

"apa?Itachi-san selalu memberimu setiap hari kan?"

Loading bareng-bareng. Naruto panik.

"D.O.B.E!"

"a...ha...haha...aku hanya...aku..."

"dia menyogok Itachi-san untuk mengambilkan wristbandmu setiap hari. Naru menyukaimu"Gaara menyeringai samar,Dia coba membalas kata-kata Sasuke.

Neji bersiul-siul memanaskan suasana.

Wajah Naruto memerah sempurna,bahkan sampai ditelinganya.

Bagaimana dengan Sasuke?

Walau ritme detak jantungnya sudah menyamai genderang perang,dia tetap memakan tomatnya dengan kalem.

"sudah sore,kita harus pulang"Gaara berdiri diikuti yang lain.

"samapai jumpa ditaman kota nanti malam"

.

.

.

Kyuubi menghentak-hentakkan kakinya kesal,sudah lima belas menit dia menunggu dan belum ada tanda-tanda kehadiran Itachi.

suasana malam minggu ditambah ada pertunjukan drama dari mahasiswa Konoha University membuat taman semakin sesak pENgunjung.

"dia belum datang Kyuu?"tanya Saiken.

"belum"jawab Kyuubi kalem,untunglah yang bertanya Saiken,temanya yang sangat kalem. Kalau yang bertanya-

"pangeranmu belum datang Kyuu-chan?"

"APA MATAMU RABUN,EH SHUKAKU?'

-seperti itu maksudku.

"a...haha...sebentar lagi dia pasti datang Kyuu,tunggulah dulu"Saiken menepuk-nepuk bahu Kyuubi.

"iya"lagi sahut Kyuu kalem.

"curang!manis sekali sikapmu pada Saiken.."

"URUSAI NA!"

"oi Shu,ada stan pearching disana. Ayo kesana?"begitu datang Isobu dan Kokuo yang melihat aksi KyuuVsShu langsung membawa Shukaku menjauh. Gerah dia.

"maaf,apa aku terlambat?"tanya Matatabi halus.

"tidak"Saiken menggandeng Matatabi.

"kami duluan Kyuu,Gyuki ada disana kalau kau butuh bantuan"Saiken menunjuk arah akrobatik sepeda.

"iya,silakan"Kyuubi mengguk lalu tersenyum.

Setelah itu Kyuubi hanya berdiri mematung dengan segala amarahnya. Tiga puluh menit berlalu dan yang ditungggu belum juga muncul.

"kubunuh kau nanti,kubunuh kau bakatachi,mati kau!"aura Kyuubi yang pekat,semakin pekat dengan amarah. Semua orang bahkan menyingkir dari sekelilingnya. Takut iritasi mungkin.

"Kyuu...hosh...hosh...Kyuu..."

Kyuubi berbalik dengan gerakan slowmotion.

"B. A. K. A. T. A. C. H. I. !"

"simpan dulu amarahmu kyuu,Sasuke jatuh dari balkon. Ayo kerumah sakit. Dia disana"Itachi langsung menggandeng tangan Kyuubi dan mengajaknya berlari.

"eehh...Itachi...Itachi..."

"nanti saja Kyuu,Sasuke dalam bahaya"Itachi terus berlari.

"itachi..."

"diam dan perhatikan larimu Kyuu.."

"KERIPUT BODOH!"bentak Kyuubi.

"APA?"balas Itachi.

Kyuubi gemetar. Itachi membentaknya...?

"aku...sepedaku disana..."suara Kyuubi terdengar seperti cicitan ditelinga Itachi.

"apa Kyuu?"tanya Itachi lebih pelan,dia tau Kyuubi ketakutan karna ulahnya.

"se...sepedaku...disana"Kyuubi menunjuk parkiran sepeda.

Itachi langsung mengusap pundak Kyuubi.

"maaaf,aku panik"

"aku tau"

.

.

.

Kawan-kawan Sasuke langsung berlarian kerumah sakit begitu mendengar Uchiha bungsu jatuh dari balkon.

"itu tidak terlihat seperti kau,Uchiha"

"diamlah Hyuuga,kau pikir aku sengaja menjatuhkan diriku dari balkon,heh?"

"bagaimana kejadianya Sasuke?"tanya Kyuubi.

"seperti ada yang mendorongku,aku tidak tau siapa. Aniki?"

"ya?"

"apa ada pelayan baru dirumah?"

"tidak ada Otouto,memangnya kenapa?"

"tidak,hanya saja samar aku melihat pelayan masuk kekamarku. Aku tidak begitu memperhatikan"

"huft...setiap kali Tou-san dan Kaa-san keluar kota ada saja yang ingin mencelakai kita"

"itu wajar Itachi,orang tua kalian punya banyak rival diluar sana"Kyuubi mengusap punggung Itachi. dia tau kalau sudah menyangkut sasuke,Itachi akan mudah sekali menjadi 'orang lain' atau 'karakter lain'.

"Nii-san aku haus lagi"

Dengan sigap Itachi mengisi gelas yang baru saja kosong.

BRAKK

"APA KAU BAIK-BAIK SAJA SASUKE?hosh?host?"

Semua kepala serempak menoleh kepintu yang dibuka paksa oleh... Shisui.

PYARR

Semua mata beralih pada gelas yang terlepas dari tangan Itachi.

"ano Uchiha-san,bisa lepaskan tanganku?"

Sekali lagi mata-mata diruangan itu mengalihkan pandanganya kebocah yang masih digandeng Shisui.

"uh,aku lupa. Apa pergelanganmu jadi sakit?"Shisui memeriksa pergelangan bocah yang dibawanya lalu mencium bekas merah disana.

"a...aku...aku tidak apa-apa"

Ruangan ini benar-benar menjadi sunyi senyap.

"SAAI?jadi kau kekasih Shisui-san itu,ttebayo. Kenapa kau tidak pernah bilang padaku?hei,aku ini kan temanmu. Huh!"

"URUSAI,DOBE!"

"aku permisi dulu"

BLAM

Sekali lagi pintu rumah sakit itu terbanting tanpa kesalahan.

"Itachi. oi... tunggu Itachi..."

Blam.

Kyuubi yang buru-buru menyusul Itachi juga melakukan tindakan asusila-plak- pada pintu yang takberdosa.

" .NII!"

"y...ya,sasuke?"Shisui berkeringat dingin.

"bukankah sudah kubilang JANGAN TUNJUKKAN KEKASIHMU PADA NII-SAN!"

"gomen,aku benar-benar tidak sengaja menarik Sai kemari,aku panik mendengar kau jatuh dari balkon"

Ruangan kembali sunyi senyap.

"ini. Kau tadi haus kan"Gaara menyodorkan segelas air untuk Sasuke.

"terimakasih"Sasuke meminum airnya dengan hidmat.

"kau juga minum,pasti perasaanmu tidak enak"

Sai mengangguk lalu menerima air dari Gaara.

"terimakasih Gaara"

"jadi Teme,apa sebenarnya sudah tau?"

"hn"

"bukanya Itachi-senpai kakakmu Sasuke,bagaimana kau...?"

"apa?kau menyalahkanku Hyuuga?"

"tidak seperti itu Sasuke,kami hanya tidak mengerti saja"lagi-lagi Gaara selalu menengahi suasana.

"memangnya aku harus apa?cinta memilih sendiri dimana ia hinggap kan"

"maafkan aku,Sasuke"Sai menunduk. Dia benar-benar sedih melihat keadaan Itachi,tapi mau bagaimana rasa itupun hinggap sendiri dihatinya.

"bukan salahmu Sai,Nii-san akan baik-baik saja"jawab Sasuke bijak.

"apa yang harus aku lakukaan?"Shisui berucap lirih.

"jaga saja Sai Uchiha-san,orang bisa gila kalau sudah menyangkut cinta"

"jadi kau berfikir Itachi-nii Gila,Hyuuga?!"

"mungkin saja kan"jawab Neji spontan.

"HYUUGA NEJIIII!"

BRUK

BRANG

TOENG

GLODAK

"ampuunnnn Sasukeeeee"

Neji dan Gaara berlari kencang menghindari amukan Sasuke.

"lain kali jaga mulutmu Neji"

"akan ku ingat itu,Gaara"

Mereka sampai ditaman rumah sakit.

"kenapa...hos...hosh...kau...hosh...mengikuti...ku...host ...Gaara?"

'Apa Gaara benar-benar menyukaiku,sampai mau mengikutiku kemana-mana?' Neji tersenyum-senyum sendiri dengan pemikiranya.

"kau menarikku,baka!"

"eh?"Neji melihat tanganya yang masih mencengkram pergelangan tangan Gaara.

"bisa kau lepaskan sekarang?"tanya Gaara jengkel.

"uh...go...gomen"

"kau selalu melibatkanku dalam masalah,Hyuuga!"

JLEB

"aku selalu tidak bisa bernafas lega didekatmu!"

JLEB

"bisa bergeser sedikit,kau membuatku gerah!"

JLEB

"the Hell!kenapa melamun,cepat menyingkir Hyuuga!"

"gomenne Gaara"

"huh!"

.

.

.

Bug

Bug

"tenangkan dirimu Itachi..."

"DIAM!"

Kyuubi diam,selalu tak berdaya menghadapi Itachi.

Bug

Bug

"tanganmu berdarah,Itachi..."

Bug

"apa pedulimu!"

Bug

Itachi terus menghantamkan kepalan tanganya kepohon,tidak peduli tanganya sudah bengkak dan berdara-darah.

"itachi..."

"DIAM!"

BUGHHGH

Dengan kekuatan penuh Kyuubi menendang Itachi sampai tersungkur.

"berhenti,aku mohon"Kyuubi bersimpuh didepan tubuh Itachi yang tergeletak.

"kenapa...Kyuu?"

"karna... hiks"

airmata ini,kenapa harus airmata ini?

Itachi bangun dan merengkuh Kyuubi,memeluknya erat.

"jangan menangis Kyuu,maaf...maafkan aku..."

Kyuubi mengangguk disela isakanya. Namun airmata itu malah bertambah semakin deras,Kyuubi tau yang sebenarnya ingin diucapkan Itachi. Maaf itu,bukan maaf karna membuatnya menangis. Tapi maaf itu,...

"maaf karna aku tak bisa membalas perasaanmu"

Seperti yang Kyuubi duga. Sekali lagi,cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

"aku tau. Tapi izinkan aku untuk tetap...mencintaimu Itachi..."

"jangan Kyuu,jangan sakiti dirimu sendiri"

"jangan melarangku Itachi"

"tapi..."

"untuk kali ini saja,biarkan aku...hiks...hiks..."

"ssst Kyuu...jangan menangis"Itachi membelai lembut surai sahabatnya.

"biarkan aku dengan perasaan ini Itachi,jangan sekali-kali kau melarangku"

"aku tau Kyuu"

.

.

.

TBC...

terimakasih sudah membaca.