CATUR

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T (mungkin berubah)

Chara: Itachi,Shisui,Kurama,Shukaku,DLL.

Warning : AU,abal, yaoi, shounen ai, boys love, many typos, gaje,dkk.

.


.

Tanks yang udah, fol, fav n review.

Yassir2374 : terimakasih saranya senpai, akan saya usahakan fic-fic yang selanjutnya menggunakan tata tulis yang benar. Jujur saya kurang tau, hehe. Diksi ya? Entah kenapa saya kesulitan membuat diksi, ems menurut saya lebih mudah pakai dialog sih, tapi saya usahakan memperjelas fic saya. Wristband itu gelang tangan senpai, yang dipakai sasuke ditanganya itu... em, saya tidak tau namanya jadi saya anggap saja itu wristband.

Raine Saori : OTP-nya kejutan aja ya Raine-san. Saya kurang suka bocorin OTP didepan. Gak asik aja kalau alurnya gampang ketebak. Bersama atau tidak, yang pasti di ending bakal ketahuan, hehe. Di chap tiga ini ada sedikit penjelasan kenapa saya kasih judul CATUR. Yosh, Widurinya masih dalam proses. Setengah jadi sih sebenarnya. Tapi belum max. Tanks reviewnya, gak papa kaya chating saya suka kog.

mizuki. runa. 5 : iya , Bl mizuku-san. Em, apa anda tidak suka Bl? Soalnya saya intib di bio-nya lurus semua. Mungkin sebaiknya tidak diteruskan baca fic ini, agak hawatir saya.

.


.

Ittadakimassu...

.

.

.

Itachi berdiri mematung di seberang jalan memerhatikan dua orang yang tengah berjalan beriringan. Dia tidak menduga akan melihat pemandangan yang baginya sangat tabu itu. Ingain rasanya segera berbalik dan menyelamatkan matanya dari iritasi berkelanjutan, namun entah kenapa tubuhnya sulit digerakkan. Seolah tubuhnya mengejeknya dengan memaksa Itachi menyaksikan adegan yang selanjutnya membuat matanya terbelalak. Hatinya ngilu. Tubuhnya lemas tak bertenaga.

Disana, diseberang jalan sana Shisui mengecup sekilas bibir Sai.

Dan Itachi sukses menelfon adiknya karna tidak kuat berjalan pulang.

.

.

Kyuubi menatap nanar pada sosok Itachi yang membonceng sepeda Sasuke. Sungguh, hatinya sakit. Bagaimana bis adia jatuh cinnta pada teman yang sama sekali tak ada rasapadanya, yang malangnya lagi cowok itu cinta mati sama sepupunya yang sudah punya kekasih. Ironis, bagaimana dia menyaksikan Itachi yang tak sengaja melihat Shisui berjalan dengan Sai, bagaimana tak sengaja juga Kyuubi melihat Itachi dari tempatnya ini. kenapa rantai cinta antara mereka tak kunjung berakhir. Kyuubi yang mencintai Itachi, Itachi yang cinta mati pada Shisui, dan Shisui yang melabuhkan cintanya pada Sai. Ini sungguh keterlaluan.

Kyuubi menangis dalam diam.

'ini benar-benar sakit Tuhan...'

.

.

(Nano – Sebatas Mimpi)

Saat pertama ku dekati dirimu

Menuruti semua inginmu

Dan tiba waktumu tuk beri jawaban

ternyata kau anggap aku hanya teman

Bawalah aku kedalam mimpimu

aku takkan kecewakan kamu

walaupun itu semua hanya sebatas mimpi

jadikan aku kekasih hatimu

aku menginginkan kamu

sungguh-sungguh merasaku jatuh cinta...

pada dirimu...

Shukaku melepas earphone dari telinganya. Lagu itu sungguh mengena di hatinya.

"sampai kapan kau akan mengejar gagak sialan itu, Kyuu"

"diam Shukaku!"

"dia hanya mencintai sepupunya Kyuu. Dan itu mutlak tak terbantah!"

"kau bisa diam tidak!"

"berhenti mengharap Itachi, Kyuu!"

"apa pedulimu, heh?"

"apa peduliku? Tentu saja aku peduli! Aku mencitaimu Kyuu, aku menginginkanmu...mungkin lebih besar dari rasa inginmu memiliki Itachi. Tolong lihatlah ke arahku Kyuu. Bukan kau saja yang sakit. Aku juga sakit melihatmu Kyuu...aku..."

"aku tau, maaf..."

Kyuubi merapikan buku-bukunya.

"tugasnya sudah selesai. Aku mau pulang"

"tinggalah sebentar lagi, sebentar saja"

"huft... maaf Shu. Tapi aku harus pulang, ini sudah malam"

Cklek cklek ceklek

Kyuubi coba membuka pintu dengan memutar-mutar gagang pintu.

Ceklek ceklek ceklek

Tidak bisa terbuka.

"aku sudah menguncinya Kyuu"

Kyuubi melotot.

"apa maksutmu! Cepat buka pintunya, aku mau pulang"

"tidak sebelum kau menerimaku jadi kekasihmu!"

"kau minta tendang, eh?"Kyuubi menatap Shukaku garang.

"aku tidak takut!"

DUAGH

Satu tendangan di perut sukses membuat Shukaku tersungkur.

"cepat buka pintunya sebelum aku mematahkan tangan kakimu!"

"tunggu sebentar..."Shkaku terhuyung-huyung masuk kamarnya.

Kyuubi menanti dengan tidak sabar.

Shukaku keluar dari kamarnya. Tapi tidak membawa kunci, melainkan membawa papan catur mini yang masih terlipat.

"mana kuncinya?"

"aku tidak bilang ingin mengambil kunci!"

"apa maumu?"

"kita barmain catur! Jika Aku kalah, aku menyerah. Tapi jika kau kalah, kau harus mau jadi kekasihku!"

"'permainan bodoh!tck!"

"aku mohon Kyuu..."

Kyuubi yang melihat muka memelas Shukaku jadi tidak tega. Yah, walau bagaimanapun Shukaku tetap temanya kan. Apa salahnya menemani dia main catur.

"kau yakin bisa menng dariku?" tanya Kyuubi.

"kalau tidak dicoba kita tak kan tau"

.

.

Itachi sudah berdiri berjam-jam didepan cermin. Entah apa yang di pikirkan sampai dia betah memandangi bayangan semunya itu. Dengan rambutnya terurai, T-skirt putih v-neck dan jeans selutut yang membuatnya terlihat seperti perempuan dari belakang.

Itachi merogoh kantung jeans-nya.

"halo Obito-san, bisa aku minta tolong?"

"minta tolong apa my nepiew?"

"bahasa Inggrismu buruk seperti biasa"

"haha...jadi kau mau minta tolong apa?"

"besok keberi tahu kalau aku sudah dirumahmu"

"oke. Aku tunggu kedatanganmu ItachiKU"

"aku bukan milikmu! Dan ya sampai besok"

Klik. Sambungan diputus.

.

.

Permainan sudah berlangsung tiga jam. Dari kedua belah kubu sudah banyak pejuang berguguran. Bahkan Shukaku sudah kehilangan ratunya.

Kuda berjalan leter L dan sukses mendepak benteng Shukaku.

Shukaku balas dengan menjalankan benteng satunya menyingkirkan kuda Kyuubi.

Tangan Kyuubi meraih ratunya dan...

"Skak!"

"APA?"Shukaku tak percaya.

"kau mati!"

"tapi..."

"tidak ada tapi-tapian. Mati ya mati! Sekarang buka pintunya, aku mau pulang!"

Shukaku melihat jam didinding.

23. 05

"sudah malam Kyuu, sebaiknya kau menginap disini"

"tidak! Cepat buka pintunya!"

JDUARR

Keduanya terlonjak kaget.

"hujan?" Kyuubi mengernyit.

Shit! Ini benar-benar seperti dorama yang sering ditonton Kushina, ibu Kyuubi.

Shukaku berjalan kejendela dan menarik ikatan korden yang lupa tidak ditutup.

"hujan Kyuu. Menginap saja disini"

Kyuubi diam saja. dia terjebak.

"ayo kekamar Kyuu"

Dengan langkah malas Kyuubi mengikuti Shukaku, dia lelah, punggungnya sakit dipakai duduk berjam-jam. Begitu melihat kasur dia langsung merebahkan tubuhnya.

"kau gelar futonmu. Aku tak mau tidur seranjang denganmu!"perintah Kyuubi.

"tidak mau!" dan Shukaku langsung menelusup kebalik selimut yang sam dengan Kyuubi.

"terserah kau sajalah!"Kyuubi kesal. Tapi mengalah demi mendapati kantuk yang menyergap matanya.

.

.

"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH! SINGKIRKAN TANGANMU!" baru lima menit Kyuubi menutup matanya saat merasakan tangan dan kaki memeluknya dari belakang.

"tidak mau Kyuu! Pokoknya malam ini kau jadi gulingku!"

"SHU. KA. KU!" murka Kyuubi.

"please...kyuu. aku hanya ingin memelukmu...please..."

Kyuuubi mengalah. Kalimat memohon Shukaku benra-benar membuatnya tidak tega.

.

.

Tengah malam.

Kyuubi membuka matanya perlahan. Otaknya cukup lamban memproses apa yang terjadi, yah dia benar-benar masih mengantuk. Butuh waktu satu menit penuh untuk bereaksi dan...

BUGH

"ITTAI!"

Kyuubi menghantam wajah yang berada tepat diatas wajahnya.

"APA YANG KAU LAKUKAN?"teriak Kyuubi.

"aku...aku hanya... aku hanya ingin menciummu Kyuu..."

"APA?"

Ingin sekali dia menonjok muka Shukaku tapi ia urungkan begitu melihat butiran tabu yang jatuh dari kelomak mata temanya itu.

"Shu..."Kyuubi bangun dari tidurnya. Duduk tegak.

"aku...aku...hiks..."Shukaku yang masih duduk dipaha Kyuubi terisak.

Kyuubi membawa kepala Shukaku menyandar dibahunya. Melingkarkan tangan kanan dibahu Shukaku dan tangan satunya dengan lembut mengusap rambut Shukaku.

Shukaku terisak-isak. Ingin sekali rasanya dia meminta Kyuubi memeluknya setiap saat seperti ini, namun itu sangatlah mustahil.

"suatu saat kau akan menemukan orang yang bisa memerhatikanmu lebih dari aku"

"ti...dak...mung...kin...ada...Kyuu..."

"ada. Pasti ada!"

"selama...ini...hanya...kau...yang...menyayangiku...Kyuu..."

"itu karna kau menutup diri, baka!"

"aku..."

"sudahlah! Sudah larut, besok kita sekolah. Mari tidur!"

Dengan lembut Kyuubi membaringkan Shukaku disebelahnya. Menyelimuti sampai dagu lalu mengecup keningnya.

"oyasumi..."

"oyasumi, Kyuubi Onii-san...'

Kyuubi mengacak rambut Shukaku lalu berbaring hendak melanjutkan tidur. Baru hendak memejamkan mata, Shukaku sudah mengguncang bahunya pelan.

"apa?"

"tidak bisa tidur..."

Kyuubi menepuk jidatnya. Ternyata bocah satu ini belum sembuh penyakitnya.

Kyuubi berguling lalu menindih Shukaku.

"belum sembuh?"

"belum..."

Kyuubi tersenyum, lalu pelan-pelan menurunkan kepalanya, menyentuhkan bibirnya dengan bibir Shukaku, menjilatnya, menghisap lembut bibir dibawahnya.

Shukaku menikmati ciuman lembut Kyuubi, sangat lembut dan nyaman sampai dia mengantuk dan akhirnya tertidur.

Kyuubi melepaskan pagutanya, memposisikan dirinya disamping Shukaku dan memeluk temanya itu.

"oyasumi Shukaku..."

Kyuubi memejamkan matanya.

.

.

"tadaima..."

"okaeri Itachi-sama..."

Itachi tersenyum pada buttler yang menyambutnya lalu naik kekamar.

"ANIKI?" teriak Sasuke OOC.

Itachi batal melangkahkan kaki kekamarnya.

"ada apa Otouto?" tanya Itachi panik lalu menghampiri adiknya.

"apa yang terjadi pada rambutmu?" Sasuke memutar-mutari Itachi.

"heh?"

"kenapa jadi pendek?"

"kau berteriak hanya karna ini?"tanya Itachi.

"iya..."

Keduanya masuk kekamar sasuke lalu duduk bersebelahan di ranjang.

"kenapa?"

"tidak apa-apa, ingin ganti suasana saja"

"ooohhh..."

"pinjam kamar mandimu, badanku gerah"

Itachi mengambil handuk di lemari Sasuke dan mengalungkanya di leher.

Drtttt drrtttt drrrrtttt

Ponsel Sasuke bergetar.

"moshi-moshi..."

"apa Itachi sudah dirumah, Sasuke?"

"sudah, Obito-san. Kenapa?"

"aku hawatir padanya, tadi dia berkunjung. datang-datang dia minta rambutnya dippangkas, kelihatanya dia ada masalah. Dia memberiku contoh model yang...errr konyol sekali..."

"konyol, maksudnya?"

"dia memintaku memotong rambutnya dengan gaya seseorang. Bagus sebenarnya, hanya saja menurutku pasti tidak cocok untuknya. Jadi aku memotongnya seperti rambutku, itu lebih pantas kan..."

"tunggu, Obito-san. Model yang kau maksud itu siapa?" tanya Sasuke was-was.

"entah aku tidak tau namanya..."

"masih ada fotonya?"

"masih ada dikotak mailku, kenapa?"

"tolong tanyakan pada Kakashi-sensei, mungkin dia tau"

"oke, tunggu sebentar..."

Sasuke mendengar pamanya berbicara pada sensenya tapi tidak jelas.

"halo Sasuke, kau masih disana?"

"ya..."

"namanya Sai, satu angkatan denganmu..."

Bingo! Benarkan dugaan Sasuke.

.

.

Shisui membuka jendela gmail di LCD laptopnya. Ada beberapa pesan masuk, dia membuka satu-satu dan membacanya. Semua daru teman-teman dan beberapa review dari dosenya. Satu pesan terakhir, dari Sasuke. Sepupunya itu rajin mengirimi pesan akhir-akhir ini.

To : Uchiha Shisui

Subjec : Itachi Nii-san.

Shisui Nii-san, Aniki memangkas rambutnya dengan gaya Sai -Sepertinya dia mulai stres- tapi untunglah Obito-san tidak menurutinya.

(picture) gambar Itachi dan rambut barunya.

Ini tidak bisa dibiarkan Nii-san, Kau harus bertindak. Jauhkan dia darimu.

Saranku pura-pura saja kau sangat membencinya. Nii-san mengerti maksutku kan?

Demi Anikiku Shisui-nii, tolong lakukan sesuatu.

"huuuftttt..."

Shisui meletakkan kepalanya di meja. Pusing.

Dia harus bagaimana?

Pura-pura membenci Itachi? Menjauhinya?

Mana dia tega melakukan itu.

Bagaimana cara membenci orang yang kau sayangi?

Pura-pura membenci tepatnya.

Semua terasa sulit. Atau mustahil malah.

"aku harus pura-pura membenci Itachi, ya? Huft...mungkin hanya ini satu-satunya cara..."

.

.

TBC...

Tanks sudah membaca. Smile n hug. Em, ada tambahin sedikit. Sengaja dibuat ekstra.

.

.

EXTRA

ONE.

Ruang introgasi Uchiha. Dua hari setelah kecelakaan Sasuke.

Shisui bersedekap angkuh. Mata mengintimidasi. Pose standar para Uchiha menghadapi musuh. Disebelahnya ada Obito yang berpose sama. Mereka berdiri di ruangan dengan kaca satu arah, mengamati Aoba –kepala keamanan Uchiha mansion- yang tengah duduk mengintrogasi salah satu buttler diruang depanya.

"bisa kau jelaskan motifmu?"

"membunuh Uchiha muda tentu saja. apalagi?"

TWACK

Aoba menjitak kepala pelayan songong yang berulah itu.

"sakit bodoh!"

"jaga bicaramu Genma-san!"

"yadda yadda yadda..."

"Genma-san!"

"bukan aku yang melakukanya!. Aku harus bilang berapa kali, heh?"

"kau tidak punya alibi yang bagus, Genma-san!" geram Aoba.

"alibi yang bagus? Jelas-jelas kita sedang bercinta saat itu, bodoh! Kau menusukku! Bagaimana bisa aku mencelakai Sasuke-sama kalau bokongku saja perih dan pinggangku ngili, bocah bodoh!" Genma berbicara dalam satu tarikan nafas.

"gen...Genma...san..."

"APA?"

"kau itu tidak punya malu sekali! Obito-sama dan Shisui-sama memperhatikan kita dari ruang sebelah, baka-san!"

"UAPA?"

Ohok-ohok-ohok.

Genma sukses tersedak tusuk giginya sendiri.

.

.

TWO.

"kau pelayan baru disini?" tanya Aoba.

"i...iya tuan..."

"apa kau yang mencelakai Uchiha-sama?"

"i..iya...tuan. maaf...maafkan saya..."

Lalu pelayan baru yang ternyata bernama Saiken itu menangis tersedu-sedu.

"eeeh?kenapa menangis?" tanya Aoba panik.

"sebenarnya saya kangen sama Utakata-nii...hiks...hiks..."

"Utakata? Kau kenal Utakata?" Obito mendobrak masuk keruangan tanpa permisi.

"saya...saya adiknya..."

"bodoh! Kakakku hampir gila karna mencarimu! Apa yang kau lakukan disini?"

"kabur..."

"heh?"

"dia melarang saya kencan dengan Ishobu...hwaaaaa..."

"eeehhh?JANGAN MENANGIS!" teriak Aoba dan Obito bersamaan.

"bawa dia keluar Aoba-san. Dan pastikan dia sampai rumah dengan selamat!"

"hai'...Obito-sama!"

.

.

"jadi siapa pelaku sebenarnya Nii-san?" tanya Shisui.

"entah, aku curiga dia sudah keluar dari sini"

Dan sampai ekstra chapter tiga selesai, pelaku kejahatan itu belum juga diketemukan. Mungkin Chap depan. Bye bye.