Aitakatta
Disclaimer : Belong to © Masashi Kisshimoto
.
.
.
Don't Like, Don't Read
Happy reading minna :D
Flashback Sasuke and Sakura
[09:00 PM, Tokyo]
"Aaahh … Ssa-su-keeehh..pelan-pelaannn aahh .."
Desahan erotis gadis muda bersurai pink memenuhi sebuah ruangan gelap. Disana terlihat seorang gadis dan pria muda tampan bersurai raven tengah memadu kasih diatas ranjang.
Si lelaki dengan semangatnya yang terus melayani sang wanita. Beberapa gerakan liarnya yang ia berikan pada sang gadis membuat sang empunya tak bisa lagi menahan suara-suara aneh tersebut. Pria itu segera menyumpal mulutnya dengan lumatan ciuman ganas. Lalu ia melepaskan ciumannya untuk mengambil pasokan udara yang hampir habis.
"Kau ini berisik sekali, sayang". Goda sang laki-laki raven tersebut sambil menggesekan hidung mancungnya pada Sakura.
"Emmhh Sasuke-kun". Sakura memalingkan mukanya yang tengah memerah itu.
Sasuke pun melanjutkan kembali aksi liarnya , bahkan menambahkan kecepatan, Sakura terbelalak kaget ia hampir mencapai puncaknya. Sakura tak ingin Sasuke mengeluarkan cairan cintanya didalam rahim miliknya karena menerut Sakura ia tak mau sesuatu hal buruk terjadi pada dirinya.
"Kumohon… Sasuu-keehh kun jangan la-kukannn". Cegah Sakura ditengah kegiatannya itu, namun nihil Sasuke sama sekali tak mendengarkan perkataan Sakura ia masih asyik mengobrak-abrik milik Sakura.
"Apa yang kau takutkan Sakura, sebentar lagi kan kita akan menikah".
"Tapi sebaiknya kau jangan melakukan ini, ku mohon". Sasuke akhirnya mau mendengarkan kekasihnya itu. Ia langsung menghentikan kegiatannya dan mengambil baju-baju yang berceceran dilantai dengan kasar.
Ah ya Sasuke marah, dilihat dari ekspresi wajahnya yang tak enak dilihat. Tubuh Sakura bergetar, ia sangat takut jika Sasuke sudah marah. Jika tunangannya itu marah bisa seminggu penuh ia dicuekan. Sakura sangat mencintai sosok pria itu, ia tak ingin kehilangan Sasuke walau mereka akan segera melangsungkan pernikahan.
"Cepat kemasi barang-barangmu , akan ku antar kau pulang". Sergah Sasuke sambil mengancingkan kemeja putihnya. Sakura hanya memperhatikan pria tampan itu yang masih dalam posisi duduk diatas ranjang. Ia pun bangkit dan memeluk pria itu.
"Sasuke-kun kau jangan marah padaku, sebentar lagi kan kita akan menikah. Aku berjanji akan memuaskanmu setiap hari jika kita sudah menikah nanti". Laki-laki itu masih tetap dengan posisi diamnya. Wanita yang kini tengah tertunduk dikakinya itu terisak, yah Sakura itu sangat tak ingin kehilangan Sasuke.
"Apa ibumu sudah berubah fikiran, Sakura". Ucapan itu membuat Sakura semakin terisak mengingat kedua orang tuanya yang tak meyetujui hubungan mereka. Sekalipun Sasuke sudah melamarnya tapi orang tua Sakura tetap keukeuh tak menyukai calon menantunya itu.
Kenapa Sasuke bisa bertunangan dengan Sakura? Kejadiannya sederhana sekali, mereka kepergok sedang bercumbu dikamar Sakura oleh ibunya. Dan saat itulah ibu Sakura diminta pertanggung jawaban pada Sasuke, namun lama kelamaan orang tua Sakura mengetahui kalau Sasuke adalah seorang pecandu Narkoba. Sejak itulah mereka membenci Sasuke.
Orang tua mana yang tak menyayangi anaknya, mereka tak ingin Sakura ikut terjerumus kedalam dunianya Sasuke. Namun Sasuke tak pernah sedikitpun mengajak atau menyuruh Sakura untuk ikut mengkonsumsi barang haram itu, Sasuke tahu itu sangat tidak baik dan ia sangat menyayangi Sakura.
Pertama kali ia mengenal barang haram itu berawal dari pertengkaran antara kedua orang tuanya membuat Sasuke yang saat itu masih labil mengambil jalan yang salah. Tak seperti kakaknya Uchiha Itachi ia mengatasi itu dengan jalan lain. Ditambah lagi dengan pergaulannya yang dibilang sangat keras.
Kelakuan Sasuke tak diketahui oleh kedua orang tuanya karena mereka selalu sibuk. Namun sang kakak, Itachi sudah mencurigai kelakuan adiknya yang selalu pulang malam dan jarang ada dirumah.
.
.
.
"Aku akan menginap diapartemen mu sehari lagi". Rajuk Sakura pada Sasuke. Sakura memang suka menginap diapartemen milik Sasuke , karena ia tahu kalau Sasuke datang kerumahnya sikap ibu dan ayah Sakura langsung berubah.
Sasuke bukan anak yang baru lahir kemarin, Ia tak dapat dibohongi lagi dengan sikap orang tua Sakura yang selalu mengacuhkan Sasuke, ia tau bahwa ibu Sakura tak menyukai dirinya. Contohnya seperti ibu Sakura yang tiba-tiba marah tak tahu sebab atau pergi meninggalkan rumah jika Sasuke sedang berkunjung kerumah Sakura.
"Apa kau ingin dipenggal ayahmu , Sakura?. Pulanglah sekarang juga".
"Tapi-"
"PULANG". Baru kali ini Sasuke membentak Sakura. Tak ada pilihan lain selain menuruti kata Sasuke, akhirnya Sakura mau pulang diantar oleh Sasuke.
.
"Terimakasih, Sasuke-kun". Sakura yang berada digerbang pintu rumahnya sedangkan Sasuke yang masih didalam mobil. Kali ini ia mengantar Sakura sampai gerbang saja, karena kalau masuk kerumahnya Sasuke harus menyiapkan mental.
"Tolong bilang pada ibumu, aku akan segera mentransfer uangnya".
"Baik". Sakura pun berjalan menuju pintu rumahnya, tiba-tiba langkahnya terhenti saat Sasuke memanggil namanya.
"Sakura !". Gadis yang dipanggil itu menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya.
"Katakan pada ayah dan ibumu". Sasuke menghela nafas sejenak saat mengatakan ini. "Aku minta maaf".
BLAMM ..
Sasuke menutup pintu mobilnya dengan kasar dan langsung melaju pergi meninggalkan rumah Sakura.
.
.
Kriing ..Kriing ..
Apple 6 milik Sasuke berbunyi pertanda panggilan masuk. Ia segera merogoh saku bajunya dengan tangan kiri karena satu tangannya sedang memegang kemudi.
Saat ia melihat layar smartphone-nya Sasuke mengerutkan kedua alisnya lalu ia mengangkatnya.
"Moshi-moshii"
"Kau bisa kemarkas sekarang?". Suara seorang pria yang berada desebrang sana menghubungi Sasuke dengan nada yang serius.
"Ya aku segera kesana".
"Aku punya pekerjaan untukmu".
"Hm". Nada khas nya terlontar dari mulut Sasuke dan sambungannya pun terputus.
.
.
.
"Tadaima".
Sakura memasuki rumahnya , disana memang ada kedua orang tuanya namun tak ada sepatah kata apapun yang terdengar. Ia tahu anak perempuannya itu sehabis pulang bersama tunangannya.
"Bu kata Sasuke uangnya akan segera ditransfer ke rekening ayah".
Perkataan Sakura tidak direspon sama sekali. Ia hanya mengusap dada dan berjalan menuju kamarnya.
'Oh Kami-sama sampai kapan ayah dan ibu bersikap seperti ini padaku. Ayah , Sasuke akan segera menjadi suamiku kumohon terimalah dia. Aku ingin restu dari kalian berdua'. Tanpa sadar air mata itu terjatuh dari iris emerland Sakura.
Gadis itu menjatuhkan diri keatas ranjangnya dan menenggelamkan mukanya, menumpahkan seluruh air mata diatas bantal.
Tap tap tap ..
Langkah kaki yang kian mendekati Sakura, perempuan paruh baya itu duduk disamping Sakura.
"Ibu hanya ingin yang terbaik untukmu, kurasa Sasuke memang sampai kapanpun ibu tak akan pernah menyukai Sasuke".
Saat ibunya berkata demikian ia segera memeluk ibunya dan tangisannya pun menjadi-jadi dipelukan sang ibu.
"Maafkan aku bu, maaf ..maaf .. hiks, aku hanya ingin restu dari ibu dan ayah, sebentar lagi dia akan menjadi suamiku, dia sudah berjanji padaku tak akan menyentuh barang-barang haram lagi, hiks".
.
.
.
[Hiroshima's Apartements 11:45 PM, Tokyo]
"Ahoy my bos ". Pria bertubuh tinggi dengan semangat menyambut laki-laki yang baru saja datang dengan langkah sempoyongan dan muka yang *errr .. tak enak dilihat.
"Kau terlihat sangat buruk Juugo bahkan saat memakan itu". Sasuke menjauhkan pria berambut oranye itu yang menurutnya sangat mengganggu.
"Kau sudah datang, Sasuke". Nampak seorang laki-laki berambut merah dengan suara baritonnya telah memanggil nama Sasuke. Sang pemilik nama tersebut menghampiri pria yang sedang duduk membelakanginya dihiasi kepulan asap rokok memenuhi seluruh ruangan.
"Aku akan berhenti bekerja untukmu". Ucap Sasuke langsung pada intinya, bukannya tanpa difikir, Sasuke sudah berniat akan berhenti menjadi pengedar dan pengguna Narkoba.
Pria itu hanya terkekeh mendengar perkataan Sasuke. "Tak biasanya kau seperti ini, apa kau dimarahi ibumu?". Perkataan yang berkesan mengejek disusul dengan tawaan orang-orang disekitarnya. Sasuke mengepalkan tangannya , rasanya ingin sekali menghajar pria merah pendek tersebut tapi mengingat akan posisinya saat ini.
"Mulai hari ini aku bukan lagi anggota kalian karena sebentar lagi aku akan menikah".
"Menikah katamu?".
"Ya , aku akan segera menikahi Sakura". Ucapan Sasuke hanya dibalas dengan tiupan rokok tepat dimuka Sasuke, kita sebut pria itu Sasori.
"Hooosshh …". Sasuke hanya memalingkan mukanya dan ia mati-matian menahan amarahnya untuk menghajar Sasori.
"Kau yakin tak ingin mencobanya dulu, Sasuke?". Ucap Sasori sambil melempar benda haram tersebut kemuka Sasuke.
"Ayolah Sasuke kita bersenang-senang malam ini, aku sudah mengajak Karin dan Tayuya". Ucap pria berambut putih tersebut disusul dengan Tayuya yang turut mengikuti kekasihnya, Suigetsu.
"Kau akan menikah? Apa kau lupa setelah apa yang kita lakukan Sasuke-kun?". Ucap wanita berkacamata sambil menjilat nafsu pipi Sasuke. Laki-laki itu tak tinggal diam, ia langsung mendorong Karin dengan kasar.
"Jangan harap kita pernah melakukan hal-hal lain, Karin. Dan kau Sasori aku akan membayar semuanya asalkan kau jangan mengajak aku lagi. Aku akan berhenti". Sasuke mengeluarkan ATM-nya dan melemparkan ke Sasori
"Terserah". Sasori pun bangkit dari duduknya dan ia meneguk segelas wine yang ada ditangannya.
"Juugo , apa kau mau permen?". Ucap Sasori enteng.
"Permen ? Aku tak suka permen, aku hanya suka wanita". Ucap Juugo dengan tampang mesumnya.
"Kalau begitu pesanlah sesuka mu dengan ATM itu". Tunjuk Sasori pada ATM yang tergeletak dilantai.
Sasuke sudah tak tahan lagi dengan sikap Sasori, ia langsung pergi meninggalkan tempat itu dari pada berujung dengan keributan.
"Tunggu Sasuke-kun jangan pergi". Terak Karin mengejar Sasuke tapi tangannya ditahan oleh Sasori.
"Lepaskan aku , bodoh". Ucap Karin membentak Sasori.
"Kau boleh panggil aku bodoh atau tolol sekalipun, tapi suatu hari kau akan berterimakasih padaku". Bisik Sasori ditelinga Karin. Karin mengangkat sebelah alisnya dan berbalik kearah Sasori.
"Apa maksudmu?".
"Kau mencintai Sasuke ?. Aku akan membuat dia bertekuk lutut dihadapanmu". Perkataan Sasori disusul dengan seringaian nakal Karin , gadis yang telah lama menyukai Sasuke.
"Kau selalu memberikan yang terbaik untukku, Sasori-sama". Wanita itu pun kembali memasuki ruangannya , ia membelai mesra wajah Sasori saat melangkah. Pria itu pun menyeringai.
.
.
.
Saat Sasuke kembali lagi ke Apartemen miliknya, disana didapati sesosok pria tinggi yang wajahnya serupa dengannya namun memiliki sedikit kerutan diwajahnya. Uchiha Itachi, kakak kandung Sasuke sudah berada didalam Apartemen Sasuke.
Itachi memang mengetahui password kamar apartemen Sasuke jadi dia selalu datang kesana sesuka hatinya.
"Darimana kau?". Ucap Itachi sambil duduk santai disofa hitam milik Sasuke.
"Mengantar Sakura". Sasuke masuk keapartemennya dengan tampang malas. "Sepertinya aku harus mengganti password supaya tidak ada tikus berkeliaran diruanganku". Ucap Sasuke sambil melempar jaket kesembarang arah. Ucapan itu dibalas tatapan deathglare dari Itachi.
"Sampai kapan kau akan tinggal disini?".
"Sampai ayah dan ibu merestui hubungan kami". Ucapnya enteng sambil membereskan kasur king size nya yang berantakan sehabis, ehmm 'bercinta' dengan Sakura.
Itachi tak membalas perkataan Sasuke ia masih anteng dengan kegiatan menonton televisi.
"Kenapa? Kau tak menyetujuinya juga? Kalau begitu silahkan tinggalkan tempat ini sekarang juga".
"Hey jangan seenaknya mengusir. Aku datang kesini bukan tanpa alasan, ayah menyuruhku untuk membawa kau pulang".
"Untuk apa dia menyuruhmu, aku sudah malas pulang kerumah. Maaf aku sedang sedang sibuk mengurusi pernikahanku".
"Kau benar-benar akan menikahi Sakura tanpa restu dari ayah dan ibu?".
Sasuke memasuki kamar mandi, meninggalkan Itachi berbicara sendiri.
Kriingg …
Itachi mengangkat panggilan masuk dari ayahnya.
"Moshi-moshi".
"Kau berhasil membujuk anak itu, Itachi?".
"Maaf ayah".
"Besok aku akan kesana, kau pulang saja barusan istrimu kesini mencarimu".
"Baik".
Akhirnya pria berkuncir itupun pergi karena sang istri yang telah menunggunya. Itachi sudah menikah dengan Inuzuka Hana , seorang dokter spesialis kandungan di Tokyo.
.
.
.
"Sakura … hmmm kau telah menghancurkan hatiku. Apa kau lupa siapa yang telah menjadi pacarmu waktu SMA ? Apa kau lupa siapa yang menjadi cinta pertamamu? Dan apa kau lupa siapa yang merebut kegadisanmu? Kau pikir aku telah melupakanmu? Jangan harap kau akan bahagia tanpa aku". Pria berambut merah tersebut tengah bergumam sendiri sambil memandangi sebuah foto perempuan berambut pink. Yah Sakura, wanita yang barusan ia sebutkan.
Sakura adalah cinta pertamanya Sasori.
"Dan kau Uchiha, aku sudah tak bisa lagi memberi waktu untuk bersama Sakura ku. Kesabaranku kini sudah habis , aku akan mendapatkan Sakura kembali". Sasori membakar ATM yang diberi Sasuke tadi dengan rokok yang sedang ia hisap lalu ia melempar ATM yang sudah hangus itu.
"Perasaan ini tak akan pernah hilang sampai kapanpun, Sakura".
To Be Continue
Chapter selanjutnya masih tentang Flashback. Hehe bersabar dulu sebentar untuk flashbacknya yah ,, nanti setelah itu berlanjut lagi.
Review ? supaya membangkitkan semangat nulisnya .. #Puppy eyes no jutsu :D
Big Thanks to : sukez, suket alang-alang, Karl the gross, caesarpuspita, ipaikyuu, mantika mochi, ZihanZoldyck, Queenshila, adrienna.
Thanks udah baca Fic abalku Review kalian membuat Mei semangat nulis , salam cinta dari Mei no kawai
