Love, Life, Dancing!

.

.

.

.

.

Cast :

Oh Sehun (Sehun)

Xi Luhan (Luhan)

Kim Jongin (Kai)

Do Kyungsoo (Kyungsoo)

.

.

.

.

.

Please Enjoy ~

.

.

.

.

.

ByeolBaek

.

.

.

.

.

Love..

.

.

.

.

.

Life.

.

.

.

.

.

Dancing!


Sehun .. Odult ..

.

.

.

.

.

Luhan tengah berada di belakang panggung. Ia sudah siap.

Tepuk tangan para penonton yang menunggunya mulai menggema dan mulai memanggil-manggil namanya, Deer.

Luhan meremas tangannya. Ia gelisah, jantungnya berpacu, ia tiba-tiba gugup.

"Aku harap aku bisa melakukannya .." Bisiknya sebelum akhirnya ia memasuki panggung diiringi suara Tepuk tangan dan Sorakan yang meriah.

.

.

.

.

.

Sehun tengah duduk berhadapan dengan seorang pria yang memiliki wajah tak kalah dingin dengannya. Bos barunya, Kris.

"Jadi .. Kai bilang, kau seorang CEO, hm? Kenapa kau berminat untuk menjadi seorang Dancer di Club milikku?" Tanya pria berwajah dingin itu.

Sehun menatap pria itu datar kemudian membuka kacamatanya "Aku hanya ingin menggapai impianku" Ucapnya. Kris menyeringai menatapnya "Oh, rupanya kau Oh Sehun .. Sengguh kehormatan besar jika kau mau menjadi seorang Dancer di Club ini" Ucapnya.

Sehun memutar bola matanya malas "Tsh! Itu menjijikan. Langsung saja. Kapan aku akan bekerja?" Tanyanya. Kris terkekeh "Kau bisa bekerja sekarang jika kau mau." Ucapnya. Sehun menggunakan kembali kaca matanya lalu menyeringai "Baiklah" Ucapnya.

.

.

.

.

.

Lantunan musik menggema. Mengiringi gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Luhan.

Dengan diiringi lagu ber beat cepat milik Younqiue Unit yang berjudul Maxstep, Luhan menggerakan tubuhnya dengan lihai.

Di tengah-tengah lagu, ia tak menyangka ada orang dibalakangnya dan itu .. Odult.

Luhan tersenyum kecil saat Odult menari sama lihainya dengan dirinya dan tersenyum kecil padanya. Entah mengapa, ia semakin percaya diri. Dan kegugupan yang tadi ia rasakan seakan sirna saat melihat Odult bersamanya.

Tepuk tangan dan sorakan menggema saat mereka mulai menari bersama-sama dengan kompak.

Sehun terseyum tipis saat melihat Luhan.

"Kau harus menjadi seorang Dancer bersamaku, Hunnie!"

"Tentu hyung!"

'Tentu Hyung .. Kini aku sedang bersamamu ..' Batinnya.

.

.

.

.

.

Luhan berbaring di Kasurnya, setelah mandi rasanya segar sekali. Ia benar-benar lelah hari ini. Ia melirik kearah Sehun yang tengah duduk di sofa yang ada di ruangannya "Odult.." Panggilnya. Sehun menoleh "Ada apa, Deer?" Tanyanya.

Luhan mengubah posisinya menjadi duduk "Kenapa kau terus memakai kacamata?" Tanyanya. Sehun terkekeh pelan membuat Luhan tertegun "Aku sudah bilang alasanku bukan? Aku suka memakai kaca mata" Ucapnya.

Luhan mengembungkan pipinya kesal "Aku serius. Kenapa kau tak mau menunjukan wajahmu padaku? Ayolah~ Aku ingin mengetahui wajah mu~" Ucapnya lalu berdiri.

Sehun tersenyum kecil "Tak apa-apa" Ucapnya. Luhan menatapnya dengan mengeluarkan DeerEyes nya "Kalau begitu, beritahu aku wajahmu ~" Ucapnya memohon.

Sehun menggeleng "Tidak. Belum saatnya" Ucapan itu membuat Luhan memiringkan kepalanya bingung "Huh? Kenapa?" Tanyanya.

Sehun kembali menggeleng "Tak apa" Ucapnya. Luhan menatapnya kesal "Lalu kapan?!" Tanyanya. Sehun terkekeh kecil "Hh~ Akan kuberitahu jika saatnya tiba" Ucapnya.

Luhan terdiam.

"Hunnie .. Kenapa kau belum pulang?"

"Tak apa"

"Kapan kau akan pulang, Hunnie? Aku merindukanmu .."

"Akan kuberitahu jika saatnya tiba"

'Pip'

Luhan menatap ke depan, bukan kearah Sehun. Tatapan matanya kosong.

Dan, entah sejak kapan setetes air mata keluar dari pelupuk matanya.

Sehun terdiam. Air mata itu..

"Deer?" Tanyanya. Luhan tak merespon. Air mata semakin membanjiri wajahnya "Hiks~" Luhan menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat ia mulai terisak "Hiks Hiks Hiks~" Isakannya semakin menjadi-jadi dan itu membuat Sehun panik.

Sehun beranjak dari tempatnya lalu berdiri dihadapan Luhan "Deer?" Entah keberaian dari mana, tangannya terulur untuk menghapus air mata itu.

'Grep'

Sehun terbelak saat Luhan tiba-tiba memeluknya. Kemudian ia tersenyum tipis, ia merindukaan pelukan ini.

"Hiks Hiks .. H-Hunnie~ Hiks" Luhan terus terisak dalam pelukan Sehun. Ia menenggelamkan wajahnya pada dada Sehun.

Sehun terdiam. Apa Luhan menangis karena memikirkannya?. Tangannya terulur untuk membalas pelukan Luhan, mencoba menenangkannya. Dalam lubuk hatinya, ia sakit melihat Luhan menangis. Ia tak ingin melihat air mata itu kembali jatuh dari mata indahnya.

Dan yang membuat Sehun merasa bersalah selama ini adalah ... Luhan menangis karenannya.

Suasana hening.

Kedua insan itu masih berpelukan. Isaka Luhan sudah mereda.

'Cklek'

"Lu-" Seseorang yang masuk itu terdiam melihat kedua insan yang kini tengah berpelukan.

"Kau .." Bisik orang itu sambil menatap Sehun tak percaya.

Sehun menoleh menemukan kekasih dari temannya -Sekaligus sahabat Luhan-, Baekhyun tengah menatapnya terkaget. Sehun mengisyaratkan jari telunjuknya di bibirnya menyuruh Baekhyun agar diam.

Baekhyun mengangguk lalu tersenyum kecil "Aku tunggu diluar" Ucapnya tanpa suara. Sehun membalas senyuman itu lalu mengangguk. Kemudian Baekhyun keluar dari ruangan itu dengan perlahan. Membiarkan kedua orang itu larut dalam suasana mereka.

.

.

.

Hening ..

Tak ada aktivitas lain yang Sehun dan Luhan kerjakan di ruangan milik Luhan selain berpelukan.

Walaupun isakan milik Luhan sudah berhenti, ia masih betah memeluk Sehun. Luhan mendongak menatap Sehun "Odult.." Panggilnya. Sehun menunduk kebawah "Hm?" Tanyanya.

Jujur, Luhan terpesona dengan bentuk dari wajah orang yang ada dihadapannya. Wajahnya sedikit tersinari oleh sinar rembulan. Ia meneliti bentuk wajah itu. Ia seperti mengenalinya. Itu seperti .. Ah sudahlah. Ia tak ingin kembali menangis.

Sehun tak berbeda jauh dengan Luhan. Ia menatap pemuda manis yang tengah berada dalam rengkuhannya. Sinar rembulan yang samar-samar masuk dari jendela menerpa wajah cantiknya. Matanya berkilau indah. Sehun menyukainya.

Entah dorongan darimana, Luhan mengelus pelan pipi Sehun dengan sebelah tangannya, sedangkan tangan yang lain masih berada di pinggang Sehun.

Sehun terdiam sambil memejamkan matanya. Ia nyaman dengan posisi ini. Jemari lentik itu mengusap pelan pipinya.

Sehun membuka matanya, Luhan masih menatapnya.

"Kenapa?" Tanya Luhan. Sehun masih menatapnya.

"Kenapa kau sangat mirip dengan dia ?" Mata Luhan berkaca-kaca.

Sehun menggenggam jemari Luhan yang berada di pipinya.

"Kenpa kau sangat mirip?" Setetes air mata kembali keluar dari manik Luhan.

Sehun menghapusnya. Sungguh, ia tak tahan jika Luhan terus menangisinya. Namun, ia harus bersabar. Ini bukan waktunya. "Apa maksudmu?" Tanyanya.

Luhan menunduk sebelum akhirnya kembali menatap Sehun "Kau sangat mirip dengan teman lamaku .." Luhan menjeda "Baekhyun bilang, ia sudah kembali .." Sehun masih memperhatikannya. "Entah mengapa, hatiku menginginkan jika dia adalah kau .." Bisiknya "Tapi aku sadar, kau tak mungkin dia .." Lanjutnya

Sehun terdiam.

"Katakan aku saja jika aku ini cengeng," Luhan kembali melanjutkan ceritanya "Jika memang ia sudah kembali, aku hanya ingin dia ... Menemuiku" Ia menunduk, isakannya kembali lolos.

Sehun tersenyum pahit "Apa yang akan kau lakukan jika ia menemuimu?" Tanyanya.

Luhan meremas kuat baju yang dikenakan oleh Sehun, mencoba menahan rasa sakit yang ada di hatinya "Aku .. Hiks Aku .. Aku hanya .. Ingin bilang .. Hiks bahwa aku .. Hiks Aku merindukannya" Ucapnya diiringi isakannya.

Sehun tersenyum lembut 'Aku juga merindukanmu, Hyung ..' Batinnya. Kemudian Sehun kembali membawa Luhan kedalam peluknnya.

Luhan memejamkan matanya. Ia nyaman berada di dalam pelukan Sehun.

"Hunnie .."

"Hm?"

"Pelukanmu hangat .."

Ia tersenyum kecil dalam pelukan Sehun. Tak lama, ia merasakan kantuk. Dan tenggelam ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

Baekhyun duduk di sofa yang ada di depan ruangan Luhan. Ia menunggu urusan Sehun dengan Luhan selesai.

'Cklek'

Baekhyun menoleh, Sehun sudah keluar "Bagaimana?" tersenyum kecil "Ia sedang tertidur" Ucapnya.

Sehun duduk disamping Baekhyun lalu melepas kaca matanya "Sebaiknya, jangan dulu beritahu Luhan Hyung jika aku adalah Sehun" Ucapnya.

Baekhyun mengernyitkan dahinya "Lalu? Kenapa kalian tadi berpelukan? Apa ia belum tahu jika itu kau?" Tanyanya. Sehun menggeleng "Ia mengetahuiku sebagai Odult" Ucapnya.

Baekhyun mengangguk mengerti "Tapi kenapa?" Tanyanya. Sehun menunduk "Aku belum siap" Ucapnya. Baekhyun mengusap-usap punggung Sehun, mencoba memberikan rasa tenang padanya.

.

.

.

.

.

Sehun berbaring diatas kasurnya. Ia sudah pulang dari beberapa menit yang lalu.

Dia ..

"Kau siapa? Kenalkan aku Luhan"

"Ung? Aku Sehun.."

"Aku baru melihatmu disini .. Apa kau orang baru di sini?"

"Hmm .. Ya .."

"Baiklah Sehun. Sekarang kita teman"

"Terimakasih .."

Orang pertama yang mau menganggapku seperti teman ..

"Sehun .. Ayo kita bermain .."

"SEHUN TAK BOLEH BERMAIN DENGANMU!"

"Tapi Ahjussi! Sehun ingin bermain denganku .."

"SEHUN HARUS BELAJAR!"

"Ahjussi! Sehun ingin bermain bersamaku!"

Orang pertama yang tak takut dengan Appa dan membelaku ..

"Hunnie .. Aku tak menyangka kau juga bisa menari"

"Tentu aku bisa, Luhan"

"YA! Panggil aku hyung bodoh!"

"Aku tak mau. Bahkan kau terlihat lebih muda dari ku"

"Itu karena wajah mu saja yang tua"

"Ya! Apa maksudmu?!"

"Itu benar! Lihat kau masih anak kelas 2 SMP. Sedangkan aku sudah berseragam SMA kelas terakhir!"

"Tapi kau lebih pendek dariku"

"YA! Hormatilah yang lebih tua dari mu!"

Kami berteman hingga remaja .. Tapi ..

"Kau tidak boleh bermain bersamanya lagi Sehun! Lihat nilai rata-ratamu! Nilaimu turun!"

"Appa! Nilai rata-rataku hanya turun 0,1!"

"Lihat! Bahkan kau sudah berani melawanku!"

"Tapi Appa .."

"Cukup Oh Sehun! Kita pindah dari sini!"

Appa memisahkanku denganya ..

"Hiks .. Hunnie~"

"Maafkan aku hyung .. Aku berjanji akan kembali .. Pulang kesini .."

Dia menangis ..

"Hyung .. Maafkan aku .."

"Hunnie .. Kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku .."

Dan dia menahanku pergi ..

"Hunnie .. Jangan tinggalkan aku .."

"Pergilah Hyung!"

"Tapi Hun-"

"Pergilah Hyung! Lupakan aku!"

Tapi aku terpaksa mengusirnya ..

"Hunnie .. Kenapa kau belum pulang?"

"Tak apa"

"Kapan kau akan pulang, Hunnie? Aku merindukanmu .."

"Akan kuberitahu jika saatnya tiba"

'Pip'

Dia selalu berusaha menghubungiku ..

'Drrt .. Drrt'

"Luhan Hyung .."

'Pip'

"Matikan ponselmu ketika sedang belajar, Sehun!"

Tapi Appa selalu melarangku untuk menjawabnya ..

Sehun memejamkan matanya. Ia mengutuk Appanya yang menyuruhnya terus belajar dan membuat hidupnya seperti ini.

.

.

.

.

.

Pagi harinya ..

Luhan bangun dari tidurnya. Oh ternyata ia masih di ruangannya yang ada di Club. Ia mendudukan dirinya di kasur dan melihat kekanan dan kekiri, tak ada Odult di sana.

Ia menunduk. Sedikit kecewa karena tidak menemukan Odult di ruangannya. Seperti .. Merasa kehilangan.

Ahh. Sudahlah Luhan, kau akan bertemu lagi dengannya minggu depan bukan? Pikirnya.

Ia melirik sofa dan menemukan Baekhyun beserta kekasihnya Chanyeol tengah tertidur. Ia tersenyum kecil, Baekhyun beruntung sekali mempunyai kekasih yang pengertian seperti Chanyeol. Terkadang ia merasa tak enak karena Baekhyun lebih memperhatikannya daripada Chanyeol, tapi Chanyeol tidak mempermasalahkan itu sama sekali.

Bahkan Luhan bisa tinggal bersama mereka di sebuah apartement yang cukup mewah dan berkelas hingga saat ini. Dan itu membuat Luhan semakin tidak enak pada mereka, akhirnya ia memutuskan bekerja di club ini dan bekerja disebuah restoran hingga dapat mengumpulkan uang yang cukup untuk menyewa sebuah apartement sendiri, setelah itu ia akan hidup mandiri dan tidak merepotkan mereka lagi.

.

.

.

.

.

Sehun bangun dari tidurnya. Kepalanya sangat pusing.

Suara berisik dari ponselnya membuat ia terbangun. Dengan malas ia mengangkat telfonnya.

"KAU DIMANA ?! DASAR ANAK PEMALAS!"

Sehun menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Ugh. Apa appanya ingin bembuatnya mengidap gangguan pendengaran?

"Aku masih di apartementku, Appa .. Aku sedang sakit"

Sehun tidak berbohong. Kepalanya memang sangat pusing bukan pusing karena efek tidak tidur semalaman.

" ..."

"Tapi Appa-"

" ..."

"Ugh. Ne!"

'Pip'

Sehun melempar asal ponselnya kekasur dan ia duduk lalu mengacak-ngacak rambutnya frustasi "Aish! Tak taukah aku sedang sakit?!" Keluhnya. Kemudian berjalan kearah kamar mandi sambil berpegangan pada benda-benda disekitarnya agar ia dapat berdiri. Sungguh, ia merasakan kepalanya sangat pening. Dan ayahnya menyuruhnya cepat datang ke perusahaannya tanpa alasan.

.

.

.

.

"Luhan-ah! Pesanan nomor tujuh!"

Luhan yang merasa di panggil menoleh "Ne, Xiumin Hyung!" Ia mengambil sebuah makanan yang sudah siap di hidangkan dan menyerahkannya pada orang yang ia panggil Xiumin Hyung.

Xiumin menatap Luhan, raut kelelahan terpancar dari wajah manisnya "Apa kau kelelahan Luhan?" Tanyanya. Luhan menggeleng lalu tersenyum "Tidak hyung, sudah ya hyung. Aku kembali ke dapur" Ucapnya lalu kembali memasuki dapurnya.

Xiumin menggeleng-gelengkan kepalanya "Benar-benar pekerja keras" Ucapnya kemudian mengantarkan pesanan yang ada di tangannya.

Inilah Luhan, selain bekerja di Club itu. Ia juga bekerja sebagai koki di sebuah restoran yang cukup ternama di kawasan gangnam.

"Luhan Hyung!" Sebuah seruan membuat Luhan menoleh "Ne, Taehyung? Ada apa?" Tanyanya.

Taehyung, adik dari Baekhyun yang memasukannya kemari.

"Tolong aku, aku teriris" Ucapnya. Luhan menghampirinya dan melihat jari Taehyung yang terluka "Astaga! Bagaimana bisa kau teriris?! Ikut aku. Biar aku obati" Ucapnya kemudian membawa Taehyung memasuki ruang ganti pakaian.

Taehyung duduk disebuah kursi yang ada disitu.

Luhan mencari kotak P3K. Setelah menemukan kotak itu, Luhan berjongkok mengobati luka Taehyung. Taehyung yang melihat Luhan begitu panik menjadi tak enak "Maafkan aku merepotkanmu, hyung .." Ucapnya sambil menunduk. Luhan tersenyum "Tidak.. Kau tidak merepotkanku" Ucapnya lalu meniup luka Taehyung dan membereskan alat-alat P3Knya.

Taehyung tersenyum "Gomawo .. Luhan Hyung sangat baik" Ucapnya. Luhan kembali tersenyum "Ayo, kembali kedapur" Ajaknya.

.

.

.

.

'Drrrt .. Drrt'

Sehun menghentikan kegiatan presentasinya.

"Ahh, maafkan aku. Bolehkah aku meminta izin untuk keluar sebentar?" Tanyanya pada klien-kliennya.

Klien-kliennya tersenyum kecil lalu mengangguk "Siahkan Tuan Oh" Ucap salah satu dari mereka.

Sehun tersenyum kecil sebelum akhirnya keluar dari ruangan meeting itu.

'Drrt .. Drrt'

Sehun melihat siapa yang menelfonnya "Chanyeol?"

"Hallo .."

" ..."

"Aku .. Aku tak bisa, Chanyeol-ah .. Appa mengawasiku .."

"..."

"Hhh~ Baiklah .. Akan ku pikirkan .."

"..."

"Ne .."

'Pip'

Setelah memutuskan sambungan telfon itu, Sehun kembali masuk keruangan meeting nya lalu kembali melanjutkan presentasinya.

.

.

.

.

Baekhyun menatap kekasihnya penuh harap "Bagaimana? Apa Sehun mau?" Tanyanya.

Chanyeol menghela nafasnya "Entahlah .. Ia bilang ia di awasi oleh Appanya .." Ucapnya. Baekhyun mendesah pelan "Lalu bagaimana?" Ucapnya. Chanyeol menggeleng "Dia bilang .. Dia akan memikirkannya .." Ucapnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Countinue ~

A/N : Untuk kalian yang ingin mengetahui masalalu dari Sehun maupun Luhan. Saya mohon untuk bersabar ^^. Ada chapter khusus untuk menjelaskan lengkap masa lalu mereka, dan saya rasa itu mash 4-5 chapter kedepan.

Untuk semua yang me review, saya ucapkan terimakasih banyak (deep bow). Saya benar-benar berterimakasih karena review kalian sangat bermanfaat dan bisa memunculkan ide baru di kepala saya.

Dan Untuk semua yang sudah membaca Love, Life, Dancing!, sekali lagi saya ucapkan terimakasih ^^. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam chapter ini (Bow)

.

.

Mind to RnR? ^^