Love, Life, Dancing!
.
.
.
.
.
Character : Xi Luhan, Oh Sehun.
And others.
Genre : Romance, Hurt/Comfort
.
.
.
.
.
Please Enjoy ~
.
.
.
.
.
ByeolBaek
.
.
.
.
.
Love..
.
.
.
.
.
Life.
.
.
.
.
.
Dancing!
This Night ...
.
.
.
.
.
Sehun menuruni tangga dengan cepat. Hari ini sepertinya ia sedang beruntung karena Appanya belum pulang dari kantor.
Ia berjalan ke pintu utama lalu membuka nya.
"Tuan Muda?"
Sebuah suara membuatnya terhenti lalu menoleh. Seorang maid sedang berdiri tak jauh darinya.
"Tuan muda dilarang untuk keluar rumah oleh Tuan Besar" Ucap Maid itu. Sehun mendecih pelan "Kau. Bukan Appaku. Jangan melarangku" Ucapnya.
"Tapi tuan muda-"
"Jangan membantahku. Ku pecat kau" Sehun berjalan keluar dari rumah itu.
Maid tadi menatap kepergian Sehun lalu kemudian ia menelfon seseorang.
"Yeoboseyo, Tuan Besar"
"..."
"Maaf sebelumnya, Tuan. T-Tuan Muda pergi keluar"
"..."
"Saya sudah mencegahnya, tuan. T-Tapi-"
"..."
"Baik, Tuan."
'Pip'
.
.
.
.
.
Baekhyun mendudukan dirinya di salah satu kursi yang ada dibar. Chanyeol sedang memesan minuman di meja bartender yang.
Baekhyun merogoh ponselnya lalu mengecek pesan. Ada satu pesan dari Sehun ..
'Hyung, kau dimana? Aku sudah sampai'
Baekhyun tersenyum kecil kemudian ia membalas pesannya.
'Didalam. Masuklah aku ada di kursi paling pojok bersama Chanyeol'
Ia menyimpan ponselnya saat Chanyeol tengah berjalan kearahnya.
Chanyeol meletakan minuman mereka lalu duduk disamping Baekhyun sambil merangkul pundaknya "Bagaimana Sehun?" Tanyanya.
Baekhyun meminum minumannya "Ia sudah sampai. Tunggulah" Ucapnya lalu bersandar pada bahu Chanyeol.
Baekhyun mendongak menatap kekasihnya "Chanyeol .." Panggilnya. Chanyeol menoleh "Ne?" Tanyanya. Baekhyun sedikit membenarkan posisi duduknya "Taehyung akan mengenalkan kekasihnya padaku malam ini .." Ucapnya.
Chanyeol mengangguk mengerti "Lalu?" Tanyanya. Baekhyun terdiam sebentar "Bangunkan aku jika ia sudah sampai kesini .. Dan Sehun, itu urusanmu" Ucapnya lalu menguap kecil.
"Kau mengantuk?" Tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk kecil lalu ia memejamkan matanya, Sungguh ia lelah hari ini.
Chanyeol yang melihat itu mengelus surai blackpearl milik Baekhyun. Ia memaklumi Baekhyun yang memang sibuk akhir-akhir ini.
Tak lama kemudian, Chanyeol melihat seseorang -yang ia yakini Sehun- berjalan kearahnya.
Ia sedikit mengernyitkan dahinya saat melihat pakaian Sehun. Sehun memakai coat abu-abu, kacamata hitam, syal abu-abu yang sampai menutupi mulutnya, topi, celana jeans,dan sepatu kets.
Tebakan Chanyeol benar, orang itu adalah Sehun. Sehun kemudian duduk dihadapannya lalu melepas kacamatanya "Ada apa hyung?" Tanyanya.
Chanyeol menoleh kearah Baekhyun yang sepertinya sedikit terganggu oleh bisingnya bar ini. Kemudian ia menatap Sehun dari atas ke bawah "Sebelumnya aku ingin bertanya. Kenapa kau mengenakan pakaian seperti itu?" Tanyanya.
Sehun memutar bola matanya malas "Tentu saja, untuk menghindari Appa ku." Ucapnya. Chanyeol mengangguk mengerti tapi, tidakkah itu berlebihan?
Sehun terheran melihat Baekhyun yang tengah berada dalam rengkuhan Chanyeol, terlihat seperti orang mabuk yang sedang pingsan -menurutnya- "Apa ia mabuk?" Tanyanya pada Chanyeol.
Chanyeol menggeleng "Tidak, dia kelelahan. Mungkin tertidur? Kau tahu ? ia sangat sibuk akhir-akhir ini" Ucapnya. Sehun mengangguk mengerti. Kemudian ia kembali ke inti "Jadi, ada apa kau menyuruhku kemari, hyung?" Tanyanya.
Chanyeol nampak serius "Kusarankan kau untuk segera mengaku dihadapan Luhan" Ucapnya. Sehun tersentak "Apa kau gila?! Jika ia membenciku nanti bagaimana?!" Ucapnya.
Chanyeol memutar bola matanya malas "Oh ayolah, apa kau tidak lihat? Ia sangat merindukanmu. Jadi mana mungkin ia membencimu." Ucapnya. Sehun nampak berfikir "Tapi .. Ia tak akan aman, hyung " Ucapnya.
Chanyeol menautkan kedua alisnya "Huh? Apa maksudmu?" Tanyanya. Sehun menghela nafasnya "Kau tahu bagaimana appaku .." Ucapnya "Jika ia mengetahui Luhan ada bersamaku, ia bisa membahayakan Luhan" Lanjutnya.
Chanyeol mengangguk mengerti "Aku mengerti. Tapi, tidakkah kau kasihan dengan Luhan? Ia sampai tak mau keluar kamar saat Baekhyun memberitahu bahwa kau sudah kembali" Ucapnya. Sehun mengerang frustasi "Argh entahlah Chanyeol, aku belum siap" Ucapnya.
Sehun menunduk, menatap kebawah. Ia menghela nafas "Hh~ Chanyeol .." Ucapnya. Chanyeol yang tengah mengelus pelan rambut Baekhyun menoleh "Hm?" Tanyanya.
Sehun kembali menghela nafasnya "Aku bertemu Luhan tadi siang" Ucapnya tanpa menoleh pada Chanyeol.
.
.
.
.
.
Luhan berjalan di trotoar, ia sangat lelah hari ini. Bekerja dari siang hingga malam cukup membuat tenaganya terkuras.
'Brukk'
Tubuhnya jatuh terpental saat menabrak seseorang yang ada di depannya "Akh .." Ringisnya.
Seseorang yang ditabraknya itu berjongkok "Luhan?" Tanya orang itu. Luhan mendongak "Kai?" Tanyanya.
Kai tersenyum ramah lalu membantu Luhan berdiri "Kenapa kau ada disini?" Tanyanya.
Luhan sedikit merapihkan bajunya "Ahh .. Aku baru saja pulang kerja" Ucapnya. Kai menaikkan sebelah alisnya "Selarut ini?" Tanyanya.
Luhan mengangguk "Eum! Kau sendiri?" Tanyanya. Kai menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Ngh .. Aku ada sedikit urusan" Ucapnya.
Luhan mengangguk mengerti "Ahh .. Kalau begitu, aku duluan Kai. Ini sudah terlalu malam" Ucapnya lalu hendak pergi namun Kai menahannya.
Kai menahan lengan Luhan "Mau ku antar?" Tawarnya. Luhan menggeleng kemudian tersenyum "Tak apa. Aku bisa pulang sendiri" Tolaknya halus.
Kai menatap Luhan "Kau yakin?" Tanyanya. Luhan mengangguk. Kemudian Kai melepaskan tangannya "Baiklah .. Hati-hati" Ucapnya.
Luhan mengangguk "Ne, kau juga hati-hati .." Ucapnya lalu pergi dari hadapan Kai.
Kai menatap kepergian Luhan. Entahlah, ia 'sedikit' khawatir dengan Luhan.
Kemudian ia menghembuskan nafasnya kasar lalu berbalik dan kembali berjalan.
.
.
.
.
Seorang namja paruh baya nampak sedang menelfon seseorang. Ia menyeringai kecil saat panggilan tersebut berakhir.
Oh Kwanghun, namja paru baya itu "Kau masih saja menjadi bocah yang nakal, Sehunnie .." Ucapnya.
Ia membuka laci meja kerjanya lalu mengambil sebuah foto dari situ, foto seorang namja manis yang ia curi dari kamar milik Sehun.
Ia menatap foto itu dengan datar "Hanya karena bocah ini .." Desisnya "Apa perlu aku menyingkirkan anak ini?" Lanjutnya.
.
.
.
.
Sehun berjalan gontai sepanjang jalan. Keadaannya kacau. Syalnya menggantung asal. Kacamatanya ia lepas. Topinya tertinggal di bar tadi Dan rambutnya sedikit berantakan.
Ia mengingat kembali percakapannya dengan Chanyeol.
.
.
Flashback..
Chanyeol terbelak "Kau bertemu dengannya?! Dimana?! Dimana?!" Tanyanya. Sehun menghela nafasnya "Disebuah restoran, saat aku makan siang" Ucapnya.
Chanyeol menatap Sehun antusias. Saking antusiasnya, per gerakan Chanyeol membuat namja manis yang tengah tertidur di dalam rengkuhanya itu terganggu "Nghh.." Gumamnya.
Chanyeol mengeluh pelan pundak Baekhyun "Ssht.. Ssht.. Ssht" Bisiknya persis seperti menenangkan bayi yang terusik Dari tidurnya. Sehun hanya memutar bola matanya malas "'Oh Ayolah Hyung, dia bukan bayi" Ucapnya.
Chanyeol menatap Sehun "Lalu?Lalu? Lanjutkan lagi ceritamu... Apa Kau Sudah mengakuinya? Apa kau memeluk nya? Ayo katakan" Ucapnya. Sehun menundukan kepalanya kemudian tersenyum kecut "Heh, jauh sekali Dari yang dibayangkan .." Ucapnya.
Chanyeol terdiam "Maksudmu?" Tanyanya. Sehun menatap kosong ke bawah "Aku tidak mengakuinya, aku tidak memeluk nya ... Aku .. Justru bersikap kasar padanya" Bisiknya.
Chanyeol terbelak "Kenapa bisa seperti itu?!" Tanyanya. Sehun menggeleng "A-aku tidak tahu, aku panik saat itu." Ucapnya "Aku sangat bodoh, Hyung"
Chanyeol menghela nafasnya kemudian bersandar "Ya. Kau bodoh. Memang sangat bodoh. Tega sekali Kau memperlakukannya dengan kasar. Padahal Kau sangat merindukannya!" Ucapnya. Sehun hanya terdiam menyadari kebodohannya.
Chanyeol memejamkan matanya "Sekarang terserah mu.. Semua keputusan ada padamu .. Tuan Muda Oh"
.
.
"T-Tolong! Arggh! Lepaskan aku!"
Sehun mendongak saat mendengar sebuah triakan. Ia mengenali suara itu.
"Siapapun! Tolo- Akhh!"
Sehun terbelak suara itu datang Dari sebuah gang kecil yang berada tak jauh di depannya. Ia berlari ke arah gang itu.
.
.
Seorang namja manis terlihat tak berdaya, Darah mengalir di sudut bibirnya. Seorang nmja berbadan kekar mengunci pergeraknnya dan dua orang linnya yang juga berbadan kekar tengah menghabisinya sembari merampas barang-barang berharga miliknya.
Namja manis itu mendongak, sorot matanya menangkap seorang pemuda tinggi di depan gang sana. Ia sedikit melebarkan matanya "S-Sehunie.. Tolong aku..." Bisiknya lemah
.
.
Sehun terdiam di sana. Sorot mata itu memandangnya penuh kesedihan. Sorot mata yang begitu lemah. Sejenak ia memikirkan siapa pemilik mata itu sampai akhirnya ia menangkap sesuatu Dari bibir orang itu.
'Sehunnie'
Sehun terbelak. A-Apa itu ... Luhan?!
'Tolong aku'
Ia menggeram kesal. Tanpa babibu lagi ia berlari. Menarik salah sama pria kekar itu dan..
'Bugh'
.
.
Tiga orang pria besar terkapar tak berdaya. Mereka menatap Sehun takut "A-Ampuni K-Kami.." Ucap salah satu Dari mereka.
Sehun mendecih sambil menginjak perut orang itu Dan mencengram kerah bajunya "Jangan pernah meremehkan keluarga Oh" Ucapnya Lalu melepaskan cengkramannya.
Pria itu terbelak lalu mengangguk cepat "A-Ayo pergi" Cicitnya pada teman temannya. Dua orang lainnya mengangguk, kemudian mereka pergi Dari situ.
Sehun menghela nafasnya. Kemudian berbalik dan menatap Luhan yang kini tengah terduduk lemas sambil menunduk.
'Tap'
Luhan bisa melihat jelas sepatu yang digunakan oleh Sehun, jantungnya berdetak kencang.
Sehun berjongkok di hadapan Luhan. Perlahan tangannya terangkat Dan mengelus surai lembut milik Luhan "Gwaenchanayo? ... Luhan Hyung..."
.
.
.
.
.
"Luhannie~"
Seorang anak laki-laki yang tengah bermain dengan temennya itu menoleh. Ibunya mencarinya.
Anak laki-laki itu menatap temennya "Sehunnie, mama mencariku .. Aku harus pulang" Ucapnya. Mendengar penuturan temennya itu, Sehun menundukan kepalanya "Apa Kau akan bermain lagi denganku?"
Luhan tersenyum manis "Tentu Sehun. Kita adalah teman!" Ucapnya. Sehun tersenyum kecil Lalu menganggukan kepalanya.
.
.
"Sehun .. Ayo kita bermain .." Luhan berdiri di depan pagar rumah Sehun sembari memencet bel yang ada disana.
Sehun mengintip Dari jendela "Luhan Hyung ..?" Gumamnya. Ia melihat ke sekitarnya "Appa tak ada disini .." Ucapnya kemudian tersenyum kecil.
Sehun keluar Dan menemui Luhan yang Sudah berdiri di depan pagar rumah nya "Luhan Hyung .. Ada apa?" Tanyanya.
Luhan tersenyum kecil "Ayo main" Ajaknya. Sehun nampak berfikir kemudian mengangguk sambil tersenyum kecil.
Sehun membuka pagarnya "Ayo Hyung .." Ucapnya. Luhan menggenggam tangan Sehun "Ayo kita pergi ke tam-"
"SEHUN TAK BOLEH BERMAIN DENGANMU!"
Sebuah triakan tegas terdengar Dari pintu masuk kediaman mewah itu.
Luhan Dan Sehun menoleh. Sehun terbelak "A-Appa ..." Cicitnya. Luhan menatap pria yang tengah berdiri di depan pintu masuk itu. Ini kah appanya Sehun?
Luhan mengernyit tak suka "Tapi Ahjussi! Sehun ingin bermain denganku .." Ucapnya. Sehun menatap Luhan tak percaya. Baru kali ini ada temennya yang berani menentang appanya.
Pria itu menggeram kesal. Berani sekali anak kecil itu melawannya. "SEHUN HARUS BELAJAR!" Ucapnya sembari menarik kasar tangan Sehun
Luhan menahannya dan melepaskan tangan pria itu dari Sehun dan menariknya "Ahjussi! Sehun ingin bermain bersamaku!" Triaknya. Kemudian pergi membawa Sehun bersamanya.
.
.
.
.
To Be Continue ~
A/N :
Hallo~ Lama tak berjumpa XD
Adakah yang masih Inget? Adakah? Adakah? Hahaha XD Saya kembali lagi dengan ff aneh Dan gajelas XD
Mohon maaf bila ada kesalahan di chapter ini, saya tau, struktur penulisan saya agak aneh. Tapi~ ya itu lah saya~ Saya juga sedang malas mengedit XD maaf kan saya *deep bow
Oh iya, mau ngasih informasi nih, saya mau buat ff remake Dari suatu anime. Genrenya gore, kayak sadis sadis gitu XD. Kira kira gimana pendapat kalian? Saya minta pendapatnya ya~
Trimakasih buat kalian yang Sudah membaca Love Life Dancing! Dan saya sangat berterimakasih atas apresiasi kalian selama ini ^^ *bow
.
.
Mind to RnR ^^?
