About This
GENDERSWITCH, TYPO(S), GAJE, NGELANTUR, NGACO, FICTION, AUTHOR LABIL
READ & REVIEW
^.^
Rules before you read this fic :
1. Mohon untuk memaklumi fic yang super cacat ini. Maklumi typo-nya juga...
2. Jangan peduliin isi fic ini. Masalahnya, ada beberapa facts yang kubikin bukan sesuai aslinya. Namanya juga fiksi...
3. Jangan kesel kalo bias kalian dapet peran yang gak kalian suka. Author cuma menyalurkan ide yang tiba-tiba nongol di otak kok, gak lebih.
4. Author berharap, rules di atas ditaati oleh semua readers.
5. Wajib banget buat nge-review
6. And, HAPPY READING!
^.^
My Boyfriend is My Girlfriend Ch. 02
Genre : Romance, Comedy, Freak (my own genre)
Rate : T++
Author : mei28597
Readers : all of you
^.^
CAST
Kyuhyun as Kyuhyun (N)
Leeteuk as Kyu's eomma (Y)
Kangin as Kyu's appa (N)
Sungmin as Sungmin (Y)
Heechul as Heechul (Y)
Chaerin as CL (Y)
Kwon Yuri as Yuri Sonsaengnim (Y)
Ryeowook as Wook Sonsaengnim (N)
Siwon as Siwon Sonsaengnim (N)
PS : Y (Yeoja), N (Namja)
Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.
^.^
This fic is really mine!
Hate all kinds of imitation.
^.^
Mianhae, author telat nge-update nih
^.^
Rechap
"Sungmin.. kau tak apa-apa?" Kyuhyun belajar dari kesalahannya dan Sungmin tak pingsan lagi.
"Ne~ Gwenchanaeyo.." Sungmin masih sempat tersenyum dengan kepala yang nyut-nyut an.
"Sungmin, mian kalau aku sudah mengambil barang yang sangat penting untukmu! Jeongmal mianhae!" Kyuhyun berlutut di hadapan Sungmin. Sungmin menatapnya penuh amarah.
"Jadi kau yang sudah mengambilnya?" Sungmin menunjukkan tangannya yang mengepal di muka Kyuhyun. Dan itu membuat Kyuhyun bergidik ngeri.
"Sebenarnya aku..." Kyuhyun mau mengucapkan sesuatu. Tapi karena author dilemparin batu sama readers, alhasil author pingsan dan gak bisa ngelanjutin FF nya.
^.^
Chapter 02
"Sebenarnya aku bukan seperti yang kaupikirkan." Ucap Kyuhyun sambil menunduk dalam-dalam.
"Maksudmu?" tanya Sungmin masih dengan amarah. "Aku pikir kau adalah yeoja miskin yang aneh."
"Sebenarnya aku bukan yeoja miskin yang aneh.." ucap Kyuhyun lagi. "Aku..." ucap Kyuhyun terputus perkataan Sungmin,
"Lebih baik segera kau kembalikan bantal tidurku yang berwarna pink. Aku tak bisa tidur tanpanya." Kata Sungmin dengan tangan menodong.
"Jadi... barang yang hilang itu bantal pink mu?" tanya Kyuhyun tak percaya, dia tak mengerti mengapa dirinya bisa berpikir sejauh itu.
"Mana? Cepat kembalikan!" todongnya lagi.
"Aku kira.." Kyuhyun menoyol kepalanya kembali. Pikirannya itu lho.. "Aku tak mengambil bantal mu. Aku hanya mengambil cemilanmu tadi malam. Kupikir kau marah karena itu." Kata Kyuhyun. Memang benar dia mengambil cemilan Sungmin.
"Huh.. terus dimana?" dia menggembungkan pipinya dan itu terlihat lucu. Secara refleks aku langsung mencubit pipi tembem nya itu.
"Ih.. lucu banget sih.." ucap Kyuhyun gemas.
"Jangan gituin! Ntar pipiku melar!" dia mencoba melepaskan cubitan Kyuhyun. Dan akhirnya bisa. Sungmin menepuk-nepuk pipinya.
"Kok ditepok-tepok gitu sih pipinya?" tanya Kyuhyun bingung melihat Sungmin.
"Biar kembali lagi, gak melar. Abisnya kamu kayak gitu sih.." ... "Yuri Saengnim, aku udah nggak pingsan jadi aku balik ya.." Sungmin meloncat turun dengan indahnya sehingga lompatannya itu bisa memenangkan perlombaan lompat indah di hati author *cuih*
"Oke, Min!" si guru seksi nan gaul itu bertos ria sama Sungmin sebagai ucapan perpisahan.
"Aku harus balik sekarang nih.. dadah!" Sungmin melambai-lambaikan tangannya sambil terus menatap ke arah Yuri Sonsaengnim. Dan tanpa sadar
DOKK!
Kyuhyun segera menyediakan tangannya untuk menopang tubuh Sungmin. Mata Sungmin bertemu dengan mata Kyuhyun dan itu membuat sinar bling-bling yang menyilaukan mata author (?)
"..." Kyuhyun tetap menahan tubuh Sungmin dan Sungmin juga hanya menatap Kyuhyun.
"Hei! Kalian malah melakukan adegan sinetron disini. Kalau mau melakukannya di kelas drama!" Yuri Sonsaengnim berkacak pinggang melihat kedua siswi nya melakukan adegan 'aneh' di ruang kerja nya.
"Ah uh i.. iya." Sungmin membungkukkan badan pada Yuri Sonsaengnim pertanda bahwa dia malu. Kyuhyun hanya bengong sesaat. Sungmin segera menarik Kyuhyun keluar dari UKS.
^.^
"Lalu, bantalku?" Sungmin melipat tangannya kesal.
"Aku juga tak tau, Sungmin..." "Aku rasa itu tak jauh dari sini." Insting Kyuhyun mengatakan kalau bantal itu memang tak dicuri, hanya nyelip dimanaaa gitu.
"Kalau gitu bantuin aku nyarinya." Sungmin mencoba mengendus-endus (?) di sekitar kamarnya. Mungkin ia bisa menemukan bantal kesayangannya. Sementara Kyuhyun malah sibuk membongkar kopernya yang gede dan jadul (kan dia orang miskin).
"KYU! Kenapa kamu malah bongkar tas kamu? Kamu sembunyiin bantalku yah!" Sungmin menatap tajam pada Kyu. Kyu menggeleng kepalanya keras.
"Bukan, Min. Aku hanya ingin mencari kacamata hitamku. Kan detektif di TV-TV pake kacamata hitam. Mungkin dengan itu aku bisa ketemu." Kyuhyun menebar senyumnya yang charming.
"Oh, iya juga ya." Sungmin menggaruk kepalanya yang tak gatal dan mencari lagi. Tapi kali ini dia malah membongkar tasnya.
"Sungmin! Apa yang kau lakukan? Kau menyembunyikan bantalmu di kopermu dan menyalahkanku ya?" Kyuhyun menatap marah pada Sungmin. Sungmin hanya menggeleng.
"Bukan, Kyu. Aku hanya ingin mencari kaca pembesar ku. Kan detektif di TV-TV pake kacamata hitam. Mungkin dengan itu aku bisa nemuin bantalnya." Sungmin menunjukkan deretan giginya yang putih rapi.
"Oh, ya juga ya... eh, kacamatanya udah ketemu." Kyuhyun memakai kacamatanya dan melemparkan senyumnya pada Sungmin yang saat ini tengah memegang kaca pembesar.
"HAHAHAHA!" Sungmin tertawa terbahak. Dia mengarahkan kaca pembesarnya ke arah hidung Kyu. Sekarang hidung Kyu jadi gedeee banget,
"Sungmin! Kau dimana? Aku hanya bisa mendengar suaramu... Sungmin..." Kyu mulai meraba-raba daerah sekitarnya berdiri.
"KYU! Kau tak apa?" Sungmin menghampiri Kyuhyun yang mulai menangis. Tak lupa Sungmin menenteng kaca pembesarnya. "Coba biar kulihat matamu." Sungmin mengarahkan kaca pembesarnya pada mata Kyuhyun yang masih memakai kacamata.
"Kyu, mengapa matamu hitam semua?" Sungmin merasakan takut dalam hatinya. Apakah temannya menjadi buta?
"A..ak..aku.. tak buta kan?" Kyuhyun mulai berbicara terisak. Dia takut jika tak bisa melihat lagi. Bagaimana ia bisa memasang wig nya dengan baik, BH serta ganjelannya, dan baju yang benar? Bisa-bisa rahasianya terbongkar.
Sungmin sudah gemetaran setengah mati. Begitu pula dengan Kyu. Karena histerisnya tangisan Kyu, Sungmin melepas kacamata Kyu dan mengelap matanya. Dan tiba-tiba pemandangan Kyu menjadi cerah.
"MIN! Aku bisa melihat lagi!" Kyuhyun langsung memeluk Sungmin erat sampai-sampai badan Sungmin terangkat.
"KYUUU!" Sungmin terjerit ketakutan. "TURUNKAN AKUUU!" Sungmin memukul-mukul badan Kyuhyun minta diturunkan. Kyuhyun pun menurunkan badan Sungmin.
"Kk.. kky.. kyu, bagaimana kau bisa mengangkatku? Kau kan yeoja juga? Badanmu juga kecil..." Sungmin menatap aneh dan penuh tanya pada Kyuhyun.
"Kau tak tau saja. Olahraga kesukaanku kan boxing." Kyuhyun menirukan adegan boxing yang pernah ia tonton di TV.
"Oh.. kukira kau yeoja-namja." Sungmin menggaruk kepalanya yang sebenarnya memang gatal. Dia mencoba mengingat kapan terakhir kali dia keramas. "Ah. Lupakanlah. Ayo cari lagi."
^.^
Kyuhyun POV
"Kyuhyun, Sungmin, kenapa sejak tadi pagi aku tak melihat kalian berdua di ruang belajar? Apa yang kalian kerjakan, hah?" bentak Wook Sonsaengnim yang tampangnya makin culun aja. Aduh.. sampai kapan guru ini akan memakai kacamata kuda jaman jebot kaya gitu?
"Kau berani membentakku? Kau bahkan tak bisa membuatku betah di kelas karena melihat tampang culunmu itu." Ucap Sungmin kesal.
"Kau! Sungmin, kenapa kau selalu saja membentakku balik setiap kali aku membentakmu? Dasar anak menyebalkan! Kenapa sih kau ini anak pemilik sekolah ini?"
"Oh. Jadi kau ingin kulaporkan pada appa?" tantang Sungmin penuh kemenangan. Aduh.. kenapa aku melihat bling bling disekitarnya ya? Sepertinya dia terlalu keren menjadi yeoja.
"Eh, jangan gitu dong. Aku juga tidak mau dipecat hanya karena masalah sekecil ini. Sudah, kalian berdua pergi dan minta catatan dari temanmu yang lain!" usir Wook Sonsaengnim penuh kekalahan.
Aku melirik ke arah Sungmin yang hanya menyeringai, kali ini aku melihat ada 2 tanduk evil di kepalanya. Lho? Kenapa dia merebut posisi evil disini?
"Kau selalu melawan padanya ya?" tanyaku pada Sungmin yang masih belum melepaskan bando evil dari kepalanya. Tak sabar, jadi aku mengambilnya saja. Kemudian memakaikannya pada kepalaku.
"Ya! Kenapa kau mengambil bando ku?" Sungmin berjingkat berusaha mengambil bando nya dariku. Aku menahan tangannya dan tanpa sengaja dan tanpa kukendalikan dan tanpa pokoknya gitu deh, jarak antara wajahku dan wajahnya hanya berbeda beberapa meter, eh nggak deh.. paling jaraknya 8 cm. *readers: tau darimana?*
Prang jreng duk dokk deng jingg trililing dug dug dug (diakhiri bunyi bedug)
Aku merasakan debaran aneh yang tiba-tiba menyambar hatiku (?) Tapi kurasa itu bukan hati, tapi jantung.
"Sungmin! Kau ini apa-apaan sih?" aku mendorong tubuh mungil Sungmin yang terlihat kaku sejenak. "Hanya karena ini kau mendorong-dorong kepalaku?" aku melemparkan bando miliknya padanya.
Aku meninggalkannya yang aku juga tak tau mengejarku atau tidak.
"Hai Kyuhyun!" sapa Heechul ramah. Ramah?
"Kau Heechul kan? Kenapa kau menyapaku ramah? Aku kan mengatai tentang diet kemarin?" aku menaikkan sebelah mataku menatapnya tajam.
"Tak apa. Aku hanya ingin minta maaf." Heechul menarik tanganku. "Ayo, kita ke kamarku. Kurasa kau harus mendapatkan sesuatu sebagai permintaan maafku."
Sesampai di kamarnya...
"Ini, coba kau ambil ini, pakai ya.."
Kyuhyun POV end
^.^
Heechul POV end
Aku menariknya ke kamarku. Mengambil baju yang sudah kusiapkan dengan bedak expired biar badannya gatel-gatel. Hehehe.. aku juga bakal foto baju dalemnya, pasti jelek banget deh.. kan orang kere... jauh banget dari baju dalemanku..
"Ini! Ambil, pake ya..." aku memberikan baju yang baru aja aku beli. Bodo keabisan duit, ah.. mana mungkin duitku abis? Kan kaya banget! Hahahaha! nenek lampir mode on
"Ngapain ke kamar mandi? Kan kita sesama cewe?" cegahku melihatnya masuk ke kamar mandiku.
"Nggak apa-apa. Aku malu disini." Ucapnya 'SOK' malu-malu (capslock and underlined)
"Buka disini!"
"Andwae!"
"Disini!"
"Andwae!"
Bla bla bla
"Ya udah deh sana." Usirku dengan tangan mengibas mengusir padanya.
2 detik setelah dia di kamar mandi. Aku mengendap ke arah kamar mandiku. Dan membukanya. Dan!
"KAU NAMJA!"
Heechul POV end
^.^
Sungmin POV
Kyu kemana ya? Kenapa dia ga balik-balik? Apa dia beneran marah sama aku gara-gara aku ga mau minjemin bando nya ke dia? Tapi masa gitu doang marah sih? Aku kan Cuma kesel sesaat. Dia kemana? Aku jadi ngerasa bersalah. Apa aku terlalu kasar sama dia tadi?
Aku sudah menyelesaikan pelajaran terakhir dan sampai saat ini Kyu belum juga muncul di hadapanku. Kenapa dia kabur selama ini ya?
Atau jangan-jangan.. sesuatu terjadi padanya?
"Kau melihat Kyu?" tanyaku pada CL yang asik mengunyah permen karet yang tak tau sudah berapa lama dia kunyah. Kalo aku sih, kalo kelamaan ngunyah permen karet jadi pengen muntah, hooekkk..
".. Nggak tau. Kayaknya tadi ke kamarnya Heechul tuh." Gumam CL di sela-sela suara kunyahannya yang bikin aku pengen muntah.
"HEECHUL? Kenapa dia ke kamar Heechul?" tanyaku panik menggoncang-goncang tubuh CL.
"APAAN SIH LO? Ngapain gituin gue?" dorong CL kasar padaku. Huh! Menyebalkan!
"Terus Kyu gimana? Hiks hiks" tanyaku dengan mata sembab *kapan nangisnya?*
"Itu mah nasib temen lo, tuh. Lagian ngapain nyari masalah sama tu cewe gila!" CL kabur setelah mengatakan kalimatnya. Kyuhyun, saat ini kau masih hidup kan?
Oh, ya, itu Siwon Saengnim! Aduh.. tubuhnya yang atletis itu makin hari makin indah saja. Ditambah peluh keringatnya itu lho.. bikin cewe-cewe tak tik bom jer! Lho, bukannya itu jitak kelitik bom sama jewer ya? Itu kan mainan ku dulu. Aduh.. dulu tuh ya, kalo aku main gituan biasanya aku sering menang. Ada temen aku ya, namanya Eunhyuk, dia tuh selalu kalah. Walaupun cowo gitu dia cemen banget deh. Huuu... P
Oh ya Sungmin, ingat Kyuhyun! Eh, tunggu dulu. Hanya sekedar info, Siwon itu guru P.E alias Olahraga
"Sonsaengnim!..." aku melihat kepalanya memutar menoleh ke arahku. Senyumnya hari ini tampak menawan, diiringi mata yang menunjukkan keramahan hatinya. Aduhai!
"Ada apa Sungmin?" dia menyapaku dengan penuh cinta (?)
"Ah.. Sonsaengnim ini makin hari makin cakep aja." Aku menundukkan kepalaku yang memerah, eh, bukan kepalanya yang merah, pipinya yang merah.
"Sungmin, kau memanggilku hanya untuk berkata itu?" aku menatap ke arah wajah Sonsaengnim tercinta itu yang terlihat bingung. "Sungmin.." dia melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajahku.
"Eh, Saengnim.. nggak ada apa-apa kok. Selamat bekerja ya!" aku mengibrit menghindari tatapan cintanya itu.
Tunggu. Sepertinya ada yang kulupakan deh. Apaan ya?
Aku manggil Siwon Sonsaengnim Cuma buat bilang dia makin keren?
Jjuss ujjuss ujuss (suara mesin lagi jalan), otak ku sedang memutar mesin di otak biar otaknya jalan (?)
Aku menatap lama ke arah Siwon Sonsaengnim yang sebentar lagi hilang karena dia mau belok ke kanan. Apa ya yang tadi mau aku bilang ke Siwon Sonsaengnim?
Tadi aku mau panggil dia karena... KARENA MAU NANYAIN KYUHYUN!
"Siwon Saengnim!" aku berlari super cepat ke arah Siwon Sonsaengnim. Dia menoleh dengan tampang orang abis sport jantung gitu... apa suaraku terlalu menggelegar?
"Apa lagi Sungmin? Kau hanya ingin berkata aku keren lagi? Aku harus mengisi daftar nilai di Ruang Guru, Sungmin. Jika kau ingin memanggilku hanya untuk keperluan yang penting saja ya.."
"I.. itu.. Saengnim, Kyuhyun.." ucapku terpotong-potong karena capek lari dari ujung lorong sana ke ujung lorong sini.
"Kyuhyun kenapa?"
"Kyuhyun ke kamar Heechul!" ucapku akhirnya.
"Memangnya kenapa kalo dia ke kamar Heechul? Ada masalah apa?"
"Heechul pernah dihina sama Kyuhyun! Kalo dia mau balas dendam ke Kyuhyun gimana? Sonsaengnim.. tolong dong..." rengekku pada Sonsaengnim.
"Ya sudah. Ayo kita lekas ke sana."
^.^
"Kyuhyun? Kau tak apa? Gwenchanaeyo?" aku menatap Kyuhyun yang terlihat biasa saja, ekspresi mukanya datar.
"Aku tak apa. Kau tak melihatnya hah?" Kyuhyun membentakku? Dia tak pernah membentakku selama ini.
"Kau bohong kan?" tanyaku meminta kepastian.
"Kau benar-benar menyebalkan Lee Sungmin. Masa kau tak percaya pada room mate mu sendiri?" Heechul memandang judes padaku. Dia memang selalu picik.
"Sungmin, kau lihat? Kyuhyun baik-baik saja. Kau itu terlalu berlebihan." Siwon Sonsaengnim memutar badannya hendak pergi.
"Ah.. mianhaeyo, Siwon Saengnim. Aku merepotkanmu." Aku menunduk dalam, meminta maaf.
Sungmin POV end
^.^
"Apa yang harus kulakukan? Ottokhe?" teriak Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.
Kyuhyun kembali membuka surat kontraknya dengan Heechul. Dia membaca lagi peraturan yang diberikan Heechul padanya.
^.^
~TO BE CONTINUED~
^.^
REVIEWS' Review
Di FF ini aku bikin "REVIEWS' REVIEW" buat ngejawab-in pertanyaan maupun kritik dan saran dari para readers. Makasih atas review nya ya... Dan sekali lagi author mengucapkan minta maaf sedalam-dalamnya karena terlambat nge-publish chap 2 nya. Author juga minta maaf kalo ada kesalahan lainnya yang mungkin tercantum dalam FF ini. Maaf juga kalo FF ini makin gaje aja.
Liu HeeHee
Nih udah dilanjutin! Keep waiting buat chapter 3 yaw.. Sorry update yang ini lumayan lama, kekeke :D
MegaKyu
Chingu, tau aja sih apa yang dipikirin author &%$#! Aku juga suka Mimin yang innocent kok Alasan Umin nangis udah ada di atas kan ?
Mincrazee
Jawabannya udah ada di atas chingu.. chapter 3 tunggu juga ya..
lee hyuri
dah lanjutt...
BUAT SEMUA READERS : KEEP WAITING BUAT CHAP 3 YA!
