About This

GENDERSWITCH, TYPO(S), GAJE, NGELANTUR, NGACO, FICTION, AUTHOR LABIL

READ & REVIEW

^.^

Rules before you read this fic :

1. Mohon untuk memaklumi fic yang super cacat ini. Maklumi typo-nya juga...

2. Jangan peduliin isi fic ini. Masalahnya, ada beberapa facts yang kubikin bukan sesuai aslinya. Namanya juga fiksi...

3. Jangan kesel kalo bias kalian dapet peran yang gak kalian suka. Author cuma menyalurkan ide yang tiba-tiba nongol di otak kok, gak lebih.

4. Author berharap, rules di atas ditaati oleh semua readers.

5. Wajib banget buat nge-review

6. And, HAPPY READING!

^.^

My Boyfriend is My Girlfriend Ch. 03

Genre : Romance, Comedy, Freak (my own genre)

Rate : T++ up to T+++

Author : mei28597

Readers : all of you

^.^

CAST
Kyuhyun SJ as Kyuhyun (N)

Leeteuk SJ as Kyu's eomma (Y)

Kangin SJ as Kyu's appa (N)

Sungmin SJ as Sungmin (Y)

Heechul SJ as Heechul (Y)

Chaerin 2NE1 as CL (Y)

Kwon Yuri SNSD as Yuri Songsaenim (Y)

Ryeowook SJ as Wook Songsaenim (N)

Siwon SJ as Siwon Songsaenim (N)

Shindong SJ as Sungmin's appa (N)

Victoria f(x) as Victoria Songsaenim (Y)

Yesung SJ as Shindong's worker (N)

Min Miss A as Min (Y)

Jessica SNSD as Jessica Security Guard (Y)

PS : Y (Yeoja), N (Namja)

Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.

^.^

This fic is really mine!
Hate all kinds of imitation.

^.^

Perhatian! Author naikin Rate nya. Jadi harap maklum.

^.^

Rechap

"Apa yang harus kulakukan? Ottokhe?" teriak Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

Kyuhyun kembali membuka surat kontraknya dengan Heechul. Dia membaca lagi peraturan yang diberikan Heechul padanya.

^.^

Chapter 03

Sungmin merengek dalam sesalnya. Saat ini jika saja FF ini dijadikan drama, kau bisa melihat Sungmin merengek di ruangan appa nya seperti anak kecil yang meminta memaksa-maksa dibelikan mainan.

"APPA! Kenapa Kyuhyun dipindahin ke ruangan nenek sihir bacot itu?" Sungmin mengacak-acak berkas-berkas appa nya yang tersusun rapi di atas sebuah meja.

"SUNGMIN!" appa Shindong kesal melihat anaknya mengacak-acak ruangannya. Belum lagi dia mendengar kata 'bacot' dari mulut anaknya. Shindong tau arti dari kata 'bacot' itu. Itu bahasa Indonesia. Jangan-jangan anaknya diajarkan yang tak benar sama guru asal Indonesia yang cerewet itu! Shindong harus melakukan perhitungan sama guru itu!

Sungmin masih juga merengek dan itu membuat appa nya kesal. Bahkan Sungmin menggigiti karpet mahal yang Shindong beli di Perancis layaknya seekor anjing yang ingin tumbuh gigi. Kali ini reaksi Shindong bukannya memarahi Sungmin tapi malah ikutan merengek juga sambil menarik-narik karpet mahal kesayangannya itu.

"Sungmin... jangan gigitin karpet appa... Appa membelinya mahal-mahal di Perancis..." Shindong ikutan merengek di lantai.

2 jam sudah mereka merengek dan akhirnya karpet Shindong sudah jebol. Kemudian mereka meratapi diri mereka masing-masing dan menangis bersama salam pelukan hangat yang mesra antara appa dan anak.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Shindong langsung bangkit dari posisinya yang sangat tidak etis itu, lalu membangkitkan anaknya yang juga berkeadaan sama dengannya, kemudian dia mempersilakan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.

"Masuk!"

"Permisi, Pak Shindong. Saya ingin menyampaikan laporan keuangan sekolah kita bulan ini." Ucap seorang pegawai Shindong, Yesung.

"AH! Yesung, kau mengganggu sekali!" teriak Sungmin kesal sambil menunjuk pegawai appa nya itu dengan tampang kesal.

"Yesung, maafkan anakku ya, dia sedang kesal." Shindong mewakili anaknya meminta maaf. "Sungmin! Kau itu apa-apaan sih? Tidak sopan sekali memanggil oppa ini langsung dengan namanya."

"Appa jadi menyebalkan. Pasti ketularan Yesung kan? Huh!" Sungmin meninggalkan ruangan dengan membanting pintu ruangan.

"Maaf Yesung. Tapi, bisakah kau mencari tau untukku siapa itu Kyuhyun? Cho Kyuhyun."

^.^

Persyaratan terakhir yang diminta oleh Kyuhyun pada Heechul sungguh membingungkan hati Kyuhyun juga hati author.

Kyuhyun juga tidak tau kenapa dia memberikan persyaratan semacam itu, tapi dia hanya diam dalam pikirannya yang melayang-layang.

"Kyu! Kau tak boleh menyentuhku! Ingat! Aku tau aku ini seksi, jadi jangan sekalipun kau memandang nafsu padaku!" Heechul mengatakannya dengan tatapan memperingatkan, tapi pakaian yang ia pakai tak mendukung sedikitpun. Dia mengenakan hot pants jeans dengan tank top warna hitam yang membuatnya tampak lebih 'menggiurkan'. Rambutnya yang baru saja ia keramasi ia gerai, membuat sensasi menyejukkan.

"Najis banget! Ngapain gue nafsu sama lo?" Kyuhyun mengatakan hal itu padahal saat itu dia sedang memperhatikan belahan dada Heechul sambil meneguk liurnya sendiri.

"Baiklah kalau kau bilang begitu." Heechul mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Sudah pasti Heechul harus mengangkat lengannya dan itu membuatnya memperlihatkan ketek mulusnya yang putih dan bersih.

"Ah, sudahlah. Aku mau tidur!" Kyuhyun membuyarkan pikiran joroknya dan segera menuju kasurnya.

^.^

Sungmin masih merengek kesal di dalam kamarnya. Saat ini dia sekamar dengan Min, yeoja dengan muka chubby itu.

"Kau kenapa mau saja disuruh pindah sama Heechul?" tanya Sungmin dengan wajah masam.

"Aku juga tak betah di kamar itu. Dia selalu merasa paling cantik. Apapun yang aku pakai pasti dia punya yang lebih bagus. Dan dia selalu memamerkannya padaku. Gimana ga kesel?" Min terlihat overjoyed bisa pindah ke kamar Sungmin. "Sungmin, kamarmu rapi sekali ya.. Aku juga suka warna pink." Dia masih tersenyum sementara Sungmin masih saja cemberut.

"Ah.. Ini semua gara-gara Heechul!" gumam Sungmin kesal. Min hanya menatap bingung ke arahnya.

"Iya. Ini semua memang karena Heechul. Kalau saja Heechul tak memaksa untuk memindahkan Kyuhyun ke kamarnya pasti aku takkan ada di sini.." Min malah senang dengan pemindahan kamar ini.

"Min! Kau itu me-nye-bal-kan!" Sungmin melipat tangannya dan duduk membelakangi Min.

^.^

Sungmin POV

Aku kangen sama Kyu. Saat dia di kamarku, aku merasa senang. Aku sudah merasa fix dengannya sejak pertama kali bertemu. Tapi kenapa Heechul memindahkan teman sekamarku itu?

Kedatangan Min ke sini awalnya memang menyebalkan. Tapi ternyata Min itu juga suka pink! Bahkan dia meletakkan beberapa barang-barang 'pink' nya di kamar ini dan membuat kamar lebih indah~

"Min, memangnya Heechul itu seperti apa sih?" tanyaku yang masih penasaran pada sosok Heechul. Yang aku tau, dia itu ratunya pamer.

"Dia itu, seperti katamu, me-nye-bal-kan." Min terlihat berpikir. "Yang pasti dia itu orangnya suka merintah-merintah gitu.. Pokoknya yang nggak pernah sekamar sama dia pasti enak." Ah.. mendengarnya, aku jadi membayangkan Min yang dari dulu disuruh-suruh sama Heechul. Kasihan sekali dia.. Dan, Kyu juga kasihan.

"Begitu ya?"

"Sungmin, sudah lama aku ingin berbagi ini dengan teman sekamarku, tapi berhubung waktu itu aku sekamar dengan Heechul, aku tak membaginya." Dia menyodorkan sebuah kotak berwarna fuschia.

Aku membuka kotak itu perlahan, membuat suasana lebih dramatis.

JENG JENG JENG JENG

"OMO! Yeppeoda!" teriakku memekakkan telinga. Tapi sepertinya Min sudah menduganya, dia masih saja senyum seperti tadi.

"Aku tau kau akan suka." Ucap Min menjawab pertanyaan hatiku.

"Bagaimana kau tau aku suka ini?" aku memeluk sebuah boneka kelinci berwarna pink muda yang sangaat imut.

"Karena aku juga menyukainya. Biasanya para pecinta warna pink menyukai Phoebe." Ucapnya dengan senyum mengembang.

"Apa? Pibi? Apaan sih?" apa aku harus ke THT ya?

"Heheh... semua yang mendengar namanya memang selalu terkecoh. Aku memberinya dengan nama bahasa inggris, biar keren gitu deh... namanya itu P-H-O-E-B-E."

"Ohhhhhh..." kataku ber-oh panjang. "Baiklah, po'e'be, kau menjadi temanku sekarang." Ucapku senang.

"Kau tak bisa memanggilnya dengan aksen inggris ya, kau harus membacanya Fibi." Min membetulkan ucapanku. Tapi menurutku lebih mudah memanggilnya Poebe.

"Biar saja, itu kan panggilan sayangku untuk Poebe. Ya kan?" aku seperti orang gila berbicara sendiri dengan boneka imut itu. Tapi biarlah... aku kan memang sudah gila. Aku tak menyangkal hal itu.

"Ah, Sungmin.. aku tau akan baik bagiku untuk pindah ke kamar ini. Gomawo, jeongmal gomawo... Mian kalau kau masih belum bisa menerimaku." dia memelukku. Aku tak tau apa yang ada di pikiranku, tapi aku hanya ingin mengelus punggungnya saja.

"Ah.. tak apa, Min-ah. Aku juga tau, ini pasti yang terbaik. Aku senang kok menjadi teman sekamarmu." Aku berbohong. Aku tau ini bukan yang terbaik, tapi aku tak bohong aku senang menjadi teman sekamarnya. Dia memang anak yang baik kok.

^.^

My first night with Min...

Min bisa tertidur dengan lelap. Ah.. pasti dia mimpi indah, dia tersenyum sejak tadi. Mungkin memang penat berada di kamar bersama dengan Heechul.

Aduh.. biasanya kalau malam gini Kyu udah tidur. Pasti sekarang dia nggak bisa tidur karena tidur sama Heechul. Huh. Heechul itu menyebalkan sekali sih..

Sungmin, lebih baik kau tidur dan jangan pikirkan apa-apa, soalnya besok itu ulangan Bahasa Indonesia! Pelajaran tersulit seumur hidupku!

Sungmin POV end

^.^

Kyu POV

My first night with Heechul...

Damn! Kenapa gue bisa ketauan sama si seksi ini? Ups.. tapi dia emang seksi sih... liat aja dari cara berpakaiannya itu yang terlalu terbuka, mengumbar tubuhnya itu.

Aduh.. apaan sih aku ini? Ngaco aja pikirannya. Tidur! Besok ulangan Bahasa Indonesia!

^.^

"I hate this love song I hate this love songI hate this love song I hate this love songI hate this love song I hate this love songI hate this love song I hate this love song"

I HATE THIS ALARM SONG!

Ahh.. lagu Bigbang ini menyebalkan sekali untuk dijadikan alarm. Padahal kemarin ini masih menjadi lagu favoritku. Inilah cara tercepat untuk membenci sebuah lagu, JADIKAN ALARM MAKA KAU PUN AKAN MEMBENCINYA.

Aku membalikkan badanku, memutar ke arah ranjang lain, ingin melihat dia.

"Kyu! Kau ini lama sekali baru bangun sih!"

"Heh, nenek lampir, memangnya kau ini bangun jam berapa?" aku menoleh ke arah jam dinding dan melihat waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pas.

"Aku.. aku bangun jam setengah 6!" Heechul sepertinya berbohong.

"Bohong!"

"Ehm.. jam setengah 6 lebih 50 menit! maksudku itu!"

"Baboya!" aku menyingkirkannya dari padanganku. Tapi anehnya, dia tak memarahiku karena mengatainya 'baboya', dia hanya diam sambil melihatku mengambil handuk.

Kyuhyun POV end

^.^

Heechul POV

Jujur. Aku bener-bener speechless. Apa Sungmin tau kalo Kyu itu namja? Sekarang ini dia tidak memakai wig nya dan dia terlihat kereeen sekali. Ah, jeongmal challada!

Bahkan, tatapannya saat dia bilang aku 'baboya' tadi sungguh charming.

^.^

"Today, we are going to have a test!" ucap Vic Sonsaengnim lantang ke seluruh kelas sambil cengar-cengir nggak karuan. Gila ya tuh guru.

"Saengnim, kau sangat menyebalkan!" teriak seorang murid. Vic Sonsaengnim langsung melotot marah.

"Speak only in Indonesia or English!" "And you, meet me after this session." Tunjuk Vic Sonsaengnim pada Chaerin, anak yang tadi berteriak itu.

"What gonna you do? Last, when I did this you made me to doing your 'Korean Course' homework!" jawab Chaerin lancar dengan diikuti tawa seluruh kelas. Jadi dia juga belom bisa lancar bahasa Korea? Padahal omongannya lumayan lancar juga lho..

"Okay everybody! Close your mouth and doing the test!" dia memberikan kami sebuah lembaran. Heh.. dia itu memang selalu memberikan gambar-gambar tak jelas di setiap lembar ulangannya. Dia bilang sih itu biar kita nggak bosen. Tapi gimana pun juga tetep bosen kan? Orang kita pada nggak ngerti dia ngomong apaan.

"I know you can cheating with your friends so I make some type of paper test. Just doing yours." Kata Vic Sonsaengnim lagi.

Part I. Translate to Indonesia :

01. Sonsaengnimeun yongoreul kareuchisimnida

02. Aremdaun kyongchi

03. Mashittneun ramyon

04. Joneun haksaeng imnida

05. Aboji neun euisa yeyo

06. Igoseun je kabang imnida

07. Keu goseun je usan ieyo

08. Museun chaegeul ilgoyo?

09. Biga oneyo!

10. Eumshigi mashisseumnida

Part II. Wrote your opinion about Indonesia class !

Aduh.. Sonsaengnim ini nyebelin banget sih, ngasih pertanyaannya susah-susah amat. Mana pake suruh tulis opini tentang kelas ini lagi. Gila deh tuh guru!

Heechul POV end

^.^

Kyu POV

Aduh.. soalnya gampang banget, ini kan udah dia omongin berkali-kali di kelas. Baik juga ya dia. Pasti dia pengen kita semua dapet nilai bagus, tapi sayangnya ga ada yang pernah dapet bagus di pelajaran dia. Tapi, apa jawaban nomor terakhir ya? Lupa banget nih.. ah, isi part II nya dulu deh..

Part II. Wrote your opinion about Indonesia class !

Actually, I really like Indonesia, cause it has different pronounciation with Korea. But, you know that we have big problem with Indonesia language. It's totally hard for me.

Teacher, can you teach me? Like private course, but I don't have much money, so I can't give you fee(s), but I can teach you Korea language. Waiting for your reply!

Kyu POV end

^.^

"Bu Kepsek, saya mau minta izin membawa murid ke luar sekolah." Pinta VIc Sonsaengnim.

"Untuk apa? Kan sudah saya bilang kamu tak boleh membiarkan mereka keluar sekolah kecuali hari Minggu."

"Tapi, berarti saya boleh kan membawa murid keluar hari Minggu?" tanya Vic Sonsaengnim lagi.

"Boleh. Asal izin sama saya."

"Gamsahamnida.." ujar guru bahasa Indonesia itu.

Dia pergi keluar dari ruangan kepala sekolah dan mencari seorang muridnya.

"Ah.. itu dia." "Hei! Kyuhyun!" panggilnya sambil berlari mendekati sang murid, Kyuhyun.

"Ada apa Sonsaengnim?" tanya Kyuhyun yang tadinya mau ke kantin.

"Hari minggu kau bisa pergi keluar sekolah tidak? Aku sudah minta izin pada kepala sekolah. Mengenai kau ingin belajar private bahasa Indonesia. Dan kau akan mengajarku bahasa Korea. Bagaimana?" tanya Vic Sonsaengnim yang sepertinya semangat.

"Oh.. Baiklah. Sampai nanti, Sonsaengnim!"

^.^

"Kau mau kemana Kyu?" tanya Heechul yang melihat room mate nya itu berganti pakaian. Tentu saja bukan di depan Heechul, tapi di toilet.

"Kau tak perlu tau urusanku bukan?" Kyuhyun tak peduli melihat pandangan tajam Heechul padanya.

"Ya.. memang sih. Tapi kalau ada guru yang bertanya kau dimana gimana?" Heechul mencari akal untuk mengetahui kemana Kyuhyun pergi.

"Aku sudah izin. Takkan ada yang mencariku." Kyu pergi begitu saja.

Kyu POV

Aku pergi keluar dari kamarku. Aku lalu berjalan sampai ke gerbang sekolahan. Tapi kurasa sedari tadi ada yang membuntutiku. Setiap kali aku menoleh aku tak melihat siapa-siapa.

Dan kali ini aku geram. Aku tau pasti siapa yang membuntutiku.

"Heechul! Apa yang kau lakukan dengan membuntutiku seperti ini hah?" aku melihat dia seperti kaget aku berhasil memergokinya.

"Apaan sih? Siapa yang mau buntutin kamu? Orang mau ke satpam. Mau nanya ada titipan dari eomma nggak. Eomma bilang mau ngirimin tas baru buat aku." Heechul sepertinya memang tak mengikutiku. Ya sudah deh.. Aku juga tak mau minta maaf, jadi kubiarkan saja.

"Ah.. Kyuhyun. Silakan!" kata satpam yang baru aku tau namanya, Jessica Jung. Aku liat dari name tag nya. Satpam disini cantik juga ya...

"Makasih ya!" aku melangkah keluar melewati gerbang sekolah yang tingginya kira-kira 3,5 meter.

^.^

"Ah, Sonsaengnim sudah menunggu!" aku mengucapkan salamku padanya.

"Ah.. Kyuhyun kau sudah datang rupanya. Sini duduk." Ucap Vic Sonsaengnim dengan bahasa korea nya yang tidak terlalu lancar, tapi lumayan lah...

"Aku duduk ya..." aku duduk di kursi di hadapannya. "Makasih ya, Sonsaengnim mau membantuku dalam pelajaran ini. Bagaimana pun pelajaran ini juga mempengaruhi kenaikan kelas kan?"

"Ya. Aku juga mau berterima kasih kalau kau mau mengajarkan ku pelajaran bahasa korea. Aku memang membutuhkannya."

Aku melihat ada sesuatu di wajah Sonsaengnim. Sepertinya ada yang ia ingin bicarakan padaku.

"Saengnim ada apa?" tanyaku sekadar basa-basi, pada awalnya.

"Eh.. oh.. itu lho.. Sebenarnya aku sudah ingin menanyakannya sedari dulu."

"Ada apa?" tanyaku lagi. Merasa bahwa pertanyaannya mulai serius, aku menyimaknya lebih serius juga.

"Kau itu, namja ya?"

GLEKK!

Aku tak sengaja menelan ludahku sebanyak itu, sampai-sampai aku rasa suara menelan ludah ku itu terdengar jelas, sangat jelas.

"Benar ya? Wah.. berarti aku benar dong." Tunggu! Kenapa guru ini malah bangga, bukannya mempertanyakan kebohonganku?

"Bagaimana Sonsaengnim bisa tau? Apakah itu terlihat jelas?" tanyaku menanyakan bagaimana cara ia mengetahui jenis kelaminku sebenarnya.

"Ah.. mudah saja mengetahuinya. Aku ini, yah, gini lho, di negaraku itu ada yang namanya 'kpopers'artinya pecinta kpop gitu. Nah, aku tuh salah satu kpopers. Dan aku ngefans banget sama yang namanya Super Junior itu. Mereka tuh sering crossdressing gitu. Dan menurut aku kamu tuh kayak crossdressing selama ini, jadi aku agak mempertanyakan kamu tuh cewek ato bukan." Masih dengan tampang bangganya.

"Saengnim suka Super Junior?" tanyaku penasaran ingin tau setengah mati rasanya sampe pengen nyeburin diri ke dalam kolam susu.

"Iya dong. Aku paling suka Kyuhyun Super Junior. Ya ampunnn.. dia tuh suaranya merdu geloo..." kali ini bukan dengan tampang bangga, tapi dengan tampang lebay.

"Serius? Demi apa?" Rasanya tuh kayak gimanaaa gitu ya.. ada yang muji kembaran sendiri tuh kayak berasa ada yang muji diri sendiri. Yah, maklum lah.. sama nama sama tampang juga biasanya.

"Iya dong..."

*skip time*

"Huh! Nggak kerasa ya waktu udah terlewat banyak. Kita balik ke sekolah yuk." Ajak Vic Sonsaengnim.

"Saengnim, inget ya. Just keep it a secret, okay!"

"Okay, it's allright Kyu. Tapi, jadi selama ini kamu ngeliatin cewek ganti baju dong?"

"Saengnim, takdir itu nggak bisa kita ubah. Sudah menjadi takdir saya untuk menikmati itu semua." Paparku yang alim bin jujur ini.

"Dasar kamu, ya!" Sonsaengnim menjewer kupingku hingga memerah.

"AHHH! Sonsaengnim!"

Kyu POV end

^.^

Heechul POV

"Eh, nggak ada titipan tas tuh dari eomma kamu. Udah, mending balik sekarang ke asrama." Ucap si satpam itu padaku.

"Heh, siapa juga yang pengen nanyain tentang tas. Aku tuh pengen nanya kemana Kyu pergi? Kok dia dibolehin keluar?"

"Iyalah, orang dia itu dikasih izin sama bu kepsek."

"Kok bisa? Eomma nya CL kan galak gitu? Gimana izinnya?"

"Nggak tau juga sih, tapi dia tuh dimintain izin sama Vic Sonsaengnim. Mereka mau ke kafe gitu. Katanya.." ucapannya terpotong. Aku sudah tau kelanjutan katanya, aku sudah memikirkannya. Dan aku tak percaya itu! Sonsaengnim suka sama Kyuhyun dan mengajak ketemuan di kafe? What the hell with that Sonsaengnim!

^.^

"Kyu, baru pulang?" tanyaku saat melihat room mate ku baru masuk ke kamar.

"Ya iyalah, emang baru berangkat apa?" tanyanya dengan sedikit emosi, aku bisa mendengarnya di kata-kata yang ia ucapkan. Dengan gerakan cekatan ia melepaskan wig sialan yang membuat wajah gantengnya itu tertutupi.

"Kamu baru jalan sama Vic Sonsaengnim ya?"

"Kok tau sih?" tanya Kyu padaku dengan wajah 'kok-kamu-tau-dari-mana'

"Nggak, aku tadi liat Vic Sonsaengnim juga baru dateng."

"Emang kenapa?" tanyanya. Nada marahnya sudah hilang.

"Kamu kan namja. Kalo kalian jalan bareng, bisa aja kan Vic Sonsaengnim lebih merhatiin muka kamu. Ntar kalo dia tau kamu itu namja gimana?" "Kenapa kuping kamu merah gitu?" tanyaku begitu melihat kuping kanannya memerah. Aku nggak mau berpikir aneh-aneh, tapi bisa saja kan mereka melakukan hal 'ini dan itu'. Aku pernah menonton film 17+ dan di dalamnya ada adegan sang namja menggigit telinga sang yeoja. Ihh.. aku sampe geli membayangkannya.

"Dia emang udah tau aku namja kok. Kenapa? Cemburu?" tanyanya yang tiba-tiba itu membuat wajahku merona. "Udah ah. Mau tidur." Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Cemburu?

^.^

~TO BE CONTINUED~

^.^

REVIEWS' Review

Aduh.. maaf baru liat review nya, taunya udah nambah 1. Keburu di update yang kedua.

Kyuhyun menderita nggak ya? Gatau nih.. author galau. Biasalah.. kan masih ABG gaje

Kibum? Author harus berpikir ulang untuk masukin Kibum ato nggak.

Makasih ya review nya...

Park Min Rin

Hehe.. welcome to my FF! Makasih udah mau nungguin yang ke-3 ya...

Kalo masih penasaran sama isi perjanjiannya baca di chap 4 ya..

genki zen

GOMAWO! Wah.. makasih udah ngefans sama FF ini...

Haha.. ada juga yang penasaran sama username ku, namanya itu diambil dari namaku + tanggal lahir.

Heh.. nggak nyangka pertanyaannya aneh, maksudnya beda dari yang lain... Makasih ya.. Wajib nunggu chap selanjutnya!

MegaKyu

Kekeke... maaf ya lama banget update nya.

Sebenernya udah jadi lama (ga lama-lama banget sih..), tapi karena berhubung lagi banyak-banyaknya ulangan dan mempersiapkan UN, author ga bisa update mulu. Setiap kali mau update pasti aja selalu ada halangannya. Dan kebanyakan halangannya itu author lupa mau ngupdate, maklum author ini pelupa parah.

Makasih lho.. udah nungguin FF ini. Dari chap pertama udah ngikutin. Harus tetep ngikutin ya! Awas lo kalo nggak digigit anjing galak. Oke, chingu. Gamsahamnida!

Cho Miku

Isi surat kontrak? Mending baca aja terus. Oke chingu?

Thanks ya udah bilang FF ini lucu, padahal menurutku ini lebih ke gaje.

Akan author lanjutkan!

Mincrazee

So pasti author emang gila dan author bangga atas gelar 'gila' yang disandang author.

Ya harus ada-ada aja, kan authornya gila.

Kyu ketauan sama Chul, kelanjutannya baca sendiri ya.. Begitu juga sama surat perjanjiannya.

Author janji akan tetap gila sampe FF ini 'The End' kok! Dijamin 100% gila

^.^

Sebelum ada readers yang nanya (ge-er amat), author mau kasih jawaban soal ulangan yang di atas.

01. Sonsaengnimeun yongoreul kareuchisimnida à Guru mengajar bahasa Inggris

02. Aremdaun kyongchi à Pemandangan yang indah

03. Mashittneun ramyon à Ramen yang enak

04. Joneun haksaeng imnida à Saya adalah pelajar

05. Aboji neun euisa yeyo à Ayah adalah seorang dokter

06. Igoseun je kabang imnida à Ini tas saya

07. Keu goseun je usan ieyo à Itu adalah payung saya

08. Museun chaegeul ilgoyo? à Membaca buku apa?

09. Biga oneyo! à Turun hujan!

10. Eumshigi mashisseumnida à Makanannya enak

^.^