she is my wife

author : Chancut

cast : baekhyun , chanyeol. Cast akan bertambah seiring berjalannya chapter/?

Rate : T tapi bisa berubah jadi M wkwk

Summary : "baekhyun anak yatim piatu yang dijodohkan dengan chanyeol, baekhyun yang memiliki sedikit keterbelakangan mental, dia harus menerima makian dan cacian dari orang orang karena tak pantas bersanding dengan chanyeol,suaminya yang sangat sempurna"

Warning : GS !

Baekhyun sedikit terkejut dengan suara melengking chanyeol

"chan.. chanyeollie" cicitnya takut

"apa yang kau lakukan baek ? siapa yang menyuruhmu berpakaian seperti ini sayang ?" suara chanyeol mulai merendah . chanyeol mendekati baekhyun yang sedang terlentang hanya dengan menggunakan bra berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putih susunya dan juga menggunakan celana dalam yang sangat tipis-menurut chanyeol

Lelaki jangkung itu menyelimuti tubuh half naked sang istri

"chanyeollie tidak suka melihatku ya ?" baekhyun menyembunyikan wajahnya dibalik selimut. Tidak mau menampakan wajahnya yang sedang menahan tangis. Bentakan chanyeol membuat semangatnya down dan blank . padahal dia sudah mati matian menghafal trik trik 'memuaskan chanyeol' yang di berikan oleh kyungsoo, namun baekhyun merasa jika chanyeol tak menyukai tubuhnya

"hiks.. chanyeollie.. maafkan aku.. aku hanya ingin memiliki anak seperti luhan eonni dan kyungsoo eonni"

DEG

Hati chanyeol bergetar mendengar penuturan dari balik selimut

chanyeol menyingkap selimut baekhyun . namun ditarik lagi oleh baekhyun

"jangan chanyeollie.. tubuhku ini jelek..hiks"

"tidak sayang.. tubuhmu bahkan yang paling indah, kau ingin memiliki anak seperti luhan dan kyungsoo, bukan ?"

Baekhyun tiba tiba menyembulkan kepalanya dari balik selimut "apa chanyeollie mau membuatnya dengaku ?" tanya baekhyun dengan wajah berbinarnya

Chanyeol tampak berfikir mengira ngira mengapa baekhyunnya menjadi seperti ini ? apa luhan berbicara sesuatu yang tidak tidak pada baekhyunnya tapi rasanya luhan bukan type wanita yang seperti itu. Tak mau pusing dengan pemikiran pemikiran yang terus mengganggunya, chanyeol memilih menuruti kemauan istrinya

"hm.. baek ini akan terasa sangat sakit diawal, aku takut menyakitimu"jelas chanyeol pada baekhyun

"awalnya memang terasa sakit,baek.. tapi lama lama kau akan merasakan yang namanya kenikmatan surga.. dan tentu saja kau akan meminta nambah pada chanyeol" perkataan kyungsoo terngiang ngiang dikepalanya

"aku sudah siap chanyeollie.. aku sudah siap melakukannya dengan chanyeollie..aku tidak akan kesakitan"ujar baekhyun sambil menampilkan senyum termanisnya. Dan mampu membuat chanyeol menjadi orang yang beruntung memiliki gadis cantik ini

Baekhyun tiba tiba saja menyibak selimutnya dan tampaklah tubuh montok/? Baekhyun terpampang jelas dihadapannya

Chanyeol lelaki normal yang menyukai tubuh wanita, koreksi : tubuh istrinya tentu saja. Chanyeol menelan ludahnya susah melihat istrinya yang tiba tiba menjadi agresif seperti ini

"chanyeollie ayo cepat lakukan padaku agar kita punya anak .." baekhyun berujar manja sambil menarik baju chanyeol yang masih berpakaian lengkap.

Chanyeol terkekeh pelan "baek.. biar aku yang menuntunmu"

Chanyeol tidak akan bermain kasar pada istrinya. Ini pertama kalinya bagi baekhyun dan dirinya tentu saja

Chanyeol mendekatkan kepalanya kearah baekhyun. Menyesap bibir manis baekhyun , baekhyun yang terkejut hanya membelalakkan matanya , tiba tiba pikirannya blank dan hanya diam saja . chanyeol masih terus menyesap bibir bawah baekhyun. Baekhyun mencoba melakukan apa yang chanyeol lakukan pada bibirnya

"nghhh chanhh.."baekhyun mendesah tatkala chanyeol memasukkan lidahnya kedalam mulut baekhyun .

Baekhyun merasakan tubuhnya menegang dan merasakan sensasi baru dalam tubuhnya

Chanyeol menyudahi ciumannya .dan menatap wajah baekhyun sejenak

"baek.. buka pakaianku" baekhyun yang tak mau berlama lama, langsung saja membuka kemeja putih chanyeol hingga menampakkan dada chanyeol dengan otot kotak kotak yang sedikit samar samar terlihat di daerah perutnya

Baekhyun sedikit merona melihat tubuh bagian atas chanyeol . tanpa menunggu perintah chanyeol lagi , baekhyun membuka celana yang dipakai chanyeol, seperti video yang di tontonnya dengan kyungsoo tadi siang

Chanyeol sudah naked sepenuhnya dan mulai menindih tubuh baekhyun yang berada dibawahnya

"chan.. chanyeollie.. ituuu" tujuk baekhyun pada kejantanan chanyeol yang ukurannya tidak bisa dibilang kecil

Chanyeol terkekeh lalu berbisik "itu milikmu baek"

Chanyeol mendekatkan wajahnya ke ceretuk leher baekhyun, menghirup bau vanila khas istrinya "yeollieh.. gel..gelihh"racau baekhyun ketika chanyeol menjilati lehernya dan sedikit menyesepnya, menampakkan sedikit bekas kemerahan disana

Tangan chanyeol tak tinggal diam, sambil menyesap leher baekhyun, tangannya diam diam melepas kaitan bra di punggung baekhyun . dengan gampangnya bra hitam baekhyun sudah terlepas namun masih menutupi daerah dadanya yang ukurannya yang lumayan besar

baekhyun mengusap punggung telanjang chanyeol "channie... k..kenapa panas sekali" racau baekhyun sambil memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan tangan chanyeol

chanyeol mennghentikan kegiatannya dan menatap mata teduh milik baekhyun

"aku sangat bahagia jika benar kau ingin memiliki baby di dalam perutmu ini sayang.." chanyeol mengecup permukaan perut baekhyun yang tidak terlalu rata itu.

"yeollie... jangan menciumnyaa.. geliii tauu.." baekhyun menutup wajahnya

'baru segini saja kau sudah malu baek, apalagi ketika ku suruh kau mengangkang' pikir chanyeol yang sudah mulai kemana mana

"ishhh chanyeollie... lakukan seperti tadi.." baekhyun yang tak sabaran mengarahkan wajah chanyeol ke ceretuk lehernya

Chanyeol terkekeh lalu melanjutkan kegiatannya

"ahhh channhh.. ja..janganhh digigithh.. ahh nanti berdarakhh" baekhyun mendesah polos disela ucapannya

Sejenak chanyeol menghentikan kegiatannya lalu menatap baekhyun

"apa kau siap baek ?" tanya chanyeol meyakinkan baekhyun, takut jika nanti jika dipertengahan, baekhyun akan menangis dan itu akan membuat chanyeol terluka

"akuuu siapp chanyeollie. Lebih cepat lebih baik, biar baby nya bisa lahir dengan cepatt" baekhyun sangat bersemangatt tanpa tau apa yang akan dia rasakan

Tangan besar chanyeol mencoba melepaskan bra baekhyun yang masih menempel dan melemparnya ke sembarang arah.

Chanyeol mendekatkan kepalanya kebelahan dada baekhyun lalu menghirup wanginya

"ini pertama kalinya aku melihat milikmu baek, kenapa baegitu besar ketika tidak terbungkus apapun" chanyeol terkekeh lalu mendekatkan bibirnya ke belahan dada baekhyun yang sebelah kanan.

Lihatlah.. sisi liar chanyeol . chanyeol mengemut dada baekhyun layaknya bayi yang tengah kehausan menyusu pada ibunya

"ahhh.. yeolliehh...ahhhh" baekhyun hanya mampu mendesah dan menjambak pelan rambut sang suami

Tangan chanyeol tak tinggal diam, selagi bibirnya bekerja. Tangan chanyeol membuka celana dalam baekhyun. Dan tadaaa.. baekhyun sudah telanjang bulat

Baekhyun tidak sadar jika chanyeol sudah menuju kebawah tubuhnya

Perlahan chanyeol membuka paha baekhyun. Namun baekhyun buru buru menutupnya

"chanyeolliee.. aku maluu" rengeknya manja "kita matikan saja lampunya bagaimana" lanjutnya sambil merapatkan pahanya agar tidak dilihat oleh chanyeol

Aiss chanyeol bisa gila .di saat dia tengah horny seperti ini. Baekhyun malah merusaknya -_-

"tidak perlu malu baek, aku ini suamimu"

Baekhyun merasa bersalah melihat wajah chanyeol yang terlihat sangat frustasi itu

"lakukan saja yeollie.. cepat lakukann.." baekhyun perlahan membuka pahanya dan terlihatlah sesuatu yang chanyeol sangat ingin nikmati/?

Tanpa ragu chanyeol mencoba memasukkan 1 jarinya ke lubang baekhyun 'sempit' pikir chanyeol

"akhh yeollieehhh.."baekhyun tersentak kaget saat tangan chanyeol mencoba masuk semakin dalam ke dalam lubangnya

Jari chanyeol sudah sepenuhnya masuk. Dengan perlahan chanyeol terus mengeluar masukkan jadinya disana, membuat baekhyun perlahan menggeram nikmat

"chan..ahhh.. akuhh pipishh.." baekhyun meracau saking enaknya

'crasshh' cairan baekhyun keluar mengenai tangan chanyeol .

"chanyeolliee maaf aku pipis ditanganmu"

"orgasme saja kau bilang pipis baek.. itu bukan pipis tapi cairan cintamu" chanyeol sekali lagi mengecup bibir merah baekhyun

chanyeol tersenyum lalu mengeluarkan jarinya dari sana. Mempersiapkan sesuatu yang lebih besar lagi untuk memasuki lubang hangat baekhyun

Chanyeol mengocok kejantanannya pelan lalu mengarahkannya ke dalam lubang sempit baekhyun

"akkhh yeollieeh.. sak..hittt" baekhyun terhenyak dan kesakitan saat kepala kejantanan chanyeol baru memasuki lubangnya

"tahhann baekhh" chanyeol berusaha menenagkan baekhyun sambil perlahan memasukkan kejantanannya sepenuhnya

"jlebb"

"akkhh.. hiks.." kejananan chanyeol sudah masuk sepenuhnya

Namun chanyeol menghentikan gerakannya saat melihat baekhyun menangis , mencoba menahan isakannya

"maaf baek aku..."

"lanjutkan sajahh yeollieeh.. aku tidak apa apa.. ini tidak sakit.." baekhyun mencoba berbohong dengan menampilkan senyum polosnya

"tapi baek.."

"chanyeollie.. cepat lakukan, kalau tidak mau, nanti baby nya tidak mau berada diperutku.." lagi lagi chanyeol tak bisa membantah. Chanyeol memang sedang ingin, tapi dia tidak tega melihat istrinya

Chanyeol mencoba menuruti perkataan sang istri. Sebenarnya dia ingin membuktikan kepada eommanya bahwa baekhyun tak serendah yang eommanya fikir

Chanyeol jadi tiba tiba bersemangat dia akan menunjukan kepada eommanya

Dengan penuh tekad chanyeol memaju mundurkan pinggangnya untuk menggenjot baekhyun

"ahhhh chanyeolliehhh.. iyahhhh" baekhyun mendesah ditengah rasa sakitnya

'aku tidak boleh mengecewakan chanyeollie. Aku sayang chanyeollie. Aku tidak mau chanyeollie meninggalkanku.' pikir baekhyun

Lama kelamaan rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat

"baekkhh inihh ahhh nikmathhh.." chanyeol sepertinya lupa bahwa dia akan bermain lembut pada baekhyun. Tapi buktinya nafsunya bertambah jika berhadapan dengan istrinya

"channiehh.. enakk sekalihh.."

"baekhh akuhh sampaiii.." chanyeol mempercepat genjotannya dan menghentakkannya dengan keras saat cairannya mengenai rahim baekhyun

Chanyeol mencabut milik yang sudah mengeluarkan cairannya

Beberapa dari cairannya merembet keluar dari dalam lubang baekhyun

Chanyeol tersenyum . lalu memeluk tubuh polos istrinya dan mengusap peluh baekhyun menggunakan tangannya yang besar . baekhyun mengikuti apa yang chanyeol lakukan, tangan kecil baekhyun mengusap peluh chanyeol

"chanyeollie pasti lelah.. maafkan aku chanyeolliee.." ujar baekhyun sambil memeluk chanyeol

"tidak sayang, aku sangat senang hari ini. Terima kasih sudah hadir di hidupku park baekhyun, dan terimakasih sudah memberikanku kesempatan untuk menjagamu. Aku mencintaimu"

"aku lebih mencintai chanyeolli.. chanyeollie jangan tinggalkan aku ya ?, aku takut jika tidak ada chanyeollie, pokoknya chanyeollie tidak boleh pergi" ujar baekhyun seperti sebuah pemaksaan

Chanyeol terkekeh lalu menjawab "sudah kewajibanku menjagamu baek, melindungimu"

Baekhyun mengeratkan pelukannya , tanpa sadar ia menangis mendengar penuturan chanyeol

.

.

Hari ini chanyeol sengaja meliburkan diri karena ingin menghabiskan waktunya dirumah bersama baekhyun

Ngomong ngomong tentang baekhyun, istri chanyeol itu belum juga terbangun hingga jam 10 pagi. Biasanya baekhyun akan bangun jam 7 dan membangunkan chanyeol .

Chanyeol yang sudah selesai mandi dan menggunakan pakaian lengkap segera melangkahkan kakinya menuju ranjang untuk membangunkan malaikat mungilnya

"baek.. bangunn" ujar chanyeol pelan sambil menekan nekan pipi gembil baekhyun

Namun tak ada pergerakan dari baekhyun atau tanda tanda akan bangun

Chanyeol menghela nafasnya lalu ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya. Chanyeol kembali teringat perkataan eommanya kemarin dan tiba tiba saja mood chanyeol menjadi buruk

"akan aku buktikan jika baekhyun memang pantas bersamaku, eomma"

.

.

"bagaimana sayang ? tampan bukan ?" seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik diusianya yang menginjak kepala lima, wanita itu tengah menatap putri semata wayangnya, menunggu jawaban sang anak sambil memperlihatkan sebuah foto

"aigoo eomma, tampan sekali.. apa dia calon tunanganku ?" gadis itu im jinah atau sering dipanggil nana, gadis berusia 20 tahun itu tengah menatap intens sebuah foto yang diberikan oleh ibunya

"park Chanyeol. Tampan kan ?" sang anak mengangguk menyetujui ucapan sang ibu

"tapi sayang dia sudah memiliki istri.." ucapan nyonya im mampu membuat sang anak terkejut

"ap..apa ?" tanya nana tak percaya dengan ucapan eommanya

"dengarkan dulu sayang.. teman eomma ini ,sekaligus eommanya chanyeol tidak pernah merestui hubungan keduanya. Kau tau kenapa sayang"

Nana menggeleng

"istri Chanyeol itu autis.. mangkannya ini kesempatan untukmu sayang. Eomma akan terus membujuk park hewon selaku eommanya chanyeol untuk segera melaksanakan pertemuanmu dengan Chanyeol" sang anak tersenyum mendengar perkataan ibunya

"eomma.. kau yang terbaik"

.

.

Baekhyun terbangun dengan badan yang sedikit sakit. Terutama disekitar daerah bawahnya

"akh" ringisnya pelan

Baekhyun mencoba bangun dari kasur dan berjalan tertatih menuju kamar mandi

Tak berapa lama, baekhyun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melilit dadanya hingga setengah pahanya . namun dia kaget ketika mendapati chanyeol tengah mencari sesuatu

"chanyeollie.. kenapa tidak membangunkan aku tadi.." baekhyun melangkahkan kakinya menuju tempat chanyeol hanya dengan masih menggunakan handuk

Chanyeol tersenyum sambil memperhatikan baekhyun

"aiss kau cantik sekali pagi ini sayang.." baekhyun merona sambil menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinganya

"hm.. chanyeollie sepertinya buru buru.. chanyeollie mau kemana "

"eomma menelfon tadi katanya dia sakit. Aku akan pergi sebentar baek"

"apa aku boleh ikut yeollie ?" chanyeol menoleh cepat ke arah baekhyun dan menatapnya ragu

"hm.. tidak boleh ya" baekhyun tersenyum kecut lalu membalikan badannya memunggungi chanyeol dan berjalan lagi kekemar mandi untuk beganti pakaian

Chanyeol menghela nafas panjang dan memijat pelipisnya pelan

"maaf baek.. aku takut jika aku mengajakmu, eomma akan melakukan hal yang buruk lagi padamu"

Chanyeol lalu berjalan menuju pintu kamar mandi

"sayang.. baek... aku pergi dulu, aku sudah siapkan sarapan untukmu. Jangan keluar rumah, aku hanya sebentar"

"..." tidak ada sahutan dari kamar mandi

"baek.."

"iya chanyeollie pergi saja, aku tidak akan nakal dirumah" baekhyun berkata pelan namun masih bisa di dengar oleh chanyeol

"baiklah baek.. aku pergi sekarang"

..

Sepeninggal chanyeol baekhyun membuka pintu kamar mandinya

Baekhyun masih menggunakan handuk namun berbeda dengan wajahnya yang penuh air mata. Hidungnya memerah menahan tangis dan bibirnya bergetar dan menyebutkan nama chanyeol berkali kali

"hiks.. aku tau hiks.. pasti eomma tidak menyukai aku" lanjutnya sambil mengganti pakaian

Seleseai berpakaian, baekhyun tak sengaja melihat ke arah kasur dan menemukan bercajk merah seperti darah . baekhyun mendekat lalu melihat noda apa itu "da..darah ? siapa yang berdarah ?" ujarnya

Namun baekhyun teringat saat dia mandi tadi ada bercak darah di area paha dalamnya

.

.

Chanyeol memasuki rumahnya yang dulu yang ia tempati bersama ibu dan mendiang ayahnya

"chanyeol-ah akhirnya kau datang" itu suara eommanya

"eomma sudah sembuh ?" tanya chanyeol heran, pasalnya baru beberapa jam yang lalu eommanya mengatakan bahwa dia sakit

"eomma sakit jika kau tidak menuruti apa yang eomma katakan sayang"

"maksud eomma ?"tanya chanyeol bingung, tidak tau kemana arah pembicaraan eommanya

"nana.. kemari sayang, calon tunanganmu sudah datang"

.

.

TBC

Wkwkwk... Ncnya maksa bgt. Maaf ya kalau ada yang tidak puas dengan Ncannya , gua ga bakat bikin NC-an/?

Btw tbc-nya ngena kan ? bikin kepo ga ? gimana reaksi chanyeol ya ?. gua gemes sendiri sama emaknya ceye /plak

Yaudah kalo mau dilanjutt silahkan di review. Review lu pada bikin gua semangat bikin ff ini

Gomawu yang udah follo,fav dan review di chap sebelumnya

See you next chap^^ :*