About This
GENDERSWITCH, TYPO(S), GAJE, NGELANTUR, NGACO, FICTION, AUTHOR LABIL
READ & REVIEW
^.^
Rules before you read this fic :
1. Mohon untuk memaklumi fic yang super cacat ini. Maklumi typo-nya juga...
2. Jangan peduliin isi fic ini. Masalahnya, ada beberapa facts yang kubikin bukan sesuai aslinya. Namanya juga fiksi...
3. Jangan kesel kalo bias kalian dapet peran yang gak kalian suka. Author cuma menyalurkan ide yang tiba-tiba nongol di otak kok, gak lebih.
4. Author berharap, rules di atas ditaati oleh semua readers.
5. Wajib banget buat nge-review
6. And, HAPPY READING!
^.^
My Boyfriend is My Girlfriend Ch. 05
Genre : Romance, Parody Line, Freak (my own genre)
Rate : T+++
Author : mei28597
Readers : all of you
^.^
CAST
Kyuhyun SJ as Kyuhyun (N), Leeteuk SJ as Kyu's eomma (Y), Kangin SJ as Kyu's appa (N), Sungmin SJ as Sungmin (Y), Heechul SJ as Heechul (Y), Chaerin 2NE1 as CL (Y), Kwon Yuri SNSD as Yuri Sonsaengnim (Y), Ryeowook SJ as Wook Sonsaengnim (N), Siwon SJ as Siwon Sonsaengnim (N), Shindong SJ as Sungmin's appa (N), Victoria f(x) as Victoria Sonsaengnim (Y), Yesung SJ as Shindong's worker (N), Min Miss A as Min (Y), Jessica SNSD as Jessica Security Guard (Y), Yunho TVXQ as Shindong's best friend (N)
New cast
*still a secret* as Yunho's son (N) reveal it on this chap!
PS : Y (Yeoja), N (Namja)
Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.
^.^
This fic is really mine!
Hate all kinds of imitation.
^.^
It's going to be serious
^.^
Rechap
On Sungmin POV
"Abis ini aku mau nonton film lagi. Bisa sampe malem nih.." ucapnya dengan tatapan lurus ke depan.
"Aku juga mau nonton lagi." Balasku.
"Mission Impossible." Ucapku dan ia berbarengan. Duh.. mukaku makin blush nih.. udah pasti.
"Mau nonton itu juga?" tanyanya riang.
"Iya." Balasku singkat.
"Bareng yuk! Daripada nggak ada temennya..."
Hah? Serius? Bareng?
"MAU!" ups.. malah keceplosan senengnya.
"Oke... ntar bareng-bareng ya. By the way, dari tadi kita ngobrol berdua tapi belom tau nama masing-masing. Nama kamu siapa?" tanyanya.
"Namaku Sungmin. Kamu?"
^.^
Chapter 05
"Namaku?" tanyanya sambil tersenyum. "Namaku Kibum." Masih tetap tersenyum.
"Oh.. Kibum, senang berkenalan denganmu." Aku menyodorkan tanganku untuk bersalaman dengannya.
"Senang berkenalan denganmu juga, Sungmin-sshi.." balasnya sambil membalas tanganku.
*Kibum SJ as Yunho's son reveal now*
^.^
"Appa sudah pulang?" "Appa ini gila ya? Bagaimana aku membayar bioskopnya?" "Yesung? Ogah. Mending aku nggak nonton!" "AH! Nggak mau! Aku mau nonton!" "APPAA!"
"Berisik banget nelponnya.. Emang kenapa?" tanya Kibum yang menatapku selama aku menelpon appa. Appa! Lihat saja pembalasanku!
"Appa meninggalkanku.. Dia sudah sampai ke asrama. Masa dia lupa kalau aku ikut sama dia?" tak terasa air mata menetes dari mataku, turun ke pipi. Bagaimana aku pulang? Aku di sini sendirian.. Appa memang sangat menyebalkan. Dia tadi berjanji akan mentraktirku lagi...
"Jangan nangis gitu dong.." Kibum, yang saat itu masing menjadi orang asing bagiku, dia memelukku, mencoba menenangkanku dengan mengelus punggungku. Aku merasakan dada bidangnya yang masih erat memelukku.
"Aku sudah banyak merepotkanmu, Kibum-sshi.. Maafkan aku. Aku akan pulang sekarang saja. Aku minta dijemput Yesung saja." Aku menundukkan kepalaku, mengambil kembali handphone ku yang sudah kumasukkan ke dalam tas yang kutenteng. Aku mengetikkan pesan singkat pada Yesung. Aku baru saja akan meninggalkan bioskop, tapi tangan Kibum menahanku.
"Jadi kau meninggalkanku begitu saja? Kan kau sudah janji mau menemaniku?"
"Tapi aku tak membawa uang sedikit pun saat ini. Mianhae, aku tak bisa. Aku harus pulang." Handphoneku bergetar. Yesung bilang ia akan sampai 10 menit lagi. "Yesung sudah akan menjemputku." Tambahku.
"Sini." Dia merampas handphoneku, aku tak tau apa yang ia lakukan dan apa yang harus kulakukan.
"Hei! Apa yang kaulakukan?" aku menarik kembali handphoneku yang ia rampas.
"Aku akan membayarkannya untukmu! Kau harus menemaniku!" Kibum memegang tanganku erat.
"Jangan memaksaku!" aku mencoba melepaskannya. "Biarkan aku pulang. Aku bahkan belum mengenalmu dengan baik. Bagaimana aku bisa mempercayaimu?"
"Baiklah. Aku tak bisa mengatakan apapun lagi. Kalau kau ingin pulang, silakan. Tapi aku harus mengantarmu."
Sungmin POV end
^.^
Kyu POV
Uh.. hari ini sungguh melelahkan.. Belajar bahasa Indonesia dengan Vic Sonsaengnim dan mengajarkannya bahasa korea. Aku pulang lumayan malam juga hari ini.
Eh.. tunggu. Kok aku melihat Sungmin turun dari motor seorang namja malam-malam begini? Apa yang ia lakukan?
"Sungmin!" aku kontan berteriak. Dan dia menoleh padaku, seperti kaget.
"Kyu?"
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" tanyaku 'mewawancarainya'.
"Dia siapa, Sungmin?" tanya namja itu pada Sungmin.
"Dia hanya temanku. Ini kan asrama yeoja. Jadi semua temanku yeoja." Ucapnya membalas tanya sang namja. "Terima kasih ya, Kibum! Hati-hati di jalan!" sementara itu aku melihat motor itu melaju pergi.
"Kibum?" gumamku.
"Apa alasanmu memanggilku?" Dia menatapku seperti mengharapkan sesuatu dariku. Aku tak tau apa atau itu hanya perasaanku saja.
"Ah, tidak." "Cepatlah kembali ke asrama. Min sudah menantimu di kamar." Aku meninggalkannya.
"Kyu!" panggil Sungmin. Aku berhenti. "Kau.. marah denganku?" aku membalikkan badanku dan melihatnya sedang menundukkan kepala. Aku mendekatinya. Tanganku hampir saja menyentuhnya.
Tidak! Aku tak boleh melakukan ini.
"Lebih baik kau masuk sekarang. Sudah malam." Aku meninggalkannya yang masih menunduk diam.
^.^
"Ada apa Kyu? Bete amat? Bukannya abis jalan sama Vic Sonsaengnim?" tanya Heechul. Aku tak tau apa yang ia pikirkan. Pasti setiap pulang dari les private dengan Vic Sonsaengnim dia akan mengatakan 'kan kau abis jalan sama Vic Sonsaengnim' atau 'abis kemana aja' dan lain-lain. Aku hanya menanggapinya dengan 'bisakah kau diam?'. Dan itulah yang akan kulakukan saat ini.
"Bisakah kau diam?" aku menelungkupkan badanku di atas kasur.
Kyu POV end
^.^
Sungmin POV
Kyuhyun memanggilku? Kukira dia mau meminta maaf karena cuek padaku selama ini. Tapi dia malah pergi meninggalkanku. Teman macam apa dia? Ah.. apa aku benar jatuh cinta padanya?
"Min! Aku datang!"
"Sungmin! Aku kangen padamu tau!" aku pun memeluk Min yang juga memelukku erat.
"Min... Ada yang ingin kuceritakan padamu..."
"Apa itu?"
"Tentang Kyuhyun.."
*skip time*
"Jadi dia memanggilmu begitu saja? Jujur, aku baru kali ini aku menemukan tipe yeoja seperti dia." Analisis Min boleh juga. Ternyata, selain mind reader, dia juga analist yang baik.
"Makanya Min. Aku juga gak tau maksud dia itu apa."
"Tapi, tunggu deh... Dia itu kan yeoja. Dia nggak bakal pikir kalo kamu suka sama dia kan? Kalo kamu suka, mending kamu bilang langsung ke dia. Dia gak bakal tau kamu suka sama dia. Kalo misalnya si Chaerin suka sama aku, aku juga gak bakalan tau dia naksir aku kecuali dia bilang kan? Masa yeoja suka yeoja? Itu istilahnya."
"Jadi gitu ya, Min?" aku mengeluarkan handphoneku dari dalam tasku. Eits.. ada yang menelponku.
"Yeoboseyo?"
"Sungmin, ini aku Kibum. Kau sudah sampai di kamar?"
"Su- sudah. Bagaimana kau tau nomorku?"
"Lihat di recent calls, di outgoing calls nya ada nomer aku. Save ya.."
KLEK
Tadi dia sempat misscall handphone nya dengan nomerku?
"Siapa itu Sungmin?" tanya Min tiba-tiba. "Namja ya?" Min mulai senyam-senyum. Aku yakin 85% dia itu mind reader.
"Kau itu mind reader ya? Jangan mengelak lagi dariku, Min. Berulang kali kau menebak jitu." Tatapanku padanya sepertinya terlalu tajam.
"Ah.. tidak kok." Dia memundurkan posisi badannya. Sepertinya tatapanku memang terlalu tajam. "Tapi benar kan? Namja? Cakep? Udah pasti.. Mana mungkin kenalan sama namja jelek? Ngapain juga, buang-buang waktu aja kan.. Kenalin dong.." cercah Min padaku.
"MIN!"
*skip time again*
"Jadi kamu kenalan sama dia di bioskop? Terus appa kamu ninggalin kamu gitu aja dan dia nganterin kamu?"
"Betul-betul namja kurang ajar kan?" ucapku meminta tanda setuju dari Min.
"Benar-benar gentleman tau..." Min membuatku kesal dengan senyumnya yang terus terumbar sedari tadi. Apa dia seneng aku punya pengganti Kyu ya?
"Kau menyebalkan, Min!" aku mendorong tubuhnya pelan dan ia kembali membalasku hal serupa.
Sungmin POV end
^.^
Yesung POV
Aduh.. aku sudah menunggu lama disini. Dan Sungmin belum juga pulang. Dia tidak diculik kan? Aduh.. kalau diculik matilah aku. Aku bisa digencet sampe mati sama Pak Shindong.
Aduh.. gimana ini.. Hiks.. hiks.. hiks...
"Pak! Sungmin belum juga muncul di sini. Ditelpon juga nggak bisa. Gimana pak?" aku menelpon majikanku yang tambun itu. "Hah? Dia sudah pulang dari tadi?"
KLEK
Jadi penantianku disini percuma?
Yesung POV end
^.^
Kibum menyiapkan perlengkapannya untuk mengajar. Dia memakai pakaian yang tak terlalu formal, agar nyaman dipakai. Kemeja kotak-kotak dengan bahan tipis berlengan panjang yang ia lipat sampai siku,perikat pinggang kulit, dan celana jeans, tak lupa sepatu sneakers yang membuatnya tampak terlihat seperti anak muda. Memang itu yang ia ingin tekankan, anak muda. Di usianya yang baru 20 tahun, dia sudah bisa menjadi seorang guru. Dia lulus dengan gelar 'cum laude', mendapatkan nilai A di setiap kolom rapot kuliahnya. Dia mengambil jurusan kesenian. Dan spesifiknya, acting. Itu memang kegemarannya sejak lama.
"Abeoji, aku pergi dulu." Katanya seraya menyelempangkan tasnya.
"Pergi sana. Ingat pesanku tadi malam." Ucap Yunho yang sedang menyeruput secangkir kopi arabica.
"Baiklah." Kibum pergi diikuti tatapan tajam Yunho.
"Semoga kau bisa mendapatkannya sebagai istrimu." Yunho mendoakan anaknya. Pertama kali menatap Sungmin, dia tau kalau Sungmin anak yang baik. Mirip sekali seperti istrinya yang sudah meninggal lama, sejak melahirkan Kibum. Proses kelahiran Kibum bisa dibilang cukup sulit. Dan saat itu kondisi sang ibu tak memungkinkan untuk kelahiran normal, tetapi ia memaksa dan akhirnya seperti ini. Yunho hanya bisa tabah mengingat kejadian 20 tahun lalu itu.
^.^
"Min, ada guru baru lho..." ucap Sungmin pada Min yang tengah menyisir rambutnya, hendak menguncir rambut.
"Serius? Cowo?" tanya Min mengagetkan.
"Min, kamu belajar jadi mind reader dimana sih? Aku juga mau dong... Biar aku bisa baca pikiran Kyu." Balas Sungmin yang sudah agak terbiasa melihat Min yang jago menebak.
"Aku nggak belajar, Min.. Tau-tau aja bisa." Balas Min pada Sungmin. "Nggak sabar belajar nih.. dia guru apa?"
"Guru seni budaya, kata appa." Balas Sungmin pada Min.
^.^
"Ada guru cowo? Baru?" Kyuhyun kaget dengan perkataan Heechul.
"Iya. Ada guru baru." Jawab Heechul.
'Mudah-mudahan gurunya nggak cakep. Nanti Sungmin jadi naksir dia lagi?' pikir Kyu.
^.^
"Anak-anak, ini adalah ucapan perpisahan dari Sonsaengnim..." ucap Wook Sonsaengnim yang kini tengah meratapi kepergiannya, sementara murid-muridnya malah senang. "Sonsaengnim harap, kalian bisa lebih baik diajar oleh guru baru kalian..." hiks hiks... ratap Wookie. "Selamat jalan anak-anak..." Wook Sonsaengnim kembali menghapus air matanya dengan sapu tangan bergambar kembang-kembang biru miliknya. "Ini guru baru penggantiku.." ucapnya memperkenalkan pengganti posisinya sebagai guru seni budaya.
"Annyeong haseyo.. Nama saya Kibum. Panggil saja Kibum Sonsaengnim. Gamsahamnida." Ucapnya memperkenalkan diri. Dan mata seorang murid menatapnya dengan melotot. Tatapan itu hanya dibalas dengan senyuman.
"Wah! Sonsaengnim ganteng sekali! Jauh dari Wook Sonsaengnim!" ujar seorang murid yang diikuti seruan setuju anak-anak lain.
^.^
Sungmin POV
"Ada apa dengan matamu, Sungmin? Apa ada masalah?" tanya guru baruku itu dengan tampang sok polos.
"A- ani.. Gwenchanaeyo..." balasku tergagap.
*skip time*
"Nah, pelajaran sudah usai. Sampai bertemu lagi di pelajaran selanjutnya." Ucapnya dengan senyum. Kemudian dia berjalan ke arahku. Benar! Ke sampingku. Kemudian membisikkan sesuatu. "Nanti ke ruanganku." Dia menegakkan kembali badannya yang tadi sempat agak menunduk untuk membisikkan kata-kata tadi padaku. Dan pergi.. Aku hanya bisa melongo.
"Sungmin? Kau tadi dibisikkan apa?" Min jerit di kupingku.
"Dia minta aku ke ruangannya." Jawabku perlahan.
"Cepat, kesana..." Min mendorong badanku.
"Apaan sih, Min?" aku mencoba membantah.
"Cepat!" Min menarik badanku sampai ke depan ruangan Kibum Sonsaengnim (aku bingung akan memanggilnya apa), kemudian mengetukkan pintunya untukku lalu membukakannya dan mendorongku masuk ke dalam. Kemudian dia menutup pintu dari luar.
"Sungmin, kau datang?" tanya guru baru itu padaku. Pipiku blush lagi, mengingat malam itu, saat aku memeluknya, lalu saat aku menangis di hadapannya. Sangat memalukan! Kenapa dia harus jadi sonsaengnimku?
"Ke- kenapa Sonsaengnim memanggilku?" tanyaku agak gagap saking gugupnya.
"Kenapa kau begitu gugup?" tanyanya tanpa rasa bersalah. "Apakah aku menakutkan, sehingga kau takut bertemu denganku?" tanyanya lagi yang membuatku makin gugup.
"Maafkan aku jika sudah merepotkan Sonsaengnim." Aku membungkukkan badanku memohon maaf.
"Tak usah memanggil Sonsaengnim. Kita kan sudah berteman. Panggil saja aku Kibum Oppa. Bagaimanapun kau lebih muda dariku." Ucapnya. "Tapi, saat di kelas, kau harus memanggilku Sonsaengnim. Bagaimanapun, posisi mu di dalam kelas sebagai muridku." Tambahnya.
"A- a- aku bisa pergi sekarang kan?" aku mencoba kabur, tapi kali ini dia menahanku lagi. Dia memegang tangan kiriku.
"Jangan pergi dulu. Aku memanggilmu untuk mengajakmu nonton Mission Impossible. Kan kemarin nggak jadi, jadinya kita pergi akhir minggu ini ya?" aku hanya diam tak bergeming. "Kalau kau tetap diam berarti kau mau. Oke, jadi kita pergi hari Minggu ya.. Siap-siap ya... Aku akan menelponmu. Sudah simpan nomorku kan?"
Aku sungguh-sungguh speechless.. Apa maksudnya ini? Aku ingin berbicara, tapi tak satupun kata terucap dari bibirku.
Dia menuntunku sampai ke pintu kamarnya, kemudian membisikkan sesuatu, "Sampai ketemu hari Minggu." Dia membukakan pintu untukku dan mendorongku keluar dari kamarnya.
Sungmin POV end
^.^
Kyu POV
"Kyu, guru tadi cakep banget ya?" ucap Heechul yang agak gila dengan kehadiran Kibum Sonsaengnim.
"Apaan cakep? Cakepan juga gue!" aku melemparkan wig sialan itu di atas kasurku. Aku berlari ke dalam toilet dan merapikan rambutku. "Heechul, cakepan gue kan?"
"A- eh- apaan! Cakepan dia kemana-mana kali!" teriak Heechul.
"Yakin?" aku mendekatkan mukaku ke muka Heechul, memberi jarak 5 cm bagi kami untuk bernafas.
"Kau... cakep." Ucapnya kemudian secara perlahan.
"Tuh, kan. Udah kubilang, aku emang cakep!" aku melemparkan tubuhku ke atas kasur. Kesal!
Kyu POV end
^.^
Heechul POV
"Kyu, guru tadi cakep banget ya?" ucapku sambil membayangkan Kibum Sonsaengnim di hadapanku saat ini.
"Apaan cakep? Cakepan juga gue!" dia melepaskan wig nya dan menuju kamar mandi di ruangan kami ini. Kemudian dia kembali dengan rambutnya yang sudah rapi. "Heechul, cakepan gue kan?" Apakah dia cemburu karena aku bilang Kibum Sonsaengnim cakep?
"A- eh- apaan! Cakepan dia kemana-mana kali!" aku berteriak, bohong maksudku. Selama ini, namja yang paling tampan yang ada di pikiranku hanya Kyuhyun.
Dia tiba-tiba mendekat, memojokkanku ke tembok. "Yakin?" tanyanya. Jarak antara kami membuatku sulit bernafas, terlalu dekat. Nafasku tak beraturan.
Dan tiba-tiba saja, secara perlahan, aku mengucapkan, "Kau... cakep."
"Tuh, kan. Udah kubilang, aku emang cakep!" dia melemparkan tubuh atletisnya ke atas kasur. Aku mengelus dadaku, merasakan debaran jantungku yang tak teratur. Aku menarik nafas panjang untuk membuat nafasku teratur kembali.
Heechul POV end
^.^
Sungmin POV
"Kamu diajak nonton?" Min berteriak kaget, nggak tau kesel, nggak tau seneng, nggak tau juga gila, atau pura-pura gila.
"Iya. Udah jangan berisik dong... kalo sebelah denger gimana? Kamu yang tanggung jawab." Aku pura-pura ngambek.
"Udahlah.. nggak usah pura-pura ngambek gitu.. Kamu seneng kan?" Min tersenyum di depan mukaku.
"Nggak." Aku memalingkan muka.
"Bo'ong." Dia kembali muncul di hadapanku. "Suka kan?"
"Nggak." Aku kembali memalingkan mukaku darinya.
"Nggak tapi mau. Buktinya aja... tuh." Min menunjuk ke arah handphoneku yang tergeletak di atas laci.
Aku segera mengambil handphoneku dan aku melihat ada pesan masuk dari Kibum.
From : Kibum Oppa
Hari Minggu perginya yang jam sore atau malem ya
Ada banyak tugas nih..
Kalo handphoneku itu, tanpa membuka SMS nya bisa melihat isi SMS nya. Meskipun hanya kalimat pertamanya saja. Jadi SMS nya scrolling gitu... seperti LED bar.
Dan kalimat pertamanya udah nyatain kalo hari Minggu jadi nonton.
Apakah ini pertanda baik?
^.^
~TO BE CONTINUED~
^.^
REVIEWS' Review
KyuLie Minnie
Maaf chingu, tebakan anda salah.
Tapi wajarlah, soalnya saya juga HMS aka HaeMin Shipper...
Kali ini belom mau masukin si Fishy, biarkan dia berenang dulu di aquariumnya.
Oke, see you on the next chap!
Makasih ya double review.. hehe...
Gimana? Puaskah?
Dream comes true!
Milih mana, Kyumin ato Kimin?
Hahaha.. author masih galau!
MegaKyu
Kyumin moment nya dibanyakin di chap-chap berikutnya!
Tadi termasuk Kyumin moment nggak pas Kyu ngeliat Sungmin turun dari mobil Kibum?
Masalahnya author lagi fokus sama Kimin nih...
Dijamin bakal ada satu chapter yang hampir full Kyumin.
beibhy kyuminalways89
Anda tak boleh sok tau begitu..
Yang dijodohin sama Sungmin itu Kibum.
naeminnie
Belom ada..
Kalo mau tau umin endingnya ama siapa, tebak aja.
Masalahnya author juga masih bingung nih...
Beneran nih mau disogok pake kunci kamar kyumin?
Mau dong!
genki zen
Yah, lagi nggak ada kerjaan. Update aja deh...
Wajib nunggu yang berikutnya loh..
min
Aduh.. asli.
Aku nggak pernah buka FF nya hikaru1225 di multiply.
Aku cuma pernah baca FF dari FFn doang..
Maaf ya kalo sama, jadi mengecewakan readers ya?
Beneran deh suer nggak nyontek.
Berani taruhan dicium Sungmin!
Aseli, cuma kebetulan doang!
Maaf! Kalo kamu penggemarnya FF dia, aku nggak bermaksud plagiat kok.
Aku juga benci banget sama plagiatisme! Jadi mohon maaf kalo ada kesamaan.
Loh, kok Yemin? Yang laen nggak ada yang nebak Yemin lho...
Tapi makasih udah ngasih review.
Yemin moment diadain nggak ya?
Cho Miku
Siapa yang bilang umin mau dijodohin sama cewek?
Dia kan mau dijodohin sama Kibum...
Apa mungkin bahasa ku sulit dimengerti?
Kyumin moment nya ditunda dulu ya...
Reyza Apriliyani
Makasih!
FF kyumin bukan ya? Author juga masih labil...
Kalaupun ini FF kyumin, kan belom tamat.
Jadinya masih banyak kesempatan kyumin bersatu. Oke?
Author KMS!
Bobol
Wah! Tebakannya bener nih...
Kamu mind reader ya?
*lirik-lirik*
Baca terus ya...
Gamsahamnida!
kikihanni
Kurang moment Kyumin nya ya?
Tunggu nanti aja ya!
Makasih udah mau baca!
