About This

GENDERSWITCH, TYPO(S), GAJE, NGELANTUR, NGACO, FICTION, AUTHOR LABIL

READ & REVIEW

^.^

Rules before you read this fic :

1. Mohon untuk memaklumi fic yang super cacat ini. Maklumi typo-nya juga...

2. Jangan peduliin isi fic ini. Masalahnya, ada beberapa facts yang kubikin bukan sesuai aslinya. Namanya juga fiksi...

3. Jangan kesel kalo bias kalian dapet peran yang gak kalian suka. Author cuma menyalurkan ide yang tiba-tiba nongol di otak kok, gak lebih.

4. Author berharap, rules di atas ditaati oleh semua readers.

5. Wajib banget buat nge-review

6. And, HAPPY READING!

^.^

My Boyfriend is My Girlfriend Ch. 07

Genre : Romance, Parody Line, Freak (my own genre)

Rate : T+++

Author : mei28597

Readers : all of you

^.^

CAST
Kyuhyun SJ as Kyuhyun (N), Leeteuk SJ as Kyu's eomma (Y), Kangin SJ as Kyu's appa (N), Sungmin SJ as Sungmin (Y), Heechul SJ as Heechul (Y), Chaerin 2NE1 as CL (Y), Kwon Yuri SNSD as Yuri Sonsaengnim (Y), Ryeowook SJ as Wook Sonsaengnim (N), Siwon SJ as Siwon Sonsaengnim (N), Shindong SJ as Sungmin's appa (N), Victoria f(x) as Victoria Sonsaengnim (Y), Yesung SJ as Shindong's worker (N), Min Miss A as Min (Y), Jessica SNSD as Jessica Security Guard (Y), Yunho TVXQ as Shindong's best friend (N), Kibum SJ as Yunho's son (N), Jonghyun SHINee as Jessica's friend (also Security Guard)

New cast

*still a secret* as Min's fans (N)

Sunny SNSD as student (Y)

PS : Y (Yeoja), N (Namja)

Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.

^.^

This fic is really mine!
Hate all kinds of imitation.

^.^

Rechap

On Sungmin POV

"Sungmin, kau beruntung mendapatkannya." Ucap Min yang kayaknya overjoyed aku deket sama Kibum oppa.

"Kenapa malah kamu yang kesenengan?" aku masih memegang gelang Kibum.

"Temen aku dapet jodoh masa aku nggak seneng sih?" Min membalas ucapanku. Tapi kemudian ekspresi mukanya berubah. "Tapi tunggu, gimana caranya gelang itu jatuh? Berarti tangan dia sempet ada di atas badan kamu kan?" Heh? Kok bisa-bisanya Min mikirin sampe kayak gitu. Tapi... Jangan-jangan...

Aku membelalakkan mataku. Aku jadi serem sendiri. Ternyata Kibum oppa itu pervert?

"Kau tak merasakan apapun Sungmin?" tanya Min dengan wajah cemas.

"Tidak. Benar-benar tak apa-apa."

"Bajumu tak berantakan kan? Jadi dia tak mungkin melepas bajumu." Ucap Min. "Maaf, itu yang ada di pikiranku. Kupikir kau diapa-apain sama dia lagi."

"Iya, Min. Bajuku masih bener kok. Lagipula aku kan pake kaos, nggak gampang ngelepasnya."

"TAPI!" aku dan Min berteriak bersamaan. Aku segera memegang bibirku.

"Dia menciumku?" ah.. ottokhae...

^.^

Chapter 07

Aku membelalakkan mataku, menatap Min yang nampaknya sependapat denganku.

"Min, ini tidak benar kan? Jika benar, itu adalah first kiss ku!" aku kalang kabut memikirkan nasib bibirku yang 'ternodai', jika benar dia menciumku.

"Maaf, Sungmin. Aku tak bisa membaca pikiran Kibum Sonsaengnim." Min menggeleng lemah layaknya seorang dokter yang menyatakan pasiennya meninggal.

Air mataku meleleh, membayangkan nasib buruk yang menimpaku.

"Uljima, Sungmin..." Min mendekapku dalam pelukannya. Tangan hangatnya membelai punggungku. Aku melihat ia baru saja meletakkan secangkir teh panas. Pasti tangannya hangat karena itu.

"Bagaimana ini? Min..."

^.^

Esok harinya aku terbangun sangat pagi. Jam setengah 3 pagi. Saking kesalnya karena tak bisa tidur lagi, aku mengambil ponselku yang tergeletak di meja belajarku. Membuka web browser, lalu membuka website /play/screenplays yang biasa aku buka jika sedang bete. Penasaran, ada cerita baru di FFn nggak ya?

Aku melihat ada FF baru, judulnya My Boyfriend is My Girlfriend! Aku membaca chapter pertamanya.

Kyumin! Ini kan couple anggota Super Junior! Wah.. sebagai KMS, aku langsung tertarik begitu membacanya.

Tek tek tek (bunyi keypad ponselku)

Persis seperti kejadian yang kualami! Jangan-jangan ini real story.. Apa ada yang ngefans segitunya sama aku sampe-sampe bikin cerita hidupku?

Author POV

Eh, maaf. Cerita di atas hanya salah ngetik. Kita rewind ceritanya lagi. Okeoke?

Author POV end

^.^

Aku membelalakkan mataku, menatap Min yang nampaknya sependapat denganku.

"Min, ini tidak benar kan? Jika benar, itu adalah first kiss ku!" aku kalang kabut memikirkan nasib bibirku yang 'ternodai', jika benar dia menciumku.

"Maaf, Sungmin. Aku tak bisa membaca pikiran Kibum Sonsaengnim." Min menggeleng lemah layaknya seorang dokter yang menyatakan pasiennya meninggal.

Air mataku meleleh, membayangkan nasib buruk yang menimpaku.

"Uljima, Sungmin..." Min mendekapku dalam pelukannya. Tangan hangatnya membelai punggungku. Aku melihat ia baru saja meletakkan secangkir teh panas. Pasti tangannya hangat karena itu.

"Bagaimana ini? Min..."

"Tenangkan dirimu. Minum teh RIO, eh salah! Jangan minum teh RIO! Yang iklanin tuh SM*SH, ntar kamu malah jadi tambah galau lagi... Minum teh aku tuh yang di meja..." aku mengambil teh itu dan meminumnya perlahan.

GLEK GLEK GLEK

"Makasih, Min. Aku merasa baikan. Tapi, apakah tak ada cara untuk membuat first kiss ku kembali?"

"Ada kok. Kamu ambil first kiss kamu dari bibir dia. Udah deh.. first kiss kamu udah kembali."

"Maksudnya?"

"Ya kamu cium dia balik."

"Lho? Berarti itu kan second kiss aku sama dia?"

"Iya. Kamu dapet first kiss kamu tapi diganti sama second kiss."

"Dong dong deh kamu!" aku menoyor kepala Min. "Sama aja dong! Malah aku jadinya udah ciuman 2 kali sama dia!" aku kembali menoyor kepalanya.

"Eh, jangan gituin dong.." Min berusaha menghindar.

"Huft..." aku duduk di kursi belajarku. "Bagaimana dia bisa melakukan hal itu?"

"Lupakan saja! Anggap saja dia tak pernah menciummu. Lagipula, itu kan masih sangkaan kita kalau dia menciummu. Belum tentu kan?"

"Tapi kan, kalau beneran gimana?"

"Jangan berpikir terlalu jauh."

^.^

Esok harinya...

Aku rasa mataku sembab, mempertanyakan bibirku ini, apakah masih belum 'disentuh' atau sudah. Aduh, aku tak tau apa ekspresiku nanti jika bertemu dengan Kibum Sonsaengnim.

"Anak-anak, hari ini pelajaran saya akhiri di sini. Ada pertanyaan? Kalau ada boleh langsung ke ruangan saya. Tapi ingat, harus penting. Kalau tidak, nilai kalian akan saya kurangkan setengah. Kemarin sudah ada anak yang nekat masuk ke kamar saya seenaknya." Aku memperhatikan tatapan sonsaengnim yang nampaknya jelas sekali ke arah Sunny. Berarti Sunny kemarin ke kamar oppa?

Aku memberanikan diri pergi ke kamar nya.

DDOK DDOK DDOK

"Nuguseyo?" kok jadi inget lagu Super Junior yang Ddok Ddok Ddok ya?

"Ini Sungmin." Ucapku yang masih berdiri di luar.

"Oh, Sungmin. Ayo masuk." Dia membukakan pintu bagiku.

"Ini." Aku mengembalikan gelang miliknya.

"Oh. Terima kasih mau menyimpankannya untukku selama ini." Dia menatapku sebentar, "Ada apa?"

Apakah dia semacam mind reader juga? Padahal aku tak mengatakan apapun dan ia merasa aku akan mengatakan sesuatu padanya.

"Ah, eh, itu..." aku gelagapan. Duh.. ngomongnya gimana?

"Apaan?" dia mendekatkan wajahnya ke wajahku.

"PERVERT!" aku berteriak sambil menutup mataku.

"Pervert? Apa maksudmu Sungmin?" ucap Kibum dengan tatapan tak mengerti.

"Kau menciumku pada saat aku tidur! Mana mungkin gelangmu jatuh di atasku? Pasti kau melakukan sesuatu padaku kan?"

"Melakukan sesuatu padamu? Sungmin.. kau itu harus sadar. Kita ini guru dan murid. Mana mungkin aku menyukaimu? Waktu itu aku hanya membenarkan posisi tidurmu saja. Kepalamu miring ke arahku dan itu sangat mengganggu tau!" dia menyentil jidatku. "Makanya, jangan terlalu banyak berhayal. Sana, kembali ke kelasmu!" usirnya dengan wajah pura-pura marah.

Aduh.. aku udah fitnah dia gitu... Bener, aku kebanyakan ngayal. Mungkin karena sering nonton drama, atau baca FF.

Rasa malu ku membuatku tak berpamitan saat keluar, keluar begitu saja. Aduh... bisa gila aku..

^.^

"Min!" teriakku pada Min begitu aku sampai di kantin. Yah.. ini sudah istirahat.

"Ada apa? Cepat ambil makanannya. Nanti antrinya makin panjang lho.." aku pergi mengambil makanan dengan muka masam.

Huh. Apa kali ini Min tak membaca pikiranku?

"Kenapa sih mukanya kok gitu banget? Emang tadi gimana pas ke kamar Sonsaengnim? Salah nuduh ya?" Min menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Huh. Aku malu banget, Min. Bener ucapan kamu." Aku menyeruput tehku.

"Ya udah. Ntar ngomongnya di kamar aja, makan dulu."

^.^

KRINGGG

Akhirnya pelajaran hari ini selesai juga. Pengen cepet-cepet ke kamar.

"Sungmin, ke kamar duluan aja. Aku mau ngumpulin PR Matematika dulu."

"Ya udah. Aku duluan ya!" aku berpisah dengan Min. Dia harus belok ke kanan dan aku ke kiri.

Degh.

Di depanku ada Kibum Sonsaengnim!

Aku pura-pura nggak liat aja deh..

"Hei, Sungmin. Kau kenapa? Membalikkan kepalamu begitu melihatku. Apa aku mengerikan sehingga kau tak mau melihatku?" dia membuatku makin malu saja.

"Maaf, Sonsaengnim. Aku harus kembali." Aku terbirit-birit pergi.

Sampai ke kamar, aku langsung membaringkan diriku di kasur. Apa yang harus kulakukan selanjutnya? Aku tak mungkin menghindarinya terus.

Sungmin POV end

^.^

Akhirnya.. waktu akhir bulan ini sudah tiba. Semua siswi diperbolehkan pergi bebas selama 2 hari, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Dan moment ini dimanfaatkan Min.

Min POV

Aku memakai pakaian yang sudah kupisahkan dari yang lain.

"Min, kau mau pergi kemana hari ini?" tanya Sungmin yang saat ini tengah memakai lipglossnya.

"Aku harus pergi. Rahasia." Aku mengambil tasku dan pergi.

"Cie.. sama siapa tuh..." Sialan deh Sungmin ini. Ngecengceng-in segala.

"Tau ah. Kemaren kamu juga jalan sampe malem sama Kibum Sonsaengnim. Ngapain aja tuh?" aku kembali melanjutkan langkahku.

Aku sudah sampai di Itaewon. Aku janjian dengannya di salah satu toko buku.

Aku sekalian mau cari komik yang kemaren aku pengenin. Tapi, tunggu. Sudah lama aku tak bertemu dengannya. Apa ekspresi ku nanti?

^.^

Aku sudah membayar komik yang tadi aku ambil. Dan aku melihat dia duduk di kursi baca. Apa dia sudah menunggu di sana dari tadi? Aku tak berani menyapa. Karena itu aku hanya membiarkannya untuk melihatku. Aku berdiri di depan rak buku yang ada tepat di sampingnya.

"Min!" dia meletakkan buku yang ia baca dan datang menghampiriku.

"Eh, Eunhyuk. Kau sudah datang?" aku mencoba untuk bersikap tak kaku.

*Reveal now! Eunhyuk SJ as Min's fans*

"Mmm.. kira-kira 1 jam yang lalu." Dia mengatakan hal itu setelah mengamati jam di tangannya.

1 jam? Ya ampun... Berarti sudah lama sekali dia menungguku.

"... Apa yang ingin kau bicarakan denganku?"

Min POV end

^.^

Kibum POV end

"Kibum, aku ingin berbicara denganmu." Ucap Siwon serius padaku.

"Ada apa?" aku memasukkan kedua tanganku ke dalam saku celana ku. Ikut-ikutan dia memasang tampang serius.

"Sejak kedatanganmu kesini, aku makin merasa tersingkir. Semua siswi lebih menyukai mu daripadaku. Ketenaranmu membuatku terganggu."

"Oh, jadi Cuma karena ini kau memanggilku? Kekanakan sekali kau ini. Waktuku tak banyak dan kau menghabiskan waktuku hanya untuk itu?" Siwon terdiam. "Kau hanya tinggal bilang : 'Ayo kita bertanding' dan aku akan mengiyakannya. Tak usah berbasa-basi. Jika kau kalah, kau harus keluar dari sekolah ini. Begitu pula denganku. Terima?"

^.^

Huh. Hanya pertandingan anak-anak. Aku sudah pasti memenangkannya. Hanya mengambil hati seorang murid? Sudah banyak murid yang mengantri untuk date denganku. Kenapa dia masih nekad juga ya?

"Baik." Ucapnya saat aku selesai mengucapkan taruhannya. Heh.

Siapa yang akan aku jadikan 'bahan taruhan'?

Kibum POV

^.^

Eunhyuk POV

Apa yang akan Min ucapkan padaku? Kenapa repot-repot pergi segala? Apakah dia ingin menjawab pertanyaanku dulu?

"Memangnya kenapa kau ingin bicara denganku?" ucapku.

"Aku mau meminta tolong bantuanmu. Jebal.." dia memberikan serangan puppy eyesnya padaku. Mana mungkin aku menolak. Walaupun dia tak memberikan puppy eyes nya pun, aku tetap takkan menolak.

"Bantuan apa?"

"Bisakah kau mencari tau tentang seseorang?" seseorang? Apakah namja? Jangan-jangan dia memanfaatkanku untuk mencari gebetannya?

"Kau memanfaatkanku begitu?" aku agak merasa tersinggung dengan permintaannya.

"Bukan begitu maksudku. Aku mohon kau mencari tentang Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Ini fotonya." Eh, ternyata cewek deh. Tapi dia memang memanfaatkanku kan?

"Kau memintaku mencari informasi tentang nya?" aku mengambil foto itu darinya.

"Iya. Tolonglah... Please..." aku tak tahan melihat Min mengemis padaku seperti ini.

"Baiklah... Ini semua kulakukan hanya untukmu." Aku bangkit hendak berdiri.

"Terima kasih ya..." dia menyelipkan sesuatu di tanganku. Kemudian dia pergi.

Eh, ini kan cincin yang waktu dulu pernah aku kasih ke dia. Dia masih menyimpannya sampai sekarang? Kukira dia sudah membuangnya waktu itu. Tapi kenapa dikembalikan?

Eunhyuk POV end

^.^

Siwon POV

Sialan! Kibum itu bisa membaca pikiranku. Dia tau aku ingin mengajaknya taruhan. Tapi agaknya taruhan yang ia minta terlalu berlebihan. Tapi aku sudah terlanjur mengucapkan kata 'ya' padanya. Aku tak bisa menolak.

Tapi, ini bisa menjadi ajang ku untuk mengincar dia. Siswi yang selama ini aku kejar.

Siwon POV end

^.^

Heechul POV

Apakah terlalu berlebihan jika aku berdandan seperti ini dan memakai baju yang manis saat berkencan dengan Kyu?

Aduh.. kenapa aku jadi suka sama cowok kampung ini sih... Padahal awalnya aku benci banget ngeliat dia. Dan tiba-tiba aja pandangan aku ke dia itu berubah.

Aku meyakinkan ketek ku supaya tidak bau. Aku juga sudah berkumur cairan pembersih mulut setelah sebelumnya menyikat gigiku.

Aku melihat Kyu memakai wig nya dan membawa sebuah tas tenteng.

"Aku akan mengganti pakaianku nanti." Ucapnya dengan ekspresi datar.

Dia pun mengajak ku pergi. Dan sepertinya dia memang sama sekali tak berpengalaman dalam mengambil hati wanita.

"Kau cuek sekali..." ucapku padanya.

"Aku masih menjadi yeoja di sini." Oh ya juga ya.. Sudah lama nggak nge-date nih...

Heechul POV end

^.^

Sungmin POV

Aku bete di asrama seharian. Min pergi entah kemana.

Aku mengambil tas ku serta dompet dan ponsel. Aku memasukkan dompetku dan ponselku ke dalam tas. Aku pergi.

"Ah, Jonghyun. Belum ganti shift ya?" sapaku begitu lewat pos satpam.

"Iya. Sebentar lagi. Mau kemana?" tanyanya padaku.

"Mau ke tempat eomma. Aku pergi dulu ya..."

Aku pergi. Mau naik bis umum. Tapi tiba-tiba aku melihat Yesung. Yah.. mumpung cuaca lagi panas, aku minta dia mengantarku ke sini aja deh...

"Yesung-sshi... Kau ada kerjaan gak?" tanyaku pada Yesung yang lagi memegang secangkir cup kopi.

"Mmm.. tidak. Kerjaanku sudah selesai. Memangnya kenapa?"

"Antar aku ke tempat eomma dong... Panas. Kalo nggak panas aku juga males dianter sama kamu."

"Huh." "Ya sudah. Aku ambil kunci mobil dulu."

Aku menunggunya kurang lebih 5 menit sambil berbincang dengan Jonghyun.

"Ayo."

Aku masuk ke dalam mobil. Lalu kami berangkat.

^.^

"Yesung, hentikan aku di tempat jual bunga ya.. Aku ingin membeli beberapa." Aku mengingatkan Yesung lagi.

"Iya! Kau kira aku pelupa apa?" Yesung berteriak mengagetkanku. "Kau sudah mengatakan hal itu 4 kali tau!"

"Maaf, Yesung." Kami berhenti di tempat jual bunga. Aku mengambil bunga mawar putih. Itu bunga kesukaan eomma.

"Aku beli ini ya..." ujarku pada sang penjual bunga.

"Baik. Akan kuambilkan untukmu." Ucapnya padaku ramah dengan senyum. "Kau mau berziarah?"

"Iya. Aku mau ke tempat eomma ku." "Berapa?"

"450 won." Dia memberikan bunganya padaku.

Aku mengambil dompetku dari dalam tas dan mengeluarkan uang 500 won. "Ini. Ambil saja." Aku menyerahkan uang itu padanya.

"Ini kelebihan 50 won." Dia mengangsurkan kembali uang yang tadi kuberikan.

"Tidak. Ambil saja. Anggap saja aku sedang berbaik hati hari ini." Aku meninggalkannya.

"Terima kasih! Hati-hati ya!" dia melambaikan tangannya padaku sambil tersenyum. Aku sadar, kehidupan mereka pasti tak sebaik kehidupanku. Sekali-sekali aku harus memberi amal seperti itu.

Aku kembali ke mobil. Yesung sudah menungguku.

"Ayo, kita jalan." Aku memberikan perintah pada Yesung untuk pergi saat ini juga.

Aku menikmati perjalanan sambil menatap mawar yang kupegang. Sudah lama aku tak pergi ke tempat eomma. Waktu itu aku terlalu sibuk sehingga tak bisa kemari.

Hmmm..

"Akhirnya kita sampai juga!" aku membuka mobil dengan riang. Yesung mematikan mesin mobil dan ikut turun.

"Kau mau ikut?"

"Boleh. Aku sudah lama tak mengunjungi makam nyonya."

Aku dan Yesung berjalan beriringan menuju makam eomma.

"Eomma... aku datang!" aku meletakkan bunga di atas nisan eomma.

"Nyonya, aku datang." Yesung menundukkan kepalanya hormat.

"Kau sudah sering kesini?"

"Iya, dulu aku sering kesini. Aku sudah dirawat oleh tuan Shindong sejak aku masih kecil. Jadi aku menganggap nyonya itu keluargaku juga. Walaupun aku tak tinggal di rumah mu, aku juga dirawat oleh tuan Shindong. Aku disekolahkan dan akhirnya aku dipekerjakan olehnya."

"Jadi begitu ya?" aku baru tau cerita itu. Apakah appa ku yang suka ngelawak itu sebaik itu?

Cukup lama kami ada di situ.

"Yesung, bisakah kau pergi sebentar? Aku ingin berbicara berdua dengan eomma." Yesung segera menyingkir.

"Eomma, ada yang ingin kubicarakan dengan eomma. Di sekolah, ada anak baru. Namanya Kyuhyun. Eomma kan tau, sekolah ku itu sekolah asrama yeoja. Sudah pasti Kyuhyun itu yeoja. Tapi akhir-akhir ini aku merasa kalau aku menyukainya. Eomma, apakah aku salah menyukainya? Dan, ada guru baru. Namanya Kibum. Aku tak sengaja berkenalan dengannya di bioskop. Ternyata dia menjadi guruku. Dia bersikap bersahabat denganku. Aku tak tau sih apa maksudnya, tapi.. ah. Sepertinya eomma sudah mengerti kan? Jadi bagaimana eomma?"

...

"Hem. Aku pulang dulu ya, eomma. Eomma baik-baik ya..." aku mengelus nisan eomma. "Aku akan pulang bersama Yesung. Sepertinya aku harus mulai memanggilnya oppa. Dadah eomma..."

"Oppa, ayo kita pulang!" ajakku pada Yesung yang sedang melihat-lihat makam orang lain.

"Oppa?" aku mendengar samar ia mengatakannya. "Nyonya, aku pulang dulu." Dia membungkukkan badan dan pamit pergi pada eomma.

Sungmin POV end

^.^

Eunhyuk POV

Aku keluar dari toko buku tempat aku dan Min bertemu. Sepertinya aku agak kurang memperhatikan sehingga aku menabrak seseorang.

"Auw.." gadis itu berteriak kesakitan karena terjatuh.

"Maaf." Aku bangun sambil membantu gadis itu berdiri.

"Kau ini seharusnya memperhatikan!" seru pacar sang gadis, dugaku. Mereka terlihat sebagai sepasang kekasih melihat sang namja yang tadi kesal karena aku menabrak gadis di sampingnya.

"Maaf. Maaf." Aku menatap sang namja yang sedang membantu gadis itu berdiri. Sepertinya muka namja itu familier di mataku.

"Lain kali kau harus memperhatikan kalau berjalan!" dia menarik gadis itu dan pergi.

Ah, mungkin hanya perasaanku saja.

^.^

~TO BE CONTINUED~

^.^

REVIEWS' Review

anon (Ch. 05)

Makasih udah bilang FF ini bagus ya..

Padahal udah kumasukin ke daftar FF gagal.

Tetep tungguin FF ini ya, sorry kemaren kelamaan.

Lagi sibuk *sok sibuk*

MegaKyu (Ch. 05)

Makasih ya, tenang aja kok ga bakal disantet,

Paling cuma diguna-guna *sama-aja* #bercanda

Maaf ya, kemaren apdet nya lama.

Hehe.. jawabannya sama kayak diatas

Terus, yang masalah Min sama Sungmin, author juga bingung (?)

(Ch. 05)

Siapa ya yang dulu minta Kibum masuk?

Kok malah bilang Kimin sih?

Tapi author gatau juga sih, author masih galau

beibhy kyuminalways89 (Ch. 05)

sementara Kyumin moment belom bisa banyak.

Masalahnya kan posisi Kyu masih jadi yeoja di depan Umin.

Reyza Apriliyani (Ch. 05)

Hehe.. liat aja kelanjutan labilnya author ini

genki zen (Ch. 05)

Aku nggak terlalu srek kalo pake anggota lain (selain suju) buat jadi main cast nya.

Kan ini FF suju, kecuali aku bikin FF TVXQ.

Cho Miku (Ch. 05)

Sudah lanjutt..

(Ch. 05)

Terserah aja lah.. pilihan ada di tangan kalian

(Ch. 03 & 05)

Tenang aja kok.

Kalau umin ga jatoh ke tangan Kyu,

Paling jatuhnya ke pelukan author. Hehe #bercanda kok

MegaKyu (Ch. 06)

Maaf ya untuk Kyumin momentnya..

(Ch. 06)

Mian, lama banget ya?

Cari tau sendiri ajah ya..

ck mendokusei (Ch. 06)

okehh..

Rutdame (Ch. 01 & 06)

Okehh..