About This

GENDERSWITCH, TYPO(S), GAJE, NGELANTUR, NGACO, FICTION, AUTHOR LABIL

READ & REVIEW

^.^

Rules before you read this fic :

1. Mohon untuk memaklumi fic yang super cacat ini. Maklumi typo-nya juga...

2. Jangan peduliin isi fic ini. Masalahnya, ada beberapa facts yang kubikin bukan sesuai aslinya. Namanya juga fiksi...

3. Jangan kesel kalo bias kalian dapet peran yang gak kalian suka. Author cuma menyalurkan ide yang tiba-tiba nongol di otak kok, gak lebih.

4. Author berharap, rules di atas ditaati oleh semua readers.

5. Wajib banget buat nge-review

6. And, HAPPY READING!

^.^

My Boyfriend is My Girlfriend Ch. 08

Genre : Romance, Parody Line, Freak (my own genre)

Rate : T+++

Author : mei28597

Readers : all of you

^.^

CAST
Kyuhyun SJ as Kyuhyun (N), Leeteuk SJ as Kyu's eomma (Y), Kangin SJ as Kyu's appa (N), Sungmin SJ as Sungmin (Y), Heechul SJ as Heechul (Y), Chaerin 2NE1 as CL (Y), Kwon Yuri SNSD as Yuri Sonsaengnim (Y), Ryeowook SJ as Wook Sonsaengnim (N), Siwon SJ as Siwon Sonsaengnim (N), Shindong SJ as Sungmin's appa (N), Victoria f(x) as Victoria Sonsaengnim (Y), Yesung SJ as Shindong's worker (N), Min Miss A as Min (Y), Jessica SNSD as Jessica Security Guard (Y), Yunho TVXQ as Shindong's best friend (N), Kibum SJ as Yunho's son (N), Jonghyun SHINee as Jessica's friend (also Security Guard), Eunhyuk SJ as Min's fans (N), Sunny SNSD as student (Y)

New cast :

*still a secret* as florist

Sooyoung SNSD as Sooyoung Sonsaengnim (Y)

PS : Y (Yeoja), N (Namja)

Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.

^.^

This fic is really mine!
Hate all kinds of imitation.

^.^

Rechap

On Eunhyuk POV

Aku keluar dari toko buku tempat aku dan Min bertemu. Sepertinya aku agak kurang memperhatikan sehingga aku menabrak seseorang.

"Auw.." gadis itu berteriak kesakitan karena terjatuh.

"Maaf." Aku bangun sambil membantu gadis itu berdiri.

"Kau ini seharusnya memperhatikan!" seru pacar sang gadis, dugaku. Mereka terlihat sebagai sepasang kekasih melihat sang namja yang tadi kesal karena aku menabrak gadis di sampingnya.

"Maaf. Maaf." Aku menatap sang namja yang sedang membantu gadis itu berdiri. Sepertinya muka namja itu familier di mataku.

"Lain kali kau harus memperhatikan kalau berjalan!" dia menarik gadis itu dan pergi.

Ah, mungkin hanya perasaanku saja.

Eunhyuk POV end

^.^

Chapter 08

Sungmin POV

Hari ini berjalan dengan indah. Aku sudah pergi ke makam eomma. Sudah lama aku ingin kesana. Tadi bunga yang kubeli juga segar semua. Ah.. di ruang kerja appa kan ada vas bunga tapi tak ada isinya. Aku beli lagi saja di tempat tadi. Orangnya juga ramah.

"Oppa, kita mampir sebentar ke tempat jual bunga yang tadi yah.. Aku mau beli bunga." Aku menatap keluar jendela.

"Baik." Mobil kami meluncur cepat kesana. Kira-kira 10 menit kemudian kami sudah sampai di sana.

Aku turun dari mobil dengan membawa dompetku. Aku mendatangi toko yang tadi pagi kudatangi.

"Bu, kok tokonya tutup?" tanyaku pada salah seorang ibu yang ada di dekat toko itu.

"Oh, toko bunga? Tadi yang jualan ketabrak mobil pas lagi nganter bunga. Meninggal." Ucapnya. Meninggal?

"Meninggal?" aku tak percaya ini. Kasian sekali anak tadi. Umurnya tak jauh beda denganku dan dia.. meninggal? "Oh, kasian sekali.. Dia masih muda kan?"

"Udah tua kok. Si Donghae aja, anaknya itu, udah gede. Udah SMA." Oh.. jadi bapaknya anak tadi yang meninggal, kukira anaknya itu.

Donghae ya? Oh.. namanya Donghae. Kasian, baru umur segini appa nya sudah meninggal. Aku bersyukur appa masih sehat sampe sekarang. *elus-elus dada*

New cast! Donghae SJ as florist

"Makasih ya, Bu." Aku pamit dan kembali ke mobil.

"Bunganya mana?" tanya Yesung padaku saat aku sudah masuk ke dalam mobil.

"Nggak jadi beli. Balik aja..."

Sungmin POV end

^.^

Kyu POV

"Heechul, biasanya kalo nge-date itu kemana aja sih?"

"Mmm.. bisa nonton. Tapi itu biasa. Terus, ke sungai Hangang malem-malem. Atau juga ke tempat rekreasi kayak Lotte World. Sebenernya sih bisa kemana aja, asal kamu, sebagai cowok, bisa bikin tempat-tempat itu jadi asyik buat nge-date."

"Gitu ya. Ke Lotte World yuk..." ucapku pada Heechul.

"Lotte World? Kamu tau kan biaya masuknya lumayan mahal?" ah, iya juga ya. Heechul udah tau aku kere sih..

"Iya... aku nggak punya duit terlalu banyak."

"Mmm... Oke, aku bayarin. Tapi ajarin semua pelajaran yang aku nggak bisa ya?" Heechul tersenyum padaku.

"Bener nih?"

"Iya. Tapi harus ajarin. Masalahnya otakku itu lemot banget kalo diajarin sama Sooyoung Sonsaengnim. Dia kalo lagi ngajar matematika bikin bingung. Apalagi si Vic Sonsaengnim. Tambah belibet lagi ngomongnya."

"Makasih ya..." aku refleks memegang kedua tangannya. "Makasih."

Kyu POV end

^.^

Author POV

Min kembali ke asrama. Di asrama, dia belum menemukan room mate nya di dalam kamar. 'Mungkin belum sampai' pikirnya.

Min kembali mengingat kenangannya dulu, saat Eunhyuk memberikannya cincin itu padanya.

Flashback

Min menemukan sebuah cincin di bawah laci mejanya. Dia tak tau darimana asal cincin itu. Di sampingnya, ada setangkai mawar merah dan surat.

Aku harap kamu senang mendapatkan ini.

Dia menemukan kata itu di akhir suratnya. Tanpa nama pengirim. Anonim. Sudah jelas itu penggemar rahasianya.

Min hampir saja membuang surat itu beserta bunga dan cincin nya ketika dia menemukan nomor handphone yang tertera di balik surat ditulis dengan ukuran yang sangat kecil (menurut author). Dia mencatat nomor itu cepat di handphonenya.

Ketika pulang sekolah, Min iseng menghubungi sang pengagum. Dan dia kaget, ketika ia menelpon, murid yang handphone nya berdering cuma satu orang. Lee Hyukjae. Anak yang sangat dibencinya itu karena selalu mengalahkannya dalam hal menari. Walaupun jenis tarian mereka berbeda, tetap saja kolom nilai yang diisi sama, seni tari. Dan dalam hal seni tari, Eunhyuk selalu bisa mengalahkannya.

"Jadi kamu yang ngirim semua ini?"

Min menatap Eunhyuk dengan pandangan tak percaya. Eunhyuk tak bisa berkata apapun. Min mengambil semua barang yang Eunhyuk berikan padanya dan membuangnya di depan mata Eunhyuk. Kemudian dia pergi.

Tapi, tanpa ia ingat, ia sudah memasukkan cincin tadi ke dalam saku tasnya.

Flashback end

Tadi, dia sudah mengembalikan cincin itu kembali pada Eunhyuk setelah sekian lama ia simpan.

^.^

Yesung POV

Sejak di pemakaman, kenapa sikap Sungmin berubah padaku? Tiba-tiba saja dia memanggilku 'oppa'. Apa karena ceritaku tadi?

"Oppa, aku lapar. Kita makan dulu ya..." Sungmin menepuk pundakku.

"Eh, iya. Makan dimana?"

"Di KFC aja ya. Biar murah." *maaf, ada iklan*

"Ya udah." Aku melajukan mobilku ke arah mall terdekat.

*skip time*

"Biar kali ini aku yang bayar aja. Maafin ya, selama ini aku nge-babu-in oppa. Hehe.. pis!" dia memberikan angka 2 (maksudnya gaya peace gitu) di depan wajahku.

"Serius? Makasih ya.." kami pun membawa makanan kami ke meja makan. Lalu kami makan. Ya udah pasti dimakan lah.. masa dibiarin gitu aja? Kan sayang. Mendingan author yang makan *author laper*

"Oppa, boleh ambilin saos sambel sama tomat nggak?" dia menyodorkan piringnya saat melihatku ingin mengambil saos.

"Oh ya. Sini." Aku mengambil piringnya. Tapi, aku jadi mikir, apa aku masih dibabu-in sama dia ya?

Tak lama setelah kami makan...

"Sungmin, kamu ngapain disini?" tanya Kibum yang nggak tau kenapa tiba-tiba nongol.

"Ka- kamu yang ngapain disini?" Sungmin menatapku seperti ketakutan.

"Kamu ngapain makan berduaan sama Yesung?"

"Terserah aku dong! Kamu ngapain tiba-tiba nongol gitu?" Sungmin menarik tangan kananku. "Oppa, ayo pergi aja.." eh, kok aku malah ditarik gini?

"Sini, ikut aku. Kenapa sih jadi anti banget? Emangnya aku salah apaan?" Loh, kenapa berantem di sini?

"Udah. Kalian berdua ngapain ribut sih?"

"Lo nggak ada urusannya sama gue." Ucap Kibum ngajak ribut.

"Iih! Ngapain sih gituin?! Dia itu kakak aku tau!" Sungmin tiba-tiba meluk badan aku. Duh.. ini masalahnya apaan sih? Bukannya Kibum itu cuma guru? Terus kenapa kejadiannya kayak sinetron gini?

Tiba-tiba aja si Kibum narik badannya Sungmin. "Aku mau ngomong sama kamu. Di luar jam sekolah kita temenan kan?"

"Temenan nggak narik-narik badan orang kan?" ucapku memberanikan diri melerai mereka.

Tapi Kibum terlanjur menarik badan Sungmin dan membawanya pergi. Aku yang kaget hanya bisa diam. Wah, kayaknya harus aku laporin ke Pak Shindong.

"Pak, saya lagi makan sama Sungmin di KFC."

"Oh, ya. Terus masalahnya apaan? Ganggu saya aja."

"Eh, bukan gitu pak. Sekarang Sungmin ditarik pergi sama Kibum."

"Kibum? Guru sini kan?"

"Iya pak."

"Oh, biarkan saja."

"Biarin?"

Tut tut tut tut tut

Yah.. kok dimatiin?

Dan, kenapa aku ditinggalin lagi?

Yesung POV end

^.^

Kyu POV

Hari ini aku diajarin banyak sama Heechul tentang nge-date. Dan bahkan, makan aja tuh ada caranya. Sebagai cowok, kata dia, aku harus nawarin cewek makan duluan. Terus, kalo misalnya menu nya beda, cowoknya harus ngasih coba ke ceweknya, disuapin maksudnya.

Kalo di Lotte World, pas lagi naik roller coaster cewek biasanya takut. Jadi kita harus nge-protect dia. Awalnya Heechul nggak mau. Katanya dia takut ketinggian. Tapi, setelah aku yakinkan, dengan pesona kerenku *cuih* Heechul mau juga. Sebenernya aku juga takut sih.. hehe.

Tapi, pas pulang aku harus pake wig lagi. Bikin kesel.

"Chul, aku harus pake wig dulu."

"Ah, pasti nggak enak kan pake wig terus?"

"Iya.."

CUP

Aku mendaratkan bibirku ke pipi kirinya. "Makasih ya untuk hari ini. Maaf, aku nggak bisa cium bibir kamu kayak yang kamu bilang."

Aku kemudian pergi ke toilet untuk berganti baju. Tapi kenapa detak jantungku tak beraturan begini? Apa ini yang dinamakan cinta? Terus, kenapa aku juga rasain waktu aku sama Sungmin dulu ya?

Kyu POV end

^.^

Heechul POV

Kyu menciumku?

Aku merasakan pipiku panas begitu bibirnya mendarat di pipiku. Aku mengelus kedua pipiku yang saat ini pasti sudah kayak udang rebus.

Sekali lagi harus kuyakinkan. Apakah aku memang suka Kyu? Tapi Kyu itu kan miskin?

Heechul POV end

^.^

Sungmin POV

"Kenapa narik aku sih?" aku melepaskan tangannya.

"Kenapa kamu ngehindar dari aku? Di sekolah juga."

Aku kembali teringat ketika aku nuduh dia sembarangan udah nyium aku. Aduh malu banget...

"A- abisnya itu sih.."

"Itu apaan? Masa temen kayak gitu sih?"

"Ih!" aku membalikkan tubuhku hendak kabur. Dia menarik tanganku dan memegang kedua bahuku. Aku tak dapat berkutik.

"Karena waktu itu kamu salah paham ya?" tanyanya sambil memajukan wajahnya padaku. Dan aku menundukkan kepalaku.

Apa dia bisa membaca pikiran?

"Ternyata karena itu ya? Jangan pikirin lagi dong... Aku kan jadi kehilangan temen."

"Maaf yang waktu itu. Aku jadi malu tiap kali ngeliat muka kamu."

"Iya. Nggak usah dipikirin lagi kali... Jalan yuk!" Dia menarik tanganku tanpa izinku.

Sungmin POV end

^.^

Author POV

Heechul berusaha melupakan ciuman Kyu. Tapi sepertinya dia tak bisa melupakannya.

"Chul, bisnya udah dateng!" Kyu menarik tangan Heechul untuk naik ke bus. Heechul memilih tempat duduk yang nyaman buatnya.

Kyu sempat melihat Heechul sesaat lalu ia berkata, "Kamu marah ya tadi aku cium? Maaf. Aku Cuma belajar."

Sebenernya Heechul pengen ngomong 'ga apa-apa' tapi gengsinya membuatnya berkata, "Kamu ngapain nyium aku sih? Kamu tau kan aku tuh kesel sama kamu sejak dulu!"

"Maaf." Setelah mengucapkan itu, Kyu hanya diam sampai di halte dekat asrama. Mereka turun, lalu berjalan kaki ke asrama.

Kyu POV

Aduh. Tapi aku lancang banget berani nyium si Heechul. Dodol dodol dodol! Ngapain ngelakuin hal kayak gitu, bodoh!

Hasilnya malah Heechul yang udah baik-baik mau ngajarin aku jadi tambah benci sama aku.

Sampai di gerbang sekolah, aku melihat Sungmin turun dari mobil.. Mobilnya Kibum Sonsaengnim! Apa lagi yang dia lakukan pada Sungmin?!

Huh! Benar-benar ngajak ribut! Kalau saja aku tak harus tetap berpura-pura jadi yeoja disini... Aku mengepalkan tanganku geram. Heechul sudah berjalan lebih dulu masuk ke dalam asrama. Sialan Kibum itu!

Tapi, sebenarnya siapa orang yang kusuka, Heechul atau Sungmin?

Kyu POV end

^.^

Author POV

Yesung segera menyelesaikan makanannya dan pulang. Dia sudah geram ditinggal terus menerus. Sementara itu, di ruangannya, Shindong merasa senang Kibum menyusul Sungmin. Berarti membuktikan cinta Kibum pada Sungmin, bukan? Itulah pikiran Shindong. Kyuhyun yang baru saja menyesal telah mencium Heechul saat ini tengah cemburu melihat Sungmin yang turun dari mobil Kibum. Dan author makin kesel kenapa cerita ini nggak selesai-selesai. Tapi, sepertinya ada seorang character yang author ga sebutin.

Donghae POV

Aku nggak tau mimpi apa aku semalam. Kenapa appa bisa pergi secepat itu? Aku dan Donghwa Hyung sekarang harus hidup sendiri. Apa aku harus berhenti sekolah saja?

"Hyung, apa aku berhenti sekolah saja?" tanyaku pada hyung di rumah sakit, menunggu surat kematian appa keluar.

"Kau ini bodoh!" hyung menempeleng ku. "Mana mungkin aku membiarkanmu meninggalkan sekolahmu?! Tolol kau!"

"Lalu, kau sendiri tau eomma sakit seperti ini. Kita memerlukan banyak uang saat ini." Jelasku tanpa mempedulikan sakit yang kurasakan di pipiku.

"Aku akan bekerja untuk mendapatkan uang. Kau diam saja dan sekolah. Kalau kau sekolah tinggi kita bisa mendapat banyak uang untuk keperluan kita. Aku sudah tak mungkin sekolah lagi. Jadi satu-satunya harapan kita adalah kamu. Kalau kamu juga nekat tidak sekolah, lebih baik kamu pergi saja dari sini."

"Ah. Baik. Aku akan sekolah supaya hidup kita bisa lebih baik!" tegasku pada diri sendiri.

"Hae, kamu pulanglah. Jaga rumah. Biar aku dan eomma yang masih di sini. Sebenarnya aku juga ingin eomma pulang, tapi dia sepertinya takkan mau."

"Kau pikir aku juga mau?" tantangku pada hyung.

"Kau ini!" eh, ternyata hyung malah marah padaku.

"Iya. Iya." Aku pun pulang ke rumah. Aku pulang ke rumah jalan kaki, guna menghemat uangku. Sampai di rumah, aku melihat bibi Teukkie masih ada di rumah.

"Aduh, bibi. Bibi baik sekali masih menunggu di sini..." ucapku padanya.

"Hae, kenapa kamu sudah pulang? Bukannya yang lain masih di rumah sakit?"

"Iya, bi. Hyung menyuruhku pulang." "Bibi pulang saja. Aku akan menjaga rumah sendiri."

"Ya sudah. Bibi pulang dulu ya..." tiba-tiba aku jadi kangen sama seseorang.

"Bi, Kyuhyun kok lama sekali nggak pulang-pulang? Asramanya gak ada waktu libur ya?"

"Iya. Bibi juga belum dapat kabar dari dia. Tunggu dia datang. Bibi yakin pasti dia datang."

"Ya sudah, Bi. Selamat malam..." aku menutup pintu rumahku ketika Bibi sudah keluar dari rumahku.

Aku masuk ke dalam kamarku. Menyelonjorkan kakiku di atas matras. Merenungi kembali kejadian hari ini.

Donghae POV end

^.^

Kibum POV

Apa yang dilakukan Sungmin bersama Yesung, si pesuruh itu? Aku tak mungkin menanyakannya langsung pada Sungmin. Kalau begitu aku harus menanyakannya pada Yesung besok.

"Sungmin, temani aku nonton film yang midnight ya!"

"Mi- midnight? Bagaimana kalau anak-anak tau?" Sungmin tergagap memandangku.

"Aku tak peduli! Ayo!" aku langsung menggamit tangannya, agak memaksa juga sih, membawa nya masuk ke dalam teater.

^.^

~TO BE CONTINUED~

^.^

REVIEWS' Review

audrey musaena chapter 7

Makasih udah suka sama FF ini.. Masih bingung sih mau naro dimana Kyumin momentnya

minoru chapter 7

okee... lanjut baca ya..

Idez lv hallyu chapter 1

Makasih ya.. makasih lho...

Bisa bisa aja sih Kyu masuk ke asrama yeoja, namanya juga author yang bikin hehe..

Fariny chapter 7

Wokehh...

Raihan chapter 7

Harusnya reviewnya dari chap 1, gapapa juga sih hehehehe

Wah.. kalo nanya-nanya begini author merasa diinterogasi nehh... mending baca aja okok?

ayuhyunki chapter 7

maap ya.. sempet lama. Abisnya ada urusan acara daftar sma, jadi lagi ribet2nya kekeke

kepo ya? Terus baca aja!

Cho Rai Sa chapter 7

Annyeong..

Kalo masalah itu, liat aja kelanjutannya.