My Boyfriend is My Girlfriend Ch. 10

Genre : Gender-switch, Rom-Com

Rate : T+++

Author : mei28597

First, I'd like to say sorry to you for my leaving from this due to my school 'business'. After leaving too long, I think I have to finish what I had written in the past, so please accept my apology by reading this story. Thank you so much for keeping my fanfiction in mind. Enjoy the story

Previously on My Boyfriend is My Girlfriend

"APA?! Kalian sudah gila ya mau mengirimku ke asrama perempuan?" teriak Kyuhyun kaget mendengar permintaan orang tuanya.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya Kyuhyun menerima permintaan kedua orang tuanya dengan berat hati. Di hari pertama dia bertemu seorang gadis bernama Lee Sungmin yang mampu mendebarkan hatinya. Tapi karena 'keadaan' dirinya saat ini, tak mungkin Kyuhyun mengakui perasaannya pada Lee Sungmin. Dan lagi, ditambah dengan kenyataan bahwa Heechul, gadis yang sempat ia cerca, telah mengetahui kebohongannya. Keadaan menjadi makin genting ketika Lee Sungmin dijodohkan dengan seorang guru tampan di sekolah itu, Kim Kibum.

Deg deg deg deg deg

Sungmin merasakan jantungnya berdebar hebat. Dia pun bisa merasakan degup jantung Kyuhyun, yang berdiri di belakangnya, berdebar tak kalah hebatnya. Di dalam loker itu, Sungmin merasakan keganjilan pada Kyuhyun. Apa yang akan terjadi dengan keduanya?

SIWON POV

"Saem, maafkan aku mengganggumu ya." Heechul melepaskan lengannya dariku. "Disini sudah agak terang, jadi.." Heechul mengarahkan tatapannya pada lenganku.

"Ya, tak apa." Balasku padanya. Agak kecewa sih… tapi sebagai seorang guru yang baik dan benar serta bertanggung jawab, inilah yang harus kulakukan, menerima dengan lapang dada walau sakit rasanya hati ini. Hiks. Aku menyandarkan diriku pada loker yang ada di tepi lorong yang tengah kami lewati. "Ini, Bungeoppang nya, makanlah." Sodorku pada Heechul.

"Terimakasih, Saem." Heechul mengambil satu buah Bungeoppang dari kantung kertas di tanganku.

"Sebenarnya, kau tidak boleh berkeliaran tengah malam seperti ini, Heechul. Kau bisa tertimpa masalah, begitu juga denganku. Kau tau… dengan peraturan yang ada di sekolah ini." Seharusnya Heechul sudah berada di dalam kamarnya. Seharusnya dia mentaati peraturan jam malam yang ditetapkan, yaitu pukul 9 malam. Tapi, ada baiknya juga sih. Dengan begini aku bisa lebih dekat dengannya, hehe… Maaf, bukannya aku phedophil atau apa, tapi umurku dan dia tidak beda jauh kok. Aku baru berumur 24 tahun. Sementara, Kim Heechul berumur 17 tahun. Beda usia kami memang agak jauh, tapi tak terlalu jauhlah, hanya 7 tahun. Yang menjadi masalah adalah statusku sebagai guru dan dia sebagai murid.

Tunggu. Aku merasa ada yang aneh dengan loker yang ada di belakang punggungku ini. Sepertinya ada suara napas manusia di dalamnya. Apa ini atau… siapa ini?

"Aku tau, Saem. Aku hanya…" ucapan Heechul terhenti setelah melihat ekspresi wajahku. "Kenapa Saem? Ada yang salah?"

"Sebentar. Aku merasa ada yang aneh dengan loker di belakangku ini." Aku berkata tanpa suara pada Heechul. "Sepertinya ada orang di dalamnya."

Heechul menampakkan tampang kaget bercampur takut pada wajahnya dan berjalan mengendap ke sampingku. Ya, biar aku menjadi pahlawan disini. Aku membalikkan badanku, menaruh tanganku di atas pintu loker tersebut.

1… 2… 3… dan … Hah?!

SIWON POV end

HEECHUL POV

"K- Kyu!" aku tergagap melihat 'penampakan' di hadapanku ini. "Bukannya- tadi di kamar kan? Apa yang lo-"

"Hee- Heechul, ini bukan seperti yang kamu pikirin." Kyuhyun keluar dari dalam loker itu meninggalkan Sungmin yang memampangkan wajah ketakutannya. Kyuhyun segera menarikku pergi ke dalam kamar kami.

"Tadi- apa- maksudnya gimana?" aku tak bisa menghentikan kegagapanku. Aduh kenapa sih gagap begini?

"Sudahlah, aku nggak mau ngomonginnya. Tidur sana!" Dia melompat ke arah kasurnya dan menarik selimut sampai menutupi kepalanya.

Hening

"Apa yang kamu lakuin berdiri di sana? Cepatlah tidur!" ucapnya tanpa menarik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

"Kyuhyun, kamu tau… sebenarnya… tidak tidak, mungkin kamu tidak tau, tapi kurasa kamu perlu tau karena ini ada hubungannya denganmu. Aku hanya…" aduh kenapa aku gelagapan begini? Udah gagap, gelagapan, ckckck, not so me. Tapi aku tak mampu mengatakannya. "Yah, lupakan. Mungkin bukan apa-apa."

Aku berjalan perlahan menuju kasurku dan membenamkan diriku ke dalamnya. Aku mengambil bantalku dan memeluknya erat. "Mungkin aku jatuh cinta padamu, Kyu." gumamku lemah.

HEECHUL POV end

SUNGMIN POV

Aku masih shock! Gimana ngga shock coba! Aku harus cerita sama Min segera, kalo ngga kepalaku bisa pecah. AAAAA!

"Sungmin, apa yang kau lakukan disana?" Siwon Saem mengarahkan telunjuknya ke arahku dengan ekspresi yang… aku tak tau.

"A- aku… aku mau ke kamar?" aku sendiri tak tau apa yang aku ucapkan, terdengar sangat aneh, seperti orang bodoh. Aku langsung ngibrit ke kamarku. Aku bergegas membuka pintu kamarku tanpa sadar mungkin aku akan membangunkan Min. Harusnya aku mengendap-endap kan?

Eh. Aku mendapati Min tertidur dengan posisi melingkari di kasurnya sambil memeluk Poebe dan… lihat! Ada cairan bening, cukup banyak, di wajah Poebe. Apa itu? Aku mendekat dan mengendus-endusnya. Kurasa ini bau yang familier, apa ya?

"IH! MIIIN!" aku tau bau apa itu, itu kan bau iler. Hii dasar Min!

Min langsung gelagapan bangun. "HA! Eh, apa? Kenapa? Siapa itu? Ngapain hah?!" Min bangkit dari kasurnya dan muter-muter 5 kali lalu berdiri dengan posisi yang tidak meyakinkan kestabilannya.

"Ini Sungmin!" aku menyentuhkan jari telunjukku pada jidatnya dan dia langsung jatuh seketika. GUBRAK! Sudah kubilang kan, posisinya tidak stabil.

"Aduh… apaan sih, Sungmin?! Ganggu orang tidur aja! Pantatku sakit nih!" Min meringis kesakitan sambil mengelus-elus pantatnya yang lumayan berisi itu. Yah, kau taulah ya, Min memiliki 'bagian-bagian' yang lumayan berisi dan itu membuatku iri… hiks hiks hiks. Coba liat badanku yang bogel jelek gini. Yah walaupun Min bogel juga sih, tapi dadanya sama pantatnya ituloh, bohai banget. Dih dih, kok omonganku makin ngelantur ya?

"Itu tuh, iler! Poebe mukanya jadi bau kan!" Aku menunjuk Poebe yang tergeletak tak berdaya berlinang air liur di atas lantai kamar kami karena tadi sempat terlempar pas si Min heboh bangun dari kasur.

"Ya ampun, Sungmin… Biasa kali… Udah dari dulu Phoebe kena iler aku. Ganggu orang aja deh." Min masih saja dengan posenya yang mengelus-elus pantatnya.

"Tu- tunggu! Jadi selama ini aku meluk meluk boneka beriler?!" Aku merasakan tubuhku menjadi hina. Fix banget nih harus mandi kembang 7 rupa. "Kamu ngapain sih ngelus-ngelus pantat mulu?!" ucapku kesal karena melihat tangannya masih menempel pada pantatnya.

"Oiya, lupa udah ngga sakit, hehehe…" Min cengengesan sambil membentuk tanda 'peace' dengan tangan kanannya. "Sungmin, kamu kenapa?"

Sebentar. Tadi aku, tunggu. Apa yang terjadi padaku tadi? Oiya, dasar telmi. Tadi kan aku mau tanya ke Min tentang Kyuhyun. Hah Kyuhyun? AAAAA

"Ekspresi kamu jelek banget tau ngga, Min." ejek Min padaku. Ya, aku tau, bibirku tak lebih seksi dari bibirnya. "Emang kenapa? Gimana tadi movie date nya sama Kibum Oppa-mu itu?" Setelah mengucapkan kalimat itu, Min terkikik. Dasar!

"Min, masalahnya… " Ya, kuyakin ekspresi cemas, takut, dan berbagai ekspresi lainnya telah menjalar (?) ke seluruh wajahku.

"Tunggu… apa yang terjadi? Ini… ada hubungannya dengan Kyuhyun?" Oke, aku memang sudah percaya 1000% kalau Min itu cenayang, bisa baca pikiran. "Sebentar, jangan-jangan si Heechul juga ada hubungannya dengan ini semua?"

"MIIIIN! Kok kamu bisa baca pikiran siiiih?! Bete." Aku melipat tanganku di dadaku dan duduk di atas kasurku dengan mulut mengerucut.

"Ih, kok ngambek. Ceritain dong…" Min beringsut dari lantai (ya, dia masih di lantai dari tadi) menuju ke atas kasurku.

"Mmmm... besok aja bisa ngga? Abis selesai sekolah?" aku menarik selimutku. "Soalnya aku udah ngantuk, hehe"

Deg deg deg

SUNGMIN POV end

KYUHYUN POV

Parah parah parah. Mukaku panas banget. Pasti tadi pas ketangkep basah sama Heechul mukaku kayak kepiting rebus. Aduh, tapi bukannya marah, kenapa Heechul lebih terlihat… kecewa, kalau kubilang. Udahlah, daripada mikirin gituan, mending tidur aja.

Nit nit nit nit nit

Oke, sebelum semua lagu favoritku jadi lagu yang kubenci lebih baik aku mengganti ringtone alarm jadi yang konvensional gini kan?

Aku bangun, ingin bersiap-siap untuk mandi, dan lalu aku ingat kejadian kemarin malam. Kurasa aku dan Heechul akan menjadi awkward hari ini.

"Mm… Hai." Sapaku, mencoba memberanikan diri, pada Heechul yang ternyata sudah bangun lebih dulu dariku.

"Kyuhyun, kita harus buat perhitungan tentang kemaren!" Heechul meninjukan kepalan tangan kanannya pada telapak tangan kirinya. Matanya mengumbarkan api yang menyala-nyala bagai dendam yang membara. Aduh, apaansih bahasaku, alay banget.

"Be- be- bentar. Aku mau…" aku menunjuk ke arah kamar mandi dan langsung ngibrit ke dalamnya. Sumpah, Heechul serem banget, parah. Aku memperlambat proses siram menyiramku, berharap supaya Heechul sudah pergi ke kelas pada saat aku keluar dari kamar mandi yang, tunggu, aku baru sadar kamar mandi ini pengap banget dah. Oke. Aku sudah tak tahan lagi, napasku sudah terputus-putus akibat pengapnya kamar mandi ini. Ngga lucu kan kalau aku ditemukan mati dengan tampang megap-megap disini. Gila, bakal angker ni sekolah karenaku. Terus beredar kabar kalau hantuku melayang-layang di setiap kamar mandi yang pengap di sekolah ini. Hiiii

Aku membuka pintu kamar mandi dan… eh, beneran. Heechul udah ngga ada. Yeaaay! *lempar-lempar confetti* Hahahaahahaha! Benar kan, strategi berhasil! *wink*

Aku mengambil seragam sekolah, tak lupa menyumpel dadaku, yah kau taulah, dan memakai wig milikku. Penyamaran selesai! Tinggal ke kelas aja deh. Aku berjalan penuh gembira ala ala Dora The Explorer.

Eh eh eh. Bentar bentar bentar. Tunggu. Kok, lorongnya pada sepi ya? Aku mengeluarkan ponselku dan melihat jam yang tertera.

"MATI GUE TELAAAAT" kuyakin teriakanku menggema di seluruh sekolah. Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Eh, jangan, ntar wig-nya copot lagi. Aku merapikan lagi wig-ku yang sempat miring akibat kuacak-acak tadi. "AAAAAA"

"Hei!" seseorang menepuk pundakku dari belakang. Ini siapa lagi? Aku menoleh perlahan, penasaran mengetahui tangan siapa yang tengah bertengger di pundakku. Jeng jeng jeng jeng

"Eh, Bapak… Mau kemana pak?" sapaku sambil cengengesan, tak tau apa yang harus dilakukan selain menggaruk-garuk wig yang ngga gatel.

"Kamu yang mau kemana. Ngapain kamu disini?" cecar Pak Shindong padaku. Iya juga ya, ngapain aku disini? Oiya, kan mau ke ruang kelas, terus tiba-tiba liat hape dan jamnya dan…

"AAAA" aku mencoba mengacak rambutku lagi. Eh jangan diacak, ntar wignya copot lagi. Aku menahan tanganku supaya tak mengacak rambutku. Tapi yang kulakukan malah meremas tangan Pak Shindong yang berada di depanku.

"Apa apaan sih kamu ini?!" Pak Shindong mencoba melepaskan tanganku darinya. Aku tetap memegang tangannya erat. Bisa gawat kalau wig ku copot disini kan? "Ih, apa-apaan sih!"

"Jangan, Pak. Maafin saya pak!" tanganku masih berpegang erat pada tangan si bapak gendut ini. Maaf, no offense.

KYUHYUN POV end SHINDONG POV

Ya ampun ya ampun, ini anak serem banget sih. Aku masih mencoba melepaskan cengkraman tangannya dariku. Gila! Aku bisa gila!

"YESUNG!" teriakku begitu melihat Yesung muncul dari belokan lorong. Yesung segera berlari-lari kecil ke arahku.

"Iya, Pak. Apa yang bisa saya bantu?" ucapnya setelah sebelumnya membungkukkan badan 90 derajat ke arahku.

"Ini, Sung! Gimana ni anak kok aneh gini?!" aku mengarahkan pandanganku pada tanganku yang sudah teremas-remas.

"Saya juga ngga tau, Pak." Yesung menggeleng-geleng kepalanya dengan muka polos, bingung, dan tak bersalahnya.

"Aduuuh, maksudnya tuh kamu lepasin anak ini, Suuuung!"

"Iya Pak, iya Pak!" Dia segera menarik narik tanganku dari cengkraman anak ini. Ya ampun, anak perempuan kuat banget ini. "Pak, ngga bisa Pak!" Aku melihat peluh menetes di jidatnya, yang btw, ketutupan poninya.

"Aduh gimana ini Sung!" aku meringis ketakutan, dan ternyata Yesung juga melakukan hal yang sama. Aduh ini kenapa begini?

Aku melihat seseorang muncul dari belokan lorong, lagi. "KIBUUUM!"

Kibum segera menoleh ke arahku, dan berlari cepat ke arahku. Aduh, badannya yang tegap, wajahnya yang tampan, calon menantu sempurna… "Kenapa ini Pak?"

"Bantuin dong, Kibum! Ada anak aneh yang narik-narik tangan saya kenceng banget." Aku menunjuk tanganku dengan gerakan daguku. Dengan sekali gerakan, tangannya yang kuat mampu melepaskan genggaman anak tinggi ini dari padaku. Benar benar, menantu idamanku, hahahahaa

"Aduuuuh, makasih ya nak Kibum." aku melingkarkan tanganku pada pundaknya. "Oiya, ada yang mau saya bicarakan. Mari ke ruangan saya." Aku menarik Kibum menjauh pergi dari tempat kejadian perkara yang mengerikan itu.

SHINDONG POV end YESUNG POV

Pak Shindong berhasil pergi, setelah diselamatkan oleh Kibum, guru tampan baru yang mengesalkan itu. Tapi…

"AAA, lepasin tanganku!" aku mencoba menarik narik tanganku dari anak yang tadi menyerang Pak Shindong ini. "PAK SHINDOOOOOOONG"

YESUNG POV end

HEECHUL POV

Aduh ini si Kyu kemana ya ampuuuun… Kok ngga masuk masuk kelas sih? Dia ngga kabur atau ngelakuin hal-hal aneh kan?

KRIIIIING

Bel istirahat sudah berbunyi dan dia masih belum masuk ke kelas… kenapa sih dia itu? Jangan-jangan dia takut sama ancaman aku tadi pagi? Ah itu kan aku ngga bener-bener serius. Aku cuma ngga suka kalau dia dekat-dekat dengan si Sungmin pink alay itu. Sudah lama aku membencinya. Pada awalnya aku hanya ingin merebut sahabat barunya ini. Eh tapi taunya sahabat barunya ini a.k.a Kyuhyun adalah seorang namja dan gawatnya lagi aku jatuh cinta sama dia. Ups, mungkin ini belum jatuh cinta tapi taulah, pokoknya intinya begitu. Sekarang dimana Kyuhyun berada adalah prioritas utamaku.

Readers, sejujurnya sejak dari tadi aku merasa Min, mantan roommate ku, mencoba melakukan kontak mata denganku. Oke, kurasa ini hal yang aneh. Hubungan kami hanya sebatas roommate sampai Kyu menggantikan posisinya itu. Dan berarti sekarang ini dia hanyalah ex-roommate ku. Apalagi yang perlu kami perbincangkan? Oke, mungkin dia mau balas dendam denganku atau apalah karena aku tak pernah memperlakukannya dengan baik. Bukannya aku benci padanya, hanya saja aku tak suka melihat dirinya yang terobsesi warna pink itu. Bukan juga karena aku benci warna pink, tapi dia terlalu fanatic gitu lo… Jadi aku ngga suka padanya. Bukan benci ya, ngga suka. Dan kalaupun omonganku kasar, itu emang sifat dasarku, bawaan orok, mau diubah juga susah kan.

"Min, aku mau ke kantin. Kamu mau ikut ngga?" Tanya Sungmin pada Min. Hei, aku tidak mencuri dengar pembicaraan mereka, hanya saja suara Sungmin emang kelewat keras.

"Ngga, aku di kelas aja. Lagi ngga mood makan ah." Balas Min. Hm, ini bukan mencuri dengar ya, cuma kayaknya Min udah mulai ketularan suara Sungmin yang toa itu.

Seperginya Sungmin dari kelas, aku melihat Min berjalan ke arahku dengan wajah serius. Wah wah, maksudnya apa ini? Aku segera mengalihkan pandanganku dari padanya dan berjalan berusaha menghindarinya.

"Heechul, aku mau ngomong sama kamu." Min menarik tanganku dan membawaku ke pojok kelas.

"Apaan sih? Emang hubungan kita kayak baik aja? Ngapain ngajak omong?" balasku membela diri. Tau-taunya aku dikamplengin gawat juga kan?

"Maaf, ini bukan tentang kita." Waduh, pembicaraan mulai serius. Aku mengerutkan dahiku, apa yang dia maksud bukan tentang kita? Fiuh, setidaknya aku bisa bernapas lega. Ngga jadi dikamplengin Min. "Ini tentang Kyuhyun."

HEECHUL POV end

EUNHYUK POV

"Donghae, kamu yang tabah ya..." aku menepuk pundaknya. "Kamu pasti bisa kok ngelewatin ini semua."

"Makasih, Hyuk." Ucapnya sambil tersenyum lemah. Yah, dia memang benar-benar kasian. Masih SMA sudah ditinggal mati appa nya.

Huh. Ada banyak sekali pikiran berkelebat di otakku saat ini. Ngga banyak sih, hehehe… biar keliatan serius aja gitu. Tapi beneran deh, ini serius. Aku sedang memikirkan tentang cincin yang aku kasih ke Min yang waktu itu aku liat dia buang tapi dia balikin ke aku kemaren, terus aku juga mikirin tentang Min yang minta tolong dicariin info tentang cewek namanya Cho Kyuhyun. Terus lagi, sobatku ini, si Hae abis mati, maksudku meninggal, bapaknya.

"Eh, Hyuk, itu foto siapa?" tanya Hae setelah sekian lama hening.

"Hmm.. ada lah, Min minta tolong." Balasku singkat.

"Namja? Setelah sekian lama kamu belom juga bisa mendapatkan hatinya si Min itu? Aduh kasian… puk puk puk" Dasar ya Hae ini. Tadi sedih, giliran ngatain senyam senyum. Tapi setidaknya kata-katanya salah, soalnya ini kan foto yeoja.

"Maaf, ini bukan namja, ini yeoja. Nih liat aja sendiri!" aku menyodorkan foto itu ke depan mukanya.

"Aduh, galak amat sih." Dia meraih foto itu, memperhatikannya, kemudian membelalakkan matanya. "Tunggu, dia- kamu yakin dia yeoja? Siapa namanya?" dia mengarahkan matanya padaku, memaksaku menjawabnya karena puppy eyes nya. Okei, itu bukan puppy eyes, hanya saja, tatapan jawab-aku-sekarang-atau-aku-akan-menghantuimu-seumur-hidupku. Yah pokoknya begitu deh.

"Namanya? Cho Kyuhyun."

EUNHYUK POV end

MIN POV

"Ini tentang Kyuhyun." Aku menundukkan kepalaku untuk menyusun kata yang tepat. "Dengar, bukannya aku peduli padamu atau apa, tapi aku harus mengatakan ini padamu."

"Sejauh apa lo tau tentang ini semua?" Heechul meremas lenganku. "Lo- siapa saja yang lo kasih tau tentang hal ini?" Dia menatapku serius. Wow. Aku tak pernah melihat sisi Heechul yang seperti ini.

"Tunggu- jadi- kamu- kamu sudah tau?" Dia mengangguk. "Namja?" Dia mengangguk sambil menatapku geram, yah aku tau suaraku agak, tidak, cukup kencang.

"MIIIN!" Aku melihat Sungmin berjalan ke arahku. Mmm mukanya menunjukkan tanda tak suka. Oh iya, aku sedang ngobrol dengan Heechul! Ini sudah pasti keliatan aneh kan? Babboyaaaa!

"Eh- hai, S-Sungmin…" ucapku tergagap.

"Hei! Apa yang lu lakuin sama sahabat gue, hah?!" Sungmin menarikku dari cengkraman Heechul. Aduh, muka Heechul udah sewot banget itu. "Udah cukup kamu ambil Kyuhyun dari aku! Sana pergi!" Sungmin mendorong Heechul, saking kuatnya, hingga dia terjatuh.

"Sungmin, kamu ngapain…" Jujur aku kasian melihat Heechul. Dalam hal ini dia tak melakukan apapun padaku.

"Udah, biar aku yang tanganin dia Min." Sungmin menarikku ke menjauh, membuatku tak mampu melakukan apapun. Dia segera kembali menuju Heechul yang sedang bangkit dari lantai dengan muka yang… waduh aku ngga bisa jelasin deh.

"Kok lo kepo banget sih?" Heechul berucap segera setelah berdiri. "Gue ada urusan sama Min, bukan sama lo!" Heechul mendorong pundak Sungmin tapi Sungmin tak bergerak sedikit pun.

"Jelaslah ada urusannya sama gue! Min itu sahabat gue. Lu ngerti ngga sih sahabat, hah?! Oiya, lu kan ngga punya sahabat ya… Huh!" Sungmin menatap Heechul dengan pandangan yang meremehkan.

"Sungmin, udah." Aku menarik Sungmin dari belakang. "Udah, ayo pergi."

"NGGA! Dia udah kebangetan!" Sungmin menghempaskan tanganku. Aduh aduh kacau ini. "Kali ini lu ngga bisa kabur, Heechul."

"Terserah. Gue emang ngga pernah punya urusan sama lo. Tapi karena lo minta 'urusan' sama gue, oke, gue ladenin." Heechul berkacak pinggang menatap Sungmin. "Dasar, gabut banget sih lo cari masalah sama gue."

"Apa lu bilang?! Lu yang cari masalah sama gue!" Sungmin mengangkat tangannya menuju muka Heechul. Aduuuuuh ini gawat, pasti Sungmin mau nampar pipi Heechul. Aku menarik tangan Heechul, lagi, tapi sepertinya semua sudah terlambat.

PLAK

Aku memejamkan mataku, takut melihat kejadian menyeramkan ini. Saat aku membuka mataku, kulihat tangan Sungmin menempel pada pipi Kyuhyun. Tunggu, berarti… tadi yang kena tampar… Kyuhyun?

"Sungmin, berhenti!" Kyuhyun menatap tajam pada Sungmin yang lagi kaget setengah mati. Iyalah, aku juga ngga kalah kaget. "Tadi kamu ngedorong Heechul, sekarang kamu mau nampar dia. Nanti kamu mau ngapain dia lagi? Ternyata kamu orangnya gitu ya?" Kyuhyun menggamit tangan Heechul. "Heechul jauh lebih baik dari kamu!" Dan membawanya pergi.

Aku memeluk Sungmin yang sudah meneteskan air mata. Ya, pasti dia sedih banget. Kyuhyun adalah orang yang berartiiii banget buat Sungmin.

Setelah puas menumpahkan air matanya, Sungmin langsung ke kamarnya, begitu juga denganku. Aku mau ada buat dia disaat dia sedih kayak gini. Bodo amat harus bolos pelajaran selanjutnya.

"Min… kamu masih inget kan aku janji mau ceritain sesuatu sama kamu? Tentang Kyuhyun, tentang Heechul?" aku mengangguk-angguk sambil pura-pura sedih, biar keliatan simpati gitu. "Jadi…" *skip time* "Jadi gitu ceritanya, Min."

Hah? Jadi Sungmin udah memperkirakan juga kalo Kyuhyun itu namja?

"Sungmin… sebenernya gini. Aku… bukannya aku ngga mau cerita sama kamu ya. Aku baru dikasih tau tadi pagi, sama temenku. Pokoknya ada lah. Aku minta tolong ke dia untuk cari tau tentang Kyuhyun. Tau kenapa? Karena aku rasa ada yang ganjil sama Kyuhyun, sejak pertama kali aku liat dia. Aku minta tolong ke temen aku ini karena dia punya banyak kenalan. Kurasa dia mungkin bisa ngebantu, karena itu aku minta tolong ke dia. Dan dia… seperti yang kamu bilang tadi… dia bilang Kyuhyun itu namja."

Sungmin hanya menghela nafas. "Aku udah bikin dia kecewa, Min. Dia pasti marah sama aku. Ternyata perasaanku itu bener ya, aku emang suka sama dia dari awal." Lagi-lagi Sungmin meneteskan air matanya.

"Udah dong, Min.. Cheer up! Kan ada aku disini." Aku memeluknya erat.

"Oiya, Min." ucap Sungmin sambil sesenggukan. "Tadi kamu diapain sama Heechul?"

"Sungmin, sebenernya… Heechul itu udah tau kalo Kyu itu namja." Aku membalasnya sambil masih memeluknya.

"APA? Jangan-jangan, Heechul manfaatin Kyuhyun karena dia tau aku suka sama Kyu?"

MIN POV end

KYUHYUN POV

"Makasih Kyu, udah nolongin tadi." Heechul duduk di atas kasurnya. "Gue ngga mau ikut pelajaran selanjutnya. Gue stay di sini aja."

"Denger, Chul. Tadi semua aku lakuin untuk ngebales yang kemaren. Maaf ngelanggar aturan kamu dengan berduaan sama Sungmin. Tapi plis, jangan kasi tau siapapun kalo aku namja. Aku mohon, Chul." Aku berbalik hendak kembali ke kelas.

"Kyu!" Heechul memanggilku, aku menoleh. "Gue rasa rahasia lo bakal kebongkar bentar lagi." Hah? Sebelum aku bertanya Heechul berbicara lagi. "Bukan gue yang sebarin, serius. Tapi… Min udah tau, dan kemungkinannya lagi, Sungmin udah tau."

Berbagai pikiran berkelebat di pikiranku. Aku segera membuka pintu kamarku dan berlari menuju kamar Sungmin.

DOK DOK DOK

"Sungmin, buka pintu! Kita perlu bicara!"

KRIET

Pintu kebuka, tapi bukan Sungmin yang buka, Min. "Lah, bukannya Sungmin ke kamar kamu Kyu?" dia menunjukkan wajah paniknya. "Wah, wah, gawat. Sungmin Heechul!" aku merasakan kepanikan yang sama dan kami berdua bergegas kembali ke kamarku.

KYUHYUN POV end

HEECHUL POV

"Mau ngapain lo disini? Kan masih ada pelajaran." Jujur, aku tak mau menatap mukanya. Eh, bukannya tadi Kyu ke kamar dia? Kenapa sekarang dia ada disini? Ah, bodo amatlah. Benci aku sama dia.

"Lu sendiri?" Sungmin menarik kursi belajarku dan duduk di hadapanku. "Gue tau, lu tau kan gue suka sama Kyu jadi lu ngambil dia dari gue, hah?!" Sungmin melipat tangannya di dada.

"Kalo iya emang kenapa?" aku menatap matanya, geram. Kenapa sih dia selalu menyebalkan seperti ini.

"Lepasin dia. Gue mau lu kembaliin dia lagi!" Lagi-lagi dia membentakku. Sepertinya hari ini aku terlalu sabar padanya.

BRAK

"Sungmin! Kamu ngapain lagi ganggu Heechul?!" Kyuhyun berdiri di antara kami dengan punggungnya di hadapanku. Tunggu, apa dia membelaku?

"Kyu, kamu ngga diapa-apain kan sama dia selama ini?" Sungmin memegang kedua lengan Kyu sambil bangkit berdiri. Jijik aku melihatnya. Kenapa dia selalu saja begini.

"Pergi. Sana pergi!" Kyuhyun mengayunkan tangannya dan membiarkan tangan Sungmin lepas dari dirinya. Min melihat semuanya dari belakang dan hanya menarik Sungmin sambil berbisik mengajaknya kembali.

"Aku suka kamu Kyu. Aku rasa kamu perlu tau itu." Sungmin berjalan pergi dari kamarku dengan Min yang berdiri di sampingnya.

Hening.

"Kyu…" "Chul…" ucap kami berbarengan. Hmm, ini… awkward. Aku diam mempersilakannya berbicara.

"Oke, aku yang akan bicara duluan. Kamu pasti bingung kan kenapa aku belain kamu? Oke, pertama itu karena perjanjian kita. Aku udah janji ke kamu untuk terus ada di samping kamu, bukan Sungmin. Aku ngehargain kamu karena selama ini kamu udah jaga rahasia ini tanpa seorang pun yang tau. Terima kasih untuk itu. Kedua, aku rasa kamu ngga salah dalam hal ini. Aku rasa Sungmin udah terlalu kasar sama kamu. Ketiga…"

"Apa?" aku bertanya dengan tampangku sepolos-polosnya.

"Aku rasa hal ini ngga perlu diperpanjang lagi. Karena itu aku minta jangan ungkit-ungkit kejadian hari ini lagi." Dia menatap ke arah langit-langit sebentar kemudian menatapku balik. "Kalo kamu masih mau disini yaudah, aku mau ke kelas lagi." Kyuhyun pergi dan menutup pintu kamar.

"Bahkan aku belum ngomong apa-apa sama kamu, Kyu." Aku tertawa miris.

HEECHUL POV end

YESUNG POV

Hari ini benar-benar hari yang melelahkan. Tadi pagi tanganku diremes-remes sama anak, yang akhirnya aku tau namanya, Cho Kyuhyun. Untung aja ada keributan di ruang kelas, jadi dia lepasin tangan aku. Tapi lagi-lagi, aku ditinggalin sendirian. Nasib dah… jones.

Siang ini aku berencana jalan-jalan di taman sekolah, menghirup udara segar sambil melihat kupu-kupu berterbangan. Oke, itu agak melankolis, dan nyatanya hampir tidak ada kupu-kupu di sekolah ini. Aku baru menemui 1 atau 2 kupu-kupu selama 2 minggu terakhir ini.

"Yesung-sshi!" Aduh, siapa lagi ini? Terdengar seperti Sungmin. Aku membalikkan badanku. Benar, dia Sungmin. Mau diapain lagi aku ini? Hiks hiks hiks "Temenin keluar, sekarang." Aduuuh hidupku hari ini kenapa begini amat ya?

"Bentar-bentar." Aku bangkit dari posisiku yang berjongkok sedang mengamati semut-semut berjalan beriringan. "Mau kemana?"

"Kemana aja kek, pergi deh pokoknya dari sini." Sungmin menjejak-jejakkan kakinya tambah tak sabar. Aku harus segera mengambil mobil agar Sungmin nggak mengamuk. Gawat ini kalau dia ngamuk bisa-bisa hilang pekerjaan.

"Oke! Ambil mobil dulu ya." Aku berlari kecil menuju lapangan parkir, yang berada lumayan agak jauh, ngga jauh-jauh amat sih…

9 menit kemudian…

Yang dapat kulihat hanya kupu-kupu berterbangan. Lagi-lagi, aku ditinggal sendiri.

YESUNG POV end

KIBUM POV

Eh, bukannya itu Sungmin ya? Kok ngga di dalem kelas?

"Sungmin!" Aku melambaikan tanganku padanya, mengumbarkan senyum terindahku.

"Ah, Oppa!" balasnya gembira. "Eh, Saem… hehehe" dia terlihat menggaruk garuk kepalanya. Aduuuuh, imut banget sih dia.

"Kamu kenapa ngga di kelas?" tanyaku setelah aku berdiri di hadapannya.

"Nggg… lagi bete." Dia kemudian berjongkok sambil memainkan setangkai daun yang jatuh di tanah.

"Hei… harusnya kamu tuh di kelas. Kamu gimana sih ketemu guru bukannya langsung ngibrit, malah ngejongkrok aja disitu." Aku tersenyum melihat tingkahanya yang lucu. Dia hanya menatapku, lalu tersenyum. Dasar anak nakal!

"Hei." Aku menyentuh pucuk kepalanya dengan dengan telunjukku. "Mau jalan denganku?" Dia segera mengangkat kepalanya padaku dan tersenyum. Hhh… bukankah calon istriku ini sangat lucu? Hehehe

"Tadi kamu ngapain sih di taman sendirian?" tanyaku pada Sungmin saat kami berdua telah ada di dalam mobilku.

"Oh… tadi aku…" Dia membelalakkan matanya, lalu menepuk jidatnya. "Aduuuh! Tadi aku lagi nungguin Yesung!"

"Ngapain sih kamu nungguin Yesung? Kamu… kamu ngga jalan kan sama dia?" aku tak percaya dengan apa yang kukatakan, tapi aku terdengar sangat… posesif, kalau bisa dibilang.

"Nggaklah!" Sungmin menepuk pundakku dengan keras sambil tertawa. "Dia itu oppa! Ani… maksudku dia itu udah kayak big brother buat aku. Nggak mungkinlah. Hahahahahaa" Dia tertawa sangat lepas sambil memegang perutnya. "Oppa, dia itu… bukan apa-apalah…" Dia mengangguk-angguk serius, mungkin mencoba meyakinkanku. Tapi tetap saja masih terlihat segaris senyuman pada wajah imutnya itu.

"Kalau aku?" aku segera menepikan mobilku dan menatap langsung ke arah matanya.

"Hah?" dia terlihat bengong menatapku, bingung, tapi aku tak tau ekspresi apa itu.

"Iya, aku. Kalau aku gimana?" aku mendekatkan wajahku padanya. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang cepat dan tak teratur.

"Hah?" dia menggeleng-gelengkan wajahnya lalu mendorong pundakku. "Oppa bercanda kan? Lagipula aku cuma seorang murid, Kibum Saem. Hahaha" tawanya terdengar garing di telingaku. Kulihat pipinya memerah. Sebenarnya apa sih perasaannya padaku?

"Sungmin, kalau kamu butuh apapun, tolong, jangan cari si Yesung itu. Cari aku aja, oke?" aku mengacak acak rambutnya. Ya, aku masih harus menunggu. Sungmin masih 17 tahun dan mungkin dia masih bingung tentang memulai sebuah hubungan. "Jadi, sekarang kita mau kemana?"

KIBUM POV end

KYUHYUN POV

Aduh, Sungmin dimana sekarang? Kok dia ngga ada dimana-mana? Aku harus jelasin kenapa aku bersikap kayak gitu ke dia. Bukannya aku mau bersikap kasar sama dia tadi, cuma aku ngerasa dia harus berhenti berantem terus sama Heechul. Sebenernya Heechul itu baik, cuman aja dia… apa ya… kesepian? Kurasa begitu. Yang dia butuhkan itu adalah teman. Dan masalah pengakuan Sungmin tadi, aku, jujur, aku tak tau harus bereaksi apa atau harus berkomentar apa tentang pengakuannya itu. Aku suka sama dia, tapi apa aku mau pacaran sama dia di saat kayak gini? Maksudku, aku tau dia juga suka sama aku, tapi apa kita beneran mau pacaran? Apa ini serius? Aku ngga ngerti harus bersikap apa.

Drtt drttt

Aku merasakan getaran di saku bajuku. Aku mengambil handphone ku dan melihat layarnya. Donghae? Kenapa dia telepon?

"Halo?" aku memulai percakapan.

"Maksud kamu apa Kyu? Kok kamu pura-pura jadi yeoja?" sambar Donghae di ujung telepon. Hah? Dia tau darimana?

"Kau tau darimana?!" aku menutup mulutku. Kurasa aku berbicara terlalu kencang, beberapa anak yang lewat melirikku aneh.

"Kyu, apa kamu pikir dengan kamu pura-pura jadi yeoja kamu bisa dapet ijazah? Kalo mereka tau gimana? Yang ada kamu cuma buang-buang waktu kamu aja. Oke, aku tau umur kamu masih 15 tahun, tapi bukan gini kan caranya. Masih banyak beasiswa tau!" aku mendengar Donghae mendesah.

"Harus bagaimana lagi, Hae? Ini udah terlanjur. Eomma sama appa yang nyuruh aku kesini. Aku harus apa?" aduuh, tambah lagi pikiranku.

"Keluar dari situ sekarang. Cuma itu doang yang bisa kamu lakuin." "Jujur aku ngga habis pikir sama kamu. Kamu bahkan ngga nelepon aku buat sekedar simpati atau apalah. Kamu seneng ya disana banyak yeoja cantik-cantik. Sahabat sendiri kamu lupain?"

"Maksud kamu apaan sih Hae?" aku ngga ngerti kenapa dia ngomong kayak gitu.

"Ngga ngerti apa? Bahkan eomma kamu yang nungguin rumahku pas appa ku meninggal. Dan kamu ngga tau apa-apa?" "Kalo kamu masih nganggep aku sahabat, setidaknya dengerin nasehatku ini. Keluar dari situ sekarang. Ini demi kebaikan kamu sendiri." Hening. "Dan maaf kalo aku ganggu kamu. Aku tutup teleponnya."

Kenapa semua jadi ruwet kayak gini sih? Eomma pake ngga ngasih tau segala. Kenapa kehidupan kejam macam ini dilimpahkan pada anak berusia 15 tahun seperti aku ini sih? AAAAA

Aku mengacak-acak rambutku, menggigiti kuku-kuku tanganku, menhentak-hentakkan sepatuku, oke, sepertinya aku harus berhenti menghentak-hentakkan sepatu soalnya sol sepatuku kotor, sehingga melakukannya cuma bikin lantai sekolah kotor. Eh tapi bodo amat deh, biarin aja. Gratis ini.

KYUHYUN POV end

SIWON POV

Aku membuka pintu ruang guru. Yah, hari ini aku harus input nilai murid ke server sekolah. Aku menarik kursi di depan sebuah komputer dan meletakkan berkas-berkasku di atas meja. Kemudian aku mulai menginput data-data murid ke dalam komputer tersebut.

mm.. kalau dilihat dari perkembangannya, bisa ngga sih dibilang aku udah lumayan deket sama Heechul? Tapi entahlah, aku rasa aku ngga sedeket itu sama Heechul. Aduuuh, kok malah mikirin murid di saat kayak gini sih? Kurasa aku harus cari kopi atau apalah supaya bisa lebih fokus.

Aku bangkit dari kursiku dan keluar menuju kantin. Seperti biasa pada jam belajar, kantin sepi, tapi masih ada saja anak-anak yang berkeliaran disana. Aku memberikan pelototan mata kepada setiap anak yang aku lewati, eh semua pada ngacir. Ya iyalah, ngga seharusnya mereka ada disini. HAHAHAHA

Tunggu, bukannya itu Kyuhyun? Ngapain tu anak rusuh gitu gayanya? Pake ngotor-ngotorin jalan lagi. Wah, ngga bisa dibiarin ini.

Dari belakang, aku menjewer Kyu dan tanpa sengaja aku menarik rambutnya. Tu- tunggu, ini kenapa rambutnya bisa lepas gini? Jangan bilang?

Kyuhyun membalikkan badannya dengan cepat dan.. suatu hal terjadi, rambut Kyuhyun lepas, memperlihatkan rambut pendeknya. Tunggu, kalau dilihat-lihat..

"Kamu namja?!"

Preview

"Kyuhyun, ini ngga bisa dibiarin. Jadi selama ini kamu tidur sama yeoja? Mending kamu cepet mengundurkan diri dari sini. Saya harus lapor ke kepsek mengenai hal ini." Aku duduk di hadapan Kyuhyun yang sedari tadi menggerakkan kakinya dan menggigit jarinya.

"Ma- maaf Saem.. T-tt-tapi saya ngga bisa." Kyuhyun menundukkan kepalanya. Lalu melipat tangannya di pahanya.

"Saya ngga peduli alasan kamu apa. Ini sudah menyalahi aturan. Saya kasih kamu waktu 2x24 jam untuk ngurus semuanya. Tunggu- bukannya kamu selama ini tidur di kamar yang sama dengan Heechul?! Apa yang udah kamu lakuin?!" aku bangkit dari kursiku sambil ngegebrak meja.

SIWON POV end

SUNGMIN POV

"Sungmin, bentar ya aku mau beli makanan sebentar. Kamu tunggu di mobil aja ya.." Kibum Oppa berbicara padaku dengan eye smile nya. Aduuuh, kok dia manis banget sih hehehe..

Bip bip. Bip bip

Eh, itu suara hapenya oppa ya.. aku memutar-mutar mataku (eh bukan memutar-mutar, maksudnya tuh jelalatan, eh bukan jelalatan, tapi ngerti kan?) mencari hape oppa. Eh, ketemu deh. Hapenya ada di dashboard mobil ternyata. Aku ambil hapenya dan aku terbelalak melihat pesan yang terlihat di hape oppa.

"j-jj-jjj-jjja-jjjadi.. aku" aku menjatuhkan tanganku, ebukan tangan yang dijatohin, hape oppa yang aku jatohin. Dan pada saat itu aku menoleh dan melihat oppa membuka pintu mobil dan menatapku.

To be continued

AUTHOR POV

Gomen ya kalau ceritanya kurang panjang. Author udah mencoba sebisa mungkin, cuma karena memang keadaan tidak memungkinkan segini aja deh ceritanya.. Kritik dan saran ditunggu ya.. gomen sekali lagi.. Tunggu lanjutannya yaaw :3