Title : Secret Admirer
Author : Jung Raehyun (bngtnxoap)
Cast : Bangtan Boys – Kim Taehyung & Jeon Jungkook
Other Cast : find ur self
Genre : Friendship , School life , Romance , Little Hurt(?)
Rating : K+ / T
Disclamer : all cast and other cast belong to god , their parent's and their agency. But, story is mine.
Warning : Yaoi! bxb , Typo (always) , pasaran , bahasa aneh , belibet dan berlebihan.
Happy Reading~
.
.
.
Saat Jungkook mendongak untuk melihat wajah seseorang di depannya, Ia terdiam.
' Kim Taehyung? ' Pikirnya.
Melihat Jungkook terdiam, Taehyung pun juga ikut diam dan hanya menatap Jungkook. Memang pada dasarnya Taehyung itu tidak banyak bicara dan cuek jadi maklumi saja jika Ia bersikap seperti itu.
Jungkook merasakan hawa di sekitarnya mendingin seolah-olah dirinya sedang di dalam lemari es. Ditatap oleh seseorang yang di kagumi nya membuat jantungnya berdebar tak karuan.
' Tampan sekali. ' Pikirnya.
Dengan perasaan gugup Ia pun memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Taehyung atas kejadian beberapa menit yang lalu.
" Taehyung-ssi, Aku minta maaf atas kejadian tadi. " Ucap Jungkook sedikit tegas untuk menutupi degupan jantungnya.
Taehyung menaikan sebelah alis nya, " Bukan masalah. " Jawab Taehyung dengan suara husky dan datar andalannya. Lalu Pemuda berambut cokelat tua itu berbalik ke depan. Mengantri seperti sedia kala.
Jungkook pun menjerit dalam hati. ' Ia berbicara padaku! '
-/-
Jungkook berjalan ke arah meja teman-temannya seraya tersenyum ceria. Ia pun menaruh makanan ke meja dan duduk di bangkunya. Teman-temannya menatap nya aneh. Mingyu dan Junhong yang memang pada dasarnya suka ingin tahu urusan orang lain pun langsung mengoceh tak karuan.
" Kenapa kau tersenyum seperti itu? " – Mingyu.
" Apa Kau gila? " – Junhong.
" Aku membawa mobil, apakah perlu aku membawamu ke rumah sakit? " – Mingyu.
Dan ocehan lainnya. Jungkook tadinya ingin menjawab pertanyaan kedua temannya itu tetapi agak sulit karena setiap Ia ingin berbicara untuk menjawabnya pasti kedua temannya itu memotongnya. Jungkook pun jadi nya hanya diam saja seraya menyeruput minumannya.
Bambam sedari tadi hanya diam dan menatap malas dua teman 'kepo' nya itu. Ia pun menggebrak meja kantin sedikit pelan agar tidak mengundang banyak mata yang melihat ke arah nya. Untungnya, gebrakan meja Bambam cukup membuat Jungkook , Mingyu serta Junhong terkejut dan menatap pemuda berdarah Thailand itu.
" Kim Mingyu dan Choi Junhong, Kalian ini bawel sekali. " Ucap Bambam sarkastis. Mata ber-eyeliner nya menatap kedua temannya tajam.
Oh-oh, tamatlah riwayatmu Kim Mingyu dan Choi Junhong. Mereka hampir lupa kalau Pemuda Thailand ini masih badmood. Dan Bambam itu jika lagi badmood seramnya melebihi wanita yang sedang datang bulan. Hanya seseorang yang membuatnya badmood lah yang dapat membuatnya seperti semula. Suasana diantara mereka kini hening. Hanya suara berisik khas kantin yang terdengar.
Jungkook yang melihat temannya menciut itu hanya tertawa dalam hati. Ia berharap semoga dewi fortuna berpihak pada kedua temannya yang malang itu.
" Hello babe! "
Sepertinya harapan Jungkook terkabul karena seseorang memecahkan keheningan yang terjadi diantara mereka. Bambam yang tadinya menatap Mingyu dan Junhong jadi teralihkan karena Ia merasa tidak asing dengan suara ini. Ia pun menoleh kearah sumber suara.
" Mark hyung. " gumam Bambam. Lalu tatapan tajam nya berpindah ke si pemilik suara tadi.
" Hei, ada apa denganmu? " Tanya pemilik suara tadi –Mark– seraya duduk di samping Bambam dan merangkulnya seperti tidak ada suatu beban. Sedangkan yang di rangkul hanya memutar bola mata dan mengerucutkan bibirnya serta melipat kedua tangannya di depan dada. Benar-benar seperti anak kecil yang sedang ngambek. Mark jadi bingung dibuatnya. Memang, Mark ini tidak tahu menahu tentang kecemburuan Bambam. Tetapi kalau di pikiran Bambam itu ya setidaknya lelaki berdarah asli Taiwan ini peka sedikit.
" Tidak apa-apa! " ketus Bambam. Mark jadi semakin bingung dibuatnya. Mata tajam Mark menatap satu persatu teman Bambam seolah-olah sedang berkata ada-apa-dengan-bambamku.
Mingyu dan Junhong hanya menggendikan bahu tidak peduli. Sedangkan Jungkook balas menatap Mark seperti menjawab pertanyaannya; kau-tanya-sendiri-saja-dia-membutuhkanmu.
Mark pun mengerti dan membisikan sesuatu ke telinga Bambam. Beberapa detik kemudian, Pemuda Thailand itu menatap Mark dengan mata yang berbinar seperti berkata ' benarkah? ' dan Mark pun tersenyum serta mengangguk. Dua sejoli itu pun kemudian pergi dari meja kantin tersebut tanpa pamit pada penghuni nya. Penghuni meja yang di tinggal pergi hanya menatap heran pasangan itu. Kemudian Junhong pun menolehkan kepalanya ke arah Jungkook dan menatapnya.
Jungkook mengernyitkan dahi, " Ada apa? "
Sedangkan si pemuda pirang bermarga Choi itu menatap Jungkook gemas. " Kau hutang cerita pada kami, Kookie! "
Pipi gembil Jungkook terlihat berwarna merah tipis. Ia malu dan juga tahu kemana arah pertanyaan sahabatnya itu. " Cerita apa Junhong sayang? " Ucap Jungkook seraya menunjukkan cengirannya untuk menutupi wajah malunya.
Mingyu langsung menyela, " Jangan pura-pura lupa Jeon, mengapa tadi saat kau mengantarkan makanan wajahmu terlihat ceria seperti itu? " tanya pemuda tinggi bertubuh atletis itu to the point.
Jungkook pun menghapus cengirannya dan menggantinya dengan helaan nafas. Ia menyerah. " A-aku bertemu dengan seseorang yang aku kagumi. " Jujur Jungkook. Kini warna merah itu semakin jelas terlihat jelas di pipi gembil pemuda yang menyandang marga Jeon itu.
Mingyu dan Junhong tertawa keras, " Lihat! wajahmu terlihat seperti kepiting rebus. " Canda Junhong. Keduanya tertawa semakin keras, " Siapa orang beruntung itu? " Lanjut Junhong. Pemuda Choi ini masih sedikit terkekeh ketika bertanya pada Jungkook.
" Kim Taehyung. " Ucap Jungkook jujur. Karena memang Jungkook ini orangnya tidak pernah berbohong.
Kini Junhong dan juga Mingyu terdiam. Wajah mereka tidak se-gembira seperti beberapa detik yang lalu. Kedua manusia berkaki tiang itu menatap Jungkook aneh.
" Kau yakin menyukai orang dingin seperti es itu? Apakah kau tidak akan menyesal Kookie-ah? " Tanya Junhong sedikit khawatir karena Ia tahu bagaimana sifat murid baru itu.
" Iya Jeon, apa kau tidak takut bahwa Ia akan menyakitimu nanti? " Pertanyaan ini berasal dari Mingyu.
" Ia bahkan sudah menolak tiga orang siswa perempuan dan dua orang siswa laki-laki di sekolah ini, bisa jadi kau target selanjutnya yang akan di tolak olehnya. " Lanjut pemuda Kim itu. Sedikit pedas memang, tetapi Jungkook itu selain tidak pernah berbohong Ia juga easy going. Jadi pemuda bergigi kelinci itu tidak terlalu menganggap ucapan pedas temannya yang berambut biru keperakan itu serius. Ia bahkan hanya menganggap ucapan itu adalah amanat. Polos? memang. Tetapi itulah sifat alami Jeon Jungkook.
" Kim Taehyung tidak akan tahu kalau aku mengaguminya atau bahkan menyukainya–" Jungkook menggantungkan kalimatnya, "–karena aku, akan menjadi penggemar rahasia nya. "
-TBC-
.
.
.
Yey! Chapter 2 di update wkwk. Eh ini kenapa jadi MarkBam? XD entahlah aku lagi suka sama couple ini :v btw, gimana menurut kalian? dan ya, aku tahu ini masih pendek tetapi mau di katakan apa lagi/? aku ngetiknya pake hp karena wifi aku nge-block situs ini T_T jadilah aku ngirim ff disini memakai kuota :'v /malah curhat/
Oh iya, aku mengucapkan banyak terima kasih kepada yang review/fav/follow ternyata ff ini diminati juga ya wkwkwk. review terus ya agar kalian tahu bagaimana kelanjutan kisah cinta/? vkook :v dan kalau bisa ngasih saran agar aku dapat menulis lebih baik lagi:)
-bngtnxoap-
