Title : Secret Admirer

Author : Jung Raehyun (bngtnxoap)

Cast : Bangtan Boys – Kim Taehyung & Jeon Jungkook

Other Cast : find ur self

Genre : Friendship , School life , Romance , Little Hurt(?)

Rating : K+ / T

Disclamer : all cast and other cast belong to god , their parent's and their agency. But, story is mine.

Warning : Yaoi! bxb , Typo (always) , pasaran , bahasa aneh , belibet dan berlebihan.

Happy Reading~

.

.

.

" Kim Taehyung tidak akan tahu kalau aku mengaguminya atau bahkan menyukainya–" Jungkook menggantungkan kalimatnya, "–karena aku, akan menjadi penggemar rahasia nya. "

Mingyu dan Junhong yang tadinya memandang Jungkook aneh kini sudah mereka ganti dengan senyum tipis, " Apapun yang kau lakukan dan kau fikir itu yang terbaik, kami akan mendukungmu. Benarkan, Junhong? "

Junhong mengangguk mendengar ucapan Mingyu. " Iya, lagipula cinta itu tak mempunyai alasan bukan? " Ucap Junhong tulus. " Dan aku yakin si galak Bambam juga akan setuju, sama seperti kami. " Lanjutnya.

Jungkook menatap kedua sahabatnya dengan pandangan terharu. " Terima kasih kawan, kalian yang terbaik. "

Mereka bertiga pun berpelukan tanpa mengetahui seseorang memandang mereka dari jauh dengan senyum kecil yang tercetak di bibirnya.

-/-

Bel tanda istirahat selesai sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Kini murid kelas X-A sudah pada di kelas dan duduk di tempat mereka masing-masing. Tetapi keramaian di kelas itu masih terlihat jelas.

Ceklek.

Tiba-tiba pintu kelas berwarna cokelat gelap itu terbuka dan menampakkan seorang lelaki paruh baya dengan kacamata minus yang bertengger di pangkal hidungnya. Itu guru Seo, guru Bahasa Inggris yang terkenal killer di Seoul High School.

Kelas X-A tiba-tiba langsung sunyi dan tidak ada suara sama sekali.

" Buat kelompok, satu kelompok harus lima orang. Tidak boleh kurang atau lebih serta tidak boleh ada suara. " Perintah guru Seo dengan suara tajamnya pada murid X-A pada saat Beliau sudah sampai di meja guru.

Murid X-A langsung memilih teman sekelompok masing-masing dan tanpa ada suara pastinya.

Seperti biasa, Jungkook , Mingyu , Bambam , dan Junhong selalu bersama. Tetapi mereka bingung satu orang lagi yang akan masuk ke kelompok mereka itu siapa.

" Bagaimana ini? Kita kurang satu lagi. Yang lain sudah pada lima. " Bisik Jungkook pada teman-temannya. Mereka yang di bisiki juga sama bingungnya seperti Jungkook.

Di bangku ke dua dari belakang, pemuda berambut cokelat tua itu menatap teman-teman sekelasnya datar. Karena memang dirinya tidak terlalu peduli apa yang dikatakan gurunya itu.

Tiba-tiba Guru Seo mengetukkan penggaris besi nya ke meja dan cukup membuat pemuda ini mengalihkan pandangannya ke guru killer nya itu. " Kim Taehyung, karena kau ini murid baru, Aku akan menempatkanmu di kelompok Jeon Jungkook. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Jeon Jungkook itu anak yang mendapat peringkat pertama di kelas ini. Mana kelompok Jeon Jungkook? "

Jungkook beserta kawan-kawannya langsung mengangkat tangan kanan mereka. Sebenarnya mereka terkejut saat Kim Taehyung di tempatkan di kelompok mereka. Terlebih Mingyu dan Junhong, mereka langsung menatap sahabat mereka yang mengagumi murid dingin itu.

" Kim Taehyung segeralah bergabung dengan kelompok Jeon Jungkook, karena Saya akan menulis tugas apa yang akan di kerjakan bersama kelompok kalian. " Ucap Guru Seo. Lalu Beliau langsung menuliskan sesuatu di papan tulis besar itu.

Dengan malas, Taehyung segera bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke meja Jungkook beserta teman-temannya. Ia duduk di antara Mingyu dan Bambam tidak lupa memasang wajah datarnya itu. Posisi tempat duduk mereka memang sudah diatur melingkar. Jadi tempat duduknya kurang lebih seperti ini; Junhong-Jungkook-Bambam-Taehyung-Mingyu.

Mingyu mengedipkan sebelah matanya pada Jungkook dan Junhong menyikut lengan Jungkook. Sedangkan Jungkook sendiri wajahnya sudah memerah, Ia langsung mengalihkan pandangannya dan pura-pura menulis.

.

.

" Ngomong-ngomong, beberapa detik yang lalu ponsel saya berbunyi dan mendapat pesan bahwa ada rapat guru mendadak. " Ucap Guru Seo. Murid X-A bersorak senang dalam hati. " Kalian bisa langsung mendiskusikan tentang tugas ini sekarang dengan kelompok kalian masing-masing atau bisa di kerjakan di rumah juga. Tugas di kumpulkan minggu depan. Tidak ada yang tidak mengumpulkan. Sekian, Permisi. " Lanjutnya dan langsung meninggalkan kelas X-A.

Murid-murid langsung bersorak gembira. Ada yang langsung mengerjakan tugasnya bersama kelompoknya, ada juga yang tidak perduli dan hanya bermain ponsel seraya menunggu bel pulang berbunyi.

Kelompok Jungkook masih dilanda keheningan. Bambam yang memang orangnya tidak bisa di dalam suasana hening langsung menyeletuk, " Hei, kapan kita mengerjakan ini? mau disini atau dirumah saja? "

" Aku inginnya dirumah saja, tetapi di rumah siapa? " Tanya Mingyu.

Yang lain sibuk berfikir sedangkan Taehyung memasang wajah tidak perduli seperti tidak berminat mengerjakan tugas ini. " Bagaimana menurutmu Taehyung-ssi, mengerjakannya dimana? " Tanya Junhong tiba-tiba. Taehyung hanya mengangkat sebelah alisnya, " Terserah kalian saja. " Jawabnya datar.

" Di Taman Kota saja. Disitu kita semua tahu tempatnya dan tidak perlu repot menanyakan alamat rumah masing-masing. Ada yang setuju? " Ujar Jungkook.

Mereka yang di meja itu menatap Jungkook dan mengangguk. Pemuda bermarga Jeon itu pun segera menyobek kertas dari buku tulisnya dan dengan jantung yang berdegup tak karuan Ia segera memberikan kertas itu pada seseorang yang di kaguminya. " Taehyung-ssi, tolong tulis nomor ponsel atau akun sosial media milikmu. Aku akan memberitahumu jam berapa kita akan berangkat ke Taman Kota. " Suara Jungkook sedikit bergetar dan membuat ketiga temannya itu menahan tawa dan cekikikan dalam hati.

Tanpa banyak kata, Taehyung segera menuliskan nomor ponsel serta akun sosial media miliknya di kertas yang di beri oleh Jungkook. " Ini, Jungkook-ssi. " Ucap pemuda berambut cokelat tua itu sembari mengembalikan kertas itu pada Jungkook.

" Terima kasih, Taehyung-ssi. "

" Sama-sama. "

Setelah membalas ucapan Terima Kasih Jungkook, Taehyung segera merapihkan tasnya, lalu Ia pamit pulang karena bel sekolah sudah berbunyi. Pemuda bermarga Kim itu pun balik ke rumahnya.

Setelah Taehyung pergi, Jungkook memandang kertas yang berisi nomor ponsel serta akun sosial media milik Taehyung lekat-lekat. " Yang sudah punya nomor ponsel dan sosial media nya beda ya. " Celetuk Junhong tiba-tiba yang membuat Jungkook tersenyum kecil.

" Cie, yang terus-terusan kepikiran. " Goda Mingyu. Jungkook hanya terkekeh.

" Sudahlah, jangan menggodanya. Lihat wajahnya, sudah seperti kepiting rebus. " Ujar Bambam seraya tertawa. " Balik, yuk. " Lanjutnya.

Akhirnya mereka berempat pun pulang kerumah masing-masing dengan menumpang di Audi hitam milik Mingyu. Sebenarnya, Pemuda bermarga Kim itu sangat malas mengantar ketiga temannya itu balik kerumah mereka masing-masing. Tetapi melihat puppy eyes mereka, Ia jadi tidak tega.

-/-

Jungkook merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya. Setelah turun dari Audi hitam milik Mingyu tadi Ia langsung membersihkan diri dan makan malam bersama orang tuanya sehingga dirinya tidak sempat bermanja-manja dengan kasur kesayangannya ini.

Saat sedang asik bermalas-malasan, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu membuatnya merasa sedikit jengkel. Ia pun meraba meja nakas yang terdapat di samping kasur nya dan mengambil ponsel putih miliknya lalu membuka 'notifikasi' ponsel tersebut. Ternyata bunyi nya berasal dari grup chat antara dirinya dengan ketiga sahabatnya.

Ia pun membaca grup chat tersebut dan sesekali terkekeh atau tertawa lebar melihat obrolan konyol sahabat-sahabat nya. Lalu tiba-tiba Ia terdiam melihat pesan Bambam.

Hei Jeon, apa kau sudah memberitahu Taehyung kalau kita berangkat ke Taman jam 9 pagi?

Saat itu juga Jungkook langsung mengingat bahwa dirinya mempunyai tugas memberitahu Taehyung. Pemuda bermarga Jeon itu langsung menyambar tas nya dan mencari kertas yang tadi di tulis oleh Taehyung. Ketemu, pikirnya.

Ia langsung mengetikkan pesan ke nomor tersebut.

Selamat malam Taehyung-ssi, Besok datang ke Taman Kota jam 9 pagi. Maaf mengganggumu.

*Jeon Jungkook*

Dan dengan perasaan gemetar Ia memencet tombol 'send'.

.

Setelah menunggu kurang lebih 5 menit, Pemuda Jeon itu belum juga mendapatkan balasan dari Seseorang yang di kaguminya tersebut. Ia menghela nafas.

" Bosan. " Gumamnya tiba-tiba. Lalu Ia pun bangkit dari kasur empuk nya dan mengambil laptop hitam miliknya yang tergeletak di meja belajarnya.

Ia pun menyalakan komputer kecil yang dapat di bawa kemana-mana itu dan berniat membuka akun sosial media miliknya.

Ngomong-ngomong soal sosial media, Jungkook jadi teringat kertas tadi. Ia pun membaca nama akun sosial media milik orang yang di kaguminya tersebut.

Setelah membaca nama akun sosial media milik Taehyung, Ia langsung mengetikkannya di kolom 'search'. Setelah ketemu, Ia langsung terdiam melihat bio sosial media milik Taehyung.

' Everyday i'm thinking about you. / Bae Irene '

" Bae Irene? " Bisik Jungkook.

" Ja-jadi, Dia itu–" Jungkook tidak dapat melanjutkan kata-katanya.

.

.

.

-TBC-

A/N : Hello, aku kembali dan bawa chapter 3. hehe, aku ngerjain ini di saat lagi sibuk2nya dengan tugas kelompok:( /curhat mele/

Aku tahu cerita ini semakin melenceng dan aneh huhuhu:'

Btw, Aku sangat berterima kasih pada kalian yang review:))) aww big luv buat kalian hehehehe/?

Kayanya, chapter selanjutnya agak lama ngerjainnya. Saya ngerjain di waktu luang doang, sedangkan waktu luang semakin tipis:( kan kzl:v

Review terus yaaaa biar ff ini terus berjalan wkwkwkwk.

-bngtnxoap-