Can be Love?
Chapter 2
Main Cast : Oh Sehun & Xi Luhan (HunHan).
Other Cast : All Member EXO.
Warning : Yaoi (BoyxBoy), Typos bertebaran,
Alur kecepetan, Cerita gaje.
Rate : T
Genre : School Life, Family, and Romance.
Desclaimer : Semua cast hanya milik tuhan,
ff ini hanya milik saya.
Summary : Bisakah jadi cinta?.
.
.
.
.
.
.
Preview Chapter:
"Seumuran denganku? yeoja atau namja?" Tanya Luhan kepo.
"Iya seumuran denganmu, Lu-ge! yang ku dengar dari mama sih anak teman lamanya itu namja, tampan lho ge!" Jawab Tao sambil tersenyum menggoda Luhan.
"Aku tidak peduli dia mau tampan atau tidak! aku kan tidak kenal dengannya!" Kata Luhan santai.
.
.
.
.
.
.
Happy Read ^_^
.
.
.
.
.
.
-Author P.O.V-
.
.
(Malam hari di rumah keluarga Xiao)
.
.
"Kalian harus bisa jaga sikap ya nanti, terutama untuk kalian berdua! Luhan dan Tao!" Ucap sang mama menasehati anak-anaknya.
"Iya ma, kami akan bersikap dengan baik nanti!" Ujar Tao santai.
.
~Teng nong~ [bunyi bell rumah]
.
"Ah itu pasti mereka!" Kata sang mama sambil berjalan ke arah pintu utama lalu membukakan pintunya.
"Wah akhir nya sampai juga kalian!" Ucap sang mama setelah membuka pintu.
"Haha iya tadi sedikit macet jadi ya agak lama sampainya!" Ujar bibi Oh sambil sedikit tertawa.
"Oh begitu, ayo silahkan masuk!" Kata sang mama mempersilahkan kedua tamu itu masuk ke dalam rumah.
.
.
"Nah mereka ini anak-anakku!" Ucap sang mama memperkenalkan anak-anaknya setelah sampai di ruang tamu.
"Apa?! jadi namja itu adalah dia! aish, benar-benar sial hari ini!" Batin Luhan sambil pura-pura melihat ke arah lain.
"Lho jadi anak yang di maksud eomma itu dia!" Ujar Sehun dalam hati sambil melihat ke arah Luhan.
"Kenalkan bi, aku Xiao Lay!" Kata Lay sambil tersenyum.
"Kalau aku Xiao Tao, bi!" Ucap Tao santai.
"Aku Xiao Luhan!" Ujar Luhan singkat.
"Wah, anak-anakmu manis-manis ya semuanya!" Kata bibi Oh sambil tersenyum.
"Haha kau bisa saja, anakmu juga tampan! siapa namamu nak?" Ucap sang mama sedikit tertawa.
"Aku Oh Sehun, bi!" Ujar Sehun memperkenalkan dirinya.
.
Setelah selesai acara makan malam bersama, Lay dan Tao pun naik ke lantai dua menuju kamar mereka.
.
"Sayang, eomma mau bicara dengan bibi Xiao! kau main saja gih dengan Luhan sana!" Kata bibi Oh pada Sehun.
"Lu, kau temani Sehun ngobrol gih sana!" Ucap sang mama menyuruh Luhan.
"Ikut aku!" Ujar Luhan tanpa menatap Sehun lalu berjalan ke arah taman belakang rumah di ikuti Sehun yang berjalan di belakangnya.
"Wah Lay-ah, Lu-ge dengan Sehun-ge sangat serasi ya!" Kata Tao yang berada di lantai dua.
"Iya kau benar Tao-ya, Lu-ge serasi sekali dengan Sehun-ge!" Ucap Lay setuju.
.
.
"Aku tak menyangkah ternyata anak dari teman eomma itu adalah kau!" Ujar Sehun setelah duduk di bangku taman bersama Luhan.
"Iya aku juga!" Kata Luhan singkat.
"Maaf, aku tau kau tak suka melihat ku kan! kau bilang kau membenciku!" Ucap Sehun sambil menatap ke arah tanaman-tanaman di depannya.
"Dia benar-benar mempercayai ucapan ku! astaga, dia benar-benar bodoh sekali!" Batin Luhan sambil menatap ke arah Sehun.
"Bagaimana kalau aku menarik ucapanku?" Ujar Luhan santai.
"Menarik ucapanmu? maksudmu apa?" Tanya Sehun bingung sambil menatap ke arah Luhan.
"Ya aku kan pernah bilang aku membencimu, bagaimana jika sekarang aku bilang kalau aku tidak membencimu!" Jawab Luhan sambil menatap ke arah lain.
"Jadi kau tak membenciku?" Kata Sehun meminta kepastian.
" Iya, aku tak membencimu!" Ucap Luhan jujur.
"Kalau begitu bolehkan aku berteman denganmu? ya aku sih berharap lebih, tapi karena kau tak menyukaiku jadi ya berteman juga tak masalah!" Ujar Sehun sambil tersenyum.
"Tentu saja boleh, tapi ada satu syarat jika kau mau berteman denganku!" Kata Luhan santai.
"Apa? katakan saja syaratnya, pasti akan aku lakukan kok agar aku bisa berteman denganmu!" Tanya Sehun sangat antusias.
"Ku dengar kau itu pintar di kelas! jadi syaratnya adalah kau harus mengajari semua pelajaran di kelas yang akan di ujikan nanti saat ujian, bagaimana?" Jawab Luhan menjelaskan.
"Oke baiklah, aku akan mengajarimu sampai kau bisa semua pelajaran yang akan di ujikan dalam ujian nanti!" Ucap Sehun semangat.
.
.
.
.
.
.
(Pagi hari di kelas 3A)
.
.
"Pagi, Lu!" Sapa Sehun setelah duduk di bangkunya sambil tersenyum ke arah Luhan.
"Kau terlihat senang sekali? ada apa?" Tanya Luhan bingung.
"Tidak apa-apa, aku hanya senang saja mulai sekarang aku bisa berteman denganmu!" Jawab Sehun sambil masih tersenyum.
"Oh haha ku pikir kau ke sambet!" Ujar Luhan sedikit tertawa.
"Oh ya kapan mulai aku mengajarimu belajar?" Tanya Sehun pada Luhan.
"Terserah kau saja!" Jawab Luhan singkat.
"Baiklah, kalau begitu hari ini di rumahku setelah pulang sekolah!" Kata Sehun memberitahukan.
.
.
"Aish, apa-apaan mereka! kenapa mereka bisa akrab lagi seperti itu!" Batin Baekhyun kesal melihat kedekatan Sehun dan Luhan.
"Lho kok mereka bisa akrab begitu sih? kemarin-kemarin kan kayak tom and jerry!" Gumam Kai pelan saat melihat Sehun dan Luhan yang terlihat akrab.
.
.
.
.
.
.
(Siang hari di kantin sekolah)
.
.
"Lu, boleh aku bertanya?" Ucap Chanyeol gugup.
"Ya tentu saja boleh, kau mau bertanya apa Yeol?" Ujar Luhan santai.
"Kau tadi terlihat sangat akrab dengan Sehun! apa kau sudah baikkan dengannya?" Tanya Chanyeol pada Luhan.
"Oh iya, aku memang sudah baikkan dengannya! tapi kau tenang saja aku takkan biarkan dia membullymu lagi kok!" Jawab Luhan menjelaskan.
"Apa aku boleh bergabung?" Kata Sehun tiba-tiba sambil berdiri di samping meja kantin yang di tempati Luhan dan Chanyeol.
"Ah iya kau boleh gabung kok!" Ucap Chanyeol sedikit takut.
"Terimakasih!" Ujar Sehun sambil duduk di sebelah Luhan.
"Kenapa kau duduk di sini? kan kau biasanya duduk dengan Kai sahabatmu itu!" Kata Luhan sedikit tak suka karena kehadiran Sehun membuat Chanyeol sedikit tidak nyaman.
"Aku hanya ingin duduk dengan teman baruku yaitu kau! lagi pula dia tak mempermasalahkan jika aku duduk di sini?" Ucap Sehun santai sambil memakan makanannya.
"Aish, dia benar-benar seenaknya jadi orang!" Ujar Luhan dalam hati.
"Iya tak apa-apa kok, kau duduk disini!" Kata Chanyeol jujur.
.
.
"Sehun benar-benar aneh hari ini! kenapa dia selalu menempel dengan Luhan!" Gumam Kai bingung saat melihat Sehun yang memilih duduk dengan Luhan.
"Sial! mereka berduaan lagi! aku harus bisa membuat mereka saling membenci satu sama lain!" Batin Baekhyun kesal saat melihat Sehun dan Luhan duduk bersama.
.
.
.
.
.
.
(Pulang sekolah di rumah keluarga Oh)
.
.
"Maaf ya rumahnya kecil! silahkan kau duduk dulu, aku siapin buku-buku yang akan di pelajarin!" Ucap Sehun mempersilahkan Luhan duduk setelah sampai di ruang keluarga lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil beberapa buku yang akan di pelajarin.
"Rumah bagus gini, di bilang kecil! ternyata dia rendah diri juga!" Batin Luhan sambil melihat sekitar rumah keluarga Oh lalu duduk di salah satu bangku yang terdapat di ruang keluarga tersebut.
.
.
"Lho nak Lu, kamu main ke sini ya!" Ujar sang eomma saat melihat kehadiran Luhan di rumahnya.
"Iya bi, aku akan belajar bersama dengan Sehun!" Kata Luhan sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, bibi tinggal dulu ya nak Lu!" Ucap sang eomma pamit lalu berjalan ke arah dapur.
"Iya bi!" Ujar Luhan seadanya.
"Maaf lama, buku-bukunya tadi susah di cari!" Kata Sehun tiba-tiba sambil menaruh buku-bukunya di atas meja lalu duduk di lantai.
"Memangnya hari ini kita akan belajar apa?" Ucap Luhan sambil ikut duduk di lantai sebelah Sehun.
.
.
"Wah rupanya mereka sudah dekat, berarti aku tak perlu mendekatkan mereka lagi tinggal tunggu waktu mainnya saja! aku yakin mereka pasti akan saling suka! memang benar kata sahabatku itu, kalau semua rencananya pasti akan berjalan dengan mudah!" Gumam sang eomma sambil sedikit mengintip Luhan dan Sehun yang sedang belajar bersama.
.
.
"Aigoo! lelahnya! ternyata tidak mudah ya jadi anak pintar seperti dirimu!" Ujar Luhan setelah selesai belajar bersama.
"Haha aku tidak pintar kok, mereka saja yang melebih-lebihkan! padahalkan ada sih kutu buku itu, yang lebih pintar dariku!" Kata Sehun sambil sedikit tertawa.
"Aish, kau ini! aku sudah bilang kan kalau dia itu Chanyeol, bukan sih kutu buku!" Ucap Luhan kesal sambil memukul lengan Sehun.
"Aw! iya iya maaf, aku akan memanggil dia Chanyeol! puas?" Ujar Sehun mengalah sambil mengelus lengannya yang terkena pukulan sayang dari Luhan.
"Iya baguslah, itu baru temanku!" Kata Luhan senang karena Sehun mengalah.
.
.
"Sayang, ayo waktunya makan malam! sekalian ajak Luhan juga!" Teriak sang eomma dari ruang makan.
"Kajja kita makan dulu, eommaku sudah menyiapkannya!" Ajak Sehun sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah ruang makan di ikuti Luhan yang berjalan di belakangnya.
"Maaf ya nak Lu, jika masakan bibi tidak seenak masakan eommamu! ayo silahkan di makan nak Lu!" Ucap sang eomma setelah Luhan dan Sehun sudah duduk di ruang makan.
"Ini enak kok bi, masakan bibi sama enaknya dengan masakan mamaku!" Puji Luhan setelah mencoba sedikit masakan bibi Oh.
"Masakan eommaku memang paling enak!" Ujar Sehun ikut memuji masakan eommanya.
"Kalian berdua ini, bisa saja memuji masakanku!" Kata sang eomma tersenyum.
.
.
.
.
.
.
(Malam hari di rumah keluarga Xiao)
.
.
"Lu-ge, kau habis dari mana saja hari ini?" Tanya Tao penasaran.
"Aku belajar bersama Sehun di rumahnya!" Jawab Luhan jujur.
"Jadi kau habis belajar bersama Sehun-ge di rumahnya, ge?" Ucap Lay antusias.
"Iya memangnya kenapa?" Ujar Luhan bingung karena sikap adiknya itu.
"Kau ngapain saja dengannya, ge?" Kata Tao kepo.
"Astaga, kau ini kenapa bertanya dengan pertanyaan bodoh Tao-ya! ya tentu saja aku belajar perlajaran yang akan di ujikan dalam ujian nanti! itu saja yang ku lakukan dengannya, tunggu dulu jangan-jangan kalian berpikir yang tidak-tidak ya?" Ucap Luhan curiga.
"Ah tidak-tidak kok, ge! kami hanya penasaran saja! lagi pula menurut kami kau dengan Sehun-ge sangat serasi kok!" Ujar Lay buru-buru menjelaskan.
"Iya ge, kau sangat serasi dengan Sehun-ge! kenapa kau tidak jadian saja dengannya? kau pernah cerita padaku kalau teman kelasmu yang bernama Sehun menyukaimukan? berarti yang kau maksud itu Sehun-ge kan, ge? kalau Sehun-ge menyukaimu, kenapa kau tidak mencoba untuk menyukainya juga ge?" Kata Tao memberi pendapat.
.
.
.
.
.
.
(Pagi hari di kelas 3A)
.
.
"Sial gegara omongan Lay dan Tao, aku jadi terus kepikiran! bahkan semalaman aku susah sekali buat tidur!" Batin Luhan sambil menidurkan kepalanya di meja dengan menggunakan tangannya sebagai bantalan.
"Pagi, Lu! kau terlihat lelah sekali, ada apa?" Sapa Sehun setelah duduk di bangkunya.
"Aku sulit tidur semalaman, makanya aku terlihat lelah sekarang!" Ucap Luhan jujur.
"Oh begitu, memangnya apa yang membuatmu sulit tidur semalaman?" Tanya Sehun penasaran.
"Aku memikirkan perkataan Lay dan Tao soal mempertimbangkan untuk mencoba menyukaimu!" Jawab Luhan keceplosan lalu menutup mulutnya setelah sadar apa yang di ucapkannya.
"Aigoo! kau bodoh sekali Xiao Luhan! kenapa kau mengatakan hal itu padanya!" Ujar Luhan dalam hati.
"Oh jadi karena itu, kau tak perlu memikirkannya kok! karena aku tak mau memaksamu untuk menyukaiku!" Kata Sehun sambil manatap ke arah Luhan yang sedang melihat ke arah depan kelas.
.
.
.
.
.
.
(Siang hari di kantin sekolah)
.
.
"Yeol, masakanmu enak!" Puji Luhan sambil mencicipi makanan milik Chanyeol.
"Terimakasih, Lu!" Ucap Chanyeol sambil tersenyum ke arah Luhan.
"Aku juga bisa masak makanan itu!" Ujar Sehun tak mau kalah.
"Kau? masak? kau tak salah bicara kan? orang sepertimu mana mungkin bisa memasak!" Ejek Luhan santai.
"Aku tak salah bicara kok! akan ku buktikan nanti, masakanku pasti jauh lebih enak dari pada masakan dia!" Kata Sehun sedikit kesal karena di ejek Luhan.
.
.
"Menyebalkan sekali, kenapa mereka jadi dekat sekali sih! aku benar-benar iri dengan namja itu, dengan mudahnya mendapatkan perhatian dari Sehun!" Batin Baekhyun dengan tampang kesalnya sambil melihat ke arah Sehun dan Luhan yang duduk bersama.
"Baek, kau kenapa? apa ada masalah?" Tanya Kyungsoo khawatir saat melihat wajah Baekhyun yang tak seperti biasa.
"Aku sedang kesal, melihat kedekatan Sehun dengan namja itu!" Jawab Baekhyun jujur.
"Kau harus sabar, Baek! lagi pula bukankah lebih baik jika kau mengikhlaskan orang yang kau cintai bersama dengan orang yang dia cintai, karena jika dia bahagia kau kan pastinya juga bahagia!" Ucap Kyungsoo menasehati Baekhyun.
"Kau tak perlu ikut campur! biar aku sediri saja yang akan menyelesaikan semuanya!" Ujar Baekhyun malas mendengar nasehat dari Kyungsoo.
"Ya sudahlah, terserah kau saja!" Kata Kyungsoo mengalah.
.
.
"Kai-ah, itu kenapa sih Sehun duduk di sana?" Tanya Chen bingung sambil menunjuk ke arah meja kantin yang di tempati Sehun, Luhan, dan Chanyeol.
"Sudahlah, Chen! biarkan saja, dia sedang dalam masa pendekatan dengan Luhan!" Jawab Kai menjelaskan.
"Jadi Sehun menyukai Luhan? wah, akhirnya dia mulai menyukai orang lain! biasanya kan dia yang di sukai orang lain!" Ucap Xiumin sedikit antusias.
"Ya begitulah, Xiu! berdoa saja agar mereka dapat saling suka!" Ujar Kai santai.
"Aigoo, aku kebelet nih! ke toilet dulu ya!" Kata Xiumin buru-buru sambil berjalan pergi menuju toilet sekolah.
.
.
"Kau mau kemana?" Tanya Sehun saat melihat Luhan beranjak dari duduknya.
"Aku mau ke toilet, kenapa? kau mau ikut?" Jawab Luhan asal.
"Haha ya jika boleh!" Ucap Sehun dengan cengiran khasnya.
"Dasar aneh!" Ujar Luhan sambil memukul pelan kepala Sehun lalu berjalan pergi menuju toilet sekolah.
"Aw, kenapa dia galak sekali sih!" Kata Sehun sambil mengelus kepalanya yang terkena pukulan sayang dari Luhan.
.
.
.
.
.
.
-T.B.C-
.
.
.
.
.
.
Thanks yang sudah membaca, menreview, menfauvorit, serta menfollow FF abal-abalan ini.
.
.
Next? Please review!
