Sumary : dia yang dilupakan dianggap sampah bahkan oleh keluarganya sendiri tidak dianggap dilecehkan dikucilkan itulah dia,dia diusir dari desanya Tapi tidak ada yg tau apa yang dia simpan,sebuah kekuatan gelap yang tidak pernah mati.
Arc-1-power of imortal drakness
Chapter 4
Sebelumnya
" sepertinya kau berlebihan Crows-sama." Kata Koneko dengan tampang datar menghampiri Crows.
" gomen-gomen soal nya aku binggung inggin mengeluarkan jurus yang mana untuk melawan anak ini." Crows berkata sambil tanggan mengaruk kepala belakang yang tidak gatal.
" oy gremory sesuai perjanjian aku ambil kembali Koneko dari mu." Crows langsung pergi membawa Koneko.
Terlihat seorang gadis yang sedang termenung dijendela melihat kearah langit.
" akhirnya aku menemukan mu."
Story begin
" Naruto-sama kenapa waktu itu anda menyamar untuk menggambil ku? " Kata Koneko yang sedang memakan cemilan diruang tamu rumah Naruto.
" oh itu, aku hanya tidak inggin ada yang menggetahui identitas ku yang sebenarnya, apa lagi disana ada adik kandungku." Naruto langsung duduk di sopa yang Koneko duduki.
" adik kandung? " Koneko menatap naruto dengan raut wajah binggung.
"Menma, dia adik kandung ku." Kata Naruto santai sambil menggambil cemilan.
" jadi Menma adik kandung Naruto-sama pantas kalian hanpir mirip, yang membedakan hanya rambut, mata, dan tanda lahir." Kata Koneko yang mengemut kembali permen yang menjadi cemilan nya itu.
" emnph, kalau diterangkan rambut aku ikut ke Tou-sama dan Menma ke Kaa-sama,untuk mata Menma menggikuti mata Tou-sama yaitu blue shaprine sedangkan aku menggikuti mata Kaa-sama yaitu violet kemerahan." Naruto menjelaskan kepada Koneko.
" kalau begitu kenapa Naruto-sama tidak tinggal dengan keluargamu? " Koneko yang tidak tau Naruto diusir oleh keluarga nya bertanya.
" untuk itu aku tidak bisa menjawab, aku tidak inggin menggigat itu kembali." Naruto langsung meninggalkan Koneko sendirian di sopa.
' seberapa buruk nya hidup mu dimasa lalu Naruto-sama ' Koneko jadi iba akan masa lalu Naruto sampai-sampai dia tidak mau menceritakan nya.
'TING TONG' suara bel rumah Naruto berbunyi.
" biar aku saja " kata naruto yang keluar dari dapur.
" ada perlu ap, Tsubaki-chan dari mana kau tau alamat ku." Naruto bertanya dengan tampang polos.
" untuk itu aku tau dari data-data di sekolah." Balas Tsubaki.
" kalau begitu mau apa kau kemari? " Naruto bertanya lagi dengan polos dan membiarkan tamu nya berada diluar.
" boleh kah aku masuk, aku lelah berdiri terus." Akhir nya sebuar penggakuan yang dapat melepaskan Naruto dari sifat nya yang terlalu polos atau pura-pura polos itu.
" ah gomen, aku lupa karna heran kenapa kau bisa kemari." Dengan itu naruto membuka pintu untuk Tsubaki masuk.
" apa kau tinggal sendirian Naruto-kun? " dengan kata-kata itu Naruto baru inggat kalau dirumah nya ada Koneko dia masih belum mau identitasnya terbongkar.
' apa yang harus aku katakan aku tidak mungkin bilang kalau aku tinggal dengan Koneko.' Ucap batin Naruto.
" ah iya aku tinggal sendiri." Naruto gugup takut kalau dia ketahuan tinggal dengan Koneko.
" bolem aku pinjam kamar mandi nya sebentar Naruto-kun." Kata Tsubaki yang inggin buang air.
' ini kesempatan, aku bisa mencari Koneko dan menyuruhnya sembunyi sampai Tsubaki pergi.' Pikir Naruto yang dapat ide untuk menyuruh Koneko sembunyi.
" silahkan saja, letak kamar mandinya ada di dekat dapur. " Tsubaki yang sudah dapat persetujuan dari Naruto langsung pergi.
Naruto tidak tau dia sudah membuat kesalahan karna menbiarkan Tsubaki pergi ke kamar mandi, dia tidak tau kalau Koneko ada di dapur sedang mencari makanan.
" NARUTO-KUN! "
Sebuah teriakan yang berasal dari arah dapur yang manalain itu adalah Tsubaki yang sedang menuju kamar mandi, dia melihat Koneko sedang makan puding di dapur tempat yang harus dilewati sebelum kekamar mandi kamar mandi.
Naruto langsung melesat menuju daput untuk melihat apa yang terjadi, sayang nya kejadian yang tidak Naruto inginkan terjadi.
Terlihat Tsubaki didapur sedang bersila tanggan dibawah dada nya, dari raut wajah nya Naruto dapat tau kalau dia sedang marah, aura demonic terlihat disekitar Tsubaki yang sedang marah.
" Naruto-kun jelas kan kenapa Koneko-san bisa berada dirumah mu." Kata Tsubaki dengan aura demonic yang terus berkibar sambil menunjuk Koneko.
" a,aku bisa menjelaskan nya." Naruto tau dia sedang terancam dan dia tau dia harus pilis aman dengan menjelaskan nya pada Tsubaki.
" kalau begitu jelaskan." Kata Tsubaki dengan aura demonic yang masih besar.
" sebenarnya Koneko adalah teman ku sejak dulu dan dia bisa disini karna Nii-san ku yang membawanya kemari." Naruto takut kalau Tsubaki tidak akan percaya dengan alasan nya.
" jadi Crows adalah kakak mu." Tsubaki kaget dengan alasan Naruto.
" itu benar Crows-sama adalah kakak dari Naruto-sama." Kata Koneko yang sudah menghabiskan puding nya.
" sudah aku bilang jangan panggil aku dengan emblem-emblem sama. " kata Naruto pada Koneko untuk tidak memanggilnya dengan suffik sama menurutnya itu terlalu formal untuk teman nya.
" maaf itu tidak bisa Naruto-sama akan selalu jadi tuan ku." Koneko berucap dengan datar dan langsung pergi mengambil puding lagi.
" ah sudah larut malam, Naruto-kun aku kemarih hanya inggin memberimu buku perajaran dan aku juga harus segera pulang."kata Tsubaki sambil menyerahkan buku paket pelajaran yang bejumlah enam buah itu.
" kau mau aku antar pulang tidak? "tawar Naruto untuk menggantar tsubaki pulang.
" ah, tidak usah aku bisa pulang sendiri kok." Tolakan Tsubaki dengan sopan.
" kau yakin? " Naruto yang takut Tsubaki kenapa napa sekali lagi bertanya.
" emnph, sampai bertemu besok disekolah." Anggukan Tsubaki menjawab pertanyaan Naruto yang ingin menggantar Tsubaki pulang.
" apa boleh buat." Naruto akhirnya menyerah karna keteguhan hati Tsubaki.
" Oyasuminasai "
SKIP pagi hari
Terlihat dua orang berbeda gendre berbagi tenpat tidur besama.
' KRING...' suara jam alaram dipagi hari itu membangunkan dua orang itu.
" Koneko-chan bagun waktu nya sekolah." Kata Naruto yang baru bangun tidur sambil memeluk Koneko itu.
" enghh Ohayou Naruto-sama." Kata Koneko yang baru banggun tidur, Koneko yang sedang duduk dengan posisi kaki membentuk hurup W dengan tanggan menggusap mata menjadii pemandanggan sendiri untuk Naruto.
" kau mandi duluan ya, biar aku yang menyiyapkan makanan." Koneko langsung pergi kekamar mandi duluan, sedangkan Naruto pergi kedapur menyiyapkan sarapan untuk mereka.
Selang beberapa saat Koneko turun dari tangga dengan seragam kouh akademi milik nya.
" apa sarapannya sudah siap Naruto-sama? " tanya Koneko yang baru selesai mandi.
" hai, tapi tunggu aku inggin bersiap dulu." Naruto pergi kekamar nya untuk siap-siap pergi kesekolah.
Setelah selesai siap-siap dan sarapan akhirnya Koneko dan Naruto berangkat bersama kesekolah,sesampainya disekolah terdengar beberapa teriakan gaje dari fans Naruto.
'Kyaa... Koneko beruntung sekali bisa berangkat bersama Naruto-kun.'
'Koneko dan Naruto-kun serasi sekali.'
Sebelum memasuki gedung Naruto sudah dihadang oleh Rias dan Sona serta ratu mereka yang manalai adalah Akeno dan Tsubaki.
" bisa kau jelaskan ini Uchiha-kun? " Sona memulai percakapan lebih dulu.
" jelaskan apa? " Naruto pura-pura tidak tau apa yang dimaksud Sona.
" Kau kenapa bisa bersama Koneko? " kata Rias dengan nada sedikit tinggi.
" oh kalau itu kenapa tidak tanya Tsubaki-chan." Naruto membalas Rias enteng.
" Tsubaki bisa kau jelaskan ini? " Tsubaki yang terdesak langsung menjelaskan.
" i-itu sebenarnya Naruto-kun adalah tuan Koneko yang asli sedangkan Crows-san adalah kakak Naruto-kun, dan untuk kenapa Koneko bisa bersama Naruto-kun Koneko-san sekarang tinggal dengan Naruto-kun." Tsubaki akhir nya membuat semuanya melihat kedia.
" kenapa kau tidak memberitahuku dari tadi." Ucapan Sona agak tajam pada Tsubaki.
" sebenarnya aku juga baru menggetauinya kemarin." Kata Tsubaki yang membela dirinya.
" baiklah kalau begitu aku akan pergi kekelas karna sepertinya pelajaran akan segera dimulai." Naruto langsung pergi kekelas meningalkan empat orang itu.
" sebaiknya kita juga kembali kekelas, kita lanjutkan mengintrogasinya setelah pulang sekolah, Tsubaki ayo." Sona juga langsung pergi kekelas nya dengan Tsubaki.
" sepertinya kita juga harus pergi Akeno."
Skip jam istirahat
Terlihat Naruto diam sendirian diatap sekolah sedang berbaring sambil melihat langit, Naruto inggat saat dia kecil bersama shinsui saat itu dia senang, gembira, dan merasa nyaman semua itu perasaan yang tidak Naruto dapat dari keluarganya.
" aku harap kau senang disana Nii-san. " sebuah air mata turun dari pelupuk mata Naruto saat dia mengingat kakak angkatnya itu.
" jadi kau Uchiha Naruto." Kata seseorang berambut merah crimos.
" siapa kau? " Naruto mulai siaga.
" nama ku Sirzech Gremory."
" Gremory berarti kau kakak Rias kan dan untuk apa kau menemui ku? " tanya Naruto yang masih siaga kalau kalau dia musuh.
" aku dengar kau memiliki kakak yang sanggat kuat, tapi aku tau kau bohong, sebenarnya kau tidak memiliki kakak kan, aku tau kau hidup sendiri dan kau membuat sandiwara agar kekuatan mu tidak diketahui orang lain." Sirzech mendekati Naruto.
" dari mana kau tau itu? " Naruto tidak percaya ada orang yang menggetahui rahasia nya.
" kau memang hebat dalam hal menyembunyikan aura, tapi kau masih terlalu cepat untuk bisa menkecohku, aku bisa menyimpan rahasiamu itu asalkan kau mau melakukan sesuatu untuk ku."
" baiklah apa yang kau ingin kan? "
" aku ingin kau membatalkan pertunangan adik ku, dan aku akan memberimu uang yang banyak dan rahasia mu akan tetap aman." Kata Sirzech sambil menyerah kan koper berisi uang.
" baiklah aku terima ini, kapan pertunangan itu dimulai."
" besok kau harus datang dengan ini." Sirzech langsung menyerahkan kertas teleportasi pada Naruto.
Skip time Waktu pertunanggan
" selamat datang di upacara pertunangan anatara ahli waris clan Gremory dan Phenex, saya Raiser Phenex akan bertunangan dengan Rias Gremory."
Terlihat banyak iblis yang hadir diacara pertunangan ini temasuk Lord Phenex dan Gremory sedang membicarakan sesuatu
" apa kah kau tau cara menyadarkan anak ku dari kesombongan nya Lrod Gremory." Lord Phenex meminta kepada Lord Gremory untuk membantu menyadarkan anak nya.
" tenang saja Lord Phenex anakku Sirzech sudah menemukan orang yang pas untuk itu." Lord Gremory mencoba memberitahu bahwa Sirzech telah menemukan orang yang dicarinnya untuk bisa meyakinkan anak nya.
" baiklah semoga saja ini berhasil."
Sementara dipanggung terlihat Raiser yang sedang tesenyum sombong.
" tunggu Raiser sebelum kau mengambil imoutoku kau harus bisa menggalahkan orang yang aku pilih, kau harus melawanya satu lawan satu" Sirzech berdiri dari kursinya dan menunjuk Raiser.
" baiklah akan aku kalah kan orang pilihanmu itu Lucifer-sama." Raiser berucap denga sombong dan tidak tau apa resikonya, sementara Sirzech hanya tersenyum.
Dengan pilihat Raiser Sirzeh langsung memangil seseorang dengan lingkaran sihir.
" jadi ini tempat pertunangan nya, jadi siapa yang akan aku lawan." kata seseorang dengan topeng polos yang kita ketahui ia Naruto atau Crows
" Lucifer-sama apa kau meledek ku dengan mengirim seorang manusia melawan ku." Raiser menunjuk Crows dengan senyum sombong diwajah nya.
" dia ya? " tanya Crows pada Sirzech dan hanya dibalas anggukan
" Grayfia pindahkan mereka kearena."
" hai."
Terlihat diarena Crows dan Raiser saling tatap, wajah Raiser menunjukan kesombongan sedangkan Crows masih terlihat tenang bahkan saringgan nya belum aktif.
" kau akan aku kalahkan dalam lima menit manusia."
" hn, kalau begitu buktikan."
Raiser langsung melesat kearah Crows dengan tinjuan berbalut api, Crows yang melihat serangan tidak bergerak
' Buaghh' tinju api milik Raiser ditahan hanya dengan tangan kosong.
" hanya segitukah kemampuan mu, menyedihkan." tangan kanan Crows yang bebas mengambil kunai yang ada disaku belakang kantong senjata nya dan mencoba menusuk Raiser.
Raiser yang kesusahan menarik kembali lengan nya harus pasrah menerima tusukan itu.
' clebb ' kunai itu berhasil mengenai perut Raiser.
" sepertinya sudah." Crows yang melihat Raiser yang tergeletang menyangkan pertandingan sudah selesai.
Baru beberapa langkah Crows ingin meninggalkan area pertarungan
" kau mau pergi kemana Huh." Raiser bangkitlagi dengan luka diperutnya yang sudah hilang.
' fire ball ' bola api besar Raiser lempar menuju Crows.
' shadows haze' pilar api hitam ke unguan muncul melindungi Crows dari serangan bola api Raiser.
" a-apa itu " seluruh penonton terkejut karna munculnya sebuah pilar dari api hitam ke unguan yang menculang tinggi.
" sekarang giliranku." Semua orang langsung melihat Crows, mereka ingin melihat apa lagi kemampuan dari Crows.
' amaterasu : goukakyu no jutsu ' semburan api hitam berskala besar keluar dari mulut Crows.
Raiser yang belum siap harus menerima serangan tersebut.
" arrgghhh api panas apa ini? " Raiser kesakitan akibat terkena serangan api hitam dari Crows.
" itu api hitam milik ku, kalau kau orang biasa kau akan langsung hangus, tapi nyantanya kau iblis jadi rasakan api itu menyiksamu selama tujuh hari tujuh malam."
Crows meninggalkan Raiser yang kesakitan dan melihat kelangit.
" umumkan pemenang nya."
" pemenang dari pertandingan ini Crows." Grayfia langsung menarik Raiser dan Crows keluar arena.
" medis " medis langsung datang setelah melihat Raiser dikeluarkan dari arena.
" percuma api itu tidak akan padam." Kata Crows dengan datar dan meninggalkan Raiser yang sedang kesakitan.
Sebelum Crows pergi dia menghampiri Koneko.
" Crows-sama anda memang hebat " Koneko berucap dengan datar.
" arigatou, kemarilah ayo kita pulang."
TBC
Maaf ya lama soal nya saya susah mikir buat kedepan nya takut ancur nih ffn
Shadows haze = adalah kekuatan api hitam phantom hannibal yang selalu menggikuti mebelum menjadi pilar api yang besar
Untuk profil Naruto
Nama – Naruto Uchiha
Sejata – katana cakra (milik shinsui), black hermit ( cari di google)
Kekuatan – api hitam, penggendali bayangan, dan sharinggan
Penampilan – pakaian hitam dengan simbol clan uchiha dibelakang, celana jens biru panjang, sepatu pants dengan garis garis ungu .
Sekian dari uchiha rei nara
