Kuroko no Gakuen

Kuroko no Basuke merupakan milik Tadatoshi Fujimaki Sensei.

Author hanya menggunakan karakter yang dibuatnya sebagai bahan berimajinasi.

Pairing AkaKuro, Shonen Ai (jangan dibaca kalau tidak terbiasa), multichapter, cerita sedikit bertele-tele jadinya panjang, OOC

Chapter pertama sudah direvisi

/Ini Fanfiction pertama newbie author jadi mohon bantuannya./

'…..' Pikiran karakter

"….." Pembicaraan karakter

/…../ Pesan penulis


Chapter 2: Identitas Sebenarnya

(Seminggu Kemudian)

Sejak pertemuannya yang pertama, Kuroko kembali bertemu dengan Kepala Strawberry sebanyak dua kali. Pertama, saat sedang mencuci tangannya di toilet. Tiba-tiba Kepala Strawberry keluar dari bilik WC yang ada di belakangnya. Ia memberi salam kepada Kuroko dan mengatakan kalau sapu tangan yang dimilikinya memiliki warna yang serasi dengan rambutnya. Kedua, saat sedang membuang sampah di tempat pembakaran, tiba-tiba Kepala Strawberry muncul dengan membawa tempat sampah. Ia mengatakan kalau dirinya diminta untuk membuang sampah yang ada di Laboratorium Biologi. Setelah itu, Kepala Strawberry mempersilahkan dirinya dan berjalan kedalam gedung. Pertemuan dengannya hanya berjalan dengan singkat dan sampai saat ini Kuroko belum menanyakan namanya.

Setelah pertemuannya yang ketiga dengan Kepala Strawberry, Kuroko menjadi lebih sering melihatnya. Di lorong kelas, di kantin, saat pelajaran olahraga, saat pelajaran di kelas, dan di perpustakaan.

"Apakah buku yang kau baca itu menarik, Tetsuya?"

'Eeeeh! Kepala Strawberry lagi! Dan di situasi yang sama. Lalu, Tetsuya? Memangnya Aku pernah mengenalkan diri? Ia juga langsung memanggilku Tetsuya?'

Dengan hati yang sedikit terkejut Kuroko tetap menjawab dengan tenang. "Menarik. Aku sama sekali tidak bisa menebak jalan ceritanya. Selain itu, tiba-tiba muncul tokoh tidak terduga yang awalnya sudah meninggal. Tokoh utama yang terlihat tidak bisa bangkit lagi ternyata akhirnya bisa bangkit lagi. Jadi, ini sangat tidak terduga."

"Hm, ini kata-kata terpanjang yang pernah kau ucapkan padaku."

"Kau juga tidak pernah mengatakan banyak hal…. Um, maaf tapi Aku belum mengetahui namamu."

Kepala Strawberry ternyata merasa sedikit terkejut setelah mendengar perkataan Kuroko. "Kau benar-benar tidak mengenalku Tetsuya?"

"Aku tidak mengenalmu. Dan lagi, kenapa kau memanggilku Tetsuya?"

"Karena Aku ingin dekat denganmu Tetsuya. Selain itu, Aku ini absolute dan tingkatanku lebih tinggi darimu. Jadi Aku boleh memanggilmu sesukaku bahkan nama pertamamu."

'Hm, rasanya aku pernah mendengar sesuatu mengenai ini tapi kapan ya? Dan lagi Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakannya.'

Kepala Strawberry lalu sedikit tersenyum. "Jadi kau benar-benar tidak mengenalku. Baiklah, bagaimana kalau kau sedikit bermain? Kalau kau berhasil mengetahui siapa diriku, Aku akan mentraktirmu makanan dan buku apa saja yang kau inginkan."

'Ia benar-benar aneh. Apa untungnya kalau Aku mengenalnya. Bukannya ini cuma keuntungan sepihak. Tapi tidak ada salahnya mencoba. Aku merasa kalau Ia akan terus menemuiku dan Aku tidak mau terus terkejut oleh kehadirannya.'

"Baiklah, Aku ikut bermain Kepala Strawberry."

"Siapa kepala strawberry?"

"Kau. Itu sebutanmu karena Aku tidak tahu namamu."

"Ganti nama itu dengan sebutan lain." Ini adalah perintah pertama yang keluar dari Kepala Strawberry.

"Aku tidak mau mencari nama lain. Kalaupun dicari, Aku sudah terbiasa dengan sebutan tersebut. Selain itu kalau Aku berhasil, Aku akan segera menggantinya."

"Apa Kau tidak bisa memikirkan nama yang lebih berkharisma?"

"Bagiku kau seperti hantu yang suka muncul tiba-tiba dan bisa ada dimana saja. Sebutan itu muncul pertama kali di kepalaku karena melihat warna rambutmu. Maaf, Aku tidak bisa memikirkan nama yang lain."

"…"

'Sepertinya Ia setuju.'

"Aku punya urusan lain yang harus diurus sekarang jadi Aku pergi duluan. Selamat bermain, Tetsuya."

'Ia tersenyum.'

oOo

Kuroko Tetsuya memandangi buku yang sedang Ia baca. Ia terduduk dengan tenang di belakang meja belajar yang biasa digunakannya. Tiga hari sudah berlalu semenjak Kuroko bersedia ikut bermain dengan Kepala Strawberry.

'Huh! Aku tidak bisa berkonsentrasi penuh. Aku harus memikirkannya lebih dulu sebelum lanjut membaca. Yang kudapat setelah berpikir selama dua hari ini adalah Kepala Strawberry itu mirip denganku. Ia suka muncul tiba-tiba dan pasti membuatku terkejut. Mungkin ini apa yang sering dirasakan oleh orang disekitarku. Maaf, hal itu natural bagiku.'

'Satu kemungkinan lagi adalah dia adalah hantu perpustakaan yang sedang jadi rumor. Tapi dia terasa begitu nyata. Memang terkadang Ia memberikan aura yang menakutkan dan Aku selalu sendiri saat berbicara dengannya sehingga tidak bisa memastikannya dengan orang lain. Jadi, Aku perlu mengikutinya tapi bagaimana Aku tahu Ia ada dimana. Ah, dia bisa muncul dimana saja. Aku hanya perlu mengikutinya setelah Ia muncul di hadapanku. Akan kutunjukan padanya kalau Aku juga bisa membuatnya terkejut.'

oOo

Saat itu adalah waktu jam pelajaran kelima. Kuroko izin kepada guru dan pergi menuju toilet. Saat Ia keluar dari toilet, terlihat olehnya dari jendela, Kepala Strawberry sedang berjalan di sisi lain gedung tersebut. Tanpa pikir panjang, Kuroko segera menuju ke tempat tersebut. Ia memelankan langkahnya saat sampai di sisi seberang.

'Hm, dia sudah tidak ada disini.'

Kuroko terus berjalan menuju tangga. Dilihatnya sekilas warna merah sedang menaiki tangga.

'Itu pasti dia.'

Kuroko berjalan menaiki tangga dengan hati-hati. Ia tidak mau ketahuan dan dikira stalker. Kepala Strawberry menuju lantai tiga lalu berjalan menyebrangi jembatan menuju ke gedung utara. Kuroko menunggu Kepala Strawberry sampai memasuki gedung dan pandangannya menghilang dari jendela. Lalu Ia berjalan dengan cepat sambil membungkukan badan.

'Tadi dia menuju arah ini.'

Kepala Strawberry terlihat berjalan menuruni tangga. Kuroko terus mengikutinya dengan tenang.

'Apa yang dilakukannya di gedung ini saat jam pelajaran? Apa kelasnya sedang belajar di luar kelas?'

Gedung utara didominasi oleh ruang laboratorium, ruang kesenian, ruang club, kantin, dan ruangan lain yang dibutuhkan untuk pelajaran di luar kelas. Kepala Strawberry terlihat memasuki toilet yang ada di lantai dua. Kuroko lalu berhenti dan menunggu sampai Ia keluar.

'Dia pergi ke toilet di gedung seberang? Apa dia punya kebiasaan tertentu? Tapi waktu itu Aku menggunakan toilet yang ada di gedung selatan.'

Kepala Strawberry keluar dari toilet dan berjalan menuju tangga. Ia terus berjalan ke ujung dan masuk ke ruangan paling ujung dengan kunci yang ada di saku celananya. Kuroko langsung berhenti dan bersembunyi.

'Kepala Strawberry bisa saja tiba-tiba keluar. Aku tidak boleh bersembunyi di dekat sana. Itu ruangan apa ya? Dan apa yang dilakukannya di sana?'

Dua menit kemudian, Kepala Strawberry keluar dan mengunci pintunya. Ia berjalan dan menuruni tangga ke lantai satu. Kuroko berjalan ke ruangan yang ada di ujung. Di depan pintunya tertulis 'Club Shogi'.

'Dia anggota Club Shogi? Dia mungkin memang anggotanya. Dia punya kunci ruangan ini. Ok! Kepala Strawberry bukan hantu. Hantu tidak butuh kunci untuk masuk.'

Kepala Strawberry terus berjalan dan melewati lorong yang menghubungi gedung selatan dan utara, kemudian sampai di pintu masuk gedung selatan dimana loker sepatu berada. Kepala Strawberry berjalan kesalah satu loker dan mengganti sepatunya dengan sepatu luar. Kuroko menunggu Kepala Strawberry berjalan keluar lalu segera menuju ke bagian loker sepatu yang sama. Kuroko memeriksa beberapa loker yang dicurigainya. Ia akhirnya menemukan loker yang dicari dan melihat nama yang tertera.

"Eh?"

'Ini milik Midorima Shintaro. Huh! Aku tahu Midorima-kun seperti apa dan itu bukan dia.'

'…'

'…'

'Aaaah! Dia pasti menukar sepatunya! Ia memasukan sepatu dalamnya di loker Midorima-kun dan meletakkan milik Midorima-kun di lokernya.'

'Kalau begitu sia-sia saja Aku memeriksanya.'

/ Maaf, penulis tidak tahu bagaimana pengaturan letak loker di Jepang. Jadi mohon dimaklumi jika ada yang merasa aneh. /

Kuroko segera menuju lokernya dan berganti dengan sepatu luar lalu berjalan keluar. Ia berjalan keluar dengan tenang dan hati-hati karena tidak mengetahui posisi dari targetnya. Kuroko berjalan menuju lapangan sepak bola. Saat itu sedang dilakukan pelajaran olahraga untuk kelas tiga. Kepala Strawberry terlihat berjalan menuju gymnasium yang tidak sedang dipakai. Kuroko segera mempercepat langkahnya dan mengikuti. Kuroko sampai di pintu gymnasium dan mengintip kedalam.

'Apa yang ingin dilakukannya dengan bola basket itu?'

Kepala Strawberry berdiri di depan ring dengan bola basket ditangannya, Ia memandangi ring di depannya dan tersenyum. Kemudian Ia memantulkan bola tersebut dua kali ke bawah dan menembak ke ring.

'Hm, tembakannya bagus. Ia tidak melompat dan bola masuk dengan mulus tanpa memantul dan menyentuh ring.'

Kepala Strawberry menembakan bola sebanyak lima kali. Semuanya masuk dengan mulus. Tembakan yang terakhir bernilai tiga angka. Ia selalu menguubah posisinya tiap tembakan.

'Wow, sepertinya dia jago basket. Dia bisa menembak dari posisi manapun dan bisa mencetak 3 angka. Ah! Dia berjalan ke tempat bola.'

Kuroko segera menjauh dari pintu dan bersembunyi semak – semak terdekat. Ia takut terlihat jika terus mengintip. Kuroko menunggu dengan sabar sampai targetnya keluar. Kepala Strawberry keluar dari gymnasium dan segera berjalan cepat menuju gedung selatan.

'Apa lagi yang ingin dilakukannya sekarang?'

Kuroko tetap mengikutinya dengan hati-hati. Saat sampai di pintu masuk, Kepala Strawberry sudah mengganti sepatunya dengan sepatu dalam. Ia lalu pergi menuju tangga. Kuroko masuk dan mengganti sepatunya kemudian pergi ke arah yang sama dengan Kepala Strawberry. Kepala Strawberry naik ke lantai dua dan menuju ke salah satu ruangan.

'Itu ruangan OSIS. Kenapa Ia berkeliling kemana – mana dan suka masuk ke suatu ruangan? Pantas saja dia bisa muncul dimana saja.'

Tiga menit kemudian Kepala Strawberry keluar dan berjalan menuju tangga. Kuroko menunggu sampai Kepala Strawberry menghilang di balik dinding. Kuroko mulai beranjak dan memeriksa tangga tapi Ia tidak bisa menemukan si target.

'Ia pergi ke atas atau ke bawah?'

Kuroko sama sekali tidak bisa meilhat ada tanda – tanda Kepala Strawberry. Ia naik ke atas karena mengira Kepala Strawberry mungkin kembali ke kelasnya tapi Ia tidak terlihat. Ia coba turun ke bawah untuk mencari tapi juga tidak ketemu. Ia juga memeriksa toilet tapi tidak ada. Kuroko naik ke atap dan Ia juga tidak menemukannya.

'Apa Ia berjalan – jalan di gedung utara lagi? Hah… Sekarang sudah hampir waktu istirahat. Aku akan menunggu disini saja.'

'Apa yang dilakukannya hari ini? Berkeliling kemana-mana. Ia berhenti di beberapa tempat tapi tidak lama.'

'…'

'Atau Ia sudah tahu kalau dirinya diikuti makanya Ia bermain-main. Haaah… kenapa dirinya baru sadar sekarang?'

Kuroko merasa depresi dengan apa saja yang baru dipikirkannya. Ia memutuskan untuk bertanya kepada teman-temannya mengenai Kepala Strawberry.

oOo

(Dua hari kemudian)

Saat itu adalah waktu istirahat. Kuroko dan Rainbow Head pergi ke atap untuk makan disana. Mereka membuka bekalnya masing-masing dan mulai makan.

"Mmm~ Aku lapar sekali. Sehabis ini Aku harus makan snack."

"Kau harus menyiapkan makanan yang sehat untuk cemilan, Murasakibara. Kau terlalu banyak makan snack dan junk food nanodayo." Midorima menaikan kacamatanya yang turun.

"Tapi, Aku suka itu Mido-chin~ Kalau kau mau, kau boleh mencobanya." Murasakibara lalu menawarkan salah satu Maiubo yang dibawanya.

"Tidak perlu. Aku tidak mau kesehatanku turun nanodayo."

Aomine lalu melihat kesempatan. "Kalau dia tidak mau, Aku mau Murasakibara."

"Ehh~ Tidak mau. Mine-chin selalu mengambil terlalu banyak."

"Kau juga selalu mengambil bekal Kagami-cchi –ssu." Tentu saja Kise Ryota juga tidak mau ketinggalan obrolan.

"Kau masih punya bekal dariku Aomine-kun! Jangan ambil punya Mukkun." Momoi menunjukan bekal yang ada di belakangnya.

"Aku tidak mau! Bekalmu masih berbahaya. Padahal kau sudah diajari oleh 'istri terbaik', tapi masih saja seperti itu."

"Apa maksudmu, Ahomine! Kita sudah pernah membahasnya, jangan bahas lagi." Kata-kata istri terbaik ternyata sudah menjadi umpan bagi Kagami.

"Kau harus senang Kagami! Orang yang mengatakan itu adalah laki-laki terbaik bagimu." Aomine tertawa dalam hati karena pancingannya sudah berhasil.

"Sejak kapan Kau jadi yang terbaik Aomine! Kau cuma laki-laki bodoh."

"Yang bisa mengalahkanku adalah diriku sendiri! Kau tidak pernah menang melawanku Bakagami."

"Itu hanya dalam basket. Aku pasti akan mengalahkanmu!"

"Aku juga mau ikut –ssu! Aku juga akan mengalahkan Aomine-cchi." Ternyata Kise juga ikut terpancing oleh Aomine.

"Tidak ada yang mau menjadi rivalmu kalau kau selalu berisik Kise." Tetapi Midorima berhasil memutuskan tali pancingnya.

"Kau jahat Midorima-cchi!"

"Kise-kun, Aku ingin bertanya sesuatu padamu."

"Whoah! Sejak kapan kau ada disampingku –ssu!" Kise melonjak kaget dari tempat duduknya karena mendengar suara halus dari tempat yang semula tidak Ia perhatikan sebelumnya.

Kuroko merasa bosan dengan reaksi Kise sehingga Ia menjawabnya dengan nada yang sangat datar. "Sejak tadi, Kise-kun."

"Ada apa Kuroko-cchi?"

"Kise-kun, apa kau pernah melihat murid berambut merah selain Kagami-kun? Dia sepertinya juga murid kelas satu."

"Merah? Tentu saja. Akashi-cchi juga berwarna merah."

"Akashi-cchi?"

"Akashi Seijuurou. Kita pernah cerita denganmu, Kuroko-cchi."

'Akashi? Oh, Aku ingat. Ia adalah murid yang terkenal itu. Wakil ketua tim basket yang arogan tapi dapat diandalkan. Ia juga sering disebut absolute dan sempurna.'

"Ada apa dengan Akashi-cchi –ssu?"

"Apa hanya dia yang memiliki rambut merah selain Kagami-kun?"

"Kalau yang kau tanya itu murid kelas satu berarti iya –ssu."

"Oh, begitu."

Aomine merasa tertarik dengan pembicaraan tentang Akashi yang keluar dari mulut Kuroko. Dirinya tahu kalau Kuroko belum berkenalan dengan Akashi. "Kau sebaiknya jangan dekat-dekat dengan Akashi, Tetsu. Ia terkadang suka kejam dan kau tidak tahu apa yang dipikirkannya. Bakagami pernah diserang gunting olehnya."

"Ia memang seram tapi sepertinya tidak jahat desu. Kau bisa bertanya dengan Midorima, Kuroko. Dia sekelas dengannya dan suka main Shogi bareng." Kagami kembali bernostalgia mengenai gunting dan dirinya.

"Midorima-kun, apakah Akashi-kun juga bergabung dengan Club Shogi?"

"Tidak, Ia hanya terkadang suka bermain dengan beberapa anggotanya. Di luar hal itu, menurut ramalan Oha-Asa hari ini Aquarius memiliki lucky item berupa bidak Shogi dan menduduki peringkat ke-3. Kau bisa meminjamnya dari club Shogi." Midorima merasa beruntung karena dirinya mempunyai kesempatan untuk membagikan pengetahuan Oha-Asa kepada kaum awam.

'Hm, Basket… Midorima-kun… Shogi… Kalau tidak salah, dia juga anggota OSIS kan. Kurasa Ia memang Akashi Seijuurou. Tapi…'

"Apa Akashi-kun suka muncul tiba-tiba dimanapun?"

"Kau yang suka muncul tiba-tiba Kuroko. Dia tidak punya keberadaan yang tipis sepertimu, dia cuma sekali-kali membuatmu terkejut." Sebagai orang yang berpengalaman dengan Kuroko, Kagami memberikan penjelasan singkat.

'Hm, mungkin sudah waktunya Aku bertemu dengan Akashi-kun.'

oOo

Mereka bertujuh terus melanjutkan obrolannya setelah makan siang.

"Midorima, lucky item untuk Virgo hari ini apa?" Aomine merencanakan sesuatu di kepalanya.

"Hari ini Virgo memiliki miniature patung Liberty nanodayo."

"Oi, Kagami! Di rumahmu pasti ada miniature patung Liberty, kan?"

Dengan perasaan curiga, Kagami menjawab pertanyaan Aomine. "Ada, kenapa kau bisa tahu?"

"Ok, hari ini Aku main ke rumahmu, Bakagami."

"Mau apa Kau ke rumahku?"

"Aku juga mau ikut Kagami-cchi!"

"Jangan Kise! Hari ini peruntungan Gemini tidak baik jika bersama dengan Leo." Midorima merasa cukup puas karena hari ini pengetahuan Oha-Asa bisa disuarakan.

"Benar, hari ini Aku cuma mau bermain dengan Kagami."

"Kalau begitu Aku mau main ke rumah Kuroko-cchi."

"Aku juga mau ikut, Tetsu-kun!" Tentu saja Momoi juga mau ikut. Momoi sudah berhasil ditaklukan oleh Kuroko walaupun Kuroko tidak pernah berniat untuk melakukannya.

"Aku tidak mau bermain denganmu Kise-kun. Kau mengganggu ketenanganku."

"Jahat -ssu! Kenapa tidak ada yang mau main denganku."

"Kise-chin!~ Hari ini kau bisa menemaniku membeli Maiubo rasa baru kalau kau mau.~"

"Aku tidak mau bermain ke konbini terus Murasakibara-cchi."

Kise menutupnya dengan menangis.

.

.

.


Chapter pertama sudah direvisi. Ternyata banyak kata-kata yang berubah jadi aneh dan typo.

*Maaf, ceritanya panjang dan ada yang kurang penting.

*Lagi-lagi di chapter ini kurang romancenya tapi di chapter selanjutnya pasti ada, bukan, tapi harus ada. Jika ada typo, bisa langsung beritahu.

*Jangan lupa reviewnya, saran & kritik pasti diterima

*Waktu update selanjutnya belum ditentukan