Kuroko no Gakuen
Kuroko no Basuke merupakan milik Tadatoshi Fujimaki Sensei.
Author hanya menggunakan karakter yang dibuatnya sebagai bahan berimajinasi.
Pairing AkaKuro, Shonen Ai (jangan dibaca kalau tidak terbiasa), multichapter, cerita sedikit bertele-tele jadinya panjang, OOC
/Ini Fanfiction pertama newbie author jadi mohon bantuannya./
'…..' Pikiran karakter
"….." Pembicaraan karakter
Chapter 3 : Rencana Selanjutnya
Sehabis pulang sekolah Kuroko Tetsuya menghabiskan waktunya di perpustakaan. Kagami mengatakan padanya kalau latihan hari ini akan selesai lebih cepat sehingga mereka bisa pulang bersama sehabis itu. Setelah perpustakaan tutup, Kuroko bergerak menuju bagian loker sepatu.
"Selamat sore Tetsuya!"
'Aku mengenal suara ini. Suara Kepala Strawberry alias Akashi Seijuurou.'
Kuroko membalikan tubuhnya dan menyapa Akashi. "Selamat sore juga Akashi-kun!"
"Ooh, kau sudah tahu siapa namaku. Tapi apakah kau sudah mengenalku lebih jauh?"
"Aku hanya mendengar apa yang dikatakan temanku mengenai dirimu."
"Kenapa lama sekali Tetsuya? Tempo hari Aku sudah memberikanmu banyak bantuan." Akashi mengerutkan keningnya sebagai tanda ketidakpuasan.
"Jadi Akashi-kun memang bermain-main denganku tempo hari. Tolong jangan lakukan itu lagi."
"Aku hanya senang mendapatkan perhatian Tetsuya. Bagaimana kalau kita menuju ke tempat lain untuk membicarakan ini?" Tidak puas tapi tetap senang. Status di media sosial untuk Akashi hari ini.
'Apakah itu perlu? Disini juga tidak apa-apa.'
[Read The Mind turn on]"Aku tidak ingin ada yang mengganggu kita, Tetsuya."
'Tapi Aku sudah berjanji akan pulang bersama Aomine-kun dan Kagami-kun.'
[Read The Mind turn on] "Aku sudah mengakatan kepada Taiga dan Daiki kalau Aku akan pulang bersamamu."
"Eh?!" 'Dia membaca pikiranku.'
"Berarti semuanya sudah jelas. Ayo kita pulang!"
"…" Kuroko terdiam setelah melihat kemampuan menakjubkan Akashi.
"Kau harus segera mengganti sepatumu Tetsuya."
Kuroko mau cepat pulang karena itu, Ia menurut saja dengan Akashi. "Baiklah, Akashi-kun."
Kuroko mengganti sepatunya dan berjalan keluar. Mereka melewati gerbang sekolah dan berjalan ke arah rumah Kuroko.
"Kita mau bicara dimana Akashi-kun?"
"Di taman dekat rumahmu."
'Taman? Memang ada taman. Tapi memangnya dia tahu rumahku dimana.'
"Akashi-kun tahu letak rumahku?"
"Tentu saja Aku tahu, Tetsuya. Itu hal yang mudah bagi anggota OSIS."
'Jadi semua anggota OSIS mengetahui alamat semua murid?'
"Kenapa Akashi-kun mau bermain denganku?"
"Karena kau menarik dan Aku ingin mengenalmu lebih jauh. Aku dengar bahwa ada murid yang bisa muncul secara tiba-tiba, selain itu muncul rumor mengenai hantu di sekolah. Setelah Aku periksa, ternyata itu adalah Tetsuya."
Kuroko merasa penasaran dengan perkataan Akashi. Ia bingung dengan bagaimana caranya kata – kata tersebut ada. "Kapan pertama kali Akashi-kun melihatku?"
"Hari pertama masuk sekolah. Semua senpai yang menawarkan club mengabaikanmu. Kau berjalan melewati mereka begitu saja. Selain itu, Aku suka matamu Tetsuya."
'Kenapa kau juga tidak mengabaikanku? Ini pertama kali ada yang menyadarinya pada penglihatan yang pertama.'
Mereka berdua melanjutkan perjalanannya dalam diam. Walaupun tidak menunjukkan ekspresi apapun, Kuroko memikirkan banyak hal. Semua hal mengenai Akashi.
Akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju. Mereka duduk di bangku taman yang kosong. Karena sudah hampir jam 05.30 sore, saat itu taman sudah sepi.
"Apa saja yang sudah kau dengar mengenaiku, Tetsuya?"
Kuroko menceritakan semua hal mengenai Akashi yang sudah didengarnya dari Rainbow Head. Akashi mendengarkan dalam diam dan sama sekali tidak menyela.
"Jadi bagaimana pendapatmu mengenai diriku Tetsuya?" Dalam hati Akashi mengira – ngira kira – kira jawaban apa yang keluar dari mulut orang yang diminatinya itu.
"Akashi-kun seperti hantu. Aku kira kau adalah rumor hantu perpustakaan. Akashi-kun juga sering mengeluarkan aura yang menyeramkan dan senyum yang menyembunyikan sesuatu."
Akashi tersenyum mendengar jawaban Kuroko. "Kau sangat jujur Tetsuya, Aku jadi lebih menyukaimu. Tapi Aku bukan hantu. Aku hanya senang memperhatikan dan mengikutimu."
"Kalau seperti itu, kau bisa jadi stalker Akashi-kun."
"Tidak masalah. Jadi, hadiah apa yang kau inginkan?"
"Um, Aku sangat suka vanilla milkshake yang ada di Maji Burger. Selain itu, ada novel misteri ringan yang ingin kubeli."
"Baiklah. Hari Minggu ini temui Aku jam 10.30 siang di depan stasiun. Kita akan pergi ke toko buku lalu ke Maji Burger. Kau harus mengosongkan jadwalmu pada hari itu, tidak boleh ada yang mengganggu."
"Akashi-kun tidak bertanya denganku dulu?"
"TIdak. Itu adalah perintah bagimu."
'Sebenarnya di hari Minggu, Aku memang tidak punya kegiatan apa-apa. Tapi dia harus bertanya dulu, kan?'
"Aku ini absolute Tetsuya. Jadi kau harus mendengarkanku."
"…" Kuroko masih belum bisa menghadapi kemutlakan Akashi jadi dirinya memilih untuk diam.
Merasa kalau pembicaraannya sudah selesai, Akashi memilih untuk beranjak pergi dari tempat tersebut. "Sekarang sudah gelap, kau harus segera pulang. Aku akan mengantarmu."
"Tidak perlu Akashi-kun, rumahku sudah dekat."
"Aku yang mengajakmu untuk berbicara jadi Aku akan mengantarmu. Ingat, kau harus mendengarkanku Tetsuya."
"…"
"Baiklah, ayo kita pulang Akashi-kun."
Akashi tersenyum senang pada Kuroko.
oOo
Keesokan harinya Kuroko makan bersama dengan Rainbow Head di bawah pohon rindang yang ada di belakang sekolah. Mereka memilih tempat tersebut untuk melakukan perubahan suasana. Memang tempat ini tidak se-private di atap sekolah tetapi tempat ini tetap menyenangkan untuk dijadikan tempat berkumpul. Saat itu Rainbow Head sangat ingin sekali berdiskusi dengan Kuroko mengenai pertemuannya dengan leader mereka kemarin, oleh karena itu perhatian mereka hari ini jatuh pada Kuroko.
"Kuroko-cchi, apa yang kau lakukan kemarin dengan Akashi-cchi –ssu?"
"Kenapa kau bisa tiba-tiba pulang bersamanya Kuroko?" (Kagami)
"Aku tidak pernah tahu kalau kau pernah bergaul dengan Akashi, Tetsu."
"Tetsu-kun ayo cerita mengenai kegiatanmu kemarin!"
"Kuro-chin~, apa Aku boleh mencoba kue buatan ibumu?"
Kuroko mengangkat kotak makanannya dan menawarkan Mursakibara. "Silahkan Murasakibara-kun, ibuku memang membuatkan lebih untuk yang lain."
"Terima kasih.~"
"Murasakibara, jangan mengalihkan perhatian Kuroko ke hal yang lain nanodayo." Midorima ternyata juga penasaran dengan Kuroko.
"Tapi Aku hanya ingin makan kuenya Mido-chin.~"
"Sudahlah, jadi kenapa Akashi ingin menemuimu, Tetsu?"
Kuroko mulai memikirkan kembali pengalamannya bersama Kepala Strawberry. 'Hmm, kira-kira darimana Aku harus menjelaskan hal ini? Apa Aku harus menjelaskannya dari awal?'
"Akashi-kun ingin berbicara padaku mengenai permainan yang diberikannya kepadaku."
"Permainan apa nanodayo?"
"Aku harus menemukan siapa dirinya."
"Jadi karena itu Kuroko-cchi kemarin bertanya mengenai Akashi-cchi. Tapi kenapa kau bisa bermain dengannya –ssu."
Kuroko akhirnya memutuskan untuk menceritakannya dari awal mengenai pertemuannya dengan Akashi dan keanehan yang dialaminya juga mengenai pertemuannya kemarin.
"Akashi terdengar menakutkan Tetsu. Ia seperti stalker. Walaupun kau menceritakannya dengan tanpa ekspresi tapi Aku tahu kalau kau pasti terganggu. Ia bisa muncul dimana saja secara tiba-tiba." Setelah mendengar cerita Kuroko, Aomine cukup bersimpati dengan Kuroko dan sedikit menghina Akashi.
"Dia memang aneh tapi dia bukan hantu Aomine-kun. Dan Aku tidak punya suatu hal yang mencolok sehingga ada stalker yang menguntitku."
"Seperti yang kau bilang, Akashi itu aneh. Jadi wajar saja kalau seleranya juga aneh dan tertarik denganmu." Kagami berkomentar dengan santainya.
"Aku tidak aneh Kagami-kun."
"Apa kau serius mengatakan hal itu Kuroko?"
"Aku serius."
"Ya sudahlah. Jadi kau akan bertemu dengannya lagi hari Minggu ini?" (Kagami)
"Kuroko-cchi~! Aku takut kalau Akashi-cchi tiba-tiba akan mengancammu. Ia terkadang bisa jadi kejam –ssu." Seperti Aomine, Kise juga bersimpati dengan Kuroko dan sedikit menghina Akashi.
"Kita hanya membeli buku dan ke Maji Burger, Kise-kun."
"Tapi kau tidak akan pernah tahu apa yang direncanakannya –ssu."
"Kau memang tidak pernah bisa menebak Akashi tapi Ia seorang gentleman nanodayo."
"Kau memang benar, Shintarou."
"Tapi Kuroko-cchi terlalu polos untuk bisa berhadapan dengan singa seperti Akashi-cchi. Dia akan langsung dimakan." Kise meratapi nasib Kuroko yang sudah menjadi korban Akashi.
"Aku ini bukan orang yang akan langsung menyerang, Ryouta. Aku akan mempersiapkan segalanya kemudian melakukannya dengan tenang."
"Aka-chin~, kau mau permen ini?" Murasakibara menawarkan permennya untuk sedikit menyadarkan Kise.
"Tidak usah Atsushi."
"…" Akhirnya kepala Kise menoleh ke belakang untuk melihat seseorang dengan suara yang tidak asing.
"Uwaah! Sejak kapan kau ada disini –ssu!"
Akashi menatap Kise dengan tajam. "Reaksimu sangat lambat Ryouta."
Kise mengatupkan kedua tangan di depan dada sebagai tanda permohonan. "Maafkan Aku Akashi-cchi. Aku tidak bermaksud jahat."
"Permintaan maafmu diterima. Aku juga sudah memikirkan cara untuk mendisiplinkanmu."
"Tidaaaaak –ssu!"
"Jadi apa yang kau lakukan disini Akashi?" (Kagami)
"Aku hanya ingin menyapa teman-temanku yang sedang berkumpul, Taiga."
"Akashi-kun, kenapa kau bisa tertarik dengan Tetsu-kun?" (Momoi)
"Tetsuya itu spesial, Ia tak akan membuatku bosan. Ia straightforward dan langsung to the point meskipun tidak banyak bicara."
"Kyaaaa! Akhirnya ada yang berpikiran sama denganku. Tetsu-kun memang paling menarik, baik, dan cute." Momoi mulai berimajinasi dalam pikirannya.
Midorima menatap kedua temannya. Yang satu menatap Kuroko dengan tenang dan yang satu lagi sedang tersipu malu. "Sepertinya kalian memikirkan hal yang berbeda nanodayo."
"Shintarou, sehabis pulang sekolah kau harus ikut bersamaku untuk menemui Sensei."
"Baiklah, Akashi."
Pandangan Akashi lalu kembali pada Kuroko. "Tetsuya jangan lupa dengan rencana kencan kita hari Minggu ini. Pastikan tidak ada yang bisa mengganggu kita."
"Itu bukan kencan, Akashi-kun. Kau hanya memberikanku hadiah kemenangan."
"Aku memang hadiah yang paling baik bagimu, Tetsuya."
'Akashi/Akashi-cchi/Akashi-kun akan kencan dengan Kuroko/Tetsu/Kuroko-cchi/Tetsu-kun!'
"Aka-chin~ apa kau mau kue ini?"
"Aku mau Atsushi."
"Eh?~ Baiklah ini untukmu."
'Akashi/Akashi-cchi/Akashi-kun/Akachin baru saja menerima tawaran snack dari Murasakibara/ Murasakibara-cchi/Mukkun/diriku! Ini tidak pernah terjadi sebelumnya! Oh, itu kue dari ibu Kuroko/ Tetsu/Kuroko-cchi/Tetsu-kun/Kurochin.'
"Apa kalian memikirkan sesuatu mengenai dririku."
"Tidak!"
"Baiklah, Aku permisi dulu. Ada keperluan yang harus diurus. Sampai jumpa Tetsuya dan yang lain."
'Ahh, dia hanya mengatakannya kepada Kuroko/Tetsu/Kuroko-cchi/Tetsu-kun/Kurochin.'
"Sampai jumpa juga Akashi-kun."
"Jadi Tetsu-kun janjian jam berapa dengan Akashi-kun?" (Momoi)
oOo
Hari Jumat malam di rumah, Satsuki mulai menyalakan laptopnya dan mulai masuk kedalam grup chat. Kemudian beberapa orang lainnya juga masuk kedalam grup tersebut.
Momo-chan : Semuanya, bagaimana kalau kita mengikuti Akashi-kun dan Kuroko-kun hari Minggu ini.
Ryouta-cchi : Aku ikut-ssu! Ini pasti menarik!
Kaga10 : Apa yang ingin kau lakukan Momoi? Itu kehidupan pribadi mereka?
Momo-chan : Tapi Aku penasaran dengan Tetsu-kun, Kagamin.
Taiga-chan : Yo, Bakagami. Kau pasti juga khawatir dengan Tetsu kan?
Kaga10 : Apa yang kau lakukan Ahomine?! Kenapa mengganti nama online-mu menjadi namaku!
Taiga-chan : Ini belum tentu namamu Bakagami. Masih banyak orang lain yang mempunyai nama ini. Tapi kalau kau ingin namamu yang kugunakan, itu tidak masalah.
Ryouta-cchi : Aomine-cchi, so sweet sekali -ssu!
Kaga10 : Tidak! Aku tidak mau namaku kau gunakan dengan sembarangan. Ganti nama itu!
Ryouta-cchi : Tidak boleh begitu –ssu! Itu bukti perhatian dari Aomine-cchi kepada Kagami-cchi.
Momo-chan : Kyaaa! Kagamin pasti sekarang sedang merah mukanya!
Kaga10 : Apa-apaan kalian berdua! Jangan main-main.
Taiga-chan : Apa kau bisa mengirimkan foto mukamu kepadaku Bakagami? Aku ingin sekali melihatnya.
Kaga10 : Mukaku tidak merah Ahomine! Kalau begini terus lebih baik Aku log out saja.
Midotaro : Hal utama yang akan dibahas adalah mengenai Kuroko. Jangan penuhi grup chat ini dengan bualan kalian.
Shin-chan : Shin-chan, Aku juga menggunakan namamu!
Midotaro : Kenapa kau bisa ada disini Takao?
Shin-chan : Shin-chan memang paling mengerti diriku! Kau langsung tahu identitasku. Aku diajak oleh Momo-chan untuk bergabung.
Midotaro : Siapa lagi kalau bukan kau yang akan menggunakan nama itu. Dan lagi apa kau sudah tahu kalau kita berkumpul untuk membicarakan apa?
Shin-chan : Kyaaa! Shin-chan sudah mengakui diriku! Senangnya~. Tentu saja Aku sudah tahu.
Momo-chan : Kalian berdua memang so sweet sekali!
Ryouta-cchi : Huweeh! Aku juga ingin punya orang yang mengerti diriku –ssu~.
Midotaro : Ini sudah saatnya kita membahas hal yang penting, jangan perpanjang bualan kalian.
Taiga-chan : Kau yang membuatnya panjang Midorima.
Midotaro : Bukan Aku!
Umaiubo : Jadi, apa kita jadi pergi ke Maji Burger Minggu ini?
Momo-chan : Tujuan kita adalah mengikuti Tetsu-kun bukan makan Mukkun!
Umaiubo : Tapi mereka akan kesana kan?
Midotaro : Jadi apa kalian semua setuju untuk mengikuti mereka? Kita tidak bisa meremehkan Akashi. Bisa gawat kalau sampai ketahuan.
Taiga-chan : Aku ikut. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengikutinya bersama-sama. Kita bisa mengikutinya secara terpisah.
Shin-chan : Kita bisa mengikutinya secara berpasangan atau bertiga.(^,^)
Kaga10 : Apa itu tidak apa-apa? Kalian tahu sendiri, Akashi itu seperti apa.
Taiga-chan : Kau harus ikut Kagami. Sehabis itu kita bisa one on one di lapangan basket biasanya.
Kaga10 : Baiklah.
Shin-chan : Aku juga mau one on one dengan Shin-chan.
Midotaro : Diam Takao! Baiklah jadi semua yang ada disini akan ikut. Kita berkumpul jam 10 pagi di café seberang stasiun. Jangan terlambat!
Momo-chan : Ok! Aku sudah tidak sabar menunggu. (~,~)
Umaiubo : Jangan lupa membawa cemilan.~
Momo-chan : Kami tidak akan bisa membawa cemilan yang cukup untukmu Mukkun.
Umaiubo : Kalau begitu bawa saja sebisanya~
Ryouta-cchi : Ok-ssu! Jangan berdandanan yang mencolok.
Taiga-chan : Kau yang paling mencolok Kise!
Ryouta-cchi : Aku tidak akan pernah bisa menutupi daya tarikku Aomine-cchi.
Taiga-chan : Ok, Kise tidak akan ikut hari Minggu nanti.
Ryouta-cchi : Jahat –ssu. Aku akan tetap ikut.~
Shin-chan : Ok, Jadi apa diskusi selanjutnya?
.
.
.
*Lagi-lagi di chapter ini kurang romance-nya tapi di chapter selanjutnya pasti ada, bukan, tapi harus ada. Jika ada typo, bisa langsung beritahu.
*Jangan lupa reviewnya, saran & kritik pasti diterima
*Waktu update selanjutnya belum ditentukan
